Hyemi’s Tale: Sweet of War (Chapter 4)

FF “Sweet Of War” (Chapter 4 / ?)

Let It Go /

“Sweet of War” chapter 4 – Let It Go / 

Author                        : Park Sae Young

Main Cast                  : Jung Hye Mi | Wu Yi Fan / Kris and others

                                                        Genre    : Romance , Hurt    

Rating          : PG-14

Length         : Chaptered

Edited and Artposter : @phiophiooo

Acc Twitter : @pipitsani

Summary :

“kau tahu apa yang disebut rumah ? sebuah rumah dikatakan sebagai rumah bila ada kehangatan, kenyamanan dan ketenangan saat menempatinya. Tempat yang kau tuju saat lelah atau bahagia menyergapmu. Dan kau tahu, bagiku rumah itu kau”

*

            Hye Mi kembali melangkahkan kakinya riang. Kelas Kim songsaengnim yang biasanya membuatnya bosan setengah mati berjalan sangat lancar. Seperti perasaannya yang semakin membaik dari hari ke hari. Pertemuannya dengan Kris ahh~ maksudnya Wu Yi Fan dan teman-temannya membuat Hye Mi sedikit demi sedikit berbaikan dengan masa lalunya. Walau terkadang ia masih memikirkan oppanya, tapi rasa benci juga hal hal yang dulu sempat membuatnya selalu ingin menangis perlahan sirna. Bergaul dengan idol tidak buruk juga ternyata.

“Hye Mi-yaa~” sebuah teriakan nyaring yang begitu familiar di telinga Hye Mi membuatnya menoleh dan mendapat rangkulan dari sahabatnya Ae Bi. Ia tersenyum dan menggeleng . gadis ini, bagaimana bisa bersikap seperti bocah diumurnya yang sekarang ?

“ada apa kau ? terlihat senang sekali hari ini ?” tanya Hye Mi heran. Biasanya jika Ae Bi punya wajah dan senyum berbinar lebih dari para model iklan kosmetik sudah bisa dipastikan gadis itu tengah bahagia sekarang.

Ae Bi tersenyum lebar.

“hari ini kau pulang sendiri yaa. Aku ingin jalan dengan Luhan oppa” katanya sedikit berbisik dan melihat kesekelilingnya. Hye Mi menggeleng dan berdecak.

“ck, kalau sampai fans Luhan tahu rusa mereka sudah punya kekasih apa jadinya kau Bi ?” ledek Hye Mi yang sontak membuat Ae Bi menatapnya garang. Astaga Hye Mi apa gadis itu tengah berusaha membongkar hubungan rahasia Ae Bi dan Luhan hah ?

“ahahha, tidak aka nada yang mendengarnya Bi, jangan galak seperti itu”

“kau mau aku dibunuh mereka hah ?” sinis Ae Bi sambil bergidik ngeri. Ia tahu menjadi seorang kekasih idol terutama idol yang banyak dipuja karena ketampananan dan kemanisannya seperti Luhan memiliki resiko yang bisa membahayakan dirinya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi ?

Hye Mi tertawa “tidak akan. Luhan oppamu akan melindungimu dari amukan mereka sampai kapanpun nona Bi” goda Hye Mi membuat semu kemerahan muncul diwajah Ae Bi dan gadis itu langsung memukul pelan lengan Hye Mi.

Ae Bi kembali merangkul Hye Mi dan berjalan dengan langkah girang. Tepat sesudah sampai didepan kampus ia memberikan kunci mobilnya, menyuruh agar Hye Mi membawa pulang mobilnya karena Luhan akan segera menjemputnya sekarang. Hye Mi hanya bisa mengangguk dan kemudian memerhatikan Ae Bi yang saat ini sedang sibuk dengan android putihnya sambil bersenandung.

“Bi~” panggil Hye Mi pelan. Ae Bi menoleh.

“terima kasih” ucap Hye Mi tulus. Ae Bi mengeryit tidak mengerti dan sebelum ia bertanya lebih lanjut, seseorang memeluknya dari belakang. Jika saja ia tidak hafal aroma parfum orang itu, sudah bisa dipastikan Ae Bi pasti sudah membuatnya babak belur.

“Lulu !”

Hye Mi terperanjat kaget, sama seperti halnya Ae Bi. Gadis itu hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat sejoli didepannya sedang mengumbar kemesraan.

“astaga, bagaimana kalau ada yang tahu kau disini hah !” omel Ae Bi tak habis pikir. Luhan tersenyum. “tidak aka nada yang mengenaliku, sayang” ucapnya tenang. Ia melirik kearah Hye Mi dan tersenyum penuh arti.

“aku bawa sahabatmu dulu yah~” Luhan langsung menarik Ae Bi berdiri dan memberi salam pada Hye Mi.

“jaga dia baik-baik Lu” Hye Mi mengingatkan Luhan yang dibalasnya dengan senyuman manis.

“tanpa kau suruhpun aku akan melakukannya” Hye Mi tersenyum, bahkan ingin tertawa ketika kalimat itu lolos dari mulut Luhan, Ae Bi mengalihkan wajahnya. Terlihat seperti menyembunyikan rona kemerahan yang ada. Luhan langsung menarik Ae Bi dan akhirnya meninggalkan Hye Mi sendiri. Gadis itu hanya bisa tersenyum, kadang ia merasa iri dengan Ae Bi. Gadis itu begitu beruntung bisa bertemu dengan Luhan, pria yang jelas-jelas terlihat begitu mencintainya. Ia berpikir, kapan kira-kira gilirannya tiba ? maksudnya mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintainya, menyayanginya dan pasti melindunginya dengan segenap hati. Andai saja orang itu tidak mencampakkannya dan membuangnya mungkin Hye Mi masih akan berpikir untuk mencintai orang itu dan berharap dialah orang yang tepat.

Astaga ! Jung Hye Mi kenapa kau kembali mengingat pria itu ? batin Hye Mi kembali berkecamuk. Tapi hanya sesaat, karena setelahnya ia tersenyum dan mulai berjalan ke parkiran mobil. Tidak tidak, ia tidak akan lagi menjadi gadis rapuh dan cengeng seperti dulu.

*

            Hye Mi keluar dari mobil. Mengeratkan syal biru yang dipakainya dan mulai berjalan ke tepian Han River seperti biasa. Hari ini mungkin ia bebas pulang malam karena Ae Bi tentu tidak akan mengomel menyuruhnya untuk pulang cepat. Ia tersenyum, menarik nafasnya dan mengeluarkannya secara tenang. Arus tenang Han River membuatnya kembali tersenyum dengan mata menerawang, tidak lagi dengan pandangan mata kosong dan air mata yang biasanya keluar ketika dirinya melihat Han River. Semuanya hilang, hanyut bersama arus Han River yang begitu tenang.

Berdamai dengan masa lalu. Cara yang diusulkan sahabatnya benar-benar ampuh. Perlahan namun pasti Hye Mi bisa melepaskan jeratan pria itu, menghapus bayang bayangnya dan tersenyum ketika mengingat pria itu, tidak lagi menangis seperti dulu. ia juga sudah mulai membuka diri untuk bergaul dengan para idol yang dulu masuk ke daftar hitamnya. Idol sama sepertinya, sama-sama manusia biasa yang membutuhkan seorang teman didunia ini.

“selamat tinggal oppa, aku bahagia pernah mengenal dan mencintaimu. Terima kasih, sudah memberiku banyak pelajaran” gumam Hye Mi pelan. Arus Han River yang tenang seakan akan tersenyum padanya. setuju dengan pendapatnya barusan.

“kau masih sering kesini rupanya”

Suara berat itu mengagetkan Hye Mi. gadis itu langsung menoleh kebelakang dan mendapati Kris sudah berdiri disana dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam mantel. Pria itu mengenakan coat berwarna hitam dan syal hitam. Semuanya serba hitam tapi sangat pas ditubuhnya. Beberapa saat Hye Mi sempat terpana melihatnya.

“oh, kau ge~ hm ..  kau juga kemari rupanya. Apa jadwal kalian sudah selesai ?” Hye Mi mengalihkan rasa gugupnya dengan meremas ujung bajunya asal. Merasa aneh karena penampilan Kris yang menurutnya mempesona itu. bagaimana bisa ia baru menyadari kalau Kris .. hm, tampan ?

“Ya. kami diberi libur untuk istirahat beberapa hari. Para member pulang kerumahnya masing-masing dan dengan teganya meninggalkanku sendirian di dorm” cerita Kris frustasi. Pria itu langsung mengambil tempat untuk duduk disebelah Hye Mi dan lagi lagi Hye Mi harus merasa debaran aneh itu. ia hanya bisa tersenyum tipis saat Kris bercerita tentang Jong In dan Kyungsoo yang menghabiskan waktunya berdua, Suho yang pergi menghilang entah kemana bersama member lain. Itu membuatnya frustasi dan tidak bersemangat hari ini.

Hye Mi tertawa.

“bagaimana dengan chinese member , kemana mereka pergi ?”

Kris mendengus. “Lay dan Tao pergi ke rumah nenek Baek Hyun, sementara Luhan kau pasti tahu dia menghabiskan hari liburnya bersama sahabatmu itu bukan ?” erangnya sebal. Hye Mi lagi lagi tertawa, wajah Kris yang terlihat sebal menurutnya sangat lucu.

“sudahlah ge~ tidak perlu sekesal itu. kau kan bisa melakukan apapun dihari liburmu itu” Hye Mi berusaha menyemangati yang tengah bersedih itu.

“lagipula kenapa kau tidak pulang kerumah seperti yang lainnya ?” tambah Hye Mi bingung. Kris mengangkat bahunya.

“hanya 2 hari, ibuku tidak mengizinkanku pulang. Takut aku kelelahan” jelas Kris memberi alasan. Hye Mi lagi lagi mengangguk mengerti.

“argh aku tidak punya ide untuk menghabiskan liburan singkat ini” lagi lagi Kris menyuarakan kekesalannya. Sambil mengacak rambut yang justru membuat Hye Mi tertawa lagi. sangat jelas tersirat diwajahnya kalau pria itu ingin pulang kerumah sama seperti yang lain.

“kau pasti sangat merindukan rumah”

Kris mengangguk. “aku merindukan masakan ibuku. Sudah lama aku tidak makan masakannya. Jadwal semakin padat, belum lagi libur yang hanya sebentar” keluh Kris. Mendengar hal itu Hye Mi berpikir dan terbesit sebuah ide untuk membuat pria disebelahnya ini senang.

“bagaimana jika aku memasak untukmu ?”

Pertanyaan Hye Mi barusan emmbuat Kris menoleh dan menatapnya tidak percaya.

“aku bisa memasak ge~ Choi ahjumma sering mengajariku memasak dulu terutama masakan china” terang Hye Mi seakan tahu pertanyaan apa yang akan dilontarkan pria itu.

“jeongmal ? kau bisa memasak masakan China ?” tanya Kris setengah  percaya. Hye Mi lagi lagi mengangguk meyakinkan.

“tapi aku tidak bisa menjamin kalau masakanku sama persis dengan buatan ibumu. Hmm, jangan salahkan aku jika tidak cocok dilidahmu” serunya mengingatkan. Kris bangkit dari duduknya dan langsung menarik Hye Mi agar ikut berdiri juga.

“baiklah kalau begitu, cepat kita ke dorm dan mulailah memasak. Kurasa Luhan hyung dan Ae Bi tidak akan pulang malam ini” seru Kris antusias. Tangan pria itu langsung menggenggam tangan Hye Mi dan mengajaknya pergi.

“hei, apa kita tidak perlu berbelanja dulu ?” tanya Hye Mi sambil berjalan. Kris tidak menoleh dan menggeleng.

“tidak perlu, Kyung Soo dan Jong Dae sudah berbelanja besar kemarin dan kurasa masih banyak bahan masakan yang bisa kau pakai di kulkas” jelas Kris.

Hye Mi mengangguk lagi.

“eh tunggu Kris” Kris menghentikan langkahnya lalu melihat Hye Mi yang masih ingin menanyakan sesuatu.

“kau bilang apa tadi barusan ?”

Kris mengeryit . “apa ?”

“tentang Ae Bi dan Luhan” jelas Hye Mi. “tahu darimana kau kalau mereka tidak pulang hah ?” sekarang wajah Hye Mi berubah panik. Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada sahabatnya itu ? walau Hye Mi yakin Ae Bi bisa menjaga diri, tapi tetap saja. Luhan seorang pria.

“aish, jangan berpikiran aneh-aneh. Luhan hyung tidak akan berbuat macam-macam pada sahabatmu” seru Kris menenangkan.

“tapi—“

“ah sudahlah, ayo cepat kita ke dorm lalu masak yang banyak. Aku lapar”

*

            Hye Mi terus berkutat dengan peralatan dapur di dorm EXO itu. ia tidak menyangka kalau dorm yang dihuni oleh para pria seperti mereka bisa memiliki peralatan dapur dan juga bahan masakan yang begitu lengkap. Sudah hampir satu jam lamanya Hye Mi sibuk dengan masakannya, sementara Kris hanya duduk manis di kursi makan dan memerhatikan Hye Mi darisana. Matanya hanya terfokus pada sosok Hye Mi. merasa risih akhirnya Hye Mi berbalik dan menatapnya tajam.

“Ge~ bisakah kau membantuku ? kurasa itu lebih membantu ketimbang diam dan hanya memerhatikanku seperti itu” seru Hye Mi jengkel. Memang ebnar, sejak ia masuk kedapur yang dilakukan Kris hanya duduk memerhatikannya, tak ada niat membantu yang ditunjukkan pria itu padanya.

Kris tertawa mendengar sungutan sebal Hye Mi lalu menggeleng. Ada alasan mengapa ia lebih suka memerhatikan ketimbang membantu Hye Mi memasak. Ia sama sekali tidak bergerak dari kursinya.

“ani, aku tidak mau dan tidak akan menolongmu. Aku lebih suka duduk manis disini lalu memerhatikanmu memasak disana” ujar Kris tenang. Hye Mi yang mendengar itu sontak mendengus dan bersiap melemparkan spatula kearah Kris.

“kau mengingatkanku akan ibuku. Biasanya dia juga cerewet minta dibantu sepertimu” mata Kris menerawang. Ia benar-benar merindukan ibunya saat ini. ia sering bertanya-tanya apa saja yang saat ini dilakukan ibunya dirumah, sehatkah dia , makan dengan baikkah dia ? ah, Kris benar benar ingin bertemu dengan wanita paling berhaganya itu.

Hye Mi yang melihat itu langsung tersenyum. ia jadi teringat akan sosok ibunya. Sosok yang selalu memakai celemek berwarna merah muda dan berkutat dengan peralatan dapur saat pagi lalu memeluknya dan menyuruhnya minum segelas air putih. Sama persis dengan  cerita Kris barusan.

“teleponlah ibumu ge~ kau pasti merindukannya bukan?” usul Hye Mi setengah mengerling. Ia kembali sibuk dengan masakan didepannya.

“ah, kau benar !” pria itu dengan semangat mengambil ponselnya dan menekan nomor yang sudah ia hafal diluar kepala. Tak butuh waktu lama sambungan teleponnya tersambung.

hello mom ? mooomm !”

Hye Mi sempat melirik kearah Kris yang berteriak seperti anak kecil lalu terkekeh. Ah, ternyata pria itu menggunakan video call untuk menghubungi ibunya. Raut bahagia terpancar jelas diwajah Kris, gadis itu tersenyum dan kembali fokus pada masakannya.

gosh, Honey, is it you ? how are you honey ?something happened in there ?”

            “no mom. I’ll just miss you”

Hye Mi lagi lagi menoleh. Kali ini wajah pria itu sedikit murung juga sedih.

“I miss you too dear. Take care as long as you’re there okay ?”

Kris mengangguk, dari sini Hye Mi sedikit kaget begitu melihat Kris menitikkan air matanya lalu menghapusnya dengan kasar. Ia jadi ingat dengan perkataan Ae Bi tempo hari, satu satunya member EXO yang bisa menangis karena ingat ibunya hanya Kris. Pria yang sekarang ini ada didepannya. memang sedikit aneh melihat seorang pria menangis karena ibunya, tapi bukankah itu bagus. Bisa dikatakan kalau pria itu begitu mencintai sang ibu, kelak ia akan mencintai pendampingnya nanti seperti mencintai ibunya.oh baiklah, sekarang Hye Mi harus benar-benar menyelesaikan acara memasaknya.

“okay you too. Ah, mom you know what I feel now ? I feel you present here, near me” Kris mengucapkannya sembari memerhatikan Hye Mi yang masih sibuk dengan masakannya. Pria itu tersenyum, dan sang ibu ikut tersenyum disana.

“well, mom always in your heart honey. Take a rest, it was too late. Okay, I love you”

Kris tersenyum lalu mengangguk mendengar pesan sang ibu. Sambungan telepon terputus dan kini Kris kembali sibuk memerhatikan Hye Mi disana. ia benar, ia merasa ibunya disini, berdiri di tempat Hye Mi berdiri dan memasak untuknya. Perasaan Kris semakin menghangat. Ada sebuah harapan yang terucap didalam hatinya.

‘God, can you make the woman who standing in front of me to became my companion of my life someday ?’

 

*

            “wuaahhh daebak !!” Kris tak henti-henti memuji masakan Hye Mi yang kini sudah tersaji didepannya. wajahnya begitu berbinar dan beberapa kali meneguk ludahnya seperti orang kelaparan. Sudah lama ia tidak melihat makanan lengkap a’la rumah didepannya. apalagi sekarang Hye Mi memasakkan semua makanan yang menjadi favoritnya.

“Ya! Yi Fan ge~ kau tidak akan kenyang jika hanya memandanginya saja. Makanlah” Hye Mi memandang Kris dengan wajah sebal.

“baiklah, baiklah. Aku akan mulai makan. Tapi jika ternyata makananmu ini beracun dan membuat suara indahku menghilang kau harus tanggung jawab” canda Kris seperti sebuah ejekan halus.

“baiklah. Tapi jika masakanku enak dan membuatmu ketagihan aku tidak akan memasakkannya lagi untukmu. Meski kau memohon seperti bocah kelaparan” cibir Hye Mi sadis. Kris tertawa melihat reaksi yang Hye Mi berikan. Wajah gadis itu terlihat lucu walau terlihat garang barangkali. Sangat kontras.

Kris mulai memakan masakan Hye Mi. ia terdiam sebentar dengan raut wajah yang sulit dijelaskan. Hye Mi yang menangkap wajah itu mulai ketakutan. Apakah masakannya tidak seenak itu ? terakhir dia memasak masakan china dan memberikannya pada Ae Bi gadis itu langsung histeris dan dengan kalap menghabiskan semuanya.

“apa—tidak enak ?”

Kris tersadar dari lamunannya. Ia menggeleng dan langsung menelan maskaan Hye Mi dengan kalap. Hye Mi menghela nafas lega. Ia kira Kris tidak suka dengan masakannya. Tapi ia bersyukur, reaksi Kris hampir sama dengan yang dilakukan Ae Bi tempo hari.

“ini enak ! benar benar enak !” seru Kris antusias. Hye Mi tertawa pria itu dengan kalap memasukkan semua makanannya kedalam mulutnya. Ia bersyukur, Ilmu memasak yang diturunkan sang ibu dan berkat pembelajarannya dari Choi ahjumma masih berlaku hingga sekarang.

Kris masih menguyah masakan Hye Mi. masakan gadis itu benar-benar enak. Hampir mirip dengan buatan sang ibu, membuatnya lagi lagi merindukan ibu dan juga rumahnya. Hye Mi … gadis itu benar-benar ajaib. Hanya dengan melihat senyumnya, Kris bisa ikut tersenyum, hanya dengan melihatnya Kris merasa tenang, dan berada didekatnya membuat rasa rindu akan rumah terobati. Ia seperti rumah, sebuah tempat dimana kenyamanan dan ketenangan tersaji disana. begitu nyaman, dan hangat.

Drrt … drrtt …

Getaran ponsel Kris membuat pria itu tersadar dari lamunannya. Ia melihat sebuah nama yang tdiak asing tertera disana. tanpa menunggu getaran selanjutnya, ia mengangkat telepon itu.

“yeoboseyo, ada apa hyung ? ah tidak. tidak. aku sedang tidak sibuk. Kalau kau mau kau ke dorm saja. Temani aku makan besar ne ? baiklah. Aku tunggu” Kris mengakhiri sambungan teleponnya dan lagi menatap Hye Mi didepannya.

“ada apa ? kenapa kau memandangiku ?” tanya Hye Mi. ia berusaha bersikap setenang mungkin walau hatinya berbanding terbalik.

“bolehkah aku mengajak hyungku kesini, dia kesepian sama sepertiku” ungkap Kris meminta persetujuan Hye Mi

Gadis itu mengerutkan dahinya “siapa ?” tanyanya penasaran.

“salah satu sunbaeku. Dia yang paling dekat denganku, kau pasti mengenalnya. Tidak apa bukan ?” tanya Kris lagi memastikan.

Hye Mi tersenyum lalu mengangguk.

“tapi maaf sepertinya aku tidak bisa berlama-lama disini ge~ aku harus pulang dan mengerjakan tugasku dan tugas Ae Bi karena gadis itu kuyakin tidak ingat kalau mempunyai tugas yang harus dikumpulkan nanti” Hye Mi mulai membereskan peralatan makannya dan mengambil tas. Kris tahu gadis didepannya berkata jujur, tidak bermaksud menghindarinya seperti kemarin-kemarin.

“kau ingin pulang sendiri ? tidak bisakah nanti saja setelah sunbaeku datang. Kita makan bersama dulu setelah itu baru kuantar kau pulang” Kris memberi saran tapi langsung ditolak ahlus oleh Hye Mi.

“tidak perlu aku bukan anak kecil lagi, aku bisa menjaga diri ge~” Hye Mi mencoba menenangkan Kris yang tampak khawatir itu.

“kau yakin ?” Kris lagi lagi bertanya, sedikit tidak rela saat mengantar Hye Mi kedepan pintu.

Gadis itu mengangguk yakin.

“baiklah kalau begitu. Hati hati dijalan” pesan Kris pada Hye Mi yang mulai keluar dari dorm. Hye Mi mengangguk dan kemudian berjalan.

“Hye Mi !”

Hye Mi menghentikan langkahnya dan menoleh. Kris berdiri didekatnya.

“terima kasih untuk hari ini, terima kasih sudah memasak untukku” ungkap Kris tulus. Hye Mi lagi lagi tersenyum lalu mengangguk. Ia senang bisa membuat Kris bahagia dengan cara kecil seperti ini.

“aku pergi”

“jaga dirimu”

“Ya , kau juga ge~”

*

            Hye Mi kembali melangkahkan kakinya menuju lift. Ia senang dan bahagia bukan main. Tak menyangka kalau Kris akan sangat menyukai masakannya seperti itu. kalau saja sunbaenya tidak mengatakan akan datang mungkin Kris akan melahap habis makanan disana. pintu lift terbuka, ia sempat berpapasan dengan seorang pria yang tengah sibuk dengan ponsel androidnya. Gadis itu memerhatikan kemana arah pria itu pergi dan .. ia pergi menuju dorm EXO.

“pasti dia sunbae yang diceritakan Yi Fan ge~” gumam Hye Mi pada dirinya sendiri. Ia pun langsung masuk kedalam lift sambil bersenandung.

Pria itu tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, ia merasa perasaannya tiba tiba menghangat. Perasaan yang sangat familiar dan sudah lama tidak ia rasakan sejak 10 tahun yang lalu. ia menoleh ke belakang. Melihat ada seorang gadis yang berdiri disana dan tak lama masuk kedalam lift. Ini aneh, kenapa berpapasan dengan seorang gadis yang wajahnya tidak terlalu jelas terlihat membuat perasaannya menghangat seperti ini.

“tidak, mungkin hanya perasaanku saja”

Pria itu kembali melanjutkan langkahnya. Setelah menemukan tempat yang dituju ia langsung menekan bel.

Kris yang awalnya masih sibuk dengan acara makannya, langsung berlari kearah pintu dan membukanya terburu-buru.

“ah, hyung kau datang” sambut Kris hangat. Pria itu tersenyum dan masuk kedalam dorm EXO setelah dipersilahkan.

“kau sendiri, kemana yang lain ?” tanyanya memerhatikan keadaan dorm yang tidak seperti biasanya. Sepi.

“yang lain sibuk dengan urusannya masing-masing. Pulang kerumah, menghabiskan waktu dengan keluarga dan kekasihnya mungkin” ungkap Kris. Sunbaenya hanya mengangguk.

“lalu apa yang kau lakukan dari tadi ?”

“aku ? aku sedang makan hyung. Ah, kau sudah makan ? lebih baik kau ikut makan bersamaku” Kris mulai menarik tangan sunbaenya ke ruang makan lalu menyuruhnya duduk persis didepannya, dimana Hye Mi sempat duduk disana.

“kau membeli semua ini ?” tanyanya takjub. Banyak sekali masakan China tersaji didepannya.

“aniyo. Tadi temanku kesini dan memasak semua ini untukku hyung” Kris kembali melanjutkan makannya. Pria itu mengangguk dan mulai mencicipinya masakan yang baru saja Kris sodorkan.

“siapa temanmu ? apa seorang gadis ?” tanyanya lagi mulai penasaran.

“ya dia seorang gadis. Sahabat dari Yoo Ae Bi”

Pria itu mengangkat alisnya, sepertinya nama itu sangat tidak asing ditelinganya. Sering diucapkan seseorang tapi ia tdiak ingat kapan dan siapa orangnya.

“Yoo Ae Bi ? siapa ?”

“kekasih Luhan  hyung” jelas Kris.

“dia baik sekali mau memasak untukmu sebanyak ini” pria itu mulai menyuapkan makanannya kedalam mulut. Sementara Kris tersenyum lebar didepannya. namun baru satu suapan yang masuk ke mulutnya pria itu terdiam.

“hyung , kau kenapa ?” Kris mulai menangkap sesuatu yang aneh dari pria didepannya.

Ia masih terdiam, tidak bergeming dengan mata menerawang.

“hyung ! hyung ! Siwon hyung !” Kris mulai mengguncangkan bahu Siwon karena pria itu tidak kunjung merespon pertanyaannya. Siwon tersadar dari lamunannya dan tersenyum seolah tdiak terajdi apa-apa.

“ah maaf, masakan ini mengingatkanku dengan masakan rumah” jabarnya. Tapi memang benar, Siwon merasa kalau masakan yang baru saja masuk kedalam mulutnya begitu mirip dengan masakan sang ibu. Rasanya sama persis.

Kris terkekeh mendengarnya. ia senang kalau sunbae terdekatnya menyukai masakan Hye Mi. ia setuju dengan pendapat Siwon. Keduanya memang mempunyai banyak kesamaan, itulah yang membuat mereka bisa sedekat ini.

“kau juga berpikir begitu hyung ? aku juga berpendapat sama denganmu. Gadis itu memang luar biasa” seru Kris bangga, ia mulai memuji Hye Mi didepan hyungnya.

“wah wah, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta” ledek Siwon masih terus menyuapkan makanan kemulutnya. Kris tersenyum malu menanggapinya.

“jadi siapa gadis yang beruntung itu hah ? hebat sekali dia bisa meruntuhkan hatimu yang sedingin gunung es itu”Siwon kembali menggoda Kris yang mulai salah tingkah karenanya.

“seseorang yang sudah memasak semua ini hyung. Sepertinya aku mulai benar-benar mencintai gadis itu. dia gadis yang istimewa, mampu membuatku nyaman dan merasa seperti berada dirumah ketika ada disekitarku. Percayalah hyung, aku tidak akan melepasnya pada siapapun. Walaupun orang itu kau” canda Kris sambil tertawa. Begitupun Siwon yang mendengarnya. ia juga penasaran bagaimana rupa gadis yang sudah berhasil mencairkan hati Kris. Well, seperti yang ia tahu hoobaenya ini tidak mudah jatuh cinta pada seorang gadis. Kecuali gadis itu benar benar istimewa.

“kau harus mengenalkannya padaku nanti” Siwon mengingatkan dan disambut anggukan antusias Kris.

“tentu, aku akan mengenalkannya nanti hyung”

                                                                    *

            Hye Mi berjalan gontai menuju apartmentnya, dibelakangnya mengekor Ae Bi yang tengah berjalan seperti zombie langsung pergi kekamar dan menjatuhkan dirinya keatas sofa dengan kaki tergantung. Rutinitasnya kembali seperti biasa. Menjadi mahasiswa dengan tugas tugas menumpuk dan jadwal yang semakin padat. Ae Bi mendengus.

“aku benci kalkulus. Aku benci ocehan menyebalkan Kim songsaengnim. Bagaimana bisa pria tua itu mengoceh dan memberi banyak tugas ke kita hah !” keluh Ae Bi frustasi. Hye Mi yang melihat itu menahan tawanya. Sahabatnya kini tengah menggerutu dibalik bantal, terkapar tak jelas diatas kasur.

“sudahlah Bi, lebih baik kau mandi dan mulai mengerjakan tugas Kim songsaengnim itu” saran Hye Mi yang ditanggapi tidak jelas oleh Ae Bi.

Hye Mi berjalan ke sisi kanan ranjang dan menemukan Ae Bi sudah tidur dengan posisi tidak mengenakkan. Dia tidur telungkup dengan kaki tergantung dibawah. Hye Mi mendecak, sahabatnya itu memang mudah sekali tidur, apalagi jika sedang kesal atau kelelahan.

“aish anak ini, ckck dia satu species dengan Luhan” Hye Mi mendengus sambil membenarkan posisi tidur Ae Bi lalu menyelimutinya.

“jalja Bi ~ aku pergi dulu ne , Han River” pamit Hye Mi walau ia yakin Ae Bi tidak akan mendengarnya karena sudah lebih dulu terbang kedunia mimpi. Ia harus pergi kesana, untuk mencari ketenangan dan udara segar pastinya.

*

            Hye Mi kembali duduk sambil memandang Han River didepannya. udara Seoul yang dingin sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk menghabiskan waktunya disana. ia kembali memejamkan mata, merasakan angin dingin yang menerpa wajahnya dan mengayunkan beberapa anak rambutnya kebelakang. Tiba-tiba ia merasa ada seuatu yang hangat dikedua pipinya. Hye Mi membuka mata dan sedikit terkejut menemukan ada dua gelas berisikan coklat panas dipipinya, tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah disampingnya Kris sudah berdiri dengan senyuman khas miliknya.

Kris memerhatikan Hye Mi lalu kemudian berdecak. “Ya ! kau ini punya kulit setebal apa berkeliaran dengan pakaian tipis seperti itu” seru Kris tidak percaya. Tersirat nada khawatir saat ia mengucapkannya. Hye Mi memandangi pakaian yang ia pakai saat ini. ia memakai jeans dan atasan yang cukup tebal ditambah mantel hitam kesayangannya. Bagaimana Kris bisa mengatakan kalau ia berpakaian tipis.

Baru saja ingin memprotes, Kris langsung melepaskan syalnya dan memakaikannya ke leher Hye Mi. gadis itu membulatkan matanya kaget. Wajah Kris sangat dekat dengannya saat ini karena pria itu sedang memakaikan syal ke lehernya. Nafas hangatnya berhembus, menerpa wajah Hye Mi yang membuat wajahnya memerah dan panas. Pandangan keduanya bertemu diudara. Selama beberapa detik keduanya menikmati pertemuan mata mereka satu sama lain.

“ge ~” panggilan Hye Mi membuat Kris kembali pada alam sadarnya. Apa yang ingin dilakukan pria itu barusan ? astaga, pikirannya kenapa bisa sekacau ini bila berada didekat Hye Mi. pria itu menjauhkan tubuhnya kemudian kembali ke posisi duduknya semula.

“apa yang kau lakukan disini ?” tanya Hye Mi berusaha mencairkan suasana canggung.

“ah, sejak tadi aku mencoba menghubungimu, tapi tidak bisa. Jadi aku mengira kau pergi kesini. Ternyata dugaanku benar bukan”

Hye Mi hanya bisa bergumam ‘oh’ saat pria itu mengatakan maksud kedatangannya. Suasana hening kembali menyelimuti keduanya. Bukan suasana hening karena canggung tapi lebih tepatnya suasana hening dimana masing masing dari mereka tengah menikmati Han River yang ebgitu menenangkan.”

“gomawo Yi Fan ge~” Hye Mi kembali membuka suaranya sambil tersenyum memandang wajah Kris.

Kris mengeryit bingung. “untuk ?”

“semuanya. Terima kasih karena berkat kau dan para member exo lainnya aku bisa merubah pandanganku terhadap seorang idol. Kalian mengingatkanku kalau seorang idol sama seperti manusia lainnya. Kalian juga yang membuatku melupakan segala hal buruk yang pernah terjadi. Terima kasih” senyuman tulus itu terkembang jelas di wajah Hye Mi. membingkai wajahnya dengan sangat sempurna dan membuat Kris tidak bisa mengalihkan pandangannya kearah lain lagi. tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal dibenak Kris. Selama ini ia begitu penasaran dengan alasan sebenarnya Hye Mi begitu menghindari dunia idol. Ia merasa tidak enak kalau menanyakannya secara langsung. Ia hanya ingin gadis itu sendiri yang menceritakannya. Tanpa diminta olehnya.

“kau bisa menceritakannya Hye Mi-ya” Kris tersenyum. berusaha meyakinkan Hye Mi kalau ia bisa dijadikan tempat bersandar bagi gadis itu ketika lelah dan sakit. Ia ingin Hye Mi menganggapnya ada, saat dimana gadis itu membutuhkan seseorang untuk mengungkapkan keluh kesah dan kesedihannya selama ini.

Hye Mi tersenyum , tapi kali ini Kris menangkap kalau gadis itu tidak benar benar tersenyum.

“ aku dulu pernah mencintai seseorang, lebih tepatnya sangat mencintainya” Hye Mi menarik nafasnya. Ia harus menghadapi masa lalunya, dengan bercerita kepada Kris mungkin semakin membuatnya bisa menghadapi masalahnya dengan kuat.

“dan dia seorang idol” ucapnya berat. Baru kali ini ia berbagi kisah pahitnya dengan orang lain selain Ae Bi, sahabatnya.

“siapa ? apa aku mengenalnya ?” tanya Kris. Pria itu berusaha menahan emosinya yang entah kenapa tersulut begitu saja. Hye Mi hanya diam. Matanya terlihat menerawang kedepan dan tanpa sadar Kristal bening itu keluar. Kris bisa melihatnya dengan jelas dari samping.

Siapa yang berani membuatmu mengeluarkan Kristal bening itu, siapa orang yang membuatmu sakit dan trauma seperti ini ? katakan padaku, dan aku bersumpah akan membuatnya menyesal seumur hidup.

“aku disini untukmu Hye Mi, kau bisa berbagi denganku” Kris menggenggam tangan Hye Mi, meremasnya pelan memberikan gadis itu kekuatan dari genggamannya. Hye Mi sempat terkejut namun ia tersenyum. ia menghargai usaha Kris untuk menenangkannya.

“kau tidak perlu tahu siapa dia ge~ aku tidak mau membuat imagenya jelek karena aku. I’m okay”

Tidak. gadis itu tidak dalam keadaan yang baik-baik saja. Ia tersenyum, tapi masih menyiratkan rasa sakit dan pedih yang begitu mendalam. Kris menatapnya iba, ingin sekali ia merengkuh dan membawanya kedalam pelukannya. Tapi itu tidak mungkin bukan ? Kris masih tahu aturan. Ia juga tidak menyangka bagaimana gadis sebaik Hye Mi bisa disakiti dengan cara seperti ini, dan lagi kenapa gadis itu masih saja melindungi pria itu dengan tidak mengatakan identitasnya pada Kris ? ia benar benar tidak habis pikir.

“Semua itu kini hanya masa lalu bagiku. Jika nanti aku bertemu denganya lagi aku akan berterima kasih karena dia sudah mengajarkan padaku rasa sakit, dan membuatku menjadi gadis yang kuat” tambahnya.

“berjanjilah padaku Yi Fa ge~ jika suatu saat nanti kau mencintai seseorang, cintailah ia sepenuh hati. Jangan pernah membuatnya terluka ataupun menangis. Kau harus mencintainya sebagai Wu Yi Fan bukan Kris anggota sekaligus leader exo. Paham ?” nasihat Hye Mi dengan senyuman.

Kris mengangguk.

“Ya, aku janji”

Aku janji akan mencintai gadis itu seperti mencintai ibuku sendiri. Tidak akan pernah kubiarkan ia terluka dan mengeluarkan air mata setetes pun. Aku bersumpah Hye Mi. aku akan menjaga gadis itu segenap hatiku, dan semoga gadis itu adalah … kau. Seseorang yang membuatku nyaman dan tenang seperti berada dirumah.

            “aku kagum padamu”

“kagum ?” Hye Mi tidak mengerti kearah mana pembicaraan Kris.

“kau sangat tegar. Kau hebat” jelasnya. Senyum Hye Mi terkembang, kali ini ia benar benar melepas semua masa lalunya.

“tentu saja. Aku ini gadis hebat” ujarnya bangga. Kris mengangguk dan menepuk nepuk kepala Hye Mi. gadis itu sempat terdiam mematung. Tangan Kris yang menepuk kepalanya terasa hangat dan … bisakah ia melakukannya sesering mungkin ?

“datanglah saat latihan besok. Aku ingin kau membantu persiapan ulang tahun untuk Luhan hyung” ajak Kris.

“tapi ge~ bukankah peraturan melarang orang luar kecuali orang tua dan kekasih para idol untuk datang ke gedung SM ? aku tidak mau membuat kalian, Ae Bi atau Luhan oppa kerepotan karenaku” tolak Hye Mi. tentu saja ia tidak mau membuat keributan seperti yang ia lakukan tempo hari.

“ck, Jung Hye Mi bodoh. Apa kau lupa waktu itu aku memperkenalkanmu sebagai kekasihku. Dengan begitu kau bisa masuk tanpa harus merasa takut lagi” Kris mencoba mengingatkan Hye Mi.

“tapi ge~ aku bukan kekasihmu bagaimana kalau yang lain tahu ?” tanya Hye Mi khawatir.

Kris menggeleng. “tidak akan ada yang tahu. Aku dan semua member EXO sepakat mengenalkanmu sebagai kekasihku agar kau bisa lebih sering mengunjungi kami bersama Ae Bi” jelas Kris panjang lebar.

“atau … kau keberatan jika aku memperkenalkanmu sebagai kekasihku ?” tanya Kris. Mendengar pertanyaan Kris membuat wajah Hye Mi bersemu merah lalu mengalihkannya kearah lain. Ia menggeleng.

“a-aniyo. Bukan seperti itu hanya saja aku merasa tidak enak denganmu dan apa tidak menjadi beban bagimu ?” Hye Mi lagi lagi mengkhawatirkan orang lain.

“tidak perlu dipikirkan. Sebaiknya kuantar kau pulang. Ini sudah larut malam dan juga dingin” ajak Kris. Pria itu menarik tangan Hye Mi dan menggenggamnya kuat kuat. Sambil berjalan Hye Mi memerhatikan tautan tangannya dengan Kris. Kris baik, ia benar benar pria yang sempurna dan bisa dipercaya. Perasaan Hye Mi semakin menghangat, debaran aneh di dadanya benar benar membuatnya tidak tahu harus berlaku seperti apa. Tapi yang jelas ia menikmatinya.

Menikmati semua perasaan aneh yang sudah tidak lama ia rasakan lagi.

*

       Sepanjang malam mata Hye Mi menerawang keatas. mengingat kejadian demi kejadian saat pertama kali ia bertemu Kris. Saat ia mengira pria itu hantu, saat memasakkan masakan untuknya dan mendengarnya mencurahkan isi hatinya yang merindukan rumah. Gadis itu tersenyum lagi saat dengan mudahnya ia bisa menerima Kris untuk menajdi tempatnya berkeluh kesah selain Ae Bi. Pria itu baik, dan Hye Mi merasa sangat nyaman bila berada disekitarnya.

Tapi mendadak wajahnya bersemu merah. Saat tangannya terus menerus digenggam Kris, saat ia melilitkan syalnya agar Hye Mi hangat di cuaca dingin itu padahal ia tahu kalau Kris sendiri kedinginan. Dan saat Kris mengantar pulang. Tepat sampai didepan apartmentnya.

Hye Mi berguling kesamping. Memegang tangannya dan masih bisa merasakan hangat tangan Kris disana.

‘ aku dan para member yang lain sepakat untuk memperkenalkanmu sebagai kekasihku’.

Kata kata itu kembali terngiang dikepala Hye Mi dan membuat kerja jantungnya bekerja berantakan. Ia tidak habis pikir kalau Wu Yi Fan mau melakukan hal itu, hal yang jelas-jelas akan membuat para penggemarnya sakit hati yang pasti.

Perasaan ini sudah lama tidak ia rasakan. Perasaan dimana ia merasa ada kupu kupu terbang menggelitik perutnya. Memaksanya untuk terus tersenyum seperti orang bodoh.

“apa aku mulai menyukainya ?”

*

Hye Mi dan Ae Bi kembali memasuki gedung SM dengan suasana hati ceria. Beberapa kali Hye Mi tertawa dan terlihat serius mendengarkan bagaimana sulitnya gadis itu memilih kado untuk Luhan. Sekarang sudah tidak ada lagi ketakutan diwajah Hye Mi. ketakutan akan bertemu dengan pria itu dan masa lalunya. Ia siap, bahkan jika sekarang ia bertemu pria itu ia akan sangat senang dan mengucapkan rasa terima kasihnya pada pria itu.

Siwon berhenti, memandang tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Ada dua sosok gadis yang baru saja melewatinya dan salah satu dari mereka begitu ia kenal, sangat ia kenal. Hye Mi ? bukankah gadis itu adalah gadis kecilnya ? Hye Mi-nya ?

Kyu Hyun yang melihat Siwon terdiam ditempatnya langsung menghampiri hyungnya dan mengikuti arah pandangan pria itu.

“kau kenal dia hyung ?” tanya Kyu Hyun memecah lamunan Siwon barusan. Matanya masih menatap lift dimana keduanya terdiam, menunggu pintu lift terbuka.

“aku merasa dia sangat mirip dengan seseorang Kyu” Siwon berusaha tersenyum, dan matanya masih menatap dua gadis yang masih menunggu lift itu dengan awas. Mereka terlihat tengah bercanda dan tertawa bersama.

“siapa ? Yoo Ae Bi atau gadis disebelahnya ?” tanya Kyu Hyun ikut memerhatikan. Mata pria itu juga tidak luput dari gadis yang sekarang mengenakan pakaian kasualnya itu.

“kau kenal dengan mereka ?” Siwon balik bertanya memandang Kyu Hyun bingung. Tunggu, tadi siapa nama yang disebut Kyu Hyun ?

“gadis yang memakai kaos serta cardigan jeans biru dongker itu Yoo Ae Bi, kekasih Luhan dan gadis yang lebih tinggi disebelahnya kekasih Kris, tapi aku lupa namanya” jelas Kyu Hyun. Matanya terlihat tertuju pada satu titik.

“apa kau yakin kalau gadis itu kekasihnya Kris ?” Siwon kembali bertanya, setengah tidak percaya.

“tentu saja, Kris sendiri yang mengenalkannya padaku tempo hari. Kukira dia teman Ae Bi, tapi ternyata kekasih Kris juga.” Jawab Kyu Hyun.

Siwon mengangguk anggukan kepala mengerti. Apa dia adalah gadis yang diceritakan Kris malam itu ? gadis yang sudah mencairkan hati dingin Kris, gadis yang memasak masakan dengan rasa sama persis dengan buatan sang ibu, dan gadis itu … apakah benar benar kekasih Kris ?

Kedua gadis itu langsung masuk begitu pintu lift terbuka. Siwon ingin langsung berlari dan meminta penjelasan pada Hye Mi-nya. Tidak tidak hanya penjelasan. Pria itu begitu merindukan Hye Mi dan ingin melihat secara jelas bagaimana rupa gadis kecilnya itu. tapi belum sempat Siwon berlari tangan Kyu Hyun menahannya.

“Kyu—“

“aku tahu kau penasaran dengan gadis itu. tapi simpan dulu rasa penasaranmu, kita harus ke stasiun tv. Aku juga sedikit aneh, gadis itu rasanya sangat familiar bagiku” nasihat Kyu Hyun. Siwon mendengus, dengan tidak rela ia mulai berjalan mengikuti Kyu Hyun walau beberapa kali sempat menoleh kebelakang, berharap kalau Hye Mi menghampirinya lebih dulu.

“Kyu—mengenai gadis bernama Yoo Ae Bi bukankah dia—“

Kyu Hyun tersenyum simpul. “Ya, kau benar”

*

       “Hai semuaaaa, kami dataaang !!!” teriakan riang Ae Bi kembali memenuhi ruangan latihan EXO. Para member lain segera mengalihkan perhatian mereka dan mengerubung keduanya begitu melihat banyak makanan yang dibawa oleh kedua gadis itu.

“Hye Mi-yaa, kau membawa kue coklat lagi ?” teriak Chanyeol histeris. Hye Mi mengangguk dan menyodorkan sekotak besar kue coklat. Sama seperti yang dibawanya tempo hari. Chanyeol bergegas mengambil kue dari tangan Hye Mi dan langsung memakannya seperti orang kesetanan.

Baek Hyun yang melihat itu berdecak.

“Park Chanyeol, kau seperti tidak pernah makan” cibir Baek Hyun. Chanyeol tidak peduli, ia kembali menikmati kue coklatnya.

“sudah sudah, lebih baik kalian makan. Semuanya lapar bukan ?” Ae Bi berusaha menengahi. Hye Mi hanya bisa tertawa melihatnya. Disini semua member terlihat seperti anak kecil, sementara Ae Bi dan Hye Mi seperti seorang guru yang menasehati murid muridnya.

“annyeong ge~” Hye Mi memberi salam pada Kris dan mengambil tempat duduk disebelahnya lalu menyodorkan sepiring kue coklat yang dibawanya. Kris tersenyum.

“annyeong. Terima kasih.” Ucapnya berteri kasih dan menerima kue Hye Mi.

“bagaimana rencana pestanya ?

“semua sudah disiapkan oleh kami dan yang lain. Acaranya akan digelar besok malam dan hanya didatangi oleh beberapa member sm town jadi tidak semuanya hadir sih. Ah, dan kau nona Jung. Kau harus datang” perintah Kris terdengar lucu. Hye Mi mengangguk paham.

“arraseo aku akan datang ge~”

*

       Choi Siwon langsung berlari sekuat tenaga begitu keluar dari mobil begitu mendengar apa yang Kyu Hyun ucapkan setelah acara tv pikirannya tertuju pada satu hal, gadis kecilnya.

“ah hyung aku ingat siapa gadis itu. kalau tidak salah ia mirip dengan seseorang di foto yang ada dikamarmu. Ahhh benar juga ! gadis itu mirip sekali, aku yakin itu”

       Siwon semakin mempercepat langkahnya. Ia ingin memastikan sesuatu, memastikan kalau gadis yang dilihatnya adalah benar gadisnya. Hye Mi-nya. Tak butuh waktu lama ia sudah berdiri didepan ruangan dimana ia yakin kalau Hye Mi berada didalamnya. Ruang latihan EXO. Pasti gadis itu kemari karena ia melihat ada Ae Bi yang notabene-nya kekasih Luhan bersamanya tadi.

Pria itu berusaha mengatur nafas dan degup jantungnya. Setelah merasa sedikit tenang ia membuka pintu ruangan itu dan masuk kedalamnya. Para penghuni yang tahu kalau ada yang masuk sontak mengalihkan perhatiannya pada pintu. Siwon memerhatikan wajah mereka satu persatu.

“ah, annyeonghaseyo hyung, ada apa kau kemari ?” sambut Su Ho yang lebih dulu berdiri dan menghampiri Siwon. Pria itu tidak menggubris. Ia terlalu sibuk meneliti setiap wajah yang ada disana. ketemu. Ada dua orang yang masih sibuk dengan aktifitasnya dan tidak mempedulikan kedatangan Siwon seperti yang lainnya.

Hye Mi, gadis itu tengah tertawa tertawa bersama Kris menggunakan earphone yang sama. Keduanya masih terus tertawa menonton video animasi yang menurut mereka lucu. Suara tawa itu benar benar membuat Siwon yakin kalau gadis ini adalah gadisnya. Hye Mi-nya. Ia mulai berjalan kesana secara perlahan.

Hye Mi merasa aneh dan mulai menyadari sesuatu kalau suasana yang tadinya ramai mendadak hening. Ia melepaskan earphone dan pandangannya dari video yang sedang ia tonton. Matanya meneliti kesegala arah meminta penjelasan kenapa para pria itu diam.

“Hye Mi …”

Suara itu berat. Lembut dan masih sama dengan suara yang terakhir Hye Mi dengar. Gadis itu menengadahkan kepalanya dan menahan nafas begitu tahu siapa yang memanggilnya, tepatnya sudah ada dihadapannya saat ini.

Pria itu , oppanya.

Siwon langsung menarik tangan Hye Mi sehingga membuat gadis itu bangun dari duduknya. Sementara Hye Mi masih mencerna baik-baik dan menyuruh agar otaknya bisa lebih berpikir. Tidak, ini bukan ilusi atau imajinasinya saja. Ini nyata, yang berdiri didepannya adalah Siwon, oppanya.

“Jung Hye Mi, benarkah ini kau ?” Siwon meneliti wajah Hye Mi baik-baik. ia sudah mengira kalau gadis itu akan tumbuh menjadi seorang gadis yang memiliki kecantikan luar biasa. Ia langsunng memeluk tubuh Hye Mi dengan erat seperti tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya. Betapa rindunya ia akan pelukan ini, betapa ia begitu merindukan gadis ini.

Beberapa pasang mata yang ada didalam ruangan sontak membulat, tidak percaya dengan apa yang dilihat mereka saat ini. termasuk Kris yang shock karena kini ia tahu siapa yang dimaksud Hye Mi semalam.

“aku merindukanmu … aku benar benar merindukanmu” Siwon semakin mengeratkan pelukannya. Seolah olah mengisyaratkan kalau gadis ini tidak bisa lagi menghilangd ari jarak pandangnya.

Hye Mi berusaha menguasai dirinya. ia tersenyum dan berusaha untuk melepas pelukan Siwon yang begitu erat. Dengan susah payah ia melakukannya dan akhirnya pelukan itu terlepas. Siwon memandangnya dengan tidak rela.

Hye Mi tersenyum lalu membungkuk badannya, memberi salam. ia tidak menyangka kalau hari yang ia tunggu akan datang secepat ini. tidak masalah, ia sudah melupakan semuanya. Tentang rasa sakit, tentang kesedihan dan perasaannya. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk Hye Mi membuktikan pada pria itu kalau ia baik-baik saja.

Annyeonghaseyo Siwon-ssi, lama tidak bertemu”

To Be Continued

Komat kamit editor~

Yuhuuu~ Ae Bi’s here. Kkkk~ gimana dengan hasil editan part 4 ? ga berasa udah part 4 dan bentar lagi sibuk bikin part 5 wkwkwk. Aduuhh gatau deh yaaa, makin kesini makin berasa feelnya. Gasabar bikin Siwon lebih menderita lebih dari ini hahha *ketawa setan* kayanya Cuma di part ini yah yang pengerjaannya begitu ekstrim. Pertama dikerjakan dari tengah malem ampe subuh, kedua digangguin sama makhluk tak kasat mata (lagi) dan terakhir … mendadak galau karena hujan deres turun tiba tiba *oke ini abaikan*

Okee~ kritik , saran, dan rusuhannya (?) ditunggu ~~~~

Iklan

4 pemikiran pada “Hyemi’s Tale: Sweet of War (Chapter 4)

  1. Makin penasaran sama ceritanya nih.. Akhirnya Kris Wu itu punya saingan dan saingannya Choi Siwon ahha.. Itu bias saya semua jebal… TT
    ohya sedikit saran buat author tadi ada beberapa ‘mistakes’ di kalimat bahasa inggrisnya. Terus menurutku kata ‘companion’ bisa lebih pas kalo diganti ‘partner’
    hwaiting for the next chapter 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s