Please Don’t (Chapter 1)

Title: Please Don’t(Chapter 1)

Author: Kim CH ( was Kkamjong’s lil sis) ; (@_chaerunnisa)

Genre: Friendship, Bromance, Drama

Length: Chapter

Rating: T

Cast:

• Kim Jongdae/ Chen

• Kim Minseok/ Xiumin

• Zhang Yixing/Lay

• Kim Jongin

• Kim Joonmyeon

• Park Chanyeol

• And other

tumblr_mkfofqVkPN1ruu0syo1_500

 

Author’s Note: Annyeong! Ini ff keduaku setelah When You’re Gone ^^ Semoga kalian suka dengan pairing XiuChen ini XD! Happy Reading!

Comment? Silahkan! But, no bash and copy cat please~

Chen POV

“Jinjja?Yixing?”

Pipi chubby ditariknya ke atas sambil menunjukkan gummy smilenya, “Hm!” serunya semangat.

“Yixing ge?Dancer itu?Kau…menyukainya?”

“Iya Jongdae-ah! Siapa lagi?!”, rasanya ingin sekali aku berteriak setalah mendengar pernyatannya.

Aku tersenyum pahit, “Er…Baiklah”.

Ia menggembungkan pipinya chubbynya, “Tapi jangan bilang siapa-siapa! Yakso?”

“Ne.”

Ah,hatiku hancur hyung.

No one POV

Chen, atau Kim Jongdae. Seorang mahasiswa biasa yang selalu bermimpi untuk menjadi penyanyi. Untuk menyalurkan bakat menyanyinya ia bekerja sambilan sebagai penyanyi café di café tempat sahabatnya bekerja, Kim Minseok.

Kim Minseok tapi biasa dipanggil Bao Zi atau Xiumin oleh teman-temannya, seorang mahasiswa periang yang memiliki bakat di bidang menyanyi,dance dan rap. Tak heran bahwa Xiumin cukup populer di kampusnya.

Xiumin dan Chen sudah bersahabat sejak kecil, ditambah lagi orang tua mereka juga kawan lama. Dan lagi,rumah mereka hanya berjarak dua blok saja.

Sejak kecil Chen dan Xiumin sudah disekolahkan di sekolah yang sama. Kecuali saat SMA.

Karena itu pula Chen tak bisa memungkiri rasa sayangnya kepada Xiumin. Rasa sayang itu semakin lama semakin bertambah dan mulai tak bisa dikendalikan. Rasa sayang itu sudah melebihi ‘rasa sayang sebagai teman’

Tapi, Chen tak bisa jujur pada Xiumin.

Mengapa ia tak bisa jujur kepada sahabatnya itu?

Pertama, karena mereka bersahabat. Ia tak ingin menghancurkan persahabatan yang sudah mereka bina selama bertahun-tahun lamanya.

Kedua, ya Xiumin adalah hyungnya. Bukan masalah sebenarnya, tapi Chen merasa ‘segan’ kepada Xiumin karena hal ini.

Ketiga, karena…Xiumin menyukai orang lain.

Xiumin seorang biseksual. Ya, dia penyuka sesama jenis.

Dan bukan berarti Xiumin bukanlah seorang pemilih dalam menjalani cerita cintanya.

Mantan-mantannya terdahulu adalah pemain basket, pembawa acara di radio, dan beberapa anak-anak populer lain di kampus mereka.

Dan hal inilah yang membuat Chen merasa ‘down’

Pertama, dia mahasiswa biasa. Ya walaupun dia pintar tapi bukan berarti jenius.

Kedua, dia hanya bisa menyanyi. Walaupun suara Chen luar biasa bagusnya (menurut Xiumin), namun ia merasa hal ini tidak bisa membuat Xiumin terpikat olehnya.

Dan yang ketiga dia tidak popular ataupun menonjol. Hanya memiliki suara tinggi dan yah hanya itu.

Mungkin Chen takkan pernah bisa mengutarakan perasannya pada hyung tersayangnya itu.

-Please Don’t-

Chen POV

[Background song Baby Don’t Cry- Exo M]

“So baby don’t cry…cry..cry…”

Kuakhiri lagu itu dengan petikan gitar yang dimainkan oleh Chanyeol, teman sekelasku dan rekan kerjaku di café ini.

Dan kulihat Xiumin bertepuk tangan dengan bahagianya bersama, oh tidak, Yixing ge.

Kuberikan senyum masam dan berjalan kearah mereka.

“Jongdae-ah!! Keren sekalii~”, Xiumin memelukku sambil meloncat-loncat kegirangan.

“Aish hyung jangan seperti ini,tadi buruk sekali! Banyak nada falsnya .”

Chanyeol kemudian menepuk bahuku, “Memang tadi bagus sekali! Penuh penghayatan! Lain kali kita buat lagu bersama!”, ujarnya sambil memberikan ancungan dua jempol di depan wajahku.

“Ya, tadi bagus sekali,”Yixing ge tiba-tiba membuka suaranya sambil tersenyum.

Xiumin melihat ke arahku, “Tuh! Chanyeol dan Yixing saja bilang bagus!”

“Nah kalau begitu hari ini aku akan mentraktir kalian semua, bagaimana?”, Yixing ge tersenyum kepadaku dan merangkul Xiumin.

Rasanya ada sengatan listirik di sekujur tubuhku yang membuat kepalaku terasa akan meledak setelah melihat mereka berdua dengan mesranya berangkulan.

“Ah mian ge, aku harus menjemput Baekhyun! Dia bisa marah nanti”, Chanyeol melihat handphonennya dan berjalan ke arah pintu café.

“Ah sayang sekali! Baiklah lain waktu saja! Sampaikan salam kita kepada Baekhyun”,ujar Yixing ge.

Chanyeol mengancungkan kedua jempolnya, “Ne!”, dan kemudian pergi keluar dari café.

“Hm, bagaimana denganmu Chen?”

“Eh?”

“Ya, kamu bisa hari ini? Aku traktir!”

Aku hanya mengangguk sambil tesenyum pahit, “Ya”.

-Please Don’t-

 

22.00 KST

Xiumin POV

“Aduh Jongdae! Kau berat!”

Dengan susah payah kubopong sahabatku ini, Chen.

Dia itu sangat payah dalam hal minum-minum tapi tetap saja memaksakan diri.

“UUUUHHHHH”

“JONGDAE-AH!”

Kulihat dia jatuh terkulai lemas sambil bernyanyi-nyanyi. Ah tuhan, apa yang harus kulakukan?!

Membopongnya sampai kerumahnya?Tentu saja tidak.

“Jongdae-ah, sebentar lagi sampai….Jebal”

“AKH HYUNGGG!!! LALALALA MUSIM PANAS MUSIM PANAS”

Ku tutup mulut besarnya itu sambil-dengan terpaksa menyeret tubuh Jongdae.

Jongdae kemudian meringis kesakitan. Mungkinkah karena tubuhnya kuseret secara paksa? Oh tidak.

“Jongdae? Jongdae? Gwaenchana? CHEN!”, ku dorong pelan tubuhnya sambil menepuk-nepuk pelan wajahnya.

Dan kemudian ia tertidur lelap. Entah mengapa kupikir ia pingsan sampai-sampai aku berteriak meminta tolong kepada siapapun yang lewat didepan kami.

Tiba-tiba Kai, namdongsaeng Chen datang dengan wajah kesal. Ia masih lengkap dengan seragam SMAnya.

“Dia minum lagi?”

Aku mengangguk sambil tetap mencoba untuk membangunkan Chen.

Kai menggerutu kesal lalu membopong kakaknya, “Serahkan dia ditanganku hyung”

“Ah kamsahamnida”,dengan segera aku menunduk sambl menghela napas lega.

Syukurlah Kai yang datang.

Aku tak bisa memikirkan jika hyungnya- Suho yang datang.

Tidak, Suho hyung tidak menyeramkan, SAMA SEKALI.

Tetapi dari cara ia menatap, berbicara, apalagi jika sudah menurunkan nada suaranya itu artinya sebuah ‘alarm’ untuk Chen ataupun Kai.

-Please Don’t-

 

Seoul, May 19th 2013

07.00 KST

‘Ring ring ring’

No One’s POV

Jemari-jemari lentik Chen mencari-cari darimana suara menyebalkan yang menganggu tidurnya itu berasal. Setelah ia menemukannya, dengan cepat dimatikan alarm sialan itu dan mencoba untuk membuka matanya.

“Jam 7 pagi”

Ia mengusap matanya lalu bangkit dari tidurnya.

Tetapi pagi ini ia merasa aneh.

Perutnya mual, kepalanya pusing. Dan badannya sakit semua.

“JONGIN-AH!”

Sesosok pria berseragam SMA datang ke kamar Chen, “Ne hyung?”

“Kemarin eng, aku mabuk eoh? Kau membawaku?Kau baik sekali”

“Jangan banyak ngelantur, cepat sarapan hyung! Atau aku beritahu Joonmyeon hyung kalau kau minum-minum tadi malam! Tck merepotkan”, Kai dengan wajah kesal meninggalkan Chen yang masih setengah sadar dari tidur dan rasa sakit yang luar biasa di kepalanya.

“Ah, pasti aku minum teralu banyak kemarin”, gumam Chen sambil memegangi kepalanya dan turun dari ranjangnya.

Ia terus-terusan bergumam da mengutuk dirinya sendiri yang minum terlalu banyak tadi malam. Er, sebenarnya tanpa minum banyak pun Chen pasti akan mabuk berat.

Terlihat di meja makan sudah ada hyung dan dongsaengnya.

“Palli! Kau tidak sadar ini jam berapa Jongdae-ah?”

Chen duduk dengan wajah kesal di kursinya,“Aish hyung! Ini masih pagi, jangan marah-marah! Kepalaku sakit sekali,sepertinya aku tidak masuk kampus hari ini”

“Siapa yang marah-marah? Salah kau sendiri pulang terlalu larut! Apa yang kau lakukan semalam?hah?”, tanya Suho heran.

Tidak biasanya Chen pulang larut malam dan di pagi harinya dia sakit ataupun bangun kesiangan. Pasti dia melakukan sesuatu saat malam kemarin.

“Er, aku..mengerjakan tugas! Ya sampai larut malam! Kau tahulah hyung tugas sedang banyak-banyaknya”

“Jinjja?”

“Ya! Tanya pada Jongin! Benar kan?”, Chen menendang lutut Kai yang akhirnya dijawab dengan anggukan kepala dari adiknya itu.

Suho menghelakan napasnya,kesal. Kentara sekali dari raut wajahnya dan dari cara ia menatap kedua adiknya.

“Baiklah aku percaya pada kalian”.

Chen tersenyum lega. Syukurlah hyungnya ini tidak mengetahui apa yang ia lakukan semalam. Bisa jadi ia tak diberi makan oleh hyungnya selama seminggu.

“..Tapi”.

Chen kini mendongak melihat hyungnya yang sudah berdiri dan menenteng tas kerjanya.

Suho menunduk sedikit dan mendekati wajah Chen, “Jika aku tahu kau melakukan sesuatu hal seperti- ‘minum-minum’kemarin, kau akan habis ditanganku, Kim Jongdae”.

“A-arasseo hyung”,ujar Chen takut-takut.

“Baiklah aku pergi dulu, Jongin, cepat selesaikan makanmu, aku pulang telat hari ini. Ah, ada soup kimchi dari Byun ahjumma ,tinggal kalian hangatkan saja jika ingin makan”.

Kedua adiknya mengangguk sambil melambaikan tangan kepada hyungnya.

‘Krek’

Bunyi pintu ditutup. Suho sudah tak tampak lagi dihadapan Kai dan Chen.

“Hyung!”

“Wae?”, Chen menatap adiknya heran.

“Aish awas kau! Aku tak mau membantumu lagi jika kau mabuk! Ingat itu!”, dengan cepat Kai mengambil tasnya dan keluar dari rumah, “Aku pergi dulu!”

“Ye”, sahut Chen dari dalam rumah.

Ia kemudian duduk dan mengambil handphonenya.

Xiumin hyung?

Dengan segera ia melihat apa isi message dari Xiumin.

From: BaoXi

Jongdae? Kau baik-baik saja? Aku sangat khawatir padamu. Aku menyesal menyuruhmu untuk minum. Kau akan memaafkanku kan? Maaf aku kemarin tidak kuat untuk membopongmu sampai rumah, habisnya kau berat! >< Berterimakasihlah kepada Jongin yang mau membopongmu pada akhirnya.

 

 

….Kau masuk hari ini?Cepat jawab aku.

Chen terlihat gembira saat selesai membaca message dari Xiumin. Dengan cepat ia memberikan balasannya.

 

To: BaoXi

Er hyung terimakasih. Aku hanya pusing dan mual sekarang, bertanggung jawablah haha.

 

Sepertinya aku tidak masuk hari ini.

Tapi kemudian Chen memutuskan untuk masuk ke kampus. Ia membayangkan wajah kesal Xiumin yang sudah dikerjai olehnya.

-Please Don’t-

 

No one’s POV

Chen berdiri di halte bus sambil melihat jam tangannya.

Sepertinya ia akan telat.

Tetapi ia akhirnya bernapas lega saat melihat bus yang akan ditumpangiya datang.

“Annyeonghaseyo ahjusshi”

Chen menyapa supir bus dengan ramah dan dibalas dengan senyuman hangat si supir.

Ia duduk di kursi paling depan, dekat jendela. Chen mengambil melihat ke arah luar dan kemudian melihat dua orang pria sedang bersenda gurau sambil menaiki mobil mewah di ujung jalan.

Namun, mata Chen menangkap sesosok pria yang sedang tertawa-tawa dengan senangnya. Matanya terbelalak kaget.

Tubuhnya gemetar, tangannya dikepalkan kuat-kuat.

Ini tak mungkin,pikirnya sambil mencoba menenangkan diri.

Dan kemudian sesosok pria yang ia amati melihatnya dan melambaikan tangan.

“Jongdae!”

TBC

Auther’s note(again/?) : Sebenarnya saya baru-baru ini suka dengan pairing XiuChen hehe XD Photo not belong to me.

Read this? >>>https://exofanfiction.wordpress.com/2013/02/01/when-youre-gone/

Thanks^^

 

 

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Please Don’t (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s