Help (Chapter 4)

help2_kim-sooki_melurmutia song jisyu

Title : Help!

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : Mystery, Fantasy, Adventure

Main Cast :

Kim Joonmyun (EXO-K) | Jisyu song (OC)

Other Cast :

Member EXO-K/EXO-M

A/N : Hai, aku baru pertama ngepost ff tentang misteri:D jadi aku butuh banyak saran dan kritik dari para readers disini. Aku masih butuh bimbingannya XD.  kamsanida~

Di lain sisi…

Seorang laki-laki memukul kaca rumahnya dengan vas bunga yang berada disampingnya sekarang.

“Arggghh!” marahnya. Seorang wanita mendekatinya dengan tatapan was-was. “Apa yang terjadi, dear?”

“Dia mulai dicurigai detektif sialan itu. Shit!” umpatnya keras.

“Really? Relax, aku tahu kau bisa mengatasinya.”

“Yeah. Aku harus memberinya pelajaran. Aku akan membuat hyong tidak lengah kembali. Sangat bahaya. Itu akan mencoreng nama besarku.”

“Jangan terlalu parah.”

“Tidak, hanya mengambil darahnya saja.”

“Baiklah. Bagaimana jika kita makan, dear?” ucap wanita itu dengan bergelanjut manja di lengan pria itu.

Tiba-tiba..

TING..TONG.

Seseorang datang.

 

-$$$-

 

Suho menekan bel rumah itu beberapa kali. Sang empu rumah tak kunjung keluar, membuat Suho menendang kecil pintu rumah itu dengan gemas.

“May I help you, Sir?” ucap seseorang yang keluar dari pintu rumah itu. Membuat Suho sedikit tersentak. Tiba-tiba seorang gadis cantik muncul dibelakangnya, “Dear..”. Laki-laki itu menatap gadis itu dan memberinya tanda diam.

Seakan tidak mengerti isyarat laki-laki itu, wanita itu semakin bergelayut manja pada laki-laki ini.

“Come on dear. Jangan pedulikan anak kecil itu, bagaimana jika kita pergi jalan-jalan saja?” ucapnya dengan tatapan menggoda.

“Sheryn, please. Apa kau tidak melihat? Disini ada seseorang berdiri menungguku, huh?” jawab laki-laki itu tegas.

Wanita yang bernama Sheryn itu menatap Suho dari atas hingga bawah. Menatapnya dengan malas.

“Pulanglah. Sekarang.” Ucapnya dengan penekanan. Wanita itu segera meninggalkan rumah itu dengan cepat.

Lalu pandangan laki-laki itu menatap Suho kembali.

“I’m sorry. May I help you?”

“Yes. This is about Tiffany hwang.” Balas Suho.

“Jisyu? Come in.” Laki-laki itu mempersilahkan Suho memasuki rumahnya yang lebar dan megah.

“Silahkan duduk. Water, Orange juice?”

“Water.”

Laki-laki itu meninggalkan Suho sendirian diruang tamunya. Suho menatap seklilingnya dengan cermat. Menatap setiap desain rumah bahkan sebuah figura yang berisi foto Jisyu dan laki-laki itu.

“Ada apa dengannya? Bay the way, Lay.” laki-laki itu mengulurkan tangannya dan mengajak Suho bersalaman. Suho membalasnya, “Kim Joonmyun. You can call me, Suho.”

“What happen, Mr.Kim?”

“Bukankah kau kekasih gadis itu?” Suho menunjuk foto itu dengan wajah Jisyu yang terlihat ceria.

“Ya, itu dulu. Apa maumu?”

“Aku ingin mencari tahu pembunuh Jisyu. Kau ingin bergabung?”

“Ck, jangan bilang kau adalah detektif ‘itu’.” Suho menatap Lay dengan bingung.

“Detektif?”

“Ya, someone tell me about you. Now, get out from my house, Mr.Kim.” ucapnya dingin.

Suho menatapnya tak kalah dingin, “Why? Apa kau pembunuhnya sehingga kau takut kutangkap, Lay?”

“Keluar!” ucap Lay keras. Lay segera mendorong Suho keluar dari rumahnya yang megah.

Suho terjatuh didepan lantai pintu utama rumah itu. Lay segera menutupnya kasar.

Suho bangkit dan berjalan mendekati mobilnya.

“Sial.”

 

-$$$-

 

Suho segera berjalan dengan cepat menuju ruangannya, membuat semua menatapnya dengan bingung.

Suho semakin mendekati ruangannya dan menutup pintu ruangannya dengan keras.

Suho merebahkan badannya diatas sofa empuk ruangannya, ia ingin tertidur dan berbicara dengan Jisyu. Ia memejamkan matanya dengan rapat, tetapi itu tidak berhasil. Ia mencoba bergonta-ganti posisi agar ia segera tertidur tetapi gagal.

Ia merasa frustasi dan mengacak-acak rambutnya pelan. Suho bangkit dan mendekati kursi besarnya.

Ia mengobrak-abrik segala barang diatas mejanya, ia mencari sesuatu yang penting yang membuat suatu bukti.

Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah benda kecil seperti headset, tetapi headset itu bisa digunakan untuk merekam. Hebat bukan? Barang ini adalah barang pendengar telepon dari orang satu ke orang lain lewat sisik jari.

Dan sekarang ia akan mendengarkan percakapan Chanyeol dengan seseorang. Ia memanfaatnkan sidik jari Chanyeol untuk melakaukan hal itu. Sidik jari yang menempel pada granat kecilnya.

Suho menekan tombol-tombol yang berada di headseat itu dan menaruhnya tepat ditelinganya. Suho mencari-cari sinyal yang terhubung.

Tiba-tiba dari headseat itu terdengar suara seorang pria, mungkin terdapat 2. Karena mereka saling membalas satu sama lain.

“Are you crazy?”

“No. Detektif sialan itu menghampiri rumah ku. Kau tahu?”

“Benarkah? Kau harus waspada Naf.”

“Bukan aku. Kau lah yang harus waspada Hyong. Kau lah yang dicurigai. Aku ingin bertemu denganmu. Di tempat seperti biasa.”

“Okey. Don’t be late.”

Srekkk.srek..

“What happen Hyong? Kenapa berbunyi berisik sekali?”

“Aku tidak tahu. Sejak tadi kurasa baik-baik saja.”

Srekkk.srek..

“Aku tahu apa yang terjadi.”

“What?”

“Kau bilang, seseorang memberimu granat kecil bukan? Kurasa orang itu cukup pintar. Aku akan memberitahumu kelanjutannya.”

“Okey.”

Suho mengumpat kesal. Bunyi itu gara-gara ia menaruh ponselnya dekat dengannya sehingga akan membuat suatu interaksi.

Suho mulai bimbang, ia rasa pelaku pembunuhan itu mulai menyadarinya dan yeah.

Chanyeol memang benar terlibat.

 

-$$$-

BWCW Cafe..

 

“Sudah menunggu lama?” ucap seseorang. Chanyeol menatap pria dihadapannya kini, ia hanya tersenyum.

“10 minutes ago. Jadi, apa yang kau bicarakan?”

Pria itu duduk dihadapan Chanyeol, “Detektif itu. Bernama Kim Joonmyun, bukan?”

“Joonmyun?”

“Suho, dia terkenal dengan nama Suho. Kau tahu dia?” Pria itu mengeluarkan secarik foto close up detektif itu.

“Yes. Kantornya berada di dekat toko rotiku. Whats happen?”

“Dia memberimu granat?” tanya pria itu.

Chanyeol hanya mengangguk, “Ya, aku sudah menceritakannya kemarin.”

“Kita ketahuan.” Ucap pria itu dingin. Chanyeol terdiam, baginya ini sebuah peringatan.

“Bagaimana bisa?”

“Kau memegang granat itu, dan sidik jarimu tertempel. Lalu, kau menelfonku. Itu adalah alat yang dapat mendengar pembicaraan seseorang lewat telfon.”

“Oh My God. Its dangerous, what should i do now?”

“Kau tahu? Lebih baik kau bersembunyi sekarang, sebelum aku membunuhmu. Karena kecerobohanmu itu, Hyong.”

“Wait, you can’t do this Naf !”

“I can do this. Aku memberimu waktu, 3 jam untuk bersembunyi dan aku akan menemukanmu, dimanapun itu.”

Chanyeol bangkit dari kursinya dan segera berlari menuju mobilnya untuk menjemput istrinya. Ia tahu, jika pria itu sudah mengucapkan hal itu, entahlah ia akan selamat atau tidak.

 

-$$$-

 

Suho memainkan jemari-jemari tangannya diatas rubik yang sejak dari tadi ia berusaha menyelesaikannya.

Sebenarnya ia tidak benar-benar berniat bermain rubik, pikirannya melayang. Apa yang dibicarakan Chanyeol dengan lawannya.

Suho menatap jendela luar dengan gamang, ‘Apa yang harus kulakukan, Jisyu?’

Tiba-tiba..

BRAK..

Seorang wanita memasuki ruangannya dengan wajah yang ketakutan, tangannya penuh darah. Ia terlihat begitu ketakutan.

“Hel..help..m.me” titah wanita itu dengan terbata. Suho menatapnya seksama, “Miss.Park?”

“Help me. Please.” Tiba-tiba wanita itu terjatuh. Ia pingsan. Suho segera menelfon Chen untuk membantunya.

“Whats wrong in here?”

Chen memasuki ruangan Suho dengan tatapan bingung, Suho segera menunjuk wanita yang pingsan dihadapannya. Seketika Chen menatap bawah.

“Oh God.” Chen memapahnya dan menaruhnya diatas sofa empuk Suho. Suho mengambil air dan membersihkan tangan wanita itu yang penuh darah.

“Erghh—“ erang wanita itu. Sontak Suho dan Chen menatapnya dengan was-was.

“Are you okay, miss?” tanya Suho. Wanit itu perlahan-lahan bangkit, kepalanya masih terasa pusing akibat kejadian yang menimpanya.

“Mr.Kim?”

“Yeah, It’s me.”

“HELP ME! PLEASE HELP ME!” teriaknya dengan menangis, wanita itu menarik kerah kemeja Suho. Wanita itu menangis dengan kencang, Suho membiarkan hal itu, mungkin wanita ini depresi.

“Dia membunuh suamiku.” Titah wanita itu pelan dengan gemetar. “What? Who is it?”

“I can’t tell you.”

“Why?”

“Jika aku mengatakannya, aku akan menyusul suamiku.” Wanita itu mengucapkan dengan tangan yang menangkup wajahnya yang terlihat sayu.

“I’m sorry.” Suho menepuk pelan punggung Miss.Park sebagai bentuk simpatinya.

“Sekarang, apa yang harus kulakukan, Miss.Park?” tanya Suho pelan. “Kita sedang diawasi seseorang.” Ucap Miss.Park

“Tutup tirai itu.” Chen segera bangkit dan mentutpnya.

“Dia memang benar-benar pembunuh Tiffany hwang. Dan yang paling menyedihkan suamiku terlibat, Mr.Kim. Please help me.”

“Aku akan menyelesaikan semuanya. Chen, jaga Miss.Park aku akan kerumah tua itu.” Suho bangkit, sebelum keluar Miss.Park memanggilnya.

“Mr.Kim, Chanyeol memberiku ini. Mungkin kau bisa memecahkannya.” Miss.Park memberikan sebuah gulungan yang ternoda dengan darah.

Seperti sebuah klu ketika kertas itu dibuka.

“• – – – | • • – •”

Suho mengambil kertas HVS yang berada disampingnya dan mengambil sebuah polpen.

 

Bagaimana-bagaimana ? 😀

5 pemikiran pada “Help (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s