Hyemi’s Tale: Sweet of War (Chapter 5)

FF “Sweet Of War” ( Chapter 5 / ?)

He’s Back /

“Sweet of War” chapter 5 – He’s Back /

Author   : Park Sae Young

Main Cast    : Jung Hye Mi | Wu Yi Fan / Kris and others

Genre   : Romance , Hurt    

Rating   : PG-14

Length         : Chaptered

Edited and Artposter : @phiophiooo

Acc Twitter : @pipitsani

Summary :

“kau tahu apa yang disebut rumah ? sebuah rumah dikatakan sebagai rumah bila ada kehangatan, kenyamanan dan ketenangan saat menempatinya. Tempat yang kau tuju saat lelah atau bahagia menyergapmu. Dan kau tahu, bagiku rumah itu kau”

picture15

*

       Hye Mi tersenyum lalu membungkuk badannya, memberi salam. ia tidak menyangka kalau hari yang ia tunggu akan datang secepat ini. tidak masalah, ia sudah melupakan semuanya. Tentang rasa sakit, tentang kesedihan dan perasaannya. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk Hye Mi membuktikan pada pria itu kalau ia baik-baik saja.

Annyeonghaseyo Siwon-ssi, lama tidak bertemu”

*

            Suasana ruang latihan member EXO mendadak mencekam. Tidak ada satupun yang berani membuka mulutnya untuk bicara sama sekali. Pandangan mereka tertuju pada satu arah dimana Siwon ‘visual of group’ Super Junior baru saja memeluk Hye Mi dan gadis itu, sekarang terlihat baru saja membungkukkan tubuhnya, memberi salam seolah-olah mereka memang mengenal satu sama lain.

Wajah Siwon berubah, tidak salahkan pendengarannya saat ini ? Hye Mi, gadis kecil yang kerap kali memanggilnya ‘oppa’ dan berjanji akan memanggilnya seperti itu seumur hidupnya, menyebut namanya secara langsung. Bahkan dalam gaya bahasa yang kelewat formal. Ini sudah lebih dari 10 tahun ia mengenalnya, dan Siwon merasa kalau ada yang berubah dari gadis itu. tidak, wajahnya memang berubah menjadi sangat cantik itu tidak mengherankan. Tapi sikap Hye Mi yang berubah membuat Siwon berpikir apakah gadis didepannya benar Jung Hye Mi ?

Siwon tersenyum sedikit bingung. “Hye Mi-ya, kenapa kau memanggil oppa seperti itu ?”

Hye Mi lagi lagi melempar senyum terbaiknya, walau didalam hatinya ia ingin menangis. Ia berusaha tegar. Tidak. ia tidak boleh menangis untuk pria ini. ia harus kuat.

Hye Mi bukan lagi gadis cengeng yang akan berlari ke pelukan oppanya, ia sudah dewasa dan mulai belajar untuk menerima segalanya.

“lama tidak bertemu, Siwon-ssi apa kabar ? sepertinya kau terlihat senang” ujar Hye Mi berbasa-basi. Percayalah sekarang ini semua member memandangnya tidak mengerti. Banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan pada gadis itu, sementara Kris yang berdiri tidak jauh dari Hye Mi merasa ingin sekali langsung memeluk gadis itu. dia tahu, Kris sangat tahu kalau disana Hye Mi berjuang mati-matian menahan sakitnya. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun saat ini, ini masalah mereka. Masalah Hye Mi dengan pria yang sekarang masuk kedalam ‘black list’ Kris.

“Hy-Hye Mi-ya, berhenti memanggilku seperti itu” bentak Siwon emosi. Ia tidak bisa mengendalikan pikirannya. Bertemu dengan gadis yang begitu ia rindukan membuat perasaannya berkecamuk. Ia senang, tapi juga sedih saat mengetahui beginilah cara Hye Mi membalas pertemuannya, bersikap formal seakan-akan baru saja bertemu Siwon hari ini. pikiran yang kalut membuat Siwon langsung menarik tangan Hye Mi keluar dari ruangan. Gadis itu meronta, meminta pertolongan tapi para member yang masih cukup shock itu tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka masih bingung dan tidak mengerti dengan semua ini.

Hye Mi terus berusaha mengimbangi langkah Siwon. Ia juga berusaha melepaskan cengkraman tangan Siwon yang begitu kuat ditangannya. sakit, perih, Hye Mi terus merintih kesakitan minta dilepaskan tapi bukannya melepas Siwon semakin mengeratkan cengkraman tangannya, seolah-olah tidak membiarkan gadis itu pergi kemanapun lagi.

Pria itu membawa Hye Mi ke atap gedung SM. Menariknya terus hingga akhirnya mereka sampai dan terdiam beberapa saat.

“Ya ! Choi Siwon-ssi kumohon lepaskan tanganku sekarang juga !” seru Hye Mi masih berusaha melepaskan dirinya. Siwon hanya diam, ia melihat tangan Hye Mi yang memerah dan mengendorkan cengkramannya, tapi tidak melepaskannya.

Mata Siwon yang tajam tak henti hentinya mengalihkan kemanapun. Terfokus pada wajah Hye Mi yang berada didepannya. ia meneliti wajah itu, wajah gadis kecil yang dulu selalu bermain dengannya sudah berubah. Wajahnya semakin cantik, ia manis dan … entah apalagi yang bisa menggambarkan sosok Hye Mi sekarang ini, seperti pahatan Tuhan yang begitu sempurna di mata Siwon.

Hye Mi hanya terdiam ketika pandangan keduanya bertemu diudara. Mata pria itu masih sana seperti mata 10 tahun yang lalu. mata oppa yang begitu disayangi dan dicintainya. Hanya saja sekarang Hye Mi tidak merasakan apapun saat memandang kedua bola mata itu. dulu Hye Mi tidak pernah bisa menatap langsung mata Siwon, karena menurutnya mata itu terlalu bersinar dan selalu berhasil membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Tapi sekarang tidak lagi.

Apa sekarang  perasaannya benar-benar sudah hilang seiring berjalanannya waktu ?

“Siwon-ssi, kumohon lepas—“

“Jung Hye Mi, hentikan semua kekonyolan ini ! jika kau memanggilku seperti itu, aku tidak akan segan-segan membawamu pergi dari sini bahkan dari negeri ini sekarang juga agar kau tidak bisa lari dariku lagi !”Siwon lagi-lagi membentak Hye Mi dan membuat gadis itu bergidik ngeri.

“Choi Siwon-ssi kau bukan oppaku ! oppaku tidak pernah membentakku seperti ini !” seru Hye Mi masih terus berusaha melepaskan cengkraman tangannya. Wajah Siwon yang mengeras mendadak berubah,  Siwon benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya tadi. Ia begitu muak mendengar bagaimana Hye Mi memanggilnya, ia hanya merindukan panggilan kesayangan yang selalu dilontarkan gadis itu untuknya. Ia merindukan semua itu. Siwon kembali menarik Hye Mi kedalam pelukannya. Menghirup dalam-dalam bagaimana aroma tubuh gadis itu sekarang. Aroma vanilla yang membuat Siwon nyaman dan betah menghirupnya lama-lama.

Hye Mi kembali meronta, ia tidak suka perlakuan Siwon padanya sekarang ini. pria ini begitu kasar, dan seenaknya sendiri. Bagaimana bisa pria itu memeluknya seperti yang sering ia lakukan itu ?

“kumohon lepas—“

“tidak Hye Mi, kumohon… aku merindukanmu … aku sangat merindukanmu”

Hye Mi hampir saja menangis. Ia kembali menjadi gadis lemah saat mendengar lirihan Siwon dipelukannya. Hatinya kembali sakit, bagaimana bisa pria ini menarik-ulurnya seperti layang-layang. Saat Hye Mi membutuhkan Siwon, pria itu tidak pernah ada untuknya. Tapi saat Siwon membutuhkannya, Hye Mi tidak pernah bisa menolaknya. Ia merindukan pelukan ini, tapi tidak. dia harus melawan semuanya. Tapi bagaimana caranya ?

Bagaimana cara agar ia bisa melepas pelukan Siwon yang semakin erat dan membuatnya menjadi gadis lemah lagi ?

 

*

 

Ae Bi kalut. Semua member EXO langsung mengerubunginya begitu Siwon menarik Hye Mi keluar dari ruangan. Hampir beberapa saat mereka mendengar jeritan Hye Mi seperti orang kalap. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Choi Siwon terlihat begitu mengerikan dan tak bisa didekati tadi.

“Bi, mungkinkah pria yang membuat Hye Mi trauma adalah Siwon hyung ?” Kris bertanya dengan pelan. Member yang lain mengerutkan kening seolah-olah mengatakan ‘apa maksudnya trauma ?’ ‘siapa yang trauma disini ?’ dan ‘bagaimana bisa dia kenal Siwon hyung’ . begitulah beberapa pertanyaan yang berputar dikepala mereka.

Ae Bi menggigit bibirnya. Terlalu bingung dengan hal apa yang harus ia lakukan sekarang ini. dadanya mendadak sesak begitu melihat kejadian tadi. Dimana Hye Mi berusaha kuat dan tegar menghadapi pria itu.

“Bi ..” Luhan meremas bahu Ae Bi, sekedar menyadarkan gadisnya yang tiba-tiba saja terdiam. Ae Bi terasadar, buru buru ia mendekat kearah Kris dengan wajah khawatirnya.

“kejarlah mereka oppa, kumohon … tolong Hye Mi” pinta Ae Bi, gadis itu terlihat akan menangis sekarang. Kris mengangguk, tanpa menunggu aba-aba keduanya ia sudah melesat keluar ruangan. Kaki jenjangnya terus berlari. Ia tidak tahu kemana sebenarnya Siwon membawa Hye Mi, tapi instingnya tengah berjalan saat ini. Kris berlari menuju atap gedung SM. Pintu lift yang begitu lama membuatnya langsung pergi ke tangga darurat dan menaikinya. Ia harus cepat. Ia tidak boleh membuat gadis yang dicintainya menangis karena orang lain.

“Hye—“ suara Kris tercekat. Tangannya terkepal, rahangnya mengeras saat melihat Siwon tengah memeluk Hye Mi disana. hatinya panas, emosinya seakan tersulut begitu mengetahui fakta kalau sunbae yang begitu dekat dengannya adalah penyebab traumatis Hye Mi. sebenarnya dimana akal sehat pria itu ? menyakiti gadisnya dan sekarang memeluknya seolah-olah ia tidak punya dosa sama sekali.

Kris berjalan kearah Hye Mi dan langsung menariknya sehingga pelukan mereka  terlepas. Siwon yang melihat itu kembali murka, tapi setengah tdiak percaya begitu tahu siapa yang menarik Hye Mi tadi. Kris dengan wajah tidak bersahabatnya.

“apa yang kau lakukan Kris ?”

“kau tidak boleh sembarangan memeluk kekasih orang hyung” peringat Kris. Hye Mi terdiam, gadis itu tengah disembunyikan Kris tepat dibelakang tubuhnya sehingga ia tidak bisa lagi melihat Siwon disana.

“kekasihmu ? apa kau bilang ? kekasihmu ?” Siwon tertawa meremehkan. Kris hanya memandanginya kasihan. Tawa itu sarat akan kesedihan dan keputus-asaan yang mendalam.

“dia bukan kekasihmu Kris, dia calon istriku !” teriak Siwon tak terkendali.

Kris tersenyum mengejek “kau butuh bukti hyung ? akan kubuktikan”

Hye Mi masih belum bisa mencerna apa yang dimaksud bukti oleh Kris. Tiba tiba saja ia melihat Kris menariknya, memandang mata Hye Mi dan melumat bibirnya lembut. Mata Hye Mi membulat tidak percaya. Ia bisa merasakan ada pergerakan lembut dan basah dibibirnya saat ini. belum lagi Kris melakukannya sambil memejamkan mata, dan setelah itu otaknya benar-benar kosong, berjalan begitu lambat dan membuatnya terdiam seperti orang bodoh. Apa yang baru saja ia lakukan ? apa yang baru saja Kris lakukan padanya barusan !?

Dia , menciumku ?

Siwon yang melihat itu semakin mengepal tangannya kesal. Emosinya semakin naik ke puncak. Apalagi saat melihat Hye Mi seolah membiarkan adegan itu berlangsung tepat didepan matanya. Nafas pria itu terengah-engah. Ia langsung berjalan dan menarik baju Kris, melayangkan satu pukulan tepat disudut bibir pria itu hingga ia tersungkur di bawah.

“kau tidak berhak melakukan hal itu pada calon istriku !” bentak Siwon lagi. Kris merasakan sudut kanan bibirnya perih dan mungkin sedikit robek, berdarah. Tapi ia tidak peduli. Pria itu bangkit dari sungkurannya dan tersenyum mengejek. Detik berikutnya sebuah pukulan ia daratkan di sudut bibir Siwon, membalas perbuataannya dan membuat pria itu jatuh tersungkur. Status antara sunbae – hoobae tidak lagi ia pedulikan.

“siapa yang sebut calon istrimu Choi Siwon ? gadis ini, Jung Hye Mi adalah kekasihku” gertak Kris ringan. Pria itu lagi-lagi mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Merasa sedikit perih tapi ini belum seberapa dibanding rasa perih yang diterima Hye Mi.

Hye Mi tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. impuls otaknya seakan tersumbat sesuatu sehingga membuat cara berpikirnya kacau. Ia kembali melihat Kris berjalan menuju Siwon, hendak melayangkan pukulan lagi. dengan segera ia menarik tangan Kris, mencegah pria itu berbuat kasar lagi.

“hentikan ge~ kumohon. Lebih baik kita pergi dari sini” pinta Hye Mi. Kris memandangnya tidak percaya, kenapa gadis ini mencegahnya untuk kembali melayangkan pukulannya ? toh pria itu memang pantas menerimanya. Kalaupun diizinkan, Kris bisa saja membunuhnya sekarang juga.

“tapi—“

“kumohon ge~ kita pergi dari sini. Aku mohon” raut wajah Hye Mi terlihat begitu takut, juga khawatir. Entah siapa disini yang ia khawatirkan. Kris atau pria brengsek bernama Choi Siwon itu. Kris mendengus dan akhirnya mengangguk – dengan sangat tidak rela. Hye Mi hanya tidak ingin menambah masalah, Kris adalah junior Siwon, mungkin pria itu bisa berbuat macam-macam pada Kris. Dia takut, hal itu akan terjadi nanti.

“kau beruntung” desis Kris tajam. Hye Mi menarik Kris menjauh dari Siwon. Pergi dari sini adalah ide yang bagus.

“Jung Hye Mi !”

Teriakan Siwon membuat Hye Mi menghentikan langkahnya tanpa berbalik dan Kris merasa genggaman tangan Hye Mi dilengannya menguat. Seperti tengah mencari kekuatan lain.

“kenapa kau lebih membela pria itu dibanding diriku!” mata Siwon berkilat marah. Antara kesal, kecewa dan sedih semuanya bercampur satu disana. nafasnya terengah, sudut bibirnya perih tapi tidak sebanding dengan betapa sakitnya ia melihat sikap Hye Mi saat ini.

Hye Mi membalikkan tubuhnya. Memandang tajam Siwon lalu tersenyum pahit sembari mendekat kearah Siwon dan berhenti tepat beberapa meter didepan pria itu.

“dengarkan aku Choi Siwon-ssi. Apapun yang terjadi diantara kita dulu hanyalah masa lalu. aku harap kau melupakannya, atau anggap saja semua tidak ada” Hye Mi mengepalkan tangannya. Ia tahu, sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan semua isi hatinya.

“Hye Mi-ya .. apa yang kau bicarakan ?” suara Siwon melunak, ia  hendak mengusap wajah Hye Mi, tapi gadis itu buru-buru menepis tangan Siwon dan menatapnya tajam.

“apa kau sudah lupa ? saat menjadi bintang besar kau mencampakkanku dan membuangku seperti sampah. Kau tidak pernah tahu apa yang selama ini terjadi padaku bukan ? kau tidak tahu seperti apa hancurnya aku saat kau membuangku seperti itu bukan !” serunya. Hye Mi mengepalkan tangan, berusaha sebisa mungkin menguasai pikirannya agar tetap tenang, walau ia tahu sejak tadi tangannya ingin sekali menampar wajah tampan pria itu.

“Hye Mi-ya, kau salah paham. Oppa tidak pernah membuangmu, terbesit pun tidak” sanggah Siwon dengan suara pelan. Ia tidak menyangka gadis kecilnya akan mengucapkan hal yang membuatnya menjadi pria paling brengsek didunia ini.

Hye Mi mengerutkan alisnya “benarkah ? tapi sayang, aku tidak begitu mempedulikannya sekarang. Aku harus pergi, bersikaplah seperti saat terakhir kita bertemu. Dimana kau tidak membutuhkan gadis biasa dan cengeng sepertiku. Selamat tinggal Choi Siwon-ssi”

Hye Mi langsung berlari kearah Kris dan menarik tangannya pergi dari tempat itu. sementara Siwon masih tetap terdiam ditempatnya. Tidak bergeming sama sekali. Tangannya terkepal, buku tangan dan wajahnya terlihat memerah. Emosi. Siwon benar-benar tidak tahu apa yang harus diperbuatnya saat ini.

Ia mulai menyesalkan perbuatannya lalu mengerang seperti orang gila.

            “tidak, tidak Jung Hye Mi. kau hanya milikku dan sampai kapanpun akan terus seperti itu. lihatlah nanti, bagaimanapun caranya aku akan membuatmu kembali kepelukanku”

 

*

 

            Hye Mi terus melangkahkan kakinya. Tidak peduli dimana dan akan kemana ia sekarang. Sementara Kris masih mengekor dibelakanganya. Kristal bening kembali turun dari kedua sudut matanya. Ia kembali menangis dalam diam. Rasa sakit benar-benar tengah menyiksanya saat ini. bagaimana bisa pria itu muncul saat ia sedang menata semua perasaannya dari awal. Walau ia berusaha untuk siap dan tegar ketika menghadapi pria itu, tapi rasanya semuanya sia-sia saat berhadapan langsung dengannya. Semuanya menguap, apalagi saat kalimat Siwon tadi kembali berputar dikepalanya.

“Hye Mi-ya, kau salah paham. Oppa tidak pernah membuangmu, terbesit pun tidak”

            kalimat itu terus berputar seperti kaset rusak, membuat kepalanya pusing dan sakit bukan main. Pria itu kembali dengan cara yang tak pernah ia duga sebelumnya. mengatakan hal-hal aneh yang membuatnya ragu akan sikapnya selama ini. bukankah Siwon sudah melupakannya ? pria itu juga sudah mencampakkan dan membuangnya seperti sampah bukan ? lalu kenapa sikapnya yang tadi seperti tidak pernah melakukan hal itu ? ia bingung. Tuhan seakan sedang mempermainkan perasaannya saat ini.

Hye Mi mengusap air matanya kasar. Tubuhnya bergetar tidak sanggup lagi menahan semuanya sendiri. Kris tidak tahan, ia tahu sepanjang perjalanan Hye Mi terus terusan menangis. Maka saat mereka sampai di Han River, pria itu langsung menarik Hye Mi kedalam pelukannya. Membiarkan gadis itu menangis disana.

“kau bodoh ge~ kenapa kau harus memukulnya ? kau pasti akan terkena masalah karena melakukan hal itu” Hye Mi memukul-mukul dada Kris sambil terus terisak.

“kau seharusnya tidak berbuat sejauh itu. mengenalkanku sebagai pacarmu dan membelaku seperti tadi. Itu bodoh. Kau bodoh !” isakan Hye Mi semakin keras dan Kris kembali memeluknya dengan erat dan menepuk-nepuk punggungnya, menenangkan.

“tenanglah Hye Mi-ya, semuanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku” Kris mengayunkan pelukannya. “berhentilah menangis Hye Mi-ya.. kau tidak pantas menangisi pria sepertinya” Kris terus Menenangkan gadis itu. Ia tidak rela melihat gadis ini menangis hanya karena pria brengsek macam Choi Siwon. Hye Mi menghentikan isakannya dan menengadahkan kepalanya, memandang Kris sambil tersenyum.

“kenapa kau melakukan semua hal merepotkan ini ge ? kau mengakuiku sebagai kekasihmu, membelaku dihadapan Siwon dan … mendapat luka seperti ini” Hye Mi menelusuri wajah Kris dengan jari-jarinya lalu berhenti tepat disudut bibir dimana  terdapat darah yang sudah mengering. Pasti perih. Matanya berubah sayu.

“ karena aku mencintaimu. Mungkin ini terlalu cepat, tapi inilah yang kurasakan. Aku ingin melindungimu, menjagamu dan membuatmu terus berada disekitarku. Maaf, aku .. tidak bisa menahannya lagi”

Hye Mi terkejut bukan main tapi ia mulai tersenyum setelah mendengar penuturan Kris. Ia tidak menyangka, pria yang terlihat dingin bahkan terkesan tidak peduli pada orang lain mengatakan hal semanis itu untuknya. Rasanya seperti ada banyak kupu-kupu diperut dan terasa begitu menggelitik, Hye Mi tidak bisa menggambarkan perasaannya dengan jelas. Antara senang, tapi juga sedih.

“Yi Fan ge, aku berterima kasih atas semua kebaikanmu padaku. Aku bersyukur, Tuhan mempertemukanku dengan orang sebaikmu. Tapi untuk saat ini aku belum bisa menentukan dimana hatiku. Kau pasti tahu, rasanya sulit untuk menghilangkan perasaan ini. sejahat apapun dia, aku tidak bisa memungkiri kalau masih ada tempat untuknya disini, dihatiku. Aku tidak tahu kapan perasaan ini akan hilang, jadi Maafkan aku …” ucapnya lirih. Kris sudah mengira, ini tidak akan semudah yang dipikirkannya. Ia kecewa, tapi tentu ia tidak ingin memaksakan perasaan Hye Mi. dia, menghargai dan menghormati keputusan gadis itu.

Cinta berasal dari ketulusan, bukan keterpaksaan.

“tapi aku akan berjanji satu hal padamu, aku akan berusaha membuka hatiku untukmu ge~” ucapan Hye Mi barusan seperti angin segar bagi Kris. Wajahnya yang kecewa berubah sedikit berbinar. Senang barangkali.

“kau serius dengan yang kau ucapkan ?” Kris mencoba memastikan dan Hye Mi lagi-lagi mengangguk, meyakinkan pria itu kalau ucapannya benar.

“Ya, aku serius. Tapi, aku tidak tahu kapan bisa menerimamu ge~ “ Hye Mi menatap lekat-lekat wajah Kris. Mencoba meyakinkan dirinya kalau pria ini adalah seseorang yang mungkin mampu menghapuskan bayangan masa lalunya.

“aku akan menunggu sampai kapanpun itu. dan jika saat itu tiba, aku tidak akan mengecewakanmu Hye Mi-ya …”janji Kris. Hye Mi tidak tahu lagi harus bersyukur dengan cara seperti apa. Mendengar janji Kris membuat perasaannya menjadi jauh lebih baik. perlahan, dengan kehadiran Kris ia berharap bisa melepaskan semua bayangan masa lalunya.

Tentang Siwon.

Tentang oppa kesayangannya,

Dan tentang Cinta pertamanya.

‘aku mencintaimu Hye Mi, aku akan berusaha melindungimu, menjagamu, dan mengasihimu seperti yang kulakukan pada ibuku. Karena kau, berarti untukku’

 

*

            Sudah hampir setengah jam Ae Bi berjalan mondar-mandir dengan gelisah didalam apartmentnya. Sesekali ia melirik jam tangan dan jam dindingnya. Kenapa Hye Mi tak kunjung menampakkan diri padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam !?

“Bi, duduklah. Tenanglah sedikit” Luhan kembali menenangkan Ae Bi. Ini sudah kalimatnya yang keseratus, tapi gadis itu masih terus menghiraukannya dan melakukan hal yang justru membuatnya pusing.

Luhan beranjak dari duduknya dan mendekati Ae Bi yang masih kalut dengan pikirannya. Ia pun menarik tangan gadisnya menuju sofa dan mendudukannya –secara paksa.

“ Apa kau tidak lelah berjalan bolak-balik seperti itu hm ?” tanya Luhan. Ae Bi mendengus.

“bagaimana aku bisa tenang oppa, Hye Mi pasti kaget dengan semua ini. aku takut terjadi apa-apa dengannya. Kau tadi lihat betapa kasarnya sikap Siwon tadi bukan ?” ia kembali kalut. Mengingat bagaimana wajah seorang Choi Siwon yang biasanya tenang dan terlampau baik itu murka membuatnya bergidik ngeri. Ini pertama kali untuknya, dan para member EXO yang juga melihatnya.

“oppa, aku berjanji tidak akan membuat Hye Mi bertemu dengan Siwon hingga waktunya tepat. Eotthohke oppa, aku mengingkari janjiku” rengek Ae Bi. Beberapa kali ia mengerang frustasi lalu mengacak-ngacak rambutnya. Luhan yang melihat itu langsung memeluknya. Mencoba menenangkan gadis itu seperti yang biasa ia lakukan.

“ini bukan salahmu chagi, pertemuan mereka memang sudah diatur. Tenanglah, jangan menyalahkan dirimu lagi”

“tapi—“

“semua akan baik-baik saja, percayalah padaku”

 

*

            “Hye Mi !!!” teriakan Ae Bi membuat Hye Mi kaget dan mendapati sahabatnya tengah berlari kearahnya lalu memeluknya dengan erat.

“Gwenchana ? apa yang terjadi ? apa yang dilakukan pria itu tadi ? kau tidak terluka kan ? dia tida berbuat aneh-aneh padamu kan ?” cecar Ae Bi tanpa henti. Ia mulai sibuk memerhatikan setiap sudut Hye Mi, memastikan kalau tidak ada luka karena perbuatan pria itu.

“Bi, tenanglah sedikit” Luhan kembali mengingatkan. Gadis itu ingin protes dengan kalimat Luhan barusan, tapi tatapan menenangkan Luhan lagi-lagi membuatnya mengangguk secara tidak sadar. pria yang mempunyai kadar manis luar biasa itu memang selalu bisa membuat mulutnya berhenti mengoceh.

“hyung , kau disini ?” Kris masuk kedalam dan sedikit terkejut melihat Luhan ada disana. pria itu tersenyum penuh arti.

“kau tahu, aku harus mengantarnya pulang dan menenangkannya” ujarnya dengan wajah tenang sambil melirik Ae Bi. Tapi wajah itu mendadak berubah ketika ada yang mengganjal penglihatannya.

“Kris—ada apa dengan wajahmu ?” pertanyaan Luhan membuat Ae Bi mengalihkan perhatiannya kearah Kris yang berdiri tepat disamping Hye Mi. ia membekap mulutnya. Wajah Kris terlihat babak belur dan ada darah kering di sudut bibir pria itu.

“bukan apa-apa hyung, kau tidak perlu cemas”

“apa yang sebenarnya terjadi ?” ia mengabaikan ucapan Kris.  kalimat Luhan barusan penuh dengan penekanan disetiap katanya. Terdengar menuntut penjelasan yang lebih dari sekedar kalimat ‘kau tidak perlu cemas’. Luhan bukanlah tipe orang bodoh yang gampang dibohongi. Jelas jelas ia menangkap kejanggalan atas sikap Kris. Atmosfer apartment itu berubah sedikit mencekam.

“apa saja yang Siwon hyung lakukan padamu, Wu Yi Fan” nada bicara Luhan bertambah dingin, seiring dengan ekspresi wajahnya yang semakin datar. Kris hanya terdiam, tidak menjawab ataupun merespon sama sekali.

“sudahlah, apa yang terjadi hari ini sebaiknya kita lupakan. Masalah ini sudah selesai. Aku berhasil menghadapinya, dan maaf sudah membuat kalian kerepotan” Hye Mi berusaha mencairkan suasana.

“lebih baik kalian pulang, ini sudah malam” tambahnya seraya tersenyum.

“oppa, ini memang sudah malam. Kau sebaiknya pulang dan istirahat lalu bicara baik-baik” Ae Bi menyetujui usul Hye Mi. Luhan sempat memerhatikan wajah kekasihnya lalu mengangguk paham.

“Kris oppa, apa perlu Hye Mi mengobatimu lebih dulu ?” tanya Ae Bi kembali memerhatikan wajah Kris. Hye Mi menatap Kris disebelahnya seakan membenarkan ucapan Ae Bi barusan.

“tidak perlu, biar aku yang mengobatinya nanti” sela Luhan. Kali ini Kris menghela nafasnya, mungkin pria cantik itu benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi antara dia dan Siwon tadi. Dan sesampainya di dorm nanti, ia akan diinterogasi habis-habisan. Bukan hanya dengan Luhan, tapi seluruh member.

“kami berdua pulang ne , jaga diri kalian” pamit keduanya. Ae Bi dan Hye Mi mengangguk.

“kau juga oppa”

“kau juga, ge~”

 

*

 

       “jadi sudah berniat untuk menceritakan apa yang terjadi tadi siang, Hye Mi ?” tanya Ae Bi memulai jam interogasinya. Gadis itu sempat meninggalkan Hye Mi dikamar selama beberapa menit. Tapi tepat setengah jam kemudian, gadis itu masuk dan menuntut penjelasan yang ingin sekali ia tolak. Tapi tentu mustahil, Ae Bi gadis yang sulit dihindari jika sedang penasaran.

Hye Mi hanya terdiam. Duduk diatas ranjang sambil memeluk kakinya dan menyembunyikan wajahnya disana. tidak berminat menjawab pertanyaan Ae Bi barusan.

“Jung Hye Mi, kau tahu aku tidak percaya saat kau mengatakan ‘tidak terjadi apa-apa’ tadi” Ae Bi bukan ?”, dengan ekspresi wajahnya yang begitu datar dan dingin ia mulai menginterupsi Hye Mi.

Gadis itu mendongak dan menunjukkan wajah ‘tolong lepaskan aku malam ini’ kearah Ae Bi. Tapi gadis itu menggeleng tanpa mengeluarkan suara. Rasa penasarannya begitu besar, ia ingin tahu apa yang Choi Siwon lakukan pada Hye Mi dan Kris sehingga pria itu mendapat luka disudut bibirnya.

Oh baiklah. Ia mau tidak mau harus menceritakan semuanya atau kalau tidak akan ada seseorang yang menganggapnya ‘tidak ada’ selama seminggu kedepan.

“dia …  Siwon mengatakan sesuatu yang membuatku bingung. Dia sudah membuangku seperti sampah, tapi kenapa ia kembali datang kehadapanku seolah-olah hal jahat yang pernah ia lakukan tidak pernah ia lakukan ? aku pikir pria itu sudah tidak mengingatku lagi, tapi sikapnya tadi .. aku merasa kalau dia masih terus memikirkanku sampai sekarang … kejadian hari ini , membuatku bingung” Hye Mi kembali menyembunyikan wajahnya. Tak berapa lama suara isakan itu kembali terdengar, tubuhnya bergetar dan Kristal bening itu turun dengan mudahnya.

“”aku berusaha melupakan semuanya. tentang perasaanku, tentang rasa sakitku, dan semua hal tentang dia. Aku berusaha menerima semuanya dengan ikhlas. Tapi kenapa dia berbuat seperti itu ? mengatakan padaku kalau aku adalah gadisnya, calon istrinya dan sebagainya yang membuatku pusing !” isakan Hye Mi semakin menjadi. Gadis itu tidak tahu apa arti semuanya. rasanya ia ingin memecahkan kepalanya sekarang juga. Perasaannya berkecamuk, tidak karuan.

Harusnya pria itu tidak datang kehadapannya, Seharusnya ia menendang Siwon saat pria itu menariknya keluar dari ruang latihan exo, atau seharusnya ia langsung lari begitu melihat sosok itu berdiri didepannya.

Dia, Choi Siwon benar benar kembali dan membuat segala usaha Hye Mi hancur berantakan.

“Hye Mi-ya, kau salah paham. Oppa tidak pernah membuangmu, terbesit pun tidak”

 

*

       Suasana Dorm Super Junior mendadak berubah ketika Siwon pulang kesana. Dong Hae yang membukakan pintu untuknya terkejut bukan main melihat kondisi Siwon yang berantakan. Pakaiannya lusuh, dan ada beberapa memar diwajah tampannya. Ah, apa sudut bibir pria itu … tadi berdarah ?

Siwon langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu seperti orang kesetanan. Member Super Junior yang mendengar itu sontak bertanya tanya ada apa yang sebenarnya terjadi dengan pria itu.

BRAK … BRAK … BRAK

Suara gaduh terdengar begitu jelas dari dalam kamar Siwon. Pria itu baru saja menyalurkan segala emosinya dengan melempar, menghancurkan dan membuang semua barang-barang yang ada didepan matanya. Hatinya sakit, ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih sekarang ini. kejadian hari ini cukup membuatnya terkejut bukan main. Lagi, Siwon membanting vas bunga ke pintu, suara debuman dan pecahan kaca terdengar jelas sampai keluar.

“Siwon-ah, kau baik-baik saja ?” suara khawatir Dong Hae terdengar dari luar. Pria itu mulai khawatir dengan keadaan Siwon sekarang.

“jangan ganggu aku !” Siwon kembali melempar sesuatu kearah pintu dan suara debuman kembali terdengar. Dong Hae dan Kyu Hyun yang ada didepan pintu kamar Siwon mundur beberapa langkah. Ini pertama kalinya Siwon yang dikenal memiliki tata krama dan luar biasa sopan itu mengamuk seperti saat ini. biasanya jika ada masalah, pria itu akan mengatasinya dengan kepala dingin, menggunakan otak pintarnya bukan dengan otot besarnya.

Sayup-sayup Kyu Hyun bisa mendengar Siwon menyebut nama seseorang. Seseorang yang ia yakini sebagai alasan pria itu berbuat seperti ini.

 

*

             “Hye Mi, Hye Mi ! bangunlah, ini sudah siang”

Ae Bi mengguncang-guncangkan tubuh Hye Mi menyuruhnya bangun. Gadis itu lalu terbangun begitu merasakan sinar matahari masuk matanya. Ia mengerjap, menyenderkan tubuhnya dan melihat keseliling kamarnya.

“kenapa kau ?” tanya Ae Bi yang mematung tak jauh dari jendela tengah memandangnya aneh. Ae Bi tersenyum sinis.

“wajahmu lebih jelek dari kucing kampung tetangga sebelah Hye Mi, sayang” ejek Ae Bi saat melihat wajah sahabatnya yang sembab. Semalaman gadis itu menangis tidak henti-hentinya. Hye Mi reflek langsung melemparnya dengan bantal.

“pergi kau nenek sihir !” ketus Hye Mi, tapi gadis itu tetap menertawakan dirinya disana bak ratu iblis. Gadis itu memungut bantal yang Hye Mi lempar lalu melemparnya kembali kearah Hye Mi.

“apa yang akan kau lakukan hari ini ?” Ae Bi membuka topic pembicaraan pagi ini.

“aku ingin diam dirumah dan menyendiri”

“Ya ! aku serius , daripada kau tidur seperti beruang grizle lebih baik kau ikut denganku berbelanja. Besok Luhan oppa ulang tahun, aku harus menyiapkan semuanya” jelas Ae Bi panjang lebar. Hye Mi menatapnya malas.

“aku juga serius Bi, aku ingin dirumah dan menenangkan diri” lirih Hye Mi dengan menundukkan kepalanya. Ae Bi yang semula ingin protes mengurungkan niatnya lalu mengangguk.

“baiklah , kalau begitu berhati-hatilah dirumah sementara aku pergi. Hmm, apa kau akan datang besok ke pesta Luhan ?” tanya Ae Bi memastikan. Hye Mi sempat terdiam beberapa saat lalu menganggu.

“Ya. aku akan datang”

“kau tidak perlu memaksakan dirimu Hye Mi-ya. dia pasti akan datang, kau sudah siap menghadapinya lagi ?”

Hye Mi kembali terdiam. Ucapan Ae Bi ada benarnya juga. Apa gadis itu siap menghadapi Siwon ? tidak menangis seperti yang dilakukannya kemarin ? ia ingin tidak datang, tapi bukankah ia sudah berjanji pada Kris untuk datang. Ia tidak boleh mengingkari janjinya.

“aku tetap akan datang”

“kau yakin ?”

Hye Mi tersenyum lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Sementara Ae Bi memandangnya kasihan. Seandainya saja pria yang menyakiti gadis itu tahu betapa menderitanya Hye Mi selama ini .

“aku pergi”

 

*

             Ae Bi keluar dari mobilnya sambil membawa beberapa kantung belanjaan berisikan makanan. Selesai berbelanja ia mampir terlebih dulu ke gedung SM sekedar menemui kekasihnya dan memberikan semua makanan pesanan member EXO yang lain. Ia berjalan sambil terus memerhatikan gadget android kesayangannya, memantau perkembangan Luhan disana dan beberapa kali terenyum melihat foto – foto Luhan yang diambil oleh para fansnya itu.

TING

Pintu lift terbuka, Ae Bi masuk kedalamnya dan tidak sadar jika dia tidak sendirian disana. pria itu menatapnya dingin.

“apa yang dilakukan temanmu pada hyungku , Yoo Ae Bi-ssi” suara itu berat dan terkesan begitu dingin. Ae Bi menoleh dan mendapati Kyu Hyun tengah bersandar didalam lift dan menatapnya tajam.

Gadis itu tersenyum sinis.

“tanyakan saja langsung pada hyung kesayanganmu itu Cho Kyu Hyun-ssi” balas Ae Bi sama dinginnya dengan ucapan Kyu Hyun barusan. Ia tidak suka dengan nada bicara Kyu Hyun yang terkesan menyalahkan Hye Mi, jelas-jelas Choi Siwon yang bersalah. Kyu Hyun semakin menatap tajam Ae Bi tapi ia tidak takut dengan tatapan tajam Kyu Hyun. Memang siapa dia ? memang hanya pria itu yang bisa melakukannya ?

“aku tidak menyangka Luhan bisa menyukai gadis sepertimu” sindir Kyu Hyun, Ae Bi membulatkan matanya. Oh, apa pria ini sedang berusaha mengajaknya perang ?

“apa maksudmu ?”

“kau … terlihat bukan tipenya” lagi lagi Kyu Hyun menyindirnya. Membuat gadis itu mengepalkan tangan tidak suka.

“oh, itu bukan urusanmu. Luhan mencintaiku apa adanya bukan ada apanya” tekan Ae Bi tak gentar. Matanya masih memabalas tatapan remeh Kyu Hyun yang sedari tadi memerhatikan penampilannya dari atas hingga bawah. Ia risih, benar benar risih.

Ae Bi hendak keluar dari pintu lift yang terbuka, tapi tangan Kyu Hyun lebih dulu menariknya dan mengurungnya didalam lift.

“Ya ! apa yang—“ Ae Bi menghentikan protesnya. Menahan nafas ketika Kyu Hyun dengan lancangnya mendekatkan wajahnya tepat didepan wajahnya. Harum nafas pria itu menerpa wajahnya. Jika saja Luhan disini, Ae Bi bisa memastikan kalau magnae Super Junior itu hanya tinggal nama.

“kurasa sebentar lagi hubunganmu dengan Luhan akan berakhir. Aku jamin itu”

Mata Ae Bi mengerjap beberapa kali. Pintu lift yang kembali terbuka membuat Kyu Hyun mulai menjauhi dirinya dan keluar dari lift. Ia mengusap dadanya. Terlalu shock dengan apa yang dialaminya hari ini.

“Ya ! apa apaan pria itu !!” teriak Ae Bi kesal. Ia tidak habis pikir kenapa Kyu Hyun bisa bicara seperti itu. dengan alasan apa dia menjamin kalau hubungannya dengan Luhan akan berakhir. Tapi tunggu, jangan-jangan alasannya mengatakan itu .. gadis itu mulai bergidik ngeri.

“jangan bilang dia menyukai Luhan oppaku. Ish ! akan kubunuh dia jika sampai terjadi !!”

 

*

             “aku datang” Ae Bi memberikan salam tidak semangat. Wajah yang biasanya tersenyum dan kelihat berbinar itu tergantikan dengan wajah kesal dan tertekuk.

“Bi, kau membawa—“ Chanyeol menghampiri Ae Bi hendak menanyakan pesanan cake strawberrynya. Tapi gadis itu hanya langsung menyerahkan kantong plastik berisikan kue kearah Chanyeol tanpa berkata apapun lagi, ada apa lagi dengan gadis itu ? batin Chanyeol bertanya-tanya.

“kenapa wajahmu seperti itu hm ?” Luhan menghampiri Ae Bi yang sudah duduk dipojokan sambil memainkan gadgetnya. Ia mengambil tempat duduk dan mengusap kepala Ae Bi, kegiatan favoritnya belakangan ini.

“hei, kau jelek jika diam seperti itu” canda Luhan lalu terkekeh. Ae Bi menoleh dan melemparkan senyum tidak ikhlasnya.

“aku bertemu dengan orang gila di lift” keluhnya asal. Luhan mengeryit.

“bagaimana bisa ada orang gila masuk ke gedung ini, sayang ?”

“ada. Dan orang itu adalah sunbaemu. Kau tahu apa yang dikatakannya tadi saat di lift ? dia menjamin kalau hubungan kita akan berakhir secepat mungkin. Gila kan ?” jelas Ae Bi menahan semua kekesalannya. Dia meremas ujung bajunya, menyalurkan kekesalannya disana.

Luhan melebarkan matanya “si-siapa yang mengatakan hal itu ?” tanya Luhan dengan nada tidak suka.

“Cho Kyu Hyun Super Junior. Aku rasa dia sudah tidak waras karena terlalu lama melajang” oceh Ae Bi asal. gadis itu langsung memeluk kakinya. Ia masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana nada suara Kyu Hyun saat mengatakan itu. dingin, dan membuatnya kesal bukan main.

Luhan yang mendengar nama itu langsung terdiam. Ekspresi wajahnya sekarang ini tidak bisa dijelaskan.

“Bi, sebaiknya kau menjauh darinya. Jangan terlalu dekat dengannya” peringat Luhan. Terselip nada khawatir disana.

“iya aku tahu. tanpa kau katakan juga aku tidak mau berdekatan dengan orang tidak waras sepertinya. Bisa tidak waras aku” gumam Ae Bi tidak jelas.

“aku serius Bi …” Luhan menarik tangan Ae Bi, membuat gadis itu menolehkan kepala dan bisa melihat dengan jelas raut wajah khawatir Luhan.

“kenapa denganmu oppa ? wajahmu memucat” Ae Bi memerhatikan wajah Luhan yang tiba tiba saja memucat dan terlihat khawatir sekali.

“aku serius, sebaiknya kau menjauh darinya. Aku merasa tatapan mata Kyu Hyun hyung sangat berbeda ketika menatapmu. Bahkan sejak pertama kali aku membawamu kesini” sela Luhan.  Itu memang benar, Luhan memang merasa kalau ada yang tidak benar dengan Kyu Hyun saat melihat kekasihnya. Pandangan matanya berubah dingin ketika melihat Ae Bi selalu bersamanya. Seperti tidak suka dan begitu membencinya. Dan Luhan hanya takut, sunbaenya itu berbuat yang macam-macam pada kekasihnya.

“baiklah .. aku akan menjauhinya oppa” Ae Bi menenangkan Luhan lalu tersenyum.

“bagaimana reaksi para member soal kemarin ? dan … dimana Kris ?” tanya Ae Bi membuka topik pembicaraan baru.

“mereka sudah melupakannya dan memilih tidak ikut campur. Ini masalah pribadi antara Hye Mi dan Siwon hyung jadi kami tidak berhak ikut campur bukan. Dan masalah Kris, dia sudah menceritakan semuanya padaku. Aku hanya berharap baik Siwon dan Kris tidak mengulang perbuatannya kemarin” jelas Luhan panjang lebar. Ae Bi mengangguk seakan mengerti.

“kau sudah membeli kado untukku ?” pertanyaan Luhan emmbuat Ae Bi menoleh cepat kearahnya. Ia menggeleng pelan lalu tersenyum ketika Luhan mengerucutkan bibirnya pura-pura kesal.

“memang oppa ingin apa ? aku akan memberikan apapun yang kau mau”

Luhan yang mendengar itu sontak tersenyum lebar.

“benarkah ? kau mau memberikan apapun padaku ?” tanyanya tak percaya. Ae Bi mengangguk. Mungkin Luhan hanya akan minta dibelikan koleksi rubik terbaru atau kaos bola Manchester united, klub bola kesayangannya.

“apa ? kau sudah menentukannya ?” Ae Bi kembali memastikan. Membuat Luhan yang duduk didekatnya tersenyum lebar. Bukan tersenyum seperti biasa, tapi lebih kearah menyeringai menandakan ad aide jahat dikepalanya.

“ada satu hal” ujar Luhan cepat. Ia mengisyaratkan agar Ae Bi lebih mendekat kearahnya. Gadis itu menurut, ia berhenti tepat dimana wajahnya dan wajah Luhan berjarak 5cm jauhnya.

“aku menginginkan dirimu Yoo Ae Bi” bisik Luhan pelan dan ia mencium bibir Ae Bi kilat lalu pergi meninggalkannya. Ae Bi belum sempat mencerna apa yang baru saja dilakukan Luhan. Otaknya berjalan sangat lambat. Ketika dia sadar ketika Luhan baru saja mencuri ciumannya,  gadis itu melayangkan tatapan membunuhnya dan mulai mengejar Luhan yang sudah lebih dulu berlari menghindarinya.

“dasar Xi Luhaaann mesuuuuummmm !!!”

 

*

            Siwon berjalan gontai saat keluar dari ruang latihan pikirannya tidak begitu jernih dan otaknya tidak bisa berpikir seperti biasanya. Latihannya berjalan sangat kacau. Beberapa kali Hyuk Jae menjadikannya bulan-bulanan karena pria itu banyak melakukan kesalahan dalam dancenya.

Ketika pintu lift terbuka pria itu langsung masuk kedalamnya. Tapi betapa terkejutnya ia melihat ada orang itu disana.

Orang itu, yang beberapa malam lalu masih menjadi hoobae kesayangannya dan sekarang menjadi anggota daftar hitam miliknya. Siwon masuk kedalam dengan setengah hati. Kalau saja lift sebelah tidak rusak ia pasti lebih memilih menggunakannya. Suasana hening menyelimuti keduanya, masing-masing dari mereka tidak ada yang mau membuka pembicaraan seperti biasa. Tampak larut akan pikirannya masing masing.

“sebaiknya kau menjauhi Hye Mi, Siwon-ssi” Kris membuka suaranya. Terdengar seperti sebuah perintah yang membuat Siwon mengeryit aneh.

“kau tidak punya hak melarangku Yi Fan-ssi” balas Siwon tak mau kalah. Kris yang mendengar kata-kata Siwon langsung tertawa meremehkan.

“sepertinya aku harus mengingatkanmu kalau aku adalah kekasihnya. Kekasih Jung Hye Mi”

“dan kau harus ingat kalau aku adalah orang yang dicintainya selama 10 tahun hingga sekarang. Mungkin sekarang kau hanya dijadikan pelarian olehnya” kata kata Siwon jelas memancing kemarahan Kris. Tapi ia salah, Kris kembali menertawakannya. Dan tidak terpancing jebakannya barusan.

“tapi setidaknya aku tidak pernah membuat Hye Mi menangis, mencampakkannya dan membuangnya seperti sampah ketika popularitas sedang mengerubungiku”

SKAK MAT

Siwon mengepalkan tangannya, ucapan Kris barusan benar-benar terhunus samapai kedalam hatinya. Emosinya hampir saja kembali naik, tapi ia berusaha menahan dirinya. ini masih di gedung SM dan sebaiknya perkelahian ia lakukan nanti bila sudah diluar gedung.

“aku akan memastikan Hye Mi kembali ke sisiku. Dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalangiku. Termasuk kau Wu Yi Fan” ancam Siwon. Garis rahangnya terlihat mengeras menahan emosi. Kris lagi lagi tertawa meremehkan. Pintu lift terbuka, ia melewati Siwon dengan dingin dan kata-kata yang hampir membuat pria itu membunuhnya sekarang juga.

“keep dreaming hyung, kau tidak akan pernah berhasil mengambil sesuatu yang sudah dibuang apalagi memilikinya seperti dulu”

 

To Be Continued.

Komat kamit editor :

Haii~ Ae Bi’s here. Pake aplikasi myidol bikin inspirasi makin ngalir kaya air bah di Manado~ yuhuuuu *abaikan. Scene part ini makin jadi sepertinya. Makin bikin gregetan dan scene Kyu-Bi membuat gua pengen musnahin setan tampan itu *plak >.<

Okeee, kritik, saran dan rusuhannya ditunggu ~~~~

 

Iklan

20 pemikiran pada “Hyemi’s Tale: Sweet of War (Chapter 5)

  1. keren thor! konfliknya berasa banget, hehe
    kyuhyun oppa, please jgn ganggu hubungan luhan sama ae bi, hubungannya udah adem gitu malah ada setan cakep satu -____-
    lanjut thor! semangat!^^

  2. jujur…baca part ini dari awal sampe akhir bikin tegang sendiri…apalagi pas siwon bicara berdua sama hyemi…trus apa maunya kyuhyun bilang hubungan aebi dengan luhan ga akan bertahan lama? apa kyuhyun suka sama aebi?…mudah2an aebi sampe part akhir tetep sama luhan..^^

    kereeeeen bgt…..fighting buat part selanjutnya chingu..^^

  3. keren thor 😀
    next chap udah ada ye? mian telat baca thor, (-_-‘) males deh ama kyu, kenapa tuh evil maknae? demam? ahaha 😀
    but, NICE FF thor!

  4. aigooo… jadi bingung harus mihak siapa. soal.a Kris sama Siwon itu biasku :3 tapi,kali ini seperti.a aku memilihmu Yi Fan*di tabok Siwon xD. hahaha.. makin bagus,dan bagus aja nie ff 🙂

  5. Daebakk makin seruuuu…siwon datang d waktu yg tdk tepat,tp knp dulu menjauhi hyemi kl dia trnyt cinta?? kris sdh mengutarakan cintanya dan walaupun blm dibalas tp hyemi ngasih harapan. Persaingan dimulai…. kyu kok mencurigakan gitu si?? dia suka y sm Ae Bi..tp kok caranya gitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s