It’s All About Our Destiny

Genre : Romance(little),Hurt,Drama

Cast   : You [OC]

Byun Baekhyun

Oh Sehun

Length : Oneshot

Author : @shofimutsaqofah

Rating : General

Disclaimer  : cast di sini semua milik Tuhan,kecuali Sehun dia punya author seorang haha #plak,abaikan. Ini ff pertama yang aku publish,masih banyak kekurangan pastinya.mohan kritik dan sarannya buat author yang kec badai ini hahaha.Don’t copas!! Aracchi??!!

 

Summary : –Akankah kita bisa bersatu? Mungkin kau memang bukan untukku tapi tak bisakah aku memiliki perasaan ini hanya untukmu?

– kenapa kita tidak bisa bersatu?kenapa?apakah karena kita berbeda?bukankah perbedaan itu diciptakan agar kita bisa saling melengkapi?tapi mengapa kita tidak bisa bersatu?kenapa Tuhan?kenapa kau tidak ciptakan dia untukku?

*sebuah kisah yang berlandaskan takdir,kisah yang dialami sepasang anak manusia,kisah yang bahkan mereka tidak pernah sangka sebelumnya. Sebuah kisah yang membuat keduanya merelakan perasaan mereka hanya demi takdir yang tak mengizinkan mereka untuk bersatu…….*

                                    ***

Seorang gadis kini hanya terpaku menatap sesosok pemuda yang tak jauh berada di depannya. Padangan gadis itu hanya terpusat pada pemuda itu,dia bahkan tak melepaskan pandangannya barang sedetikpun,membuat seolah hanya pria itulah yang pantas untuk di tatap,membuat seolah jika ia melewatkan sedetik saja menatap pria itu akan membuat dunianya hancur. Oke it’s too much,gadis itu mengakui hal itupun sangat berlebihan tapi sekali lagi dia tak bisa mengalihkan tatapannya dari sosok tersebut. Sosok pemuda yang telah mencuri perhatiannya,membuat dia melakukan hal-hal aneh yang bahkan sebelumnya tak pernah ia lakukan,membuat kerja otaknya lumpuh(?) karena hanya pria tersebut yang selalu bertengger(?) di otaknya.

Gadis itu masih setia menatap pria yang menurutnya ‘unik’ tersebut,unik? Ya menurut gadis itu pria tersebut unik,pria yang memilikin nama asing yang bahkan ia tak tau mengapa orangtua nya memberikan nama tersebut,pria yang hanya duduk di pojok depan kelas sambil menatap keluar jendela,bahkan gadis itupun sampai hapal kebiasaan pria tersebut yang selalu duduk dipojok kanan kelas paling depan,dan anehnya tak ada satupun yang terusik dengan hal itu,hanya gadis itulah yang merasa bahwa hal tersebut ‘unik’ yang bahkan bisa membuat gadis itu seharian memikirkan apa alasan pria itu selalu duduk di situ,apa pria itu tidak bosan,apa pria itu tidak mau duduk di tempat lain,bahkan seluruh kelaspun enggan duduk disitu,mengapa? Karena itu tempat yang sangat-sangat tidak ‘layak’ untuk ditempati,ya itu setidaknya pemikiran gadis tersebut.

“Hei,melamun lagi nona?”sebuah tepukan dipundak menyadarkan gadis itu dari lamunannya,gadis itu menoleh menatap orang yang baru saja menghancurkan lamunan indahnya,gadis itu mendengus kesal tatkala mengetahui siapa pengusik tersebut.

“kamu?sedang apa disini?apa mau mu? Kalau tak ada urusan yang penting lebih baik pergi sana,aku sedang sibuk!” gadis itu menjawab dengan cepat dan jutek seakan untuk beramah tamah pada orang disebelahnya itu merupakan suatu hal yang sangat tidak ada gunanya.

“hei,hei aku kan bertanya baik-baik mengapa kamu galak banget sih jawabnya?” tak ada jawaban dari gadis itu,dia lebih memilih memakai earphonenya seolah mengabaikan suara yang berasala dari makhluk disebelahnya.

“ck,kamu denger ga sih?aku lagi ngomong sama kamu!” gadis itu tersentak saat makhluk disebelahnya menarik paksa sebelah dari earphonenya,gadis itupun memberi tatapan tajam pada ‘penganggu’nya yang malah menampilkan senyum jenaka,seolah ia tidak takut pada tatapan yang gadis itu berikan.

“ckckck bisa ga sih kamu bersikap manis sama aku?kenapa sih tiap ketemu aku kamu selalu jutek dan owh death glare-mu itu tak bisakah kamu singkirkan?itu membuatku takut” lagi dan lagi gadis itu tidak peduli pada ucapan makhluk di sebalahnya,gadis itu masih setia dengan ‘death glare’nya yang membuat makhluk di sebelahnya merinding ketakutan.

“apa mau mu?”ucap gadis itu dingin sedingin es di kutub utara. Tak ada jawaban,sosok disebelah gadis itu terpaku mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut gadis tersebut.

“aku tanya apa mau kamu Raditya?” sosok disebelah gadis tersebut –yang akhirnya diketahui bernama Raditya- tersentak kaget tatkala namanya disebut oleh gadis tersebut.

“k..ka…kamu barusan manggil nama aku?” seolah tak percaya laki-laki bernama Raditya itu menanyakan hal sangat tak penting,gadis di hadapannya mendengus kesal.

“kalau kamu ke sini Cuma mau bikin aku kesal sebaiknya kamu pergi! Hari ini aku lagi sibuk dan gapunya waktu buat ngeladenin kamu” kembali gadis itu mengucapakn kata-kata tersebut dengan dingin yang bisa membuat siapa saja yang mendengarnya langsung pergi,tapi tidak dengan laki-laki disebelahnya,laki-laki itu masih dengan setia duduk disebelah gadis tersebut.

“aku ke sini mau nemenin kamu” ucap laki-laki itu di iringin senyum lebarnya.

“aku ga butuh teman!” ucap gadis itu tegas,seolah tak mau berlama-lama berurusan dengan makhluk menyebalkan disebelahnya gadis itu kembali memfokuskan tatapannya kepada pria yang duduk tak jauh darinya,tetapi gadis itu tersentak saat menyadari bahwa pria yang sedari tadi membuat dia duduk betah di perpustakaan telah lenyap dari pandangannya.

“akh sial,kemana dia?” gadis itu pun langsung bangkit dan mencari sosok ‘prianya’ itu dan menghiraukan teriakan-teriakan yang memanggil namanya yang tentu saja berasal dari makhluk bernama Raditya itu.

“kemana dia?”gadis itu masih sibuk memfokuskan matanya ke tiap sudut ruangan perpustakaan untuk menemukan pria itu,tapi nihil! Dia tak menemukannya di manapun.

“apa dia udah keluar ya?” gadis itu baru saja memutuskan untuk keluar dari perpustakaan bertepatan dengan sebuah suara yang berhasil menghentikan niatnya keluar dari perpustakaan.

“hei” gadis itu menoleh dan beberapa detik kemudian terpaku menatap sosok dihadapannya “kamu menjatuhkannya barusan” sosok di hadapan gadis itu mengulurkan tangannya seraya memberikan benda yang baru saja dijatuhkan oleh gadis itu. Tak ada respon,gadis itu masih terpaku menatap pria yang masih setia mengulurkan tangannya untuk mengembalikan benda milik gadis itu.

“hei,ini pulpenmu jatuh” pria itu kembali menyadarkan gadis di depannya.

“terima kasih”ucap gadis itu seraya mengambil pulpennya,tapi tatapannya masih fokus pada pria di hadapannya yang kini tengah tersenyum masih memperlihatkna ‘eyes smile’ andalannya yang tentu saja di sukai oleh gadis itu.

“sama-sama” ucapnya dalam bahasa indoneisa yang agak aneh. Ah ya kalian pasti belum tau ya,pria itu,pria yang hobi duduk di pojok kanan kelas,pria yang lebih memilih mencoret-coret bukunya di bandingkan bersanda gurau sama yang lain di kala guru tak ada,pria yang hobi menatap keluar jendela,pria itu dia bukan warga negara indonesia melainkan berkebangsaan korea. Pria yang memiliki nama asli Byun Baekhyun itu yang telah membuat seorang gadis jatuh hati pada semua sifat yang di milikinya.

Gadis itu masih terpaku ditempatnya menatap Baekhyun yang kini terlah beranjak keluar dari perpustakaan. Gadis itu menatap pulpen yang ada di tangannya dan kemudian tangannya beralih menyentuh dada bagian kirinya,bisa dirasakan detak jantungnya yang bekerja di ambang batas normal dan otaknya yang ikut lumpuh karena terus terbayang senyum pria bernama Baekhyun tadi. “Ini gila” gumamnya seraya tersenyum dan memeluk pulpen pemberian Bekhyun tadi.

***

Sudah dua bulan berlalu sejak Baekhyun menginjakkan kakinya di negara yang menurutnya asing ini,entah apa yang membuatnya nekat meninggalkan negara kelahirannya dan memilih untuk terbang jauh hingga membuatnya terdampar di sini,indonesia. Entahlah tidak ada yang tau apa alasan pria itu melakukan hal nekat tersebut hanya dirinya dan tuhan yang tau.

Baekhyun membuka buku sketsanya,hari ini pikirannya sedang kacau sedari tadi dia terus saja melamun,bahkan saat jam pelajaran berlangsung dia tetap saja tak bisa konsentrasi sehingga membuat dirinya di hukum untuk mengerjakan soal yang bisa di bilang agak rumit yang mengharuskannya duduk manis di perpustakaan. Dan tidak hanya sampai di situ kesialannya,dia bahkan bertemu dengan ‘gadis itu’ gadis yang selama ini selalu jadi objek lukisannya,gadis yang baekhyun tidak tau sejak kapan telah berhasil mencuri perhatiannya,gadis yang bahkan sampai saat ini baekhyun tidak tau namanya. Sungguh ironis memang,padahal mereka satu kelas tapi namanya saja baekhyun tidak tau,sebenarnya mudah saja bagi baekhyun untuk mengetahui nama gadis itu,tapi ia urung melakukannya,ia punya alasan tersendiri mengapa samapai saat ini masih saja bertahan untuk tidak mengetahui nama dari gadis yang di sukainya. Tunggu!!! Sukai??apa baekhyun menyukai gadis itu?? Ck! Ini sungguh gila,bahkan baekhyun tak bisa barang sedetikpun tak memikirkan gadis itu,selalu memperhatikan gadis itu,menikmati tawa gadis itu,dan yang paling baekhyun suka saat gadis itu memperlihatkan wajah dinginnya pada seorang pria yang selalu ‘mengganggunya’,entahlah apa yang membuat baekhyun menyukainya,yang jelas dia menyukai semua yang ada pada gadis itu.

Baekhyun kembali memfokuskan pandangannya pada buku sketsanya,kini senyum terukir di bibir pria imut itu tatkala menyaksikan semua lukisannya.

“cantik” kata itu yang terucap dari bibir pria itu saat mengamati lukisannya.

***

Seorang gadis kini tengah berlari menyusuri koridor sekolah yang sepi,saat ini yang ingin di lakukannya hanya sembunyi! Bersembunyi dari makhluk menyebalkan yang sedang mengejarnya.

“hei nona manis tunggu aku” teriakan-teriakan itu terus terdengar oleh gadis itu,tapi itu tak menyurutkan langkahnya yang makin mempercepat laju larinya.

“heeh,heeeh,heeeh” nafas gadis itu mulai tersengal-sengal,dia sudah berlari cukup jauh “ack sial!” umpatnya saat dilihatnya sepatunya yang terlepas,baru saja gadis itu mengambil sepatunya saat teriakan menyebalkan itu terdengar lagi.

“aaarrrggghhhhh!” gadis itu kembali mempercepat laju larinya membiarkan sebelah sepatunya tertinggal,daripada bertemu makhluk menyebalkan itu lebih baik berlari dengan sebalah sepatu,pikir gadis itu.

Langkah gadis itu mulai melambat,lelah kini menguasai tubuhnya,keringat mengucur deras dari keningnya. Yang dibuthkannya saat ini adalah istirahat,gadis itu sungguh lelah bahkan sangat lelah,bayangkan saja gadis itu berlari dari lantai 4 –tempat kelasnya berada- sampai lantai dasar,sangat wajar bila gadis itu lelah,bahkan kini kakinya seolah mati rasa.

“akh sungguh sial!” gadis itu merutuki nasib sial yang di alaminya,mulai dari buku tugasnya yang tertinggal,hingga mendapat jatah tugas membersihkan kelas karena tidak membawa tugas dan yang paling sial adalah saat Raditya-seorang laki-laki paling menyebalkan sedunia-datang dan bilang dia akan menemani gadis itu sampai tugas membersihkan kelasnya selesai,ugh! Benar-benar sial! Gadis itu lebih memilih dikurung digudang sendirian daripada harus ditemani oleh makhluk menyebalkan macam Raditya! dan yang paling menyebalkannya lagi seluruh siswa di kelasnya sudah tidak ada hanya tinggal dia dan makhluk menyebalkan itu. Gadis itu mulai merasakan firasat buruk saat Raditya mendekatinya,tanpa berpikir panjang gadis itu langsung menendang tulang kering pria itu dan lari meninggalkan kelas mereka yang berada di lantai empat.

Dengan langkah pincang gadis itu menyusuri koridor lantai satu dan memilih menuju taman belakang sekolah,entah apa yang membuat gadis itu memilih menuju taman belakang sekolah yang sepi. “setidaknya dia tidak akan menemukanku di sini” pikir gadis itu sambil meneruskan langkahnya menyusuri taman belakang sekolah.

baru beberapa langkah gadis itu kembali menghentikan langkahnya,kini tatapannya terpaku pada sosok yang tengah duduk di bangku taman sambil menatapnya dengan pandagan terkejut.

“b…baekhyun?”kata itu yang keluar dari bibir mungil gadis itu saat melihat sosok baekhyun tengah duduk sambil menatapnya.

***

Baekhyun terkejut saat melihat gadis yang kini berdiri di hadapannya. Dia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan gadis itu, ‘apakah ini takdir?’ itu yang ada dipikiran baekhyun saat bertemu dengan gadis pujaannya(?),baru saja dia memikirkan gadis itu dan tak berapa lamau gadis itu muncul di hadapannya dengan kondisi yang errrr bisa di bilang cukup berantakan. Rambutnya yang biasa terikat rapi kini terlihat beberapa helai yang keluar dari ikatannya,kemeja gadis itu bahkan tidak lagi rapi dan yang paling mencenagkan(?) sepatu gadis itu! Kenapa gadis itu Cuma menggunakan sebelah sepatunya? Baekhyun baru memikirkan apa yang mungkin terjadi pada gadis itu saat dia merasakan gadis itu mengehempaskan diri disebelahnya. Baekhyun terkejut. Jantungnya berdetak cepat,dia hanya bisa menunduk dan meremas celananya guna meredam detak jantungnya.

“jika kamu bertanya apa yang sedang aku lakukan di sini,maka aku akan menjawab aku sedang bersembunyi” ucap gadis itu masih dengan nafas yang tersenggal. Baekhyun menaikkan sebelah alisnya heran,dia menatap gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“dan aku mohon jangan bertanya kenapa keadaanku menyedihkan seperti ini” ucap gadis itu lagi seolah tau apa arti dari tatapan baekhyun. Seolah mengerti baekhyun hanya menganggukan kepalanya.

Mereka terdiam cukup lama,tak ada yang memulai pembicaraan,hanya sesekali terdengar helaan nafas dari keduanya. Mungkin kalian berfikir mereka tidak berbicara karena alasan bahasa. Kalian salah! Baekhyun mengerti bahkan sangat mengerti bahasa yang digunakan gadis disebelahnya,bahkan sebelum dia menginjakkan kaki di indonesia dia sudah sangat paham bahasa negara tersebut. Lalu kenapa mereka tidak ada yang berbicara? Itu pula pertanyaan yang hinggap dipikiran keduanya. Kenapa?tentu saja karena mereka bingung,mereka gugup,dan semacamnya.apakah kalian tidak mengerti?

“ini”setelah cukup lama terdiam akhirnya baekhyun mengeluarkan suaranya dan menyerahkan botol minumnya pada gadis disebelahnya. Gadis itu tak langsung menerima botol minum baekhyun,dia malah memperhatikan botol minuman itu dan baekhyun secara bergantian.

“kamu ga haus?”tanya baekhyun lagi seraya menyodorkan kembali botol minumannya. Dengan ragu gadis disebelah baekhyun itu menerimanya “terima kasih”ucapnya lirih tapi masih bisa didengar oleh baekhyun.

Dengan sekali tenggak air dibotol tersebut telah habis,menandakan bahwa gadis itu sangat-sangat haus. Baekhyun tersenyum kecil melihat pemandangan disebelahnya “sepertinya kamu habis lari dari tempat yang jauh”ucap baekhyun saat gadis itu telah selesai menghabiskan air dibotol minumannya.

“yeah begitulah”ucapnya singkat,gadis itu tersentak saat mengetahui air dibotol tersebut telah tandas,dia menatap baekhyun dengan pandangan menyesal,seolah mengerti baekhyun hanya tersenyum menanggapinya.

“aku memberikan itu untukmu”ucap baekhyun masih setia dengan senyum yang sangat disukai gadis disebelahnya.

“aku akan menggantinya nanti”baekhyun tertawa mendegar ucapan gadis itu “hei kan aku sudah bilang,aku memberikannya untukmu.sudah sebaiknya kamu simpan saja botol itu,emm anggap saja sebagai salam perkenalan dariku”

Gadis itu tertegun,benar-benar tidak menyangka pria disebelahnya akan mengucapkan serentetan kalimat itu,itu merupakan kalimat terpanjang yang pernah diucapan pria ‘unik’nya itu. Ah apakah salah kalau gadis ini memberikan gelar ‘pria uniknya’ pada makhluk imut disebelahnya?entahlah gadis itu tidak tau dan tidak peduli yang jelas dia sangat-sangat menyukai pria bernama byun baekhyun ini.

“kamu melamun?”suara baekhyun kembali menyadarkan gadis itu,bisa dilihat ada semburat merah dikedua pipinya,gadis itu malu karena ketahuan menatap baekhyun.

“hei,kenapa pipimu jadi merah?haha kamu sungguh lucu”lagi gadis itu tertegun melihat tawa dari seorang byun baekhyun. Ah ternyata hari ini tidak begitu sial,pikir gadis itu. Nyatanya dia masih bisa melihat senyum malaikat imut bernama byun baekhyun. Tanpa disadari gadis itu menarik kedua ujung bibirnya ikut tersenyum. Baekhyun menghentikan tawanya,kali ini gantian dia yang tertegun atau bisa dibilang terpesona melihat senyum gadis disebelahnya.

“cantik,sangat cantik”ucap baekhyun tanpa sadar.

“apa?”gadis disebelah baekhyun terkejut mendengarnya. Baekhyun lagi-lagi hanya tersenyum menaggapinya.

“senyummu sangat cantik,aku menyukainya”lagi-lagi semburat merah muncul dipipi gadis itu,membuat gadis itu menunduk malu.

“kamu juga,senyummu…aku juga menyukainya”ucap gadis itu masih menunduk tak berani menatap baekhyun. Gadis itu tidak tau bahwa ucapannya barusan sangat berpengaruh pada suasana hati baekhyun,pria itu bahkan sudah tak lagi tersenyum,kini tatapannya hanya berpusat pada gadis disebelahnya yang masih setia menunduk.

Tangan baekhyun terulur menyentuh rambut gadis itu dan menyingkirkan beberapa helai anak rambut yang menurupi pipi gadis itu. Gadis itu tersentak menerima perlakuan baekhyun,dia menoleh dan mendapati baekhyun tengah menatapnya intens. Mereka bertatapan cukup lama,kedua pasang bola mata itu betah saling menatap seolah tak ingin melapskan sedetikpun.

“Maaf”ucap baekhyun tersadar,ia mengalihkan tatapannya begitupun dengan gadis disebelahnya. Mendadak suasana berubah canggung,gadis itu menyentuh dadanya merasakan detakan jantungnya yang menggila akibat perlakuan baekhyun barusan.

“sepertinya sudah sore,aku mau pulang,kamu masih mau disini atau….”baekhyun menggantungkan ucapannya,ditatapnya gadis diseblahnya yang masih setia menunduk malu,dan lagi senyum terukir dari bibirnya.

“aku rasa kamu masih mau disini”ucap baekhyun seraya berdiri “aku pulang duluan” baru beberapa langkah gadis itu memanggilnya.

“Baekhyun”panggilnya,baekhyun menghentikan langkahnya,terdengar suara langkah mendekatinya,kini gadis itu telah berdiri disampingnya.

“emmm,tak bisakah kita pulang bersama?”tanya gadis itu pelan,seolah takut baekhyun mendengarnya.

“kamu ingin pulang bersama?”tanya baekhyun memastikan,gadis itu menjawab dengan anggukan kecil.

“baiklah,ayo kita pulang bersama”senyum tercetak(?) diwajah gadis itu tatkala mendegar jawaban dari baekhyun. Kini keduanya melangkah bersama,namu baru beberapa langkah baekhyun kembali menghentikan langkahnya.

“ada apa?”tanya gadis itu bingung. Baekhyun tidak menjawab dia menatap sepatu yang digunakan gadis itu,kemudian tanpa pikir panjang baekhyun melepaskan kedua sepatunya membuat gadis itu terkejut.

“apa yang kamu lakukan?”bukannya menjawab baekhyun malah meletakkan sepatunya didepan gadis itu,membuat gadis itu menatapnya bingung.

“pakailah,aku tidak tega membiarkanmu berjalan hanya dengan menggunakan sebelah sepatumu,aku tidak tau kenapa kamu hanya menggunakan sebelah sepatumu tapi alangkah lebih baik kamu menggunakan dua sepatu agar kakimu tidak terluka,jadi pakailah sepatuku”ucap baekhyun memberi penjelasan.

Lagi dan lagi gadis itu hanya bisa tertegun,dia tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini. “kenapa diam saja?kamu tidak mau pakai sepatuku?”tanya baekhyun saat dilihatnya gadis itu hanya terdiam menatap sepatu miliknya. Baekhyun meraih kaki gadis itu dan membuka sebelah sepatu mili gadis tersebut dan memakaikan sepatu miliknya. Gadis itu hanya memekik kaget saat baekhyun melakukannya,dia sungguh tidak menyangka baekhyun akan melakukan hal tersebut.

“cah! Sudah selesai.begini lebih baik,yah biarpun sepatuku agak lebih besar daripunyamu hehe”ucap baekhyun serasa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Gadis itu masih terdiam menatap sepatu milik baekhyun yang saat ini sudah bertengger manis di kakiknya,kemudian ditatapnya baekhyun yang saat ini juga tengah menatapnya. Tatapan gadis itu beralih menatap kaki baekhyun yang kini hanya menggunakan sepasang kaus kaki berwarna putih.

“kamu tidak pakai sepatu,bagaimana bisa kamu pulang dengan keadaan seperti itu?”baekhyun menatap kakinya kemudian tersenyum “aku membawa ini kok”ucapnya seraya mengeluarkan sendar berwarna cokelat dengan hiasan boneka kelinci diujungnya ‘sendal tidur’ gadis di hadapan baekhyun tercenang menatapnya.

“kamu mau memakai itu???!!!”tanya gadis itu tak percaya.

“heemm,ini lebih baik daripada bertelanjang kaki hehe”jawab baekhyun seraya tertawa kecil.

“ayo kita pulang,hari sudah semakin sore” ajak baekhyun. Kini keduanya melangkah bersama meninggalkan sekolah.

Keduanya terdiam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing,memikirkan nasib apa yang akan menimpa mereka selanjutnya,akankah itu nasib baik atau sebaliknya… keduanya berharap bahwa nasib baik yang akan menimpa mereka,berharap bahwa nasib akan mempersatukan mereka,biarpun mereka tau hal itu sungguh mustahil tapi mereka tetap berharap demikian. “semoga ini awal yang baik untuk hubungan kami” ucap baekhyun dalam hati.

“aku ingin terus seperti ini,bisa selalu melihatnya dari jarak sedekat ini,bisa menikmati tawa dan senyumnya setiap hari. Bisakah aku mendapatkannya tuhan?” gadis itu menatap baekhyun sambil berdoa agar harapnnya terkabul.

“semoga takdir bisa mempersatukan kami” ucap keduanya dalam hati.

***

Seorang gadis kini tengah menatap pantulan dirinya didepan cermin,menatap sosoknya yang sungguh cantik saat menggunakan gaun pengantin,namun tak ada senyum diwajah gadis itu,matanya menyiratkan kesedihan Sungguh kontras dengan suasana hatinya.Jika kalian bertanya kenapa,tentu saja jawabannya gadis itu sedang bersedih.Ya gadis itu sedih,sangat-sangat sedih! Jika kamu bertanya lagi alasan mengapa gadis itu bersedih,mungkin gadis itu enggan menjawabnya,karena dengan menjawab pertanyaan itu hanya akan membuka luka lamanya yang akan kembali membuatnya menitikkan air mata. Sungguh gadis itu sudah lelah menangis,tapi air matanya tak mau berhenti meluncur dari mata indahnya.

“bodoh! Tak ada gunanya nangis seperti itu! Dia tak akan kembali” kalimat itu kembali terniang dikepala gadis cantik itu,yang membuat dirinya mau tak mau kembali menangis.

Gadis itu menyentuh dadanya,mencoba merasakan detak jantungnya,tapi yang ada gadis itu merasakan sesak dan sakit.

“sakit,sungguh sakit rasanya”tangis gadis itu kembali pecah,dia tak dapat menahannya lagi,cukup sudah dia menahannya selama ini.

Sebuah ketukan keras terdengar dari pintu,tapi gadis itu tak berniat membukanya. Gadis itu malah menangis semakin histeris,membuat orang yang mengetuk pintu tadi panik. Tak lama terdengar pintu didobrak dan tak lama gadis itu merasakan tubuhnya dipeluk dengan erat.

“menangislah jika itu membuatmu lebih baik”ucapan lembut dari pria yang kini tengah memeluknya membuat gadis itu menangis semakin histeris. Gadis itu membenamkan wajahnya di dada bidang milik pria yang kini tengah memeluknya,membuat pakaian pria itu basah oleh air mata miliknya.

Setelah cukup lama menangis akhirnya gadis itu berhenti juga,tak sepenuhnya berhenti menangis karena masih terdengar isakan kecil dari mulutnya. Pria itu kembali memeluk gadis itu dengan erat seolah memberikan kekuatan pada gadis didekapannya.

Terdengar helaan nafas dari pria itu,dia menatap gadis didekapannya dengan tatapan sendu. Jujur hatinya sakit tiap kali melihat gadisnya seperti ini,selama ini dia sudah berusaha membuat gadis itu kembali tersenyum ceria tapi usahanya gagal,gadis itu masih saja hobi mengelurkan kristal bening dari matanya. Tiba-tiba pria itu merasakan emosi saat mengingat apa penyebab gadis cantiknya menjadi seperti ini,pria itu mengepalkan tangannya erat mencoba menyalurkan amarahnya. Ini bukan saat yang tepat untuk marah,jadi pria itu kembali memeluk gadis didekapannya dengan erat seolah hal itu bisa meredamkan amarahnya.

Pria itu melonggarkan pelukannya.dilihatnya gadis yang berada didekapannya tertidur,senyum kecil tercipta dibibir pria itu. “begini lebih baik”ucapnya seraya menggendong gadis itu dan melatakkannya ditempat tidur.

“good night sayang”dikecupnya kening gadis itu sebelum dia beranjak keluar kamar.

***

 

“jadi kalian akan menikah?”pertanyaan itu keluar dari mulut baekhyun yang dari tadi hanya terdiam menatap undangan ditangannya.

Pria dihadapannya menganggukan kepalanya “seminggu lagi” ucapnya setelah menyesap minuman dihadapannya. Saat ini baekhyun dan pria yang akan menikah itu sedang berada disebuah kafe tempat baekhyun bekerja.

“aku tidak akan datang”ucap baekhyun dingin seraya menyodorkan kembali undangan tersebut pada pria di hadapannya.pria itu hanya mendengus mendengar ucapan baekhyun.

“apa kau tak ingin melihatnya hyung?”tanya pria itu “setidaknya kalian bisa berbincang sebentar mengenang masa lalu sebelum dia menjadi istriku”ucap pria itu dengan nada mengejek. Baekhyun yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan tangannya menahan emosi.tak jauh beda dengan baekhyun pria itu kini tengah menatap baekhyun dengan tatapan benci.

“jika kau kemari untuk membicarakn hal tak penting lebih baik kau pergi,aku masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan”ucap baekhyun seraya bangkit meninggalkan pria itu.

“apa itu artinya kau rela memberikannya padaku hyung?”tanya pria itu yang membuat langkah baekhyun terhenti. Keduanya kini bertatapan tajam,tatapan yang penuh rasa benci. Baekhyun menghela nafas kasar dan mengalihkan tatapannya.

“mungkin dia memang ditakdirkan untuk bersamamu.bukankah seharusnya kau senang karena bisa mendapatkannya,buat apalagi kau menemuiku dan membahasnya?aku sudah tidak punya urusan lagi dengannya.lebih baik kau pulang saja dan persiapkan pernikahan kalian dengan baik,aku doakan kalian bahagia” setelah mengucapkan kalimat tersebut baekhyun beranjak pergi meninggalkan pria yang kini tengah terpaku menatap kepergiannya.

“kau bodoh hyung.benar-benar bodoh! Kau pikir dengan menyembunyikan perasaanmu kau akan tampak lebih keren,cih kau bahkan tampak sangat menyedihkan!”pria itu berteriak kesal,membuat beberapa pengunjung kafe menatapnya tapi tidak dengan baekhyun,pria itu bahkan sudah menghilang beberapa saat yang lalu.

“arrrggghh”pria itu memukul meja dihadapannya,emosinya kembali tersulut mengingat ucapan baekhyun tadi.

“kau sudah mengatakannya hyung,dan aku akan mengingatnya dengan baik.mulai sekarang aku tak akan melepaskannya lagi,tak akan pernah!”

***

Janji. Satu kata itu yang selama ini masih dipegang oleh gadis cantik itu,satu kata itu yang membuat gadis cantik itu setia menunggu bahkan hanya dengan satu kata itu membuat gadis cantik itu rela meninggalkan segalanya,hanya karena sebuah Janji. Sebuah kata yang terucap dari bibir pria yang dicintainya,yang mungkin pria tersebut sudah melupakannya.tapi tidak dengannya,gadis cantik itu masih setia pada Janji prianya,pria yang dicintainya.

Pria itu Byun Baekhyun.

***

Kini janji itu telah lenyap,bahkan tak bersisa. Keduanya baik baekhyun maupun gadis cantik itu seolah tak pernah mengingat Janji yang pernah mereka buat. Merka melupakan janji itu,bukan melupakan lebih tepatnya berusaha untuk melupakan. Yah pada akhirnya itu jalan yang harus keduanya pilih,mengabaikan rasa sakit yang mereka rasakan dan melupakan masa lalu indah mereka hanya karena takdir tak mengizinkan mereka untuk bersatu. Takdir. Kata itupulalah yang membuat keduanya berpisah.

Mungkin takdir memang tak mengizinkan mereka bersatu,dan bila kalian bertanya kenapa?mungkin tak ada satupun dari mereka yang akan menjawabnya,karena jika mereka memaksa untuk menjawab makan mereka harus menceritakan kisah memilukan yang mereka alami.kisah tentang hidup mereka yang berlandaskan takdir.

Mungkin saat ini takdir memisahkan mereka,tapi suatu saat bisa saja takdir mempersatukan mereka kembali. Semoga saja,itulah harapan keduanya.

*********************************************************

END.

5 pemikiran pada “It’s All About Our Destiny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s