Our Story (Chapter four: Untruth)

Our Story (Chapter four: Untruth)

 

 

Author:            laelynur66

 

Main cast:        Kim Jongin (Exo)

                     Yoon Sohee (Oc)

                     Oh Sehun (Exo)

                     Do Kyungsoo (Exo)

 

Support cast:     all member Exo

 

Length:            chapter

 

Genre:             romance, friendship, family

 

Rating:             PG-15

 

Author note:      this is chapter four enjoy it…

 

 PhotoGrid_1391954298059

 

“Oh Sohee!!!” Teriak Raejoon di depan pintu kelasnya. Sohee yang sedang berbincang dengan Seunghoo ketua kelasnya menoleh dengan malas. “Wae?”  Jawab Sohee.

“Kau harus melihatnya sekarang!” Ujar Raejoon

“Apa?” Tanya Sohee lagi. Raejoon sedikit kesal lalu berjalan mendekati Sohee, menarik paksa tangan Sohee agar mengikutinya. Mau tidak mau Sohee terpaksa mengikuti Raejoon.

“Noona, mau ke mana?” Tanya Sehun saat berpapasan dengan mereka di koridor. Sohee mengangkat bahunya tanda tak tahu.

“Ahh, Sehun-ssi! Kau juga harus melihat ini!” Ucap Raejoon saat tau ada Sehun di belakangnya.

Raejoon menarik Sohee beserta Sehun yang mengikutinya di belakang menuju papan pengumuman dekat ruang guru. Beberapa siswa berkumpul di sana mendongak menatap pada papan pengumuman. Raejoon masih menarik tangan Sohee agar mengikutinya bergabung pada gerombolan siswa di hadapannya.

“Lihatlah Oh Sohee, namamu ada diperingkat pertama dalam nilai test semester lalu!”  Kata Raejoon dengan volume suara yang sengaja dibesarkan. Beberapa siswa menoleh menatap sohee bahkan secara terang-terangan berbisik-bisik di hadapannya.

“Dan kau,” Raejoon menunjuk Sehun. “Namamu ada di peringkat kedua setelah Sohee!” Tambah Raejoon dan menunjuk kedua nama bermarga Oh yang tertera di papan pengumuman. Kedua saudara kembar itu mengangkat bahunya tidak peduli lalu berlalu meninggalkan Raejoon yang tampak kesal.

“Aiisshhh, Kalian menyebalkan!!!” Teriak Raejoon, tapi tetap saja kedua saudara itu tidak peduli.

“Noona, mau ke mana kita?” Tanya Sehun dan melingkarkan lengannya di bahu Sohee. Sohee melirik lengan Sehun sekilas lalu mengangguk ke arah kantin.

“Noona  tadi pagi kau sarapan roti bakar eomma 3 potong dan sekarang kau mau makan lagi?” Pekik Sehun yang membuat mereka menjadi pusat perhatian siswa yang berada di koridor.

“Apa jika setiap aku ke kantin itu artinya aku akan makan? Aku haus Sehun oppa!!” Sahut Sohee sedikit kesal. Sehun mengangguk mengerti.

“Yoo, Oh Sehun dan Oh Sohee!” Suara berat Chanyeol membuat Sohee dan Sehun terlonjak kaget ditambah Chanyeol melepaskan rangkulan Sehun pada pundak Sohee dan berjalan tepat di tengah mereka diikuti Baekhyun yang berjalan di samping Sehun.

 

“Jadii?” Tanya Chanyeol saat mereka menemukan meja untuk berempat di pojok kantin.

“Jadi apa Chanie? Tidak bisakah kau berbicara yang jelas?” Protes Baekhyun. Sehun melirik kedua sahabatnya itu lalu kembali menghisap bubble tea di tangannya.

“Jadi, Sohee lagi-lagi diperingkat pertama dan kau lagi-lagi di peringkat kedua?” Chanyeol melengkapi kalimat tanyanya sambil menunjuk Sohee dan Sehun. Kedua saudara itu mengangguk.

“Tidak bisakah kalian berhenti bersikap biasa saja?” Singgung Baekhyun. Sehun dan Sohee saling menatap lalu tersenyum geli.

“Wae?” Tanya Baekhyun tidak terima.

“Sudahlah, Baeki! Bukankah dari dulu memang selalu seperti itu?” Ujar Chanyeol lalu menatap ngeri pada Sohee yang sedang meminum langsung 2 kotak susu strawberry ukuran sedang, Chanyeol hanya menggeleng, bertahun-tahum bersama Sohee membuat Chanyeol maklum pada setiap hal aneh yang kadang dilakukan sahabatnya itu.

“Dasar maniak strawberry!” Seru Baekhyun.

“Sohee, nanti kau tersedak!” Timpal Luhan yang entah datang dari mana lalu menarik satu kotak susu dari tangan Sohee. Sohee hanya bisa cemberut lalu melanjutkan kegiatannya. Luhan menarik kursi dari meja lain dan duduk tepat di sebelah Sehun.

“Hyung, kau sudah lihat pengumuman nilai semester lalu?” Tanya Baekhyun pada Luhan. Luhan mengangguk.

“Peringkat pertama seluruh angkatan masih diisi oleh namaku!” Jawab Luhan dengan sikap biasa saja. “Tapi sepertinya ada perubahan!” Tambahnya.

“apa?” Tanya Chanyeol dan Baekhyun bersamaan.

“Saat aku melihat diperingkat kedua, biasanya aku melihat nama Krystal tapi kali ini, nama Sohee yang tertera di sana!” Jawab Luhan dan menunjuk Sohee.

Baekhyun Chanyeol dan Sehun menatap Sohee yang sibuk menggigiti ujung sedotannya.

“wae?” Seru Sohee saat sadar dirinya menjadi perhatian.

“Aniyaa!” Jawab meraka bersaman dan menggelengkan kepalanya.

“kau yakin hyung?” Tanya Chanyeol tidak percaya.

“Aku bahkan meminta Lay menggosok mataku, mungkin saja mataku yang bermasalah, tapi memang namanya yang tertera di sana!” Jawab Luhan dan kembali menunjuk  Sohee yang kali ini sedang memelintirkan sedotan dengan jarinya

“Di angkatanku saja hyung, namanya berada di peringkat pertama, lalu dia di peringkat kedua!” Ujar Baekhyun dan menunjuk Sehun. Sehun mengendikkan bahunya tidak peduli.

“Anggap saja ini keajaiban tuhan!!” seru Luhan.

“Kau juga sama saja hyung!” Pekik Chanyeol. Luhan mengangkat alisnya.

“ne, aku sama sekali tidak pernah melihatmu belajar! Bahkan kau lulus dan test pemilihan ketua osis!!” Tambah Baekhyun, walaupun tidak bisa dipungkirinya bahwa reputasi Luhan sebagai ketua osis memang sangat di hargai, kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki Luhan membuatnya pantas menjadi ketua osis walaupun  terlihat sangat santai tapi Luhan sangat bertanggung jawab.  Luhan tertawa nyaring dan membuat mereka kembali menjadi pusat perhatian.

“Anggap saja itu juga keajaiban tuhan!” Sahut Luhan dan mendapat jitakan dari Baekhyun dan Chenyeol.

“Aku mau susu strawberry lagi!” Ucap Sohee dan menatap mereka satu persatu. Luhan, Baekhyun, Chanyeol dan Sehun menatap ngeri pada Sohee lalu menggelengkan kepala mereka bersamaan.

 

***

 

“Sohee! Oh Sohee!!!” Suara merdu Suho oppa terdengar memanggilku.

“Oh Sohee!” Panggilnya lagi lalu mengguncang tubuhku. Perlahan aku membuka mataku dan mendapati wajah tampan milik oppaku itu tepat di depan wajahku.

“Oppa? Wae?”

“Kenapa tidur di sini?” Tanyanya lalu membantuku bangkit dari  posisi tidurku di sofa.

“Aniyaa!” Gelengku.

Suho oppa lalu menjatuhkan dirinya duduk di sofa setelah aku menurunkan kakiku. Dengan laptop di pangkuannya Suho oppa tampak sibuk mengerjakan sesuatu.

“Oppa!”

“Hmmm?”

“Kau tidak merindukan Xiumin oppa?” Tanyaku dan menyandarkan kepalaku di bahunya. Suho oppa menoleh menatapku.

“Sedikit!” Jawabnya.

“Sedikit? Bagaimana bisa?” Protesku sedikit tidak terima.

“Ya, sedikit karena kami selalu melakukan ini!” Sahut Suho oppa lalu menekan tombol enter pada keyboard laptopnya seketika itu juga muncul wajah imut Xiumin oppa yang sedang tersenyum. “Anneyeong!” Sapa Xiumin oppa dan melambaikan tangannya.

“Oppaaaa!!!” Pekikku lalu mendekap laptop milik Suho oppa seolah itu adalah Xiumin oppa.

“Ya! Kau bisa merusak laptopku!!!” Protes Suho oppa dan menjauhkan laptopnya dariku. Aku cemberut, “mianhae!!!” Seruku lalu kembali menarik laptopnya padaku.

“Oppa!!!” Panggilku lagi pada Xiumin oppa.

“Ne!” Jawabnya.

“Kapan kau akan kembali? Neomu neomu neomu bogoshipoyo!!!” Seruku

“Nado, Sohee yaa! Secepatnya oppa akan kembali!” Xiumin tersenyum pada Sohee.

“Oppa selalu saja mengatakan itu, tapi mana? Tidak pernah terbukti!!” Rajukku   memasang wajah cemberut.

“ahahahah, mainhae! Masih banyak hal yang harus oppa selesaikan di sini!” Seru Xiumin dengan sedikit nada menyesal.

“Percayalah, dia selalu menanyakan kapan kau kembali di pagi hari saat sarapan!!” Seru Suho oppa mengejek.

“Aiisssssshhhh. kau sedang apa oppa?”

“Nothing!”

“Bagaimana dengan Minri unnie?'” Tanyaku dan sesaat kemudian menyesal sudah menanyakannya saat melihat ekspresi wajah Xiumin oppa yang berubah drastis. Begitupun Suho oppa yang duduk di sampingku tubuhnya menegang, suasana mendadak canggung dan aku membenci ini.

“Sohee!!”

Aku sedikit lega saat suara panggilan Sehun memecah keheningan kami. Aku menoleh “wae?”

“Kami menunggumu di rumah Kyungsoo kau bilang kau akan menyusul!”

“Astaga, aku lupaa!!!”

“Cepatlah!!!”

“Tunggu sebentar!!” Teriakku dan menunjuk pada laptop Suho oppa.

“Ada apa?” Tanya Xiumin oppa.

“Sehun menyebalkan!!!” Jawabku.

“kau yang menyebalkan!” Sahut Sehun dan duduk di sampingku. “Annyeong hyuung!”  Sapa Sehun pada Xiumin oppa.

“Sehuun-ahh!!” Kau semakin tampan!!!” Puji Xiumin oppa. Aku melirik Sehun dan mendengus padanya.

“Time’s up!!!” Seru Suho oppa dan mengangkat laptop di pangkuanku. Aku melotot padanya.

“Sudahlah, biarkan saja mereka” ucap Sehun lalu menarik tanganku mengikutinya berdiri. “berikan mereka waktu untuk bercinta!!” Tambah Sehun dan mendapat lemparan bantal kursi dari Suho oppa.

“Xiumin oppa, saranghaeyo!!” Teriakku saat meninggalkan ruang keluarga.

 

“Sehun-ahh!” Panggilku pada Sehun  yang berjalan di depanku.

“Hmmm” jawab Sehun tanpa menoleh.

“Aku tadi menanyakan kabar ‘orang itu’ pada Xiumin oppa!” kataku sambil menatap punggung Sehun. Sehun menghentikan langkahnya lalu berbalik menatapku dengan ekspresi yang sama ditunjukkan  oleh Xiumin oppa.

“Aku tidak sengaja!” Sesalku. Sehun menghembuskan nafasnya dalam, seolah kembali merasakan luka lama yang kembali terkoyak.

“Apa yang dikatakan hyung?” Tanya Sehun pelan. Aku menggeleng.

“Sudahlah, lupakan ne!” Ujar Sehun lalu mengenggam tanganku menarikku, tapi aku tidak bergeming.

“Noona, sudahlah jangan memikirkannya lagi! Aku tidak mau kau..”

Aku terdiam.

“Noona?” Panggil Sehun. Aku mengerjap beberapa kali, aku sedikit kehilangan fokusku pada Sehun.

“Noona?” Panggil Sehun lagi. Aku mendengarnya bahkan aku bisa merasakan Sehun mencengkram bahuku.

“N.. ne?” Jawabku berusaha kembali fokus.

“Noona? Gwenchana?” Aku menatap Sehun lalu mengangguk. Oh, tidak jangan lagi, kataku dalam hati.

 

Aku menatap kosong pada es krim di hadapanku. Semua sedang berkumpul di rumah Kyungsoo, pikiranku masih melayang entah kemana, aku merasa lemas dan kosong. Es krim strawberry dengan saus strawberry melimpah favoritku itu bahkan aku tidak menyentuhnya sama sekali.

“Sohee? Kau tidak apa? Kau pucat!” Tanya Kyungsoo padaku.

“N.. nde?” Sahutku tergagap bahkan suaraku tercekat di tenggorokanku. Aku sama sekali tidak  fokus pada sekilingku.

“Kau berkeringat Sohee, kau sakit?” Tanya Kyungsoo lagi lalu meletakkan tangannya di keningku dan dapat kurasakan tangannya terulur menyeka keringatku dengan tisu.

“Ada apa?” Aku tau betul itu suara Kris oppa, tapi aku tidak bisa meresponnya. Kemampuanku untuk merespon entah berada di mana menghilang begitu saja. Aku hanya merasakan kosong dan hampa.

“Noona?” gumam Jongdae. Aku mengerjap beberapa kali.  Sahabatku itu berdiri mengelilingku tapi aku tidak bisa fokus pada mereka.

“Beri dia minum!” Aku yakin itu suara Lay oppa.

Kupejamkan mataku lama, berusaha mengembalikan fokusku. Saat kubuka kembali mataku dan mengerjapkannya aku bisa mengenali satu persatu wajah panik di hadapanku.

“Sohee, minum dulu!” Tawar Kyungsoo dan menyerahkan segelas air putih padaku. aku mengangguk lalu mengambilnya

Praaang!

Gelas itu terlepas dari tanganku dan pecah berkeping saat bertemu lantai.

“Sehun-ahh? Ada apa dengannya?” Suara panik Luhan oppa memenuhi telingaku.

“aku tidak apa!” Sahutku lalu berusaha turun dari kursi tempatku duduk. Refleks Baekhyun yang berdiri di sampingku memegangiku saat tubuhku oleng dan menuntunku menuju sofa di ikuti yang lain.

“Noona, lihat aku!!” Perintah Sehun dan menyentuh wajahku dengan kedua tangannya. Perlahan aku membuka mataku.

“Sehun oppa? Ada apa?” Tanyaku saat aku sudah bisa  mengendalikan diriku. Sehun menghembuskan nafasnya lega di ikuti yang lain.

“tidak ada apa-apa!!” Jawab Sehun lega. Ku sapukan pandanganku menatap sahabatku. Baekhyun dan Kyungsoo duduk di samping kiri dan kananku, sehun berjongkok di hadapanku, di kiri dan kanannya Chanyeol dan Luhan oppa duduk bersila, Tao dan Kris menyandarkan punggung mereka pada lemari. Lay oppa dan Jongdae berdiri tepat di belakang Sehun menatapku panik.

“Ini di mana?” Tanyaku lagi.

“Di rumah kyungsoo!” Jawab Sehun dan melepas tanganya dari wajahku.

Aku kembali memejamkan mataku saat aku merasa sedikit pusing. Tiba-tiba perasaan  kalut dan takut memenuhi kepalaku, kedua tanganku memegang kepalaku dan aku malai terisak. Airmata mengaliri wajahku. Aku takut.

 

***

 

“Kyungsoo, Kyungsoo!!!” Pekik Sohee panik.

“Noona, lihat aku, ini aku, Sehun!!!” Suara Sehun terdengar panik. Sohee tidak menghiraukannya.  yang dibutuhkannya saat ini hanyalah Kyungsoo, dan Sehun tau betul itu.

“Kyungsoo!!!” Pekik Sohee lagi. seketika suasana kembali tegang dan panik. “Oh tuhan, noona tidak lagi!!” Gumam Jongdae.

“Sohee, ini aku!! Ini aku Kyungsoo lihat aku!!” Ucap Kyungsoo dan menarik wajah Sohee menatapnya. “Kyungsoo!” Gumam Sohee pelan. Sedikit rasa lega dirasakannya saat wajah Kyungsoo mendominasi penglihatannya dan telinganya mendengar suaranya. Airmata juga sudah berhenti mengalir.

“Kyungsoo aku takut, di sini gelap!” Racaunya  lirih. Suasana kambali hening.

“iya, tidak apa! Ada aku!” Suara Kyungsoo berhasil menenangkan Sohee kembali. Kyungsoo memeluk Sohee dalam dekapannya, mengusap pelan punggungnya seperti yang dilakukannya bebarapa tahun yang lalu, saat itu..

“Sohee, kumohon jangan lagi!!”

“Kyungsoo, aku takut!!” Gumam Sohee  dan menyandarkan dagunya pada pundak Kyungsoo.

Mereka benci ini, perasaaan takut dan kalut yang dirasakan Sohee akibat trauma  beberapa tahun lalu kembali menyeruak di kepala mereka, sesuatu yang membuat Sehun dan yang lain merasa tersiksa.. Alasan yang mereka gunakan untuk tidak membuat Sohee seorang diri dalam jangka waktu yang lama.

 

“Angkat dia ke kamarku!” Ucap Kyungsoo setelah yakin Sohee tertidur dalam dekapannya. Kris maju menggapai tubuh Sohee dan menggotong tubuhnya menuju kamar Kyungsoo di lantai 2.

Tao, Chanyeol, Lay memilih tinggal di ruang kelurga rumah Kyungsoo, terduduk lemas di kursi.

“Sudah berapa lama sejak Sohee tidak pernah seperti ini lagi?” Ucap Lay lirih dan menunduk menatap lantai.

“Entahlah, sudah lama sekali. Akuu.. ” Jongdae tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Aku tidak ingin melihat Sohee yang seperti itu lagi!” Ujar Tao setengah terisak.

“Tao, kau menangis?” Tanya Chanyeol dan menatap wajah Tao. “Aniii, aku hanyaa..”

“Tidak apa, akupun rasanya ingin menangis!” Sahut Chanyeol menepuk pelan bahu Tao.. “Aku, benar-benar panik saat Sohee memanggil nama Kyungsoo!” Tambah Chanyeol masih menepuk pundak Tao.

Mereka menghela nafas mereka bersamaan.

 

“Aku tidak mau lagi melihat Sohee yang seperti itu hyung!” Lirih Sehun pada Luhan.

“Aku tau, tidak ada satupun yang ingin melihatnya seperti itu lagi!” Sahut Luhan menenangkan Sehun dan mengusap pelan kepala Sehun.

Kyungsoo duduk di tepi ranjangnya di mana Sohee terbaring di sana, lalu menyingkirkan beberapa helai rambut di wajah Sohee. Di sisi lain tempat tidur Baekhyun duduk dalam diam dan menatap wajah Sohee iba.

“Kyungsoo” gumam Sohee pelan dalam tidurnya. Membuat semua kepala menoleh padanya. Refleks Kyungsoo menggenggam tangan Sohee dan Baekhyun mengusap pelan rambut Sohee. Kris berjalan mendekat pada ranjang dan berdiri bersedekap menatap Sohee di sana.

“Sehun-ahh, sebelumnya apa yang terjadi?” Tanya Luhan menatap Sehun.

“Tidak ada yang terjadi hyung, dia hanya..” Sehun tercekat

“ne?”

“Dia, menanyakan kabar ‘orang itu’ pada Xiumin hyung!” Gumam Sehun.

“Orang itu?” Ulang luhan.

“Ne, Minri noona..” sahut sehun lirih. Semua mata menatap Sehun dengan terbelalak. Masih tergambar jelas di kepala mereka siapa itu, Minri gadis manis cinta pertama Xiumin.

“Minri noona?” Kata luhan.

“Ya, dia..” Desah Sehun..

“Aku membenci orang itu!” Baekhyun bersuara setelah dari tadi bungkam.

“Jangan salahkan dia, Minri noona tidak  sepenuhnya bersalah!” Bela Kris dan menatap Baekhyun kesal.

“Jangan membelanya Kris, aku bahkan tidak sudi mendengar namanya!” Ujar Baekhyun setengah berteriak “Dia mengkhianati Minseok hyung, lalu membuat hubungan Minseok hyung dan keluarganya kacau, dan akhirnya Sohee menjadi seperti ini!!!” Tambah Baekhyun dengan nada oktavnya.

“Demi tuhan, Kris, Baeki, berhentilah berteriak!!!” Luhan marah dam melotot ke arah mereka berdua.

“Baekhyun benar hyung, ini semua salahnya!” Ujar Sehun mulai terisak. Sehun menangis saat kembali mengingat badai dahsyat yang menerpa keluarganya beberapa tahun lalu itu.

“tapi Minri noona..” Kyungsoo tercekat tidak mampu melanjutkan kata-katanya dan semakin memperkuat genggamannya pada jemari Sohee.

“Kyungsoo, jangan membelanya! Kau sendiri yang tau bagaimana keadaan Sohee saat kau menemukannya pertama kali, aku hanya melihat sosoknya dalam dekapanmu saat itu dan itu benar-benar membuat jantungku nyaris berhenti berdetak!” Baekhyun  benar-benar meluapkan emosinya hanya karena mendengar satu nama  akar dari semua masalah ini.

“Hentikan, Baeki! Aku tidak ingin mengingatnya lagi!!” Desah Kyungsoo memohon. Baekhyun menelungkupkan wajahnya pada lututnya. “Mianhae” desahnya pelan. Kris menjatuhkam dirinya duduk di lantai, lalu menyandarkan punggungnya pada kaki ranjang dan mengadah menatap langit-langit kamar Kyungsoo. Rasa kagum pada kamar Kyungsoo yang luas dan diisi beberapa alat musik sebagai hiasan dan alat elektronik yang lumayan lengkap menguap begitu saja.

“Ada apa? Aku mendengar seseorang berteriak!” Kata Lay yang berdiri di ambang pintu di susul Tao, Jongdae dan Chanyeol.

“Tidak apa.” Jawab Kris.

“Bagaimana Sohee?” Tanya Chanyeol pada Baekhyun dan menepuk pundaknya. Baekhyun mengadah pada chanyeol lalu menggeleng.

“Tidak apa, setelah terbangun dia akan baik-baik saja. Bukankah selalu seperti itu?” Sahut Kyungsoo dan tersenyum berusaha menenangkan sahabatnya yang lain.

“Yah, selalu seperti itu!” Timpal Jongdae dan berdiri mematung menatap Sohee.

“Rahasiakan ini pada Suho hyung, aku tidak mau lagi kembali melihatnya terpuruk menyalahkan dirinya sendiri!” Pinta Sehun. Semua mengangguk mengiyakan

 

 

 

***

Iklan

12 pemikiran pada “Our Story (Chapter four: Untruth)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s