Try to Loving Him (Chapter 2 – END)

Try to Loving Him (Chapter 2/END)

Author: raihanadulset! (@raihanaAA_)

Main Cast: Han Jihye & Park Chanyeol

Support Cast: Oh Sehun, Park Yura, dll.

Genre: Romantic, Marriage Life,  (Absurd)-_-

Rating: PG – 17

Length: Two Shoots

Annyeong^^ ini FF murni hasil karya Author. Mianhae jika ada kesamaan judul,karakter,cerita,typo dll. Keep calm ya chingu walaupun genrenya marriage life tapi FF ini tidak se-yadong yang dipikirkan wkwk

PLAGIAT? GO AWAY!

Happy Reading^^

try to loving him_副本

Han Jihye POV

Setelah acara selesai, aku dan Chanyeol pergi ke rumah baru kami yang sekarang menjadi rumah kami berdua. Orangtua Chanyeol memberikan rumah ini untuk kami. Rumah ini tidak bisa dibilang kecil. Rumah ini sangat luas untuk ditinggali oleh kami berdua.

“Jihye-ssi, sekarang kau sudah menjadi istriku. Kuharap kau menyukainya,” ucap Chanyeol sambil tersenyum.

“Ne, Chanyeol-ssi,” jawabku.

“tidak perlu seformal itu, panggil saja aku oppa. Arasseo?” pinta Chanyeol.

“oppa?! Oh ne,” jawabku sambil tersenyum garing saat mengucapkan kata oppa yang masih terasa janggal kuucapkan.

Chanyeol bilang ia akan tidur dikamar sebelah. Tapi aku bilang tidak perlu karena aku akan merasa tidak enak pada orangtuanya. Jadi ya apa boleh buat?! Sekarang aku satu kamar dengan suami yang baru kukenal kurang dari sebulan ini.

Usai mengerjakan tugas kuliahku yang menumpuk seperti gunung ini, aku menonton TV diruang tengah. Dan Chanyeol sedang ke kantor sebentar untuk mengambil Laptopnya yang tertinggal disana. Dengan langkah yang malas aku pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

“apa yang harus kumasak? Bahkan kulkas dan lemari belum ada terisi apapun. hoam,” ucapku sambil mencari-cari bahan makanan untuk memasak. Akhirnya kuputuskan untuk ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan.

Park Chanyeol POV

Aku sudah mengambil Laptopku yang tertinggal di kantor, kini aku sudah sampai dirumah. Kulihat tidak ada tanda-tanda Jihye disini. “kemana yeoja itu pergi?” tanyaku sambil mencarinya keseluruh ruangan namun hasilnya nihil. Saat aku duduk di sofa aku melihat sebuah amplop diatas meja, lalu kubuka isi amplop tersebut.

“Oppa, aku ke Supermarket sebentar untuk membeli bahan makanan, di dapur sama sekali tidak ada makanan. Tidak perlu menjemputku. Aku pulang sendiri naik taxi ^^ – Jihye –“

Sembari menunggu Jihye datang, aku menonton TV. “yeoja itu kenapa lama sekali?! Apa dia pergi ke supermarket di Jepang-_-“ gumamku sambil melirik jam dinding sementara sekarang perutku sudah sangat lapar.

“aku pulang,” ucap seseorang yang mengagetkan. Ternyata itu Jihye.

“oh oppa sudah pulang? Apa laptopnya sudah diambil? Ayo kita makan malam. Aku sudah membeli makanan,” ajaknya sambil menyiapkan makan malam di meja makan.

Selama di meja makan tidak ada percakapan sama sekali antara aku dengan Jihye. Hanya suara sendok dan piring yang terdengar.

Han Jihye POV

Aku dan Chanyeol sudah selesai makan. Usai makan aku merapikan meja makan lalu segera ke kamar. Hari ini aku sangat lelah karena tugas kuliah yang menumpuk dan sudah dikejar deadline.

CKLEK

Bunyi knop pintu terbuka, aku yang saat itu sedang membaca novel sambil berebah di tempat tidur melihat siapa yang membuka pintu dan ternyata dugaanku benar. Chanyeol lah yang membuka pintu kamar. Tentu saja karena ini juga kamarnya. Dia suamiku jadi sebenarnya tidak masalah kalau sekarang ia satu kamar dan satu ranjang denganku. Dan tidak masalah juga kalau dia melakukan “itu” padaku. Walaupun sebenarnya ehhh aku belum siap.

“eotteohke? Dan sekarang dia sudah merebahkan dirinya disampingku. Aduh bagaimana ini??! first time aku tidur satu ranjang dengan seorang namja. Aduh gimana kalau dia melakukan “itu” padaku >.< eomma eotteohkeeee???” batinku sambil pura-pura membaca novel yang kupegang.

Dan sekarang suasana disini sangat awkward. Kami berdua belum tertidur pulas. Chanyeol masih berbaring disampingku sambil menatap langit-langit kamar. Sedangkan aku sibuk dengan novel yang kubaca.

“sedang membaca Novel?” Tanya Chanyeol memecahkan keheningan.

“Ne, apa oppa juga suka membaca novel?” tanyaku basa-basi.

“tidak terlalu, aku hanya membaca novel pada saat ada waktu luang. Sedangkan tugas-tugas dikantor lebih penting dikerjakan daripada membaca novel bukan?” jawab Chanyeol bijaksana. ia hanya tersenyum sambil menatapku.

“oppa kenapa menatapku seperti itu? Ada yang salah dengan wajahku?” tanyaku pura-pura polos.

“aniya, aku senang menatapmu seperti ini. kau cantik. Entah sejak kapan aku senang menatap wajahmu. Tapi kurasa aku menyukaimu Jihye-ya,” aku terlonjak mendengar perkataan Chanyeol tadi.

Kami berdua saling menatap. Aku terdiam. Chanyeol pun begitu. Tiba-tiba Chanyeol mulai mendekatkan wajahku dengan wajahnya. “oh my god! oh my no! oh my wow! *inijiplaksinetron-_-* Chanyeol mulai mendekat, eotteohke? Aduh dia semakin dekat semakin dekat,” batinku sambil terus menatap Chanyeol dan mencoba menghindarinya.

“Oppa aku sudah lelah dan mengantuk. Aku tidur duluan ya, Jaljayo,” akupun menghindarinya dan langsung tertidur membelakangi Chanyeol. Jujur saja, saat ini aku sangatlah gugup. Aku tidak melihat ekspresi wajah Chanyeol saat aku menghindarinya tadi. Tak lama kemudian akupun terlelap.

Sinar matahari yang masuk lewat celah-celah jendela kamar menyilaukan mataku. Akupun terbangun dan beranjak dari tempat tidur ini. saat aku hendak beranjak dari tempat tidur, aku baru sadar bahwa ada Chanyeol yang masih tertidur pulas. “saat kau sedang tidur seperti ini kau sangat manis, tapi sayang kamu tidur sambil mendengkur,” batinku sambil terkekeh pelan. Akupun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

“hmm masak apa ya? Aha! Roti panggang selai blueberry sepertinya enak. Yummy!” pikirku.

Saat aku menyiapkan sarapan diatas meja kulihat Chanyeol membuka pintu kamar dan menuju meja makan.

“Annyeong, Jihye!!! Hari ini mau bikin sarapan apa?” Tanya Chanyeol sambil duduk di meja.

“hmm roti panggang dengan selai eek kucing,” ledekku sambil menjulurkan lidah.

“wuek jorok sekali kau ini,” jawab Chanyeol.

“hahaha aku hanya bercanda. Aku akan memakai selai blueberry. Oh oppa, apa kau suka blueberry? Kalau kau tidak menyukainya aku akan mengganti selai yang lain saja,” ucapku.

“ah tidak perlu, aku suka selai blueberry kok,” jawab Chanyeol sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih itu.

Sarapan sudah jadi. Aku dan Chanyeol pun menyantap makanan dengan lahap. Nampaknya Chanyeol sangat lapar. Di sela-sela kami makan, Chanyeol bertanya padaku “Jihye-ya, hari ini kan libur, maukah kau jalan-jalan denganku?”

“tentu saja, mau jalan kemana?” tanyaku

“bagaimana kalau ke pantai? Kau suka?”

“hmm baiklah. Aku sangat menyukai pantai,” jawabku bersemangat. Usai sarapan, aku dan Chanyeol bersiap-siap untuk pergi ke pantai.

Sesampainya di pantai, aku dan Chanyeol bermain di bibir pantai. Entah mengapa hari ini aku sangat senang. Aku mulai merasa nyaman berada didekat Chanyeol.

Aku sibuk ber-selca ria di bibir pantai, sedangkan Chanyeol menulis sesuatu di pasir pantai lalu ia memotretnya.

“kau menulis sesuatu? Menulis apa oppa?” tanyaku penasaran.

“lihat saja sendiri, kemarilah!” ajak Chanyeol

Saat kulihat apa yang ditulis Chanyeol diatas pasir itu kulihat tulisan “Chanyeol love Jihye, yeongwonhi”. Melihat tulisan itu entah kenapa hatiku sangat gembira. Aku hanya senyum-senyum sendiri melihat tulisan yang ditulis Chanyeol.

“kau menyukainya?” Tanya Chanyeol mengagetkanku. Ia terkekeh geli dan kulihat wajahnya memerah.

“tidak, aku tidak menyukainya hahaha dasar kepiting rebus! Lihatlah wajahmu itu merah sekali oppa huahaha,” aku tertawa geli karna berhasil membuatnya malu. Akupun berlari menghindarinya karena sekarang ia mengejarku.

“hey Jihye-ya! Awas kau kalau tertangkap nanti! Hey tunggu aku yeoja gila” teriak Chanyeol dengan nafas yang terengah-engah.

Sesampainya di rumah, aku pergi mandi karena badanku berkeringat usai berlari-lari tadi. Sedangkan Chanyeol sedang bermain play station. Selama seminggu ini, kami libur. Aku libur kuliah, dan Chanyeol libur bekerja. Tapi walaupun libur aku dan Chanyeol tetap saja memiliki tugas banyak yang harus diselesaikan.

Usai mandi, aku menghampiri Chanyeol yang sedang asyik bermain Play station. “Oppa game apa ini? ah game robot-robotan! Tidak seru!” pekikku yang sedikit mengejutkan Chanyeol.

“ya! Ini game terbaru tau! Memangnya game yang kau suka apa?” Tanya Chanyeol tapi pandangannya masih terfokus dengan game yang dia mainkan.

“game princess! Aku sangat suka game princess! Para princess berpetualang mencari harta karun agar bisa bertemu pangerannya,” jawabku bersemangat. Kupikir Chanyeol akan meminjamkan Play stationnya untukku, tapi dia malah meledekku.

“halah game macam apa itu, kau tidak usah bermain game itu lagi. Kau kan sudah menemukan pangeranmu,” ucap chanyeol

“pangeran? Nugu?” tanyaku cukup penasaran.

“tentu saja pangerannya aku hahaha,” goda Chanyeol sambil tertawa evil.

“cih pede sekali kau kepiting rebus,” balasku sambil memukul pundaknya

“ya! Jangan memanggilku seperti itu,” ucapnya. Aku tidak menghiraukannya.

“aku tidak peduli hahaha, oppa aku sudah mengantuk. Aku tidur duluan ya,” gumamku mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya aku belum mengantuk, tapi aku Cuma ingin menghindari Chanyeol. Takut dia akan melakukan “sesuatu” padaku.

Keesokan harinya,

Aku terbangun. Seperti biasa, setelah bangun tidur, terus aku mandi, menggosok gigi, dan menolong ibu membersihkan tempat tidurku *apaan-_-* namun ada yang janggal. Chanyeol tidak ada dikamar. “kemana si kepiting rebus?” aku bertanya pada diri sendiri sambil mencari-carinya. Akupun mencari di kolong tempat tidur bisa saja saat tidur dia terjatuh dan masuk ke kolong tempat tidur hahaha.

Saat aku ke ruang tengah, ternyata Chanyeol tertidur pulas diatas sofa. “kepiting rebus pabo, kenapa dia tidur disini?” batinku.

“kepiting rebus, ppalli ireona! Ya! Oppa! Ppalli ireona! Aku sudah membuat sarapan untukmu!” karna dia tidak menghiraukanku, akupun menggoncang-goncangkan badannya.

“astaga! Oppa kenapa badanmu panas sekali? Kau demam, eoh? Oppa ireona ireona ireona!” aku kaget saat memegang badannya, sepertinya kepiting rebus ini sedang demam. Suhu tubuhnya panas sekali.

“kepalaku pusing Jihye-ya, aku tidak bisa bangun,” jawab Chanyeol dengan manja dan merengek-rengek seperti anak kecil.

“oppa jangan manja seperti itu! Sebentar aku telfon Yura eonni,” balasku sambil memutar mataku.

“yoboseyo, eonni, Chanyeol oppa sedang demam. Eotteokke?” gumamku khawatir.

“oh ne, arasseo. Gomawo eonni,” jawabku lalu menutup telpon.

“oppa, chakkaman. Aku akan mengompres dan membuat bubur untukmu,” perintahku. Sedangkan Chanyeol hanya mengangguk.

Usai mengompres dan membuat bubur, aku memaksanya untuk makan. Karna sejak tadi dia belum sarapan,

“oppa, ayo makanlah buburnya. Daritadi perutmu belum ada terisi makanan kan?” ucapku dengan lembut.

“Shirreo! Perutku sangat mual bila diisi makanan Jihye-ya,” rengek Chanyeol sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan aku mulai muak.

“cepatlah dimakan! Kalau kau tidak mau makan bubur ini, aku akan menyuruhmu makan batu saja! kau mau makan batu yang ada bekas pup-nya kucing? Hah mau?” bentakku yang mulai kesal dengan rengekkan Chanyeol.

“ne aku mau memakan bubur ini tapi kau harus suapin aku,” jawabnya dengan wajah memelas. Aku jadi tidak tega padanya.

“yayaya! Akan kusuapi tapi makannya yang banyak ya,” jawabku. Haha akhirnya Chanyeol berhasil kutaklukan. Rupanya dia tidak mau memakan batu yang ada bekas pup-nya kucing wuahaha.

Kini Chanyeol makan dengan lahap meskipun dengan wajah yang masih muram karena kupaksa makan. Ekspresi wajahnya sangat lucu.

“nah sudah habis! Itu baru suamiku yang hebat! Sudah merasa lebih baik kan?” ucapku sambil mencubit pipinya. Ia tersenyum.

“Ne, gomawo. Jihye-ya, tolong bantu aku pergi ke kamar. Tubuhku masih lemas,” jawab Chanyeol dengan wajah yang masih pucat.

“mari kubantu,” aku menaruh lengannya dipundakku membopongnya menuju kamar. “uh kau ini berat sekali,” rutukku.

Sesampainya di kamar, aku hendak ke dapur sebentar, tapi Chanyeol mencegahku pergi,

“Jihye-ya, kajima! Tetaplah disini, aku masih membutuhkanmu,” pinta Chanyeol

“aku mau ke dapur sebentar. Aku mau membuatkan susu coklat untukmu,” jawabku.

“tidak perlu, aku hanya memerlukanmu disini,” rengek Chanyeol sambil menggenggam tanganku dengan erat.

“ne ne ne arasseo, aku akan disini saja menemanimu, aku tidak akan kemana-mana namja manja,” jawabku sambil memutar mataku dengan malas.

“gomawo, kemarilah. Berbaring disampingku,” pintanya. Feeling ku mulai tidak enak. Otak Yadongku mulai membayangkan hal yang tidak-tidak.

“ppalli, kemarilah,” pintanya lagi. Terpaksa aku berbaring disampingnya. Ia menatapku terus-menerus. Membuatku sedikit gusar, “jangan menatapku seperti itu. Beristirahatlah supaya demammu bisa cepat sembuh,” perintahku.

“tidak mau, lagipula demamku sudah turun,” jawabnya membantah dan terus menatapku.

“baiklah, kalau begitu aku saja yang tidur. Aku lelah mengurusmu seharian kepiting rebus,” jawabku malas. Akupun tidur membelakanginya. Ia merengek lagi

“istriku, jangan membelakangiku seperti itu, aku ingin menatap wajahmu,” pintanya.

“jangan memanggiku seperti itu, menjijikkan,” jawabku geli.

“apa salahnya? Kau kan memang istriku,” jawabnya. Memang benar sih apa yang dia bilang. Tapi sudahlah aku tak peduli. Aku masih tidur mebelakanginya. Dia diam sejenak tapi tiba-tiba seperti ada yang memeluk pinggangku sangat erat. Akupun terkaget

“lepaskan! Hey kepiting rebus lepaskan aku! Aku tidak bisa tidur,” bentakku.

“shirreo! Aku tak peduli,” bantah Chanyeol. Ia malah tambah mengeratkan pelukannya. Tapi lama – kelamaan aku sangat nyaman dengan pelukannya ckckck , tak lama kemudian aku tertidur lelap. Dan mungkin Chanyeol juga sudah tertidur. Karena terdengar suara dengkuran disampingku.

Akhirnya aku terbangun. Dan Chanyeol masih memeluk erat pinggangku, aku ingin melepasnya,

“ya! Oppa ireona!” perintahku. Ia pun akhirnya terbangun dan melepas pelukannya.

“sudah merasa lebih baik? Apa kau masih demam?” tanyaku sambil mengelus dahinya.

“aku sudah merasa sembuh. Aku merasa nyaman memelukmu, gomawo sudah merawatku seharian,” jawabnya. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Saat aku lihat jam dinding ternyata sudah jam 8 malam. Aku dan Chanyeol tidur lama sekali.

“aigoo sudah jam 8, oppa ayo kita makan malam dulu,” ajakku. Saat aku hendak meninggalkan kamar, ia memegang tanganku.

“tidak perlu, aku sudah kenyang. Tinggalah disini bersamaku. Hari ini kita tidak usah makan malam,” perintahnya.

“ya! Oppa tidak bisa seenaknya begitu, aku lapar tau!” jawabku. Tapi ia tidak menghiraukanku. Tiba-tiba ia memaksaku berbaring di tempat tidur. Aku terlonjak kaget, “ astaga apa yang ingin dia lakukan padaku? Aigoooo” batinku. Ia menatapku sejenak. Lalu memelukku erat-erat seolah takut kehilanganku.

“Jihye-ya, saranghae,” bisiknya. Membuat bulu kudukku meremang.

“aku mencintaimu, kuharap kau juga merasakan hal yang sama padaku,” lanjutnya.

Aku terdiam. Speechless. Aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi sepertinya aku juga sudah mulai mencintai namja ini. dan aku juga sudah move on dari Oh Sehun.

“aku tidak tahu harus berkata apa, tapi sepertinya aku juga mencintaimu, oppa,” jawabku dengan gugup.

Ia menatapku dalam-dalam. Aku hanya bisa tertunduk. Tapi ia mengangkat daguku jadi sekarang kami saling bertatapan. Ia mulai mendekati wajahku, “oh tuhan, mungkin sekarang sudah saatnya aku menjadi istri yang seutuhnya. Mungkin sekarang aku akan menjadi milik Chanyeol seutuhnya,” batinku.

Perlahan-lahan Chanyeol mendekatkan wajahnya dengan wajahku hingga sekarang hidung kami saling bertemu. Ia menghembuskan nafasnya dengan hangat yang membuat bulu kudukku meremang. Ia tersenyum mungil. Hingga akhirnya bibir kami saling bertemu. Ia mencium bibirku dengan lembut, sangat lembut. Seakan – akan aku ini adalah Kristal yang mudah pecah. Ia membuatku merasa nyaman.

Aku dan Chanyeol pun melepas pertautan bibir tersebut. Ia tersenyum lagi. Dan itu membuat pipiku merah merona. Sekarang akulah yang seperti kepiting rebus.

“kau sudah siap, Chagiya?” Tanya Chanyeol.

“siap? Bersiap untuk apa?” jawabku sok polos.

“kau akan tahu jika kita melakukannya, nyonya Park” balas Chanyeol sambil menindih badanku.

“dan akhirnya hari itu tiba. Aku menjadi milik Park Chanyeol selamanya,” batinku.

Dan Chanyeol mulai mengecup bibir Jihye dengan panas dan akhirnya terjadilah apa yang selama ini dipikirkan oleh Jihye. Di kamar mereka sekarang hanya terdengar suara desahan-desahan antara mereka berdua *ahayde!*

END

Gimana? Kurang greget yak? Hahaha mianhae ya bagian akhirnya author skip karena adegan itu 17+ sedangkan author masih 15yo belum ngerti yang begituan L hahaha ditunggu loh RCL readers, gomawo sudah mampir ke FF ini^^

19 pemikiran pada “Try to Loving Him (Chapter 2 – END)

  1. bagus banget, bikin sequel dong thor~
    penasaran banget sama kelanjutan hidup mereka, aaaa
    pokoknya keren
    keep writing thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s