Dear, Lil’ Deer (Prologue)

1394162478980

Dear, Lil’ Deer (Prologue)

By: eishiefkaa

|| Cast: Luhan, ImYoona || Genre: Romance || Rating: T || Length: Chaptered ||

This is my own story, but im not the owner of the casts. Enjoy:)

 

“First but not the first, last but not least. Here I’m standing in the middle.”

Embun dini hari mengetuk puncak hidungku, memercikkan sensasi dingin udara yang menggigilkan di fajar putih. Ah, rupanya winter telah datang. Pantas saja ambang jendela kamarku terasa lembab. Mungkinkah gumpalan-gumpalan salju yang berjatuhan dari langit musim dingin adalah wujud basah embun yang berubah?

Bicara tentang embun, namja itu  juga ibarat sebuah embun. Jika embun adalah hasil perubahan  wujud udara menjadi air, namja itu juga sama. Ia berubah. Entah beralih menjadi lebih baik atau tidak, aku tak mengerti.

Sebelumnya perkenalkan, naneun Yoona-imnida. Bukan bermaksud angkuh, tapi mungkin aku adalah yeoja termujur tahun ini. Selain karir-ku dalam dunia seleb yang menanjak, aku diberikan seorang aktor tampan menjadi namja chingu-ku. Oh, aku begitu menyayanginya.

Sayangnya, bukan aktor tampan itu yang akan kuceritakan di sini. This story is about a deer boy, called Luhan. Rusa yang datang kepadaku di musim dingin ini… jujur, sesungguhnya aku begitu merindukannya. Ia  sepupuku yang juga menapaki hidupnya di dunia idol. Bedanya, kulaksanakan pekerjaan ini di Korea, sedangkan dia melangkah di Cina. Jarak kami yang terpaut jauh dan schedule yang penuh seolah mencegah komunikasi kami untuk tetap berlanjut. Terakhir aku bercakap dengannya di musim panas 3 tahun lalu. Saat itu ia sengaja mengunjungiku ke Seoul untuk mengabarkan bahwa ia lulus audisi vokalis di perusahaan ternama di Beijing. Siapa sangka kini rusa Beijing berwajah imut itu  telah sukses dalam waktu sekian tahun. Bahkan kepopuleran-nya merebak hingga Korea.

Jadi, sekali lagi, ini adalah cerita tentangnya yang kembali mengunjungiku. Berawal dari 3 buah ketukan pintu di pagi buta yang diiringi oleh tawa riuh-nya.

“Yoona!”

Begitulah, dan dalam sekejap saja, tubuhku merasa sirkulasi darahnya terhenti. Dapat kurasakan kehangatan tubuh kurusnya yang mendekapku. Meski awalnya hatiku melambung berkat pelukannya, otakku menolak. Tolakannya memerintah kedua tanganku untuk mendorongnya pelan.

“A-andwae!” Sahutku cepat. Luhan segera melepaskan lengannya. Namun jantungku masih berdegum tak karuan. Maksudku, siapa sih yang tak jantungan di peluk olehnya?

“Ya, Luhannie! Apa yang kau lakukan… mengejutkanku saja…”

Dapat kulihat bibir tipis yang terangkat di wajah rusa cantik itu. Senyum yang kurindukan, senyum termanis yang dapat melelehkan siapapun yang mengawasinya. “Bogoshipo, Yoona.” Begitulah bibirnya berucap. Dengan bola mata memelas yang sepertinya akan selalu abadi menjadi khas miliknya, Luhan menatapku dalam-dalam.  Aku tak pernah bisa menahan puppy eyes-nya ini dalam 10 detik.

Singkat kata, kurangkul leher jenjangnya  dan kuusap rambut halusnya dengan gemas, seperti dulu. Dapat ku-ukur tingginya yang semampai, melebihi tinggiku. Di dekapannya tadi-pun bisa kurasakan otot lengannya yang semakin kekar. Agaknya, ia sudah berusaha keras dalam aktivitasnya.

Namun disini aku merasakan kejanggalan sikap sang rusa. Seharusnya ia balas rangkulanku dengan tawa riuhnya. Semestinya lelucon ini masih berlanjut. Tetapi  yang ia lakukan justru meresponnya dengan rangkulan balasan. Ia lingkarkan kembali kedua lengannya di leherku. Dengan jelas kurasakan deru nafasnya di sela rambutku, panas. Ini tidak benar, begitulah pikiranku kembali memerintah. Kudorong tubuhnya dengan sepenuh tenaga. Namun, Ia tak terguncang sama sekali. Rangkulannya malah semakin kuat. Terlebih lagi lengan kirinya kembali turun memeluk pinggangku.

“Lu-han… neo mwoha-“ Kupotong kalimatku segera ketika kurasakan bibir tipisnya mengecup pucuk kepalaku. Jantungku benar-benar lunglai sekarang. Tak dapat berkutik dengan tingkahnya, aku hanya mematung, menutup kelopak mataku erat-erat, mereguk kecupannya yang entah mengapa terasa begitu lama.

“Bogoshipo, Yoona.” Kini yang mengatakan itu bukan lagi rusa imut yang kukenal. Suaranya begitu serak, seakan memiliki makna mendalam di baliknya. Aku menggeleng.

“Luhan… kau sepupuku… ini tidak benar..”

Luhan akhirnya melepaskan kecupannya, membuatku sedikit lega. Akan tetapi, kelegaan yang kurasa hanya sesaat saja. Tangannya yang lembut tiba-tiba saja mengangkat daguku, membuat mataku yang sedari tadi menutup, terbuka. Kini di bayang mataku ada namja itu.

“Apa yang salah dengan sepupu? Mengapa hal itu begitu mengikatmu?”

Aku terkesiap dengan volume suaranya yang meninggi. Bibirku bergetar. Semua ini terlalu mendadak terjadi.

“Joaheyo” bisiknya pelan.

Setelahnya nafasku benar-benar tertahan. Yang dapat kurasakan adalah bibirku yang bertemu miliknya. Lututku hampir terjatuh lemas jika ia tak menopang tubuhku.

Luhan, jika kuberpikir hanya tubuhmu yang beranjak dewasa, aku salah. Dan di pagi musim dinginku yang ke-19 ini, kau membuktikannya.

TBC~

______________

Yehet! Finnaly my second fanfic jadi juga^^ Tadinya ff ini kubuat untuk ulang tahun noona-ku! Tapi karena ke asyikan ngebuatnya, malah jadi berchapter deh..

Oiya, di sini aku bikin Luhan dan Yoona masih umur 19:D Soalnya aku belum bisa bikin fanfic yang tokohnya dewasa beneran sihh^^ Bagi yang baca, gomawo, ne!

note from admin: maaf atas ketidaknyamanannya (kemarin sempat tidak ada spasinya), sudah admin revisi. 🙂

8 pemikiran pada “Dear, Lil’ Deer (Prologue)

    • Khamsahamnida udah baca dan komen^^ miann kayaknya bermasalah di ms wordku, jadibya nggak ke spasi><
      (jeongmal khamsahamnida untuk admin yg udah merevisi:))

  1. Hohoho luhannya berubah jadi lebih dewasa atau lebih ya ehem xD wkwkwk 😀
    Tapi ini keren loh suwer 😀
    Kalo gitu mau langsung baca chapter 1 sama 2 nya aja 😀
    Izin baca ya thor ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s