Hard To tell (Chapter 1/2)

Title                : Hard To tell (Chapter 1)

Author           : Baekhyuncupcakes (@chrisiaaa)

Genre            : Hurt,sad,angst,romance

Length           : Twoshoot

Rating            : PG-15

Main cast      :

-Oh sehun (EXO)

-Jung Hyeri (OC)

Support cast :

-Min hyosun

-Kim shinyeong

-Park Chanyeol

Disclaimer     : Annyeong haseyo, ff ini dari aku alias murni dari dalam pikiran anak 12 tahun:# ff ini twoshoot dan aku sudah menyelesaikan chapter 2 nya semakin banyak yang kasih kritik dan saran di comment semakin cepet bakalan aku publish, don’t be a silent readers, please give me your respect,advice and commandJ. DO NOT PLAGIARISM!

Summary       : Oh sehun, pria yang mencintai gadis bernama Jung hyeri begitu pula dengan gadis itu tetapi hubungan mereka berdua harus kandas di tengah jalan tanpa alsan yang jelas, semuanya berubah oh sehun namja yang dulu hangat sekarang berubah menjadi namja dingin tak berperasaan dan mengacaukan segalanya, apakah semua kekacuan ini perlahan lahan akan membaik atau bahkan lebih buruk?

Sehun POV

Disinilah aku sekarang di tengah tengah salju yang membekukan kurapatkan jaketku bersamaan dengan keluarnya asap asap mengepul dari dalam hidungku, kupandangi lingkungan sekitar dan melihat seorang gadis berparas cantik memakai syal berwarna peach yang dipadukan dengan sweater tebal berwarna pastel yang membuatnya terlihat sempurna.

Seperti biasa aku menyambutnya dengan senyuman hangatku dan biasanya ia akan membalasnya dengan senyuman hangat menawannya tetapi kali ini berbeda ia menyambut tatapanku dengan tatapan dingin dan tajam “ada apa dengannya?” batinku

“oppa, sebaiknya kita menghangatkan tubuh kita di cafe itu terlebih dahulu, sangat tidak memungkinan jika kita berbicara disini” jawabnya dengan datar. Aku hanya bisa mengangguk menuruti perkataanya.

Bukan,Ini bukan hyeri yang ku kenal ia berbeda. Ya, namanya adalah Jung Hye Ri gadis yang menjalin hubungan bersamaku 2 tahun terakhir ini, gadis yang membuatku merasakan apa arti jatuh cinta dan juga satu satunya gadis yang membuatku bertekuk lutut hanya kepadanya.

“apa yang ingin kau bicarakan hyeri-ah?” tanyaku yang sontak membuatnya melirik ke arahku, mata kami bertemu aku menemukan suatu kesalahan di tatapan matanya suatu keraguan yang membuatku bertanya tanya apa sebenarnya yang ada di pikirannya.

“aku ingin kita berpisah!” ia melirik tajam kearahku. Mataku membulat aku mematung mencoba mencerna maksud perkataanya barusan.

“k…kau pasti bercanda kan? Itu tidak lucu hyeri-ah” ucapku mecoba tertawa aku menatap matanya tetapi aku tidak menemukan kebenaran bahwa ia sedang memainkan lelucon. “aku serius oppa” jawabnya tajam.

“w.. wae? Apakah ini karena aku sering mengabaikanmu? Atau aku tidak seromantis seperti nam…”.

“oppa”

“namja lain yang kau harapkan? Aku janji aku ak..”

“oppa”

“aku akan berubah hyeri aku mo..”

“aku menemukan orang lain oh sehun! dan aku akan segera menikah, apakah alasan itu tidak cukup?” ucapnya memotong pembicaraanku dengan nada tinggi yang membuat semua pengunjung cafe melirik ke arah kami berdua.

Ia berdiri dan beranjak dari cafe, aku meninggalkan beberapa lembar won diatas meja cafe tersebut dan segera berlari mengejarnya

GREP

Aku menggapai tangannya, ia mencoba memberontak tetapi tenaganya tak sebanding dengan tenagaku.

“Nugu? Apakah aku mengenalnya?” Sahutku.

Hyeri POV

“ya Tuhan berikan aku kekuatan untuk meninggalkannya, aku mungkin tak akan sanggup”

“aku ingin kita berpisah!” seruku dengan tajam dan tegas. “ku mohon jangan mengeluarkan tatapan sendu mu itu oh sehun, itu akan membuatku lebih sulit untuk melepasmu.”

“k…kau pasti bercanda kan? Itu tidak lucu hyeri-ah”. “aku juga sangat mengharapkan itu adalah sebuah candaan konyol tetapi kenyataan berbanding terbalik dengan apa yang kita harapkan.”

“w.. wae? Apakah ini karena aku sering mengabaikanmu? Atau aku tidak seromantis seperti namja la…”. “anni, aku tidak pernah merasa kau pernah mengabaikanku meskipun hanya sedetik saja.”

“oppa”. “aku mohon hentikan sehun”

“namja lain yang kau harapkan? Aku janji aku ak..” “kau sudah lebih dari cukup oh sehun tidak ada yang perlu kau janjikan.”

“oppa”. “cukup oh sehun jangan mebuatku tersakiti lebih dalam”

“aku akan berubah hyeri aku mo..”. “tidak, kau tidak perlu merubah apapun bagiku kau sudah lebih dari kata sempurna”

“aku menemukan orang lain oh sehun! dan aku akan segera menikah, apakah alasan itu kurang jelas untukmu?”. “jebal. Aku tidak ingin mengeluarkan air mataku sekarang, seseorang aku mohon tolong aku”.

Aku segera beranjak keluar dari cafe tersebut.

GREP

Seseorang menahan tanganku, aku mengetahui siapa pemilik tangan kekar ini tangan yang akan selalu ku rindukan, tangan yang selalu merengkuhku, tangan yang selalu menenangkanku, tangan yang selalu mencengkram bahu dan lenganku aku akan merindukannya bahkan sangat sangat merindukannya. Tidak! Aku tidak boleh seperti ini aku memberontak untuk melepaskan cengkramannya dari lenganku tetapi apa daya tubuhnya jauh lebih kuat dibandingkan tubuhku.

“Nugu? Apakah aku mengenalnya?” bahkan lelaki itu tidaklah nyata oh sehun.

Anniyo, dan aku harap kau tidak mencoba untuk mengenalnya ataupun mencarinya sehun-ssi” maafkan aku oppa.

“sehun-ssi? apa maksud semua ini? Aku tidak mengerti maksudmu hyeri” tanyanya dengan penuh pertanyaan.

aku berbalik dan menatapnya, tatapan sendu yang membuatku tidak sanggup meninggalkannya, dan akhirnya dengan adanya kesempatan,ku tepis keras tangannya

“aku akan menikah oh sehun! tinggalkan dan lupakanlah aku, ingatlah aku sebagai orang yang selalu membencimu dan dengan begitu kau akan segera membenciku juga”

aku berbalik bermaksud pergi dan seketika gagal setelah mendengar sebuah suara yang berhasil membuatku mematung.

“tapi aku mencintaimu jung hyeri, membencimu adalah sebuah hal yang mustahil untuk dilakukan.” Jawabnya menunduk dengan suara yang kecil sangat kecil bahkan hampir seperti bisikan ntetapi aku masih bisa mendengarnya.

“begitu juga denganku oh sehun mencoba menghapus namamu dalam hatiku adalah hal terberat yang pernah kulakukan di sepanjang hidupku.”

aku menghela nafas panjang yang membuat embun embun dingin keluar dari dalam hidung dan mulutku.

kau mencintaiku bukan? Cobalah melupakanku dan carilah gadis lain yang jauh lebih baik dariku, aku tidak pantas untuk dicintai oh sehun dan jika kau benar benar ingin menunjukkan bahwa kau sunguh sungguh mencintaiku lakukanlah hal itu untukku hanya untukku bukan untuk orang lain dengan itu aku akan mencintaimu juga jauh di dalam lubuk hatiku.” Aku berbicara memunggunginya bermaksud menyembunyikan air mata yang sudah mengalir deras di kedua pipiku dan kemudian beranjak pergi meninggalkannya sendirian di tengah tengah keramaian

Menangis,menyesal,sesak dan melegakan.

Itulah yang kurasakan sekarang,

Berhentilah menangis, itu membuatku tersakiti. Ia menangis disana di bangku taman yang penuh dengan air, hujan deras yang sekarang berhasil mengguyur seluruh tubuhnya, aku ingin memeluknya tetapi aku sudah tidak mempunyai hak apapun untuk melakukan hal itu.

Tidak. Aku tidak pergi dari sana aku hanya berdiri di balik pepohonan menatap namja yang kucintai dalam keadaan mengenaskan hidungnya memerah,matanya menjadi sembab hitam,bibirnya membiru,semua pakaiannya basah.

Sakit. Hatiku sakit melihatnya seperti ini terlebih lagi ia menangis karenaku bahkan aku tidak memberi taunya alasan yang sebenarnya mengapa aku memutuskannya.

Tuhan memang berkehendak lain atas diriku sehingga sekarang aku di diagnosa memiliki kanker otak stadium akhir, penyakit itulah yang membuatku harus selalu mengikuti berbagai macam terapi menyakitkan ditambah lagi dengan harusnya aku meninggalkan sehun yang bahkan berkali kali lipat lebih menyakitkan dibandingkan kemoterapi-kemoterapi tersebut.

Tidak banyak orang yang mengetahui penyakitku yang mematikan ini, orang tua? Mereka adalah orang pertama yang mengetahuinya, aku hanya memberi tahu orang orang terdekatku saja seperti chanyeol oppa ia adalah oppa kandungku sekaligus tempatku mencurahkan semua isi hatiku dan yang tak lain dan tak bukan adalah kedua sahabat terbaikku shinhyeong dan hyosun aku menghabiskan hampir separuh hidupku bersama mereka.

Semua dokter yang menanganiku mengatakan bahwa hidupku tak akan lebih dari 6 bulan, entahlah aku juga tak yakin karena dokter tak bisa menentukan hidupku tetapi bukan berarti aku tidak mempercayainya, yang bisa kulakukan sekarang adalah pasrah kepada sang pencipta.

Author POV

Semenjak kejadian hari itu sehun yang tadinya adalah anak rajin,ramah dan pintar, sekarang ia berlawanan dengan semua itu ia bukan lagi pria dengan julukan “school favourite” atau “The perfect man”

Ia menjadi namja dingin tak berperasaan bahkan ia selalu mempermainkan perasaan wanita yang ia temui, tidak ada lagi sehun yang ramah dan tidak ada lagi sehun yang hangat seperti dulu.

 dan semenjak kejadian itu 2 bulan sudah sehun tidak pernah melihat batang hidung hyeri lagi di sekolahnya ada yang berkata hyeri pindah dan ada juga yang berkata bahwa hyeri mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.

Entahlah sehun sudah tidak peduli dengannya walaupun perasaannya masih sepenuhnya untuk yeoja itu, ia hanya mencoba melupakannya seperti yang gadis itu katakan kepadanya terakhir kali.

Aku merindukanmu. aku rindu disaat kau menggenggam tanganku aku rindu kau yang selalu memperhatikan keadaanku aku rindu kau yang selalu mencoba menghiburku disaat aku bersedih aku merindukanmu hyeri, aku menyayangimu.

Itulah perkataan yang selalu ada di benak sehun 2 bulan terakhir ini, sering kali ia merasakannya tetapi sekuat tenaga ia menepis jauh jauh perasaan itu, ia khawatir akan jatuh lebih dalam lagi.

Hyeri POV

Aku merindukanmu oppa. Batinku dalam hati, sudah 2 bulan terakhir ini aku tidak lagi melihatnya semenjak kejadian hari itu hari dimana semangat hidupku semakin berkurang. Tentu saja aku tidak pernah melihatnya lagi setelah kejadian itu keesokan harinya aku harus dirawat di rumah sakit untuk menjalani pengobatan intensif.

Tetapi aku rasa semua pengobatan ini sangatlah tidak berguna dan hanya menghambur hamburkan uang yang ada, toh pengobatan ini tidak bisa menyembuhkan atau memperlama hidupku obat obatan ini hanya membuat diriku semakin terlihat lemah dihadapan orang lain.

Bosan. Itu yang kurasakan sekarang terlebih lagi tidak ada satu orang pun yang datang menjengukku bahkan kemungkinan besar orang tuaku tidak mengingat diriku dan keadaanku, mereka hanya mementingkan pekerjaannya saja, chanyeol oppa? ia ditugaskan untuk mengikuti seminar keluar kota selama 2 minggu, sedangkan shin hyeong sedang mengunjungi pamannya yang berada di jeju .

Dan hyo sun? Ia bahkan hanya mengunjungiku sekali, entahlah beberapa hari setelah tragedi putusnya aku dengan sehun ia menjadi sedikit aneh dan menghindar dariku, aku mengkhawatirkannya. Aku ingin mengunjunginya tetapi dengan keadaanku yang seperti ini aku dilarang untuk pergi kemanapun.

Aku menunjukkan deretan gigi putihku setelah mendengar kabar menggembirakan yang keluar dari mulut dokter yang menanganiku 2 bulan terakhir ini, akhirnya aku diberikan ijin untuk keluar dari neraka ini selama beberapa hari.

 Segera setelah aku mendapat kabar itu aku bergegas pergi ke tempat yang sangat ku rindukan yaitu taman, tempat yang menyimpan berbagai macam kenangan indahku bersama sehun dulu.

FLASHBACK ON

Hyeri POV

“yak Oppa! tunggu aku” teriakku dengan nafas yang terengah engah.

“cepatlah chagi, kau terlalu lamban kita bisa tertinggal” jawabnya dan kemudian berlari meninggalkanku.

“Op..”

BRUK

Aku jatuh tersungkur di taman yang mengakibatkan keluarnya darah segar dari dalam lututku.

“aw.. appo” teriakku.

“oppa…. oppaaaaa…… sehun oppa…. OH SEHUN…. hiks hiks” aku berteriak memanggilnya sambil menangis. Tidak, bukan karena luka ini penyebab aku menangis, hanya saja aku kecewa mengetahui ia meninggalkanku di taman yang gelap sendirian dengan keadaan seperti ini ia lebih memilih bersama gerombolan temannya temannya ketimbang bersamaku.

Aku meringis kecil saat mencoba berdiri,aku tidak bisa, lututku terlalu lemah untuk berdiri disaat aku akan segera merasakan rasanya jatuh kedua kali di tanah tiba tiba ada 2 tangan kekar yang menahan pinggangku dan aku merasa ada benda basah yang menempel di bibirku.

Sontak mataku membulat mengetahui siapa orang yang mencium bibirku dan menahan pinggangku, ia adalah sehun, OH SEHUN pria yang meninggalkanku tadi. Syukurlah ia hanya menciumnya tidak melumatnya.

Kakiku bergetar disaat ia menggerakan tangannya dan menghapus sisa air mata di kedua sisi mataku, ia menghentikan kegiatan menciumnya dan mengarahkan bibirnya ke telingaku.

Aku menutup mataku saat merasakan suara rendahnya membisikkan sesuatu di telingaku.

“mianhae, kumohon jangan menangis. Aku disini, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Tidak akan pernah.”

Perkataannya sontak membuat bibirku tertarik ke atas membentuk suatu senyuman

“terima kasih, saranghae oh sehun” ucapku kemudian mengecup kilat bibirnya

Ia tersenyum kearahku, aku mengalihkan pandanganku mencoba menyembunyikan rona merah di kedua pipiku.

“nado saranghae jung hye ri” jawabnya kepadaku.

“kajja naik ke punggungku, jangan memaksakannya jika memang lutumu sakit” tawarnya sambil membungkuk.

“jinjja? Aku tidak ingin merepotkanmu oppa”.

“gwaenchana, naiklah ke punggungku sekarang chagi”.

Akhirnya aku menaiki punggungnya, ia mengangkatku dan mengantarkanku sampai ke rumah aku sempat bertanya apakah ia baik baik saja, ia menjawabnya dengan yakin bahwa ia baik baik saja segera setelah aku memasuki rumah, aku mengintip kearah jendela dan melihatnya memegangi punggungnya,aku tau kau berbohong hihi saranghae oh sehun. Batinku dalam hati.”

FLASHBAK OFF

Hyeri POV

Aku tersenyum mengingat kenanganku di tempat ini bersama sehun dulu, tetapi tempat ini jugalah yang menjadi saksi bisu kandasnya hubunganku dengan sehun.

Aku mengitari pemandangan sekitar dan dia. Aku menemukan dia-oh sehun bersama seorang gadis yamg parasnya sangat familiar di mataku.

Aku menyipitkan mataku untuk melihat lebih jelas siapa gadis itu.

Aku menutup mulutku setelah melihat bahwa gadis yang bersama sehun sekarang adalah sahabatku hyo sun, tetapi apa yang dilakukannya bersama sehun? Terlebih lagi ia menangis sambil memukuli dada sehun, aku melihat sehun menatapnya dengan tatapan rendah dan tajam.

Satu hal lagi, Hyo sun memegang satu benda kecil di tangannya dan menunjukannya kepada sehun berkali kali sambil menangis

Aku sontak membulatkan mataku setelah menyadari apa benda yang ia pegang.

Alat tes kehamilan?

TBC

33 pemikiran pada “Hard To tell (Chapter 1/2)

  1. Hyo sun hamil!!!?? Wah mengerikan…
    Tapi ceritanya bagus kok, drama banget.. Ntar hyeri mati ya? #Plakkkk *dikeplak author* hehehe
    Pkoknya keren, drama, itu yg nunjukin ff ni..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s