Tears Fallin, After You Leave Me (Chapter 2)

Tears Fallin, After You Leave Me. (Phoster)

Judul                : Tears Fallin, After You Leave Me (Chapter 2)

Author             :  Rezita Alfira

Genre              : Romance&Sad. (Little bit comedy?)

Length             : Chapter 2 – Chapter…

Casts                : Park Chanyeol (EXO-K) Choi Jinri a.k.a Sulli F(x)

Other Casts     : SHINee’s Choi Minho (Jinri&SooJung’s Oppa)

F(x)’s Jung SooJung (Minho&Jinri’s Yeodongsaeng)

Rating              : PG

Annyeong, readers!^^

Kembali dengan chapter 2 yang jaraknya agak lama dari chapter 1 karena otakku mandet hahaha. Semoga kalian suka ya, di chapter ini, udah mulai menegang karena aku ‘put the cronology’ di chapter ini. Penyakitnya si Jinri udah keliatan gitu, udah mulai jelas. Dan muncul juga nih Sehun dan Jongin!  Jadi ayo baca hehe^^. Enjoy reading, readers!^^

“Kau ini sebenarnya mimisan karena berinteraksi dengan Park Chanyeol atau…”

“Yya! Aku ini memang benar benar berlari tadi…mungkin terlalu lelah dan jadilah seperti ini…” SooJung mengangguk mengerti, namun hening beberapa saat diantara kedua bersaudara ini.

“Aku…tidak ingin kau sakit terus menerus jadi berhentilah keras kepala dan jangan melanggar aturan kesehatanmu yang sudah ada” ujar SooJung sambil menundukkan kepalanya.

SooJung dan Jinri masih berada di ruang kesehatan karena kejadian Jinri mimisan di lapangan belakang tadi.

“Aniya, ini akan baik baik saja, eoh? Kau ini…”

“Aku serius…Choi Jinri”

“Yayaya, kapan kau akan memanggilku eonni?”

“Hmm…molla, bahkan umur kita hanya beda beberapa hari” tukas SooJung.

Ya, jika dilihat secara biologis, Jinri dan SooJung adalah saudara kembar tetapi tidak identik. Tetapi entah mukjizat apa yang membiarkan Jinri terlahir ke dunia ini lebih dulu daripada SooJung. Entahlah, semua pun tidak mengerti. Jadi jika orang lain bertanya, mereka hanya akan menjawab “kembar tetapi tidak identik” itulah kira kira jawaban mereka.

(mian, author lupa ngasih tau soal Jinri dan SooJung yang ini di chapter 1 hehehe, mohon dimaafkan, author lupa sekali. *bow* J)

“kau sudah merasa lebih baik? Ayo kembali ke kelas dan pulang, kajja kajja” SooJung menggandeng tangan eonninya itu dan Jinri pun mengangguk tersenyum.

“Kita dijemput oppa atau Yoon Ahjussi?” tanya SooJung kepada Jinri.

“Ah iya aku lupa, aku keluar kelas sebentar ya menelpon Oppa, disini sinyalnya sangat sulit, ckckck” ujar Jinri dan SooJung pun mengangguk.

“Keurrae, aku tunggu di kelas saja, cepatlah menelpon nya” Jinri mengangguk.

Jinri pun keluar dari kelas untuk mencari sinyal. karena sekarang, dia ingin menelpon Oppa nya, ya, Minho.

“Yeoboseo..ah Oppa…aku dan Soojung akan dijemput dengan siapa? Ah geurom…ne…Oppa yang akan meneleponnya? Keurrae? Gomawo opppa! Aku tutup teleponnya…bye!”

BIP

Sambungan telepon antara Jinri dan Oppa nya pun terputus. Jinri pun melangkahkan kedua kakinya untuk kembali menuju kelasnya dan memberi tahu SooJung apa yang ia bicarakan dengan Oppa nya. Berjalan di lorong yang ramai, karena baru beberapa menit yang lalu, bel pulang sekolah di deringkan. Ya walaupun tidak ada kegiatan belajar dan mengajar, tetap saja, waktu pulang tidak di percepat ataupun di perlambat.

“Choi Jinri!” sumber suara yang mampu kedua telinga Jinri tangkap saat dirinya sedang berjalan di lorong yang ramai ini. Jinri pun menolehkan kepalanya ke asal sumber suara…

“Ah Chanyeol-ssi, wae…geurrae?” ternyata Chanyeol lah yang memanggil Jinri di lorong itu. Sekarang Chanyeol tepat dihadapan Jinri, sambil mengatur nafasnya yang tidak stabil karena baru saja mengejar Jinri.

“Jadi alasanmu kembali ke kelas cukup lama karena ditahan oleh Chanyeol di lorong? Whoa whoa…daebak..” SooJung mengacungkan ibu jarinya kedepan wajah Jinri.

“Ya…begitulah, bukan ditahan hanya…”

“Mwo?”

“Dia memintaku untuk menemaninya latihan baseball sepulang sekolah besok…kekeke” ujar Jinri sambil memeluk guling kesayangannya.

Ya, sekarang Jinri dan SooJung sudah berada di rumah, sudah menyelesaikan tugas mereka sebagai seorang pelajar di sekolah, dan inilah yang selalu dilakukan Jinri dan SooJung, bercerita tentang satu sama lain di atas tempat tidur sambil memeluk guling yang mereka sayangi masing masing. Di malam yang dingin ini.

“AH JINJJA?”

FLASHBACK ON

Chanyeol mengatur nafasnya yang tidak stabil karena baru saja mengejar Jinri, gadis yang perdana hari ini ia sukai.

“Aniya…eumm hanya ingin mengajakmu ke..”

“Eodi?” Jinri kembali bertanya.

“Kau ingin menemani ku latihan baseball setelah pulang sekolah besok?”

Jinri mengerutkan dahinya tidak percaya, dia, Choi Jinri, diminta oleh seorang Park Chanyeol untuk menemani nya berlatih baseball.

“Bolehkah?”

“Bahkan aku yang mengajakmu, jadi…kau mau?” Jinri mengangguk cepat.

“Dan…bolehkah aku meminta nomor dari benda itu?” Chanyeol menunjuk ke ponsel Jinri yang sedang Jinri genggam di tangan kanannya.

“Nomor ponsel? Hahaha, keurrae” Jinri dan Chanyeol pun bertukar nomor ponsel masing masing..

“nanti aku telepon atau sms  ya! hehe jangan telat, sepulang sekolah, ne?” Ujar Chanyeol dengan jari kelingkingnya, dan Jinri pun mengaitkan jari kelingkingnya di kelingking Chanyeol. Tersenyum.

FLASHBACK OFF

SooJung masih membulatkan matanya tidak percaya mendengar cerita dari eonni nya itu.

Kegiatan ‘saling curhat’ mereka terhenti saat ada yang mengetuk pintu kamar mereka berdua.

“Ini Oppa” suara dari luar pintu terdengar di telinga kedua gadis cantik itu.

“Masuklah Oppa” Jinri berbicara agak kencang agar terdengar oleh Oppa nya.

Minho pun masuk ke kamar Jinri dan SooJung, tanpa basa basi, langsung Minho membuka pembicaraan.

“SooJung, ada tamu dibawah mencari mu”

“Jinjja? Nugu? Malam malam begini?” lagi lagi SooJung mebulatkan matanya..

“Hm…ada 2 nam..”

“KIM JONGIN! OH SEHUN! AH JEONGMAL” Belum selesai Minho berbicara, SooJung sudah berteriak seperti orang yang sedang terasuk setan, menyambar jaket hoodie nya dan memakai nya, berlari turun ke lantai bawah.

Jinri dan Minho pun tertawa melihat yeodongsaengnya itu, sifat SooJung memang begitu, rewel dan pecicilan, berbeda dengan Jinri yang…sebenarnya Jinri adalah gadis yang aktif sama seperti SooJung, hanya saja, penyakit bernama Leukimia itu melarangnya untuk menjadi gadis yang aktif.

“uhuk…uhuk…” Jinri tiba tiba terbatuk dan mengagetkan Oppa nya yang sedang duduk diujung kasurnya.

“gwenchanayo?” tanya Minho sambil memegang pundak Jinri.

“Neo gwenchana…”

“Wajahmu itu sangat pucat Jinri..kau kedinginan?”

“Ani Oppa, neo gwenchana, jinjja.”

Minho yang mendengar perkataan Yeodongsaeng nya itu dengan sangat yakin, meyakinkan hatinya kalau yeodongsaengnya ini benar benar tidak apa. Tidak ada hal aneh atau buruk yang akan terjadi.

“Aish Jinjja…yya! Oh Sehun! Kim Jongin! Eish…kalian ini seperti batu atau bagaimana? Keras kepala sekali, kan sudah aku jelaskan jangan pernah main kerumahku atau mampir kerumahku pada malam hari begini…” omel SooJung saat bertemu dengan Sehun dan Jongin, kedua namja yang mengejar ngejar SooJung.

Sehun dan Jongin masih ada di depan pintu, SooJung pun tidak terfikir untuk membawa mereka masuk ke dalam dan menjamu mereka selayaknya tamu.

“Aku mencintaimu SooJung. Jadila yeojachinguku” Ujar Sehun.

“SooJung-aah, mianhe, sebenarnya aku hanya jahil mendekatimu, jadi…ya maafkan aku. Dan besok aku akan pindah ke Thailand, jadi aku ingin mengucapkan salam perpisahan” Ujar Jongin.

SooJung membulatkan matanya karena mendengar ucapan dari kedua namja yang sekarang ada di depannya ini. Yang satu menyatakan cintanya, yang satu lagi…

“Jeongmal? Ah aniya, gwenchana, aku memang sudah merasakannya dari pertama kau mendekati ku, dan besok kau akan pindah? Melanjutkan sekolah mu disana?” Jongin mengangguk

“Keurrae, berhati hatilah, jaga kesehatan dan semoga sukses, jika kembali kesini, sudah menjadi orang penting, kekeke…” SooJung memang sangat pemaaf.

“Ah dan…kau, Oh Sehun? Jeongmal?” Sehun juga mengangguk mendengar perkataan SooJung seperti Jongin yang tadi juga mengangguk.

“Hm…keurrae, masuklah dulu, makan malam bersama keluarga ku.” Jongin dan Sehun masih terpaku mendengar ucapan SooJung.

“Kalian tuli? Ckck, kalian berdua, Kim Jongin, Oh Sehun, masuk lah kedalam rumahku, kajja kita makan malam bersama.”.

Disisi lain, Jinri baru saja selesai membilas tubuhnya. Karena malas yang melanda otaknya, jadi, tadi sore, Jinri belum membilas tubuhnya. Karena merasa tidak nyaman, barulah jam 7 malam ini dia membilas tubuhnya.

“banyak sekali rambutku yang rontok” ujar Jinri kepada dirinya sendiri saat ia menyisir rambutnya yang baru saja ia keramas. Yang pasti, lebih dari 5 helai rambut Jinri yang rontok dan berjatuhan di lantai kamarnya.

Agak sedikit aneh dengan rambutnya yang banyak rontok. Tetapi Jinri tidak mau berfikiran negatif bahwa kejadian rambutnya rontok ada hubungannya dengan penyakitnya.

“Aniya.” Gumam Jinri.

Lalu setelah pakaian, Jinri keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai bawah untuk menyantap makan malam.

“Jinri! Sini!” saat Jinri turun dari tangga, Minho dan SooJung bersamaan menyuruh Jinri untuk datang ke ruang makan. Dan Jinri pun mengikuti itu.

“Eh?”

“Jinri annyeong” sapa dari Jongin dan Sehun yang sudah duduk manis di kursi meja makan disebelah SooJung. Di meja makan sudah lengkap, ada Appa, Eomma, Minho, SooJung sekaligus Sehun dan Jongin.

“Whoaa, sejak kapan kalian ada disini? Keurrae, ayo kita makan hehe”

Lalu semuanya pun ikut menyantap makanannya. Makan malam yang disiapkan oleh eomma Jinri untuk semuanya.

“Jadi, dari Sehun dan Jongin, siapa yang sebenarnya namjachingu dari SooJung?” pertanyaan dari Appa membuat semuanya membulatkan mata. Sementara itu, Jongin dan SooJung menendang kaki Sehun bersamaan dari bawah meja.

“Ah..aku ahjussi, hehe” semuanya pun ikut tersenyum mendengar pernyataan yang dibuat oleh Sehun. Entah kenapa, Sehun masih bingung kenapa SooJung dan Jongin menendang kakinya tadi. Apakah artinya…SooJung menerima perasaan Sehun?

“Sudah berapa lama menjalin hubungannya? Kau..banyak bersabar ya menjadi namjachingu dari seorang Choi SooJung.” Tukas Minho yang membuat semuanya tertawa, tapi Sehun tidak lupa menjawab pertanyaan Minho.

“Ber…berapa lama? Sekitar…ahh pasangan baru. Hehe”

“Jadi, Jongin? Kau?” pertanyaan yang dianjurkan Jinri mampu membuat suasana menjadi hening.

“Aniya, aku tidak mendekati SooJung, aku membantu proses pendekatan SooJung dan Sehun saja” Jongin menjawab jujur, lalu yang lain mengangguk mengerti.

“Kalau anak perempuan eomma yang bernama Jinri, bagaimana namjachingunya?”

“Bukankah Jinri sudah menjalin hubungan dengan Chanyeol, ahjumma?”

Semua kaget mendengar perkataan Sehun yang menjawab pertanyaan yang dianjurkan eomma Jinri. Termasuk Jinri, dia juga kaget mendengar perkataan Sehun barusan.

“Chanyeol? Nugu? Jinri tidak pernah bercerita”

“Park Chanyeol? Astaga, bahkan aku baru hari ini berkenalan dengannya, Sehun.”

“Aniya….Chanyeol, aku dan Sehun kan sekelas. Dia menceritakan bahwa dia sudah mempunyai yeojachingu, yaitu kau.” Tukas Jongin disertai dengan anggukan dikepala Sehun.

Minho, SooJung, Appa dan Eomma Jinri, semua tersenyum melihat kesalahpahaman ini.

“Menceritakan?…”

FLASHBACK ON

Chanyeol berjalan di koridor sambil tersenyum, tersenyum tanpa sebab, eh, sebenarnya ada sebabnya. Karena dia baru saja merasakan, datangnya cinta pada pandangan pertama. Choi Jinri, Chanyeol baru saja menyadari bahwa dia mencintai Jinri pada pandangan pertama.

Dihati Chanyeol, Jinri berbeda dengan yang lain. Entah apa alasannya, tapi Chanyeol dapat merasakan bahwa Jinri berbeda. Dia tidak seperti banyak yeoja lainnya yang mendekati Chanyeol hanya untuk mencari popularitas.

“Yya! Oh Sehun! Kim Jongin!”

“Ah wae?” jawaban dengan nada malas yang dilanturkan oleh Sehun dan Jongin.

Chanyeol berlari kecil masuk ke dalam kelas dan langsung menghampiri kedua sahabatnya itu yang sedang duduk berbincang.

“Aku mempunyai yeojachingu!”

“Jinjja? Nugu?”

“Choi Jinri. Cantik” Chanyeol melengkungkan senyuman manisnya di akhir kata.

“Kakak dari yeoja yang juga kami incar?”

“Ahh SooJung itu adiknya Jinri? Sama sama cantik” dan sukses, Chanyeol mendapat jitakan double dari Jongin dan Sehun karena Chanyeol baru saja secara tidak langsung merayu SooJung.

“Chukkae, kau harus mentraktirku…ramyun kari di kantin”

“Hm…aku mau, ttoboki” ujar Jongin menambahkan. Chanyeol pun mengangguk.

“Ambilah, nanti aku yang bayar.”

Ketiga sahabat itu pun langsung menuju ke kantin yang ada di sekolah mereka. Membeli makanan yang diinginkan Jongin dan Sehun dan berujung Chanyeol yang membayar. Chanyeol memang baik hati.

FLASHBACK OFF

“Jinjja?” Jinri kaget setelah mendengar cerita dari Sehun dan Jongin, kedua namja itu mengangguk mengiyakan.

“Cieeee, yya! Jinri! Kau ini keren sekali” SooJung menggoda Jinri, dan semuanya pun ikut tertawa melihat kelakuan kedua kakak beradik itu.

“ayo lanjutkan makannya, nanti kita bercerita lagi di ruang ta..” belum selesai Minho berbicara…

“Uhuk..uhuk..” terpotong dengan suara batuk dari Jinri yang berhasil membuat semuanya menoleh ke arah Jinri.

Jinri terus batuk, sambil tangannya menutupi mulutnya. Setelah batuknya mereda, Jinri membuka kembali telapak tangannya dan…

“Astaga, Jinri!”  banyak darah sudah mengotori baju Jinri dan juga tangan Jinri.

Jinri batuk darah. Belum pernah hal ini terjadi selama Jinri mengidap penyakit Leukimia. Wajah Jinri semakin pucat, batuk yang kembali mulai lagi sambil terus mengeluarkan darah. Soojung dan Minho dengan cepat membopong tubuh Jinri, keluar dari ruang makan dan membawanya ke atas, ke kamar Jinri dan SooJung. Jongin dan Sehun pun ikut membantu.

“Kita bawa ke rumah sakit saja, Appa akan menyalakan mesin mobil dulu, siapkanlah administrasi dan surat surat dokter yang Jinri butuhkan di rumah sakit nanti. SooJung tolong bantu Jinri mengganti pakaiannya. Minho, ayo ikut Appa menyalakan mobil. Jongin dan Sehun…bisa tolong bantu membawa perlengkapan Jinri?”

“Ah ne ahjusii..” jawab Jongin dan Sehun bersamaan. Lalu semuanya berpencar seperti apa yang sudah dikatakan Appa Jinri. Sementara itu, Jinri masih terus batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

Semuanya sudah siap ke rumah sakit, Jinri sudah masuk ke dalam mobil.

“Jongin, Sehun, kalian pulang saja ya, tidak usah ikut ke rumah sakit. Nanti aku akan ceritakan semuanya kepada kalian tentang Jinri.” Sehun dan Jongin pun mengangguk…

“Ah..Sehun, aku benar benar menerima cintamu, dan Jongin, semoga yang terbaik untukmu di Thailand nanti.”

Chu~

Chu~

Ciuman pertama yang didaratkan di pipi kanan Jongin dan ciuman kedua yang didaratkan SooJung untuk Sehun di bibir namja itu. keduanya membulatkan mata.

“Aku harus pergi ke rumah sakit dulu ya, Bye! Ah, jangan lupa sampaikan kepada pembantu rumah ku yang ada di dalam ya agar mengunci pintu saat kalian pulang, dan kalian lekaslah pulang. Annyeong!” SooJung langsung lari dari dalam rumah menuju pintu mobil. Sehun dan Jongin yang masih terpaku dibuat SooJung…

“Setidaknya, kau mendapat di pipi.” Jongin tertawa setelah mendengar perkataan Sehun dan memukul pundak Sehun pelan.

“Chukkae.”

TBC

Gimana!!!?!?!?!?!?!?! Serukah? Membosankan kah? Hehehe, ditunggu comment dan chapter 3 nya ya?!?!?!?! Gomawo chingu!^^

Iklan

Satu pemikiran pada “Tears Fallin, After You Leave Me (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s