Dear, Lil’ Dear (Chapter 1)

1394162478980

Dear, Lil’ Deer (The 1st page)

By: eishiefkaa

|| Cast: Luhan, Im Yoona || Genre: Romance || Rating: T || Length: Chaptered||

Sebelum baca chapter 1 ini, sebaiknya baca prolog-nya dulu^^ Dan sekali lagi, seluruh cast di sini bukan milik saya. Enjoy:)

_______________________

“Yoona! Lihat-lihat! Aku lulus audisi SM Beijing!Kelak aku dapat sehebat Yoona, kan?Aku dapat menggapai-mu, kan?”

Rusa kecil yang selalu melapor dengan semangat itu… dia kemanakan senyum polosnya yang dulu?

_____________

CHAPTER ONE-His Kiss at 5AM

Angin musim dingin terasa begitu menusuk, menerpa tapak kakiku yang terburu melangkah. Salju bahkan tak bersahabat, iamelebat tanpa pandang bulu. Gigil dingin dapat kurasakan menembus sela-sela piyama tipis yang masih kukenakan bersama selembar coat.Meski demikian, tetap sigap kuperhatikan setiap jarum menit pada penilik waktuku bergerak.Aish, aku sudah lalai setengah jam dari batas perjanjian.Bagaimana jika namja itu marah padaku?

Tring-Tring~

Kutatap layar ponselku yang menerima pesan masuk darinya.Lekas, pesan tersebut kubuka.

From: Seung Gi-Oppa<3

Yoona-ah, gwenchanayo?Kau lupa hari ini kita ke SME bareng?

Dengan kuat kugelengkan kepalaku. Aku sama sekali tidak lupa.Hari ini-punkubiarkan alarm ku bekerja lebih awal.Namun, bagaimana caraku menjelaskan insiden yang menimpaku pagi ini kepada Oppa?Jika bisa, aku tak ingin membuat alasan tak masuk akal dan berbohong kepadanya.

To: Seung Gi-Oppa<3

Mianhae, Oppaa>_< ada sedikit masalah pagi ini… Sebentar lagi aku sampai di taman, kok^^

Dengan gugup kutekan tombol send, berharap ia masih menungguku di sana. Taman yang kumaksud adalah lapangan anak yang jaraknya tak terlampau jauh dengan apartement-ku dan rumah Seung Gi-Oppa.Tadinya kami bermaksud bertemu dan berangkat bersama menuju SM agensi dengan berjogging.Sebab, di libur musim dingin seperti ini, hanya beberapa pekerja yang beraktivitas di pagi hari, memungkinkan kami aman dari para penggemar. Namun, kedatangan sang rusa di rumahku itu benar-benar di luar perkiraan. Terlebih sikapnya yang berubah dalam kurun 3 tahun. Mengapa iabegitu mudahnya menciu… ah, lupakan. Rusa itu pasti hanya salah mengartikan rasa suka-nya.Yap, pasti.

Tring-tring~

Bunyi ponsel mengejutkan-ku, membawa pikiranku kembali ke alam sadar. Kubuka pesan yang tertera nama Seung Gi-Oppa di sana. Seketika, raut wajahku berubah kecewa.

From: Seung Gi-Oppa<3

Mian, Yoona… Manager datang menjemputku, jadi aku berangkat duluan. Kau juga minta diantar saja, ne?Nanti kutunggu di practice room. Annyeong^^

Langkah kaki kuterhenti.Kuhelakan nafas panjang yang sudah berhembus putih.Sesungguhnya, aku sangat menantikan hari ini, di mana di jadwal yang padat, aku dan Oppa masih bisa berangkat bersama.Lagipula, mustahil setelah ini ia akan menunggu di practice room. Profesi kami saja berbeda. Sekali lagi kutekankan, ia adalah seorang aktor. Aku dan dia hanya sempat bersama jika kebetulan menjadi bintang tamu di variety show.

Kuseka butir salju yang luruh di kelopak mataku.Dalam keadaan berpiyama begini, mustahil kulanjutkan jalan pagi ini sendirian ke SM. Lekas ku-angkat lenganku di udara, memanggil ‘kesayangan’ku yang namanya bahkan kuhafal di luar kepala.

“TAXI!”

________________

SM Enterteinment

Namja manis itu benar-benar menghantui benakku sekarang. Jika tak ada para staff di sekelilingku, mungkin suaraku akan lebih keras akan keterkejutan melihatnya di depanku.

“Luhan?!”

Namja bernama Luhan itu-yang bertindak semaunya pagi ini-terlihat sedang memperkenalkan diri kepada member chinguku, Girls Generation.

“Annyeonghaseyo, Xi Luhan-imnida.Aku sepupu Yoona.”Ucapnya sopan sembari membungkukkan punggungnya beberapa derajat.Tatapanku masih menempel bingung pada sosoknya.Kedua pandangan Luhan lalu mengangkat bertemu milikku.

“Yoona!”Sapanya girang.“Kau lama sekali, sih? Padahal pagi ini, kan, kau berangkat duluan meninggalkan-ku di apartementmu…”

Oh, jangan, Luhan. Jangan mulai pasang aegyo palsu-mu itu.

“Eeeeh, kalian tinggal satu atap?”

Huh?

“Pantas saja kau tidakmau tidur di dorm minggu ini.Ternyata karena Luhan datang, ya.Dia menggemaskan, sihh.”

“Tu-tunggu, jangan asal berceletuk!Dia baru datang pagi inii…” ucapku seraya memukul ringan kedua member chinguku-Tiffany dan Jessica-yang tak berhenti menggoda.Sumpah, aku tidak ke dorm seminggu ini karena alasan lain. Tak ada sangkut-pautnya dengan Luhan.Ngomong-ngomong tentang rusa itu, tatapanku beralih kepadanya yang tengah asyik bercakap dengan Seohyun.

“Ya, Luhan, ada urusan apa kau ke sini?!”

Luhan menengok ke arahku. Lagi-lagi senjata tampangnya yang sangat melasia keluarkan. “Kok bicaramu begitu, sih, Yoona… Kita, kan, jarang bertemu..”

Aiiishh, aku bisa gila…. Sejak kapan ia berwajah 2 seperti ini?

“Aih, Luhan. Yeoja satu itu memang begitu sikapnya, sedikit kasar.Maklumi saja.”Lagi-lagi Tiffany berkomentar asal, yang langsung direspon tawa Jessica dan Taeyeon.Aku menepuk dahiku pelan.Kenapa mereka mudah sekali di pengaruhi oleh rusa itu, sih. Dan sungguh, apa yang Luhan lakukan di sini?

“Hari ini aku akan berkolaborasi dengan GG, Yoona.Mungkin kalian belum diberitahu bahwa jadwal rekaman kalian hari ini bersamaku.”Ujar Luhan seketika, seakan menjawab pertanyaan yang tertampang di wajahku.“Karena alasan itu jugalah aku ke Korea.”

Aku mengangguk mengerti.Senyumku sedikit mengembang ketika mengetahui ia berkunjung lantaran pekerjaan, bukan semata-mata hanya ingin menemuiku. Karena jika ia datang dengan alasan yang kedua, sangat minim kemungkinannya ia tidak menginap di apartementku. Dan aku tak mau kemungkinan itu terjadi setelah insiden pagi ini.

“Ya, Yoona-a.Fighting! Kita berjuang bersama, ne.” Ucap Luhan manis. Tangannya ia ulur ke arahku. Dengan senang hati, kuterima genggamannya.Inilah Luhan yang kukenal, Luhan yang selalu bekerja keras memenuhi impiannya. Mungkin di saat seperti ini ia terlihat kekanakan,  tapisisi baiknya yang seperti inilah yang kuhormati.

Rasanya kejadian pagi tadi jadi seperti mimpi belaka, jika sikapnya semanis ini.

_____________

“Fyuh, melelahkan juga kegiatan hari ini.Cari makan dulu, yuk, sebelum gelap?” Taeyeon meraba perutnya yang berbunyi lucu, diikuti sahut setuju member lain.Aku hanya bersender di depan pintu masuk, membekam kepalaku di telapak tangan, yang sedari tadi hanya berdengung. Fokus mataku juga sedikit berkunang.Mengenal gejala pusing ini, aku bermaksud menolak ajakan Taeyeon.

“Taeng-Eon, mian aku-“

Tiba-tiba seseorang merangkul leherkudari belakang.Tercium dari tubuhnya wangi parfum yang khas mengitari style-nya.Aku menoleh kilat, mengecek apakah tebakanku benar.

“Oppa!”Sahutku tepat.Dapat kulihat senyum Seung Gi-Oppa yang ditujukan hangatkepadaku.Iakemudian membuka hoody coat-nya dan menyematkan jaket biru itu di pundakku. Dapat kupandang mata iri para member berkat tindakannya yang begitu mesra.

“Mianhae, nona-nona manis” ucap Oppa, “Yoona akan dinner denganku malam ini.Kau mau, kan, Yoona?”

Aku terperengah mendengar ucapannya yang bermakna surprise ini.Pasalnya, meski batinku mengiyakan ajakannya, benakku memiliki rencana lain sekarang, yaitu berguling di kasur piglet di kamar hangatku.Tapi waktu yang tak sia-sia ini jarang sekali ada, mana mungkin aku lebih memilih piglet ketimbang kencan makan malam dengan Oppa?Apa sebaiknya kupaksakan diriku sedikit?

Begitulah akhirnya hati dan otakku mencapai mufakatnya.

“Ne, Oppa. Aku ma-“

“Ani.”Sekejap, seorang namja bersuara, menolak keputusan yang kubuat.Tanganku bahkan ditarik olehnya, menjauhi lengan Oppa.Untuk namja yang satu ini, mudah sekali kukenal jati dirinya dari pita suaranya yang serak basah.

“Ya, Luhan!”

Luhan hanya menjawabku dengan alis yang diangkat. Kemudian ia jatuhkan tatapannya ke paras Oppa dengan ramah. “Annyeonghaseyo, Seung Gi-Hyung. Luhan-imnida.Aku sepupu jauh Yoona.”

Oppa menerima jabat tangan namja itu lambat dengan wajah menginterogasi-lebih-lanjut-siapa-anak-ini. Wajar ia lakukan itu karena tangan Luhan yang kiri tak kunjung melepasku.

“Hyung, tak bisakah kau lihat mimik Yoona yang keletihan?Biarkan ia beristirahat lebih awal malam ini.”

Tertegun, kupandang rusa Luhan ini yang seakan mengetahui segala yang kupikirkan,sedangkan Oppa langsung mengintip wajahku dalam.Aku heran, sampai mana Luhan berkembang menjadi namja yang penuh perhatian?

Seung Gi-Oppa menggaruk tengkuknya yang tentu saja tidak gatal.Ia lalu bergumam kecil, “Arasseo,” kemudian melepaskan genggaman Luhan dengan satu tarikan di lenganku. Aku tahu ia bermaksud mengantarku pulang.

Namun, lagi, Luhan berulah.Ia kembali menahanku dan tersemyum tanpa dosa di depan namja chinguku itu. “Aku saja yang mengantarnya pulang.Toh, aku sekalian mampir mengambil koperku yang tertinggal di apartement Yoona. Yuk, Yoona, gaja!”

Otot lengan Luhan yang kuat tak dapat kugubris dengan ucapan tolakan kecil dari bibirku.Ia membawaku dengan santainya masuk ke dalam mobil yang ia bawa. Sebelum empat rodanya beranjak, ekor mataku menyempatkan kepanikannya melirik Seung Gi-Oppa yang kutinggal dengan kecanggungan luar biasa memalukan di depan para member GG.

Marah.Itulah yang tergurat di raut tegasnya.

______________

“Ottohkeee~”

Ringisku merdu dengan kepala yang kini terhempas nyaman di jok mobil seorang Luhan.Rasanya ingin kukeringi tenggorokanku dengan satu teriakan lantang.Pikiranku benar-benar gelisah, sedang Luhan tetap fokus dengan setirnya.

“Ottohke, Luhaaannn??? Bagaimana jika setelah ini ia membenciku? Padahal pagi ini saja aku tidak datang tepat waktu sesuai perjanjian. Sekarang kau malah membuatnya semakin-“

“Yaa! Ini, kan, salahnya, bukan salahku.”

“Mwo?!”Mataku tak tanggung-tanggung membelalak.

“Ne. Namja payah mana yang pagi ini membiarkan yeoja chingunya berusaha tetap datang menemuinya walau masih dengan piyama lusuh, tapi malah meninggalkannya?”Luhan berujar tanpa jeda, membuatku bisu kata.Luhan bahkan memperhatikanku yang memasuki SM dengan pakaian memalukan itu, walau setelah itu aku cepat-cepat berganti baju. Sampai mana ia mengawasiku?

“Makanya, untuk sekarang saja kau pantas meninggalkan Seung Gi-Seung Gi itu.Bahkan, seterusnya juga boleh.Lagipula kepalamu itu pusing karena piyama tipis tadi tahu.Jangan remehkan musim dingin.” Lanjut Luhan. Aku mempout kesal dengan sikap sok dewasanya.

“Memangnya berkat siapa aku terlambat datang?”Gusarku membela diri.Ia menengok polos.

“Aku?”

“Siapa lagi?!”

Dengan smirk evil, ia malah terkekeh. “Memang apa salahku?”

Aku menggebrak glove-box di depanku.“Ya!Apa kau lupa? Berkat ci… ci… ci…-Berkat ci yang kau lakukan sangat lama itu, aku bahkan tak sempat memakan sarapanku, tahu!”

Jariku makin gatal untuk memukulnya ketika Luhan malah terbahak. Seandainya bukan ia yang menyetir, mungkin aku sudah melemparnya ke luar jendela.

Tawa Luhan mereda.Ia lalu kembali berucap, “Mianhae. Kalau itu memang salahku, aku tak akan bertindak semauku lagi.”

Lagi-lagi sikap tulus Luhan membuatku keheranan.Apakah dia memang mampu berubah-ubah seperti ini dalam waktu sekian detik?

“Tapi ingat Yoona,” kini suaranya mengalir tajam. “ketika kukatakan perasaanku kepadamu, aku tidak bohong.”

Meski bola matanya tetap fokus ke depan, ekor mata rusa itu seakan berbicara kepadaku. Aku hanya dapat mematung mendengar bisikannya.

“Dan aku pasti akan membuatmu menyukai-ku.”

Deg.

“Tu-tunggu,” potongku membuat pembicaraan baru,“kau malam ini langsung ke-Airport, kan?Mana managermu?”Satu pertanyaan yang sangat ampuh mungkin dalam situasi seperti ini. Namun jawaban yang ia berikan betul-betul di luar dugaan.

“Siapa bilang?”

Eoh?

“Meskipun tadi kukatakan aku hanya mampir ke apartement-mu untuk mengambil koper, itu, kan, hanya alasan. Sebenarnya aku bermaksud menginap beberapa hari di sana Yoona.”

“HAH?”

TBC~

________________

 

Annyeonggghaseyo^^ mian ya, chapter 1 nya sedikit ngebosenin karena bener-bener masih pembuka.Aku juga minta maap buat fans Lee Seung Gi di chapter inii… aku juga fans dia sebenernya, makanya ga tega Lee Seung Gi di giniin sama Luhan;_;

Khamsahamnida yang udah iseng baca^^ jejak komen akan sangat membantu:)

Iklan

3 pemikiran pada “Dear, Lil’ Dear (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s