Hard To tell (Chapter 2 – END)

Title                : Hard To tell [2/2]

Author           : Baekhyuncupcakes (@chrisiaaa)

Genre            : Hurt,sad,angst,romance

Length           : Twoshoot

Rating            : PG-17

Main cast      :

-Oh sehun (EXO)

-Jung Hyeri (OC)

Support cast :

-Min hyosun

-Kim shinyeong

-Park Chanyeol

Disclaimer     : Annyeong haseyo aku balik lagi dengan membawakan chapter 2 the last chapter nih maaf kalo kepanjangan,sebelumnya aku mau terima kasih buat para admin disini yang udah berbaik hati mau ngeshare ff aku,oh iya chapter ini ada sedikit unsur dewasanya makanya ratingnya PG-17 yang merasa belum cukup umur jangan baca yap,kritik dan saran masih sangat dibutuhkan karena aku masih pemula aku buat ini sampe ga tidur malah jadi jangan lupa comment ya readers, DO NOT PLAGIARISM!J

HAPPY READING!

Untitled

 

PREVIEW CHAPTER 1

 

Satu hal lagi, Hyo sun memegang satu benda kecil di tangannya dan menunjukannya kepada sehun berkali kali sambil menangis

Aku sontak membulatkan mataku setelah menyadari apa benda yang ia pegang.

Alat tes kehamilan?

[CHAPTER 2]

~ ***~

apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa hyosun bertekuk lutut pada sehun? Apa yang sehun lakukan?” Batinku dengan berbagai macam pertanyaan.

Aku segera berlari menghampiri mereka berdua saat melihat sehun mendorong hyosun sehingga hyosun terbaring di tanah.

“hyosun! Apa yang terjadi?!” aku menatap tajam sehun, sehun sepertinya masih terkejut melihat kedatanganku tentu saja ia tidak melihatku selama 2 bulan dan sekarang aku menghampirinya disaat suasana seperti.

Aku menatap alat tes kehamilan yang berada di tangan hyosun sekarang dan mengambilnya dengan kasar, aku mengamati benda itu dan melihat 2 garis merah terpampang jelas disana, aku menutup mulutku menahan teriakan yang akan keluar.

“Siapa yang melakukan ini hyosun?” tanyaku kepada sahabatku

Hyosun menunduk sambil menangis ia tidak menjawab pertanyaanku.

“jawab pertanyaanku Hyosun! Apakah dia yang melakukan ini semua?” tanyaku dengan penuh penekanan sambil menunjuk sehun yang berada tepat di depanku da hyosun.

Hyosun mengangguk kecil dan ia semakin terisak. “Tuhan cobaan apalagi yang kau berikan kepadaku? Meninggalkan sehun sudah cukup menyakitkan bagiku dan sekarang sahabatku tersakiti karenanya?“

Aku berdiri dan menatap mata sehun, sehun menunduk mengalihkan pandangannya mencoba menghindari tatapan mataku.

PLAK

Aku menampar pipinya bersamaan dengan jatuhnya air mataku, ia membulatkan matanya sambil memegangi pipinya yang memerah dan menatapku tajam.

“Kau lelaki bejat oh sehun, kau bajingan! Ada apa denganmu? Kemana sehun yang dulu? Yang tidak pernah menyakiti perempuan, yang selalu lembut terhadap perempuan, yang tidak tega kepada perempuan dan yang selalu menolong perempuan dimanapun dan kapanpun?!”

“ia sudah tiada, sehun yang dulu sudah pergi!”

DEG

Satu kalimat. Satu kalimat yang berhasil membuatku terisak lebih lagi, satu kalimat yang membuat hatiku sakit teramat sakit.

“Ada apa denganmu? MENGAPA KAU MENJADI SEPERTI I..!” belum selesai aku mengeluarkan semua amarahku kepadanya ia berhasil memotong perkataanklu.

“ADA APA DENGANKU? HARUSNYA AKU YANG BERTANYA PADAMU JUNG HYERI, ADA APA DENGANMU?! DAN JIKA KAU BERTANYA MENGAPA AKU MENJADI SEPERTI INI TENTU SAJA KARENA DIRIMU! DIRIMU LAH YANG MEMBUATKU SEPERTI INI JUNG HYERI!” teriaknya tak kalah kencang dari teriakanku yang sebelumnya, hatiku sakit. Ia tidak pernah memperlakukanku seperti ini

Baru saja aku hendak menjawab perkatannya sebelum hyosun memanggil

“hyeri… tolong aku” aku melihat hyosun dan keadannya mengenaskan ada darah mengalir dari paha sampai kakinya.

“omo! Hyosun-ah bertahanlah, sehun ambil mobilmu kita bawa dia ke rumah sakit ppaliwa!!” sehun segera berlari dan mengambil mobilnya, di keadaan seperti ini aku tidak peduli apa yang terjadi di antara kami tadi yang terpeting sekarang adalah keselamatan sahabatku.

2 menit kemudian mobil sehun berhenti tepat di depan kami aku segera membantu hyosun berdiri dan membopongnya ke dalam mobil dengan bantuan sehun.

Sesampainya di rumah sakit hyosun segera dimasukkan ke dalam ruang perawatan 2 jam sudah aku dan sehun menunggu di depan ruangan, kami bahkan tidak berbicara satu kata pun semenjak kejadian di taman tadi, aku hanya sibuk dengan pikiranku sendiri tentang keselamatan hyosun dan janinnya sekarang.

Tak lama dokter yang menangani hyosun keluar lengkap dengan baju hijau panjang,masker,penutup rambut serta sarung tangan yang berlumuran darah,aku segera berdiri dan menghampirinya

“hyo sun berhasil melewati masa kritisnya dan sekarang ia masih dalam pengaruh obat bius ” aku menghembuskan nafas panjang lega, aku tau hyo sun adalah orang yang kuat ia tak akan mungkin meninggalkanku

“tetapi…..” aku menatap dokter itu kembali, ada jeda di perkatannya.

“maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janinya, kandungannya terkena benturan keras yang menyebabkan guncangan yang cukup hebat sehingga janinya terluka dan tak bisa bertahan lagi.” Dokter itu melesat pergi aku berbalik menatap sehun, sehun juga sepertinya tanpak terkejut mendengar penjelasan dokter.

“kau puas oh sehun? Kau menghancurkan hidup dan masa depannya, chukkae kau menjadi iblis sekarang” aku memegang pangkal hidungku yang berada di antara kedua mataku, aku merasakan pusing yang amat sangat

“hye.. hyeri, hidungmu” sehun menatapku

Aku memegang hidungku dengan telapak tanganku dan kemudian melihat segumpal darah memenuhi telapak tanganku

Kemudian semuanya menjadi samar, buram dan akhirnya gelap.

Sehun POV

Disinilah keberadaanku sekarang di rumah sakit mendampingi hyo sun bersama mantan yepja yang masih sangat kucintai

Pikiranku masih berada disana. Di saat ia datang tiba tiba dengan keadaan yang tidak terlihat baik pipinya tirus, wajahnya pucat pasi, tubuhnya mengurus dan aku melihat lengannya ditutupi oleh kapas yang melekat menandakan darahnya baru saja di ambil atau bisa disebut bekas suntikan.

Hal yang lebih mencengangkan adalah disaat ia menampar pipiku di taman, ia benar aku memang bersalah atas kejadian ini tetapi tidakkah ia menyadarinya bahwa aku melakukan ini semua karenanya?

FLASHBACK

Hatiku hancur. Mengingatnya memutuskan hubungan kami secara sepihak, pikiranku beralih kemana mana sampai akhirnya aku menyerahkan semuanya kepada minuman beralkohol

Malam ini aku menghabiskan 2 jam berhargaku di club ini,selama itulah tiada hentinya aku meminum minuman iblis itu

Akhirnya aku berhenti meminumnya dan beranjak keluar dari club itu aku mengendarai mobilku tanpa tujuan tetapi tiba – tiba otakku menyuruhku untuk mengendarai ke rumah hyeri

Dan akhirnya sampailah aku sekarang depan rumah hyeri.

Entah apa yang kupikirkan aku turun dari mobil dan berjalan di depan pagarnya – dalam keadaan yang masih mabuk.

Di depan rumahnya aku bertemu seorang gadis berparas cantik sepertinya ia hyeri segera aku menarik lengannya mendekat kearahku

“sehun? Apa yang kau lakukan? Tanyanya, suaranya sedikit berbeda hari ini atau pendengaranku yang salah.

“hyeri-ah” aku memanggil namanya

“hyeri? Aku hyosun! Min hyo sun! Kau mabuk oh sehun, hyeri akan sangat kecewa atas apa yang kau lakukan, lebih baik aku pergi!” hyeri hendak beranjak pergi

GREP

Aku menahan tangannya.

“kau pikir kau akan pergi kemana jung hyeri?! Jika kau tidak bisa bersamaku biarkanlah aku menikmatimu!” sahutku

“aku hyosun! Min hyosun, sadar… mphhhhhh” aku membekap mulutnya dan membawanya ke bagasi mobilku

Aku mengambil tali di dalam laci mobilku dan mengikat kedua tangannya menjadi satu, ia mencoba memberontak tetapi aku menahan tubuhnya

Aku memegang bajunya dan menatapnya ia menggelengkan kepalanya seolah olah berkata “jangan lakukan itu” aku tidak memperdulikannya

SREK

Aku merobek bajunya

“kau gila! sadarlah oh se…. mphhhhh” aku mencium bibirnya dengan ganas ia tidak membalas ciumanku merasa diacuhkan aku menggigit bibirnya dan akhirnya ia memuka mulutnya aku tak menyia-nyiakan kesempatan  itu dan mencium lebih dalam akhirnya ia mengikuti permainan bibirku

Aku beranjak mencium leher putihnya

“se… hun sehunn aku bukan hyeri” ia memanggil namaku dengan takut tetapi aku tidak memperdulikannya

Aku menatapnya dari atas sampai bawah dan tersenyum iblis, ia mencoba mundur sampai akhirnya tak ada lagi jalan untuk mundur

Aku merobek semua benang yang melekat di tubuhnya dan akhirnya ia berakhir tanpa 1 helai benangpun yang menempel, aku membuka celanaku dan akhirnya terjadilah ‘malam bejat’ itu

SKIP

Aku terbangun karena sinar matahari berhasil menembus kelopak mataku, samar samar aku membuka mataku dan melihat seorang gadis duduk di jok depan sambil menangis

Ia juga memakai jaketku, dan aku baru sabar bahwa aku dalam keadaan half naked di dalam bagasi.

Aku menyentuh bahu gadis itu ia menengok dan menatap tajam mataku

“hyosun?”

“pergi! Jangan sentuh aku, kau keparat!” aku menyadari apa yang tadi malam ku perbuat kesadaranku tadi malam belum sepenuhnya hilang tetapi mengapa hyosun yang berada disini? Bukankah tadi malam aku melakukannya bersama hyeri?

Astaga! Apa yang telah ku perbuat kepada gadis yang tidak bersalah ini?

“maafkan aku hyosun, aku tidak menyadarinya aku mabuk” jawabku sambil menunduk

“jika saja kata ‘maaf’ bisa mengembalikan keadaan seperti semula aku akan memaafkanmu oh sehun” ucapnya dengan penuh penekanan”

FLASHBACK OFF

Semenjak kejadian hari itu aku tidak pernah melihat batang hidungnya lagi dan tadi siang aku mendapat tefon darinya ia meminta bertemu di taman katanya ada hal penting yang ingin ia katakan

Akhirnya aku menemuinya dan ternyata ia menunjukkan sesuatu yang membuatku terpukul ia memberi alat tes kehamilan kepadaku dan di dalamnya terpampang jelas dua garis merah yang membuktikan bahwa ia hamil ‘anakku’

Semenjak kejadian di taman, aku dan hyeri sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun kami sibuk dengan pikiran kami masing masing.

Tak lama kemudian dokter yang menangani hyosun keluar

Aku melihat hyeri menghampirinya berbeda denganku yang hanya duduk diam di tempat aku rasa lebih baik mendengarkan dari jauh

“hyo sun berhasil melewati masa kritisnya dan sekarang ia masih dalam pengaruh obat bius ” akhirnya aku bisa bernafas normal kembali setelah mendengar kabar itu.

“tetapi…..”

“apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu yang salah?” Batinku dalam hati.

“maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janinya, kandungannya terkena benturan keras yang menyebabkan guncangan yang cukup hebat sehingga janinya terluka dan tak bisa bertahan lagi.”

“Apa? Janin hyosun tak bisa diselamatkan? Astaga! Lelaki macam apa aku ini. Aku yang memulainya dan sekarang aku yang mengakhirinya.” Batinku dalam hati merasa bersalah, aku melihat hyeri tampak terkejut ia menatap tajam manik mataku dan menghampiriku

“kau puas oh sehun? Kau menghancurkan hidup dan masa depannya, chukkae kau menjadi iblis sekarang” jawabnya dengan penuh penekanan,aku merasa bersalah di lain sisi juga aku merasa khawatir pada hyeri wajahnya sekarang berubah menjadi pusat pasi dan..

darah? Hidung hyeri mengeluarkan darah, apa yang terjadi?

“hye.. hyeri, hidungmu” ucapku memberitahunya

Ia menempelkan telapak tangannya di hidungnya dan melihat cairan merah kental yang sudah memenuhi telapak tangannya

Dan kemudian ia tak sadarkan diri

Aku segera berlari kearahnya dan menahan tubuhnya yang lemah tak berdaya

Aku mengangkat tubuhnya, ia ringan tubuhnya tak seperti terakhir kali aku mengangkatnya, aku berlari dan memasuki ruangan perawatan, tibalah seorang dokter

“hyeri? Apa yang terjadi dengannya?” Dokter itu bertanya, bagaimana ia mengetahui hyeri?

“anda mengenalnya?” tanyaku sopan kepada dokter itu

“tentu saja ia sudah menjalani perawatan disini selama 2 bulan bahkan baru pagi tadi ia meminta ijin untuk keluar dari rumah sakit ini selama beberapa hari” ucap dokter itu sambil memeriksa hyeri

“perawatan? maaf uisa, tetapi penyakit apa yang di deritanya?” tanyaku penasaran

“kanker otak, ia mempunya penyakit kanker otak stadium akhir sehun-ssi dan kau telah berhasil membuat semangat hidupnya semakin berkurang” baru saja dokter itu hendak menjawab tetapi hyosun menjawab lebih cepat. Hyosun datang dengan kursi roda dan infus yang masih melekat di tubuhnya

Dokter itu hanya tersenyum ia menepuk pelan bahuku dan beranjak pergi.

“kanker otak? Jadi bukan karena ada pria lain? Kau memiliki kanker otak dan itulah sebabnya kau meninggalkanku sendirian? Itu jugalah alasan mengapa kau tidak pernah menampakan batang hidungmu di sekolah selama 2 bulan? Kau akan segera meninggalkanku di dunia fana ini sendirian? Apa yang kau pikirkan jung hyeri? Aku telah merusak segalanya” batinku sambil menitikkan air mata

“sehun-ssi” aku menoleh mendapati hyosun tepat berada di depanku aku menatapnya sendu

“aku tidak akan meminta pertanggung jawaban apapun darimu, maafkan aku yang saat itu juga tak menolak,lupakanlah kejadian itu sehun-ssi yang sudah berlalu biarkanlah berlalu jangan lagi kau mengkhawatirkanku ataupun merasa bersalah atas janinku yang sudah tiada yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan hyeri sehun waktunya hanya 4 bulan tersisa, kita semua harus bersatu menyemangatkan hyeri agar ia mendapat kebahagian disaat saat terakhirnya” ucap hyosun yang membuatku tercengang

“jinjja? Gomawo hyosun-ssi maafkan aku juga yang tak bisa mengendalikan diri dan mengontrol emosi ku saat itu, aku ingin melakukannya tetapi aku takut hyeri membenciku hyosun”

“anniyo, satu satunya kebahagiaan hyeri adalah dirimu oh sehun, bahkan setelah ia memutuskan hubungannya denganmu ia menjadi sangat kacau” jawab hyosun antusias

“baiklah aku akan berusaha mencobanya hyosun-ssi” ucapku meyakinkannya, hyosun tersenyum dan kemudian pergi

Aku memasuki ruangan tempat hyeri dirawat, ia sudah sadar dan sekarang ia dalam posisi memeluk lututnya.

Ia melirik ke arahku dan kemudian menatapku tajam.

“apalagi yang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah bilang untuk membenciku dan melupakanku? Jangan pedulikan aku lagi oh sehun,kembalilah bermain dengan perempuan perempuan disana terkecuali sahabat sahabatku!” ucapnya dengan kerasa disertai dengan tatapan tajam

“aku ingin menjadikan 4 bulan kedepan adalah hari hari terbahagia dalam hidupmu yang tak akan pernah kau lupakan sampai kapanpun aku ingin kita mengulangnya dari awal hyeri, aku tau kau tidak akan menikah aku juga tau bahwa kau tidak mempunyai lelaki lain selain aku, benar bukan?” ucapku menggodanya

“omong kosong! Aku tau bahwa kau sudah mengetahui penyakitku! Kau hanya mengasihaniku oh sehun, aku tak butuh belas kasihanmu tidak dari hyosun tidak dari shinhyeong tidak dari chanyeol oppa bahkan tidak dari orang tuaku, aku mampu melawan penyakitku seorang diri aku tidak membutuhkan bantuan apapun!” ucapnya antusias

Aku segera merengkuh tubuh kecilnya ke dalam dekapanku yang hangat, aku sedikit terkejut mengetahui ia tidak memeberontak melainkan membalas dekapanku. Ia terisak, menangis di dalam rengkuhanku  ia memeluk erat tubuhku dan menumpahkan segalanya disana.

“menangislah jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik aku takkan melarangmu” ucapku sambil mengusap lembut rambutnya

“jadilah pasangan hidupku hyeri” aku memasangkan cincin di jari manisnya

“mwo? Hiks tetapi hidupku tid…”

“aku tidak peduli tentang hal itu, aku akan selalu menemanimu” ucapku mengecup kepalanya

“berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku oppa” ucapnya memohon

“aku berjanji” jawabku sambil mengecup kepalanya singkat

SKIP

Mengunjungi,membesuk dan merawat hyeri adalah aktifitas rutinku selama 3 minggu ini, sekarang disinilah aku dibalik pintu rumah sakit memperhatikannya yang sebentar lagi akan meninggalkanku

“uh oppa kau mengagetkanku, kau sudah sampai? Masuklah” ucapnya setengah menjerit

Aku memasuki ruangan rumah sakit dan mendekatinya, mukanya tampak murung

“waeyo chagi? Mengapa wajahmu seperti itu?” tanyaku

Ia tampak kaget lalu menengok ke arahku

“anni, ugh aku hanya lapar” jawabnya dengan tidak yakin, aku tau ia berbohong tetapi aku tak ingin memaksakannya memberi tauku

“makanlah aku membeli ini saat perjalanan” ucapku sembari memberikan bungkusan plastik yang masih tertata rapi

Ia mengambil bugkusan itu dan melihatnya

“uh kau membeli dua? Geurom, kajja kita makan bersama” ajaknya kepadaku

“anni, bungkusan yang satu lagi bukan untukku tetapi untuk gadis di kamar sebelah” jawabku menggodanya sambil tersenyum jahil

“Yak! Baiklah aku tak jadi makan, bawalah keduanya jadi kalian bisa memakannya bersama” sahutnya sambil mempoutkan bibirnya

Aku tertawa puas

“arasseo arasseo kita memakannya bersama, aku hanya berbohong chagi” ucapku mencubit pipinya

“yakk!” ia memukul pelan tanganku dan menunduk mencoba menyembunyikan pipinya yang sudah memerah seperti kepiting

KRING KRING

Ponselku berdering menghancurkan moment membahagiakanku bersama hyeri, aku meraih ponselku dari saku ku mencari tau siapa penelfonnya dan aku melihat nama ‘eomma’ tertera diatas, aku kembali memasukkan ponselku ke dalam saku kembali

“nugu? Mengapa kau tidak mengangkatnya oppa? Atau mungkin ia selingkuhanmuu? Wajahnya berubah menjadi muram

“yak! Itu eommaku, lihatlah” aku menunjukkan ponselku kepadanya

“upss, mian angkatlah mungkin ada hal penting” ucapnya kepadaku, aku menurutnya mengangkat ponselku

yeobose..”
“………”

Accident? What accident? Is she okay? Where is she now”

“……..”

“okay, thankyou mr. I’ll be there as soon as possible”

Aku menutup ponselku

“waeyo? Ada apa oppa?” tanya hyeri kepadaku

“eomma kecelakan” ucapku kepadanya

“mwo,eommoni? Apalagi yang kau tunggu oppa? Pergilah sekarang!” jawabanya panik

“ia di Inggris hyeri, aku tak ingin meninggalkanmu lagipula ia tidak apa – apa hanya saja ia harus dirawat disana untuk sementara”

“micheossoyo?! Tetap saja kau harus mengunjunginya ia eommamu, ppalliwa oh sehun, aku yakin eommoni lebih membutuhkanmu dibanding aku membutuhkanmu!”

“jadi kau tidak membutuhkan ku?” Ucapku

“anniyo,bukan begitu aishh kita bicarakan ini nanti yang terpenting sekarang adalah kau harus menyusul eommamu disana”

“ah lusa saja, aku tak ingin meninggalkanmu sendiri, bagaimana kalau terjadi apa – apa dengamu?” sahutku khawatir

“anniyo, aku bukan gadis lemah, aku akan meminta chanyeol oppa atau hyosun atau shinhyeong menemaniku disini, aku berjanji disaat kau kembali aku akan baik – baik saja” ucapnya dengan suara yang hampir berbisik

“ayolah oh sehun, aku menyayangi eommoni ia bahkan sangat baik padaku, aku merasa bersalah jika karena aku, ia harus menunggu anaknya untuk melihatnya, jebal kunjung dia” oh tidak tatapan sendunya membuatku tak tega untuk menolak

“baiklah, tetapi kau harus berjanji disaat aku kembali kau harus tetap seperti ini, arraseo?”

“ne” jawabnya dengan lemah

“jawab aku dengan jelas jung hyeri” tegasku

“ne ne ne, sudah bukan? Pergilah!”

“hahaha baiklah annyeong chagiya” ucapku melambaikan tangan

“tunggu” ia menahanku

“wae?” tanyaku

“berjanjilah kepadaku kau akan kembali kesini dalam 7 hari” tukasnya

“wae?”

“anniyo, hanya saja jika kau tidak kembali dalam 7 hari aku akan mati karena merindukanmu” ucapnya jahil

“bwahaha, arasseo aku akan kembali dalam 7 hari, annyeong” sahutku

Author POV

Tepat disaat sehun menapakan 1 langkah kakinya di depan pintu rumah sakit – akan pergi

butiran air jatuh dari mata hyeri, ia mengatakan sesuatu hampir seperti bisikkan

“maafkan aku, aku berbohong tetapi aku melakukan ini semua untuk kebaikan kita bersama”

FLASHBACK ON

Hyeri POV

Sehun baru saja pergi dari sini, untunglah disaat aku bersama sehun aku masih bisa menahan sakit dikepalaku akibat kanker otak itu tetapi sakit itu sekarang sudah tidak bisa di toleransi lagi, sakit yang amat luar biasa

Aku menekan tombol yang terletak di samping tempat tidurku, dan 2 menit kemudian masuklah orang – orang berpakaian putih – dokter suster

Aku mulai menjerit tak karusan karena tidak bisamenahan sakit yang kurasakan dokter itu memberiku minuman yang sudah dimasukkan obat penenang kemudian ia mengambil suntikkan dan menyuntikkannya di kulitku kemudian pergi

Sepertinya ia mengecek darah dalam tubuhku, dan benar 2 jam kemudian ia kembali dengan membawa kertas yang diatasnya tertera nama ‘JUNG HYERI’

“jung hyeri?” ucap dokter itu

“n…ne?” ucapku takut

“maafkan kami, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi penyakit anda mengalami komplikasi dan itu adalah hal yang sangat buruk” jawab dokter itu menyesal

“apa maksud kata ‘buruk’?” tanyaku

“kesimpulannya kau hanya punya waktu 7 hari kedepan dan jika kau beruntung 10 hari adalah yang terlama sejauh ini, maafkan kami” dokter itu meninggalkanku

Benar bukan ucapanku sebelumnya? Dokter tak bisa menentukan berapa lama hidup kita tetapi bukan ini yang ku harapkan, bahkan 7 hari tak berarti apa – apa di dalam kamusku, dan oh sehun? Lebih baik aku memberi taunya besok

FLASHBACK OFF

Aku merenung atas apa yang diucapkan dokter itu semalam, sebentar lagi aku akan meninggalkan dunia ini aku akan merindukan dunia beserta isinya, akau akan merindukan eomma,appa,chanyeol oppa,hyosun, shinhyeong dan yang akan paling kurindukan adalah OH SEHUN

“uh oppa kau mengagetkanku, kau sudah sampai? Masuklah” ucapku kaget melihat sehun oppa didepan pintu memandangiku

“waeyo chagi? Mengapa wajahmu seperti itu?” tanyanya

Aku terkejut apakah terlalu terlihat? Aku menengok kearahnya

“anni, ugh aku hanya lapar” jawabku berbohong

“makanlah aku membeli ini saat perjalanan” ucapnya sembari memberikan bungkusan plastik yang masih tertata rapi

Aku mengambil bugkusan itu dan melihatnya

“uh kau membeli dua? Geurom, kajja kita makan bersama” ajakku

“anni, bungkusan yang satu lagi bukan untukku tetapi untuk gadis di kamar sebelah” jawabnya menggodanya sambil tersenyum jahil

“Yak! Baiklah aku tak jadi makan, bawalah keduanya jadi kalian bisa memakannya bersama” sahutku sambil mempoutkan bibirnya

Ia tertawa puas.

“arasseo arasseo kita memakannya bersama, aku hanya berbohong chagi” ucapnya mencubit pipinya

“yakk!” aku memukul pelan tangannya dan menunduk mencoba menyembunyikan pipiku yang sudah memerah seperti kepiting

KRING KRING

Ponselnya berdering ia mengambil ponselnya dari saku dan melihatnya teteapi ia kembali memesaukkan ponselnya ke dalam saku aku ulai mencurigainya

“nugu? Mengapa kau tidak mengangkatnya oppa? Atau mungkin ia selingkuhanmuu?” ucapku penuh penekanan

“yak! Itu eommaku, lihatlah” ia menunjukkan ponselku kepadaku

“upss, mian angkatlah mungkin ada hal penting” ucapku kepadanya, ia mengangguk menurut dan mengangkatnya

yeobose..”
“………”

Accident? What accident? Is she okay? Where is she now”

Kecelakaan? Siapa? Apakah eommanya?

“……..”

“okay, thankyou mr. I’ll be there as soon as possible”

Aku menutup ponselku

“waeyo? Ada apa oppa?” tanyaku penasaran

“eomma kecelakan” ucapnya

“mwo,eommoni? Apalagi yang kau tunggu oppa? Pergilah sekarang!” tukasku panik

“ia di Inggris hyeri, aku tak ingin meninggalkanmu lagipula ia tidak apa – apa hanya saja ia harus dirawat disana untuk sementara”

“micheossoyo?! Tetap saja kau harus mengunjunginya ia eommamu, ppalliwa oh sehun, aku yakin eommoni lebih membutuhkanmu dibanding aku membutuhkanmu!”

“jadi kau tidak membutuhkan ku? Ucapnya

“anniyo,bukan begitu aishh kita bicarakan ini nanti yang terpenting sekarang adalah kau harus menyusul eommamu disana”

“ah lusa saja, aku tak ingin meninggalkanmu sendiri, bagaimana kalau terjadi apa – apa dengamu?” sahutnya khawatir

“anniyo, aku bukan gadis lemah, aku akan meminta chanyeol oppa atau hyosun atau shinhyeong menemaniku disini, aku berjanji disaat kau kembali aku akan baik – baik saja” ucapku dengan suara yang hampir berbisik “maafkan aku yang menjajikan hal yang sudah diketahui jawabannya”

“ayolah oh sehun, aku menyayangi eommoni ia bahkan sangat baik padaku, aku merasa bersalah jika karena aku, ia harus menunggu anaknya untuk melihatnya, jebal kunjung dia” ucapku sambil mengeluakan puppy eyes ku

“baiklah, tetapi kau harus berjanji disaat aku kembali kau harus tetap seperti ini, arraseo?”

“ne” jawabku dengan lemah “aku juga mengharapkannya”

“jawab aku dengan jelas jung hyeri” tegasnya

“ne ne ne, sudah bukan? Pergilah!”

“hahaha baiklah annyeong chagiya” ucapnya melambaikan tangan

“tunggu” aku menahannya

“wae?” tanyanya

“berjanjilah kepadaku kau akan kembali kesini dalam 7 hari” tukasku

“wae?”

“anniyo, hanya saja jika kau tidak kembali dalam 7 hari aku akan mati karena merindukanmu” ‘itu benar oh sehun, aku akan mati’

“bwahaha, arasseo aku akan kembali dalam 7 hari, annyeong” sahutnya

Sesaat setelah ia pergi aku menangis menyesali perbuatanku, aku bahkan belum memberi taunya tentang hidupku yang tidak akan lama lagi

Tetapi itu tidak jadi masalah, aku tidak ingin aku akan menjadi beban pikirannya saat ia di Ingrris nanti lebih baik ia tidak mengetahuinya dulu

Aku mengeluarkan ponselku dan menelpon seseorang

“yeoboseyo chanyeol oppa, bisakah engkau mengantarkan kamera video ku yang kuletakkan di dalam kamarku?”

“………..”

“jinjja? Gomawo oppa, ppalliwa ini adalah hal yang sangat penting”

Untung saja jarak rumahku dengan rumah sakit ini sangat dekat bahkan bisa ditempuh dengan waktu 5 menit hanya dengan berjalan kaki

Sehun POV

Aku menghela nafasku panjang, aku bosan dirumah sakit merawat eomma lebih baik aku merawat hyeri, hal itu bahkan berkali kali lipat jauh lebih menyenangkan dibandingkan merawat eomma

Bahkan sebenarnya aku tak perlu repot – repot merawat beliau, kakinya hanya terkilir tetapi ia memanfaatkan kesempatan yang sangat jarang ini untuk menyuruhku melakukan hal merepotkan yang sama sekali tak ada pentingnya

Untung saja hari ini dimana hari kelima eomma dirawat ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, dan itu adalah pertanda yang bagus karena artinya aku sudah dibebaskan jika ingin kembali ke seoul

Aku mengkhawatirkan hyeri, ia tidak menjawab telfonku aku mengirimnya pesan berulang kali dan ternyata yang mebalas pesannya adalah chanyeol hyung, chanyeol hyung bilang bahwa hyeri baik-baik saja ia hanya letih karena selalu melakukan kemoterapi

Hyeri hanya sekali menelfonku itupun disaat aku baru tiba di incheon airport ia ingin bukti bahwa aku benar – benar di airport dan dengan bodohnya aku merekam suara pesawat yang akan take off,dan dengan jelasnya aku mendengar suara tertawaan chanyeol hyung-___-

Aku dengan chanyeol hyung memang sangatlah dekat bahkan kami sudah seperti adik dan kakak,ia sering bercerita padaku tentang apa yang disukai dan tidak disukai hyeri bahkan ia pernah bercerita bahwa ia memang oppa hyeri tetapi mereka berbeda appa

Awalnya aku juga sedikit bingung karena marga chanyeol hyung adalah Park sedangkan hyeri adalah Jung, hyung bilang appa kandungnya meninggal karena kecelakaan dan 3 tahun kemudian eommanya menikah kembali dengan appa hyeri, hyung pernah disuruh oleh eommanya mengganti marga tetapi ia menolak maka dari itu sampai sekarang marganya tetaplah Park.

“eomma, aku akan kembali ke seoul sekarang” tukasku

“mwo? Secepat itu? Huh arasseo sampaikan salamku kepada hyeri, bilang padanya agar ia cepat sembuh”

“ne” ucapku datar dan segera pergi ke airport

SKIP

Tibalah aku sekarang di seoul, tanpa basa – basi lagi aku segera ke rumah sakit tempat hyeri dirawat

Aku memasuki ruangan hyeri dengan tergesa – gesa dan ternyata bukan hyeri yang ada disana melainkan anak kecil yang dirawat ia ditemani eommanya

Aku menunduk meminta maaf dan segera keluar

“jogiyo, dimana pasien dikamar ini apakah ia sudah keluar?” tanyaku pada salah seorang suster

“maksud anda jung hyeri? Ia sudah dipindahkan di ruang ICU di lantai atas semenjak 3 hari lalu”

“mwo? ICU? Oh ne gamshahabnida” ucapku dan secepat kilat aku segera berlalri ke ruang ICU

Dan aku melihat nya dengan mata yang tertutup dan terbaring dengan selang – selang yang menempel ditubuhnya aku juga melihat ada chanyeol hyung yang berada disampingnya sambil memegang tangannya

Chanyeol hyung tampak terkejut melihat kedatanganku, ia segera berdiri

“mianhae, aku berbohong padamu, ia tidak baik – baik saja ia dalam keadaan koma semenjak 3 hari lalu” jawab hyung dengan nada menyesal

“ba… bagaimana bisa?” jawabku lemah

“penyakitnya mengalami komplikasi dan ternyata kematiannya sudah sangat sangat dekat, aku juga tak mengetahui ini sebelumnya hyeri tak berbicara apapun,dokter yang mengatakan semuanya kepadaku, kau harus kuat sehun” ucap chanyeol hyung menepuk bahuku dan pergi

Aku mendekati hyeri duduk disebelahnya dan menggegam tangannya

Aku menitikkan air mataku.

Bahkan terakhir kali aku menitikkan air mataku karena ulahmu dan sekarang aku menitikkan air mataku karena ulahmu kembali.

“gotjimal, kau bohong hyeri kau berjanji padaku sebelumnya bahwa kau akan baik – baik saja disaat aku kembali, mana janjimu? Aku ingin menagihnya sekarang jung hyeri! Kau harus bangun, kau bilang kau adalah gadis yang kuat, gunakan kekuatanmu!” aku terisak sendirian

Sudah 2 hari aku sama sekali tidak tidur, tidak makan bahkan berganti baju saja tidak.

Aku ingin selalu berada di samping hyeri, aku ingin menjaganya

“sehun-ssi chanyeol oppa,shinhyeong dan aku membelikanmu makanan, makanlah kau belum makan dari 2 hari yang lalu”

“terima kasih, tetapi aku tidak lapar” jawabku tanpa mengalihkan pemandanganku

BUGG

Chanyeol hyung menonjokku yang berhasil membuat darah menetes dari sudut bibirku

“AKU TAU KAU TERPUKUL OH SEHUN! TETAPI BUKAN KAU SAJA YANG MERASAKANNYA AKU,EOMMA APPA,HYOSUN DAN SHINHYEONG JUGA MERASAKAN HAL YANG SAMA, KAU TIDAK BISA BERSIKAP EGOIS, HYERI JUGA AKAN SANGAT SEDIH MENGETAHUI KAU YANG SEPERTI INI!”

Aku tidak ingin melawan chanyeol hyung benar aku tidak boleh egois

“ehmm……..” suara yang membuat kami semua mengalihkan pemadangan kepada pemilik suara itu

“hyeri? Hyeri……….” kami semua  berlari kearahnya

Hyeri tersenyum lemah kearahku ia sedikit menggeser tubuhnya sehingga tersisa ruang kosong disebelahnya – kasur rumah sakit

Ia memukulkan tangannya pelan ke ruang kosong disebelahnya itu memberi kode kepadaku agar tidur di sebelahnya

Aku menggelengkan kepalaku menolak, wajahnya terlihat muram ia kembali memukulkan tangannya pelan ke ruang kosong disebelahnya akhirnya aku menurut dan tidur disebelahnya kami berhadapan

Tangan kirinya menggengam erat tanganku, tangan kanannya mengelus darah akibat tonjokkan chanyeol hyung tadi, aku meringis disaat ia menempelkan tangannya tepat di lukaku ia menggelengkan kepalanya pelan

Kemudian ia beralih menyentuh pipiku yang tirus semenjak 2 hari lalu

“kau kacau oppa” ia berbicara tetapi tidak ada suara yang keluar, aku ingin sekali menangis melihatnya sangat lemah tetapi aku menahannya aku tidak ingin ia turut sedih

Aku mengangguk menyetujui kalimatnya dan tersenyum

Ia menempelkan keningnya di keningku dan kemudian aku merasa ada benda basah yang menempel dibibirku ia mencium bibirku aku membalasnya dengan lembut sangat lembut dan kemudian ia melepaskannya

“sa-rang-hae” ucapnya terputus dengan suara serak

“nado hyeri-ah nado” aku menjawabnya bersamaan dengan tumpahnya air mataku

Ia tersenyum dan menghapus airmataku, aku bahagia.

Tetapi kebahagiaanku berakhir sudah disaat tangannya tak lagi menggenggam tanganku,tangannya tak lagi memegang pipiku dan mendengar alat yang menempel tubuhnya berubah menjadi tanda lurus, tak ada detak lagi di tubuhnya.

SKIP

Kerumunan orang – orang sudah pergi sekitar 5 menit yang lalu tetapi aku masih mentap disana memegangi papan yang bertuliskan “JUNG HYERI”

Aku merasakan ada tangan yang menyentuh bahuku, aku berbalik dan mendapati chanyeol hyung dibelakangku.

“ini…. sesaat sebelum ia koma ia memberikan ini kepadaku ia menyuruhku untuk memberikannya kepadamu setelah ia tiada” ucap chanyeol hyung sembari memberikanku flash disk beserta kotak kecil

Aku segera pergi ke mobil dan mengambil laptopku menancapkan flash disk tersebut di laptopku.

Terpampanglah gadis cantik yang duduk di kasur rumah sakit, tunggu dulu aku tau kapan ini diambil in adalah saat dimana aku pergi meninggalkannya untuk pergi ke Inggris, ia memakai baju yang sama saat itu

“test,test….. ah annyeong oh sehun, bagaimana keadaan eommoni sekarang? Apakah ia sudah lebih baik? Aku pasti akan merindukan eommoni ehm.. jika kau sudah menerima rekaman ini artinya aku sudah tiada bukan? Aku merekam ini 5 menit setelah kepergianmu dari ruanganku, huh…. sepertinya kau sudah mengetahuinya bahwa aku mengalami komplikasi dan hidupku tak akan lebih dari 7 hari, dokter bilang jika aku beruntung aku bisa mendapatkan 10 hari tetapi itu tidak mungkin, aku berbohong oh sehun aku bukan gadis kuat seperti yang aku katakan padamu 7 menit yang lalu, aku gadis lemah aku tidak bisa melawan penyakitku sendirian mungkin jika bukan karena kehadiranmu aku tidak akan bertahan dalam waktu 2 hari, tapi aku berjuang demi kau, kau lah satu – satunya alasanku untuk hidup aku sangat berterima kasih kepada engaku yang dengan tulus menemaniku, kau tau? Disaat aku memutuskan hubungan kita aku juga merasakan hal yang sama denganmu bahkan ditambah lagi dengan harusnya aku menjalani kemoterapi menyakitkan, dan disaat aku sudah merasa lebih baik aku melihat kau menyakiti sahabatku hatiku sangat sakit oppa, tetapi untunglah itu sudah berlalu aku hanya ingin kau tau bahwa aku sangat mencintaimu, sekarang yang terpenting kau harus menjalani hidupmu dengan baik tak ada lagi oh sehun yang suka bermabuk – mabukkan atau oh sehun perokok atau oh sehun yang suka menyakiti wanita dan lain lain, igeo! Cincin ini.” Ia menunjuk cincin yang waktu itu kuberikan kepadanya dan menangis

“cincin ini adalah cincin terindah yang pernah aku lihat di sepanjang hidupku, tetapi aku tak pantas memakainya lagi,aku akan melepaskannya yang sama halnya berarti aku juga melepasmu oppa” ia melepasnya dan memasukkan cincin itu ke kotak kecil berwarna merah persis seperti kotak yang chanyeol hyung berikan kepadaku tadi.

“ carilah gadis lain yang lebih baik dariku,kau tampan gadis – gadis baik diluar sana pasti akan senang mendapatkan kasih sayangmu yang tulus seperti diriku yang mendapatkannya,aku rasa sudah cukup sampai disini, kepalaku sudah bertambah berat,jalani hidupmu dengan baik oppahwaiting! SARANGHAEYO, annyeong”

Aku menitikkan air mataku dan membuka kotak tersebut terpampanglah cincin kecil seperti dalam video tadi

“aku berjanji akan menjalani hidup lebih baik hyeri aku berjanji, nado saranghaeyo”

 

END


 

 

51 pemikiran pada “Hard To tell (Chapter 2 – END)

  1. hiks….hiks…..hiks….
    daebak thor,ni ff udah buat nae nangis,pokoknya nae engga mau tau author harus tanggung jawab#mian kalimat ini tidak usah di hiraukan#

    kenapa juga nae baru nemu ni ff yg bagus binggo and sebih bangat pakai BGT,nyesel nae…..

    hiks…..hiks…..hiks….
    #maaf alay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s