Invisible Contract (Chapter 8 – END)

INVISIBLE CONTRACT

Tittle                : Invisible Contract

Author             : Evilyoung (@yorinjase)

Main Cast        : Choi Rin Seung (OC)

Oh Sehun

Cast                 : Park Ri Chan (OC)

Park Ri Rin (OC)

Jung Dae Hyun

Choi Jun Hong (ZELO)

Kim Joon Myeon (SUHO)

Special Cast     : Jeon Hyo Sung (SECRET)

Other Cast       : Other member EXO

Other member BAP + Matoki

Choi Jun Hee (JUNIEL)

Orang lewat -,-

Genre              : Slice of Life, Fantasy, Romance, Mystery (?)

Rating              : PG 15

Length             : Chapter

Annyeong..!!! Lama author nggak lanjutin ff ini. Hehe mian, author lagi sibuk parah! Sudah, tidak usah banyak basa-basi. Selamat membaca chapter terakhir dari Invisible Contract!!

Untitled

—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-***—-

Author’s POV

“Agassi, kau sudah sadar?”

“Eng?”

“Rinseung-ssi, kamu sudah siap melakukannya?”

Yeoja bernama Rinseung itu segera bangkit dari tidurnya. Dia memegang kepalanya yang seperti ingin meledak karena sakit. “Ne.”

—–*****—–

Sehun’s POV

“Kita sampai. Inikah ruangan pemberontak-pemberontak itu?” tanya kekuatan serigala

“Mungkin. Tapi…. Kenapa ruangan ini seperti tempat yang habis terkena badai?” bingungku. Aku melihat kesekelilingku. Banyak para prajurit yang tergeletak di lantai dengan banyak luka di sekujur tubuh mereka. Darah segar juga menyelimuti ruangan ini.

“Sepertinya, ini baru saja selesai.” Ujar kekuatan serigala

“Hem..” sahutku

Tiba-tiba, ada sebuah pedang jatuh ke arah kekuatan serigala. Dengan cepat, pedang itu ditangkis dengan pedang yang dipegang oleh seorang namja. Pedang yang terjatuh itu pun terlempar jauh dan mendarat di dekat jendela. Namja itu menoleh ke kekuatan serigala dan tersenyum.

“Suho-hyung!” seruku gembira ketika melihat wajahnya

“Kau baik-baik saja, Sehun?” tanya Suho-hyung pada kekuatan serigala

“Tentu saja.” Jawab kekuatan serigala dengan penuh percaya diri

Oh, aku baru ingat. Wujudku saat ini hanyalah jiwa yang lepas. Pantas saja Suho-hyung tidak melihatku.

“Dimana Choi Rin Seung?” Suho-hyung menggaruk-garuk kepalanya yang entah gatal atau tidak..

“Dia kembali ke dunia manusia.”

“Mwoya? Jinjja?”

Aku membiarkan mereka berdua berbicara. Aku melihat ke langit-langit ruangan ini. Aku tersenyum sinis ketika menemukan seorang namja tinggi yang sedang terbang dan melihat ke tubuhku yang dihuni kekuatan serigala dan Suho-hyung. Tatapannya sangat dingin dan tajam. Lalu…, ada yeoja yang memakai gaun tanpa lengan berwarna putih di pintu ruangan ini. Aku yakin, Suho-hyung dan kekuatan serigala itu sudah mengetahui keberadaan yeoja itu.

Aku melangkah mendekati yeoja yang sedang bersender ke pintu yang baru saja ia tutup itu. Semakin dekat, aku merasa ada yang aneh. Sejak aku berwujud seperti ini, aku jadi bisa merasakan keganjilan pada seseorang. Masalahnya di dunia manusia belum selesai ya?

Tiba-tiba, yeoja itu mengeluarkan pedang dan mengarah ke perutku. Aku terkejut dan membeku sesaat. Kekuatan serigala langsung melihat ke arah kami dan berteriak, “apa yang dilakukan yeoja itu?”

“Sehun! Di atas!” seru Suho-hyung

“Cih!”

Aku melirik pada perutku. Lalu aku tersenyum sinis lagi. Aku melihat ke yeoja yang menusuk perutku dengan pedang yang penuh dengan darah. Aku menarik kesimpulan bahwa dia dan namja yang aku lihat sedang terbang itu yang melakukan pembantaian terhadap prajurit-prajuritnya sendiri. Dia menarik pedangnya dan menjauh dariku.

“Wae? Kenapa kamu tidak terluka?” tanya yeoja itu bingung

Begitu ya, dia bisa melihatku, “Karena kau sedang melawan sebuah jiwa.”

“Hah?”

Aku melirik ke kekuatan serigala dan Suho-hyung. Ternyata mereka sedang melawan Kris-hyung. Sudah kuduga, Kris-hyung adalah pemberontak bersama yeoja ini. Jujur, Kris-hyung sebenarnya tidak kuat. Aku tidak mengerti kenapa dia jadi pemberontak. (Kris : Eh, author! Berani-beraninya nyuruh Sehun buat bilang “Kris-hyung sebenarnya tidak kuat”. Apa maksudnya? | Author : hehehe… /menghilang/).

Aku mengeluarkan banyak pedang yang kubuat dari kekuatan anginku. Walaupun aku hanya tinggal jiwa, bagaimanapaun juga aku masih memiliki kekuatan. Aku mengarahkan pedang-pedang anginku pada yeoja itu. Dengan cepat pedang itu meluncur dengan cepat ke arahnya. Dia terkejut dan berlari menjauh dengan sesekali menangkis pedang-pedang yang mengejarnya itu.

“Percuma saja kamu tangkis, pedang-pedang angin itu hanya akan membuat pedangmu retak dan hancur.” Gumamku

Aku juga mengarahkan pedang-pedang anginku pada Kris-hyung. Kalau dia, sedikit lebih susah untuk mengenai hyung yang satu itu. Karena dia terbang. Suho-hyung mengeluarkan bola-bola air dari tangannya. Dan mengarahkannya ke Kris-hyung walaupun terkadang malah terkena pedang anginku. (Sehun : Kenapa rasanya suho-hyung payah banget ya? | Suho : /sabar/ | Author : yang penting dapet peran.)

Aku lihat, kekuatan serigalaku mulai mengeluarkan amarahnya yang bermula dari rasa bencinya pada manusia. Dia menatap tajam pada Kris-hyung yang sedang menghindar dari serangan. Dengan secepat kilat, kekuatan serigala terbang(?) dan meninju Kris-hyung. Kris-hyung pun kehilangan kendali dan terjatuh dengan keras ke lantai. Namja itu menyemburkan darah dari mulutnya. Kekuatan serigala mendarat dengan baik di dekat Kris-hyung yang tubuhnya gemetaran.

Ketika kekuatan serigala ingin menusuk tubuh Kris-hyung, ada seorang namja yang menendangnya sehingga kekuatan serigala terjatuh. Lalu, seorang namja lainnya yang terlihat lebih tua membuat sebuah perisai dan menyelamatkan yeoja yang terjatuh karena kakinya terluka. Lalu, datang seorang namja dan yeoja yang tidak asing lagi diingatanku.

“Luhan-hyung! Junhee-nuna!” kagetku ketika melihat mereka berdua berlari mendekati Suho-hyung. Mereka datang dari pintu ruangan yang satu lagi. Aku baru sadar ada dua pintu di ruangan ini.

Lalu, dua orang namja lainnya itu… oh… utusan yang aku suruh berkompromi dengan Rinseung. Sedang apa mereka disini?

“Mianhae, Sehun-ssi. Kami tidak menjalankan tugas dengan baik. Kami mengikuti permintaan Rinseung-ssi lalu kemari bersamanya dan Luhan-ssi serta Junhee-ssi.” Ucap namja yang sedang melindungi Song Soo Hwa, yeoja pemberontak itu.

“Mwo?” bingungku

Aku mencari yeoja yang dibicarakan namja itu. Lalu, mataku tertuju pada seorang yeoja yang menggunakan topi rajut berwarna hitam yang menutupi seluruh helai rambutnya sampai kedua telinganya. Yeoja itu memegang sebuah kertas berwarna cokelat yang sisi-sisinya sudah sedikit robek. Lalu ditangan satu laginya, diganggamnya pedang yang sepertinya pedang itu benar-benar tidak asing lagi. Sepertinya pedang itu…. Pedang Choi Han Seung…

“Apa yang mau dia lakukan?” tanyaku pada diriku sendiri

Tiba-tiba saja, semua yang ada di ruangan ini membeku ketika Rinseung menancapkan pedang ayahnya itu ke lantai. Aku, kedua namja utusanku dan Rinseung tidak ikut membeku. Aku tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan. Aku berlari mendekatinya. Yeoja itu segera membaca kertas yang masih dipegangnya sedari tadi. Dia membaca dengan sangat serius. Dia juga mengucapkan setiap kata-kata yang dia baca dengan suara yang sangat kecil seperti berbisik.

Ketika aku sampai tepat dihadapannya, dia selesai membaca. Dia menatapku dengan tatapan kosong. Kertas itu pun tiba-tiba terbakar dengan api biru yang muncul dari tangan kanannya. Abu kertas itu menghilang tanpa sisa. Aku masih tidak mengerti. Sebenarnya, apa tujuan Rinseung?

—–****—–

Rinseung’s POV

Tubuhku terasa sangat lemas. Aku mengeluarkan banyak tenaga untuk membaca Trustick. Benar-benar kertas kutukan. Kekuatan Trustick besar sekali. Pandanganku mulai kabur. Aku melihat Sehun berdiri di hadapanku dengan memasang wajah bingungnya. Aku ingat kata-kata orang yang menemuiku di rumah sakit. Aku sedikit menyunggingkan senyuman sebisaku padanya. Aku benar-benar tidak mampu lagi berdiri. Aku merasa dunia ini berputar-putar.

“Choi Rin Seung!” panic Sehun sambil mencoba menahan tubuhku yang ingin jatuh.

“Sehun…. Mianhae…. Jeongmal….” Aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku. Aku tidak kuat lagi. Aku tidak bisa melihat apa pun lagi. Semuanya… gelap…

“Agassi, kami utusan yang Sehun-ssi perintahkan untuk berkompromikan sesuatu padamu.”

“Utusan? Kompromi?”

“Sebenarnya, Sehun-ssi ingin anda…”

“Apa?”

“Sehun-ssi ingin anda selalu bersamanya.”

“Selalu bersamanya?”

—————————————————********************——————————————————-

“Rinseung-ah! Rinseung_ah! Bangun, nak. Ayo! Katanya kamu mau menemani Kim-ahjumma ke Lee Sora’s Music Square.” Aku mendengar suara merdu yang rasanya sangat aku sukai. Ku buka kedua mataku. Terlihat seorang yeoja yang mulai terlihat banyak kerutan di wajahnya dan rambutnya yang hampir diselimuti warna putih itu.

“Eomma.. sekarang jam berapa?” tanyaku sambil bangkit dari tidurku.

“Jam 6 pagi. Cepat mandi lalu langsung rapi-rapi. Kamu sarapan bersama Kim-ahjumma. Eomma masih ada kerjaan, jadi eomma tidak bisa membuatkanmu makanan. Mianhae ne.”

“Ne eomma.”

-SCIP-

@ Lee Sora’s Music Square

“Ahjumma, kita makan dimana?” tanyaku pada yeoja gemuk yang berjalan di depanku.

“Kita akan langsung ke café. Ahjumma  mau absen dulu, jadi, kamu tunggu di ruang tunggu, ne. jangan kemnaa-mana!” ucap Kim-ahjumma sambil tersenyum ramah.

“Hem..” aku mengangguk mengerti dan duduk di bangku panjang yang ada di ruang tunggu. Aku mengeluarkan handphoneku dari saku jaket abu-abuku. Ketika aku mengusap layar handphone, aku teringat sesuatu yang sepertinya baru saja terjadi padaku. Tapi… apa ya?

“Annyeonghaseo..” terdengar olehku suara beberapa orang namja yang baru saja masuk ke gedung bercat putih ini. Aku yang penasaran langsung melihat mereka yang sedang berjalan di depanku.

Dua namja di antara mereka melihatku. Aku terkejut melihat kedua namja itu. Oh! Aku ingat! Aku tinggal bersama namja bertubuh tinggi itu dan memanggilnya oppa karena dia oppaku. Lalu, namja yang satu lagi itu, namja yang disukai oleh Junhee-eonni. Tunggu! Aku sering bertemu mereka karena Kim-ahjumma selalu mengajakku  ke stasiun TV. Mereka artis, kan? Tapi… kenapa…

“Annyeong Rinseung-ah!” sapa kedua namja itu sambil tersenyum padaku.

“A.. annyeonghaseo Daehyun-ssi, Junhong-ssi.” Sahutku canggung.

“Kamu bersama Kim-ahjumma?” tanya Daehyun-ssi

“Ne. Dia sedang mengisi absen.” Jawabku

“Hem, begitu. Baiklah, kami permisi ne, Rinseung-ah. Annyeong.” Kata Junhong-ssi sambil berjalan bersama Daehyun-ssi mengikuti member B.A.P dan manager mereka.

“Choi Rin Seung, ingatlah, yang kamu ingat itu adalah mimpi. Ingat! Hanya mimpi!” tegasku pada diriku sendiri

Tak lama kemudian, Kim-ahjumma datang dan mengajakku ke café yang tidak jauh dari kantornya itu. Selama di perjalanan, aku melihat seorang yeoja cantik yang sedang menggemblok tas gitar dan berjalan bersama seorang yeoja berambut pendek di seberang jalan. Rambut hitamnya diikat dengan rapi. Sepintas, aku merasa sangat rindu ketika melihatnya. Melihat Junhee-eonni.

Sampailah kami di café. Kim-ahjumma berjalan masuk ke dalam café yang pintunya dibukakan oleh salah satu pelayan café tersebut. Aku mengikutinya sampai di tempat yang masih kosong. Aku dan Kim-ahjumma duduk berhadapan. Seorang pelayan lainnya datang menemui kami. Dia menyapa kami dengan sangat ramah dan memberikan kami buku menu. Ketika aku dan Kim-ahjumma sibuk mencari pesanan yang sesuai dengan selera kami, tiba-tiba saja ada yang menyenggolku dan memberikan secarik kertas padaku. Orang yang memberikan kertas itu padaku pun langsung keluar dari café.

“Apa-apan sih orang itu?” gerutuku

Aku langsung membaca tulisan yang ada di kertas yang tergeletak di mejaku itu. Temui aku di samping café. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Dari Oh Sehun EXO.

.

.

.

.

.

“Ha?”

Sekitar 15 menit kami berada di café, kami pun segera kembali ke kantor Kim-ahjumma. Kami melewati seorang namja yang memakai jaket hitam dan topi hitam. Namja itu sedang bersender di dinding samping café sambil melipat kedua tangannya di dada.

“A.. ahjumma, aku mau beli sesuatu dulu. Ahjumma langsung ke kantor saja, nanti aku menyusulmu.” Ucapku ketika merasakan aura dingin dari namja yang baru saja kami lewati.

“Memangnya kamu mau beli apa? Ayo ahjumma temani.” Tanya ahjumma

“A.. ani! Ahjumma tidak usah menemaniku. Aku tidak akan tersasar, kok.”

“Tapi kamu kan..”

“Aku bawa uang, Ahjumma. Lebih baik Ahjumma kembali ke kantor sebelum Ahjumma tidak dapat melihat member B.A.P yang Ahjumma kagumi itu.”

“Ah, benar juga. Padahal Ahjumma berharap ada member EXO yang datang ke kantor. Kalau begitu, ahjumma duluan, ne! Jangan lama-lama!”

“Ne ahjumma!”

Aku melihat punggung Kim-ahjumma yang semakin tidak terlihat karena banyak orang yang berlalu-lalang di sini. Aku membalikkan tubuhku dan mendekati namja yang masih diposisinya itu.

“Hey, apa yang mau kau bicarakan denganku?” tanyaku dingin

Namja itu menegakkan tubuhnya lalu berhadapan denganku. Dia menatapku dingin. Aku hanya terdiam karena sudah biasa ditatap seperti itu olehnya. Tak lama kemudian, namja yang sebenarnya seorang artis ini terkekeh. Aku menatapnya aneh. Ada apa dengannya?

“Pabo!” ucapnya sambil tersenyum padaku. Aku kebingungan.

“Siapa yang kau sebut pabo, huh?” gerutuku

“Tentu saja kamu. Siapa lagi?” jawabnya sambil melepas topinya lalu memakai kupluk dari jaketnya yang bisa menutupi kepalanya hingga hidung itu. Aku rasa jaket itu besar sekali.

“Atas dasar apa kamu bialang aku pabo? Dasar namja menyebalkan!” kesalku

Sehun memakaikan kupluk di kepalaku dan mulai mendekatkan wajahnya padaku. Tunggu! Rasanya aku pernah merasakan hal seperti ini. Sehun mencium bibirku lembut. Aku memegangi kedua tangannya yang menggenggam kuplukku erat. Segera mungkin Sehun menjauhkan wajahnya dari wajahku. Dia menyadari kalau kami ada di tempat umum. Aku mendorong tubuhnya dan segera mengelap bibirku dengan lengan jaketku.

“kontrak kita belum selesai, Rinseung.” Ucapnya

“Mwo?” kagetku

Sekali lagi namja itu terkekeh, “Hanya itu yang ingin aku katakan. Sampai bertemu besok! Annyeong!” Sehun pun kembali tersenyum dan dia pun berlalu.

Jinjja… namja itu menyebalkan! Umpatku dalam hati.

——-*****—–

Author’s POV

“Membaca Trustick? Untuk apa?” tanya Rinseung.

“Untuk mengembalikan kalian ke dunia yang sebenarnya.” Jawab namja yang duduk di samping ranjang pasien.

“Dunia yang sebenarnya…”

“Apa kau tau, Rinseung-ssi? Ini hanyalah sebuah mimpi. Kamu berada di dalam alam bawah sadarmu. Jika kamu tidak terbangun dari tidurmu, kamu tidak akan pernah kembali ke duniamu.” Ujar namja yang berdiri di samping tiang penyangga infuse.

“Kamu merasa kalau dunia ini aneh, bukan?”

Rinsueng menganggukkan kepalanya pelan.

“Kita menarik kesimpulan saja, biasanya, mimpi itu ada yang masuk akal dan tidak masuk akal, atau bisa saja keduanya ada dalam mimpi tersebut. Kejadian-kejadian yang sudah kamu alami itu terlihat tidak masuk akal. Manusia yang punya kekuatan, kekuatan serigala, Quess, Invisible Contract, dan masih banyak lagi. Di dunia yang sesungguhnya, itu hanya ada di dalam buku cerita, novel, komik, film, imajinasi, dan mimpi.”

“Ya.., aku mengerti itu. Tapi, apa yang akan terjadi kalau aku membaca Trustick?”

“Kamu akan kehilangan kesadaranmu di dunia ini. tapi kamu terbangun di dunia yang sebenarnya. Ingatanmu tentang dunia ini masih tetap ada. Tapi, hanya orang yang membaca Trustick dan orang yang berhubungan denganmu (Invisible Contract) saja yang bisa mengingat dunia ini. Bagaimana?”

Rinseung tampak berpikir. Yeoja itu menganggukkan kepalanya, “Baiklah, aku lakukan. Ini demi semua orang yang ku kenal di dunia yang sebenarnya.”

END

—————————zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz————————–

[Jeongmal mianhae kalau terlalu pendek atau terlalu lama menunggu atau endingnya terlalu cepat atau ceritanya jelek atau banyak typonya atau… (Daehyun : Kebanyakan atau.. | Sehun : Biarin aja. Suka-suka dia. Setelah ini kita tidak berurusan lagi sama dia.(?) | Zelo : poor Author) namanya juga manusia. Tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Tapi, TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA untuk semua reader yang sudah membaca ff nggak laku ini. (Rinseung : sampai dicapslock, lho. | Ririn & Richan : Ah, tapi kenapa kita nggak ada di chapter terakhir? | Author : /kabur/) Aku sayang para reader <3]

8 pemikiran pada “Invisible Contract (Chapter 8 – END)

  1. bgs min, tpi q radak bingung sma chapter trakhirnya bsa jelaskan gk thor?
    q bnr2 ska critanya hnya chapter trakhirny aj yg q bingung

  2. ahahahaah aku radak ga mudeng sama part akhirnyaaaaaaa heheeheheehehe tapi setelah tak baca ke3 kalinya baru paham kekekekeke

  3. Adding to Mr. Ahmadinejad’s issues is the reality
    that numerous players who have remaining Iran, including premier league club Esteghlal FC
    top midfielder Fabio Januario of Brazil and compatriot and group mate
    Rodrigo Tosi have mentioned they would file a complaint
    with world soccer entire body FIFA. German-born Iranian German participant Underneath-21 worldwide Ferydoon Zandi has also still left his ancestral homeland for greener pastures in Qatar.
    An Iranian sports reporter stated that previous premier
    league club Persepolis FC mentor Ali Daei was also contemplating complaining to FIFA about the club’s failure to pay his backlogged wage.

  4. Baguss minn kok kayaknya ngegantung trus agak bingung bacanya.
    Maap yee thor baru komen di part terakhirr + baru bacanya juga hhe
    Keep Writing ne~

  5. Awal2 aq bingung soalx castx byk dgn sudut yg berbeda2. Tp smkin lama akhirx ngerti jg. Bagus malah tp thor endingx kependekan. Pertemuan sehun ma rinseung singkat amat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s