My Pervert Devil (Prolog)

Title : My Pervert Devil
Author : AngevilBoo
Main Cast :
Oh Se Hoon (EXO)
Kim HyunRa (OC)
Other Cast : You’ll find them~
Length : Chaptered
Genre : Romance, Family, Angst(?)
Rating : PG17 or Mature
Disclaimer: I dont own anything beside Story and OC. If there are similarities, it’s not intentional and I apologize. The other cast belongs to God and their parents. Thank You^^
Poster Credit : http://cafeposterart.wordpress.com/ (Andinarima)
.
Cast Introduction :

Oh Sehun (21 tahun)
Pria tampan anak bungsu dari pengusaha kaya raya di Korea, Oh Taejun. Kehilangan Ibu yang sangat disayanginya saat masih berusia 8 tahun yang membuatnya tumbuh menjadi Pria dingin dan posesif. Benci kepada Ayahnya sendiri karena menganggapnya sebagai penyebab kematian Ibunya.
Memiliki begitu banyak penggemar, dan juga dijuluki sebagai Iblis tampan (Handsome Devil) karena sifatnya yang terkadang tidak punya hati. Juga memiliki masa lalu kelam dengan seorang gadis yang membuatnya cukup sering mempermainkan mereka, hingga ia bertemu gadis itu. Gadis cantik malang yang harus menjadi pelampiasannya.

Kim HyunRa (18 tahun)
Seorang gadis polos yang kini tinggal bersama Ayahnya yang keras dan pemarah, semenjak Ibunya meninggal 4 tahun lalu. Karena sering dibentak, membuat gadis ini berubah menjadi gadis yang begitu tertutup dan sangat patuh serta takut pada Ayahnya.
Tak memiliki teman dekat, karena begitu takut bergaul dengan dunia luar. Ia memiliki seorang Onnie yang pergi meninggalkannya dan Ayahnya begitu saja. Ia juga harus berusaha membiayai kehidupannya dan Ayahnya yang sering berjudi. Tetapi kehidupannya pun berubah setelah bertemu dengan pria itu. Pria yang mengklaim dirinya sebagai miliknya seorang. Pria tampan yang begitu ia takuti. Oh Sehun.
*Other Casts are Still Hidden*
.*.*.*.*.

Seorang gadis meronta dari dekapan paksa sang Ayah pada tangan mungilnya. Air mata membanjiri wajah mungil pucat milik gadis itu. Sang Ayah yang melihat seakan tak perduli, dan terus menyeret tubuh mungil anak gadisnya itu.
“Ayah, kumohon. Aku tidak mau, lepaskan aku, Ayah!”
“Tidak! Kau harus menurutiku kali ini!” bentak sang Ayah pada putrinya. Ia menyeret gadis itu kesebuah Rumah mewah dan megah.
Saat sampai, mereka disambut oleh seorang pengawal bertubuh tegap dan besar. Pengawal itu memberikan isyarat kepada Pria yang sudah berkepala empat itu untuk masuk ke dalam. Pria tua itu menunduk patuh, lalu kembali menyeret tangan gadis mungil yang ia pegang.
Gadis itu hanya bisa menangis. Tubuhnya bergetar, ia menahan isakannya. Wajahnya pun sudah pucat pasi. Hingga mereka memasuki sebuah ruangan berdesign mewah, lalu tampaklah sesosok Pria Tua yang mungkin seumuran dengan Ayah gadis itu, hanya tua beberapa tahun.
Wajahnya menampilkan wajah dingin dengan kesan sombong. Tetapi, masih terlihat tampan walau usianya yang sudah tak muda lagi.
Ayah gadis itu melepaskan tangan putrinya itu, lalu membungkuk kecil pada lelaki dihadapan mereka. Gadis itu hanya bisa terdiam, ketakutan. Ia masih belum mengerti.
“Akhirnya kau tiba, cukup untuk membuatku terduduk kebosanan diruanganku sendiri!” Suara Lelaki tua itu terdengar santai, tetapi begitu dingin.
“Maafkan saya Pak, membuat anda menunggu lama” Ayah gadis itu kembali menunduk bersalah.
“Hm, tadinya aku sudah memikirkan ganjaran apa yang harus kuberikan padamu. Tapi melihat apa yang kau bawa bersamamu… dapat mengubah segalanya,” ucap Lelaki itu yang kini mengalihkan pandangannya pada seorang gadis cantik bertubuh mungil yang sedari tadi terdiam di belakang Ayahnya.
Ayah gadis itu segera menarik lengan putrinya itu. “Ini gadis yang saya janjikan pada Anda. Bagaimana menurut anda Pak? Bukankah ia cantik?”
Gadis polos yang tidak mengerti apapun itu hanya dapat terdiam, memandangi mereka dengan ketakutan yang terpancar jelas.
“Jauh dari yang kuharapkan. Sungguh menarik.” Pria tua itu menatap gadis itu kembali. Gadis berkulit putih pucat itu, wajahnya yang masih basah karena air mata. Begitu cantik.
Wajah Ovalnya yang runcing, Hindung bangir yang mungil, Mata bulat, dan bibir mungil tipis, membuat wajahnya terlihat bagaikan Bayi polos atau boneka-boneka Crobi. Rambut panjang sepinggangnya terlihat sedikit berantakan, dan begitu juga sweater berwarna krem yang membalut tubuh mungilnya. Menarik.
“Tentu saja, pak. Ia adalah putri bungsuku. Jadi bagaimana? Kau menerimanya?”
Pria tua itu tersenyum tipis, lalu bangkit dari duduknya. Berjalan perlahan kearah meja kerjanya yang besar. Lalu terlihat ia menuliskan sesuatu pada sebuah kertas kecil.
“Putri bungsumu? Kau memang Ayah yang kejam, tapi… Aku suka. Huh, Sayang sekali aku membelinya bukan untuk untuk diriku,” gumam Lelaki itu santai lalu menyodorkan sebuah cek kepada Ayah gadis itu.
Dengan senyuman lebar, Ayah gadis itu berjalan menghampiri Lelaki itu, dan mengambil cek tersebut. “Terima Kasih, Pak. Dia milikmu sekarang.”
Gadis itu? Ia terkejut mendengar perkataan dari Ayahnya pada Lelaki tua dihadapannya. Air matanya kembali mengalir dan menatap nanar Ayahnya yang terlihat begitu bahagia menerima cek dari Lelaki itu.
Setega itukah Ayah hingga menjualku? Ayah menjualku? Aku dijual?
Bibirnya bergetar hebat. tubuhnya kaku. Hingga Ayahnya tersebut berjalan kembali menghampirinya.
“Sekarang dengarkan aku. Mulai sekarang kau tinggal disini. Dan kau miliknya. Kau mengerti?”
“A-Ayah…”
“Hei sudah, berhentilah menangis. Aku tak mengajarkanmu untuk menjadi gadis yang cengeng! Jangan macam-macam dan jangan pernah berpikir untuk kabur!”
Ayah gadis itupun pergi begitu saja. Meninggalkan putrinya yang hanya bisa terdiam menangis. Tepat setelah Pintu tertutup, menyisakan ia dan Pria paru baya itu di sana.
Gadis itu menundukkan kepalanya. Menghindari tatapan tajam dari Lelaki tua yang tengah mengamatinya.
“Hm.. Kau memang cantik, Agasshi. Kurasa anakku akan menyukaimu.”
Pria tua itu lalu berjalan pelan menghampiri gadis itu. Membuatnya semakin ketakutan. Tanpa sadar, ia merasakan sebuah tangan mengelus lembut kepalanya. Lelaki itu tersenyum, bagai melihat putrinya sendiri.
“Selamat datang di Keluarga Oh, Kim Hyunra-ssi.”
Gadis itu tetap diam, bagaikan orang bisu. Hatinya hancur, Tubuhnya kaku, Tulangnya terasa ngilu, dan terasa begitu sulit menahan bobot ringan tubuhnya. Dalam hati ia memohon,
Tuhan, Tolong aku.
TBC
Anyeongg All~
Ini FF pertama saya, jadi maaf kalo gaje, nggak nyambung, dan lainnya. Saya sendiri juga tau kok, tapi saya cuma pengen nyoba mengirim sebuah FF aja. Mian ya kalo nggak suka.
Oke, Nextnya tergantung peminat juga, jadi kalo mau lanjut, koment yaa^^ kalo nggak, jadi sider aja nggak papa kok 🙂
Tertanda,
Luhan beserta Istri

201 pemikiran pada “My Pervert Devil (Prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s