Freaky Dream (Chapter 1)

Freaky Dream

Freaky dream

Author                         : K.S.I (@Kirana_Suksma)

Title                             : Freaky Dream

Main Cast                    : Kim Jong In, Park Shin Ah

Other Cast                   : Shin Hyesung

Genre                          : Romance, Comedy, Fantasy, Fluff

Rating                          : PG-15

Length                         : Two Shoot

Disclaimer                   : FF ini original buatan saya. Jika ada kesamaan cerita, itu adalah ketidaksengajaan. Sorry for typos.

 

A/N      :  Seluruhnya memakai sudut pandang Shin Ah

 

Happy Reading^^

 

*****************

 

Haaahhhh… rasanya seluruh tubuhku pegal semua akibat tadi di hukum lari 10 putaran lapangan.. huufftt…  dan aku masih harus merangkum buku biologi yang tadi aku ambil di perpustakaan. Memang sialan Oh Sehun si ketua OSIS itu. Sepertinya ini hari sial ku yang ke-17 dalam hidupku.

Aneh bukan? Dan tanggal sialku adalah tanggal 15. Dan sekarang adalah tanggal 15. Hitunganku tidak meleset.

Tsk. Tapi itulah hobi ku.. menghitung semua yang telah aku lakukan dalam hidupku.

 

Selesai membersihkan diriku, aku berjalan ke kamar dan langsung merebahkan diriku di tempat yang selalu aku rindukan setiap saat. Pulau kapuk kecilku. Tepatnya kasur ku.

Dan tanpa sadar aku mulai memejamkan mataku, dan. . . gelap.

 

~FREAKY DREAM~

 

Hari ini ada tugas tambahan di sekolah. Menyusahkan sekali.. huhh.. padahal tadi guru Kim tidak masuk hari ini dikarenakan sakit. Tapi sial. Benar-benar sial. Oh Sehun si ketua OSIS itu seenaknya saja memberi tugas banyak. Sangat banyak malah.

Dan tadi aku baru mengerjakan setengah nya. Dan karena itu, Sehun sunbaenim menyuruhku untuk membuat tugas tambahan. Yaahh.. bisa dibilang aku dihukum. Lagi. Tapi aku lebih suka menyebutnya dengan ‘tugas tambahan’. Cih-

 

Saat ini aku sedang berada di dalam perpustakan untuk mengerjakan tugas tambahan itu. Hahhh.. soal-soal ini susah sekali!! Dasar ketua OSIS sialan!

Di perpustakaan ini sepi sekali.. bisa dibilang banyaknya murid disini bisa dihitung dengan jari. Beginilah keadaan perpustakaan sekolahku saat istirahat berlangsung. Mereka lebih suka menghabiskan uang mereka di kantin daripada menghabiskan waktu mereka hanya untuk sekedar membaca.

 

Aku berjalan ke rak demi rak buku yang akan aku salin jawabanya. Beberapa kali aku melewati rak yang sama. Dan aku dapat melihat seseorang sedang membaca buku dengan damainya dan menaruh buku itu tepat di wajahnya. Mungkin dia tertidur. Tsk.

Aku sedang sibuk mencari buku Biologi yang di rak ke tiga. Sepi sekali. Tidak ada satu orang pun yang sibuk mencari buku sama sepertiku. Dan saat itu juga aku menemukan buku  yang kucari.

Saat aku akan mengambil buku itu, tiba-tiba.. ada sebuah tangan kekar yang menyentuh buku itu juga. Tangan kami bersentuhan. Aku terperanjat.

‘perasaanku tadi tidak ada orang disini’ pikirku

Aku menengok kearah tangan itu. Aku mengikuti pandanganku mulai dari telapak tanganya yang saat ini sedang bersentuhan denganku, lalu lengannya yang di tutupi oleh blazer warna biru tua yang sama sepertiku. Kemudian aku menatap dadanya yang tingginya sama dengan kepalaku. Wait. Berarti dia tinggi sekali kan?

Lalu kemudian . . . . wajahnya.

Ohh..

 

 

 

Tunggu dulu! Siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya sekalipun. Ohh.. mungkin dia anak baru.. ya.. anak baru..

Dia tersenyum kepadaku. Jantungku rasanya ingin melengos. Bukan karena aku menyukainya. Uppps.. mungkin aku… eerrr… menyukainya..

Tapi karena aku tidak pernah melihat namja tersenyum kepadaku dengan jarak sedekat ini. Terlebih tangan kami bersentuhan. Ohh God! Save me now!

 

Lalu dengan cekatan dia menarik buku yang seharusnya aku yang mengambilnya.

“maaf nona Park Shin Ah.. siapa cepat dia dapat! Aku ambil yaa bukunya..”

“YAA!”

 

Wait. Apa dia tadi memanggil namaku? Darimana dia mengetahui namaku? Siapa dia? Aku saja tidak tahu.. tapi kenapa dia mengetahui namaku? Padahal aku bukan yeoja tenar.. apa aku tenar karena dihukum oleh ketua OSIS sialan itu?

 

“nuguya?” tanyaku padanya. Aku penasaran.

“eohh.. kau akan tahu nanti.. hahaha”

Setelah itu dia langsung berjalan kearah belakang rak. Sedangkan aku masih sibuk berkecamuk dengan pikiranku tentang ‘bagaimana dia bisa tahu namaku?’

Tidak lama kemudian kesadaranku mulai kembali. Aku melihatnya masih berada di ujung rak buku ini. Aku tidak mau kehilangan langkahnya. Aku segera mengikutinya dari belakang. Namun telat, kulihat dia sudah berbelok kearah rak lain. Dengan segera aku langsung berlari dan berbelok kearah yang sama.

Namun… apa yang kutemukan.

Tidak ada namja itu disana.

‘perasaan tadi dia berbelok belum lama. Lagipula rak ini panjang. Bagaimana caranya? Apa dia berlari?’

 

Haiisshh.. lagipula ngapain juga aku harus ribet mencarinya! Ehh.. tapi bukunya!?

Hahh.. nanti saja lahh.. lagipula aku malas mengerjakan tugas tambahan itu…

Saat aku menoleh kearah sampingku, aku melihat ada novel series favorit ku. Dengan cekatan aku langsung mengambil novel itu dan langsung duduk di bangku yang telah di sediakan sambil membaca novel itu. Hahh.. sepi sekali..

 

Mungkin karena terlalu serius aku membaca, sampai-sampai aku tidak menyadari bahwa ada seseorang yang duduk di bangku depan ku. Lebih tepatnya satu meja denganku.

 

“Hey nona Park, kau sedang apa?” Tanya namja itu

Aku terlonjak. Bukankah itu namja yang tadi?

 

“Ya! Namja aneh! Kembalikan buku—”

Belum sempat aku meneruskan kata-kata ku, aku tambah kaget saat melihat sekeliling.

Kalian tahu kenapa?

 

“Hey nona Park! Jangan berisik! Kau mengganggu mereka!” ucap namja itu dengan sedikit berbisik. Dan wajahnya saat mengatakan itu sangat datar. Seperti tripleks -_-

 

Disini ramai sekaliiiii…!!!!

Mungkin murid satu sekolah ada disini sekarang. Ta..ta.. tap..tapi..

 

“eoh..”

 

Hanya itu saja suara yang bisa aku keluarkan dari mulutku. Ini gila! Apa aku benar-benar tidak waras?

“kk..kken..kenapa b..bii..bbiissaa..!!”

Sedangkan namja didepanku hanya diam sambil membaca buku yang tadi dia rebut dariku. Cihh—

 

Aku masih shock memikirkan ini semua. Ini tidak masuk akal!

Bukanya tadi sangat sepi? Bahkan saat kulihat seorang yang kuanggap membaca buku sambil tertidur tadi sekarang sudah ada sekitar lima tumpukan buku yang ada dimejanya. Apa dia membaca sebanyak itu kah? Dan dia membacanya semangat sekali!

Suara derap langkah kaki memenuhi telingaku. Bisakah kalian bayangkan bagaimana rasanya menjadi aku disini?

 

Rasa terkejut ku akan namja yang mengetahui namaku saja masih belum hilang. Ditambah ini?! Apa-apaan ini..

 

“Hey! Kau tahu? Aku sangat suka buku Biologi yang kita pilih..” suara berat namja itu menyadarkanku.

Apa  katanya? Kita?

 

“kita?” tanyaku

 

“yaa.. kita.. hey! Apakah kau lupa bahwa tadi kau juga akan mengambilnya?”

Hening sebentar…

aku masih mencoba berfikir Apa yang di maksud namja itu. Dann…

 

 

“YAA!! Kembalikan buku Biologi itu padaku!”

 

“eeiittss! Tidak bisa! Tadi yang mengambil duluan kan aku! Jadi aku yang berhak meminjamnya!”

Tsk. Dasar namja aneh ini… sebenarnya siapa sih dia?

 

Aku melihatnya dari bawah sampai atas. Dan saat ini mataku hanya tertuju pada wajahnya.

Sangat sempurna.

 

Rambutnya yang hitam, matanya yang tajam namun meneduhkan, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tebal… ahh sangat menggoda. Rasanya aku ingin melumat—

STOP IT SHIN AH!!

Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat.

*Hadeuhh.. tapi pusing juga..*

Tunggu dulu, tadi aku berpikiran apa? ahh.. bahaya! Sebenarnya siapa namja ini?

 

“eheemm.. naega? Uhhmm.. jeoneun Kim Jong In imnida.. apa yang kau pikirkan? Aku tampan bukan? Pikiranmu kotor sekali.. cihh—”

 

Apa katanya tadi? Dia bisa membaca pikiranku? Ohh tidak.. keanehan apalagi ini?

 

“siapa juga yang ingin mengenalmu.. cihh—” jawabku ketus.

Jujur aja, aku tidak ingin berkenalan denganya. Habisnya dia aneh.. sikapnya itu lohh..

 

 

*****************

 

Saat masuk ke kelas, aku dikejutkan lagi oleh kehadiran Sehun sunbae. Dia berdiri dari duduknya dan langsung menatapku tajam seolah bertanya ‘apa yang kau lakukan disini’.

 

“apa yang kau lakukan disini Park Shin Ah?!?”

Dan benar saja, dugaan ku tidak meleset sedikitpun.

 

“aaa…aku..aku hanya.. ingin masuk sunbaenim…” jawabku tergagap.

 

“SIAPA YANG MENYURUHMU MASUK HAH!!??!!” dia membentakku. Ummaa.. aku takut~

“tapi sunbae… aku kan harus mengikuti pelaja—”

 

Belum sempat aku selesai bicara. Namun pandanganku menangkap seseorang yang sedang duduk di bangku paling depan sambil cengengesan(?) melihatku.

Chakkaman.. dia.. dia itu kan namja aneh itu! Jong… Jong.. siapa namanya? Ahh! Jong In! sedang apa dia di kelasku! Hey! Dia juga menduduki tempat ku!

 

“CEPAT KELUAR!” teriak sehun sunbae yang bia memecah telinga siapa saja.

“ne.. sunbaenim..”

Dengan pasrah serta langkah gontai aku menuju ke luar kelas. Satu-satunya tempat yang damai adalah di atap. Aku memutuskan untuk bersantai di atap saja. Melepas pikiran tentang sehun sunbae yang berani-berani nya telah mempermalukanku di depan teman-temanku. Ummaa… sehun sunbae jahat! Aku ingin menangis rasanya..

 

“hey! Kau cengeng sekali eoh! Begitu saja menangis.. ckck..”

Ucap seseorang yang berhasil membuatku mencari sumber suara itu.

Saat aku menolehkan kepalaku ke arah kanan ku, tiba-tiba…

 

DEG!

 

Uhh… kali ini aku benar-benar kaget! Saat aku mendapati namja aneh itu sudah duduk di sebelahku sambil menselonjorkan kakinya. Dan mengikuti gaya duduk ku. Wajahnya tepat berada di depan wajahku. Bisa kalian lihat rona merah yang ada dipipiku saat ini.

 

“Gyahahahahahaaa!!! Wajahmu! Wajahmu seperti kepiting rebus! Gyahahahahaa!!”

 

Ukkhh.. dia menertawakanku rupanya. Dengan segera aku menundukkan wajahku malu.

 

“kenapa wajamu memerah? Aku tampan geutji?” ucapnya setelah bisa mengontrol tertawanya yang menggelegar itu.

 

Ck.. dasar.. percaya diri sekali dia..

 

“kenapa kau tiba-tiba ada disini? bukankah tadi kau ada di kelas?”

 

“Yaa! Jangan mencoba mengalihkan topik pembicaraan eoh!”

 

“hey! Aku serius! Jongin-ssi.. lagipula untuk apa kau disini hah?”

 

“aku juga serius.. kau sempat berpikiran akan menciumku kan? Kenapa? Apa aku ini sangat tampan?”

 

“YAA! S..si..siapa juga yang memikirkan hal itu! Memalukan sekali!” aduuhh kenapa aku jadi gugup begini sihh..

Memang tadi saat di perpustakaan aku sempat berpikiran bahwa aku ingin melumat bibirnya yang seksi—

Haisshh.. apalagi yang kupikirkan!

 

“hahaha! Kau memikirkannya lagi Shin ah ya!”

 

“YAAA!!!”

 

*PLAKK*

 

Aku langsung memukuli bahunya.

 

“tunggu dulu! Kenapa kau bisa mengetahuinya?” ucapku polos. Aku tidak sadar bahwa aku keceplosan(?) sesuatu.

 

“GYAHAHAHAHAAA!! Benar kan? Kau memikirkannya!”

 

Uppppppppppppssssss…..

 

“YAA! Siapa juga yang ingin mencium bibirmu itu hah! Bibir bau terasi juga! Eewwhh…”

 

“enak saja! Bibirku ini manis tahu! Kau ingin mencobanya?” tanyanya dengan smirk menjijikan.

 

“narsis sekali kau Kim Jong In!” entah kenapa baru saja aku mengenalnya, namun aku sudah merasa dekat dengannya. Dia seperti bisa menarik hatiku dalam waktu sedekat ini.

 

Semakin lama dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku berusaha mati-matian menutupi suara bergemuruh dalam jantungku. Perlahan aku memejamkan mataku, dan mulai pasrah menerima apa yang akan dia lakukan padaku selanjutnya. Aku mulai menunggu benda kenyal yang basah menyentuh bibirku. Aku menunggu. Menunggu. Menunggu.

 

 

 

 

“HAHAHAHAHA!!!!!”

 

Dia tertawa? Kenapa? Ini gila. Aku malu..

Saat aku membuka mataku, aku sangat terkejut saat dia sudah tidak ada lagi di depanku. Mana? Mana Jongin?

 

Apa dia hantu? Atau itu tadi hanya khayalanku saja? Hahh… aku maluu..!!

ternyata ini hanya khayalan..uukkhh.. aku pikir dia akan benar-benar menciu— haaiissshhh… lagi-lagi..

 

 

“heyy!! Apa yang kau lakukan disini hah?”

 

Tunggu. Aku kenal suara itu. Aku mendongakkan kepalaku. Mencari siapa sumber suara itu.

Aku berjalan ke arah balkon pembatas. Bukankah itu Jongin?

Dengan wajahnya yang cool itu, tanganya bersandar menumpu tubuhnya dipagar pembatas.

Entah kenapa tanpa sadar ujung bibir ku terangkat melihatnya ada disini. aku tersenyum.

 

“kau bertanya padaku?” aku mencoba basa-basi denganya.

 

“tentu sajaa.. kau.. sedang apa disini?” dia berbalik menatap ke arah ku.

 

Sekarang aku yakin, tadi aku hanya berkhayal. Huhh.. memalukan.

 

“cihh.. itu benar-benar terjadi bodohh!”

“apa?”

“lupakan”

 

 

*****************

 

 

Saat kami kembali ke kelas, entah kenapa pandangan semua orang manajam ke arah jongin. Mereka kenapa?

Jongin menanggapinya dengan santai.

Tidak ingin menjadi beban, aku juga menghadapinya dengan santai.

 

Namun entah kenapa ada rasa aneh yang menjalar di tubuhku. Seperti rasa tidak rela jika jongin ditatap dengan cara seperti itu. Hey! Dia namja baik-baik.. kenapa mereka semua memberi tatapan yang mencurigakan?

 

“jadi dia itu bukan manusia?”

“apa? berteleport? Bagaimana bisa?”

“iyaa.. aku melihatnya dia menghilang tadi..”

 

Aku mendengar beberapa orang yang tadi melihat jongin dengan tatapan aneh sedang berbisik aneh juga.

 

Tunggu dulu. Berteleport? Apa itu teleport? Menghilang? Maksudnya? Apa mereka sedang membicarakan jongin? Aku pikir aku harus bertanya pada jongin nanti.

 

*****************

 

 

KRIIINGGGG…!!

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Murid-murid segera mengemasi barang-barangnya ke dalam tas.

 

‘mungkin ini saat yang tepat untuk menanyakan kepadanya’

 

“eumm.. jongin ah.. ada yang ingin aku tanyakan padamu..”

 

“apa? tanyakan saja..”

ukhh.. dia cuek sekali. Padahal aku ingin bertanya serius padanya. Tapi dia hanya menjawabnya dengan datar, sambil jalan pula. Bagaimana jika ada orang dengar nanti. Menyebalkan.

 

 

“Eumm.. tidak jadi deh.. hehe”

 

Tiba-tiba jongin menggenggam tanganku dan menarikku, entahlah ia ingin kami kemana. Jongin berjalan kearah gerbang sekolah.

Huhh.. untung saja. Aku kira jongin akan membawaku ke suat—

WHAT!?

APA INI!!

 

Kenapa tiba-tiba aku dan jongin ada di atap sekolah? Padahal jelas-jelas tadi kami sudah melewati gerbang sekolah… ini aneh.. sangat aneh.

 

Secara tiba-tiba Jongin berhenti mendadak. Membuatku menabrak punggung kekarnya.

 

“Awww.. sshhh”

Aku meringis kesakitan sambil mengelus dahi ku.

 

“Kau.. dengan mudahnya bisa mempercayai mereka huh!” Ucapnya berteriak tanpa menoleh sedikitpun.

 

Apa? Kenapa dia berteriak? Apa maksudnya? Percaya apanya?

 

“Ma..maksudmu?”

 

“Ck, jangan berlagak sok tidak tahu! Bilang saja! Kau sudah tahu semuanya tentang diriku! Ya kan!?”

 

“Tahu apa? Maksudmu apa sih?”

 

“Ck.. dasar!”

 

Wusshhh…

 

APA LAGI INI!

kenaa tiba-tiba aku ada di depan pagar sekolah?! Tapi tanpa jongin..

Ya Tuhan.. apa maksud semua ini?

 

**********

 

Esok paginya saat aku berjalan di koridor menuju kelas ku, aku bingung. ‘Kenapa semua orang melihatku dengan pandangan seperti itu?’ Pandangan seperti guru yang sedang menuntut sebuah jawaban dari muridnya.

Tunggu dulu.

Bukan aku yang mereka lihat.

Tapi bocah dibelakangku.

Memangnya siapa yang ada di belakangku?

Saat aku lihat kebelakang..

 

Wusshh..

 

Tidak ada siapa-siapa.

Dan saat aku hendak melanjutkan jalanku lagi, betapa kagetnya aku saat melihat jongin yang sedang berjalan dengan santainya di depanku. Huh? Sejak kapan dia berjalan di depanku?

Aku mencoba untuk mensejajarkan langkahku denganya, hanya untuk bertanya ‘sejak kapan kau datang dan berjalan di depanku?’

Namun, belum sempat aku bertanya, dia sudah menjawab terlebih dahulu.

 

“Sejak barusan.. matamu siwer(?) ya?”

 

“Huh? Kenapa kau tahu apa yang ingin aku tanyakan padamu?”

 

Jongin berhenti sebentar dan telah berhasil membuatku berhenti juga. Lalu Jongin merangkulku dan berbisik,  ‘ada deh’

 

Ckk. Dasar aneh! Membuat jantungku bekerja lebih berat lagi saja.. akibat ulahmu merangkulku seenak jidat.. kasian tau.. merepotkan jantungku saja.. *hooh**polos*

 

***********

 

Saat istirahat tiba pun juga seperti itu. Menurut penelitian yang aku buat, *cieelah* semua orang sedang berusaha menjauhi jongin. Kenapa? Molla.

 

Seperti kejadian di kantin yang sedang aku alami saat ini. Aku dan Hyesung sedang makan bersama di salah satu bangku yang terdapat di kantin sambil memperhatikan gerak-gerik Jongin. Jongin duduk di bangku agak tengah ruangan kantin. Dia duduk sendiri. Tidak ada yang duduk di meja dekat jongin.

Ada segerombolan anak baru masuk ke kantin, setelah memesan makanan, dia sibuk mencari meja yang kosong.

 

“Hey! Bukankah meja di sebelah anak baru itu kosong banyak? Kenapa tidak duduk disana saja?”

Secara tidak langsung, berarti aku bertanya ‘kenapa tidak mau duduk dekat jongin?’

 

“Tidak sunbae, aku takut..”

 

“Takut? Wae?”

 

“Karena dia monster sunbae.. sudah, aku akan ke kelas saja..”

 

“Mmmmpppttt.. baiklah…mmpptthh”

Haha! Aku tidak bisa menahan tawaku..

 

“Kau kenapa shin ah ya?”

 

“Ani.. aku hanya tidak tahan menahan tawa! Hahahaha!”

 

“Ck.. kau sudah tidak waras!”

 

“Ya! Apa kau dengar tadi dia menyebut jongin apa? Monster! HAHAHA!”

 

“memang Jongin monster”

 

*JLEBB*

aku langsung menghentikan tawaku.

 

“Huh? Maksudmu?”

 

“Haisshh.. kau ini kudet sekali sih.. baiklah akan ku jelaskan. Apa kau pernah merasa diikuti seseorang?”

 

“Pasti”

 

“Nahh, mungkin saja orang yang mengikuti mu adalah jongin?”

 

“huh?”

 

“Haisshh.. kau ini.. jongin itu bisa menghilang secara tiba-tiba.. mengerti?”

 

“Huh?”  Memang sihh, aku sering mendapati jongin yang secara tiba-tiba ada dan secara tiba-tiba tidak ada. Tapi apa aku harus percaya?

 

“Itu namanya berteleport.. dia itu bukan manusia… ”

 

“Haha.. jangan bercanda.. aku sedang tidak ingin bercanda hyesung ah..”

 

“Ani. Aku tidak bercanda. Aku serius” hyesung menjawab pertanyaan ku dengan penekanan di setiap katanya terutama di kata terakhir.

 

To Be Continue. . .

 

Hhhhh… selesai juga..

Otte? Seru nggak? Atau malah aneh?

Kalau bingung..Nihh.. jadi… di setiap pembatas yang tulusanya ~Freaky Dream~ itu adalah batas antara mimpi sama kenyataan.. ngerti kan?

Ditunggu comment dan saranya yeorobun.. kamsahamnida~ *bow bareng Jongin*

Oke, sekian cuap-cuap dari aku. Kurang lebihnya mohon maaf.

Yang mau ngobrol lebih lanjut, bisa :

ID Line : kiranasuksmaillahi

insta : kiranasuksmaillahi

twitter : @Kirana_suksma

mention for followback. Thank you~

sekalian promosi gituuhh.. hahaha..

salam hangat,

Keyessay / K.S.I

 

Iklan

11 pemikiran pada “Freaky Dream (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s