Holiday Love

large2

a story by violetkecil & septaaa

Cast: Luhan & girl (OC), Kai & girl (OC)┇ Length: Ficlet, Series  Genre: Romance ┇ Rating: PG-17 NO silent reader and Plagiarize please. DO NOT take ideas/plagiarize, dialogues and others from our story. Comments are very welcome.

Part of Love Love AU; Love Love  // Sweet Recipe  // Double Disaster Date // Double Disaster Date 2 // Little Story About Us // Good Morning, Baby! // 생일축하해요 Baby!

holidaylove!

Minah memasukkan potongan ayam ke dalam panci dan kemudian memotong kentang seukuran dadu. Dari dapur ia bisa mendengar suara tawa Jo dan Jongin. Kekasih sepupunya itu sering berkunjung ke apartemen mereka, terutama jika Luhan juga sedang berada di sana. Dan bicara tentang Luhan, pria itu masih tertidur pulas di bawah selimut tebal. Minah tersenyum kecil mengingat wajah Luhan ketika tidur. Begitu polos dan damai.

Suara air mendidih terdengar dan Minah memasukan potongan kentang. Sekilas ia melirik jam di dinding. Sudah mendekati waktu makan siang dan Luhan masih belum bangun. Pria itu pasti sangat lelah mengingat pekerjaannya di kantor cukup banyak.

Baby.”

Minah tersentak kaget. Pria yang sedetik lalu ada hanya di pikirannya, sekarang melingkarkan lengan di pinggangnya.

“Akhirnya my prince bangun, humm?” Minah memutar badan hingga menghadap Luhan—sekilas mengecup pipi Luhan. “Tidurmu nyenyak?”

“Hmmm,” Luhan bergumam dan memeluk Minah.

Wake up honey,” gadis yang sedang menggunakan celemek bermotif bunga itu menyentil dahi Luhan pelan.

I have no energy,” rengek Luhan—membuat Minah terkekeh pelan.

“Kita akan mendapat asupan energi besok.Liburan ke Jeju jadi ‘kan?” Minah melepaskan pelukan Luhan. Melingkarkan lengan di leher pria yang masih setengah sadar. Menatap Luhan dengan tatapan yang membuat Luhan ingin mencium gadisnya saat itu juga.

“Tentu saja. Kau sudah berkemas?”

Aaaaw no PDA,”celetuk Jo di pintu dapur. Jongin mengekor di belakang. “Wait, berkemas? Kalian ingin pergi kemana?”

Honeymoon,” sahut Luhan dengan kerlingan. Minah mencubit pinggangnya.

NOOO! Kalian mau kemana? Onnie, kau meninggalkanku sendirian? Onnieeee~ kau tahu ‘kan orangtua kita sedang liburan ke Venesia. Onnieeeeyaaa.” Jo mulai merengek dan menarik Minah dari Luhan.

Sssst, kami tidak pergi jauh-jauh kok.”

“Kemana?”

“Err, Jeju?”

MWOYA??? Lalu bagaimana dengan nasibku?” Jo mulai berubah jadi drama queen. Jongin sedari tadi hanya diam.

Honey?” Minah memanggil Luhan yang mulai berjalan meninggalkan dapur.

“Jo, Jongin, berkemas, besok kita berangkat ke Jeju jam 8 pagi. No more argument, Oh God, I’m so sleepy.”

Luhan berjalan menuju kamar. Jo couple diam—sibuk mencerna perkataan Luhan. Minah melanjutkan memasak.

“Psst… ini sungguhan?” Jongin yang sedari tadi diam mulai mendekati Jo, berbisik pada gadisnya.

Untuk beberapa saat, Jo hanya diam. Liburan ke Jeju ya? Jo tersentak dan menghambur ke arah Eonnie-nya yang tengah memasak.

EONNIYAAA serius?? Serius aku dan Jongin juga ikut?? Yehet!!!” Jo berbinar-binar membayangkan Jeju, pulau yang sangat indah itu.

Pluk! Bukannya menjawab, alih-alih Minah malah memukul Jo. Sungguh, sepupunya itu selalu memiliki reaksi yang berlebihan.

“Tsk, kau tadi sudah dengar ucapan Oppa-mu, kan? Cepat pergi dari sini dan berkemas!” Minah menyeret tubuh Jo ke arah Jongin, sembari memberi sinyal pada Jongin untuk mengurusi Jo.

“Nah kita juga bisa honeymoon di sana,” seringai Jongin terbentuk di sudut bibirnya.

“Ew!!!!” Jo mencubit lengan Jongin dan mengerucutkan bibirnya. “Oh Mr. pervert you should stop thinking about shit. Ok?! Dan silahkan pulang untuk berkemas,” desis Jo dan mulai berjalan ke arah kamarnya.

“Hei, apa begitu cara seorang memperlakukan kekasihnya yang hendak pamit?!” teriak Jongin yang sayangnya hanya dihadiahi bantingan pintu dari Jo.

Jongin menghembuskan nafasnya dan berniat pamit pada Minah yang tengah memasak.

“Kau tidak makan malam bersama kami?” tawar Minah.

“Lain kali saja, Noona. Aku ‘kan juga harus berkemas,” elaknya sopan.

Do you love it?” bisik Luhan di telinga Minah setelah mereka turun dari mobil. Satu jam perjalanan dengan pesawat dari Seoul, dan thanks to Soo Man Sajangnim, mereka atau lebih tepatnya Luhan dapat fasilitas liburan lengkap plus transportasi. Dan lagi, melihat hotel di depan mereka. Minah tersenyum lebar.

Thanks honey,I love it,” sahut Minah dengan mata berbinar dan Luhan tidak menahan diri untuk mencium bibir gadisnya itu. Menghasilkan seloroh ‘eeeeewww’ dari Jo couple.

Mereka berjalan menuju lobby hotel. Minah mengagumi desain interior lobby. Jelas saja, mereka berada di The Shilla Hotel. Jo couple mengekor dengan riang di belakang mereka.

Baby.”

“Hmm?” Minah menoleh ke arah Luhan yang tampak sedang mempertimbangkan sesuatu.

“Kau tahu kan Soo Man Sajangnim hanya memberikan liburan untuk dua orang.”

“Iya,” Minah mengangguk. Dahi sedikit berkerut.

“Dia hanya me-booking dua kamar untuk kita, “ Luhan melirik Jo couple yang sibuk berdebat-entah tentang apa.

It’s easy. Aku dan Jo. Kau dan Jongin.”

But baby…”

“Aku tahu. Kau ingin bersamaku, kan? Tapi honey… Kau lihat Jongin, dan Jo masih kecil dan aku tidak bisa membiarkan mereka sekamar.”

“Mereka sudah dewasa, baby please…” Luhan memasang wajah memelasnya. Minah memajukan bibirnya. Dan mereka berdua melupakan resepsionis yang sedang menunggu untuk menyerahkan key card kamar.

“Ada apa Onnie?” tanya Jo. Tiba-tiba muncul di samping Minah.

“Kita hanya difasilitasi dua kamar, kau tahu ‘kan, sejak awal liburan ini hanya untuk Eonnie dan Oppa-mu,” jawab Minah, masih dengan wajahnya yang cemberut.

“Oh mudah ‘kan. Aku dengan Eonnie dan Jongin dengan Lu Oppa?” Jo memiringkan kepalanya di depan Minah.

Namun di sisi lain, entah sejak kapan Luhan dan Jongin sudah bersebelahan dan tengah berbisik ria. Sekilas sudut bibir mereka terangkat dan perbincangan ‘pun selesai. Luhan mendekati Minah, ia berjongkok di hadapan gadisnya itu dan tiba-tiba saja Minah sudah berada di rengkuhan Luhan, menggendongnya ala bridal style.

Minah yang tersentak akhirnya memukuli punggung Luhan dan berkata, “Turunkan aku! Honey ini memalukann!” Luhan sedikit menolehkan kepalanya menatap Minah yang kini menguburkan wajahnya di bahu Luhan. Terkekeh pelan, Luhan mengecup pundak Minah.

“Aku akan menurunkanmu jika kau setuju dengan pembagian kamar kita, oke? kau-aku, dan biarkan Jo serta Jongin sekamar. Mereka sudah dewasa!”

Nooo!!” Minah memukul-mukul pundak Luhan lagi. Bicara tentang Jo couple, pasangan itu hanya memandang mereka Luhan an Minah dengan tatapan ‘uh sebenarnya siapa yang dewasa di sini’.

“Oh atau kalau tidak,” jeda sejenak, Luhan mengembangkan seringainya lebih lebar. “Aku akan memasuki kamarmu setiap saat dan membiarkan Jo melihat kita melakukan—”

Ok fine! Kau menang!!!” potong Minah sebelum Luhan selesai bicara.Gadis itu amat sangat tahu apa yang akan Luhan bicarakan selanjutnya. Dan itu akan sangat memalukan untuk didengar.

“Sekarang turunkan aku!”

“Ouch! Kau tidak harus menggigit punggungku.” Luhan merintih kesakitan, tapi senyum evil masih terkembang apik di bibirnya.

Minah masih memasang wajah cemberutnya hingga mereka tiba di kamar. Ia menghempaskan tubuh di tempat tidur. Membiarkan saja Luhan yang sibuk meletakkan koper di samping lemari. Minah menutup mata dengan kedua telapak tangan. Pikirannya masih belum bisa berdamai. Apa yang akan dilakukan Jo dan Jongin? Bagaimana jika melakukan hal diluar batas? Bagaimana jika…?

“Sstt baby, berhenti mengkhawatirkan mereka,” Luhan merebahkan tubuh di samping Minah. Melingkarkan lengankiri di pinggang Minah dan membawanya dalam pelukan. Minah sedikit menolak.

“Aku masih marah padamu.”

I’m sorry baby, ne?” rayu Luhan sambil mengecup rambut gadis kesayangannya itu.

“Aku tidak mau.”

Pleaseeeee,” Luhan mengubah posisi tubuhnya. Dengan tangan di kedua sisi tubuh Minah—agar beban tubuhnya tidak berada pada tubuh Minah. Mata menatap lekat sang gadis—yang memalingkan wajah.

I’m sorry, I’ll make it up to you, please baby, hmm…”

Luhan menangkup pipi Minah dan mengusap pelan dengan ibu jari. Wajah lembut itu mulai merona merah. Luhan tersenyum. Ia tahu gadisnya itu sudah memaafkannya, “Thanks baby.”

“Jika terjadi sesuatu pada mereka, kau harus bertanggung jawab,” Minah memukuli dada Luhan.

“Oke,” Luhan mengecupi wajah Minah—membuat Minah merengek dan menggeliat—menghindar dari Luhan. Tawa renyah terdengar di seisi kamar. Luhan mengurung Minah dalam pelukan eratnya. Tempat tidur yang tadinya rapi menjadi tidak beraturan.

I love you my baby,” bisik Luhan—wajah tenggelam di rambut Minah. Menghirup dalam aroma lembut. Dengan kepala Minah bersandar di dadanya—meraba setiap detak jantung. Di luar angin berhembus dingin, namun keduanya merasa hangat.

Jongin menakup pinggang Jo dan membawa gadis itu menuju kamar mereka. Jo langsung berlari ke arah balkon saat memasuki kamar mereka. ia juga sedikit canggung, pasalnya baru kali ini ia sekamar dengan Jongin untuk waktu yang cukup lama.

Jongin berjalan mendekati Jo setelah ia merapikan barag-barang mereka.Ppelukan dari belakang yang Jongin lakukan, ia mengistirahatkan dahunya di bahu kekasihnya itu

“Pemandangan yang indah, kan?”

“Hu-um,” sebagai respon Jo hanya mengangguk. Ia menutup matanya erat-erat, menahan percikan aneh di sekitar perutnya.

“Apa kabar Mmonggun dan Jjanggu ya?”

Jo mencubit lengan Jongin yang melingkar di pinggangnya, entah kenapa ia jadi sering mencubit Jongin sekarang.

“Kau ini!! Kita itu sedang berlibur. Berhenti membicarakan anjing-anjingmu itu!” Jo menyilangkan tangannya di dada, dengan gumaman sebal yang terlontar di bibirnya.

Jongin terkekeh pelan, ia semakin mengeratkan pelukannya pada Jo, “Aku mencium bau kecemburuan loh~”

“Bodoh. Siapa juga yang cemburu pada anjing?!!”

“Tuh ‘kan. Kau bilang sendiri, haha…” Jongin tertawa keras saat Jo semakin mengerucutkan bibirnya. Bagi Jongin, walau pun kekasihnya itu tidak memiliki aegyo tapi dia selalu lucu dengan segala kesederhanannya.

Tawa Jongin terhenti, ia kini membalik badan Jo. Menarik tubuh itu di pelukannya dan menghujani leher gadisnya itu dengan kecupan ringan.

“Tidak ada yang menandingi dirimu di hatiku, kau tahu.” Jongin menegapkan badannya dengan tangan kirinya yang bergirlya di tengkuk belakang Jo.

Jongkn mendorong leher belakang Jo, membuat jarak mereka terhapus dan ciuman lembut pun menyambut bibir Jo. “I love you… today, tomorrow, and forever,” ucap Jongin di sela-sela kecupan manis itu.

Jo tidak tahu harus membalas apa, akhirnya ia memejamkan matanya dan mulai menikmati jalan kecupan manis yang diberikan Jongin.

Ini masih terlalu pagi untuk istirahat maupun bersantai di dalam kamar, lagi pula Minah telah tergoda pada pantai Jeju di sana, jadi di sinilah mereka. Menikmati semilir angin Jeju yang menenangkan indera Minah.

“Kau begitu menikmatinya,baby.” Luhan membuyarkan lamunan Minah. Lelaki itu telah berada di depannya, menghalangi pemandangan indah itu.

“Ya, ini indah,honey.” Minah menerima pelukan Luhan dan kepala gadis itu bersandarkan di bahu Luhan agar ia juga bisa menatap keindahan pantai di depannya. “I love you,” bisik Luhan yang entah keberapa kalinya dalam hari ini.

“Eonnie! main air, yuk!” jerit Jo yang sebenarnya tengah merusak moment lovely dovey Minah dan Luhan.

Tsk anak itu, gerutu Luhan dalam hati. Luhan yang jengkel ‘pun menuding Jo dan menekan telunjuknya itu di dahi Jo, “Dasar bocah..”

Jo meniup poninya menatapnya sebal, “Apa sih, Oppa? Sakit tahu!” Dengan begitu Jo mengulurkan lidahnya—berniat meledek Luhan—dan langsung menarik pergelangan Minah, berlari ke bibir pantai. Minah terlonjak mundur saat kakinya merasakan air, ini sangat dingin.

“Jo! Dia kedinginan.” Luhan berlari menghampiri kekasihnya, dan memeluknya lagi dari belakang sedangkan Jo malah menarik Jongin sebagai gantinya. Untuk beberapa saat Minah dan Luhan hanya memandang Jo couple yang tengah bermain air. Bagaimana ‘pun mereka masih remaja, dan sisi kekanakan masih kental di jiwa mereka. Minah sesekali terkekeh melihatnya, ia juga mengeratkan pelukan Luhan di pinggangnya.

Hey,Eonnie,Oppa!! Ini tidak buruk! Tidak sedingin yang kalian kira jika sudah memasuki air.Ayolaaahhh~” jerit Jo, merengek-rengek—mengepakkan kedua tangannya di air—dengan Jongin yang mulai mengalungkan lengan kirinya di pundak Jo.

“Ya Hyung! Kau ini lelaki bukan sih?! Dengan laut saja tidak berani.” Jongin dan Jo tersenyum lebar dan menyeringai. Mereka berhasil memojokkan Luhan dan Minah, dan hal seperti itu adalah favorit Jo couple.

Baby,” bisikan lembut ditengkuk membuat Minah bergidik. “Mau bergabung dengan mereka?”

Nope. Big No. Kau tahu aku tidak bisa berenang, kan? Dan aku paling takut dengan air dalam jumlah besar.” Minah menggelengkan kepala. Membayangkan berada di dalam air saja sudah membuatnya takut.

“Ssstt,” mencoba menenangkan, Luhan kini sudah berada di depan kekasihnya dan menarik kedua tangan Minah, perlahan. “It’s ok baby, Ada aku, hmm?”

Minah tidak bergeming.

Your guardian angel is here, so everything gonna be alright,” Luhan masih mencoba merayu gadisnya. Hingga Minah dengan ragu mengangguk dan Luhan memberinya hadiah kecupan singkat di kening.

Semua berlalu begitu cepat bagi mereka untuk menikmati air pantai Jeju. Dan Minah yang sedari tadi ikut masuk di air itu bahkan tidak melakukan apa-apa selain menjahili Jo couple. Dan mereka berakhir dengan Jongin dan Luhan yang bertanding renang.

Suara gemerisik berat angin menyapu seluruh rambut Jo yang tergerai, malam terasa seratus lipat lebih dingin daripada di Seoul. Bibir pantai masih bermain dengan adanya ombak-ombak besar. Suara ombak masih bisa terdengar, walaupun jarak restoran dengan pantai lumayan jauh. Bagi Jo, ia rasa jemari-jemarinya bisa menyentuh percikan ombak besar itu.

“Hei,” bisikan berat yang membuat Jo seketika tersenyum, dan bau maskulin yang sangat ia hafal yang hanya dapat membuatnya merasa addict. Lelaki berparas tampan yang ia tunggu sedari tadi—datang juga.

“Apa sebegitu lamanya? Aku hanya memesan makanan loh.” Jongin mengacak rambut Jo yang tergerai, tak lupa pula suara kekehan yang melelehkan itu. Jo cemberut, memandang makanan yang dipesan Jongin. “Seriously!!! Semuanya ayam?!!! What the—uh, ini bukannya dinner yang romantis? Do you know it, right?” tidak bisa—Jo sudah sebal. Dari dulu Jongin memang tidak romantis sama sekali! Catat itu.

Tidak mesra sama sekali! Dan rasanya Jo sangat cemburu pada Eonnie-nya yang beruntung mendapat kekasih yang ‘uh, perfect husband material’. Dan yang membuat bibir Jo tambah maju—dengan wajah tanpa dosanya, Jongin hanya mengedikkan bahu dan mulai memakan ayam di depannya. Sabar, Jo. dengus gadis itu.

Jongin hanya menahan senyuman ketika melihat tingkah Jo. Dalam hati Jongin berdoa semoga cuaca malam ini cukup bersahabat.

Minah meletakkan buku yang sedang ia baca ketika terdengar suara ketukan di pintu kamar. Tentu bukan Luhan yang mengetuk, pria itu sedang pergi mengurus sesuatu. Dan, tentu bukan Jo couple, karena dua bocah itu pasti sedang makan malam yang romantis (Minah salah duga. ‘Ini sama sekali tidak romantis’, protes Jo). Dan, benar, yang mengetuk adalah salah satu pekerja di hotel. Dan pria dengan tag name ‘Yun’ itu menyerahkan amplop berwarna merah muda.

Thanks,” ucap Minah sambil mengambil amplop itu dan menutup pintu. Ia membuka amplop dengan hati-hati. Senyuman lebar terbentuk di wajah ketika ia membaca tulisan tangan yang terukir di kertas.

“Kejutan apa lagi?” gumamnya. Luhan, prianya itu memang penuh dengan kejutan. Setelah kejutan ulang tahun sebulan yang lalu, Minah tidak membayangkan akan ada kejutan yang lebih romantis lagi.

Setelah mengenakan mantel, ia bergegas ke lokasi yang tadi tertulis. Dengan langkah ringan dan hati berdegup cepat, gadis yang malam itu mengenakan dress selutut, sampai di depan sebuah pintu besar. Dengan hati-hati ia membuka pintu.

Ia tersenyum lagi, mata berbinar. Luhan berdiri tepat di depannya dengan lengan membentuk tanda hati di atas kepala. Minah tersenyum lagi dan langsung memeluk kekasihnya itu.

I love you, thank you honey,” gumamnya. Ia ingin menangis.

Luhan tertawa pelan. Meletakkan bibir di telinga gadisnya dan berbisik, “I love you too and thank you for loving me.”

Minah melepaskan pelukan dan ia baru menyadari pemandangan cantik di belakang Luhan, “Wow,” hanya kata itu yang terlontar dari bibir mungilnya.

Do you like it?”

No, I love it.” Minah berjalan menuju pinggiran kolam renang kecil dengan lilin kecil mengapung di atasnya. Lilin-lilin itu disusun membentuk hati. Dan, juga mawar merah. Di samping kolam renang kecil ada meja dan satu kursi besar—yang cukup untuk dua orang.

Here,” Luhan menarik lengan gadisnya dan memintanya untuk duduk. Ia mengambil selimut yang tersampir di lengan kursi dan meletakkannya di bahu Minah. Luhan tahu benar gadisnya itu paling sensitif dengan udara dingin. Ruangan itu tidak tertutup penuh, dan mereka bisa melihat langsung ke arah pantai tanpa terhalang kaca. Luhan duduk di samping Minah, dan melingkarkan lengan di pundak gadisnya.

I have one more surprise,” bisik Luhan. Minah bergidik pelan, bukan karena dingin, tapi karena bisikan Luhan—hembusan nafas pria itu menggelitik tengkuknya.

I’m waiting,” ucap Minah dengan senyuman. Gadis itu lupa cara berhenti tersenyum.

I have a surprise,” ucap Jongin tiba-tiba sambil menutup mata Jo dengan telapak tangannya.

Ne?” Jo terkejut. Kekasihnya itu tentu buka tipe yang romantis, dan kejutan? Kalimat itu saja sudah membuatnya terkejut. “Yah! Jongin! Jangan bercanda. Apa-apaan ini?”

Itu bukan respon manis yang Jongin harapnya. Tapi ia tahu, mereka juga bukan pasangan manis dan romantis seperti Luhan dan Minah. Hei, tapi romantis untuk bocah belasan tahun juga punya arti beda, kan? Jongin terkekeh pelan melihat respon Jo.

“Ssst, diamlah. Kau berisik.” Jongin cukup menutup tangan Jo dengan satu telapak tangan. Ia melingkarkan dengan kiri di pinggang Jo. Punggung Jo menyentuh dada bidang Jongin. Dekat dan hangat.

“Jongin,” panggil Jo.

Hmm?”

I love you…”

I love you too.”

“Jongin?”

Hmm?”

“Kau sedang gugup? Kenapa jantungmu berdetak begitu cepat?”

Jongin meruntuki diri dalam hati. Iya, ia sangat gugup. Ini pertama kalinya ia melakukan hal seperti ini, dan inipun tidak ia lakukan sendiri, melainkan ide dan surprise event ‘bersama’ dengan ‘soon-to-be-brother-in-law’.

Ssst, kau berisik. Sekarang kita menghitung mundur saja, bagaimana?”

“Apa?”

Ssst, tiga, dua…”

I love you baby,” Luhan memeluk pundak Minah. “Tiga, dua…”

“Satu…”

Di langit Jeju malam itu, kembang api berwarna-warni terlihat cantik berbaur dengan langit malam. Surprise kecil yang disiapkan Luhan dan Jongin untuk gadis yang mereka cintai. Menjadikan malam itu tidak akan dilupakan Minah dan Jo.

I love you.”

Ada kata cinta yang dikunci dengan ciuman manis. Ada degup jantung yang cepat. Ada senyuman yang tidak berhenti terukir. Dan…

Ada kamu orang yang menghujaniku dengan cinta, bisik mereka.

♠keut

violetkecil’s note: another set from Love Love AU! This ff takes really a long time to post because we’re both busy. For septaaa good luck on you exam! and for all readers who’s having exam, Good luck! What do you want to read about this Luhan-Minah couple and Jo couple? Tell me~

Iklan

35 pemikiran pada “Holiday Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s