Sprite Boyfriend (Chapter 1)

Sprite Boyfriend

PicsArt_1396007526088

Title : Sprite Boyfriend

Genre : Fantasy, Romance, Hurt, little bit comedy

Ratting : PG 15

Length : Chaptered

Author : kamila / @kamilabyy

 

Main Cast

  • Byun Baekhyun
  • Kim Hyena

 

Other Cast :

  •  Kim JongIn
  •  Oh Sehun

 

Summary : Hyena adalah seorang gadis cantik yang tega dibuang oleh Ayah dan Ibunya. Ia dibesarkan oleh Neneknya dirumah yang sederhana, dan Seorang Paman yang menjadi tulang punggung mereka untuk makan sehari-hari.

 

Ia adalah seorang mahasiswi di sebuah Universitas di Seoul, Ia juga berkerja paruh waktu disebuah toko Bunga, bermaksud untuk mengurangi beban pamannya yang berkerja keras setiap hari.

 

Ia adalah seorang mahasiswi jurusan Akuntansi, biaya untuk jurusan tersebut tidaklah enteng. Maka dari itu, Ia bekerja keras saat tidak ada jadwal kuliah untuk membiayai kuliahnya persemester. Tanpa sepengatahuan paman dan Neneknya.

 

 

 

  • ··

 

Hyena berjalan santai ke fakultas-nya seperti biasa, ia membawa dokumen bermap hijau dan tas ransel. Ia memakai sepatu yang lumayan lama tapi masih bisa untuk dipakai, ia menggulung rambutnya dengan rapi, menyisakan poni sebatas keningnya.

Ia menelusuri jalan-jalan dengan santai, fakultas-nya lumayan jauh tapi ia lebih memilih untuk berjalan kaki. Karena memakai bus, taxi, atau angkot membuat uang yang ia bawa akan habis.

 

Butuh waktu 1 jam untuk sampai ke fakultas-nya. Ia tidak merasa lelah maupun letih karena ia sudah mulai terbiasa akan hal itu. Kakinya lumayan kuat karna sering berjalan jauh.

 

Ia masuk kegedung fakultas-nya, dan seperti biasa, ia selalu dipandang rendah oleh mahasiswa mahasiswi lain. Mereka mendesis saat Hyena melewati mereka, Namun Hyena hanya diam tidak ingin menanggapi hal yang membuatnya sakit.

 

Hyena duduk diruangan kelasnya, Ia duduk dibangkunya dan langsung membuka ransel untuk mencari bolpoin, kemudian ia membuka map yang ia bawa dan mengeluarkan dokumen-dokumen pentingnya.

 

Saat sibuk mengisi dokumen, tiba-tiba saja meja kuliahnya digebrak oleh sekumpulan mahasiswi glamour. Mereka menatap Hyena sinis.

 

“Ada apa?” Hyena menatap mereka dengan alis terangkat. Ia cukup kaget melihat kedatangan sekumpulan mahasiwi itu.

 

“Heh, kau siapanya JongIn?” Tanya salah satu dari mereka dengan wajah sangar. Hyena mengerutkan alisnya bingung. “JongIn..? Aku tidak tau dia siapa,”

 

Kumpulan mahasiswi itu melongo.

 

“Apa katamu?! Heh. Jangan berpura-pura!”

 

 

“Aku tidak berpura-pura, aku benar-benar tidak tau.”

 

 

“Kau mempermainkan kami, huh?!”

 

 

“Aku benar-benar tidak tau. Memangnya ada apa?”

 

 

“Tulisan di mading bilang kalau kau adalah kekasih JongIn. Kau bilang kalau kau tidak mengenal JongIn? Cuih. Kau tidak akan bisa menipu kami.”

 

“Mworago??!” Hyena membelalakan matanya. Kekasih..? Aku saja tidak tau JongIn itu siapa!

 

Dengan segera Hyena berlari menghampiri mading Universitas meninggalkan mahasiswi glamour yang masih berada dimejanya. dan saat sudah sampai disana, ia menemukan banyak mahasiswa maupun mahasiswi tengah menggerumbuni sebuah tulisan yang sepertinya tulisan hasil komputer dan kemudian ditempel di mading.

 

 

 Seorang mahasiswi miskin KIM HYENA dikabarkan berpacaran dengan pria populer nan kaya. KIM JONGIN!

 

Kalian pasti kaget kan? Sama. Aku juga kaget. Sangat kaget. Bagaimana bisa seorang KIM HYENA yang miskin itu bisa berpacaran dengan Kim JongIn idola kita? Bagaimana bisa? Aku tau JongIn pasti tipe wanitanya adalah wanita kelas atas. Tetapi kenapa, Hyena yang justru perempuan yang sangat miskin bisa jadi kekasihnya JongIn? Apa Hyena memakai ilmu pelet? Apa ia menjampi-jampi JongIn agar JongIn tertarik padanya? Yah.. itu mungkin saja. Tapi zaman sekarang apa masih ada istilah pelet dan jampe-jampe? Bitch please. Ini abad 21.

 

Tapi kurasa, Hyena adalah perempuan cantik. Ia terlihat cantik alami karna aku jarang sekali melihat dia memakai make up. But wait, apa JongIn memacari Hyena karna kecantikan-NYA saja? Apa mungkin karna tubuhnya? Atau bisa jadi kepintarannya? Aku benar-benar bingung apa yang dipikirkan JongIn sekarang.

 

And, everyone, aku hanya ingin memberi info dan pendapatku saja. Mungkin kalian akan gempar saat membaca ini. Aku hanya ingin kalian tau, bahwa JONGIN BERPACARAN DENGAN HYENA SEKARANG!

 

Jujur, aku patah hati. Aku masih tidak rela. AKU BENCI PEREMPUAN MISKIN ITU! IA TIDAK PANTAS ADA DI UNIVERSITAS KITA!

 

Hyena dengan sigap merobek kertas itu dan membuangnya di tong sampah.

 

“Ini semua tidak benar.” Gumamnya pelan.

 

 

“INI SEMUA TIDAK BENAR!!!”

 

Hyena berlari secepat mungkin menjauhi tempat mading tersebut. Ia menangis tersedu-sedu. Menumpahkan rasa sakit dan juga amarah-nya.

 

“Bagaimana bisa ini sampai terjadi…” batinnya selama diperjalanan, ia berhenti pada sebuah anak tangga yang merupakan tangga penghubung menuju gedung atap sekolah. Ia menangis sekeras mungkin untuk membuang rasa kesal yang ia pendam selama ini.

 

“Bagaiman bisa aku difitnah seperti ini.. bagaimana bisa.. aku saja tidak mengenal JongIn itu siapa. Kenapa mereka bisa membuat kabar yang tidak benar seperti itu? KENAPA?! Aku sudah capek di cemooh oleh mahasiswi di Universitas ini. AKU CAPEK! Tapi… inilah satu-satunya jenjang untuk masa depanku. Aku tidak punya banyak uang untuk pindah Universitas. Hiks… Yatuhan.. beri aku kenyamanan hidup..”

 

Hyena menangis sejadi-jadinya di tempat tersebut. Tempat tersebut adalah tempat yang lumayan sepi, jadi Hyena tidak perlu khawatir jika ada orang yang mempergokinya.

 

 

 

  • ··

 

“Kai, kau lihat mading tadi pagi?”

 

 

“Ya.”

 

 

“Apa berita itu benar?”

 

 

“Masih dalam proses.”

 

 

“Ma-maksudmu? Kau benar-benar ingin mengencaninya?”

 

 

“Sepertinya begitu..”

 

 

“Hey! Dia adalah perempuan miskin! Kau mau berpacaran dengannya?”

 

 

“Tentu saja. Aku tidak peduli akan hal itu. Aku kaya, dan dia miskin. Kami akan menjadi pasangan yang saling melengkapi.”

 

 

“Sepertinya kau sudah gila, Kai.”

 

 

Kai tidak menanggapi Sehun lagi. Ia sibuk bermain dengan psp-nya. Sehun tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya ini, bagaimana bisa ia mau berpacaran dengan perempuan miskin itu? Ia tau perempuan itu cantik. Tapi masih banyak perempuan yang jauh lebih cantik di luar sana. Haah, jalan pikiran Kai memang sempit dan hampir buntu.

“Sehun.”

 

 

“Apa?”

 

 

“Ambilkan ranselku.”

 

 

“Kau kira aku ini siapa? Ambil saja sendiri.”

 

 

“Mwo? YA! SEHUN-AH!”

 

 

Sehun berjalan keluar meninggalkan Kai sendirian diruangannya. Dia pikir aku adalah seorang pesuruh? Dapat memerintahku ini itu. Ck. Kau masih mempunya tangan, Kai. Gunakanlah dengan benar . Batinnya kesal

 

Kai menatap kepergian Sehun dengan tatapan tak menyangka. Sepertinya sahabatnya itu sedang marah sehingga tega meninggalkannya sendirian diruangan ini.

 

“Aku melakukan kesalahan apa?” Tanyanya pada dirinya sendiri.

 

 

· · ·

 

Sehun berjalan pelan menuju atap gedung sekolah. Atap gedung sekolah adalah tempat tertutup dan dinyatakan sebagai tempat andalannya untuk menyendiri. Di atap gedung, ia dapat menghirup udara bebas. menikmati udara sepoi-sepoi yang begitu sejuk.

 

Namun, saat menaiki tangga kedua, ia mendapati seorang perempuan tengah menangis sendirian, ia menelungkupkan kepalanya di kedua pahanya. Terlihat sangat terpuruk.

 

Sehun penasaran ingin mengetahui siapa kira-kira perempuan itu, Ia pun memutuskan untuk menyapanya.

 

“Hey,” sapa Sehun. Menanti jawaban dari sang perempuan.

 

Tangisan perempuan itu tiba-tiba berhenti. Ia tidak menyadari ada seseorang yang datang. Dengan sigap ia menghapus matanya dan mendongakan kepalanya keatas.

 

Sehun terperanjat kaget. K-kim Hyena.. dia adalah Kim Hyena!  Batinnya histeris

 

“K-kim Hyena?” ucapnya gagap.

 

 

Hyena mengangguk. “Ya?”

 

 

Sehun terdiam. Wajahnya seperti ia tidak mengenalku…

 

“Kau kenal aku?”

 

Pertanyaan yang konyol.

 

Hyena menatap Sehun bingung. “Kau.. siapa?”

 

Dan benar. Hyena memang tidak mengenalnya.

 

Sehun ternganga. Kelewatan sekali Hyena tidak mengenalnya. Ia adalah mahasiswa populer seantero jurusan!

 

“Aku Oh Sehun. Kau benar tidak mengenalku?”

 

Hyena mengangguk mengiyakan.

 

Benar benar kelewatan.

 

Sehun menggigit bibir bawahnya, “Kemana saja kau selama ini?”

 

 

“Maksudmu?”

 

 

“Kemana saja kau selama ini sampai kau tidak mengenalku?”

 

 

“Aku belajar.”

 

Sehun menatap Hyena dengan pandangan tidak percaya. Perempuan ini.. benar-benar..!

 

Sehun berusaha untuk bersikap tenang. “Kau tau? Aku adalah siswa populer di Universitas ini!”

 

 

Hyena menatap Sehun dengan tatapan polos. “Terus?”

 

 

“Terus? Terus kau bilang??! Heh, seharusnya kau bersikap baik padaku!”

 

 

“Bersikap baik? Apa aku bersikap jahat padamu?

 

 

“Kau tidak mengenalku. Kuanggap kau bersikap jahat padaku!”

 

 

“Pria aneh.”

 

 

Hyena pergi meninggalkan Sehun, terlalu malas meladeni orang yang kebelet famous seperti Sehun. Siswa populer? Cuih. Menurutku, yang populer di Universitas ini hanyalah para dosen.

 

Sehun terdiam ditempatnya. Baru kali ini ada orang yang bersikap biasa saat berhadadapan dengannya. Bahkan berani meninggalkannya begitu saja. Harga diri seorang Sehun seakan jatuh begitu saja. Perempuan itu sangat kelewatan padanya.

 

“Tidak akan kubiarkan kau dapat berpacaran dengan sahabatku!”

 

Dan tanpa mereka ketahui. Ternyata ada seseorang yang berniat jahat memotret mereka saat mereka berbincang tadi. Seseorang itu tersenyum sinis dan langsung pergi dari sana.

 

· · ·

 

Jam kuliah akan tiba saat pukul 09 nanti. Sekarang masih pukul 08 pagi, itu berarti 1 jam lagi pelajaran akan dimulai.

 

Hyena berjalan menuju kelasnya, ia menyadari banyak pasang mata sedang menatapnya sinis sekarang. Hyena menghela napas, meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia akan baik-baik saja.

 

Sesampainya dimeja, Hyena mendapatkan meja kecilnya itu dipenuhi dengan tulisan seperti ‘Kau makhluk miskin tidak berguna!’ ‘Mati sana!’ ‘Kau tidak pantas berada disini!’ ‘dasar wanita jalang!’

 

Hyena terlihat ingin menangis membaca tulisan-tulisan tersebut. Namun ia berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya, karna ia tidak ingin dianggap lemah oleh orang-orang dikelasnya.

 

“Aku tidak percaya dia berpacaran dengan JongIn sekarang. Apa itu hanya gossip?”

 

 

“Entahlah. Semoga saja itu gossip.”

 

 

“Tapi, orang-orang sudah gempar akan berita itu.”

 

 

“Ck. Aku tidak akan sudi jika JongIn benar-benar berpacaran dengan Hyena!”

 

 

“Aku juga! Banyak perempuan cantik diluar sana. Termasuk aku.”

 

 

“Hahaha cantikkan juga aku.”

 

 

“Aku jauh lebih cantik!”

 

 

“Jelas-jelas aku!”

 

 

“Aku!”

 

 

“Aku!”

 

 

“Aku!!”

 

 

“Heey! Berhenti adu argumen!”

 

 

Hyena mendengar samar-samar. Entah apa yang hendak ia rasakan sekarang. Tertawa? Marah? Kesal? Sedih? Ah entahlah.

 

Hyena memilih untuk menyibukkan diri dengan dokumennya. Mengisi hal-hal yang belum ia rincikan. Mencoba untuk melupakan masalah ini sejenak.

 

 

“HYENA SELINGKUH DENGAN OH SEHUN!!!!”

 

 

“MWORAGO??!”

 

 

“NE! INI POTONYA!”

 

 

“Kelewatan sekali perempuan itu!”

 

 

“Berani-beraninya dia merebut Sehun oppa!”

 

 

“Apa JongIn saja tidak cukup?!”

 

 

“Dasar perempuan jalang haus akan lelaki!”

 

 

“Musnahkan saja dia!”

 

 

Astaga…

 

Berita macam apalagi ini..

 

Yaampun…

 

Masalah yang pertama belum selesai. kini ditambah lagi masalah yang kedua. Hyena rasanya ingin bunuh diri.

 

Hyena menjatuhkan bolpoinnya kelantai,kemudian ia merapikan map dan membawanya lari secepat mungkin.

 

Ia tidak ingin mengikuti jam kuliah hari ini, keadaannya sekarang sungguh tidak aman. Mungkin saja ia akan mati dihajar para penggemar JongIn dan Sehun.

 

Hyena berlari meninggalkan kelasnya dengan sangat cepat karna takut dirajam oleh penggemar JongIn dan Sehun.

 

Dan benar saja.

 

Ia tidak menyadari ada seorang mahasiswi ingin mencelakai dirinya dengan membuat Hyena jatuh terpental akibat menghalang lari Hyena dengan kaki mahasiswi itu sendiri.

 

Hyena merasakan sakit yang teramat sangat. Ia terpental lumayan jauh dan rasanya tulang punggungnya sudah remuk sekarang.

 

Langsung saja Hyena digerembuni oleh mahasiswa dan juga mahasiswi. Ada yang prihatin dan juga ada yang senang melihat keadaan mengenaskan Hyena sekarang.

 

Salah satu mahasiswi menindih Hyena yang terbaring lemas dilantai. Dengan tidak manusiawi ia menampar pipi Hyena berulang kali.

 

PLAK

 

“Ini imbalan untukmu karna telah menggoda JongIn!”

 

PLAK

 

“Ini imbalan untukmu karna telah merebut Sehun!”

 

PLAK PLAK PLAK

 

“Ini untuk kami semua, wanita jalang!”

 

 

Hyena pasrah. Ia hanya bisa diam menahan rasa sakit yang teramat sangat menerjang pipi mulusnya. Seharusnya ia memberontak. Karna semua berita itu tidak benar dan hanyalah omong kosong! Tapi bagaimanapun… ia hanya seorang diri, sedangkan yang melawannya banyak. Ia tidak mungkin untuk menang.

 

Tamparan demi tamparan masih terus berlangsung sampai sebuah teriakan nyaring membuat aksi itu berhenti seketika.

 

“HENTIKAN ITU!!!” ternyata JongIn. ia dapat melihat aksi penyiksaan yang tidak manusiawi terhadap Hyena. Semua orang langsung bubar dan menghindar dari tempat kejadian. Termasuk sang pelaku yang sudah lari entah kemana.

 

“APA YANG KALIAN LAKUKAN? KENAPA KALIAN MEMBIARKAN DIA TERSIKSA SEPERTI INI??!” JongIn berteriak pada semua orang yang ada disana. Orang-orang itu hanya terdiam membisu.

 

“DIA PACARKU! TIDAK SEPANTASNYA KALIAN MELAKUKAN INI PADANYA!”

 

Semua orang terkejut. Ternyata berita itu benar….

 

Hyena samar-samar mendengar perkataan Jongin. Pacar? Apakah dia JongIn?  Batinnya

 

 

“JongIn-ah, aku kira selera kamu adalah wanita kalangan atas..”

 

 

“Memangnya ada apa dengan kalangan bawah? Mereka juga manusia!”

 

 

Dia benar-benar JongIn. Oh Tuhan.. dia yang telah menyebabkan aku seperti ini…

 

 

Hyena merasakan ada sebuah tangan kekar menyentuh pinggangnya. JongIn memang hendak menggendong Hyena dan membawanya ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka Hyena yang lumayan parah.

 

“JANGAN SENTUH AKU!!” dengan sisa tenaganya ia berteriak didepan JongIn. Semua orang kaget mendengarnya, sedangkan JongIn gelagapan mendengar Hyena berteriak seperti itu.

 

“Ah sayang, kamu ini bicara apa?” Tanya JongIn gugup dengan penuh sandiwara.

 

 

“KAU YANG MEMBUATKU SEPERTI INI! JANGAN SENTUH AKU!!!!” Hyena semakin berteriak dengan kerasnya. Semua orang dilanda kebingungan. Kenapa Hyena berteriak seperti itu?

 

“Sayang, kita harus segera ke Rumah Sakit.” JongIn masih saja melakukan sandiwaranya. Tidak peduli akan patah hatinya para penggemar.

 

“TIDAK! AKU TIDAK SUDI!!”

 

Hyena menghempas tangan JongIn dengan kasar. Mencoba untuk berdiri dan menahan rasa sakit dipinggangnya.

 

Hyena meringis. Tidak lama setelah itu, Hyena jatuh pingsan.

 

Untung saja JongIn dengan sigap menangkap Hyena dan ia pun benar-benar membawa Hyena ke Rumah Sakit.

 

 

· · ·

 

Sehun kembali keruangannya dan Kai. Ia tidak mendapati Kai disana, ia berpikir, mungkin Kai sudah pergi masuk ke kelasnya.

 

Tiba-tiba saja, ponselnya berdering. Menampakan nama Kai di layar ponsel.

 

“Ada apa anak itu menelponku?” gumam Sehun. Kemudian ia pun mengangkat telpon dari Kai.

 

“Sehun-a!” Seru Kai disebrang telepon saat Sehun sudah mengangkat telponnya. Sehun menjauhkan ponsel dari telinganya sejenak kemudian ia mendesis.

 

“Ada apa?” tanya Sehun tenang

 

 

“Aku tidak masuk kelas hari ini.”

 

 

“Mwo?”

 

 

“Aku membawa Hyena ke Rumah Sakit,”

 

 

“Memangnya ada apa dengan anak itu?”

 

 

“Susah dijelaskan. Kalau kau ingin tau, kau bisa datang kesini.”

 

 

“Tapi sebentar lagi jam kuliah tiba. Aku tidak ingin meninggalkan kuliah ku hanya karna perempuan itu!”

 

 

“Ck. Kenapa kau tidak begitu menyukainya?”

 

 

“Dia tidak mengenalku! Dan itu menjengkelkan!”

 

 

“Bukan kau saja yang tidak dikenalnya. Dia juga tidak mengenalku.”

 

 

“Mworago?! Ah… kelewatan sekali perempuan itu!”

 

 

“Mungkin dia perempuan yang tertutup. Jadi wajarkan saja lah..”

 

 

“Tapi tetap saja, Kai.”

 

 

“Lama kelamaan dia pasti akan mengenalmu saat dia telah resmi menjadi pacarku.”

 

 

“Ck. Kau benar-benar sudah gila.”

 

Plip!

 

Telepon terputus secara sepihak. Sehun yang memutuskannya, itu karena ia tidak suka mendengar Kai mengucap kata ‘pacar’ dengan perempuan itu. Ia tidak sudi dan ia tidak ingin hal itu akan terjadi.

 

“Sepertinya aku harus memberi Kai obat pewaras.”

 

 

· · ·

 

Kai menunggu Hyena untuk terbangun dari tidak sadarnya, kini Hyena sudah ditangani oleh dokter. Untung saja luka yang dialami Hyena tidak terlalu parah. Tapi, luka lebam yang membiru diseluruh wajahnya membuat siapa saja yang melihatnya merasa pilu.

 

Kai menatap lekat wajah Hyena, walau pipi, dahi, dan sudut bibir Hyena penuh akan biru dan kelebaman, kecantikan Hyena belum juga pudar. Sisi cantiknya masih terlihat walau wajahnya tidak sempurna lagi.

 

Kai menghembuskan napasnya kasar. Kemudian ia mendekatkan dirinya pada Hyena. Ia menatap Hyena lebih lekat dan menatap detail wajah Hyena.

 

“Sejujurnya aku tidak tau siapa kau sebenarnya, kau hanya seorang gadis miskin yang cantik dan pintar. Tapi entah kenapa, diriku seakan tertarik untuk mendekatimu. Padahal aku tidak terlalu mengenalmu. Apakah ini berarti aku menyukaimu?” Gumam Kai sembari mengelus rambut poni Hyena.

 

“Maafkan aku sudah membuatmu seperti ini, aku tidak menyangka reaksi penggemarku akan seperti ini jadinya.. aku sungguh minta maaf, aku harap saat kau terbangun, kau tidak bersikap dingin padaku.”

 

Kai menggigit bibir bawahnya. Berharap agar Hyena terbangun dengan cepat. Dan benar saja, Hyena memberikan reaksi dari pergerakan jarinya yang bertanda bahwa dia akan segera sadar.

 

Kai melihat pergerakan tersebut. Ia tersenyum simpul dan menanti Hyena membuka kedua matanya.

 

Perlahan-lahan, Hyena membuka kedua matanya. Ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya agar penglihatannya terlihat jelas.

 

Ia mendapati Kai sedang tersenyum kearahnya, ia menatap Kai sendu. Tubuhnya sangat lemas sekarang dan wajahnya seakan kaku. membuatnya susah untuk berbicara.

 

“Kau sudah sadar rupanya..” ucap Kai ringan. Ia masih memasang senyum tipis dibibir kendalnya, Hyena hanya bisa diam karna sangat sulit untuk ia berbicara sekarang.

 

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Kai.

 

 

“Buruk.” Hyena berucap pelan, tapi masih terdengar jelas oleh Kai.

 

 

Kai terdiam. Ia menatap Hyena prihatin. “Maafkan aku..” ucapnya tulus

 

Hyena menatap Kai penuh dengan kebencian. Tapi yang terpancar hanyalah tatapan sendu.

 

“Kenapa kau melakukan ini semua?”

 

Suara Hyena sangat pelan. Tapi anehnya, Kai dapat mendengarnya dengan jelas. Mungkin Kai memiliki pendengaran yang tajam.

 

“Melakukan apa?”

 

Pertanyaaan yang konyol, Kai.

 

Tentu saja kau melakukan kesalahan yang fatal.

 

“Kenapa kau melakukan ini semua padaku?”

 

Kai bingung. Melakukan apa yang dimaksud Hyena? Apa membawanya ke Rumah Sakit? Atau… kejadian tadi pagi di koridor..?

 

“Aku minta maaf.” Hanya itu yang keluar dari mulutnya. Hyena tidak butuh kata maaf sekarang. Ia hanya butuh penjelasan.

 

Hyena menghembuskan napasnya pelan. “Aku tidak butuh kata maaf.”

 

Kai tertegun, harapannya tidak akan pernah terjadi. Hyena akan terus bersikap dingin terhadapnya.

 

“Lalu, kau membutuhkan apa?”

 

 

“Aku butuh penjelasan.”

 

 

“Penjelasan…apa?”

 

 

“Penjelasan semuanya.”

 

 

“Apa yang harus aku jelaskan..” Kai memijit dahinya pelan, ia sungguh bingung apa yang harus ia jelaskan sekarang.

 

“Kau pasti ingin meminta penjelasan kenapa aku tiba-tiba datang dihidupmu, Kan?”

 

Hyena diam. Tidak mengangguk dan tidak menggeleng. Tapi matanya seolah menuntut agar Kai menjelaskan lebih banyak lagi.

 

“Aku juga bingung. Kenapa aku tiba-tiba seperti ini. Diriku seakan ditarik untuk segera mendekatimu. Aku tidak tau apa yang terjadi dan bahkan aku tidak terlalu mengenalmu.”

 

Kai memang seperti sedang di guna-guna. Dia menyukai Hyena tanpa sebab. Tapi demi batu ajaib, Hyena tidak pernah melakukan hal bodoh semacam itu.

 

“Ada apa dengan diriku sebenarnya? Aku menginginkan kau menjadi milik ku. Aku seperti tertarik padamu dan juga sepertinya.. aku.. menyukai.. dirimu.”

 

Tenggorokan Kai tercekat. ini mungkin terlalu cepat bagi Hyena karna mereka baru pertama kali bertemu. Terlihat dari wajah Hyena seakan menampakan bahwa ia sangat terkejut. Namun, ucapan tersebut seakan meluncur dengan sendirinya dimulut Kai. Kai memang terlihat seperti diguna-guna.

 

“Apa kau mengirim ilmu pelet padaku? Sehingga aku tiba-tiba jadi tertarik padamu seperti ini?”

 

Hyena menatap Kai tidak percaya. “Aku tidak akan melakukan hal bodoh semacam itu.”

 

Memang benar.

 

Hyena tidak pernah melakukan hal konyol seperti itu. SEDIKITPUN TIDAK!

 

Tapi kenapa.. Kai jadi.. ah! biarkan ini menjadi misteri.

 

“Izinkan aku untuk dekat denganmu..” Kai bergumam pelan. Ia menatap Hyena penuh harapan. Kai tidak peduli akan status dan perekonomian Hyena. Ia hanya berpikir Hyena adalah perempuan yang cantik dan pintar.

 

“Menurutku.. kau adalah seorang pria cassanova.”

 

Kai gelagapan mendengarnya. “Mwo? Itu tidak benar!”

 

Hyena menatap Kai dengan penuh intimidasi. “Kau kira aku dapat dibodohi? Dari wajahmu, aku sudah bisa membaca kalau kau adalah seorang playboy.”

 

Kai membulatkan matanya. Bagaimana ia bisa tau? Eh bukan. Bagaimana bisa ia membaca wajahku? Apa di wajahku ada tulisan?

 

“Percayalah.. aku bukan pria seperti itu.”

 

“Sulit untuk mempercayaimu. Sekarang, bisakah kau meninggalkan ku sendiri? Aku ingin sendirian.”

 

 

Ada rasa sedikit jengkel pada diri Kai. Betapa menyebalkannya perkataan seorang Kim Hyena. Tapi, ia berusaha untuk sabar dan terus bersikap baik.

 

Kemudian ia keluar dari ruang rawat Hyena tanpa sepatah katapun.

 

 

Hyena memandang kepergian Kai. kemudian ia mengalihkan pandangannya ke langit-langit dinding Rumah Sakit. Ia termenung

 

“Bagaimana dengan reaksi Paman dan Nenek kalau sekarang aku ada di Rumah Sakit.. Nenek pasti sendirian dirumah karna Paman pasti pulang malam. Astaga, apa yang harus aku lakukan, tubuhku tidak bisa bergerak terlalu banyak. Tapi tunggu dulu. Siapa yang akan membayar biaya Rumah Sakit? JongIn kah…? Ah tidak. Aku tidak boleh terlalu berharap padanya. Pasti dia ada maksud tersembunyi. Aku yakin itu.” Hyena bergumam pada dirinya sendiri. Setelah itu ia mendesah pelan karna ada banyak hal yang ia pikirkan dan membuatnya stress.

 

 

· · ·

 

Sehun berjalan santai menelusuri koridor sembari bersiul-siul. Ia tidak tau kejadian apa yang telah terjadi di koridor tersebut, tanpa sengaja, ia menoleh ke Mading kelas karna sekilas ia melihat ada beberapa poto yang mirip dengannya. Dan bingo! Poto dirinya dan Hyena saat di anak tangga terpampang jelas. Dengan sebuah title dibawah poto tersebut.

 

  HYENA SELINGKUH DENGAN OH SEHUN!

 

 

“Heol. Berita tolol macam apa ini.”

 

Langsung saja Sehun mencopot poto tersebut dan merobeknya sampai menjadi potongan-potongan kecil. Setelah itu ia membuangnya di tong sampah yang ada disamping mading.

 

“Berselingkuh denganku? Ck. Derajat ku terlalu tinggi untuknya.”

 

Sehun meninggalkan mading yang sudah bersih akan poto dirinya dan Hyena. Ada 3 poto yang tertempel, dan Sehun merobek 3 poto tersebut sampai tidak berbentuk lagi.

 

Yaah, Sehun adalah orang yang arrogant. Ia selalu menganggap dirinya seorang pria yang kaya dan populer. Ia tidak peduli akan perasaan orang, bisa dikatakan ia orang yang angkuh dan dingin. Bahkan, ia jauh lebih dingin dibanding JongIn.

 

Ngomong-ngomong tentang JongIn, ia memang seorang playboy. Tapi ia berusaha untuk menutupinya supaya tidak ada orang yang tau. Termasuk Sehun, sahabatnya sendiri.

 

Kenapa ia ingin menutupinya? Karna ia ingin dinilai pria yang baik-baik oleh para gadis. Padahal yang sebenarnya, justru kebalikannya.

 

Mengenai sifat JongIn, tidak jauh berbeda dengan Sehun. Sedikit angkuh dan cuek. Namun ia pandai berpura-pura. Pura-pura menjadi baik, pura-pura menolong, dan pura-pura menjadi pria yang good atittude.

 

Penggambaran diatas terlihat JongIn adalah seseorang yang munafik. Baik diluar, jahat didalam. Tapi itu memang benar, JongIn akan bersikap baik pada seseorang karna ia memiliki maksud tersembunyi. Seperti sikapnya pada Hyena, entah itu sandiwara, atau memang ketulusan hati.

 

JongIn dan Sehun dapat digambarkan seorang pria bad boy. Mereka suka clubbing dan mabuk-mabukan. Tapi anehnya, Sehun sampai sekarang tidak terlalu tertarik akan perempuan. Ia lebih suka menyendiri dan menyendiri.

 

Dibalik sisi arrogant, mereka juga memiliki sisi curam. Mereka kurang akan kasih sayang dikarenakan sedari kecil kedua orang tua mereka memiliki kebiasaan yang sama. Yaitu sibuk berbisnis di Luar Negri, melupakan mereka yang masih berumur belia. Maka dari itu, mereka tidak terlalu menghargai orang lain. Karna sejak kecil, mereka tidak ajarkan cara menghargai dan dihargai.

 

 

· · ·

 

Sore hari tiba, Kai sengaja menunggu Hyena di Rumah Sakit, ia tidak ingin pulang karna Kai masih ingin bersama Hyena. Walau Hyena masih ingin menyendiri.

 

Tiba-tiba seorang suster hendak masuk ke Ruang Rawat Hyena dengan membawa nampan makanan. Kai tersadar kemudian ia mengambil alih nampan makanan tersebut.

 

“Eh Suster, biar aku saja yang membawanya.”

 

 

“Nde? Eoh.. gamshamnida..”

 

Suster itu pun menyerahkan nampan makanan ke Kai. Kai menerimanya dengan senang hati, setelah itu ia kembali masuk kedalam Ruang Rawat Hyena.

 

Saat Kai masuk, Hyena langsung menatap Kai tajam.

 

“Sudah kubilang tinggalkan aku sendiri.”

 

Kai tidak perduli akan hal itu karna ia memang tidak akan pernah peduli pada apapun. “Kau harus makan.”

 

Kai kembali duduk di kursi samping ranjang rawat Hyena. Hyena melirik kesamping dengan wajah yang tidak bersahabat. Tapi perlu ia akui, perutnya sekarang lapar karna belum diisi seharian.

 

“Akan kusuapkan ini untukmu,”

 

 

“Tidak perlu. Aku bisa sendiri.”

 

 

“Tidak ada penolakan. Buka mulutmu.”

 

Hyena semakin menatap Kai tajam. Ia tidak mau membuka mulut. Kai mendesah pelan, “Aku tau kau lapar. Cepat buku mulutmu.”

 

Hyena menggeleng

 

“Baiklah kalau kau tidak mau, biar aku saja yang memakannya.”

 

Kai pun menyuapkan makanan itu kemulutnya sendiri. Ia sengaja melakukan itu agar Hyena menyesal karna tidak membuka mulut.

 

Hyena membuang muka kesamping, kenapa dia memakannya? Aduh, perutku lapar..

 

 

Hyena menggigit bibir bawahnya sembari mengelus perutnya. Ia harus segera makan sebelum magh yang bersarang dilambungnya akan kambuh. Tapi… ah, Kim JongIn kenapa kau tega sekali padaku??!

 

Kai tertawa. Ia melihat gelagat gelisah Hyena yang menahan lapar.

 

 

“Hey, buanglah rasa gengsi-mu itu..”

 

 

“Siapa yang gengsi??!”

 

 

Kenapa dia jadi sensi begini?  Batin Kai

 

 

“Tentu saja kau.”

 

 

“Aku tidak.”

 

 

“Kalau kau lapar, ini, makanlah.”

 

Kai menyerah, ia menyodorkan piring berisi makanan didepan Hyena. Mungkin Hyena tidak suka disuapi.

 

Hyena melirik sekilas. “Aku kira kau sudah menghabisinya..”

 

 

“Hahaha aku tidak serakus itu.”

 

Pelan namun pasti, Hyena mengambil piring makanan tersebut dan kemudian ia menyendokan sesendok nasi ke mulutnya. Ia mengunyah dengan pelan, dikarenakan sudut bibirnya masih terasa sakit.

 

Kai terkekeh geli. “Kau lucu juga,” ucapnya tanpa ia sadari.

 

Hyena pura-pura tidak mendengar, ia sibuk memakan makanannya dengan sangat pelan dan penuh hati-hati.

 

“Kau mau minum?” tawar Kai sambil menyodorkan segelas air putih pada Hyena.

 

Hyena mengangguk pelan, lalu ia mengambil air putih tersebut dan meminumnya.

 

“Terima kasih.”

 

 

“Hah?”

 

 

“Aku bilang terima kasih.”

 

 

“Untuk apa?”

 

 

“Untuk kebaikanmu.”

 

Kai tersenyum simpul, “Bukan apa-apa,”

 

Hyena ikut tersenyum. “Kau tidak pulang?”

 

“Kau mengusirku?”

 

 

“Ah tidak, aku hanya menawarkanmu pulang.”

 

 

“Nanti saja. Aku ingin menemanimu.”

 

 

“Aku lebih suka sendiri, pulanglah.”

 

 

“Benarkah? Aku tidak yakin akan hal itu.”

 

 

“Untuk apa aku berbohong padamu.”

 

 

“Tunggu.. 1jam lagi aku akan pulang,”

 

 

“Haah, Terserah kau saja.”

 

Kai lagi-lagi tersenyum. Sikap Hyena sedikit berubah padanya. Entah kenapa ia merasakan rasa senang yang bergejolak didadanya. Ia rasa ini adalah rasa suka yang sebenarnya.

 

Saat membuka ponsel, ia terkejut karna banyaknya pesan masuk, sekitar 100+. Malas sekali untuk membukanya, tapi, kalau ia biarkan, pesan itu akan semakin bertambah. Mau tak mau ia membuka pesan tersebut satu-persatu dan membalasnya secara acak.

 

From : xxxxxxx577689

 

Oppa! Kenapa oppa tidak menjemputku?

 

aku sibuk.

 

From : xxxxxxx123568

 

Chagiya, aku ke Universitas-mu hari ini

 

Untuk apa kau kesana?

 

From : xxxxxxx901245

 

Chagiya, hari ini Ibuku tidak pulang ke rumah. Kau mau bermain ke Rumah Ku?

 

Aku sibuk.

 

From : xxxxxxxx169023

 

Kai, nanti malam, kau ke club kan?

 

Entahlah

 

From : xxxxxxxx087632

 

Hari ini aku free. Bagaimana kalau kita jalan-jalan? Aku tunggu ditempat biasanya 😀

 

Aku sibuk.

 

From : xxxxxxx7654380

 

Oppa! Temanku bilang, kau berpacaran dengan Kim Hyena. Apa kau berselingkuh??!

 

Kita putus saja.

 

From : Oh Sehun

 

Temani aku minum malam ini.

 

Kau ada masalah? Tumben sekali kau mengajak ku minum

 

Hyena memandang Kai yang sibuk memainkan ponselnya. Jujur, Hyena tidak punya ponsel. Harga ponsel terlalu mahal dan terlalu sulit untuk membelinya. Selama ini ia membuang waktu dengan berkerja dan membuat diskripsi. Mengatur dokumen-dokumen Akuntansi-nya

 

Mungkin hidup Hyena terkesan membosankan. Tapi.. itulah hal yang harus ia lakukan untuk mengisi hari-harinya.

 

Uuh, begitu banyak kah pacarnya Kai? Sampai ia dengan mudah memutuskan dan menolak tanpa memikirkan perasaan sang pacar. Ck.

 

Dan yeah, pacar Kai berada di berbagai penjuru Seoul. Ia tidak mau berpacaran dengan wanita yang satu kuliah dengannya. Karna, ia rasa itu merepotkan.

 

Maka dari itu penggemar Kai bejibun karna penggemarnya kira, Kai tidak mempunyai pacar dan masih single.

 

 

TBC

 

Note’s : Halo, bagaimana ceritanya? Seru ga? Wkwkwk. Kenapa disini aku makai nama JongIn dan Kai dalam waktu yang bersamaan? Karna, nama Kai dipakai untuk panggilan akrab. Hanya Sehun dan Author yang bisa memanggilnya dengan nama itu. (Lah?) Dan JongIn buat nama panggilan biasa, sering dipakai untuk umum. (Kai : lu kira nama gue jamban?) Nah, wkwk Kenapa Baekhyun belum muncul? Nanti yaaa dia juga muncul dengan sendirinya. Hohohoho

 

Lets Comment 🙂 ini buat author supaya lebih semangat lagi lanjutin ff-nya (modus xD) eh, tapi bener kok! Aku seneng banget klo banyak yg ninggalin jejak dan ga jadi siders 😀 semoga banyak yg ninggalin jejak ya, aamiin~

 

Thankyou yeoreobeun~

 

 

 

 

Iklan

56 pemikiran pada “Sprite Boyfriend (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s