Warm Boddies (Chapter 1)

Warm Boddies

Chapter 1

warm-boddies

 

Title: Warm Boddies (Chapter 1)

Author: Bacon’s sauce (@felicfiore)

Main cast: Kim Jong In / Kai ‘EXO’, Song Hye-Jin (OC)

Other cast: None

Genre: Romance

Length: 1/2 (1.458 words)

Recommeded song: Justin Bieber – Catching Feelings

 

Poster Credit — Carlisle Han @HSG

 

Author note: Dari judulnya aja udah keliatan. mungkin author saranin nonton dulu filmnya tapi sebenernya ini bukan sejalan sama cerita di filmnya sih. diambil dari film tapi karena itu zombie jadi manusia, author buatnya serigala jadi manusia aja biar greget! Trus author juga terinspirasi dari belajar IPA buat UN (?) Belum ada konflik di chapter sini, kayak masih pertemuan gitu NO SILENT READERS, NO PLAGIAT, NO COPAS!! Sama banyak typo tersebar dengan indahnya. Maklum, saya hanya manusia yang biasa! Selamat membaca!! J (my blog: felicfioreblog.wordpress.com)

 

“Saat aku bersamanya, aku semakin hangat.” –Kai

 

“Bola-bola kecil hangat itu kuberikan padanya. Bola-bola cinta nan hangat itu terus kuberikan padanya.” –Song Hye-Jin

 

Warm Boddies

 

 

AUTHOR’S POV

 

Kai, seorang namja-atau sudah tidak dipanggil namja lagi adalah seorang manusia setengah serigala. Ia dikutuk oleh seorang penyihir yang menipunya. Kali ini, malam ini, ia sedang berburu makanannya, seekor rusa jantan. Kai menatap fokus ke arah rusa itu, seakan mau memakannya langsung tanpa habisnya. Kai meneguk ludahnya. Ia sudah kelaparan. Saat rusa besar itu tidak menyadari, Kai langsung menyambar rusa itu. Mata Kai memerah. Ia menahan rusa itu dengan tangannya dan langsung saja ia menggigit leher rusa jantan itu.

Malam itu jam 21:00 malam. Kai masih memakan potongan daging rusa yang terakhir. Saat sudah menghabiskan dagingnya, Kai mengemut jarinya untuk memakan sisa yang dalam daging rusa itu, darah.

Kai sedikit tersenyum menunjukkan sedikit gigi taringnya saat puas memakan makan malamnya-dengan rusa. Kai memang tidak banyak bicara. Sejak ia dikutuk menjadi serigala, ia kabur ke hutan yang tidak jauh dari sebuah perumahan. Ia selalu menyesal kenapa ia mau ke tempat penyihir tua ubanan itu. Ia selalu menyesal.

Tenang saja. Ia masih memakai pakaian. Pakaiannya compang-compreng. Ia masih bisa merasakan ia masih manusia, walaupun terlihat dari fisiknya. Namun tidak, Kai tidak ada darah lagi di tubuhnya. Tubuhnya pun dingin bagaikan es berjalan.

Kai bisa sembuh dari kutukan itu jika ia bisa berdarah dan bermimpi. Karena kalian pasti tahu, serigala mana bisa bermimpi. Jiwa serigala ada dalam dirinya sekarang. Andai saja ia bisa menjadi manusia lagi, ia berjanji akan menghitung waktu yang terpenting baginya. Untuk 18 tahun lagi.

Tiba-tiba, ia mencium sesuatu yang menggiurkan dari hidungnya yang tajam. Ia menicum darah dan itu seorang manusia. Belum pasti apakah itu namja atau yeoja. Langsung saja ia mencari bau itu dengan berlari sangat kencang.

Ia memang sadar kalau ia berada di sebuah perumahan. Tapi perumahan itu seperti di ¾ di sisi hutan. (tidak jauh dari perumahan yang ramai). Kai melihat sekeliling. Sepi.

Langsung saja, Kai masuk rumah tapi dengan hati-hati. Matanya menangkap seorang yeoja yang merintih kesakitan. Yeoja itu sebenarnya sedang memotong buah apel untuk ia makan iseng-iseng sebelum tidur. Namun sayangnya ia malah terkena pisau dan jarinya terluka.

Yeoja itu-Hye-Jin menyadari ada yang masuk dalam rumah. Padalah ia sudah mengatakan dengan bulat kalau pintu rumahnya terkunci. Saat ingin melihat ke belakang, betapa kagetnya seorang namja yang tidak dia kenal-Kai ada dihadapannya sekarang.

Kai yang awalnya ingin memakannya dan sudah menunjukkan smrik-nya yang menampilkan gigi taringnya yang tajam, langsung mematung. Ia perlahan melihat Hye-Jin dari atas sampai bawah. “Gadis yang cantik.” Kata Kai-tapi dalam batinnya.

Hye-Jin yang sedang menutup matanya rapat-rapat, kemudian membuka matanya perlahan-lahan dan melihat Kai sedang memandangnya. Hye-Jin masih merasakan takutnya-sedikit. Tapi itu memudar karena ia melihat Kai seperti orang yang cengo.

Mereka sekarang berada di sudut tembok dan tertunduk-karena Hye-Jin kaget dengan wajah seram Kai dan langsung terjatuh. Kai tiba-tiba saja dengan beraninya langsung menyentuh pipi kanannya. “Hangat.” Batinnya. Ia mengelus pipinya lagi.

Hye-Jin yang merasa pipinya dielus oleh Kai, merasa risih. Kai juga masih menatapnya tajam tapi terkesan lembut di dalamnya. Tapi bukannya menikmati sentuhan sang Kai ini, Secara reflek atau bisa dibilang Hye-Jin tidak tahu apa yang ia lakukan, tiba-tiba ia manampar Kai sangat kerasa di bagian pipi kirinya.

Hye-Jin yang mengetahui itu langsung merasa bersalah. Di sisi lain, Kai malah berlari jauh dari rumah itu. Perasaanya seperti berkata “Aku menyesal ke rumah ini”. Tapi usaha larinya gagal. Ia membentur pintu depan rumah Hye-Jin secara tidak sengaja. Kai pingsan.

Dan Hye-Jin yang melihat itu langsung membawa Kai kekamarnya. Setelah sudah meyelimutkan Kai, Hye-Jin bergumam “Dia siapa? Seperti bukan manusia.” Ia melihat Kai. Bola matanya lihai melihat lekuk wajahnya. Pucat, rambutnya yang agak bertakan tapi ia bilang terkesan cool. Bibirnya merah.

“Matanya tadi juga merah? Sebenarnya dia itu apa sih?!” Teriak kecil Hye-Jin frustasi. Ia menunggu Kai sadar. Hye-Jin cemas. Ia berjalan memutar-mutar. Lalu ia berpikir, daripada ia menunggu sampai ia sadar 9-10 jam lagi, ia memutuskan untuk mengambil bantal dan selimut untuk tidur di sofa. Tak lupa, Hye-jin mematikan lampu kamarnya yang sedang dihuni oleh seorang namja asing-Kai.

 

——o——

 

Paginya-jam 9 pagi, Kai perlahan membuka matanya. Nyawanya masih belum terkumpul. Ia merasa asing dengan lingkungannya saat melihat bahwa ia sedang tidak di hutan . Melainkan di sebuah kamar.

Ia mencoba duduk. Mencerna dan matanya sedang beradaptasi saat melihat sekeliling. “Ini…dimana?” Katanya pelan. Ia melihat jam yang bergantung manis di tembok. Tentu saja ia tahu jam. Kalian lupa, dia pernah mengalami namanya menjadi manusia. Ia masih sangat ingat keperluan sehari-hari manusia. Termasuk makanan manusia.

Cat putih dan barang-barang klasik nan indah terpajang disana. Ia menemukan teorinya sekarang, ia berada di kamar seorang perempuan. Tiba-tiba pintu terbuka. Matanya melihat sang yeoja-Hye-Jin masuk ke dalam kamarnya-maksudnya kamar Hye-Jin.

“Hey, kau sudah bangun?” Tanya Hye-Jin sambil tersenyum kecut. Berbeda dengan Kai, ia malah seperti orang ketakuatan yang berlebihan. Hye-Jin duduk di pinggir kasur, lalu menaruh nampan berisi makanan-bubur, dan segelas susu hangat-.

“A..a..aku di…mana?” Tanya Kai panik. Bukan panik yang terlalu panik phobia. “Kau dirumahku. Kau.. kesini semalam… kau ingat?” Kai mulai mencerna katanya. Ia baru sadar kalau ia memang sedang mau kerumahnya kemarin malam karena mencium aroma darahnya Hye-Jin.

“K.. kau sepertinya orang yang tidak banyak bicara.” Kata Hye-Jin. “Namaku Song Hye-Jin.” Sahut Hye-Jin sambil menunggu jabatan dari Kai. “Na…namaku Kim Jong In. Kau bisa me..manggilku Kai.” Jawabnya balik, tanpa berjabat tangan dengan Hye-Jin. Hye-Jin pun tersenyum dan menrunkan tanganya perlahan-lahan.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” Kai menganggukan kepalanya perlahan. Hye-Jin menghela napasnya pertama-tama. “Apa kau… seorang namja normal?” Katanya ragu-ragu. Ia takut, namja di sampingnya itu langsung menghajarnya. Oke, itu berlebihan.

Akhirnya Kai menjelaskan apa yang terjadi. Hye-Jin menyasikan dengan serius. Hye-Jin yang mengetahui itu merasa sedih dan prihatin. “Sabar ya, Kai. Kau pasti akan menjadi manusia lagi.” Kata Hye-Jin tersenyum pahit setelah mendengarkan dongeng nyata dari seorang Kai yang menyedihkan.

Kai hanya mengehela napasnya. Ia sudah menjelaskan semuanya. Ia makin sedih dan tentunya menyesal. Tiba-tiba hati Kai ingin melihat wajah Hye-Jin sekali lagi. Ia menatapnya sekarang. Ia sekarang sedang mengambil makanan untuk Kai. Entah kenapa Kai merasa hatinya begitu hangat dan semakin hangat setiap kali melihat Hye-Jin.

Kai melakukan hal yang semalam lagi. Mengelus lembut pipinya. Kai menatapnya sendu dan lembut. Ia sedikit tersenyum-tanpa taring kali ini. Wajah Hye-Jin memerah. Tapi Hye-jin tidak akan menamapr lagi. Ia merasakan dinginya tangan Kai itu. “Ah.. Ini makanlah.” Kata Hye-Jin memcah keheningan.

Kai perlahan langsung mengambil semanguk sedang bubur. Ia melahapnya. Ia makan menggunakan sendok. Ia makan sangat lahap. “Sepertinya lebih enak kalau memanggilmu Jong In. Itu menurutku nama yang bagus.” Kata Hye-jin tersenyum senang. Kai mendengar itu langsung tersenyum dan berkata “Terima kasih.” Katanya lancar sekarang.

Oke, peringatkan hari ini bahwa seorang Kim Jong In adalah hari dimana ia banyak bicara kali ini. Tiba saja jantung Kai berdegup sangat di batas normal “Ada apa denganku? Kenapa jantungku berdetak secepat ini?” Batin Kai.

Kai tidak mengetahui persaannya ini. Kai hanya ingin tahu kenapa jantungnya ini berdetak dengan sangat cepat. “Hei.” Panggil Hye-Jin membangunkan lamunannya. “Kau belum mandi berapa lama? Hahaha!! Nanti aku akan mengajakmu ke toko baju, lalu… membeli banyak parfum untukmu, beberapa kaos santai dan makanan yang layak untuk setengah manusia sepertimu. Sementara ini, tinggal dirumahku, ya?” Tanya Hye-Jin antusias.

Kai sudah tidak punya pilihan lagi. Ia ingin sekali menolak, tapi tubuhnya berkata. Hatinya tidak. Hatinya berkata ia mau di samping Hye-Jin terus-menerus. Lalu Kai berkata “Ba..ba..baiklah. Tapi.. apa itu tidak.. mer..merepotkanmu?” Hye-Jin menggeleng pelan.

“Aku ingin sekali mengajak orang untuk berjalan-jalan.” Jawab Hye-Jin masih dengan antusiasnya. “Baiklah! Kalau begitu aku mandi dulu.” Hye-Jin langsung menyambar handuknya.

Akhirnya Kai mendapat teman bicara. “Semoga saja, Hye-Jin bisa meneyelamatku dari kutukan. Kumohon.” Kai mengehela napasnya perlahan-lahan. Tiba-tiba Hye-Jin berteriak dari ruang kamar mandi “Ya, Jong In! Habis ini kau juga harus mandi!! Kau bisa mandi sendiri kan?” “I..Iya! Aku bisa mandi sendiri. Kau kan tahu aku masih manusia” Teriak Kai tapi terlalu keras.

Tiba-tiba Kai terkekeh dengan jawabannya sendiri, lalu berkata pada batinnya sendiri. Hatinya tersama semakin hangat sekarang. Dan batinnya bisa berkata…

 

Sepertinya aku menyukaimu, Hye-Jin-ah

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

10 pemikiran pada “Warm Boddies (Chapter 1)

  1. Ahhahaa.. Kai ini manusa serigala tp lucu, aplg pas kebentur di pintu,,
    aku dah nton warm bodies, dan kbtulan aku penggemarnya, suka aja ada zombie tampan yg jth cinta pda gadis cantik dan kmbli hidup mnjadi manusia, mga kai jg bsa sembuh dan jadi manusia seutuhnya lg, untk hyejin

  2. entah kenapa baca ini sambil ngakak -_- lucu aja pas hyejin bilang “sabar ya…” lho dia gak takut ternyata wk
    lanjut deh

  3. aaaaw kai malu2 gimana gitu. lucuuu, apalagi wktu dia ngmg sama hyejin gugup2 gmna gitu
    aku udh ntn film nya, suka bgt sma cerita nya..fantasy romance hoho
    next chapter thorrr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s