When I’m Become A Yeoja (Chapter 8)

When I’m Become A Yeoja

taoris 8ch

.: Minnieasmilkyway :.

-oO When I’m Become a Yeoja Oo-

{CHAPTER 8}

EXO-M’s Kris | EXO-M’s Tao

EXO-K’s Chanyeol | EXO-M’s Luhan / Hanmi

{YAOI!/Romance/Cross Gender/Drama}

“Tao sangat menyukai sahabatnya sejak kecil (re: Kris). Namun, men to men atau yaoi itu adalah tindakan yang dilarang. Saat muncul cahaya yang berpendar itu, ia berharap menjadi yeoja seutuhnya. Saat harapannya terkabul, akankah Tao berhasil menjalani hidup barunya dan mendapatkan namja incarannya?”

.

-oO When I’m Become a Yeoja (Chapter 8) Oo-

.

“Kenapa?!” teriaknya tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

Yang ia pikirkan sekarang hanyalah keluar dari tempat tersebut. Ia berjalan ke depan jendela yang berada di ruangan itu dimana ia mendapatkan pemandangan pantai dari sana. Setelahnya, ia beralih ke arah cermin yang memantulkan bayangan dirinya untuk yang kedua kali.

“Aku harus mencari baju ganti jika ingin pergi dari sini,” Jinri atau kini adalah Tao membuka satu persatu lemari yang ada di ruangan tersebut. Iapun menemukan t-shirt dan celana yang ternyata pas saat dipakai olehnya.

Suara kaki melangkah terdengar. Semakin dekat dan membuat Tao mau tak mau mencari tempat persembunyian. Iapun memilih untuk bersembunyi di bawah tempat tidur king size yang ada.

Pintupun terbuka dan muncullah namja yang sama dengan namja yang menyerang Tao beberapa menit lalu. Ia adalah Kris, orang yang dianggap Tao sebagai tiang listrik sinting. Ketua grup populer di kampusnya.

Suasana menjadi hening. Tao tidak bisa menahan detak jantungnya yang tidak beraturan. Bukan. Bukan karena ia menyukai namja tersebut. Tapi, Tao memiliki alasan lain. Ia tidak ingin dirinya ketahuan sedang bersembunyi dan dicap sebagai penyusup karena gendernya yang sudah berubah.

Satu-satunya yang menjadi daya tarik Kris saat itu adalah jendela yang terbuka, “Sial!”

Kris keluar dan menutup pintu tersebut dengan kasar sama seperti sebelumnya. Setelah merasa aman, Tao keluar dari tempat persembunyiannya. Baju yang sebelumnya ia kenakan ia biarkan di bawah tempat tidur tersebut.

Dengan ragu, Tao keluar dari kamar tersebut. Awalnya ia seperti anak hilang atau bahkan lebih dari itu. Seperti halnya penyusup yang tidak ingin ketahuan. Tao akhirnya menemukan pintu keluar tanpa harus berhadapan dengan Kris yang entah pergi kemana.

Tao tidak membayangkan jika kejadiannya akan seperti ini. Kembali menjadi seorang namja di waktu yang tidak tepat bukanlah kemauannya. Dan lagi, dimana malaikat Suho-nya sekarang? Ia bahkan jarang menampakkan dirinya.

Tao menendang pasir-pasir di hadapannya dengan frustasi. Yang ada dipikirannya adalah ia harus kembali ke Seoul sekarang juga. Permohonannya terwujud sesaat ia melihat ke arah kapal kecil namun mewah yang pasti milik Kris.

Tanpa ragu, Tao mendekati kapal tersebut, “Apa ini akan ke Seoul?” tanya Tao tanpa menghiraukan kru kapal yang curiga dengan pertanyaan Tao.

“Ah, begini. Aku pelayanbaru yang ditugaskan Tuan Kris untuk pindah ke Seoul. Jadi, apakah kalian hendak ke sana? Mungkin kalian bisa memberikanku tumpangan,” Tao tahu dirinya berbohong. Tapi ini demi kebaikannya.

“Oh tentu saja, kami akan berangkat sebentar lagi. Duduklah di sana,” suruh kru kapal tersebut dan menyuruh Tao untuk duduk di tempat yang tersedia.

Tak berapa lama kemudian, kru yang lain datang dan mengisi bahan bakar kapal tersebut. Kapal tersebutpun berangkat menuju Seoul dan meninggalkan tempat terkutuk bagi Tao.

Sedangkan Kris, ia baru terpikir tentang keberangkatan kapal tersebut dan segera berlari keluar rumah dan meneriaki kapal yang sudah setengah jalan itu untuk kembali. Namun, hasilnya nihil. Kris bertanya kepada seorang pelayan yang berada di depan rumah tersebut.

“Apa tadi ada seorang yeoja yang menaiki kapal bersama yang lainnya?” namun Kris hanya mendapatkan sebuah gelengan dengan kata-kata tidak.

-oOo-

“Terima kasih atas tumpangannya,” Tao membungkuk ke arah kru kapal.

“Kau tidak ikut dengan kami ke kediaman Wu?”

“Ah, tidak. Aku sudah izin sebelumnya bahwa aku akan pulang ke rumahku terlebih dahulu. Kalau begitu, sampai jumpa.”

Tao menjauh dari pelabuhan dan segera mengambil handphone di celananya dengan gusar, “Come on… angkatlah…” Tao berharap si pemilik telepon di seberang sana mengangkat telepon darinya.

“Yeob–”

“Hanmi! Ini aku Jinri! Maksudku, Tao! Apa kau sudah pulang?”

Hanmi mengerutkan dahinya, “Jinri? Tao?”

“Yah, maaf tadi aku meninggalkanmu sendirian. Tapi, sungguh bukan niatku. Aku diculik!”

“Eoh?” Hanmi membulatkan matanya –memasang ekspresi tidak percaya.

“Hei, kau dimana? Apa sudah pulang? Aku sedang mencari tumpangan untuk ke rumahmu.”

“Ah, eumm… sebentar lagi. Tunggu, aku akan segera ke sana,” balas Hanmi yang sebenarnya masih belum bisa mencerna apa yang terjadi.

Tao memutuskan hubungan teleponnya kemudian mulai berjalan tak tentu arah. Mengharapkan seseorang dengan baik hati mau mengantarkannya ke tempat Hanmi. Karena tidak mungkin jika Tao harus pulang ke rumahnya sekarang juga. Ia bahkan belum bisa memikirkan bagaimana reaksi eommanya yang melihat anaknya sudah ‘berubah wujud’ seperti ini.

Ia kembali menimbang-nimbang. Menjadikan rumah Hanmi sebagai tempat singgahnya sementara juga bukanlah ide yang bagus. Terlebih lagi, ia tidak mungkin merepotkan Hanmi terus-menerus. Hal ini membuat Tao kembali mengingat Suho, malaikat yang datang padanya –ah tidak!– ia membuat kekacauan sekarang. Mengubah seorang Tao menjadi wujud yang bahkan belum ia inginkan sekarang. Ia belum menyerah. Kenapa menjadi begini?

Sebuah klakson mobil membuat Tao buyar akan lamunannya. Ia sedikit limbung –terlebih karena dirinya kaget– ia bersumpah ingin memaki si pemilik mobil sialan itu.

“Chanyeol?” batin Tao. Ia tidak mengerti mengapa ia bisa bertemu dengan namja aneh itu di waktu yang tidak tepat. Memang kadang ia membantu. Tapi, sepertinya Tao akan menjadi gila jika terus-terusan berinteraksi dengan Chanyeol.

“Apa kau baik-baik saja?” Tao mengangguk secara otomatis menanggapi pertanyaan Chanyeol.

“Kau ini orang aneh. Kenapa berjalan di tengah jalan seperti ini? Apa kau ingin cepat mati?!” tanya Chanyeol setengah membentak. Ia tidak akan menjadi gila karena Chanyeol kali ini, begitu pemikiran yang terlintas di benak Tao. Benar saja, Tao terlihat seperti orang asing di mata Chanyeol. Ia berbeda. Kini ia murni menjadi Tao. Bukan Jinri.

“Kau tuli, huh?” Chanyeol melambaikan tangannya karena ia tidak mendapatkan jawaban dari Tao.

“A-aku dengar!”

“Kau aneh, sifatmu seperti orang yang kukenal. Apalagi ditambah dengan mata panda itu.”

Tao bergidik mendengar penjelasan Chanyeol. Ia sedang mendeskripsikan dirinya! Mendeskripsikan Tao.

“Te-tentu saa! kau bisa menemukan banyak orang sepertiku di dunia ini,” tanggap Tao sekenanya.

“Kau benar, orang aneh,” Chanyeol kemudian terdiam, “Apa kau orang baru di Seoul?”

Tao hanya mengangguk. Ini bisa menjadi salah satu aksi penyamarannya. Bahkan, siapa yang tahu jika Chanyeol akan memberi tumpangan pada Tao?

“Lalu, kau mau kemana? Dengan fashion yang buruk seperti itu, kurasa kau seperti habis kerampokan?”

Well, perkataan Chanyeol ada benarnya. Ia tidak memiliki hal yang istimewa. Semuanya lenyap. Bahkan, satu-satunya hal tersisa milik dirinya hanyalah ponsel yang berada di sakunya.

“Kau ini cukup pintar,” Tao beropini secara asal dan Chanyeol hanya membukakan pintu mobilnya seraya mengucapkan, “Masuklah. Aku bisa mengantarmu ke tempat yang seharusnya.”

.

.

.

Tao memberitahu alamat rumah –tentunya rumah Hanmi– kepada Chanyeol. Mobil itupun melesat dan tidak butuh waktu lama untuk sampai ke sana. Di sana, Tao bisa melihat Hanmi yang tengah berdiri di depan sebuah rumah kecil –pasti rumah miliknya.

“Chanyeol?!” Hanmi kaget saat melihat Chanyeol yang menyetir mobil dan memberhentikannya tepat di depan rumah Hanmi.

“Ah, kau ini temannya si jadi-jadian itu ‘kan?” sementara Hanmi tidak menggubris pertanyaan Chanyeol, Tao yang berada di samping namja itu sepertinya hendak memakan pemuda di sampingnya hidup-hidup. Ayolah, dirinya 100% namja sekarang.

Hanmi memutar bola matanya malas, “Tidak sopan, harusnya kau memanggilnya Jinri!”

Chanyeol tidak perduli, ia melempar pandang ke ‘mata panda’ yang masih duduk di sebelahnya, “Turunlah. Sudah sampai, orang aneh.”

“Kau memanggilnya dengan orang aneh?” komentar Hanmi.

“Lantas? Ia berjalan di tengah jalan. Bagaimana aku tidak memanggilnya dengan sebutan aneh?”

Hanmi melempar pandang pada Tao yang tengah diam dan sudah berdiri di sampingnya. Hanmi mendengus sementara Tao hanya tersenyum merasa tidak bersalah.

“Kau kenal orang ini?” Chanyeol sebenarnya curiga. Bagaimana bisa ia menemui orang aneh namun orang itu… dia bisa mengenal Hanmi.

Hanmi dan Tao kembali saling melempar pandang. Mencoba mencari jawaban atas pertanyaan Chanyeol pada mata masing-masing, “Dia saudaraku dari Cina!” seru Hanmi tak kehabisan akal dan Tao hanya mengangguk, mengiyakan pernyataan Hanmi.

Chanyeol mengangguk menandakan dirinya mengerti, “Dia mengingatkanku pada wanita jadi-jadian itu. Sepertinya, tidak ada yang perlu kuucapkan lagi kali ini. Bye!” Chanyeol melambaikan tangannya sedangkan Hanmi setengah berteriak mengucapkan terima kasih pada si jangkung yang perlahan mulai menjauh dari rumahnya.

Setelah mobil Chanyeol tidak terlihat lagi, Hanmi kembali memandang pemuda di sebelahnya, “Kau! Apa yang terjadi?!” Hanmi memegangi seluruh tubuh tinggi Tao. Ia sebenarnya khawatir. Hal aneh sudah terjadi pada diri Tao.

“Aku sendiri tidak tahu!”

Baru saja Hanmi ingin menyemprot kembali Tao hingga aksinya digagalkan oleh getaran dari ponsel milik Tao. Panggilan masuk itu menginterupsi hujan pertanyaan dari Hanmi. Tao terkaget melihat display name pemanggil tersebut yang tak lain adalah eommanya.

Hanmi menatapnya bingung, alisnya tertaut seolah menanyakan ada apa dengan diri Tao.

“Eomma menelepon! Aku harus bilang apa?!”

.

TBC

.

Ada yang masih inget saya? /salah/ ada yang masih inget ff ini? Maaf untuk SUPER telatnya. Baru kesampaian ngelanjutin ini. Sempet kena WB. Tapi saya balik lagi dan akhirnya memutuskan untuk menulis solo hingga ceritanya THE END. Makasih buat yang udah ngasih RCL dan setia sama saya /apaini/ kalian daebak! /bow/

Ditunggu RCLnya untuk chapter ini. Kalau ada yang lupa atau nanya2 ini sebenernya ff apasih? Bisa klik di sini. Itu hyperlink untuk masuk ke kolom pencarian tentang cerita ini di blog exoff. Terima kasih semuanya! ^^

 

Saturday, 22/03/2014 16:03

Iklan

29 pemikiran pada “When I’m Become A Yeoja (Chapter 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s