My Boyfriend is a Wolf (Part 2)

 snow__blood_by_wuddie06-d5wyxbh

Tittle                : My Boyfriend is a Wolf (Part 2)

Autor               : Asih_TA

Main Cast        : Lee Je-ah (OC)

  Xi Luhan (EXO)

  Oh Sehun (EXO)

Other cast       : Dasom (Sistar) &  Park Chanyeol (EXO)

Genre              : Romance, School life

Rated               : PG 17

Leght               : Part

Disclaimer : Akhirnya Part 2 keluar juga, Mian kalau kalian menunggu lama, maaf jika ceritanya kurang bagus, semoga saja para pembaca bisa terhibur ^_^

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!

MAAF JIKA ADA KESAMAAN TOKOH DAN ALUR CERITA ITU ADALAH HAL YANG SAYA TIDAK KETAHUI.

HAPPY READING ^_^

MY BOYFRIEND IS A WOLF (PART 2)

Author POV

#Flashback 12 tahun

Seorang gadis kecil duduk di sebuah taman sekolahnya menatap langit dengan ribuan butiran-butiran salju turun dengan indahnya, sesekali gadis kecil itu menolehkan kepalanya mencari sosok ibunya yang tak kunjung datang menjemputnya.

“ gadis kecil, kenapa kau sendiri disini? Mana ibumu?” tanya seorang laki-laki yang berumur sekitar tujuhbelasan tahun memakai baju seragam sekolah datang menghampiri gadis kecil  yang sedang duduk di kursi taman kanak-kanak.

“ ibuku? Tuan apakah kau melihat ibuku?” tanya gadis kecil itu dengan polosnya.

“ kenapa kau malah bertanya padaku? Seharusnya aku yang bertanya kemana ibumu gadis kecil.” Laki-laki itu mengangkat tubuh gadis kecil itu dan mengendongnya dengan gemas.

“ kau tidak boleh sendiri disini, cepat cari ibumu gadis kecil.” Sambung laki-laki itu dan menurunkan gadis kecil itu.

Laki-laki itu berjongkok mencoba untuk menyamai tinggi gadis kecil yang berumur 4 tahun itu dan mengelus lembut rambut kepala gadis kecil, gadis kecil itu menatap laki-laki itu dengan heran karna laki-laki itu memiliki wajah yang sedikit pucat dengan warna matanya yang biru.

“ Tuan, kenapa wajahmu sangat pucat apa kau sakit, kenapa warna mata tuan biru apa kau memakai lensa, lensa warna yang sering di pakai orang-orang dewasa? ” gadis kecil itu memegang dahi laki-laki itu dan menatap wajahnya lekat

“ wae? Apa yang kau lihat gadis kecil?” tanya laki-laki yang sedari tadi menyadari bahwa dirinya tengah di tatap oleh gadis yang berumuran 4 tahun itu.

Entah mengapa ada sesuatu yang membuat gadis kecil itu tertarik untuk menyentuhnya, sesuatu  yang aneh dan tajam, dengan berani anak kecil itu mencoba menyentuh benda yang tajam itu, ketika anak kecil itu ingin menyentuh benda tajam itu, laki-laki itu tidak menutup mulutnya, laki-laki itu malah itu membiarkan gadis kecil yang ada di depannya menyentuh benda tajam itu yang tak lain adalah gigi milik laki-laki itu.

“ Tuan gigi taringmu besar dan tajam seperti duri” ucap gadis itu polos.

“ Wae gadis kecil, kau tidak takut padaku?” tanya laki-laki itu dan gadis kecil itu menggelengkan kepalanya.

“ baguslah “ Lagi-lagi laki-laki itu memegang kepala belakang gadis kecil itu.

“ apa kau sudah selesai dengan urusanmu Tuan” tanya seorang wanita setengah baya yang sedari tadi menyadari apa yang dilakukan anaknya dan juga laki-laki misterius itu.

“ Ibu . . . “ gadis kecil itu lari dan memeluk ibunya. “ kupikir ibu akan meninggalkan ku sendiri disini” ucap gadis kecil itu ketika ibunya mengendong tubuh kecilnya.

Laki-laki itu masih berdiri menatap wanita setengah baya itu dan gadis kecil yang ada dipangkuannya. “ maaf aku hanya ingin menghampiri anak mu yang sendirian yang menunggu anda disini nyonya.” Laki-laki itu langsung membungkukan badannya dan meninggalkan wanita dan gadis kecil itu.

“ ibu kenapa dia meminta maaf kepada kita? “ tanya gadis kecil itu polos.

“ Je-ah dengarkan ibu orang berbicara denganmu tadi bukan lah manusia” ibunya menatap gadis kecilnya dengan perasaan khawatir.

“ Maksud ibu? “

“ Mereka adalah keluarga Serigala, mereka sangatlah berbahaya anakku”

“ jadi mereka benar-benar ada ibu?”

“ ne Je-ah mereka hidup sama seperti kita jadi Je-ah jangan pernah berbicara dengan siapa pun, mengerti”

“ ne bu. . . “ gadis kecil itu menganggukan kepalanya mengerti, dan wanita itu membawa gadis kecilnya pergi meninggalkan tempat itu.

#Flashback End

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Aku melihatmu. . .

Di sudut ruangan. . .

Tersenyum sedih menatapku. . .

Namun masih saja kudengar tangismu. . .

Dalam jendela yang masih terbuka. . .

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

“ Je-ah. . . . . . larilah, lari jangan dekati aku “

“ HENTIKAN!!! Aku tidak mau mendengarnya “

“ Larilah, jangan habiskan waktumu larilah. . . lari”

“ CUKUP HENTIKAN!!! “

“ Kau tak bisa lari dari Takdirmu Je-ah”

BLUSSS. . . . . . .

 .

 .

 .

“Ternyata ini mimpi. . . “ gumam kecil seorang yeoja yang tengah terbangun dari mimpi buruknya, yeoja yang sedang terbangun itu beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju dapurnya dan mengambil sebotol air putih untuk menenangkan pikiranya, yeoja cantik bernama Je-ah itu sekarang sedang termenung di balkon kamarnya, yeoja cantik itu sedang menikmati angin malam yang merasuki tulang-tulangnya.

“ kenapa seperti ini, ada apa denganmu oppa kenapa kau menyuruhku untuk menjauhimu” yeoja yang tengah bicara sendiri itu yang tadinya menampakan wajahnya yang biasa-biasa saja kini berubah menjadi butiran-butiran air yang membasahi pipinya, kenapa tidak? Setelah yeoja itu tau bahwa laki-laki yang dia cintai selama ini bukanlah manusia melainkan seekor serigala dan saat yeoja itu tertidur dia bisa merasa keadiran laki-laki yang ia cintai itu hadir dalam mimpinya. Yeoja yang tengah menangis tersebut memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya, dia tau sekarang dia harus hadapi oleh dua pilihan antara mempercayai atau menerima.

Lee Je-ah POV

@MORNING

Kicauan burung yang merdu dan cahaya matahari memasuki fetilasi kamarku, memaksaku untuk bangun dari tidurku yang melelahkan, jujur saya aku sedikit malas untuk sekolah hari ini, entalah mengingat kejadian itu membuatku sadar bahwa kami sekarang berada di dunia yang berbeda.

Seorang laki-laki bertubuh tinggi menghampiri ku yang sedang menata rambutku yang cukup panjang ini.

“ Je-ah makanan sudah siap, ayo cepat sarapan “ laki-laki bertubuh tinggi itu menghampiriku dan memegang bahuku, dapat kulihat raut wajahnya yang datar.

“ ne kak aku tau “ aku tersenyum sebisa mungkin agar laki-laki itu tidak sadar bahwa aku menanggis semalam, laki-laki itu berjalan keluar kamarku setelah aku menganggukan kepalaku.

Sudah sekitar 20 menit aku bersiap-siap dan menata rambutku, aku segera turun untuk mengisi perutku yang sebenarnya tidak lapar, tapi aku tidak mau mengecewakan kakak laki-laki ku yang setiap harinya menyiapkan makanan untuk ku dan ayahku, ternyata kakak ku sudah menungguku dari tadi sambil sesekali melirik jam tangannya dan memainkan jari-jarinya kecil.

“ hmm maafkan aku kak tadi bersiapnya sedikit lama, kau tau kan aku seorang yeoja hehe” aku yang sadar akan espresi wajah kakakku yang tampaknya sedang kesal padaku langsung duduk dan segera melahap makananku, anehnya kakak ku bukannya langsung memakan makanannya malah menatapku dingin dan kosong.

“ Bicaralah “ ucapnya singkat masih menatapku dengan tatapan yang dingin

“ Kakak kau bicara apa? Aku tidak mengerti?” tanya ku yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya.

“ Bicaralah” sekali lagi kakakku mengucapkan kata itu dan sedikit menaikkan nadanya.

“ Kakak ak. . .”

“ CUKUP JE-AH, JANGAN MEMBOHONGIKU “sekarang kakak ku benar-benar menaikkan nada suaranya yang membuatku sedikit terkejut.

“ AKU TAU KAU MENANGGIS SEMALAM, JANGAN MEMBOHINGIKU JE-AH “ kakakku benar-benar menampakkan kemarahannya di depanku, tanpa terasa air mataku pun turun membasahi pipiku lagi, sudah berapa kali aku menanggis selama 2  hari ini, ini membuat ku terlihat lemah di depannya dengan cepat aku langsung menghapus air mataku dengan tanganku, aku tidak mau kakakku melihatku betapa menyedihkannya aku, kakakku yang sadar akan hal itu langsung berjalan mendekatiku lalu berlutut dan memeluk ku yang masih duduk di kursi ku menarik kepalaku untuk bersandar di bahunya yang bidang.

“ maafkan aku Je-ah, tidak masalah jika kau tidak mau menceritakannya padaku hanya saja aku berharap jangan larut dalam kesedihanmu ini” kakak ku yang sudah bisa menahan emosinya melepaskan pelukannya lalu dengan rasa yang bersalah kakak ku menatapku dan mengusap kepalaku dengan lembut

“ ceritalah jika keadaanmu sudah membaik, ayo cepat habiskan makananmu nanti kau terlambat ke sekolah “ sambungnya lembut dan akupun mengangguk mengerti.

@SCHOOL

Aku segera memasuki ruangan kelasku karna aku sedikit terlambat hari ini, aku sedikit bergegas menuju kelasku, anehnya aku tidak melihat siapa-siapa di dalam kelas. “kemana semua orang?” gumamku dalam hati, aku menacari-mencari satu di antara mereka sampai akhirnya aku menemukan mereka tengah berkumpul di luar ruangan tempat latihannya para atlet bela diri, tunggu dulu tempat ini adalah saksi bisu antara luhan dan laki-laki yang sekarat kemarin, kenapa mereka berkumpul disini? Tanyaku beribu tanya karna aku tau betul kejadian di dalam ruangan itu, dimana Luhan menghabisi laki-laki yang sekarat itu, aku melihat dasom sedang berusaha melihat apa yang terjadi di dalam ruangan itu.

“ dasom, sedang apa kalian disini?” tanya ku padanya dan tiba-tiba dasom langsung memeluk tubuhku.

“ Je-ah aku takut” jawabnya yang memelukku semakin erat

“ yaa dasom jangan terlalu erat, aku tidak bisa bernafas, memangnya ada apa sih?” tanya ku mencoba melepas pelukannya.

“ Kau tak tau Je-ah sekolah kita sekarang sedang diteror oleh seseorang, kau lihat di dalam ruangan ini banyak sekali bercak-bercak darah dan kau tau kemarin penjaga sekolah menemukan jasad seorang laki-laki yang tidak berdaya lagi tergeletak di ruangan ini, anehnya ditubunya dipenuhi oleh cakaran dari binatang buas, kami yakin itu adalah seekor serigala atau lebih tepatnya manusia serigala, aku takut Je-ah, takut kalau serigala itu akan memakan korban lain” dasom melepaskan pelukannya, sudah kuduga pasti masalah ini akan datang, tapi aku tidak boleh memberi tau masalah ini kepada siapa pun termasuk dasom.

“ YAA!! Je-ah kau kemana?” rengek dasom yang melihatku hendak pergi meninggalkan nya, aku benar-benar tidak tahan berdiri disini apalagi mencium bau amis disini.

“ Annia aku mau ke kantor, nanti aku kembali” ucapku berbohong karna aku ingin mencari keberadaan Luhan sekarang, aku ingin dia memberi alasan mengapa dia membunuh laki-laki itu.

Aku beranjak dari tempat itu, kulihat beberapa polisi sedang menyelidiki kasus ini, tak mau banyak menghabiskan waktu aku segera munuju kelas Luhan berada sedikit jauh dari kelasku, “ tak ada siapa pun juga disini” melihat semua orang di kelas tidak ada, pasti mereka semua berkumpul di ruangan itu, aku merasakan ada suara derap kaki seseorang mendekatiku dari belakang dengan refleks aku memutar tubuhku melihat siapakah orang tersebut, berharap kalau itu adalah luhan.

“Sehun? Kenapa kau disini” tanya ku yang sedikit terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba.

“ justru aku yang bertanya kenapa kau ada disini?”

“ aku mencari Luhan-Sunbae disini, apa kau melihatnya “

Sehun menatapku dingin dan tajam

“ jangan mencari dia lagi, karna kau tidak akan bertemu dengan dia disini ?” jawabnya dingin dan mencoba pergi dari hadapanku, aku tidak mau dia seperti ini mencoba untuk mencerna perkataannya yang sulit di mengerti, dengan berani aku menarik lengannya, sadar akan hal itu sehun langsung menolehkan kepalanya padaku, aku langsung menundukkan kepalaku tidak berani menatap matanya.

“wae? “ tanyanya heran

“ Aku. . . tau sekarang “ jawabku sedikit menekankan suaraku.

“ Mwo?” tanya sehun lagi dengan tatapan heran dan tidak mengerti

“ aku tau sekarang apa yang pernah  kau ucapkan padaku bahwa ‘ jangan pernah mempercayai apa yang belum pernah kau lihat ‘ aku tau semua itu dan aku mengerti” Aku masih menundukkan kepalaku yang  belum bisa menatap matanya.

“ Dan apa yang sudah kau lihat?” Sehun memegang daguku menyuruhku untuk menatap matanya, jujur saja aku tidak sanggup menatap matanya, tatapan matanya membuatku merinding, sudah sekian lama Sehun menunggu jawaban dariku akhirnya aku mencoba menjawabnya dengan seluruh keberanianku.

“ se..ekor se..ri..ga..la?”  ucapku terbata-bata takut jika dia akan marah padaku, kemudian Sehun melepaskan tangannya dari daguku dan melipat kedua tangan di dadanya.

“ Apa kau takut? “ tanyanya seperti ingin menantangku dari masalah ini.

“ enatahlah aku juga tidak tau “ jawabku bimbang antara mempercayai atau menerima kenyataan bahwa namjachinguku adalah seorang serigala, kemudian luhan menarikku dan memelukku lembut mengusap kepalaku lembut entahlah hari ini aku tidak seperti biasanya yang akan menolak pelukan dari siapapun kecuali oleh kakakku dan namjachingu ku Luhan.

“ jika kau berani hadapilah, tapi jika kau tidak berani menghadapi masalah ini jangan pernah bertemu dengannya karna kau sama saja memberikan harapan padanya ” Sehun semakin mendekap wanita yang ada yang di dalam pelukannya dengan erat. Tak lama kemudian aku segera melepaskan pelukannya sebelum ada seseorang yang melihat kami terutama fans fanatiknya.

“ Apa maksud? Sebenarnya apa yang ingin kau katakan padaku? ” jelas Je-ah menatapnya diam dan tajam.

“ Mulai hari ini kau milikku Je-ah, Aku mencintai mu ”

MWO!!! Aku membulatkan mataku, tidak percaya dengan apa yang dia katakan padaku, kenapa dia berkata seperti itu aku ini masih berstatus berpacaran dengan luhan dan kami belum putus, aku masih mencintainya, Tuhan sekarang masalah apa lagi yang datang, aku tidak mau jika Luhan melihat ini dia akan benar-benar tersakiti, lagi-lagi sehun memelukku dengan lembut.

“ Sehun lepaskan aku! apa yang kau katakan? Aku  tidak bisa menerima ini, aku masih mencintai Luhan” Aku segera melepas pelukkanya aku tau nampaknya dia tidak suka tapi aku tidak perduli aku segera pergi meninggalkan nya yang masih berdiri melihatku.

Sehun POV

“ Sehun lepaskan aku! apa yang kau katakan? Aku  tidak bisa menerima ini, aku masih mencintai Luhan” Je-ah melepas pelukannya dariku dan beranjak pergi meninggalkanku menatap punggungnya yang semakin menjauh, aku tidak percaya ini dia menolakku, wanita yang aku sukai selama ini menolakku dan  mengatakan bahwa dia masih mecintai Luhan kakak kandungku.

“ Je-ah kau akan menyesal sudah menolakku” gumamku kesal, kesal karna aku tidak bisa mendapatkannya, kesal karna dia masih mencintai orang lain, kenapa harus dia, kenapa harus kakak ku, aku menendang tempat sampah yang berada di sampingku dengan geram.

“ ya!! Sehun ada apa denganmu kenapa kau melempar tempat sampah kami?” tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah teman dekatnya kakakku Park Chanyeol, dia  menghampiriku melihatku dengan heran, aku mencoba merendam amarahku dan menenangkan pikiranku.

“Maafkan aku hyung, aku sedang kesal sekarang “ Aku menarik nafasku sedalam-dalamnya mencoba mencari ketenangan disana. “ chanyeol sunbae apakah polisi masih menyelidiki kasus ini? “ tanya ku yang sudah kembali menenangkan diriku.

“ oh itu polosi masih belum selesai menyelidiki kasus tersebut dan tampaknya kita tidak akan belajar sampai pulang nanti.”

“ oh begitukah”

“ Oh iya kemarin aku melihat Je-ah lari dari ruangan tersebut dan anehnya dia terlihat sedang menanggis.” Aku membulatkan mataku tidak percaya dengan apa yang dikatakan chanyeol sunbae padaku kalau Je-ah menanggis?, aku sudah tau kalau dia melihat kejadian itu, karna waktu itu aku mengikutinya secara diam-diam hanya saja aku tidak menyadari ternyata dia menangis waktu itu.

“ apa kau yakin itu dia?” tanyaku sedikit ragu

“ hmm aku yakin itu dia.” Jawabnya seraya memungut kembali sampah-sampah yang kuserakan tadi.

“ terimakasih atas informasinya Hyung, aku akan kembali kekelasku” Aku menepuk bahunya sekilas dan segera beranjak pergi meninggalkan chanyeol hyung yang masih sibuk dengan sampahnya.

“ ya!! Sehun kau lupa siapa yang melakukan ini? “ Chanyeol sunbae tidak berhenti mengoceh, hingga cukup jauh aku berjalan meninggalkannya, aku sekarang sudah tau apa yang direncanakan kakakku itu, rencana yang sempurna.

‘ternyata seperti itu, sekarang aku tau apa tujuan mu sebenarnya Hyung! Membuat yeoja kau cintai itu menanggis dan membiarkan dia melihat wujudmu yang sebenarnya.’

Lee Je-ah POV

Hari ini benar-benar gila, adik namjachingu mengatakan perasaannya secara langsung padaku, apakah dia tidak sadar bahwa aku masih berpacaran dengan kakaknya kandungnya sendiri ‘Xi Luhan’. Aku sudah mondar-mandir menyusuri tempat-tempat yang ada disekolah ini tapi aku belum menemukan sosok orang yang aku cari sedari tadi, aku melihat Chanyeol sunbae sedang memilih-milih sampah untuk dimasukkan kedalam 2 tempat sampah yang berbeda, kulihat sedari tadi dia mengoceh sendiri tidak jelas, seperti menyebutkan nama sehun di setiap kalimatnya.”

“ dasar kau sehun! Kalau bukan karna ulah mu aku tidak akan mau membuang sampah ini” oceh nya sambil menendang-nendang sampah itu dengan kesalnya, sudah kuduga pasti dia menyebutkan nama Sehun.

“ Sunbae? “ aku segera memanggil chanyeol oppa seraya melambaikan tanganku, Chanyeol menolehkan kepalanya seraya memberikan senyumnya. Aku mendekatinya yang masih sibuk dengan sampahnya.

“ ada apa putri salju kemari, ada yang ingin kau tanyakan?” tanyanya yang sudah tau kebiasaan lamaku.

“ hmm itu”

“ Luhan “ Ucapnya singkat dan akupun langsung menganggukan kepalaku membenarkan apa yang di katakanya. “ sudak kuduga” gumamnya kecil.

“ Tadi pagi dia menelepon ku, katanya dia tidak akan sekolah untuk beberapa hari ini.”

“ MWO!!! JINJJA!!!”

“ Aissh kau ini, bisa-bisa gendang telingaku pecah mendengarmu.” Oceh Chanyeol-sunbae sambil memegang telinganya.

“ Mian, tapi chanyeol-sunbae kau pasti tau kenapa dia tidak sekolah hari ini kan?”

“ hah…… aku juga tidak tau je-ah. . . . dia tidak memberikan alasan mengapa dia tidak sekolah hari ini.” jelas Chanyeol-sunbae menghela nafasnya berat.

[ PENGUMUMAN BAGI SELURUH SISWA, TOLONG DENGARKAN PENGUMUMAN INI, HARI INI KITA TIDAK BELAJAR DIKARENAKAN MASALAH YANG TERJADI PADA SEOKOLAH KITA SAAT INI JADI KALIAN DAPAT PULANG KE RUMAH KALIAN MASING-MASING, JANGAN PERGI KEMANA-MANA USAHAKAN LANGSUNG PULANG KERUMAH, KAMI TIDAK MAU MENDENGAR LAGI KEJADIAN INI TERULANG LAGI, TERIMA KASIH ]

“ Jadi masih belum ketemu orangnya ya?” gumam chanyeol seteleh mendengar pengumuman suara yang diberikan oleh kepala sekolah agar seluruh siswa dapatnya mendengarnya.

“ Sunbae “

“ hmm wae?”

“ apa kau mempercayai Manusia serigala itu” tanya ku menatapnya dengan pandangan serius.

“ ohh orang yang diperkirakan membunuh laki-laki yang tewas kemarin ya? Apa kau tidak tau tentang mereka Je-ah, semua orang tau tentang keluarga serigala itu.” Jelasnya seraya memberikan wajah yang terlihat curiga.

“ aku tidak tau tentang mereka, tolong beri tau aku.” Jelasku padanya.

@ IN HOUSE’S LEE JE-AH

Aku menghempaskan tubuhku ke ranjang tempat tidurku yang nyaman, hari ini benar-benar terasa berat bagiku, aku masih mengingat apa yang dikatakan chanyeol sunbae di sekolah tadi padaku.

#Flashback in School

“ aku tidak tau tentang mereka, tolong beri tau aku.” Jelasku padanya.

Dia menatapku mataku mencoba mencari apa yang apa yang kusembunyikan. “ baiklah aku akan memberi tau mu Je-ah, mereka adalah jelmaan dari serigala, itulah tidak heran mengapa mereka disebut sebagai manusia serigala. Hanya saja Sekarang keberadaan mereka tidak banyak diketahui oleh publik, aku juga baru mendengar mereka mempunyai 2 jenis keturunan.”

“Maksudnya?” tanyaku bingung.

“ 2 keturunan yaitu adalah keturunan blue eyes dan red eyes, dan aku hanya tau sebatas itu saja” lanjutnya sambil memasukkan kedua tangan kedalam saku celananya.

“ Kenapa kau ingin menanyakan ini padaku, ada yang kau sembunyikan dariku” sambungnya Curiga padaku.

“ Ah. . anu… hmm . .  itu . . . aku hanya ingin tau saja” sangkal ku padanya

“ ohh begitu tapi. . . . satu hal yang ingin kukatakan padamu je-ah, kau tau mereka bukanlah binatang yang jinak lalu dengan mudahnya jatuh cinta pada manusia seperti kita akan tetapi jika mereka merasakan jatuh cinta pada manusia seperti kita bukan pada sesama kelompok mereka sendiri maka mereka tidak akan pernah melepaskan manusia yang dia cintai itu dengan mudahnya lebih tepatnya manusia yang di cintainya itu  harus menerima sakit mereka juga, kau mengerti ” jelasnya padaku dan mengacak-ngacak kecil rambutku. “ jadi aku berharap jangan pernah berurusan dengan mereka” sambungnya

#Flashback END

Aku menutup mataku tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Chanyeol-sunbae padaku. “ Kenapa seperti ini, aku sudah masuk kedalam kehidupan mereka, luhan ada apa denganmu, kau seperti ingin menjauhiku ” gumamku sendiri tak bergeming.

TOKKK . . .TOKK. . .TOKKK “ Je-ah apa kau tidur? Boleh ayah masuk?” tanya seseorang dari luar kamarku

“ Ne ayah masuklah” jawabku dan mengubah posisi tidurku kembali duduk.

Ayahku masuk dan menghampiriku lalu duduk dipinggir tempat tidurku menebarkan senyum di kerutan wajahnya. “ ini? Ambillah “ Ayah ku memberikan sebuah surat kecil padaku. “Pergi lah ke alamat itu, ayah dan kakakmu akan menginap dan berkunjung ke tempat sepupu kita yang akan segera menjalani resepsi pernikahannya, sementara kau tinggal di rumah itu” sambungnya sambil menunujuk kertas yang ada di tanganku sekarang.

“ MWO!!! Kalian gila meninggalkan aku sendirian di rumah itu”

“ tenang lah Je-ah dia adalah teman ayah, dia orang yang baik Je-ah, lagi pula kau tidak akan kesepian di sana, cepat kemasi barang mu”

“ Annio. . . aku tidak mau, aku ingin ikut “ regek ku padanya

“ Aissh kau ini, jika kau ikut bagaimana dengan sekolah mu? Kau ingin bolos?” jelasnya padaku dan menjitak kecil kepalaku. “ Ahhh appo” regekku sambil mengelus kepalaku.

“ Berapa lama?” tanya ku kawathir

“ Jika nanti kami pulang, kami akan mengabari mu “ jawab ayahku dan meninggalkanku

Aku segera berkemas-kemas dan mencari alamat yang diberikan oleh ayahku, sudah sekitar 30 menit aku mencari alamat rumah itu dan membawa koperku yang cukup berat ini pada  akhirnya aku menemukan rumah itu.

“ wahh daebakkk rumah nya benar-benar besar tapi aku tidak melihat satu pun orang disini?” ocehku sendiri sambil berjalan menuju pintu rumah itu, sesekali mengentuk pintu itu dengan keras.

“ Permisi apakah ada orang di rumah?”

Tap. . . tap. .  .tap . . .  aku mendengar derap langkah kaki seseorang sedang mendekat menuju pintu yang aku ketuk tadi.

“ Nuguseo? ” seseorang menjawabku dari balik pintu dan segera membuka kunci pintu tersebut.      MWO!!!! Aku tidak percaya ini , ini pasti mimpi, apa aku sedang tidur sekarang.

“ KAU. . . . SEHUN ! KENAPA KAU ADA DISINI”

Oh Sehun POV

“ KAU. . . . SEHUN ! KENAPA KAU ADA DISINI” teriaknya padaku yang membuat telingaku sakit saja.

 “ Mwo? Justru aku yang bertanya seperti itu? Kenapa kau ada di rumahku?” tanya ku heran

“ Rumahmu? Ini rumahmu? “ tanyanya seperti ingin meyakinkan dirinya sendiri dan aku langsung menganggukan kepalaku.

“ Ayahku menyuruhku untuk tinggal disini, tunggu ‘ tinggal disini’ omo! ANDWEEEE !!! “ teriaknya lagi padaku, ini bisa membuat ku benar-benar tuli. Aku menatapnya dan tersenyum licik padanya.

“ Oh jadi kau wanita yang ayahku bilang itu “ tanyaku padanya yang masih menampakkan wajah kawatirnya.

“ Ya!! Sehun bukannya kau kemarin berada di rumah Luhan?” tanya nya dan menatapku tajam

“ Anni. . . Kami di pisahkan karna alasan tertentu “ jawabku sedikit malas membahas tentang kakak kandungku itu.

“ Tak apa masuklah, ayahku ingin bicara denganmu.” Sambungku sambil menyandarkan tubuhku di pinggir pintu memberikan jalan untuknya masuk. Aku benar-benar kagum dengan keberaniannya mendatangi rumahku ini sendirian. Wajahku kini di penuhi oleh kemenangan Sekarang.

“ Bagus Je-ah  , kau sudah masuk kedalam kandang singa sekarang”

~ TO BE COUNTINOUS ~

Akhirnya part 2nya selesai juga hehe ^^ mian kalau buruk ceritanya. . . Komentarnya jangan lupa ya? ^^ gomawo sudah membaca.

 

 

42 pemikiran pada “My Boyfriend is a Wolf (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s