I Hope You Love Me Too (Chapter 3)

I Hope You Love Me Too

Chapter 3

IHYLMT Poster

 

Title : I Hope You Love Me Too [Chapter 3]

Author         : adeer89

Cast             : Choi Minhwa, Byun Baekhyun, Oh Sehun

Other cast    : Kim Tae Ha, Lee Gakyung, Byun Young Ah, Kim Hyunki, Park Chanyeol, Kai, Kim Joonmyun.

Genre : Romance, friendship.

Length : Chapter

Rating : PG-16

Warning       : Typo dimana-dimana.

Anyeong, akhirnya Chapter 3 rilis juga. Maaf ya baru pos sekarang, emangnya ada yang nunggu? Kagak ada kayaknya. Bagi yang baca makasih udah luangin waktunya buat baca ff abal-abal ini. Okey gak usah panjang lebar, happy reading !!keep RCL and Plagiators menyingkir dari sini.

Previous Chapter

“Awas kau Oh Sehun” Batin Minhwa masih dengan perasaan kesal.

Chapter 3

Author Pov

Dua anak manusia terlihat di sebuah taman sekolah yang masing-masing memegang sapu untuk membersihkan taman itu yang penuh dengan daun kering hasil dari pohon yang tumbuh di sekitar taman. Salah satu dari mereka menyeka keringat yang turun dari dahinya ia kelelahan sudah dari tadi ia menyapu daun itu tapi ia merasa daun itu tak berkurang.

“Aku Capek !!” Sahut yeoja tadi sambil mendudukkan tubuhnya yang kelelahan di atas rumput yang hijau. Sedangkan seorang lagi masih tetap membersihkan walaupun keringat telah membanjiri seragam sekolahnya. Ia memberikan death glarenya ke yeoja tadi yang ternyata Minhwa, ia mendekati Minhwa lalu menyentil dahinya.

“Auw!!” Seru Minhwa sambil memegang dahinya yang memerah. Minhwa tidak terima perlaku dari namja itu atau Sehun ia ingin membalasnya namun sebuah suara menghentikannya.

“Sunbae. Ini Untukmu” seru seorang yeoja yang kemungkinan hobae mereka sambil menyodorkan minuman dingin ke Sehun bisa dipastikan Hobae itu menyukai Sehun. Sehun hanya melirik sekilas dan tak mempedulikan hobaenya itu.

“Dwesseo!” Ujar Sehun lalu kembali melanjutkan tugas yang diberikan Shin Songsaengnim dan meninggalkan Hobaenya begitu saja. Melihat hal itu Minhwa sangat menyayangkan perilaku Sehun ia berpikir andai saja minuman itu untukku pasti sangat segar. Hobae yang tadi memberikan minuman ke Sehun pergi dengan perasaan kecewa. Minhwa sangat kasihan melihat hobaenya tadi ia lalu mengejar hobaenya itu.

“Ya!! Haksaeng.” Teriak Minhwa memanggil Hobaenya itu. Yang dipanggil lau berhenti dan membalikkan badannya.

“Waeyo Sunbae?” Tanya Sunbae itu dengan lesu.

“Geugeon, apa kau mau aku memberikan pada Sehun?” Tawar Minhwa sambil melirik minuman yang masih dipegang oleh hobaenya itu.

“Jeongmalyo Sunbae?” Hobaae itu tak percaya dengan tawaran Minhwa tapi ia berharap bisa.

“Geureom.” Minhwa meyakinkan Hobaenya yang satu itu. Hobaenya itu lalu memberikan minuman ke Minhwa sedangkan Minhwa menerimanya dengan mata berbinar memandangi kaleng minuman yang sepertinya masih segar.

“Oh Ya, noe ireumi mwoya?” Minhwa menanyakan nama hobaenya itu.

“Hyemi, Seo Hyemi. Kamsahamnida Minhwa Sunbae” Hobae yang bernama Hyemi itu membungkuk kemudian berlalu meninggalkan Minhwa.

“Kasihan sekali yeoja itu”  Batin Minhwa. Ia kemudian melirik Sehun dan memberikan death glarenya.

“Awas kau Oh Sehun.” Ucap Minhwa pada dirinya sendiri. Bibirnya tertarik keatas sepertinya yeoja ini mendapatkan ide. Ia lalu membuka sepatunya dan melemparkannya tepat ke kepala Sehun. Sepatu itu melayang menuju ke belakang kepala Sehun. Aw!!! Terdengar suara Sehun yang meringis ia lalu memutar badannya dan ia melihat Minhwa tertawa puas. Minhwa menatap Sehun tepat dimanik mata Sehun sambil tersenyum. Hal ini membuat Sehun salah tingkah tapi ia tak mau bukan tapi tak bisa melepaskan pandangannya dari mata Minhwa. Minwha lalu mendatangi Sehun tanpa melepaskan tatapannya. Semakin dekat, Minhwa lalu mengambil tangan Sehun dan meletakkan minuman yang tadi diberikan oleh Hyemi.

“Ini. Jika seseorang memberikan sesuatu, kita harus menerimanya. Arasseo Oh Sehun-ssi?” Minhwa lalu mengambil sepatunya dari tangan Sehun.

“Gomawo Oh Sehun-ssi telah memungutkan sepatuku.” Minhwa tersenyum manis lalu pergi meninggalkan Sehun sendirian. Sehun membeku di tempatnya, senyuman Minhwa membuat jantung Sehun berdetak lebih cepat dari biasanya.

Sehun tersadar dari lamunanya. Ia memegangi dadanya, perasaanya sangat senang saat ini. Ia lalu memandangi minuman yang tadi diberikan Minhwa. Tak ia sadari sebuah senyuman manis terukir dibibir tipisnya. Ini pertama kalinya ia tersenyum akibat ulah seorang yeoja. Ia bahkan melupakan rasa sakit di kepalanya. Sehun menggelengkan kepalanya mana mungkin ia menyukai seorang yeoja terutama Minhwa yang nyatanya bseorang tukang tidur. “Sadar Oh Sehun dia itu Choi Minhwa musuh bebuyutanmu sejak kelas satu” batin Sehun sambil menepuk dahinya.

 

*****

“Aku pulang.” Teriak Minhwa setelah tiba dirumahnya. Keadaan rumah Minhwa kosong ia mencari-cari keluarganya. Ia menuju dapur dan segera membuka kulkas, ia lalu mngeluarkan air dingin dan sesegera menegaknya bahkan ia tak memakai gelas dan langsung menegaknya hingga habis. Tapi seseorang mendorong kepalanya hingga ia tersedak dan airnya sedikit tumpah mengenai seragamnya.

Seseorang yang mendorong kepala Minhwa lalu mengambil botol minuman yang tadi di pegang Minhwa dan meminumnya juga. Minhwa yang sudah tahu siapa yang mendorong kepalanya hanya berdecak kesal.

“Oppa kenapa kau mendorong kepalaku? Bisa-bisa otak jeniusku ini hilang.” Perkataan Minhwa membuat Minho tersedak dan menoyor kepala yeodongsaengnya itu.

“Oppa!!!” Minhwa berteriak membuat Minho harus menutup telinganya.

“Oh ya Oppa, Appa Eomma dan Minhye kemana?” Tanya Minhwa karena hanya Minho yang ia temui di rumahnya.

“Mereka sedang menjenguk Taesan samchon. Mereka akan menginap selama seminggu” Jawab Minho dan kembali melanjutkan acara meminumnya.

“Jinja?” Pekik Minhwa ia berpikir jika keluarganya tidak ada selama seminggu siapa yang akan memasakkannya.

“ya!! Minhwa-ya kenapa dari tadi kau berteriak terus?” Kesal Minho ke Minhwa karena sudah tak tahan mendengar teriakan Minhwa.

“Bukan begitu Oppa, kalau Eomma tidak ada kita makan apa Oppa?” Minhwa menjelaskan dengan wajah memelas sambil melirik perutnya yang sekarang keroncongan. Ia membayangkan ia tak makan selama seminggu. Sungguh pikiran yang kekanakkan.

“kan kau yeoja harusnya kan kau yang memasak.” Jawab Minho acuh dan tak mempedulikan eksperesi wajah Minhwa yang terkejut dengan ucapan oppanya.

“tapi Oppa…”

KRIIUK~

Suara perut Minhwa menghentikkan percakapan antara adik kakak ini. Sedangkan Minhwa memegangi perutnya yang sudah sangat kelaparan.

“Oppa ayo kita makan.” Minhwa memelas ke Minho ia sudah tak tahan dengan keadaan perut kosong.

TING TONG~

Suara bel terdengar Minhwa segera ke depan dan membukakan pintu untuk seseorang.

“Oh, Joonmyun Oppa. Kau mencari Minho Oppa?” Tanya Minhwa kepada teman Minho yang bernama Kim Joonmyun.

“Ne Minhwa-ya” Joonmyun tersenyum manis ke Minhwa. Senyumannya ini bisa membuat semua yeoja luluh tapi tidak untuk seorang Choi Minhwa karena Minhwa hanya bisa luluh oleh senyuman Baekhyun.

“Bwasseo?” Tanya Minho ke Joonmyun. Sedangkan yang ditanyai mengangguk dan masuk mengikuti Minho.

****

Satu jam telah lewat sejak kedatangan Joonmyun, cacing-cacing di perut Minhwa semakin menjadi-jadi. Ia berguling-guling di kasurnya sambil memegangi perutnya yang kelaparan. Ia sudah hampir menangis karena keadaan perutnya.

“Eomma tolong anakmu ini.” Ucap Minhwa

Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar Minhwa. Minho yang membuka pintu kamar Minhwa terkejut dengan keadaan Yeodongsengnya itu. Rambut acak-acakan, kasurnya sudah tak berbentuk pokoknya keadaanya seperti telah terjadi gempa pada kamar Minhwa

“aku mau keluar. Aku mau ke restaurant, apa kau mau ikut?” ajakan Minho membuat hati Minhwa sangat senang begitu pula perutnya. Oppanya memang selalu seenaknya tapi Minhwa tahu kalau Oppanya itu menyayanginya tak mungkin ia menyia-nyiakan adik secantik dirinya.

“Geureomnyeo Oppa.” Minhwa bangkit lalu berlari menghampiri Minho. Hampir sampai didekat Oppanya itu. Tapi Minho menahan kepala adiknya, hal ini membuat Minhwa keheranan dengan sikap Minho.

“Waeyo Oppa?”

“Apa kau mau keluar dengan tampilan seperti ini?” ujar Minho kepada Minhwa sambil melihat Minhwa dari bawah sampai atas.

“Aigoo, Mian Oppa. Chankkaman Gidaryeo.” Kata Minhwa lalu bersiap mengganti bajunya.

“aku tunggu kau di luar.” Ucap Minho terakhir kalinya dan meninggalkan Minhwa.

****

@Restaurant

Minhwa Pov

Aku dan Minho Oppa telah tiba di restaurant, perutku sudah tak tahan untuk mencicipi semua makanan yang ada disini.

“kau mau makan apa?” tanya Minho oppa kepadaku.

“Mmmm… Pasta dan orange juice.” Ucapku setelah itu Minho Oppa memanggil pelayan dan memesan makanan.

#Beberapa menit kemudian

Pesanan kami datang, aku langsung melahap habis makanan yang aku pesan. Perutku yang tadi kosong sekarang sudah full dengan makanan.

“aku sudah kenyang.” Ucapku sambil tersenyum.

“bagaimana? Apa kau mau langsung pulang?” bagaimana ya, kalau aku pulang pasti akan membosankan di rumah.

“bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman, Oppa?” aku mengajak Oppa jalan-jalan dan ia menyetujuinya. Ada apa Oppa hari ini? Dia sangat baik padaku, andai saja Oppa bersikap seperti itu terus. Senangnya…. aku menyayangimu Minho Oppa.

“Ya!! Kenapa kau melihatku seperti itu?”

“Aniyo Oppa, aku baru sadar ternyata kau sangat tampan.” Ucapku memuji Oppa. Pasti sesaat lagi ia akan narsis.

“Tentu saja. Apa kau tak tahu aku sudah dilahirkan tampan.” Apa aku bilang. Oppaku yang satu ini memang narsis.

“Terserah kau Oppa.”

****

@Taman

Author Pov

Minhwa terus berjalan-jalan mengamati taman itu sedangkan Minho hanya duduk diam menikmati langit sore yang indah pada saat itu. Minhwa tak henti-hentinya tersenyum, ia sangat senang ia merasa sudah berpuluh-puluh tahun tak merasa sesenang dan sebebas itu.

Ia berjalan-jalan menyusuri setiap sudut taman itu, sampai menemukan sosok familiar yang Minhwa tak sangka ia temui di tempat itu. “bukankah itu Baekhyun Oppa?” Ucap Minhwa dalam hati. Minhwa melihat Baekhyun sedang duduk di salah satu bangku yang disediakan taman itu. Baekhyun tak melakukan apapun, ia hanya duduk diam. Melihat hal iitu, membuat minhwa penasaran. Ia lalu berjalan mendekati Baekhyun. Saat ia tiba di dekat Baekhyun, Minhwa melihat Baekhyun sedang tertidur pulas dan sepasang earphone bertengger di telinganya. Saat tertidur, Baekhyun seperti bayi kecil tanpa dosa. Hal itu dimanfaatkan Minhwa untuk memandangi wajah Baekhyun.

“Kau semakin tampan saat tertidur Oppa.” Ucap Minhwa tak sadar bibirnya membentuk sebuah lengkungan yang semakin membuat wajahnya terlihat manis. Minhwa kemudian mengeluarkan Handponenya dan berniat memfotret Baekhyun. Namun sesaat setelah ia mengabadikan keadaan indah itu, sebuah tangan menahan tangannya. Minhwa terkejut dan melihat Baekhyun membuka matanya memperlihatkan manik matanya yang sedang menatapnya tajam. Seketika jantung Minhwa berdetak melebiihi batas normal, keringat bercucuran dari pelipisnya, bhakan napasnya tercekat. Ia tak tahu akan menjawab apa jika baekhyun bertanya sedang apa ia di situ?

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Baekhyun dingin membuat Minhwa takut.

“apa kau tak tahu memfotret orang sembarangan itu adalah pelanggaran hukum?” Lanjut Baekhyun masih dengan tatapan menusuknya.

Baekhyun bangkit dari kursinya tanpa melepaskan genggaman tangannya pada tangan Minhwa. Ia lalu menarik tangan Minhwa ke suatu tempat.

“Baekhyun Oppa, kau mau menarik ku kemana?” Minhwa heran dengan sikap Baekhyun yang tiba-tiba. Tangannya kesakitan, cengkraman Baekhyun sangat kuat. Minhwa yakin tangannya sekarang sudah memerah.

“Lepaskan aku! Lepaskan!!” Minhwa mulai memberontak, ia menarik tangannya dari cengkraman Baekhyun. Tapi tenaga Namja memang lebih kuat dari tenaga yeoja. Minhwa mulai kehabisan tenaga, ia hanya pasrah Baekhyun membawanya kemana.

****

 

Minhwa Pov

Baekhyun Oppa terus menarikku sampai kami tiba di tempat ia memarkirkan motornya. Tanpa melepaskan genggamannya di tanganku ia menyuruhku naik ke motornya dengan gerakan kepala. Tanpah sepatah katapun aku menuruti kemaunnya dan duduk di bangku penumpang setelah itu ia melepaskan genggamannya. Rasa sakit di tanganku berkurang setelah ia melepaskannya, terlihat bekas meraah ditanganku, jika disentuh rasa sakit kembali menjalar di tanganku.

Setelah beberapa menit kami berkendara, kami tiba yang aku tak tahu tempat apa itu yang aku tahu tempat ini ada danaunya. Aku cukup takjub dengan pemandangan di tempat ini. Air danau ini masih jernih, disekitar danau bisa dilihat hamparan rumput hijau dan juga ada bunga-bunga yang bermekaran. Indah ah ani bahkan sangat indah.

“Turun.” Suara dingin Baekhyun Oppa menyadarkanku dari lamunanku. Aku melihat ia turun dari motornya dan berjalan menuju pinggir danau. Aku masih termenung aku tak tahu harus berbuat apa. Aku hanya memandangi punggung Baekhyun Oppa lalu punggung itu berbalik.

“Apa yang kau tunggu?” Baekhyun Oppa kembali bersuara aku segera mengejarnya dan mengikutinya. Ia menjatukan badannya diatas rumput dan menjadikan tangannya sebagai tumpuan, ia juga menutup matanya. Bisa aku lihat sepertinya ia dalam masalah.

Sumi Jakku Meotneunda…

Naega nal hyanghae georeo Onda….

Nada dering handponeku kembali menyadarkanku tertera di layar handponeku nama seseorang yang aku tinggali di taman -Minho Oppa- aku segera menekan tombol hijau di handpone touchscreenku.

“Ne Oppa?” Ucapku memulai percakapan.

“……………………..”

“Mian Oppa, aku lupa. Aku akan pulang sendiri kau pulang duluan saja.”

“………………………….”

“De. Anyeong” Ucapku mengakhiri percakapanku dengan Minho Oppa.

Pasti aku membuatnya khawatir. Mianhae Oppa aku membuatmu khawatir lagi. Aku kembali memusatkan perhatianku pada namja di depanku ini. Aku benar-benar khawatir dengan keadaannya. Wajahnya pucat serta lingkaran hitam dibawah matanya. Sepertinya dia kurang tidur.

Aku mendudukkan tubuhku di samping tubuhnya yang tertidur. Wajahnya sangat polos saat sedang tertidur. Aku menghela napas, ada apa dengan ia sebenarnya? Apa masalahnya sangat berat? Aku melihat tanda merah yang ada ditanganku yang disebabkan oleh namja yang selama ini aku sukai. Aku teringat dengan kejadian tadi, kejadian yang membuatnya nampak sangat menyeramkan. Aku mengadahkan wajahku ke langit menikmati langit sore yang sebentar lagi akan berubah menjadi gelap dan memunculkan bintang-bintang.

Malam telah tiba dan aku sedikit mengantuk, ini sangat membosankan duduk diam di tempat sepi seperti ini. Sesuatu bergerak disampingku, Baekhyun Oppa menggeliat sepertinya ia sudah terbangun dari tidur panjangnya. Ia mengedip-ngedipkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.

Ia mendudukkan badannya berusaha merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Akhirnya kesadarannya telah terkumpul sempurna ia berbalik kepadaku. Aku melihat tepat di manik matanya. Sorot dingin sudah tak terlihat lagi, ia telah kembali menjadi Byun Baekhyun yang hangat dan ramah. Ia tersenyum padaku, senyum yang aku rindukan. Senyum yang menampakkan matanya yang berbentuk bulan sabit terbalik.

“Gomawo.” Ucapnya berterima kasih yang aku tak tahu ia berterima kasih untuk apa?

“untuk apa?” Timpalku padanya.

“Ani, Geunyang” jawabnya masih dengan lemas.

“apa kau ada masalah?” tanyaku berhati-hati takut sisi dinginnya muncul kembali.

“bisa dibilang iya” ujarnya memaksakan senyuman.

“apa kau mau berbagi denganku?” pintaku dengan hati-hati. Ia tak menjawab, ia kembali mengadahkan kepalanya ke langit yang dipenuhi bintang. Aku mengikuti arah tatapannya, sepertinya ia belum siap menceritakannya. Baekhyun Oppa kapanpun kau siap aku akan menjadi pendengar baikmu.

Baekhyun Oppa menurunkan pandangannya, ia menatapku dalam. Ia membuka mulutnya, sepertinya ia akan menceritakan semuanya.

“Aku… aku akan dijodohkan Minhwa-ya”

“MWO!!!

 

_TBC_

 

Dang Ding Dung…… udah jadi. Chapter 3 ready to read, ada mau baca gak? Maaf ya ceritanya makin ngawur. Idenya muncul begitu aja gak tahu nyambung apa kagak. Oh ya makasih udah mau baca aku tunggu commentnya!!

 

 

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “I Hope You Love Me Too (Chapter 3)

  1. Mm penulisan korea harus dibenerin nihh. Harusnya itu ‘ne’ atau ‘nde’ tapi authornya nulis ‘de’.
    Selebihnya sih udh bagus.
    Next chap ditunggu ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s