Innocent Cheonsa

Innocent Cheonsa

Title: Innocent Cheonsa

 

Author: @diantrf

 

Cast:

Oh Sehun (Exo) | Park Cheonsa (OC)

 

Genre: Fluff | Rating: T | Length: Ficlet

 

0o0

 

Jam menunjukkan pukul satu dini hari saat Sehun merasakan pelukan yang sangat erat di pinggangnya. Insomnia memang kembali menyerangnya saat ini, dan yang sedaritadi ia lakukan hanya berbaring sambil memandangi gadis manis di sampingnya yang masih setia memeluknya dari mulai ia terlelap.

 

Dan saat Sehun sudah bisa merasakan kelopak matanya yang memberat, ia dikagetkan dengan pelukan sang gadis yang sangat erat. Gadis itu tertidur, namun wajahnya terlihat gelisah. Sehun hanya mampu mengerutkan keningnya. Ada apa dengan Cheonsa?

 

Ah, panas sekali.”

 

 

Dapat ia rasakan suhu tubuh Cheonsa yang dapat terbilang cukup panas. Tanpa banyak berpikir, ia langsung bangkit dari tidurnya, walaupun agak sulit untuk melepaskan pelukan itu. Dan setelahnya ia beranjak menuju dapur untuk mengambil handuk kecil dan semangkuk air untuk mengompres Cheonsa.

 

Sehun dengan telatennya merawat Cheonsa, dari mulai selalu mengganti kompresannya sampai rela menjadi guling kesayangan gadis itu. Entah apa yang terjadi dengan Cheonsa, gadis itu selalu memeluk Sehun dengan erat dalam tidurnya. Apakah ia bermimpi buruk?

 

 

“Sayang, kamu kenapa?” bisik Sehun dalam tidur gadisnya.

 

 

Sehun kini menempelkan keningnya dengan milik Cheonsa, berharap dengan itu akan mengurangi sedikit demamnya. Sehun sebenarnya agak panik, namun ia hanya berusaha tenang. Merawat orang sakit butuh ketenangan, kan? Ia tak mau ceroboh dalam bertindak.

 

 

“Aku tak tega melihatmu sakit seperti ini. Bisakah demam ini pindah padaku saja?”

 

 

Cheonsa semakin mengeratkan pelukannya, seolah sedang menjawab pertanyaan Sehun. Matanya semakin berat, namun ia tak boleh tidur dalam keadaan seperti ini. Ia harus tetap memastikan gadisnya baik-baik saja. Sehun hanya dapat mengelus atau menciumi rambut Cheonsa untuk menghilangkan rasa kantuknya. Biasanya aroma mawar Cheonsa selalu membuatnya nyaman.

 

Pukul lima, suhu tubuh Cheonsa sudah agak membaik. Sehun memutuskan untuk tidur, berharap pagi nanti Cheonsa sudah sehat kembali. Ia menarik selimut untuk mereka berdua, dan Sehun memulai monolog singkatnya pada Cheonsa agar gadis itu tidur dengan baik.

 

 

“Sayang, jangan sakit lagi, ne? Aku khawatir. Jalja.”

 

 

Dan selanjutnya hanya ada keheningan diantara mereka, keheningan yang mengantarkan Sehun jatuh dalam alam mimpinya.

 

0o0

 

Paginya, Cheonsa terbangun dengan keadaan yang sudah membaik. Bahkan gadis itu sepertinya tak mengingat jika semalam ia demam. Buktinya ia kini tengah membangunkan Sehun yang terlelap seperti orang mati, sangat pulas.

 

 

Oppa..bangun..”

 

 

Cheonsa terduduk di ranjang dan terus-menerus mengguncang-guncangkan lengan Sehun, membuat pria itu gondok sendiri dan malah menarik Cheonsa untuk kembali tidur dalam pelukannya. Gadis kecil itu memang menyebalkan, pikir Sehun.

 

 

Oppa, aku harus sekolah..”

 

“Bolos saja sehari bisa, kan? Aku sangat lelah. Nanti aku akan bilang eomma jika kamu tidak masuk hari ini. Ia pasti mengerti.”

 

 

Cheonsa hanya mengembungkan pipinya kesal. Seenaknya saja menyuruhnya bolos sekolah, suami macam apa itu? Cheonsa tak bergitu saja menyerah karena masih terus berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Sehun. Sehun yang semakin gondok kini sudah tak dapat menahan emosinya.

 

 

“Cheonsa, bisakah kau diam?! Jangan selalu menyusahkanku!”

 

 

Kalimat itu begitu menusuk hatinya. Sehun tak bermaksud mengatakan hal itu, ia hanya lelah karena baru tidur pukul lima tadi. Alhasil, Cheonsa hanya bisa balik memeluk Sehun dalam diam. Ia ingin menangis, namun ia tak mau sampai Sehun tahu bahwa ia sedih karena dibentak tadi.

 

Namun air mata Cheonsa seperti menguap saat menyadari sesuatu. Suhu tubuh Sehun sangat tinggi. Apakah ia sakit? Pantas ia jadi sensitif seperti itu.

 

 

Oppa, apa kau sakit?”

 

 

Oh Cheonsa, mengapa kau begitu polos? Tentu saja suamimu sedang sakit. Sehun hanya mengangguk pelan. Ternyata Tuhan mengabulkan doanya secara instan untuk memindahkan demam Cheonsa tadi malam padanya.

 

Sehun merasakan sesuatu yang dingin menyentuh keningnya, seperti kompres penurun demam anak kecil. Pasti ulah Cheonsa. Sehun hanya diam, pura-pura tertidur. Ia ingin tahu apa yang akan gadis itu lakukan padanya.

 

 

Oppa, sudah tidur? Maaf karena aku membuatmu kesal. Cepat sembuh, oppa.”

 

 

Cup~

 

 

Sehun hampir terlonjak jika saja ia tak ingat jika ia sedang pura-pura tertidur. Cheonsa mencium bibirnya lembut, walau hanya sebuah kecupan singkat. Gadis ini agresif sekali, eh? Atau justru karena terlalu polos jadi ia tak tahu apa yang baru saja ia lakukan?

 

 

Kring…Kring…

 

 

Ponsel Sehun berbunyi. Karena takut membuat Sehun terbangun maka Cheonsa dengan inisiatifnya mengangkat telepon itu. Ternyata dari mertuanya, eommanya Sehun.

 

 

Yeoboseyo, eomma..

 

“Dasar pasangan baru, ya. Mengapa kamu tidak sekolah, hm? Mana Sehun? Mengapa kamu yang angkat teleponnya?”

 

 

Sepertinya mertuanya itu ingin memarahi Sehun karena tak membiarkan Cheonsa sekolah. Cheonsa harus mengklarifikasi semuanya sebelum mertuanya semakin marah pada Sehun.

 

 

Eomma, Sehun oppa demam jadi aku tidak sekolah karena merawatnya. Boleh, kan?”

 

 

Nada bicara Cheonsa yang masih terkesan kekanakan dan lucu membuat Sehun hampir tertawa. Gadis ini benar-benar diluar dari batas kepolosan yang wajar. Sehun tiba-tiba bangun, lalu merebut ponselnya dari tangan Cheonsa yang hanya mampu memandangnya dengan tatapan innocent.

 

 

Eomma, aku yang menyuruhnya tidak sekolah. Sudahlah biarkan saja. Eomma ingin cepat memiliki cucu, kan?”

 

 

Cheonsa hanya mengerutkan keningnya karena tidak mengerti apa yang Sehun bicarakan. Sementara eommanya di seberang sana tengah membulatkan matanya tak percaya mendengar perkataan sinting anaknya. Menantunya itu masih kelas satu SMA, apa yang akan ia katakan nanti pada ibunya Cheonsa kalau anaknya hamil saat sekolah?

 

 

Ya! Oh Sehun, jangan macam-macam atau..”

 

Annyeong, eomma!”

 

 

Sehun memutuskan sambungannya sepihak lalu melempar ponselnya sembarangan ke balik bantal. Matanya tak sengaja teralih pada Cheonsa yang masih menatapnya dengan wajah bingungnya yang lucu. Oh Tuhan, sepertinya Sehun harus sabar memiliki istri yang polos seperti Cheonsa.

 

 

“Mengapa melihatku seperti itu?” tanya Sehun dengan nada sok galak. Sehun merasa seperti sedang berbicara dengan anak kecil.

 

Aniyo.. Oppa, sudah sembuh?”

 

 

Kilau hijau matanya yang lucu membuat Sehun gemas sendiri. Mengapa bisa ada gadis selucu Cheonsa? Sehun dengan tiba-tiba bangkit dan menindih tubuh Cheonsa, tentunya dengan dibantu topangan kedua tangannya. Cheonsa hanya melonjak kaget melihat Sehun yang sepertinya sudah sehat.

 

Bahkan anak itu hanya memikirkan Sehun sudah sembuh atau belum, dan tak menyadari bahwa Sehun telah memulai kejahilannya. Cheonsa, kau dalam bahaya!

 

 

“Cheonsa, mau main sama oppa?”

 

 

Sehun menunjukkan wajah menggemaskannya, yang sebenarnya tersembunyi hal lain dalam wajah innocent itu. Cheonsa yang tak menyadari adanya kejanggalan malah menatap Sehun dengan mata yang berbinar. Ia sudah berasumsi bahwa Sehun benar-benar akan mengajaknya bermain. Bermain yang Sehun maksud sangat berbeda persepsinya dengan yang Cheonsa tanggap.

 

 

“Main apa?”

 

 

Sehun benar-benar ingin tertawa kalau saja ia tidak sedang berperan sebagai pria manis. Jawaban kelewat polos itu benar-benar membuat Sehun gemas. Oh Sehun, yang terkenal dingin dengan orang yang baru ia kenal bahkan bisa luluh dengan kepolosan Cheonsa yang notabenenya adalah istri karena perjodohan.

 

 

“Tutup matamu.”

 

 

Sehun tersenyum tulus saat mengatakan hal itu. Cheonsa menurut dan menutup matanya. Tak lama, gadis itu merasakan sesuatu yang menyentuh bibirnya. Sepolos apapun Cheonsa, tentu ia memiliki naluri untuk mengikuti keinginan Sehun.

 

 

Tok..tok..tok..

 

 

Sehun dikagetkan oleh ketukan, atau lebih tepatnya gedoran pintu apartementnya. Pasti eommanya, pikirnya. Namun Sehun bersyukur, karena ketukan pintu itu menyadarkannya untuk tak berbuat lebih jauh. Ia menatap Cheonsa gemas dan mencubit  kedua pipi chubby gadis itu sebelum beranjak untuk membukakan pintu.

 

 

“Sampai kapan aku harus menunggu untuk bisa menyentuhnya?” gumam Sehun pada dirinya sendiri sambil geleng kepala.

 

 

Sementara Sehun keluar kamar, Cheonsa hanya terdiam. Ia bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Ternyata kamu benar-benar sangat polos, Cheonsa. Mungkin Sehun akan bisa merubah sedikit pemikiran polosmu itu nantinya. Hanya tinggal menunggu waktu.

 

 

FIN

 

 

Ketemu Angel lagiii haha. Pengen banget buat ff tentang HunSa couple. Entah mengapa mereka sangat unyu dimata Angel hehe. Mungkin HunSa couple akan selalu berbagi cerita sama kalian kedepannya, jadi setiap cerita mereka akan saling terkait. Stay tune terus yaa. Makasih, Annyeong^^

Iklan

150 pemikiran pada “Innocent Cheonsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s