You’re Not My Future (Chapter 1)

You’re Not My Future

Chapter 1

title       : You’re not my future (Chapter 1)

Author    : Alika (@alikafauziahh)

Length     : series

Cast        :

– Kim Dae Min

– Oh Sehun EXO

– Kim JongIn EXO

– and others

Genre    : School-life, Family, Angst, Romance, Comedy(?)

Rating    : PG- 13

NA: Hallo! selamat datang di my fanfic. ini pertama kalinya aku kirim fanficku diluar wp sendiri. sedikit gugup karena takut kurang memuaskan hati pembaca. Maaf ya kalau ada bagian yang susah dimengerti. Enggak sempet di edit. yaudah gausah nunggu lama-lama. langsung aja dibaca.

warning!! Typo bertebaran

Happy Reading all~

Auhtor POV

sinar matahari masuk ke sebuah kamar melewati jendela dengan gorden biru laut menandakan bahwa sudah pagi. Tetapi sang pemilik kamar enggan untuk bangun karena masih mengantuk akibat tertidur terlalu larut.

Dia adalah Kim Dae Min. Yeoja berumur 17 tahun bersekolah di Seoul of Performing Art School atau yang biasa disebut SOPA yang sekarang duduk dikelas XII-A .

“yeoja busuk! cepat bangun, kau tidak mau terlambat sekolah lagi kan? cepat bangun!!” Seru JongIn, saudara kembar Dae Min dengan menggoyangkan badan saudara kembarnya itu.

“Diam kau hitam! aku masih mengantuk! jangan ganggu aku!!” geram Dae Min sambil memukul JongIn dengan mata tertutup.

“Ya! Ya! Kim Dae Min. tidak usah memukuliku bisa tidak? Kau ini jahat sekali dengan kembaranmu. Ya sudah kalau tidak mau berangkat bersama Sehun, biar aku saja yang berangkat dengan dia kkkk.” JongIn menahan tawanya yang kapan saja dapat meledak, karena dia tau bahwa saudaranya itu menyukai Sehun.

mata Dae Min langsung terbuka mendengar nama Sehun disebut sebut oleh JongIn. Dia langsung menyambar handuk dan bergegas mandi agar bisa berangkat bersama namja yang disukainya itu. “kekeke, aku tunggu dibawah ne Nyonya Oh!”  teriak JongIn sambil menutup pintu kamar Dae Min.

BLAM

“SIALAN KAu HITAAAMMMM! argh, aku bisa semakin gila mempunyai saudara seperti dia.” kata Daemin sambil mengacak rambutnya. Setelah mandi, Dae Min langsung memakai seragam dan menyisir rambutnya dengan sangat terburu buru karena tidak mau membuat Sehun menunggunya terlalu lama.

Dae Min POV

setelah yakin aku sudah rapih dalam berseragam. aku langsung keluar kamar tak lupa membawa tas kesayanganku. Aku menuruni tangga dengan sangat terburu buru. “Morning mom dad” kataku sambil mencium kedua orangtuaku. “morning honey” sapa mom and dad bersamaan. “mom, dad aku langsung berangkat saja ya, aku sudah kesiangan. tidak enak Sehun menungguku terlalu lama.” kedua orangtuaku saling bertatapan dan menatapku dengan aneh. ada apa dengan mereka? ku lihat JongIn, dia hanya tertawa sambil memakan roti panggang.

“Sekarang masih pagi sayang, lihat jam coba” akhirnya aku melihat jam, dan ternyata masih pukul 6. Sekolahku mulai pukul 7, God! pasti mukaku langsung memerah akibat menahan malu.

“Yak hitam! kau bohong lagi! kyaaa, aku benci padamu!!” kataku sambil berlari menghampiri JongIn. rasanya aku ingin mencekik lehernya dan menjahit mulutnya dengan benang.

“buahahaha, kena lagi kau! hahaha” tawa JongIn sambil menghindari dari amukanku. huh, dasar hitam! menyebalkan.

kedua orangtuaku hanya menatap kami dan melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda. mungkin hal ini sudah terbiasa dikeluarga kami.

“eomma, si hitam menyebalkan!” rengekku kepada eomma sambil menunjuk JongIn dengan telunjukku.

“apa kau bilang? aku? menyebalkan? cih, dasar yeoja gila!” kata JongIn diikuti dengan mehrongnya.

“apa? Gila? kau yang gila, tadi kau mengataiku yeoja busuk sekarang gila, dasar pesek!” ups, aku keceplosan, pasti dia langsung ngamuk. aku yakin itu. 1….2….3…..

“apa kau? dasar yeoja busuk, pendek,gila, jelek!” geram JongIn sambil mengejarku memegang sapu ditangannya. lihat? dia seperti ahjumma samping rumah kalau sudah marah kkkk. “kyahahahaha, kau memang pesek hitam! buahahah” elak ku menghindari pukulan dari JongIn. “Sudah sudah, Jongin. letakkan sapu itu ditempat semula. jangan kau dengar kata kata adikmu. dia memang usil. Dae Min, dia itu kakakmu, sopanlah sedikit.” kata eomma menceramahi kami berdua, huh eomma.

“eomma, dia duluan yang usil!” ucap kami berdua bersamaan. kami terdiam, akhirnya kami berdua tertawa terbahak bahak karena jarang sekali kami serempak seperti ini. masalah yang tadi lebih baik dilupakan. dia memang seperti itu. “kalian berdua duduk dan sarapan. tidak ada lagi yang usil, kalau tidak uang jajan akan eomma potong!” kata eomma. aku langsung duduk dan menyantap roti panggang buatan eomma dengan diam.

Ting Tong

“aku yang buka pintu.” kata aku dan JongIn bersamaan. kami saling bertatapan, dan.. kami berdua langsung lari menuju pintu. “aku duluan!” kataku sambil memegang baju JongIn. “tidak, tidak. aku saja” elak JongIn sambil melepaskan tanganku dari bajunya. “Oh tidak Kim JongIn, aku yang akan membukakan pintunya” kataku sambil memegang kakinya. hahahaha pasti dia tidak bisa jalan.

“sudah, biarkan adikmu yang buka pintu, JongIn” yes, rasakan itu hitam! eomma membelaku! ahahaha “dengar? aku yang akan membukakan pintu.” JongIn yang mendengar itu hanya berkomat-kamit entah mengucapkan kalimat apa. Mungkin bahasa alien.

aku langsung berlari dan membukakan pintu dengan perasaan senang. kaget. itu yang aku rasakan setelah membuka pintu. “Se.. sehun?” kataku sambil menyenderkan badanku di ujung pintu.

“Morning Dae Min” kata Sehun dengan senyumannya yang membuat pipiku terasa panas, oh Tuhan semoga dia tidak melihat wajahku. “Morning too Sehun.” balasku yang masih terdiam karena bingung apa yang harus aku lakukan. “siapa yang datang, sayang?” kata eomma menghampiri kami berdua yang masih terdiam ditempat.”Sehun! ayo sini sini, kita sarapan. kamu belum sarapan kan?” kata eomma dengan antusias sambil mengajak Sehun sarapan. aku hanya tersenyum melihat keakraban keluargaku dengan Sehun. kalian herankan kenapa Sehun dekat dengan keluargaku. Ne, Sehun itu sahabatku dan JongIn sejak kami berumur 5 tahun. Kami sekolah selalu sama, dan selalu sekelas. Tapi, kami tidak pernah bosan.

Namun, sejak kelas 2 JHS, suatu perasaan datang dengan sendirinya. Aku, menyukai Sehun. entah kenapa, aku selalu merasa nyaman dan tenang apabila dekat dengannya. Dan sampai sekarang aku masih menyukai Sehun. “Dae Min, kamu kenapa melamun, nak? Ayo, lanjutin sarapanmu.” eomma memanggilku sambil menepuk kursi yang tadi aku duduki. “Eh? waeyo eomma?” aku kenapa ya? seperti orang bodoh saja, akhirnya aku menggeser kursi. Sehun menatapku dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, aku jadi malu hehehe ><

Sehun POV

Hari ini Dae Min tampak cantik. ah, dia memang selalu cantik di mataku. eommonim memang baik, datang datang langsung menyuruhku untuk sarapan. eommonim tahu saja kalau aku lapar,  hehehe.

Saat sarapan, tanpa sengaja aku dan Dae Min saling memandang satu sama lain. Tapi, Dae Min langsung memalingkan wajahnya, mungkin dia malu melihat wajahku yang tampan ini. *sehun narsis* -_-

“aku sudah selesai, ayo kita berangkat. Jam pertama pelajaran Kim songsaengnim, aku tidak mau dihukum lagi.” kata Dae Min, aku hanya menyetujui perkataannya.

Dae Min POV

“aku sudah selesai, ayo kita berangkat. Jam pertama pelajaran Kim songsaengnim, aku tidak mau dihukum lagi.” kataku sambil terburu-buru meminum susu. “Sehun, hitam, ayo!” senang bisa selalu dekat dengan Sehun. Tuhan, aku ingin selalu didekat Sehun. Selamanya. “Ya! aku tidak hitam tau.” JongIn hanya dapat mempoutkan bibirnya.. ah kyeopta

“eomma, appa kita berangkat dulu, ne.” kataku sambil mencium kedua orangtuaku. “ne, hati hati dijalan.”

“kami berangkat dulu eommonim, aboeji, gomawo atas sarapannya”

***

“Dae-ya hari minggu kamu ada acara tidak?” Sehun mensejajarkan langkahnya denganku meninggalkan si Hitam di belakang saat kami berada di koridor sekolah menuju kelas kami. aku hanya menjawab dengan menggelengkan kepala tanda tidak ada acara apapun.

“hmm, kamu mau pergi bersamaku ke Lotte World?” apa? Sehun mengajakku ke Lotte World? apa ini kencan? jangan berfikiran seperti itu dulu Kim Dae Min, mungkin saja dia hanya mengajakmu jalan jalan.

Author POV

karena tidak mendapat respon apa apa dari Dae Min, Sehun melambaikan tangannya didepan wajah Dae Min, membuat Dae Min tersadar dan melihat tatapan Sehun yang membuat wajahnya kembali bersemu merah seperti tomat.

Kring..

Bel masuk berbunyi. Membuat semua siswa berlarian memasuki ruang kelas tak terkecuali Dae Min, Sehun, dan JongIn. Sehun yang belum diberi jawaban oleh Dae Min hanya dapat menghembuskan nafasnya pelan, merasa sedikit frustasi. Susah-susah ia mengontrol detak jantungnya yang kian cepat hanya untuk mengajaknya jalan-jalan.

***

Guru Kim masuk kedalam kelas dengan di ikuti seorang yeoja. Membuat keadaan kelas yang semula sunyi menjadi berisik, semua anak membicarakannya, kecuali Sehun dan Dae Min karena hanya mereka berdua yang selalu cuek setiap ada murid baru dikelas mereka.seakan tak perduli dengan situasi kelas yang riuh.

“ehem. Morning everybody, we have a new friend. please introduce yourself” yeoja tersebut menarik nafas dalam dalam agar rasa gugup yang sejak tadi dirasakannya menghilang.

“Hello everybody…..”

And TBC

gimana? penasarankah siapa yeoja itu? xD kkkkk.. ayo ayo comment. ditunggu kritik dan saran dari kalian 😉 thanks

5 pemikiran pada “You’re Not My Future (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s