Sprite Boyfriend (Chapter 2)

PicsArt_1396448161597

Title : Sprite Boyfriend [Chapter 2]

Genre : Fantasy, Romance, Hurt, Little bit comedy

Ratting : PG 15

Length : Chaptered

Author : kamila / @kamilabyy

 

Main Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Kim Hyena

 

Other Cast :

  • Kim JongIn
  • Oh Sehun

 

 

Summary : Hyena yang setiap saat di tatap sinis oleh mahasiswi di fakultas-nya, semakin ditatap sinislah Ia karna ada kabar yang berisi tentang Ia dan JongIn di gossip-kan tengah menjalani hubungan yang special. Hyena yang tidak tahu menahu tentang JongIn tentu saja merasa heran. Bagaimana bisa ia dikabarkan pacaran dengan JongIn padahal dia tidak kenal siapa itu JongIn? Ia semakin dibenci oleh para mahasiswi karna adanya berita tersebut.

Kim JongIn, pria tampan yang menjadi bulan-bulanan para gadis di fakultas-nya, tentu Hyena sangatlah beruntung karna dikabarkan berpacaran dengan Kim JongIn ini, Kim JongIn yang kaya dan menjadi pria idaman para gadis. Tapi sayang, ia adalah seorang cassanova yang sengaja ia tutupi.

JongIn juga merasa bingung akan dirinya sendiri, ia tidak terlalu mengenal Hyena, bagaimana bisa ia tiba-tiba langsung tertarik pada gadis itu dan langsung bilang suka pada saat itu juga. Mungkin, ini adalah trik seorang cassanova untuk menarik hati perempuan yang ia inginkan dengan cepat.

Tapi, sebenarnya Hyena tau akan kelakuan JongIn melalui wajahnya, JongIn yang playboy dan suka mempermainkan hati perempuan. Tapi sayangnya, ia tidak yakin akan hal itu dikarenakan kebaikan JongIn pada dirinya. Ia harus berpikir dua kali akan pengamatannya tersebut.

Lalu, apa JongIn akan benar-benar membuat Hyena menjadi kekasihnya? Apa Hyena akan berhenti bersipat dingin pada JongIn dan berubah menjadi ramah? Apa JongIn akan menjadikan Hyena sebagai pacar terakhirnya? Apa JongIn berhenti menjadi cassanova dan mulai serius dengan Hyena?

· · ·

Hyena memandang ponsel Kai, ponsel yang tipis dan panjang. Perlu diakui, Hyena sangat ingin memiliki ponsel. Tapi, penghasilannya sekarang tidak memungkinkannya untuk membeli sebuah ponsel.

Kai merasa  bahwa sekarang ia sedang diperhatikan, ia menatap Hyena yang matanya menatap lurus kearah ponselnya. Kai heran, kemudian ia memperhatikan ponselnya bolak-balik apa ada suatu kejanggalan pada ponselnya.

Tapi ternyata tidak. Ponselnya baik-baik saja dan tidak ada kejanggalan. Lalu, kenapa Hyena menatap lekat ponselnya seperti itu?

“Apa yang kau lihat?” tanya Kai. Hyena mendongak kaget. “Itu pesan dari para pacarmu kan?” 

Kai membelalakan matanya. “B-bagaimana bisa k-kau tau?? Eh salah. Apa yang kau maksud dengan para pacar??”

Hyena memandang Kai heran. “Aku hanya bercanda. Kenapa kau salah tingkah seperti itu?”

Kai tertawa kikuk, “Wajahmu tidak terlihat seperti kau sedang bercanda..”

Hyena menatap Kai curiga. Gelagatnya aneh seperti gelagat saat pencuri dipergoki mencuri. “Apa jangan-jangan…. kau memang seorang Cassanova?!”

Kai menggeleng dengan cepat. “A-apa?? A-ani.. aku tidak-“

“Cepat keluar darisini!!”

Dari gelagat Kai, Hyena sudah tau bahwa apa yang ia rasakan selama ini benar adanya. Kai adalah seorang Cassanova dan semua kebaikannya dinyatakan palsu.

“Kenapa kau bersikap seperti ini? Aku bukan-“

“CEPAT PERGI!!”

“AKU BUKAN SEORANG CASSANOVA!”

Kai menggebrak kursinya hingga berbunyi lumayan keras. Kelihatannya Kai sedang emosi.

Kai mengatur napasnya yang turun naik, kemudian ia berjalan cepat menuju pintu lalu menutupnya dengan keras.

Hyena tidak perduli akan marahnya Kai. Ia sama emosinya sekarang.

“Cih. Dia benar-benar seorang cassanova.”

· · ·

Kai berjalan melewati lorong rumah sakit dengan langkah besar. Ia tidak peduli akan tatapan heran dari orang sekitarnya. yang sekarang ia inginkan adalah, pergi minum bersama Sehun.

“Untuk apa aku bersikap baik pada orang yang menyebalkan seperti dia? Membuang harga diriku saja.” Kai bergumam selama perjalanan dan kemudian ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Hyena mengatur emosinya di Ruang Rawat. Entah kenapa, ia jadi terbayang-bayang akan Kai yang menutup ruang rawatnya dengan keras. Ia menghembuskan napasnya pelan

“Kenapa aku jadi seperti ini?” Tanyanya pada dirinya sendiri.

Ia duduk di ranjangnya sembari menyentuh kedua pipinya, “Apa yang harus aku lakukan… aku ingin pulang..”

Hyena menundukan kepala tapi setelah itu ia langsung mendongak. Ia tersenyum cerah seperti ia baru saja mendapat harta karun.

“Apa aku kabur saja ya? Dia tidak mungkin membayar biaya rumah sakit karna sekarang ia sedang marah padaku. Daripada aku diminta untuk membayarnya, lebih baik aku kabur dari sini.”

Hyena meringis kesakitan begitu ia ingin bangkit dari ranjangnya. “Apa mungkin bagi tubuhku untuk kabur? Punggungku sakit..”

Hyena menggigit bibir bawahnya memikirkan sebuah cara agar ia dengan cepat kabur tanpa ketahuan oleh petugas maupun suster. “Tidak ada cara lain, aku harus memaksa punggungku untuk kabur dengan cepat.”

Hyena mengangguk yakin. Lalu ia mengganti baju rawat dengan bajunya yang terlihat sangat kotor dan terdapat bercak darah. “Ck. Apa-apaan ini..” ucapnya begitu melihat pakaiannya yang perlu di prihatinkan.

“Tidak ada cara lain. Kau pasti bisa Hyena!”

Hyena pun mulai mengubah penampilannya agar tidak terlihat seperti seorang pasien. Ia menggulung rambutnya kembali agar tidak terlihat berantakan. Kemudian ia keluar kamar dengan menahan sakit di punggungnya.

“Aah yatuhan… rasanya begitu sakit..” gumamnya hendak menangis

Orang-orang yang lewat memandang Hyena dengan pandangan prihatin. Tentu siapa yang tidak prihatin akan penampilan Hyena sekarang? Mukanya yang penuh akan lebam dan pakaiannya sangat kotor.

“Kau pasti bisa Hyena.. kau pasti bisa..”

Hyena tidak menghiraukan pandangan orang-orang terhadapnya. Ia sibuk menyemangati dirinya agar kuat berjalan menuju rumah.

Begitu telah keluar dari rumah sakit, dan tidak ada suster maupun petugas mencegahnya keluar karna memang biaya rumah sakit telah dibayar lunas oleh Kai. Sungguh beruntung bagi Hyena.

Hyena bengong. Bagaimana ini? Ini kawasan Gangnam. Rumahku cukup jauh jika aku berjalan kaki. dan sekarang kondisiku tidak memungkinkan untuk itu..

Hyena merengut. Dengan sangat terpaksa ia memakai uangnya kemudian ia menyetop taxi yang lewat untuk menuju alamat neneknya. Ia berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri.

Begitu telah sampai, ia langsung keluar dari taxi setelah membayar argo. Ia berjalan pelan, punggungnya terasa semakin sakit. Mungkin sekitar 15 menit untuk sampai tepat di rumah neneknya. Ia menangis dalam diam

“Nenek….” tidak ada nama selain nenek yang timbul di pikirannya. Tangisannya semakin pecah

Dan syukurlah, setelah hampir 15 menit, ia tiba di rumah neneknya. Ia masuk kedalam halaman rumah kemudian mengetuk pintu karna pintunya telah dikunci. Tidak lama setelah itu, Nenek Hyena membukakan pintu dan langsung terperanjat kaget melihat kondisi Hyena sekarang.

“Yaampun! Hyena-ya!”

Nenek Hyena langsung menghampiri Hyena dan meneliti luka lebam yang ada di wajah Hyena. Tidak luput akan pakaian Hyena yang terdapat banyak bercak darah.

“Yaampun… siapa yang tega membuatmu sampai seperti ini?”

Hyena terdiam. Neneknya terlihat sangat khawatir. “Izinkan aku untuk berbaring nek..” ucap Hyena lirih

Neneknya dengan segera merangkul Hyena untuk masuk ke kamar dan membaringkan cucunya tersebut dengan pelan. Ia mengganti pakaian Hyena dengan pakaian tidur. Neneknya terlihat sedang menahan tangis.

“Cucuku…” gumamnya lirih

“Nenek, beri aku obat..”

Neneknya tersadar. Ia memiliki obat herbal yang dapat mengobati apapun. Dengan segera Neneknya pergi ke dapur untuk mengambil obat herbal tersebut.

Saat kembali, nenek Hyena membawa semangkuk obat dan satu buah pisang. Obat tersebut sangat pahit dan pisang untuk membuat rasa pahit tersebut memudar.

“Ini, minumlah”

Nenek membantu Hyena untuk duduk. Dan dengan sangat perlahan, Hyena meminum semangkuk obat pahit tersebut sampai habis. Ia menitikan air mata karna rasa pahit yang ia rasa sekarang sangatlah menyiksa. Dengan segera, Nenek menyodorkan pisang kepada Hyena untuk segera dimakan. Hyena dengan cepat memakan pisang tersebut yang lumayan sedikit membuat rasa pahitnya menghilang.

“Tidurlah, nenek mau mencuci bajumu sebelum menjadi noda.”

Hyena mengangguk pelan. Ia memandang neneknya yang hilang di ambang pintu. Ia menghembuskan napasnya pelan menunggu reaksi obat yang telah ia minum.

Tiba-tiba terdengar bunyi grasak-grusuk dari samping jendela kamarnya. Hyena merasa was-was. Menatap jendela tersebut dengan pandangan waspada.

Hyena merasa merinding. Begitu angin malam menusuk badannya. Ia tidak mampu lagi untuk berdiri sekedar mengunci jendela kamarnya yang terbuka lebar. Dan saat matanya tertuju pada sebuah bayangan di atas jendela tersebut, Hyena berusaha menahan dirinya untuk tidak berteriak.

“Annyeong!”

“AAAAAAAA! S-s-iapa i-itu?”

Hyena tidak dapat mengontrol dirinya lagi. Ia dengan refleks berteriak karna mendengar suara asing ditelinganya.

“Aku bidadari.”

Hyena ternganga. b-b-bida-dari?? Batinnya

Dengan perasaan takut ia menoleh kearah jendela, dan ia mendapati seorang lelaki yang sedang tersenyum cerah kearahnya. Hyena meneguk ludahnya kemudian ia tertawa melupakan  sejenak rasa sakit yang ia rasakan.

“Ahahaha…! Bagaimana mungkin k-kau seseorang bidadari??! Hahahaha kau adalah pria! Dimana-mana, seorang bidadari adalah perempuan! hahahahaha”

Lelaki itu menatap Hyena heran. “Tapi aku benar-benar bidadari.”

Hyena menggelengkan kepalanya. “Hahaha jangan bergurau. Aduh… pinggangku semakin sakit. Hahah”

“Aku tidak bergurau! Aku benar-benar bidadari!”

Lelaki itu bersikeras. Hyena menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. “Kalau kau benar-benar bidadari, kenapa tidak ada sayap di punggungmu?”

“Aku memang tidak mempunyai sayap. Tapi aku bisa terbang dengan sendirinya.”

“Heh. Ini bukan negri dongeng yang penuh akan hal-hal mustahil.”

“Ini memang bukan negri dongeng. Tapi sayangnya ini adalah kenyataan.”

“Kalau begitu, tunjukan padaku jika kau dapat terbang dengan sendirinya.”

“Aku tidak bisa terbang di dalam ruangan. Aku hanya bisa terbang di alam bebas.”

“Ck. Keliatan sekali kalau kau sedang berbohong.”

“Aku tidak berbohong!”

Hyena terdiam. Ia menatap lelaki itu sinis. “Kau tidak terlihat seperti bidadari.”

“Benarkah? Kalau begitu aku adalah hantu.”

Hyena membelalakan matanya, “M-m-mwo?? Ha-ha-hantu?”

“Ya, hantu. Aku merupakan orang yang tidak bisa dilihat dengan mata umum. Hanya orang tertentu yang dapat melihatku. Termasuk kau.”

Hyena menunjuk dirinya sendiri. “A-aku? Kenapa aku…. jadi.. bisa.. melihatmu?”

“Mungkin karna kau memiliki beberapa indera. Sehingga kau dapat melihat makhluk-makhluk halus.”

“Heh. Jangan membuatku takut! Aku tau kau hanyalah manusia biasa yang sedang mengerjaiku!”

“Baiklah kalau tidak percaya. Yang penting, aku bukanlah manusia. Ah, lebih tepatnya, aku ‘bekas’ manusia.”

Hyena semakin takut. Tatapan dingin pria itu membuatnya merinding. Ia berkeringat dingin. Tidak ada cara lain selain memanggil neneknya.

“Akan ku buktikan kalau kau manusia biasa. Aku akan memanggil nenek ku. NENEEK! NENEEEK!”

Lelaki itu tertawa pelan. “Haha silahkan saja.”

Tidak lama setelah itu, Nenek Hyena datang dengan wajah penuh tanda tanya.

“Ada apa Hyena? Kenapa memanggil nenek? Apa masih sakit?” Tanya nenek Hyena. Hyena tidak menghiraukan pertanyaan neneknya, justru ia balik bertanya tanpa memberi jawaban.

“Nenek. Kau bisa melihat dia kan?”

“Mwo? Dia siapa?”

“Dia! Yang berbaju hitam putih! Dia ada di sampingmu nek!”

“Dia siapa? Tidak ada siapa-siapa disini.”

Hyena mulai gelisah.

“Dia ada disamping nenek!”

“Hush. Kamu ini bicara apa? Tidak ada siapa-siapa disamping kita..”

Lelaki itu menatap Hyena dengan tatapan penuh kemenangan. “Kau lihat? Dia tidak melihatku.”

“Nenek! Dia berucap! Apa nenek tidak mendengarnya?!”

“…Hyena.. apa karena sakit kau suka bicara aneh seperti ini? Apa kau mengigau? Tidurlah dengan nyenyak cucuku.”

“Tapi nek, dia ada disampingmu!”

“Ssst. Berhenti berbicara yang tidak-tidak. Nenek masih punya banyak kerjaan. Selamat malam cucuku,”

Nenek Hyena pergi meninggalkan Hyena yang dilanda penuh akan kebingungan. “Nek! Nenek!” teriaknya. Tapi Neneknya terus berjalan tanpa menghiraukan teriakan Hyena.

Lelaki itu tertawa. Hyena menatapnya bengis. “Siapa kau sebenarnya?? Kenapa nenek ku tidak bisa melihat dirimu??”

“Sudah kubilang, hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatku.”

“Tapi kenapa.. aku bisa melihatmu?”

“Ck. Bukankah sudah kujelaskan sebelumnya? Kau memiliki beberapa indera!”

“Apa kau tahu berapa indera ku?”

“Aku tidak tau. aku tidak bisa mengetahuinya.”

Hyena mengacak rambutnya gusar. “Darimana kau berasal? Kenapa kau tiba-tiba muncul di jendelaku?”

“Aku tersesat. Bolehkah aku tinggal dirumahmu untuk sementara?”

Hyena terkejut. “Apa katamu?!”

“Aku tidak tau untuk kemana..”

“Kau adalah makhluk gaib. Kau bisa saja masuk ke rumah mewah untuk numpang tidur.”

Ya, Hyena merasa minder karna rumahnya begitu kecil. Walau lelaki itu sudah menyadari akan pemikiran Hyena.

“Aku ingin tinggal disini. Tenang saja, aku akan berbuat baik untukmu.”

Hyena menatap lelaki itu seolah bilang. Kau yakin?

“Tentu. Aku suka rumah ini.”

Hyena tersenyum kikuk. Ia menggaruk tengkuknya, “Lalu.. apa kau bisa memperkenalkan diri?”

Tidak buruk baginya untuk menerima lelaki ini tinggal dirumahnya. Ia akan memiliki teman berbincang walau lelaki ini berstatus ‘makhluk gaib’

“Aku Byun Baekhyun. Aku lahir pada 06 mei 1992. kau tau? Dulunya aku adalah seorang manusia. Tapi, aku mati karna bunuh diri. Dan mungkin Tuhan belum bisa menerimaku karna aku dihidupkan kembali menjadi seseorang yang penuh akan kekuatan. Walau hanya orang tertentu saja yang dapat melihatku.”

Hyena mengangguk mengerti walau merasa sedikit gugup. “Aku Kim Hyena, aku lahir tahun 06 Januari 1994. Aku dibuang ayah dan ibuku saat aku kecil di panti asuhan, lalu Nenek ku menjemputku untuk tinggal bersamanya. Dan aku hidup sederhana dengan paman sebagai tulang punggung keluarga, aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang karna nenek-ku sangat sayang padaku.”

Baekhyun mengerjapkan kedua matanya. “Tega sekali ayah dan ibumu itu. membuangmu begitu saja,Sungguh orang tua yang kejam.”

Hyena tersenyum miris. “Ya.. mmm.. kalau aku boleh tau, apa kekuatan mu itu?” Tanya Hyena ingin tahu. Tidak ingin larut dalam kesedihan

Baekhyun terlihat sedang berpikir. “Wajahmu penuh lebam. Bagaimana kalau aku menghilangkan bekas lebam tersebut?”

Hyena terkekeh geli tidak percaya. “Bagaimana mungkin.. apa kau bisa melakukannya?”

“Jangan meremehkanku. Aku yakin kalau aku bisa. Sekarang, tutup kedua matamu.”

Hyena menaikan alisnya bingung.

“Tutup saja..”

Dengan penasaran, Hyena menutup kedua matanya. Lalu Baekhyun mendekati Hyena kemudian ia menyentuh kedua pipi Hyena, ia mulai mengeluarkan kekuatannya untuk semua luka yang dialami Hyena.

Hyena merasakan kalau sekarang pipinya sedang dipegang oleh Baekhyun. Awalnya tangan Baekhyun terasa hangat tapi lama kelamaan tangan Baekhyun berubah menjadi dingin. Ditambah punggungnya yang seperti disentuh oleh seseorang. Ia tidak yakin kalau itu Baekhyun karna kedua tangan Baekhyun sedang menyentuh pipinya. Lalu, siapa yang menyentuh pinggangnya? Hyena dilanda kebingungan

Setelah dua menit, Baekhyun menyuruh Hyena untuk membuka mata. Hyena pun membuka matanya. Ia mendapati wajah Baekhyun yang sedang tersenyum cerah. Mereka terlihat sangat dekat, Mungkin jarak antara keduanya hanya 10 cm.

Hyena mengerutkan alisnya. Kemudian Baekhyun memberikan sebuah cermin ke Hyena, Hyena dengan antusias bercermin untuk mengetahui kekuatan Baekhyun.

Dan Bingo. Hyena melongo sembari memandang wajahnya di cermin. Wajahnya kembali seperti semula, putih bersih tanpa luka lebam.

“Bagaimana bisa….” gumamnya tidak percaya. “Wajahku…”

Hyena tersenyum lebar. Tidak percaya akan hal ini. “Ini terlalu mustahil..”

Dan setelah itu, ia menyentuh punggungnya. Tidak terasa sakit. Ia menatap Baekhyun yang juga sedang menatapnya sedari tadi.

Langsung saja Hyena memberikan Baekhyun sebuah pelukan tanda terimakasih. Ia menggoyangkan tubuh Baekhyun kesana kemari.

“Gomawo, Gomawo, Gomawoyo Baekhyun-ah~ aku telah kembali seperti semula. Aku sembuh! Nenek pasti terkejut akan hal ini!!” Seru Hyena dengan begitu senangnya. Ia tidak menyadari bahwa pelukannya terhadap Baekhyun terlalu over.sehingga membuat Baekhyun meringis. Namun Baekhyun berusaha untuk terus tersenyum.

“Sudah kubilang aku dapat melakukannya.”

“Bagaimana bisa kau melakukannya?”

“Itu rahasia.”

Hyena cemberut. “Huh, kau ini.”

Tapi setelah itu, ia berdiri berloncat-loncat dikasurnya. merasakan punggungnya yang tidak lagi sakit. Ia tertawa puas. “Ahahahaha aku sembuh!!!”

· · ·

Kai memberhentikan mobilnya di gerbang rumah Sehun. Sekarang masih jam 7 malam, terlalu awal untuk pergi ke club.

Kai memencet bel rumah Sehun berulang kali, dan setelah itu Sehun keluar dari rumahnya dengan celana boxer dan kaos putih.

“Ada apa Kai?” Tanya Sehun dengan sedikit berteriak.

Kai dengan tenang menjawab. “Ayo ke club.”

Sehun terkejut. “Kau yakin? Apa jam segini club telah opening?”

Kai mengangguk pasti. “Tentu saja.”

Sehun berdekhem. Kemudian ia menyuruh Kai untuk masuk

“Kemana saja kau seharian ini?”

“Sudah kubilang aku menemani Hyena di rumah sakit.”

“Apa dia penting bagimu?”

“Sudah tidak.”

“Hahahaha…! Wae?”

“Aku malas menceritakannya.”

Sehun berusaha untuk menahan tawanya. Ia yakin pasti Kai tidak akan lama bertahan dengan orang yang menyebalkan seperti Hyena.

“Sepertinya kau belum mandi..”

“Aku akan mandi di rumahmu.”

“Ck. Kau ini.”

Sehun dan Kai masuk kedalam rumah mewah milik Ayah dan Ibu Sehun. Mereka disambut dengan para pelayan Sehun, Kai tersenyum singkat lalu ia mengikuti Sehun naik kelantai atas.

“Aku pinjam bajumu.”

“Baiklah.”

Sehun memberikan Kai sebuah handuk untuk Kai mandi. “Ini, cepat mandi.”

Kai mengangguk pelan kemudian ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.

20 menit kemudian. Kai keluar dari kamar mandi. Ia mendapati Sehun sudah siap akan penampilannya, sekarang Sehun sedang bercermin untuk melihat penampilannya sendiri.

Kai terlihat bingung ingin memakai apa. Ia menggaruk kepalanya yang masih basah.

“Aku sudah memilih pakaianmu, aku letak kan di sofa, ambilah.”

Kai mencari sebuah sofa lalu setelah ia menemukannya, ia langsung memakai pakaian tersebut.

Sebuah baju kaos berwarna hitam dan ham berwarna merah kotak-kotak. Sehun memang tau apa kesukaan Kai.

Kai memasang celana panjangnya dan setelah itu, ia sudah siap akan penampilannya hari ini. Tinggal merapikan rambutnya yang masih acak-acakan.

“Kau sudah siap?” Tanya Sehun

Kai menoleh kearah Sehun, “Tunggu sebentar.”

Sehun mengangguk mengerti. “Arraseo.” Ucapnya tenang setelah itu ia tenggelam akan dunia game di ponselnya.

Kai mengatur rambutnya se-keren mungkin. Ini bertujuan agar kaum hawa semakin tertarik akan pesonanya. Haha genius Kai.

Tidak butuh lama, Kai sudah siap dengan rambutnya lalu menepuk kaki Sehun yang sedang tiduran di kasurnya sendiri.

“Heh, ayo berangkat.” Tegur Kai, Sehun pun bangun dan bangkit dari kasurnya. Ia memasukan ponsel kedalam jacket tipisnya.

Kemudian mereka keluar dari halaman rumah Sehun dan Sehun pun mengenderai salah satu mobilnya yang terparkir rapi di parkiran khusus. Kai juga sudah siap di dalam mobilnya, setelah itu mereka berangkat bersama-sama.

Sesampainya disana, club langganan mereka masih sepi. Tapi itulah yang diinginkan Kai, mereka turun dari mobil dan berjalan santai masuk kedalam sebuah club tersebut.

“Kau lihat? Masih sepi.” keluh Sehun.

Kai tertawa pelan. “Aku lebih suka seperti ini daripada penuh akan orang bercumbu.”

Sehun mengangguk mengiyakan, ia juga tidak suka saat melihat orang-orang bercumbu didalam club tersebut. Ia rasa itu sangat mengganggu penglihatan dan juga menjijikan.

Kai memesan segelas wine pada betender begitu pula Sehun, betender mengangguk mengerti lalu memberikan keduanya sebotol wine dengan dua gelas kecil.

“Hm. Sepertinya kita tidak bisa masuk kuliah besok.”

“Memang itu yang aku inginkan.”

Sehun menatap Kai tidak percaya. “Aku pahami kau untuk hari ini.”

“Kedengarannya itu bagus.”

· · ·

Pagi hari tiba, Hyena mengucek-ngucek matanya karna baru bangun dari tidurnya. Ia meregangkan tubuhnya karena merasa pegal. Kemudian ia mengambil handuk yang ada di sofa tanpa menyadari ia telah menginjak kaki seseorang.

“AAW!” Teriak seseorang tersebut karna rasa sakit di kakinya. Ia jadi terbangun karna terkejut.

Hyena kaget. Lalu ia menoleh ke bawah, Ia mendapati seseorang yang tengah meringis kesakitan. Hyena menaikan alisnya tinggi.

“YAAAA! KAU SIAPA?” Spontan Hyena berteriak karna tersadar akan keberadaan pria asing di kamarnya. Hyena menatap seseorang itu tajam.

Seseorang itu menatap Hyena heran. “Aku Baekhyun. Kenapa? Bukankah kau sudah mengijinkan ku untuk tinggal disini?”

Hyena terdiam. Tatapannya berubah menjadi seperti biasanya. Ia berpikir selama beberapa detik kemudian ia tertawa kikuk.

“Ahaha mianhae, aku lupa akan kehadiranmu.. aduh.. apa kakimu sakit? Hehe aku tidak sengaja menginjaknya..”

Baekhyun menggeleng. “Tidak terlalu sakit, hanya saja aku terkejut sehingga berteriak.”

Hyena tertawa canggung.

“Yasudah kalau begitu, aku mandi dulu.”

Baekhyun mengangguk mengiyakan. Lalu ia bangun dari berbaringnya. Ia menghembuskan napasnya pelan.

Tempat ia tidur memang berdekatan dengan Hyena, tapi tempat tidur Hyena lebih tinggi sehingga jarak diantara mereka terlampau jauh. Hal yang wajar bila Hyena tanpa sengaja menginjak kaki Baekhyun karna Hyena butuh beradaptasi akan kehadiran Baekhyun di kamarnya. Seharusnya Baekhyun-lah yang beradaptasi. Kenapa jadi Hyena?

Sembari menunggu Hyena selesai dari acara mandinya, Baekhyun menelaah kamar Hyena yang penuh akan kertas-kertas diskripsi. Baekhyun jadi teringat akan masa-masa kuliahnya dua tahun yang lalu.

Tanpa sengaja ia menemukan tulisan-tulisan tangan di dinding kamar Hyena. Baekhyun membaca tulisan tangan tersebut satu-persatu.

“Choi Hyena, Jang Hyena, Kim Hyena, apa-apaan ini? Kenapa dia punya 3 marga?” Tanya Baekhyun pada dirinya sendiri.

“Aku Kim Hyena, perempuan yang paling malang sedunia.” Baekhyun terkejut saat membaca tulisan tersebut. Ia masih belum mengerti akan keadaan sehari-hari Hyena. Tapi ia memutuskan untuk membaca tulisan-tulisan yang lain.

“Aku pusing.”

“Ayah dan Ibuku adalah orang yang paling mulia dihidupku, tapi, nenek dan paman jauh lebih mulia dari mereka.”

“Aku sayang nenek.”

“Terimakasih paman.”

“Aku berharap akan menjadi orang yang sukses dan membeli rumah mewah.”

“Izinkan aku untuk sukses, Tuhan!”

Baekhyun tersenyum kecil membaca tulisan-tulisan tersebut. Selain tulisan, Baekhyun juga mendapati gambar manusia-manusiaan yang digambar tidak manusiawi oleh Hyena. Baekhyun sampai terkikik geli melihatnya.

“Mereka adalah mahasiswi yang suka mengejekku!” Sebuah gambar 5  manusiaan yang dibuat seadanya dan terlihat senista mungkin.

Tidak sampai disitu, tangan Baekhyun memang tidak tau akan kata ‘diam’ mengambil sebuah buku notes yang terlihat seperti sebuah buku diary di meja kecil Hyena. Ia membuka lembar demi lembar buku tersebut dengan perlahan.

06/Januari/2014

Ini adalah hari ulang tahun ku, aku hanya mendapat dua ucapan ‘Selamat ulang tahun’  dari paman dan nenek. Jujur, aku sedih. Tapi hanya mereka yang tau akan ulang tahun ku. Bahkan teman-teman di kampus,-ah tidak. Orang-orang di Kampus tidak ada yang tau akan ulang tahunku. Haaaah aku ingin memiliki teman~ terlalu mustahil jika aku berteman dengan ‘salah satu’ orang di Kampusku. Mereka selalu menatapku rendah dan sinis. Ya, karna aku miskin jadi aku ditatap seperti itu. Tapi kenapa…. memangnya kenapa dengan orang miskin? Mereka juga manusia! Mereka juga makhluk sosial! Mereka butuh akan teman…. aku juga tidak ingin seperti ini! Aku juga ingin seperti kalian… tapi, keadaan tidak bisa kupaksakan, aku harus terima ini. akan buktikan kalau aku bisa sukses dan berhenti ditatap rendah.

Baekhyun menatap sendu buku tersebut. Ternyata Hyena di kucilkan di Kampusnya. tidak seperti dirinya yang penuh akan teman di Kampusnya dulu. Lagi-lagi Baekhyun menghela napas

“Apa yang kau lakukan?!”

Hyena muncul didepan Baekhyun. Ia selesai dari acara mandinya dengan masih memakai handuk dikepalanya dan juga dibadannya sebatas lutut. Baekhyun terkejut dan refleks menjatuhkan buku note yang ia baca tadi. Hyena melotot dan dengan segera mengambil buku note miliknya secepat mungkin.

“Kenapa kau membacanya?!” Tanya Hyena gusar

Baekhyun tergagap. “A-a-ku ti-tidak-“

“Apa yang kau baca?!”

“A-a-ku..”

“Jawab!”

Baekhyun meneguk ludahnya. Ya, memang, Hyena tidak menyadari jika dia masih memakai handuk. Itu membuat Baekhyun susah untuk berkata-kata. Saat melihat kulit putih Hyena, membuat Baekhyun terdiam ditempat. Biar bagamainapun, Baekhyun adalah seorang pria sejati.

“H-hyena..”

“Apa?!”

“Sebaiknya k-kau be-berpakaian dulu..”

“MWORAGO?!”

Akhirnya Hyena tersadar. Ia langsung menghindar dari Baekhyun karna merasa malu. Baekhyun juga terlihat sama seperti Hyena. Tiba-tiba suasana menjadi sangat absurd dan canggung.

Kenapa aku tidak menyadarinya? batin Hyena malu setengah mati.

“A-aku akan segera b-berpakaian!”

Hyena berlari menuju lemari bajunya dan memilih sebuah pakaian untuk hari ini. Baekhyun berdekhem mengalihkan pandangannya kesamping. Entah kenapa ia jadi merasa salah tingkah sendiri.

“Berbalik!”

Seruan Hyena membuat Baekhyun kembali menatapnya. “Mwo? Kau akan berpakaian disini?” Tanya Baekhyun polos

“Tentu saja tidak! Ada sesuatu yang harus kuambil… cepat berbalik!” Hyena terlihat malu-malu saat berkata ‘sesuatu yang harus ku ambil’, sesuatu itu memang untuk keperluan wanita. Sangat memalukan jikalau Baekhyun melihatnya.

Baekhyun mengangguk pelan, Dengan secepat kilat ia berbalik. Kemudian Hyena langsung mengambil keperluannya dan berlari ke kamar mandi secepat mungkin.

· · ·

Hyena sudah siap akan pakaiannya, dan rambutnya kini ia biarkan tergerai karna masih basah. Ia memakai bedak tipis agar wajahnya tidak terlihat pucat.

Neneknya memanggil Hyena untuk segera sarapan, Hyena menyahut akan segera kesana saat ia selesai menyapukan bedak di wajahnya.

Saat ingin mengambil map hijau yang sering ia bawa di meja kecilnya, Baekhyun menarik tangan Hyena saat Hyena melalui dirinya. Hyena menatap Baekhyun sembari menggigit bibir bawahnya. Keduanya memang bungkam untuk berbicara akibat kejadian beberapa menit yang lalu.

Baekhyun berdekhem, “Apa aku boleh sarapan juga?”

Baekhyun menatap Hyena penuh harap. Perutnya sangat lapar sekarang.

“Nde? Apa kau lapar?”

Baekhyun mengangguk cepat. Dengan masih menggenggam tangan Hyena, Hyena menggaruk tengkuknya karna sekarang pasti Nenek tidak membuat porsi makan yang banyak.

“Aku kira kau tidak akan lapar karna kau adalah makhluk gaib.”

Baekhyun melotot. “Aku bukan malaikat yang tidak memiliki hawa nafsu.”

Hyena langsung melepas tangan Baekhyun saat mendengar ucapan tersebut. Keduanya kembali canggung.

“Kau tunggu disini, a-aku akan membawa makanan untukmu.”

Baekhyun mengangguk sembari tersenyum kecil. Perutnya akan terisi sekarang.

Hyena langsung beranjak pergi meninggalkan Baekhyun di dalam kamarnya. Ia menghampiri nenek yang sedang menyiapkan makanan untuk dirinya dan Paman. Dan juga untuk.. emm… Baekhyun.

Hyena mengambil nasi lebih banyak dari biasanya. Dan juga lauk pauk yang lumayan banyak. Nenek menatap Hyena heran.

“Kau yakin akan menghabisi itu semua?” Tanya neneknya.

Hyena tertawa kecil. “Tentu saja.”

Neneknya tertegun. Hingga pada saat ia teringat akan keadaan Hyena tadi malam dan pagi ini, ada banyak  perubahan… Nenek meneliti wajah Hyena kemudian terlonjak kaget.

“Astaga!” kaget Nenek Hyena dan  refleks menjatuhkan sendok yang ia pegang.

Hyena memandang neneknya khawatir. “Ada apa nek??”

“W-w-wajahmu..” Nenek Hyena tergagap

Hyena tersenyum mengerti. “Aaah ini.. hahaha bagaimana nek? Nenek kaget kan?”

Neneknya mengangguk.

“Ada seseorang yang menyembuhkan ku nek..”

“Siapa itu?”

“Aku ingin menceritakannya tapi hal ini terlalu mustahil.”

“Kenapa begitu?”

“Karena…. Ah! Aku makan dulu ya, aku ingin membawanya ke kamar karna banyak tugas yang belum aku selesaikan.”

Hyena mengambil dua buah sendok dan segelas air. Kemudian ia berjalan menuju kamarnya kembali.

Nenek merasakan ada hal yang janggal pada diri cucunya, kenapa ia makan sebanyak itu dan.. kenapa ia membawa dua buah sendok? Karna penasaran, Nenek memutuskan untuk mengintip kamar Hyena.

Namun, tidak ada satu orangpun yang ada di kamar Hyena. Dengan itu, nenek Hyena berusaha untuk berpikiran positif dan melanjutkan kegiatan makannya.

Di dalam kamar, Hyena meletakan piring yang berisi makanan dan segelas air. Ia menyuruh Baekhyun agar segera mendekat.

“Apa itu?” Tanya Baekhyun menunjuk lauk pauk yang ada di piring makanan.

Hyena menjawab, “Itu sup rumput laut, dan ini ikan laut. Paman ku yang mendapatkannya.”

Baekhyun mengangguk mengerti. “Sepertinya ini enak.”

Hyena tertawa. “Tentu saja. Makanan nenek ku memang selalu enak.”

Baekhyun terkekeh. “Apa kita makan sepiring berdua?”

“Kelihatannya seperti itu.” Hyena tersenyum.

Baekhyun pun mengangguk lalu mengambil sendok dan menyendokan nasi beserta lauk ke mulutnya. Ia bergumam “Ini enak,”

Hyena berucap, “Sudah kubilang kan. Bahwa masakan nenek ku selalu enak.”

Keduanya tertawa. Setelah itu mereka makan bersama-sama untuk mengisi perut dipagi hari.

· · ·

Setelah selesai makan, Hyena pun pamit pada neneknya untuk segera ke Kampus. Neneknya tidak bisa berkata apa-apa lagi karna masih tertegun akan wajah Hyena yang kembali bersih seperti semula. Paman-nya yang tidak tau menahu akan keadaan Hyena justru makan dengan tenang sampai makanannya habis.

Saat di perjalanan, Hyena berjalan kaki seperti biasanya, Namun ada sesuatu hal yang baru baginya sekarang. Ya, ada Baekhyun yang mengikutinya.

Hyena tidak bisa mengelak saat Baekhyun merengek ingin ikut dirinya ke Kampus. Menurutnya itu tidak merepotkan karna Baekhyun adalah makhluk gaib.

“Aku bisa saja terbang kalau diluar seperti ini.” ucap Baekhyun dibelakang Hyena.

Hyena tidak terlalu menanggapi ucapan Baekhyun. ia terus berjalan dengan cepat.

“Kita bisa saja terbang di udara.”

Hyena menghembuskan napas. “Ayolah Baekhyun. jangan ajak aku bicara. Nanti aku bisa telat.”

Hyena berjalan lebih cepat lagi. Tapi terhenti saat Baekhyun mencegahnya dan menarik tangannya untuk berhenti.

“Baekhyun!” geram Hyena.

Baekhyun menatap Hyena polos. kemudian ia menjentikan jarinya di depan Hyena. Hyena mengernyit bingung.

“Dengan begini kau tidak bisa dilihat siapapun kecuali orang yang mempunyai indera.”

Hyena semakin bingung. “Maksudmu?”

“Ayo terbang.”

“MWORAGO?! YAAAA!”

Hyena refleks berteriak karna ia dibawa terbang oleh Baekhyun keatas langit. Hyena gemetar, “APA YANG KAU LAKUKAN BAEKHYUN-AH??! KENAPA KITA BISA TERBANG SEPERTI INI??”

Baekhyun berusaha untuk menyeimbangkan tubuhnya dan Hyena agar tidak sampai terjatuh. Hyena sangat gagah di genggamannya sehingga membuat Baekhyun sedikit oleng.

“Diamlah. jangan banyak gerak seperti ini. kita bisa saja terjatuh!”

Hyena membelalakan matanya. “APA?! AAA BAEKHYUN-AH!! INI HAL YANG PERTAMA UNTUK KU!!”

“Iya aku tau! diamlah! jangan berteriak!”

Hyena langsung terdiam. Ia tidak berani lihat ke bawah karna pasti di bawahnya sangat menyeramkan. Mereka terbang lumayan tinggi agar cepat sampai ke Kampus Hyena.

“Kenapa kau mengajak-ku terbang?”

“Untuk menghemat waktu. dengan terbang, kita hanya butuh beberapa menit untuk sampai.”

“Benarkah? tapi ini terlalu ekstrim..”

“Kalau begitu kita turun.”

“J-jangan! biarkan seperti ini!”

Baekhyun tertawa.

“Kampus mu dimana?”

“Di jalan Gwangju. atapnya berwarna merah.”

“Yang mana? banyak atap berwarna merah disini. Hey, coba kau lihat ke bawah!”

“Tidak mau!”

“Ini tidak terlalu tinggi. Ayo lihat!”

“Kubilang tidak!”

“Baiklah. kita harus meluncur. pegang yang erat.”

Jantung Hyena berdegup tidak karuan. Badannya gemetar, melihat awan-awan yang terasa begitu dekat dengannya membuat Hyena ingin memekik ketakutan.

Ia berusaha untuk mencengkram tangan Baekhyun agar ia tidak terlepas. Sungguh, ini adalah hal yang mengerikan. lebih mengerikan dibanding dengan menaiki Gyro Swing di Lotte World.

Hyena tidak bisa berucap apa-apa lagi. Walau terbang pada kenyataannya memang sangat menyenangkan, tapi biar bagaimana pun, Ini dadakan. Tentu Hyena belum siap.

“Baekhyun-ah, apa kita sudah sampai?”

Hyena merasakan sekarang ia terbang tidak setinggi sebelumnya. ia merasa semakin turun dan turun.

“Sepertinya begitu.”

Hyena memberanikan diri untuk melihat kebawah. dan memang benar, Ini adalah jalan yang sering ia jalani untuk pergi ke Kampus.

“Butuh berapa lama jika kau berjalan dari sini ke Kampus-mu?”

“Mungkin sekitar 20 menit.”

“Lumayan. kita berhenti disini saja karna kekuatanku untuk membuatmu transparan hanya bertahan selama 20 menit.”

“Nde? itu berarti tinggal 10 menit lagi…”

“Benar sekali.”

Hyena menghela  napas. “Apa tidak bisa diperpanjang lagi?”  Hyena memandang Baekhyun penuh harap.

“Tidak. itu sudah ketentuan waktunya..”

“Oh, yasudah..”

Hyena berjalan dengan lunglai dan lesu. Baekhyun memandangnya heran.

“Ada apa denganmu? Kenapa berjalan seperti itu?” tanyanya

“Kaki ku terasa lemah untuk berjalan. Badanku juga gemetar. Mungkin ini efek karena kita terbang tadi..”

Baekhyun mengangguk paham. lagi-lagi ia menjetikan jarinya di depan Hyena.

“Dengan begini, badanmu akan terasa segar bugar.”

Hyena bengong. tapi benar apa yang dikatakan Baekhyun. Badannya terasa fresh. Ia bertepuk tangan kagum akan kekuatan Baekhyun

“Kau hebat.” puji Hyena. Baekhyun tersipu dan menganggap bahwa kekuatannya hanya biasa-biasa saja.

Setelah itu, mereka berjalan beriringan. jalan Hyena tidak terlihat lunglai lagi karna gemetar yang ia rasa sudah hilang.  Ia tersenyum di sepanjang jalan. Sampai saat sebuah mobil hendak menabrak mereka, Mereka langsung lari ke pinggir. Walau mereka makhluk transparan, Tapi kalau ditabrak dengan sebuah mobil, bukan berarti mereka akan menembus mobil tersebut seperti para makhluk gaib lainnya.

Ketika sang pemilik mobil ke luar, Hyena terperanjat karna pemilik mobil tersebut adalah Kim JongIn. ia terlihat acak-acakan dan samrawut.

“Kim JongIn…” Gumam Hyena pelan.

Baekhyun menoleh kearahnya, “Kau kenal dia?”

Hyena mengangguk.

Tetapi, ada hal yang janggal. Kai seperti menyadari keberadaan Hyena. Ia menatap lekat Hyena dengan pandangan sendu.

“A-ada apa ini? K-k-kenapa dia bisa menatapku seperti… itu?”

Baekhyun memandang Hyena dan Kai bergantian. Kai memang seperti dapat melihat Hyena, Baekhyun mengernyit bingung.

“Sekarang apa sudah 10 menit?”

tiba-tiba Baekhyun teringat akan jangka waktu kekuatannya. Mungkin jangka waktu Hyena telah habis atau memang Kai memiliki indera sehingga dapat melihat mereka.

Hyena gelisah. “Sudah 10 menit! Aaaah pantas saja! Ayo kita lari!”

Andai Kai dalam kondisi sadar sekarang, mungkin ia heran karena melihat Hyena berbincang sendirian. Tapi beruntung untuk Hyena, karna Kai sedang dalam pengaruh alkohol. dan Kai pasti melupakan kejadian ini setelah ia sepenuhnya sadar.

· · ·

Hyena berlari sangat cepat. kenapa ia tidak menyadari bahwa waktu transparant-nya terbatas? Ia mengutuk dirinya sendiri. pasti Kai akan menilainya aneh karna berbicara sendirian. Tapi, sebenarnya ia tidak akan perduli akan hal itu.

Baekhyun dengan enteng terbang di belakang Hyena, sedangkan Hyena masih berlari cepat. Keringat pun bermunculan di pelipis Hyena.

“B-Baekhyun, K-kenapa kita… bisa… bertemu… dengan JongIn?” napas Hyena yang tersengal membuat perkataannya terputus-putus. Hyena berhenti berlari karna ia sudah tidak sanggup lagi.

Baekhyun mengangkat bahunya tanda tidak tahu.

Hyena menghembuskan napasnya kasar. “Aish. dia pasti menganggapku aneh!”

Baekhyun tertawa kecil. “Salah kau sendiri. kenapa berhenti dan menatapnya lekat.”

Hyena mendengus. “Aku kan tidak menyadari kalau kekuatanmu telah menghilang.”

“Maka dari itu sadarilah.”

“Mana bisa! Sudah aku bilang aku tidak sadar!”

Hyena berjalan sembari menghentak-hentakan kakinya karna merasa kesal dengan Baekhyun. Hyena seperti anak kecil yang sedang merajuk karna tidak dibelikan ice cream.

Baekhyun tertawa pelan melihat tingkah laku Hyena.

Saat telah sampai di Kampus, Hyena menjadi pusat perhatian karna mahasiswa maupun mahasiswi ingat kalau wajah Hyena penuh akan lebam dan luka kemarin pagi. tapi kenapa sekarang luka dan lebam itu menghilang selama 1 malam?  Itu hal yang mustahil.

Ketika hendak menaiki tangga, Mahasiswi yang menampar Hyena kemarin ada didepan Hyena dengan pandangan sinis. Hyena ikut memandangnya sinis. Biar bagaimanapun, mahasiswi inilah yang telah membuatnya terluka.

“Kau memang anak seorang dukun.”

Hyena terkejut. begitu pula dengan Baekhyun. Hyena semakin memandang sinis mahasiswi tersebut

“Bagaimana bisa luka lebam mu hilang selama 1 malam? Itu hal yang mustahil bukan?”

Hyena memilih untuk diam. Ia ingin mendengar sampai mana mahasiswi ini akan berceloteh di hadapannya.

“Hal seperti itu tidak akan mustahil jika yang menghilangkannya adalah seorang dukun. ah, pantas saja. Sehun dan JongIn menjadi mendekatimu karena kau jampe-jampe mereka dikarenakan kau anak seorang dukun!!”

Baekhyun melotot. yang menghilangkan luka lebam tersebut adalah dirinya. Ia tidak terima disebut dukun oleh mahasiswi ini. karena marah, Baekhyun hendak mendorong siswa tersebut tapi tangan Hyena menghalangnya karna Hyena lebih dulu menampar pipi mahasiswi tersebut.

PLAK!

Suasana menjadi tegang karna Hyena dengan berani menampar pipi mahasiswi itu.

Baekhyun ternganga.

“Jaga mulutmu. kau tidak tau akan siapa ibuku jadi kau jangan sok tau  dan berani berkata bahwa aku anak seorang dukun!! dan Aku tidak menjampe-jampe JongIn maupun Sehun karna aku tidak mengenal mereka!! lagi pula darimana kalian mengambil kesimpulan bahwa aku menjampe-jampe mereka agar mereka mendekatiku? Aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh semacam itu karna nenek-ku tidak pernah mengajarkan hal semacam itu!! Kalian heran kenapa wajahku kembali seperti semula, hm? Kalian ingin tau kenapa wajahku kembali seperti sediakala?! Itu berarti kalian ingin tau tentang diriku. minggir!”

Hyena menyenggol  bahu mahasiswi itu karena mahasiswi itu menghalangi jalannya. Mahasiswi itu terlihat sangat marah. ia menatap Hyena dengan tatapan membunuh.

Baekhyun takjub akan tindakan Hyena. melawan memang sangat bagus untuk Hyena karna ia memang sedang terpojok-ki.

Sesampainya di kelas. tulisan di meja kecil Hyena belum juga hilang. Hyena menatapnya dengan tatapan lirih kemudian ia menutupnya dengan ransel-nya sebelum Baekhyun melihat.

“Aku sudah melihatnya. jangan di tutup-tutupi.”

Begitu mendengar ucapan Baekhyun, Hyena hanya bisa tertawa renyah.

“Aku bisa menghilangkannya.”

Hyena memandang Baekhyun seolah bilang, Benarkah?

Baekhyun mengangguk pasti lalu ia menjentikan jarinya ke meja Hyena. Satu detik kemudian, tulisan yang menyakitkan itu hilang. dan meja kecilnya bersih seperti semula.

Hyena bertepuk tangan lagi untuk Baekhyun. Baekhyun sangat membantunya hari ini.

“Kau hebat. Kau sangat membantu, Gomawo Baekhyun-ah..”

TBC

Note’s : Bagaimana chapter 2-nya? masih membingungkan? menurutku masih membingungkan -_- tapi nanti aku usahain buat diperjelas lagi. hahaha xD

Nah, Baekhyun udah nongol nih. wkwk posternya jga udah ganti xD maaf gabagus. soalnya masih pemulaa, dan maaf juga buat poster yang sebelumnya karna waktu itu aku kira JongIn. ternyata Suho =.= dan terimakasih yang udah comment ff aku 😀 thankyou for reading chingu-ya!

dan buat salah satu readers yang belum sempat aku bales komenannya, buat masalah pov, aku lebih suka make pov author ato make pov orang kedua 🙂 bukan kaya misalnya ditulis pov Baekhyun, pov Kai, pov Sehun karna menurutku itu kurang menarik D: jadi di ngerti-ngertiin aja yaa

[Lets comment 😀 ini agar aku semakin semangat ngelanjutinnya dan semakin cepat ngirim ff-nya! Hehe]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

13 pemikiran pada “Sprite Boyfriend (Chapter 2)

  1. ngakak pas baca bagian “Darimana kau berasal? Kenapa kau tiba-tiba muncul di jendelaku?”
    “Aku tersesat.”
    next chap ditunggu jgn lama2 ya^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s