Revenge Of The Psychopat (Prolog)

Revenge Of The Psychopat

 (Prolog)

Author                         : Nurfadeer @nurfa_chan

Genre                          : Psychology, Gender Bender,Angst, Romance, Death Fic.

Main Cast                    : Xi Luhan, Wu Fan

Supporting cast           : Member EXO, Yuri (Girl Generation)

Rate                             : NC-17

Length                         : Multichapter

WARNING

FF ini berisikan kekerasan, adegan diatas 17 tahun yang dijelaskan secara detail, dan beberapa hal yang tidak patut dicontoh lainnya.

FF ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk menjelekkan salah satu member EXO.

Author ngingetin lagi, tolong baca warning ini sebelum membaca FFnya. Lebih detail dimana adegan 17 tahun ke atas, author letakkan dichapter 2, 3 dan 5. Bagi yang tidak suka, belum cukup umur (termasuk author) bisa langsung tekan back.

Jika ada kesamaan ide, harap maklum. Mohon Kritik dan saran. 😀

Happy reading!

Seorang laki-laki bertubuh besar berdiri di sudut lapangan. Sambil mengepulkan asap rokoknya, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Sampai akhirnya matanya tertuju pada satu anak yang lebih mencolok dari yang lain.

Dilihat dari sekilas pun, sudah kentara perbedaannya. Tinggi badan di atas rata-rata anak seumurannya, wajah orientalnya membuatnya terlihat sangat istimewa. Laki-laki itu mengedarkan pandangannya

sekali lagi, setiap ayah di sekitar lapangan itu bukan terfokus memandang anak masing-masing malah secara terang-terangan melihat kearah anak yang diamatinya. Ia tersenyum tipis.

“Maaf. Anda menginjak karpet saya,” suara dari samping membuatnya mundur selangkah.

“Ah, ya. Saya yang minta maaf.” Akhirnya laki-laki itu menyadari, perempuan muda itu adalah satu-satunya perempuan di sana. Mengamati anak yang diamatinya.

Ia menghembuskan nafas. “Anak kecil itu mencuri kasih sayang orang tua mereka,” ia menunjuk anak itu.

“Itu anakku. Kris namanya.” Perempuan itu mengakhiri kalimat singkatnya dengan tersenyum. Laki-laki di sampingnya menggaruk tengkuknya, antara malu dan tidak enak hati. Sementara pembicaraan itu terus berlanjut, sesuatu yang disebut takdir akan menarik ibunya dan Kris pada sesuatu yang tidak pernah diinginkan siapa pun.

.

.

.

Hujan menggedor setiap jendela rumah Kris. Memekakkan telinga dan harusnya membuat Kris kecil berada di pelukan ibunya sekarang. Tapi nyatanya ia berada di ambang pintu, menatap drama kekerasan yang bahkan tak membuatnya berkutit ketakutan.

Rasa sakitnya masih terasa. Tapi entahlah, Kris kecil menarik sudut bibirnya menjadi seringai.

Ibunya tengah mengulangi pertanyaan yang sama pada ayah tirinya sambil menggenggam pisau dapur dengan gemetar.

“Aku melakukan apa, huh? Letakkan pisau itu sekarang!”

“Ck, tidak bisa. Kau harus bertanggung jawab atau kau akan mati!” ibunya nyaris berteriak.

“Dasar wanita keras kepala.” Ayah tirinya maju dengan hati-hati kearah ibunya. Berusaha menghindari mulut pisau yang diacungkan ibunya berkali-kali. “Letakkan pisau itu atau aku akan membunuh kalian berdua!” gertaknya lagi. Secepat Kris kecil berkedip, tangan ayah tirinya terjulur, mencekik leher ibunya yang terbatuk. Tapi pisau itu masih erat tergenggam.

Ibunya memejamkan mata. Meletakkan satu tangannya di atas punggung tangan yang melingkari lehernya. Ia sudah memantapkan niatnya. Tak perlu ada pertimbangan apa-apa lagi. Ibunya melirik Kris kecil yang mematung di pintu dengan cepat, kemudian beralih lagi ke laki-laki di depannya.

Crash!

Sebilah pisau itu sudah mengayun, menembus kulit dan merobek perut laki-laki di depannya. Darah mengucur deras, membasahi mantel yang membalut tubuhnya.

Crash!

Kembali sebuah darah mengucur deras. Ibu Kris menggerakkan pisaunya ke sembarang tubuh ayah tirinya. Merah pekat, berbau amis.

Ayah tirinya terhuyung ke lantai. Merangkak pergi sambil memegangi bagian tubuhnya yang berlubang. “He-hentikan! Aku minta maaf. Aku minta maaf!”

Langkah kaki ibu Kris menggema di sela-sela hujan dan kilat yang mencari-cari sesuatu untuk di sambar di luar. Kris kecil yang berada di ambang pintu mengalihkan pandangannya pada ayah tirinya yang sedetik kemudian menarik kaki ibunya.

BRAK

Ibunya terjatuh ke lantai dengan keras. Menyebabkan salah satu pelipisnya berdarah.  Kemudian ayah tirinya menyambar pisau dengan cepat, meniban tubuh ibunya.

Crash! Crash! Crash!

Tubuh itu bagaikan saluran air yang bocor, mengucur deras tanpa dibendung. Tubuh kedua orang tuanya beralirkan darah segar. Anehnya, bau darah itu membuat Kris kecil ingin maju dan menciumnya lebih dekat. Merasakan pekatnya bila tercicipi lidah. Dari bawah kakinya, ia melihat dua orang itu terbujur kaku.

Isi perut ibunya keluar, membentuk sebuah lubang besar yang terpampang jelas. Keadaan ayah tirinya tak terlalu berbeda jauh. Kris kecil menarik laci, mengambil sebuah gunting dari sana. Ia mendekatkannya ke batang kejantanan ayahnya.

KRAK

.

.

.

Angin musim gugur menampar keras wajah tegasnya. Serasa waktu berjalan lamat-lamat, membuat gerakan terasa benar-benar diperlambat. Kris berdiri tertegun di tengah jalan, merasakan aliran angin bergerak di sampingnya.

Seorang gadis berlari melawan angin, terdengar tadi suara laki-laki yang mungkin memanggil namanya. Dari tubuhnya menguarkan aroma khas yang tak bisa ia ingat apa. Satu kakinya menginjak tanah, sedang satunya tergantung di udara−bersiap berlari.

Sesaat, gadis itu menoleh kearahnya. Cukup cepat hingga membuatnya nyaris berlari untuk mengejar gadis itu lagi. Ada yang sangat mencolok dari gadis itu. Ia, entah bagaimana bisa mirip dengan ibunya.

“Kriiiis!”

Teriakan tiba-tiba itu memecah semuanya. Saat ia menoleh ke depan, gadis itu tengah memunggunginya dengan tangan tergenggam oleh laki-laki lain. Rambutnya mengombak tertiup angin.

Saat ia berbalik lagi, nampak wajah laki-laki lain di depannya tengah tersenyum. Beberapa pejalan kaki dan pemuda manis yang tidak tahu diri membaca majalah sambil berjalan.

“Kita pergi, Tao!”

Sambil menyembunyikan seringai dibibirnya, Kris berpikir untuk menemukan gadis itu lagi. Yang entah hanya akan jadi santapannya atau mungkin, tanpa diketahuinya, gadis itu akan merubah segalanya. Hidupnya tidak pernah sama lagi.

TBC

 

37 pemikiran pada “Revenge Of The Psychopat (Prolog)

  1. Iiiiiihhh sgt mnyeramkan,,krna KDRT Kris brubah mnjdi psyco… Anak skcil itu mlihat tindk kkerasan d dpn mata,,krn kjdian itu mmbuat trauma trsndri utk Kris..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s