My Adorable Ghostgirl (Chapter 1)

adfdhgk

Title: My Adorable Ghostgirl

Main Cast: Oh Se Hun (EXO), Yoon Cheon Sa (OC)

Supported Cast: Luhan (EXO), and the others will appear soon

Author: Ahra storyline

Rating: PG-16

Genre: Romance, Fantasy

Length:  Multi Chapter

Disclaimer: All the cast belongs to the God, their agency and family. Author just borrow them. Don’t bash and good readers are welcoming.

Summary: Yoon Cheon sa adalah seorang gadis berusia 18 tahun yang mengalami kecelakaan saat ia berusaha melarikan diri dari pertunangannya dengan seorang namja berusia 19 tahun bernama Oh Se Hun. Kecelakaan itu lalu membuatnya terbaring koma selama beberapa bulan dan roh dari gadis itu mulai pergi dari tubuhnya dan tinggal di sebuah apartemen milik seorang namja yang bisa melihat wujudnya yang tak lain merupakan calon tunangannya sendiri, Oh Se Hun.

 

 

Chapter 1

Author’s Point Of View

Salju mulai turun di Seoul. Tepatnya pada tanggal 2 Desember 2013. Hari dimana seorang gadis bernama cheon sa harus bertunangan dengan namja yang sama sekali tidak dikenalnya.

Namun ia berusaha lari dari semua itu. Di tengah salju yang tengah turun, kini ia berlari dengan menggunakan dress putih selutut yang akan dikenakannya saat acara pertunangan nanti. Tak dihiraukannya rasa dingin yang tengah menusuk hingga ke tulangnya. Ia menangis dan membiarkan riasan di wajahnya luntur. Ia sama sekali tidak peduli dengan semua itu. Yang ia pikirkan kini ialah ia harus menolak pertunangan itu.

Melarikan diri mungkin satu diantara ratusan cara yang mungkin dilakukan oleh Cheon sa meskipun ia kini sama sekali tak tahu kemana kedua kakinya akan pergi melangkah. Ia sama sekali tak tahu kemana ia akan pergi.

Tanpa disadari Cheon sa, ia menyeberang jalan raya itu tanpa memperhatikan sisi kiri dan kanannya. Ia terus berlari dan sebuah mobil nampak melaju ke arahnya. Sorot lampu mobil itu menyilaukan mata cheon sa saat ia menoleh ke sampingnya.

Semuanya terjadi begitu cepat, bahkan sebelum cheon sa mampu menghindar. Ia hanya bisa terpaku di tempatnya dan membiarkan mobil itu menabrak keras tubuhnya dan membuatnya terkapar di jalan raya dengan kepala yang bersimbah darah.

Sementara itu, orang-orang di sekitarnya berlari ke arahnya dan terkejut saat melihat seorang gadis muda tengah tergeletak dengan kepala yang bersimbah darah. Cheon sa tak sadarkan diri. Dress putihnya ternoda darah dan salju disekitarnya pun tak berwarna putih lagi.

“ya! Cepat panggil 911! Panggil ambulans!” teriak seseorang. Beberapa dari orang-orang itu lalu menelepon 911 dan tak lama setelah itu ambulans pun datang dan membawa gadis itu ke rumah sakit.

“benarkan kata ku? Dia saja menghilang, berarti dia juga menolak pertunangan ini, appa” seorang namja bernama sehun nampak melepas jas putih yang sedari tadi digunakannya. Ia melonggarkan dasinya dan duduk di salah satu kursi di ruang makan.

“tidak mungkin, Sehun-ah, dia sudah mengatakan pada eomma dan appa nya kalau dia setuju dengan pertunangannya dengan mu, mungkin dia hanya sedang ada masalah” ujar eomma.

“eomma, appa, tidakkah sebaiknya pertunangan ini di batalkan saja? “ ujar sehun pada eomma dan appa ny.

“tidak akan, sehun-ah. Tidak akan pernah. Eomma dan appa sudah menjodohkanmu dengan yeoja itu sejak kau masih kecil. Dan kami memutuskan untuk mempertemukan kalian saat ini” ujar appa sambil mengambil segelas air minum dihadapannya.

“appa, eomma, bagaimana aku akan menyukainya jika aku saja belum pernah bertemu dengannya, aku pun belum mengenalnya sama sekali” sanggah sehun. Ia meraih gelas di hadapannya dan meminum air mineralnya.

“kau pasti bisa, sehun-ah. Kalian hanya harus saling beradaptasi” ujar eomma.

“aku pergi dulu,” sehun meraih jas putihnya dan mengambil kunci mobilnya yang ada di atas meja.

“kau mau kemana, sehun-ah?” tanya appa.

“pulang ke apartemen” jawab sehun singkat tanpa menoleh pada eomma dan appanya.

“wae? Eomma kira kau akan menginap disini” ujar eomma dengan nada terdengar kecewa.

“shirreo” sehun melangkahkan kakinya keluar rumahnya dan meninggalkan eomma dan appanya yang hanya bisa menghela nafas berat saat melihat sikap anaknya yang begitu keras kepala itu.

Sehun masuk ke dalam mobilnya dan segera  melaju ke apartemennya. Sehun tinggal berbeda tempa t dengan eomma dan apanya. Ia sudah 19 tahun dan ia pikir ia sudah cukup dewasa untuk tinggal sendiri dan tidak merasa terkekang oleh eomma dan appanya. Tapi, rupanya ia salah. Dengan tidak tinggal satu rumah dengan eomma dan appanya pun ia masih bisa diatur-atur oleh eomma dan appanya. Seperti masalah pertunangan kali ini.

Sehun memutuskan untuk menuju rumah sakit yang terletak di cheondamdong. Ia memutuskan untuk bertemu dengan hyungnya dulu, Luhan, yang merupakan dokter muda di rumah sakit itu.

Terkadang, eomma dan appa sehun terlalu berpatokan terhadap luhan, hyungnya. Eomma dan appa nya ingin Sehun menjadi seperti hyungnya. Luhan Hyung adalah sosok berprestasi dalam segala bidang. Ia adalah lulusan Harvard university of Medical department. Selain itu, Luhan hyung juga mendapat berbagai penghargaan, ia juga merupakan seorang siswa yang pernah melakukan pertukaran pelajar ke Inggris. Ia juga mampu menganalisis masalah dalam bidang bisnis dan ekonomi, oleh karena itu, Luhan hyung bisa dipastikan menjadi pewaris perusahaan appa nya kelak.

Sehun mengerutkan keningnya saat ia melihat ada sedikit kemacetan didekatnya. Orang-orang nampak bergerombol di depan nya.

“mwoya? Ada kecelakaan?” gumam sehun. Ia memutuskan untuk tidak turun dari mobilnya dan menunggu kemacetan itu berakhir.

“yeoja itu berlari dari arah sana, kulihat ia sedang menangis dan mungkin ia tidak memperhatikan jalan dan ia tertabrak disini” ujar seseorang yang mungkin merupakan seorang saksi mata dari kecelakaan itu.

“berapa kira-kira umurnya?” tanya seorang polisi yang sedari tadi sibuk menanyakan perihal itu.

“umurnya sekitar 18-19 tahun. Gadis itu sangat cantik dan masih sangat muda” ujar orang itu lagi.

“apa ada benda milik korban yang terjatuh disini?” tanya polisi itu lagi.

“ah ne, saya menemukan tas kecil ini. mungkin di dalamnya ada dompet dan kartu identitas nya. Saya tidak tahu pasti karena saya belum membukanya sama sekali” ujar orang itu sambil menyerahkan sebuah tas kecil berwarna putih yang dipastikan adalah tas milik gadis yang tertabrak itu.

“aigoo, ada apa dengan orang jaman sekarang? Mereka frustasi lalu mencoba bunuh diri dengan menabrakan diri? Konyol sekali” gumam sehun di dalam mobil. Ia masih menunggu kemacetan itu reda dan setelah beberapa saat lamanya akhirnya ia bisa kembali melajukan mobilnya ke rumah sakit tempat hyungnya.

Cheon sa terduduk di sebuah kursi di koridor UGD. Ia menelungkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Ia menangis. Terlebih saat ia melihat dirinya sendiri yang dilarikan ke rumah sakit dan masuk ke UGD.

Fakta menyakitkan yang harus ia terima ialah, ia kini diambang kematian. Jiwanya telah terpisah dari tubuhnya dan kini ia hanya bisa mengambang diantara dua kemungkinan. Ia masih akan hidup atau dia akan mati.

Ia menyadari hal itu saat ia terus menanyakan segala hal yang mengusik pikirannya pada orang-orang yang disekitarnya, namun tak ada satupun dari mereka yang mendengarnya. Seolah-olah semua orang disekitarnya tak menyadari bahwa cheon sa ada di dekat mereka.

Tangis cheon sa semakin pecah saat ia kembali mengingat bagaimana keadaannya tadi. Kepalanya bersimbah darah dan nampak beberapa memar di bagian tubuhnya yang lain akibat benturan. Ia juga melihat pakaiannya yang sudah bersimbah darah dan hal itu semakin membuat cheon sa takut.

“apa yang akan terjadi padaku?”  gumam cheon sadi dalam tangisannya. Satu lagi kekhawatiran yang datang adanya, ia khawatir tentang perasaan eomma dan appanya jika mereka mengetahui kejadian yang tengah menimpa pada anak mereka satu-satunya.

“Hyung!” Sehun masuk ke ruangan Hyung nya namun ia sama sekali tak mendapati  hyungnya di dalam ruangannya. Ruangan itu kososng tanpa ada seorang pun di dalam sana. Sehun lalu hanya memutuskan untuk duduk sambil menunggu kedatangan Hyungnya. Mungkin hyungnya sedang memeriksa kondisi pasien lain.

“anda mencari siapa?” seorang suster lalu datang dan menegur Sehun. Sehun menolehkan kepalanya pada suster itu dan tersenyum simpul padanya.

“saya sedang mencari Dr. Luhan, apa anda melihatnya?” tanya sehun pada suster itu.

“Dr. Luhan sedang menangani pasien baru. Dr. Luhan sedang berada di UGD sekarang” ujar suster itu.

“ah jinjja, apakah akan lama?”

“geuresseyo, saya tidak yakin. Mungkin, karena biasanya operasi itu memerlukan waktu yang cukup lama” ujar suster itu.

“ah begitukah, kalau begitu, saya pikir saya pergi saja, kamsahamnida” ujar sehun sambil membungkukkan badannya sedikit pada suster itu dan beranjak keluar dari ruangan hyungnya.

“aish,padahal ada hal yang ingin kuceritakan padanya, dia selalu sibuk saat aku sedang ingin menceritakan sesuatu padanya” keluh Sehun.

Sehun berjalan melalui ruang UGD tempat hyungnya sekarang berada. Ia melihat ke arah koridor UGD itu. Nampak sepi dan hanya ada seorang gadis yang tengah menangis tersedu-sedu sendirian. Gadis itu nampak menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya.

Sehun berjalan mendekati gadis yang tengah menangis itu. Gadis itu lalu menghentakkan kakinya hingga high heelsnya terlepas dari kakinya dan jatuh tepat di hadapan kaki Sehun.

Sehun memungut high heels gadis itu dan berjalan mendekatinya. Sehun lalu duduk di samping gadis itu dengan hati-hati.

“agasshi,” tegur sehun. Gadis itu masih terdengar menangis dan tidak menolehkan kepalanya sama sekali pada Sehun.

“agasshi, kau melemparkan sepatumu” ujar Sehun.

Gadis itu menghentikan tangisnya dan perlahan ia menjauhkan telapak tangannya dari wajahnya. Perlahan ia mulai menolehkan wajahnya ke arah Sehun dan menatap namja itu.

“kau melemparkan sepatumu, yeogi” Sehun memperlihatkan high heels itu pada gadis itu. Gadis itu lalu mengalihkan pandangannya pada high heels nya yang masih berada ditangan Sehun.

“neo..” ujar gadis itu.

“wae?” tanya sehun bingung.

“kau.. kau bisa.. melihatku?” tanya gadis itu dengan hati-hati.

“ya, agasshi, tentu saja. Mengapa tidak. Aku tidak buta, agasshi” ujar Sehun yang terus berusaha menahan tawanya.

“jinjja?” tanya Cheon sa.

“ya, ada apa dengan mu, agasshi, ah ne, aku Oh Se Hun” ujar Sehun sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan gadis itu.

Gadis itu menatap uluran tangan sehun di udara. Ia masih ragu, apakah ia mampu menjabat tangan itu.

Perlahan tangan gadis itu terangkat dan menyambut tangan Sehun, “Yoon Cheon Sa imnida” ujar gadis bernama Cheon sa itu. Sehun sedikit terkejut saat gadis itu menjabat tangannya.

“ya, cheon sa-ssi, tangan mu dingin sekali. Sekarang sedang musim dingin dan kau hanya menggunakan dress itu tanpa mantel, ya, kau hebat sekali” ujar Sehun.

Cheon sa terdiam. Ia tidak sedang dalam mood baik untuk tersenyum. Tak lama setelah itu, pintu ruangan UGD itu terbuka dan keluarlah Luhan Hyung bersama dengan asisten dokter dan suster-suster lainnya.

“hyung!” sapa Sehun. Ia berdiri dari tempatnya dan segera menghampiri hyungnya yang baru saja keluar dari ruang UGD.

“ya! Sehun-ah, kau disini? Bagaimana dengan pertunanganmu? Apakah berjalan lancar? Ya, maafkan aku karena aku tidak bisa datang ke pertunangan mu karena aku sangat sibuk. Bahkan hari ini aku sedang mendapat pasien baru. Dia gadis yang masih muda dan sangat cantik, tapi ia harus mengalami koma karena benturan yang terlalu keras dan mengganggu kinerja otaknya” ujar Luhan hyung. Sehun hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan hyungnya.

“eoh, apakah pasien di dalam itu adalah keluarga gadis disana itu? Sehun menunjuk seseorang di belakangnya tanpa berusaha menoleh ke belakang. Sementara itu, Luhan hyung hanya bisa mengerutkan keningnya bingung.

“nugu?” tanya luhan hyung bingung.

“gadis itu, dia.. eoh dimana dia?” Sehun menoleh ke belakang dan ia sama sekali tak mendapati gadis bernama Cheon sa itu.

“nuguya?” tanya luhan hyung.

“tadi dia ada di sana, dia duduk di kursi itu sambil menangis. Kukira ia adalah keluarga gadis yang kau operasi di dalam, hyung” jelas Sehun.

“tapi setahuku gadis ini hanya sendiri. tak ada keluarga yang datang bersamanya karena ia adalah korban tabrak lari. Identitasnya pun belum diketahui dan sekarang polisi sedang berusaha mengetahui identitas dan keluarganya” jelas Luhan hyung.

“ya, hyung. Jelas-jelas aku sedang berbicara dengan seseorang di koridor ini. mana mungkin aku salah, lagipula, tidak mungkin kan kalau aku berbicara dengan..hantu?” tanya Sehun pada dirinya sendiri.

“ya! Hyung ingin istirahat dan kembali ke ruangan. 1 jam lagi aku akan kembali melakukan pemeriksaan pada pasien itu. Kau mau ikut ke ruangan ku?” tawar Luhan hyung.

Sehun menggeleng, “ani, kupikir sebaiknya aku harus segera kembali ke apartemen ku, aku terlalu bingung hari ini. banyak hal-hal aneh terjadi, baiklah hyung, na ka!” Sehun melambaikan tangannya pada Luhan Hyung dan berjalan keluar dari rumah sakit itu dan masuk ke mobilnya dan a segera melaju ke apartemennya.

“Dimana anak itu? Kenapa ia belum pulang juga? “ appa cheon sa nampak khawatir dengan anak perempuan satu-satunya itu yang sampai sekarang belum kembali pulang ke rumahnya.

“sudah kau hubungi handphonenya?” tanya eomma Cheon sa pada appa cheon sa. Appa cheon sa mengangguk.

“aku sudah mencobanya, tapi handphonenya tak bisa dihubungi” ujar appa cheon sa.

Tak lama setelah itu, ponsel appa cheon sa berdering. Sebuah nomor yang tak dikenali appa cheon sa masuk di handphonenya.

“yoboseyo, nuguseyo” ujar appa cheon sa.

“dengan keluarga Yoon?” tanya orang di seberang telepon.

“ne, benar. Ada apa? Dengan siapa ini?” tanya ppa cheon sa tak sabaran.

“Putri anda yang bernama Yoon Cheon Sa mengalami kecelakaan. Ia korban tabrak lari pada jam 10 pagi tadi. Sekarang ia sedang dilarikan ke Rumah sakit di Cheondamdeong” pernyataan dari orang di seberang telepon segera membuat appa cheon sa shock.

“Mworago??”  Appa Cheon sa membelalakan kedua matanya sempurna. Ia menatap istrinya yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.

“ada apa? Apa itu Cheon sa?” Eomma cheon sa mulai terlihat khawatir. Ia terus enerus melemparkan pandangan penuh tanda tanya pada suaminya itu.

“kita harus segera ke rumah sakit, Cheon sa mengalami kecelakaan” Tanpa membuang waktu,Appa cheon sa segera mengambil kunci mobilnya yang ada diatas meja dan ia segera mengajak istrinya untuk pergi ke rumah sakit di Cheondamdeong tempat Cheon sa dilarikan.

Sehun masuk ke apartemennya dan segera menuju ke dapur untuk meminum segelas air. Entah mengapa hari ini menurutnya adalah hari yang aneh. Ia masih penasaran dengan gadis yang ia temui di rumah sakit tadi.

Sehun membuka kulkasnya dan ia menghentikan kegiatannya sejenak saat ia merasakan ada sesuatu yang mengikutinya. Sehun menoleh ke belakang. Tak ada siapa-siapa disana.

“kenapa aku merasa ada seseorang disini?” gumam Sehun. Ia mengedikkan bahunya dan kembali melanjutkan aktifitasnya.

Sehun berjalan menuju kamarnya. Ia melonggarkan dasi nya dan melepaskannya. Ditatapnya jam dinding yang ada dihadapannya. Jam 4 sore. Waktu begitu cepat berjalan hari ini , batin Sehun.

Sehun kembali merasakan adanya seseorang di apartemennya. Sehun menolehkan kepalanya dan memandang ke sekliling ruangannya. Nihil. Tak ada siapa-siapa di tempatnya.

“aneh sekali” gumam Sehun. “Aku harus mandi, mungkin setelah itu aku baru bisa berpikir jernih” ujar Sehun. Ia lalu beranjak ke kamar mandinya dan membiarkan semua pikiran aneh itu.

“Cheon sa-ya!!” eomma Cheon sa segera memeluk tubuh anaknya yang masih terbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidurnya. Eomma Cheon sa semakin miris saat ia mendapati kondisi anaknya kini. Kepala Cheon sa diperban dengan perban putih dan ia mengenakan respirator yang menutupi sebagian wajahnya untuk membantunya bernafas. Terlihat beberapa memar akibat benturan di lengan Cheon sa.

“Apakah ia akan segera sadar, Dokter?” tanya appa Cheon sa pada dokter yang menangani Cheon sa yang tidak lain adalah Dr. Luhan.

“saya memperkirakan bahwa ia akan sadar dalam waktu 1-2 bulan. Ia mengalami benturan keras di kepalanya dan mengganggu kerja otaknya. Oleh karena itu, ia mengalami koma seperti ini” jelas Dr. Luhan.

Eomma cheon sa teerus menerus menangis dan mengelus rambut Cheon sa dengan lembut. Ia masih tak percaya apa yng tengah terjadi pada anaknya kini. Anaknya satu-satunya yang masih sangat muda harus mengalami rasa sakit seperti ini.

“Dokter, tolong lakukan yang terbaik bagi anak kami, butakhaeseumnida” ujar Appa Cheon sa yang akhirnya tak bisa menahan air mata nya agar tak terjatuh.

“ne, saya akan meakukan yang terbaik agar anak anda segera sadar dan kembali sehat” jawab Dr. Luhan.

“kamsahamnida, Dokter” Appa cheon sa membungkukkan badannya pada Dokter muda itu dan dibalas Dr. Luhan dengan bungkukkan pula.

“Ne, kalau begitu, saya akan keluar dulu. Jika ada sesuatu, panggil saja saya dan tekan tombol itu.” Ujar Dr. Luhan sambil menunjukkan sebuah tombol yang berada tepat di atas tempat tidur Cheon sa. Appa dan eomma Cheon sa mengangguk dan tersenyum pada dokter Luhan dan tak lama setelah itu, Dokter itu keluar dari kamar inap Cheon sa.

Sehun keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang segar. Ia kini merasa sedikit lebih baik. Ia kembali menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah lima sore.

Sehun membuka lemari bajunya dan mencari sebuah sweater  untuk dikenakannya. Ia lalu pergi menuju ruang tengah untuk menonton TV, namun langkahnya terhenti saat ia mendapati seorang gadis tengah duduk di sofa di ruang tengah itu.

“Nugu..seyo?” tanya Sehun. Seingatnya, tak ada yang tahu password apartemennya kecuali eomma, appa dan hyungnya. Tak ada orang lain lagi yang mengetahui password apartemennya.

Gadis itu menoleh dan tersenyum pada Sehun. Saat itu pula Sehun terkejut dan membelalakan matanya saat ia mengenali siapa gadis itu. Gadis itu adalah gadis yang ia temui di koridor ruang UGD di rumah sakit tempat Luhan Hyung nya bekerja. Gadis yang mengaku bernama Yoon Cheon Sa.

“w-wae, n-neo? Kenapa.. kau bisa masuk ke apartement ku? Kena-pa?” Sehun nampak terbata-bata saat menanyakan hal itu pada gadis bernama Cheon sa itu. Sebuah asumsi aneh dan tidak masuk akal kembali menghampiri pikirannya. Dan berkali-kali pula ia mencoba untuk berkilah dari asumsi itu. Apakah gadis ini punya kekuatan superpower seperti teleportasi? Ataukah ia seorang stalker professional yang bisa menguntit tanpa ketahuan seperti ini, ataukah ia adalah..

Tidak, tidak mungkin, sehun-ah, kau pemenang olimpiade matematika, seharusnya kau bisa berpikir logis, Batin Sehun.

“Sehun-ssi” Cheon sa mengucapkan nama Sehun dan seketika itu pula Sehun merasakan tubuhnya merinding. Ada apa dengan gadis ini?  Batin Sehun.

“Sehun-ssi, bisakah kau duduk di sampingku? Ada yang perlu kubicarakan dengan mu, jebal” pinta Cheon sa sambil menepuk-nepukkan tempat duduk di sampingnya.

“tapi, kenapa kau bisa..” tanya Sehun lagi.

“akan kujelaskan, tapi kau duduk dulu” ujar Cheon sa.

Sehun berjalan perlahan mendekati Cheon sa. Ia duduk dengan hati-hati di samping Cheon sa dan ia terus menerus memperhatikan gadis itu. Ia nampak sedikit pucat namun pipinya masih kelihatan merona. Dan ia masih menjejakkan kakinya. Tapi, Sehun merasakan bahwa ia memiliki hawa yang berbeda. sama saat Sehun menjabat tangannya pagi tadi di rumah sakit, tangannya begitu dingin, tak seperti kebanyakan orang.

“Sehun-ssi” tegur Cheon sa.

“n-ne?”

“kau mau mendengarkan ceritaku bagaimana aku bisa sampai ke tempat ini bukan?” tanya Cheon sa sambil memandang Sehun dengan lekat. Namun, pandangan Cheon sa yang seperti itu berhasil membuat Sehun sedikit risih dan ketakutan.

“n-ne” jawab Sehun.

“tapi..”

“tapi apa?” tanya Sehun tak sabaran. Ia berusaha membranikan dirinya menatap mata gadis dihadapannya ini. tapi entah mengapa, ia terlalu takut untuk melakukannya.

“tapi kau harus berjanji satu hal” ujar Cheon sa lagi.

“janji? Janji apa?”

“kau.. kau harus berjanji kalau kau tidak akan terkejut dengan apa yang akan kukatakan padamu” ujar Cheon sa.

“terkejut? Memangnya kau akan mengatakan apa?” jawab Sehun. Kini Sehun mulai bisa mengendalikan rasa takutnya pada yeoja bernama Cheon sa ini.

“dan kau harus berjanji kalau kau akan mempercayainya, dan kau tidak akan mengataiku orang gila, ne?”  ujar Cheon sa lagi. Sehun menghela nafasnya dengan berat saat heon sa masih belum mengatakan apa yang seharusnya ia katakan.

“ne, yaksok! Aku berjanji. Sekarang, katakan apa yang seharusnya ingin kau katakan, Cheon sa-ya” ujar Sehun. Ia mulai tak sabar dengan yeoja ini.

“Sebenarnya..”

“ne?”

“Kau tahu kan? Hyung mu tadi pagi sedang menangani seorang pasien di ruang UGD karena kecelakaan. Apa kau masih ingat?” tanya Cheon sa dengan mimik serius pada Sehun.

“N-ne, aku ingat. Wae?”

“jangan terkejut!” ulang cheon sa dengan tegas.

“ne, arasseo. Mwo?”  Sehun mencoba untuk tak emosi dengan gadis dihadapannya itu.

“sebenarnya aku adalah pasien itu” ujar Cheon sa masih dengan kalimat yang begitu ambigu dan sulit untuk Sehun pahami.

“mwo? Maksudmu?” tanya sehun masih tak mengerti.

“Aku.. aku adalah arwah dari pasien itu” ujar Cheon sa takut-takut. Sementara itu,  Sehun hanya bisa membelalakkan matanya saat mendengar perkataan yeoja itu.

“Mwo??”

 

Jelek kah? Maaf untuk chapter ini, chapter nya masih pendek dan kata-katanya pasti aneh buat para readers. -_-v

Sekali lagi, maaf buat segala kesoktahuan saya, Typos everywhere,   poster ff yang jelek karena itu bikinan saya T_T *poor artworker, dan segala kesalahan dalam pemilihan diksi L, harap dimaklumi

Don’t forget to comments.  Komen kalian ditunggu ya! J

Iklan

81 pemikiran pada “My Adorable Ghostgirl (Chapter 1)

  1. hai aku reader baru 😀
    baru komentar maksudnnya
    hehehe 😀 aku udahlama bacanya, tapi baru bisa komen sekarang
    ceritanya bagus baget 😀 heehe aku bacanya sampe relain begadang loh
    keren 😀

  2. Woah~~~ Kasian bgt sih si cheonsa. Trs.. kl sehun bnr2 jth cinta gmana?? Kan msh blm tau nasibnya si cheonsa. Apkh dia hdp ato mtikan gk tau.
    Haduh…. lanjutin bnr2 bikin penasaran.

  3. Ya ampun dunia ini memang sempit yaa disaat kau ngga mau ktemu org yg kau ngga,suka mlah ktemu lagi..sehun kau jgn shock yaa dg arwah wanita cantik di hadapanmu itu..itu adalah tunanganmu sehun..next chapter selanjutnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s