My Teacher Is My Husband (Chapter 5)

Tittle: My Teacher is My Husband (Chapter 5)
Author: Earthlings0812 (@rizqil_amni)
Genre: School life, marriage life, comedy, romance.
Lenght: Chapter
Cast:
– Xi Luhan
– Park Nayoung
– Byun BaekHyun
Support cast : cari sendiri okeeee!!!
Hola… ketemu lagi sama author, mian ngepostnya rada lama.

Saya sebagai author  dari ff “My Teacher Is My Husband” yang katanya ff yang saya buat ada kesamaan sama ff web sebelah, ff yang saya buat itu asli ide dan khayalan saya. Yang masalah guru sama murid itu saya angkat dari pengalaman pribadi yang pernah suka sama guru sendiri. Dan yang ada dimana scane  yang Nayoung ngga bisa tidur tanpa meluk sesuatu itu emang saya ambil dari kenyataan hidup saya yang kalau tidur harus meluk boneka atau apapun itu jdi kalau ngga ada benda disamping saya, saya bakal ngga bisa tidur. Terus yang masalah ngelamar di cafe itu emng khayalan saya pengen dilamar calon suami saya nanti di tempat ramai atau umum dan saya ambil secara garis besar saya ambil cafe sebagai samplenya. Terus ada satu adegan lagi dimana Luhan sama Nayoung dikunci dengan sengaja sama orang tuanya, dan itu juga saya ambil dari pengalaman pribadi yang pernah dikunci dengan sengaja pas sekolah dasar  sama orang yang saya suka. Dan kesamaan adegan itu terjadi chapter 3, dan harap dimaklum jika ada kesamaan seperti itu. Dan sayapun tidak bermaksud memplagiator atau copy paste. Tapi saya juga patut berterima kasih kpd orang yg sudah ngasih tau saya lewat suatu media sosial, dan ada juga tertera dikomenan. Untuk itu saya mungkin patut minta maaf juga mungkin karena kecerobohan saya sampai ada kejadian seperti ini. Sekali lagi saya tegaskan saya sebagai author dari ff “my teacher is my husband” mengkonfirmasi jika ff yang saya buat adalah asli ide dan buatan saya bukan ada maksud memplagiat ataupun yang lainnya.
Mungkin cukup sekian maaf bila ada salah kata ataupun yang lainnya.
Nah biar ngga pada penasaran kita langsung cawww aja ke ceritanya.. ^^
HAPPY READING~~~
Luhan pov
“young-a” panggilku dengan muka cengoku, dan harus kuakui kalau Nayoung sangat cocok dengan gaun yang ia kenakan. Terkesan sederhana tapi dia terlihat cantik dan imut dalam waktu yang bersamaan.
“oppa otte?” tanyanya dengan sedikit malu-malu.
“bagus sangat cocok denganmu” komentarku langsung membuat pipinya merona.
“jadi bagaimana keputusannya tuan Lu?” tanya karyawan butik.
“ya aku akan ambil gaun ini, acaranya sekitar 10 hari lagi” ucapku memberi intruksi.
“ohh baiklah kalau begitu”
Setelah mencoba gaun pengantin aku dan Nayoung langsung mencari cincin yang akan kami pakai ketika di pernikahan nanti.
“oppa kita akan kemana sekarang?” tanyanya.
“kita langsung membeli cincin saja” jawabku sambil terus menyetir.
“eoddi?” tanyanya
“terserah padamu saja” jawabku
“kita cari saja ditoko perhiasan langganan eomma, otte?” tawarnya
“arra, kita coba kesana”. Aku memberhentikan mobilku sesuai dengan intruksi yang Nayoung berikan.
“kajja oppa” ajaknya sambil menggandeng tanganku.
“selamat datang” itulah sambutan pertama ketika kami masuk ke toko perhiasan ini.
“emm bisa tolong bantu kami untuk mencari cincin pernikahan?” tanya Nayoung.
“ohh silahkan ikuti saya kemari” dengan sopannya karyawan toko itu mengajak kami ke tempat cincin yang dikhususkan memang untuk pernikahan.
“silahkan dipilih tuan nona”
“oppa bagaimana jika yang ini?” Nayoung menujukkan sebuah cincin yang bisa terbilang terlalu mewah.
“ani, aku tidak suka yang itu, terlalu mewah young-a” ucapku. “bagaimana jika yang ini?” usulku sambil menyodorkan sebuah cincin pasangan.
Dia menggeleng “ani aku juga tidak suka dengan yang itu” jawabnya tidak setuju.
“wae?” tanyaku heran.
“ani aku hanya tidak suka saja” jawabnya sambil geleng-geleng.
“tuan dan nona kami kebetulan ada cincin yang baru saja datang kemarin, mungkin cocok untuk pasangan muda seperti anda” tawar sang karyawan toko.
“boleh kami lihat?” tanyaku.
“tentu saja, ini dia” kata karyawan toko itu sambil memperlihatkan sepasang cincin yang menurutku sangat cocok untuk kami berdua.
“cincin ini baru saja kami datangkan kemarin dengan desainnya yang tidak terlalu mewah atau terlihat sederhana. Dengan desain simple yang kami berikan dan sedikit penambah satu berlian kecil ditengah cincin dan jika tuan dan nyonya ingin kami bisa mengukir nama didalam cincin itu” karyawan toko itu menjelaskan.
“bagaimana oppa?” tanya Nayoung
“emm sepertinya tidak buruk juga, baiklah kami ambil yang itu” ucapku.
Setelah membayar semuanya, aku dan Nayoung langsung pulang karena hari semakin larut.
“young-a bagaimana kalau kita makan dulu?” tawarku sambil memasang sabuk pengaman.
“sepertinya tidak oppa, aku ingin makan dirumah eomma bilang tadi dia akan memasakkan makanan favoritku, bagaimana kalau oppa saja yang kerumah?” dia berbicara sambil menghadap kearahku.
“ya untuk sekarang aku tidak bisa, mungkin lain kali ya sudah kita pulang saja” aku langsung menjalankan mobilku menuju rumah Nayoung.
Hanya butuh waktu sekitar 30 menit aku sampai mengatarkan Nayoung sampai rumahnya dengan selamat.
“oppa yakin tidak akan masuk dulu.?” Tawarnya
“ani mungkin lain kali, aku akan langsung mengerjakan kerjaanku yang belum selesai.” Tolakku halus.
“arraseo, kalau begitu aku duluan. Hati-hati dijalan oppa.” Ucapnya
“hmmm.” Kubalas hanya dengan sebuah gumaman dan tak lupa senyum manisku.
Setelah dia keluar dari mobilku, aku lupa ada sesuatu yang tertinggal, dengan cepat aku keluar mobil. “young-a.” Panggilku, dia membalikkan badan dan menatapku heran.
“oppa kenapa belum pulang?”
“aku lupa ada sesuatu yang lupa.” Jawabku
“mwoya.?” Tanyanya
“ini..” aku langsung mengecup keningnya, dan kalian tebak apa ekspresinya, sama seperti ketika aku mencium keningnya pertama kali.
“cepat masuklah.” Dia langsung sadar dari lamunannya. “tidur yang nyenyak sampai ketemu besok, aku akan menjemputmu lagi” kataku
Dia hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam rumah. Apakah ini rasanya jatuh cinta (lagi)? Semoga saja. Tapi hati kecilku masih bertanya apa Song Yi baik-baik saja?
Author pov
Semua persiapan pernikahan Nayoung dan Luhan terselesaikan dengan cepat. Dan hanya tinggal menunggu hari H nya saja. Seperti biasa Luhan menjemput Nayoung pulang pergi sekolah.
Nayoung langsung berjalan menuju lokernya. Ketika Nayoung membuka lokernya tiba-tiba ada sebuah amplop berwarna biru jatuh dihadapannya. Nayoung langsung membaca isinya.
“Semoga harimu menyenangkan, dan aku memberimu setangkai mawar putih kesukaanmu supaya kau lebih semangat hari ini”
Dan Nayoung langsung melihat isi lokernya lagi ternyata benar ada bunga kesukaannya disana. Nayoung langsung mengambilnya ada perasaan senang dalam hatinya, tapi dia bertanya-tanya siapa yang tau kalau Nayoung menyukai mawar putih. Nayoung coba mengingat lagi siapa saja yang tau kalau dia suka mawar putih, seingat Nayoung hanya KyungJin dan Baekhyun yang tau. Mana mungkin Luhan mengetahuinya, karena Luhan dan Nayoung belum terlalu mengenal dekat satu sama lain.
“ya sudahlah tak apa, gomawo yang sudah memberiku ini” ucap Nayoung dengan senyum manis menghiasi wajahnya.
Tanpa Nayoung sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan Nayoung yang sedang tersenyum sambil mencium mawar putih itu. Dan orang itu pula ikut tersenyum.
Bel masukpun berbunyi. Semua siswa langsung bersiap duduk dibangkunya. Terlihat Luhan memasuki kelas.
“selamat pagi anak-anak” sapa Luhan terlebih dahulu.
“pagi songsaengnim” sahut semua murid.
“baiklah untuk pelajaran hari ini kalian buka bab selanjutnya” jelas Luhan. Nayoung tidak mendengarkan Luhan malah menggambar desain sebuah baju. Saat sedang asik menerangkan tanpa sengaja Luhan memergoki Nayoung tidak memperhatikan materi yang sedang ia terangkan.
“Park Nayoung” Luhan memberi teguran.
“ne songsaengnim?” sahut Nayoung.
“bisa kau perhatikan dulu materi yang sedang saya jelaskan didepan?”
“ye songsaengnim” Nayoung langsung kikuk karena dia jadi pusat perhatian sekelas sekarang. Karena bosan Nayoung mencoba mencari hiburan, ada ide gila yang terlintas aku ingin melempar sebuah kertas berisi percakapan Nayoung untuk mengajak ngobrol. Nayoung terlihat berpikir, Kyung Jin mana mungkin dia akan serius dengan pelajaran favoritnya ini, Se Hyun lihat dia malah tertidur. Baekhyun!! Nayoung langsung teringat akan itu. Dengan sekali lemparan kertas itu sampai ke meja Baekhyun. Dengan sigap Baekhyun membuka kertas yang Nayoung lempar.
“apa kau tidak ngantuk? Aku sangat bosan dengan pelajaran yang satu ini”
Baekhyun sedikit terkekeh melihat isi tulisan yang tertera dikertas.
sebenarnya aku sangat bosan, tau begini lebih baik aku pura-pura permisi ke toilet dari tadi” Baekhyun langsung melempar lagi kertasnya ke meja Nayoung. Nayoung langsung membalas dan langsung melemparnya lagi. Mereka berdua malah asyik dengan dunianya sampai tidak sadar kalau Luhan  dari tadi memperhatikan mereka berdua. Dalam hati Luhan ada sebuah gejolak emosi yang hampir membuat hatinya meledak seperti bom atom. Bisa dikatakan cemburu mungkin.
“Park Nayoung Byun Baekhyun, jika kalian tidak ingin memperhatikan pelajaran saya, saya persilahkan kalian untuk keluar” ucap Luhan dengan sedikit membentak. Semua murid yang mendengar itu terkaget-kaget karena ini kali pertama Luhan marah seperti ini. Dan yang ditegur itu malah bersorak dalam hati mereka “akhirnya ya tuhan aku bisa terbebas dari pelajaran terkutuk ini” batin Nayoung. Dengan senang hati Nayoung dan Baekhyun melangkahkan kaki mereka keluar kelas. Nayoung tidak sadar kalau Luhan sedang cemburu pada Baekhyun. Dengan sedikit ada rasa dongkol dalam hati Luhan kembali meneruskan materinya.
Kita beralih ke Nayoung dan Baekhyun.
Mereka terlihat berjalan kearah atap sekolah, dimana tempat para siswa membolos belajar untuk sementara.
Sesampainya diatap mereka langsung duduk dibangku panjang dekat pagar pembatas.
“akhirnya aku terbebas dari pelajaran terkutuk itu ya tuhan thank you very much” kata Nayoung sambil merentangkan tangannya seolah dia baru bebas dari penjara.
“ya kau ini tidak malu? Kau ini ketua kelas harusnya jadi teladan untuk bawahannya. Kau malah seperti ini” cercah Baekhyun.
“wae kau juga nasibnya sama sepertiku akhirnya dikeluarkan dari kelas” Nayoung menyangkal.
“ya lah apa terserahmu” ucap Baekhyun pasrah.
“baekhyun-a, kau tau ada yang mengirim mawar putih ke lokerku tadi pagi” ucap Nayoung menceritakan kejadian tadi pagi dengan antusias.
“ahh jinjayo?” tanya Baekhyun.
“hmmm” jawab Nayoung sambil mengangguk. “dia juga memberikan amplop berwarna biru, dan aku rasa tulisan tangannya aku seperti mengenalinya” kata Nayoung.
“ahhh mungkin ada fansmu kali ini” jawab Baekhyun sekenanya. “sebenarnya itu aku nayoung-a” batin Baekhyun.
“hmmm, tapi jika diingat lagi yang tau aku suka mawar putih itu hanya kau dan Kyung Jin atau mungkin oppaku” Nayoung terus berasumsi.
“ya terserah apa asumsimu, tapi hati-hati nanti ada yang mengirimmu barang berbahaya” Baekhyun memperingatkan.
“arraseo” ucap Nayoung.
“tapi kau tenang saja nayoung aku tidak akan mengirim barang yang berbahaya untukmu” ucap Baekhyun dalam hati.
Nayoung pov
Setelah pelajaran hari ini beres aku langsung mengemasi buku-buku yang ada di atas mejaku.
Tumben tak ada pesan masuk seperti biasanya. Ahh mungkin Luhan oppa lupa mengirimku sms. Aku langsung keluar kelas, dan berjalan ke tempat biasa Luhan oppa menungguku. Setelah menemukan mobilnya aku langsung masuk kedalam.
“oppa kenapa kau tidak mengirimku sms seperti biasanya?” tanyaku penuh selidik.
“aku lupa” jawabnya singkat, dia langsung menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya.
Selama perjalanan dia terus diam, tidak seperti biasanya. Biasanya dia selalu mengajakku mengobrol atau bercanda atau yang lainnya. Tapi kali ini ada yang beda, apa karena masalah tadi pagi? Ohh ya ampun aku lupa kalau dia tidak suka melihatku dan Baekhyun berduaan atau terlihat akrab didepan dia.
“oppa kau marah?” tanyaku memastikan, takut-takut dia marah sungguhan.
“ani” jawabannya singkat sekali.
“bohong?” ucapku memaksa.
“aku bilang tidak” jawabnya sambil terus fokus kearah jalan.
“apa gara-gara tadi oppa jadi mendiamkan aku seperti ini?” tanyaku waswas.
Tidak ada sahutan, okee aku sudah kesal dengan keadaan ini apalagi aku didiamkan seperti ini.
“oppa setidaknya kau jawab pertanyaanku dulu” ucapku kesal, dan dengan tiba-tiba dia menghentikan mobilnya yang menyebabkan terbenturnya jidatku ini.
“kenapa kau tidak memakai sabuk pengamannya?” tanyanya kesal.
“aku tidak tau kalau oppa akan berkendara seperti ini” jawabku sambil mengusap jidatku yang aku yakini kalau sekarang pasti memerah karena benturannya memang cukup keras.
“ya aku marah padamu, puas?” ucapnya sambil memandang kearahku.
“wae?” tanyaku
“kau ini masih bisa bertanya kenapa? Kau ini harusnya bisa intropeksi” katanya dengan nada kesal.
“ya baiklah aku minta maaf, aku mengaku salah tidak memperhatikan pelajaranmu” ucapku sambil menunduk.
“aku marah bukan karena itu saja, aku tidak suka kau dekat-dekat dengan sahabatmu itu” katanya yang membuatku mendongak menatap kearahnya.
“apa dia cemburu?” ucapku dalam hati “akan coba ku goda dia” aku tertawa nista dalam hatiku.
“ahh oppa cemburu?” godaku
“ani” ucapnya sambil memalingkan muka ke jendela mobil.
“ayolah mengaku oppa” aku terus gencar menggodanya.
“ku bilang tidak” jawabnya. Dan kulihat mukanya berubah merah padam.
“jika tidak kenapa muka oppa merah seperti itu?” tanyaku.
Dia langsung berbalik kearahku dan menatapku dalam “ya aku cemburu pada sahabatmu itu” ucapnya yang langsung mengudang tawa bagiku.
“wae? Kau malah tertawa?” tanyanya dengan memasang wajah kesal.
“hahaha oppa kau sangat lucu ketika cemburu.. hahahaha” aku terus tertawa tanpa henti.
“ya geumanhae” hardiknya. Aku masih mencoba menetralkan tawaku. Dan akhirnya bisa juga.
“ohh ayolah oppa, Baekhyun itu sahabatku mana mungkin dia suka padaku” ucapku.
“kata siapa?” katanya malah balik bertanya.
“ya aku yakin itu” jawabku dengan mantapnya.
“aku tidak yakin dengan jawabanmu, aku sudah berapa kali memergoki Baekhyun sedang menatapmu, dan tatapannya itu terlihat berbeda” jelasnya yang membuatku terdiam seketika.
“mana mungkin Baekhyun suka padaku. Dia kan punya wanita pujaannya sendiri yang katanya ia sukai dari hari pertama masuk sekolah” ucapku dalam hati. “tapi kenapa da tidak memberitahuku? Ahh sudahlah itu masih privasinya yang mungkin tidak patut aku ketahui, tapi kan aku ini sahabatnya sudah 3 tahun aku bersahabat dengannya biasanya dia terbuka padaku atau Kyung Jin” aku terus berargumen dalam hatiku.
“nah loh kau juga berpikir keraskan?” ucapan Luhan oppa langsung menyadarkanku kembali.
“mwo? Naega? Huhh jangan so tau oppa” kataku.
“heii aku ini pasti tidak salah” ucapnya keukeuh.
“ya sudah terserah oppa yang penting sekarang oppa tenang saja aku mana mungkin suka pada namja lain sedangkan aku akan menyandang status sebagai istri oppa dalam waktu 5 hari lagi” kataku menenangkan.
“heuhhh dia sangat jagonya merayuku” ucapnya sambil mengerlingkan matanya.
Sesampainya didepan rumah aku langsung turun dan tak lupa juga mengucapkan terima kasih pada Luhan oppa.
Saat membuka pagar rumah aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang. Aku langsung membalikkan badanku dan menemukan Luhan oppa masih dibelakangku.
“oppa, kenapa kau malah mengikutiku?” tanyaku heran.
“siapa yang mengikutimu, aku juga akan masuk ke rumahmu karena abeoji dan eomma ada disini” jawaban itu langsung membuatku tersenyum kikuk, “aduh malu aku” batinku sambil menepuk jidat.
“awww” ringisku, aku lupa kalau tadi jidatku terbentur dimobil.
Tanpa pikir panjang aku langsung masuk kedalam rumah, dan penglihatanku disambut dengan adanya keluarga Luhan oppa disini.
“ahhh calon menantu kita sudah datang yeobo” ucap eomma Luhan oppa dengan antusias.
“eonni, annyeong” sapa Mei Lin adik perempuan Luhan oppa.
“nado annyeong Mei Lin” balasku sambil melambaikan tanganku.
“eomma aku keatas dulu” pamitku sambil sedikit membungkuk.
Aku langsung melesat kedalam kamarku. Dan langsung mengganti seragamku dengan pakaian setelan santai tapi sopan. Aku berniat langsung berniat kebawah tapi saat membuka pintu kamar aku kaget bukan main ternyata Luhan oppa sedang menungguku didepan pintu.
“OMO?!!” ucapku kaget “oppa kau membuatku kaget” tambahku.
Dia tidak menyahut ucapanku malah langsung memegang jidatku.
“awww..” ringisku “ya oppa jangan menekan jidatku seperti itu sakit tau” protesku.
“hanya memar sajakan?” tanyanya memastikan.
“hanya memar sih iya tapi sakit juga” ucapku. Dia malah menarikku kedalam kamar dan mendudukanku disisi ranjang. “mau apa dia?” pikirku.
“tunggu sebentar” perintahnya lalu meninggalkanku sendiri dikamar. Tak selang beberapa menit ku lihat dia membawa baskom kecil dan sebuah handuk putih kecil.
“diam” ucapnya. Aku hanya diam dan menerut.
Dia menempelkan handuk itu dijidatku. “awww..” ringisku.
“tahan sedikit, ini supaya tidak terjadi penggumpalan darah dijaringan, biar tidak membekas nantinya” jelasnya.
“tapi oppa menekannya terlalu keras” protesku.
“ya baiklah aku minta maaf” ucapnya. “sini biar ku obati lagi” tambahnya sambil mengambil handuknya.
Dari jarak sedekat ini aku bisa memperhatikan wajah Luhan oppa, dan itu menyebabkan aku harus menahan nafasku.
“tampan” gumamku.
“mwo?” tanyanya
“aniyo, tidak apa-apa” elakku. Dia kembali fokus mengobati luka memarku.
“kau harus sering memakai salep ini supaya nanti tidak membekas terlalu lama, aku tidak mau orang membicarakanku karena luka memarmu, takutnya aku disangka sudah melakukan KDRT sebelum menikah” ucapnya sambil menatapku.
“arraseo” jawabku, cukup lumayan lama kami terdiam. Dan..
CHUP~
Dia mendaratkan satu kecupan dikeningku. Aku terbelalak kaget.
“semoganya lukanya cepat sembuh, aku tidak mau luka ini menghalangi penampilanmu saat dialtar nanti” ucapnya.
Aku hanya mengangguk. “kajja” ajaknya sambil menggandeng tanganku.
Dan kulihat diruang tamu suasananya sedang serius.
“nah ini dia calon pengantinnya” ucap appaku.
“appa..” protesku.
“ya sudah cepat sini duduk” suruh eomma. Aku dan Luhan oppa langsung duduk berdampingan.
“emm begini ada yang harus kalian ketahui kalau misalkan calon pengantin akan menikah, dalam waktu dekat akan menikah keduanya tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan tiba” jelas appaku.
“lalu abeoji?” tanya Luhan oppa.
“ya kalian terpaksa tidak boleh bertemu sampai pernikahan kalian tiba, Nayoung harus abeoji pingit, kecuali kalau dia berangkat sekolah abeoji masih mengizinkan itu” jelas appaku.
“mwo?!!” ucapku bersamaan dengan Luhan oppa.
“ya ampun kalian kompak sekali” ucap eommaku sambil terkekeh.
“tapi appa, siapa yang akan mengantarkan dan menjemputku ke sekolah nanti kalau bukan Luhan oppa?” tanyaku sedikit cemas.
“tenang saja, ada seseorang yang akan mengantarkanmu nanti ke sekolah” jawab appaku enteng. Appa langsung bertepuk tangan memanggil seseorang. Dan tebak siapa yang muncul?
“oppa” ucapku girang sambil menghampirinya lalu memeluknya.
“aigoo.. adikku ini sudah besar” ucap Chanyeol oppa sambil membalas pelukanku.
“oppa kapan kau datang?” tanyaku sambil melepaskan pelukanku.
“tadi pagi, wae kau rindu pada oppamu yang tampan ini?” ya ampun kambuh lagi penyakit PDnya ini.
“emmm bisa dibilang” ucapku
“euhh kau ini ada kakakmu datang malah menjawab seperti itu, dan kau juga mendahuluiku ke pelaminan adik macam apa kau ini?” ucap Chanyeol oppa sambil mencubit hidungku.
“ya.. sakit tau” protesku.
“hey sudah-sudah, kalian tidak lihat disini ada tamu?” relai eommaku.
Aku dan Chanyeol oppa langsung duduk disofa.
“bagaimana Luhan?” tanya appaku
“ne abeoji kalau ini memang harus dilakukan” ucap Luhan oppa.
Setelah acara kumpul bersama untuk membahas pernikahanku yang tinggal menghitung hari ini. Luhan oppa dan keluarganya pamit pulang. Aku mengantarkan Luhan oppa sampai gerbang rumah.
“awas kau jangan nakal, dan ingat obati luka memarmu itu” ucap Luhan oppa mengingatkanku.
“ne arraseo” jawabku.
“aku pulang dulu” pamitnya
“ne, hati-hati dijalan oppa” pesanku sambil melambaikan tangan.
“nayoung eonni, annyeong” pamit Mei Lin.
Aku hanya tersenyum membalas pamitan Mei Lin.
Author pov
Dan benar saja selama beberapa hari kedepan sampai hari pernikahan Nayoung tiba nayoung diantarkan oleh Oppanya.
Tanpa memakan waktu banyak Nayoung langsung sampai disekolah. Ini karena Chanyeol juga ada urusan dengan temannya.
Seperti biasa Nayoung langsung menuju lokernya. Dan saat membuka lokernya ada amplop lagi berwarna biru lagi, jatuh dihadapannya. Nayoung langsung mengambilnya dan menengok kanan kiri berusaha mencari yang menyimpan amplop itu lagi.
“ku dengar kau sangat suka boneka pinguin, aku memberimu boneka itu, lihatlah lagi kedalam loker kau akan menemukannya. Dan semoga harimu menyenangkan”
Dan Nayoung langsung mengambil boneka itu, dari dalam lokernya dan berpikir keras siapa yang memberinya boneka ini? Tanpa banyak pikir lagi Nayoung langsung memasukkannya kedalam tas gendongnya.
Saat Nayoung beranjak pergi Baekhyun memperhatikan Nayoung lagi, dan tersenyum ketika tau kalau Nayoung mengambil barang yang ia berikan hari ini.
“hey..” tiba-tiba ada yang menepuk bahu Baekhyun dan langsung membuat Baekhyun kaget.
“eohh Kyung Jin” ucap Baekhyun sambil mengelus dadanya.
“kau mengirimnya apa lagi hari ini?” tanya Kyung Jin
“apa katamu?” sangkal Baekhyun
“oh ayolah aku kenal kau ini bukan sehari dua hari tuan Byun, kita sudah berteman dari sekolah menengah pertama” ucap Kyung Jin
“terserah apa katamu” ucap Baekhyun tidak peduli lalu meninggalkan Kyung Jin begitu saja.
“Byun Baekhyun kau ini, sudah telat dia sudah mau jadi istri namja lain baru saja didekati,dasar” ucap Kyung Jin sambil geleng-geleng kepala.
Dikelas Nayoung hanya fokus membaca novelnya sambil mendengarkan lagu favoritnya.
Tiba-tiba Kyung Jin datang dan menepuk bahu Nayoung.
“hey” sapa Kyung Jin
“eohh kau ini selalu membuatku kaget” gerutu Nayoung.
“aigoo mian” sesal Kyung Jin
“eohhh, Jin-a kau tau sudah 2 hari ada yang mengirimku barah favorit ku seperti mawar putih dan terakhir boneka pinguin, kau tau siapa orangnya?” tanya Nayoung penasaran.
“bagus tuan Byun kau memang pandai berakting” pikir Kyung Jin
“Kyung Jin” panggil Nayoung.
“eohh, mana ku tau, mungkin penggemar rahasiamu” jawab Kyung Jin asal.
“ishh kau ini”
“jin-a kau tau aku dipingit oleh appaku sampai hari pernikahan tiba” ucap Nayoung sambil cemberut.
“ohh kau ini sedang dilema begitu?” tanya Kyung Jin
Nayoung hanya mengangguk. “mungkin aku sudah biasa dengan kehadiran Luhan oppa” kata Nayoung.
“aigoo temanku ini akhirnya jatuh cinta juga” ucap Kyung Jin
“ya!!” mereka berdua langsung tertawa.
“oh ya kau masih menyukai oppa ku?” tanya Nayoung
“mwoya?” Kyung Jin menanggapinya dengan tidak santai.
“kalau begitu dia sudah ada disini, dia sudah ada dirumah dan dia mengantar jemputku sampai aku menikah nanti” ucap Nayoung cuek. Sebernarnya dalam hati Kyung Jin bersorak ria saat tau kalau kakak Nayoung sudah kembali.
“aku tidak peduli” ucap Kyung Jin cuek.
“ahh benarkah? Tadi malam dia menanyakanmu lho” goda Nayoung.
“ahh jinjayo?” tanya Kyung Jin antusias.
“tuh kan dia berbohong, kau masih menyukainya kan?” selidik Nayoung.
Merasa dia terpojokkan dengan pasrah Kyung Jin menjawab “iya aku masih menyukainya” jawab Kyung Jin dengan terang-terangan.
“nah begitu dong, lagi pula tenang saja dia belum punya pacar sampai saat ini” ucap Nayoung.
“ya terserah apa katamu” ucap Kyung Jin.
SKIP>>>
Hari demi hari Nayoung menghabiskan waktunya tanpa Luhan, ya karena pingitan itu dan selama itu juga Luhan tidak memberi kabar pada Nayoung.
Tanpa terasa esok adalah pernikahan Nayoung dengan Luhan. Dan malamnya lah Luhan baru memberi Nayoung kabar lewat telpon ya meskipun tidak bertatap muka secara langsung ini bisa mengobati rasa rindu mereka.
“yeobseo?” sapa Luhan duluan
“ne oppa?”
“young-a apa kau gugup malam ini?” tanya Luhan disebrang sana.
“tentu saja oppa, diusiaku yang masih sangat belia ini aku harus menjadi istrimu mulai besok” jawab Nayoung lalu merebahkan tubuhnya diranjang.
“kau sedang apa?” tanya Luhan
“aku sedang tiduran dikasur, lagipula semua orang sudah tidur mereka semua lelah mungkin karena persiapan yang mereka siapkan untuk pernikahan kita besok” ucap Nayoung.
“young-a apa kau tidak takut malam-malam begini belum tidur?” tanya Luhan mulai menakut-nakuti.
“apa, aku sudah terbiasa dengan ini?”
“kau tidak tau ada mitos mengatakan jika ada seorang perempuan akan menikah besok kalau dia belum tertidur di malam hari dia akan didatangi suatu makhluk yang menyerupai laki-laki berjubah” #ngawurnih
“oppa jangan menakuti seperti itu” ucap Nayoung sedikit ketakutan
“apa jendelamu sudah ditutup rapat?” tanya Luhan memastikan.
Nayoung langsung menoleh ke jendela kamarnya dan benar saja jendelanya belum tertutup rapat. Nayoung langsung berinisiatif untuk menutupnya, tapi rencana itu diurungkan karena dia melihat ada seseorang dibalkon kamarnya.
“oppa.. ada orang dibalkon kamarku” ucap Nayoung dengan nada ketekutan.
“benarkah, kan sudah ku bilang cepat tidur” nasihat Luhan. Dan Nayoung semakin ketaktan ketika bayangan itu terus berlalu lalang dibalkon kamarnya.
“young-a coba kau buka pintu balkon kamarmu” perintah Luhan.
“oppa apa kau gila? Aku sedang ketakutan begini malah disuruh yang aneh-aneh” protes Nayoung.
“cepat buka saja aku ada diluar, disini dingin kau tau” ucapan Luhan itu langsung membuat Nayoung bangkit dan dengan segera membukakan pintu balkonnya .
Dan benar saja setelah dibuka ada Luhan disana. Nayoung langsung memeluk Luhan dengan erat.
“oppa”
“shhhuuttt” intrupsi Luhan.
“pakai apa oppa kesini?” tanya Nayoung heran.
“kau lihat tuh..” ucap Luhan sambil mengarahkan pandangannya pada sebuah tangga.
“ya ampun kau begitu nekad” kata Nayoung.
“dan bagiku apapun akan ku lakukan untukmu” perkataan Luhan langsung disambut dengan cubitan diperutnya.
“kebiasaan gombal” ucap Nayoung malas.
“tidak aku serius” kata Luhan meyakinkan.
“kemana saja tidak ada kabar beberapa hari ini?” protes Nayoung.
“ponselku diambil oleh Mei Lin, dia menjahiliku” ucap Luhan. “wae kau rindu padaku?” tanya Luhan bermaksud menggoda.
“ne nan bogoshippo” jawab Nayoung dengan polosnya.
“aigoo calon istriku ini” ucap Luhan sambil mencium kening nayoung.
“kajja kita masuk” ajak Luhan setelah beberapa menit yang cukup lama, mereka puas melepas rindu masing-masing.
“cepat tidurlah, nanti kau lelah besok” ucap Luhan
“ne, tapi aku ingin oppa menemaniku sampai aku tertidur” kata Nayoung.
“ya cepatlah” Luhan langsung menggiring Nayoung keranjang. Dengan usapan Luhan Nayoung tertidur dengan cepat. Setelah memastikan Nayoung tertidur Luhan langsung bangkit dan menyelimuti Nayoung dan mengecup kening Nayoung cukup lama.
“jalja chagiya” ucap Luhan lalu pergi meninggalkan Nayoung karena takut ada yang melihatnya masuk ke kamar Nayoung, kalau ada yang lihat bisa bahaya.
ESOKNYA “THE DAY WEDDING NAYOUNG & LUHAN” ^^
Terdengar suara lonceng gereja di pinggiran kota Seoul. Dan hari inilah Luhan dan Nayoung akan mengikat janji suci untu sehidup semati dihadapan Tuhan.
Terlihat seorang wanita cantik tengah duduk disebuah ruangan dengan riasan yang pas untuk wajahnya dan tidak lupa gaunnya yang menambah nilai plus bagi dirinya. Siapa lagi kalau bukan Nayoung, pengantin wanita pada hari ini.
Kreekk
Terdengar suara pintu terbuka. Dan tampaklah seorang Kyung Jin yang merupakan sahabat karib Nayoung.
“aigoo, temanku ini sangat cantik” puji Kyung Jin
“haha tentu saja” balas Nayoung tidak mau kalah.
Dihari pernikahan Nayoung memang tidak banyak yang diundang hanya kolega bisnis dan beberapa teman Luhan dan juga sahabat Nayoung itupun hanya Kyung Jin.
Setelah beberapa menit bercengkrama, terlihat juga keluarga Nayoung dan Mei Lin.
“eomma abeoji lihat adikku ini sangat cantik hari ini” puji Chanyeol
“ya benar dia memang sangat cantik hari ini” tambah appa Nayoung.
“aigoo, anak gadisku ini akan menikah hari ini” ucap eomma Nayoung lalu memeluk anaknya.
“eomma, geumanhae, lagi pula aku tidak akan pergi kemanapun” ucap Nayoung menenangkan eommanya.
“eonni boleh minta berfoto denganmu, aku ingin menunjukan kakak iparku ini pada temanku betapa cantiknya istri oppaku ini” Nayoung yang mendengar itu hanya terkekeh geli.
“baiklah kajja” Mei Lin dan Nayoung langsung berpose dan terlihat sangat cocok sebagai kakak dan adik.
Setelah berpelukan dan sedikit berbincang ringan, akhirnya waktu itu tiba.
Appa Nayoung membawa Nayoung berjalan dialtar. Luhan langsung menoleh kebelakang dan tertegun melihat kecantikan Nayoung, yang terlihat lebih cantik dari biasanya.
Karena terlalu asyik bengong Luhan tidak sadar kalau Nayoung sudah ada dihadapannya.
“ini nak Luhan aku serahkan anakku ini, ku harap kau menjaganya dengan baik” pesan appa Nayoung.
“ne aboeji aku akan menjaga Nayoung” jawab Luhan mantap.
Setelah itu mereka mengucapkan janji suci didepan para saksi pernikahan. Dan setelah itu mereka bertukar cincin yang sudah dibawakan oleh Kyung Jin sahabat Nayoung. Mereka menyematkan cincin itu di jari manis mereka masing-masing. Dan terakhir adalah dimana yang paling Nayoung cemaskan, ciuman pengesahan tanda mereka sebagai suami istri. Nayoung langsung melihat kearah Luhan dan ternyata wajah mereka hanya tinggal beberapa centi lagi.
Dan… CHUP~~
Luhan mendaratkan bibirnya tepat dibibir tipis Nayoung, hanya menempel tidak lebih. Dan para undangan yang melihat itu langsung bertepuk tangan dan bersorak bahagia.
Setelah acara selesai seperti adat pada umumnya Nayoung melakukan pelemparan bunga. Dalam hitungan ke 3 bunga itu Nayoung lempar dan HAP~
Chanyeol dan Kyung Jin menangkapnya secara bersamaan. Nayoung langsung bersorak girang. Dan terlihat Kyung Jin tersenyum malu-malu.
Dan disinilah awal kisah mereka akan dimulai.. ^^
TBC~
Alhamdulillah chap 5 selesai, ff ini selesai dalam waktu sehari, hehe 😀
Mungkin next chapnya bakal rada lama author publish soalnya author mau siap2 TO, anehkan? Ya ngga apa lah do’ain aja. Oh ya nanti author bakal konfirmasi masalah kesamaan ff yang author bikin yang katanya mirip sama ff di web sebelah. Nanti bakal author jelasin dengan rinci.
Jangan lupa komen dan sarannya. Saya tunggu lho. Dan jangan jadi siders. Sampai ketemu di chap selanjutnya annyeong *bow

141 pemikiran pada “My Teacher Is My Husband (Chapter 5)

  1. ahhh selamat ya buat luhan 😀
    cie cunyul sm kyung ahhh so sweet 🙂 ,
    penasaran dengan pasangan ini -.-
    semangat thor !! ^^b

  2. asikkkk lunay sekarang menikah.huhuy dan cieee chan kamu akan mulai berdekatan dengan sahabat adikmu itu.hehee
    dan kenapa baek gak di undang padahal aku berharap baek tahu dan bertapa kagumnya aku sama luhan yang datang ke kamar nayoung.hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s