Because I Love You (Chapter 2)

Because I Love You (Chapter 2)

Because I Love You_副本

Author : raihanadulset! (@RaihanaAA_)

Main Cast: Kim Jongin & Byun Ji Kyung (OC)

Support Cast: Byun Baekhyun | Son Chae In (OC) | Ahjumma tukang Salon | and others

Genre: Romance | Family | School Life | sad (Absurd dah)

Length: Multi Chapter

Rating: T

Disclaimer: ini FF murni karya author suwer tekewer-kewer deh because JIPLAK IS NOT MY STYLE ! Mianhae TYPO bertebaran! PLAGIAT? PERGI SONO JAUH-JAUH KE ZIMBABWE AJA KALO PERLU. Oke cekidot Happy Reading^^

Byun Jikyung POV

“hey Baekhyun hyung !!!” teriak seorang namja. Saat aku berbalik kea rah suara itu ternyata yang memanggil baekhyun oppa itu adalah Kim Jongin. “hey tunggu dulu! Bagaimana bisa Jongin kenal dengan Oppaku?” batinku.

“kau pasti sudah kenal dengannya bukan?! Kim Jongin ini adalah anak dari Direktur perusahaan tempat aku bekerja,” Jawab Baekhyun oppa yang seolah-olah bisa membaca pikiranku.

“oh ne arasseo,” gumamku. Saat aku melihat Jongin berbincang-bincang dengan Baekhyun oppa, mereka seperti sudah sangat akrab. Aku tidak menyangka kalau Jongin yang dingin itu ketika ngobrol dengan oppa ku, sikap dinginnya itu berubah menjadi Jongin yang hangat, ramah tamah, dan asyik diajak mengobrol.

“Baekhyun hyung, aku harus pergi ke villa appaku. Ada barangku yang tertinggal disana. Sampai jumpa,” Jongin pun pamit dan segera pergi ke villa milik ayahnya. Selama Jongin ngobrol dengan Baekhyun oppa, dia sama sekali tidak menengok ke arahku. Huh menyebalkan!

Aku dan Baekhyun oppa sudah sampai dirumah. Dan saat aku ingin ke dapur kulihat meja makan yang sudah tertata rapi dengan hidangan – hidangan makanan lezat,

“wah makanannya banyak sekali? Oppa! Apa kau yang membelinya?” tanyaku.

“ne, hari ini aku gajian. Makanlah yang banyak yeodongsaeng,” jawab Baekhyun oppa sambil mengacak-acak rambutku.

Kami berdua pun makan dengan lahap. Karena jujur hari ini aku sangat lapar. Saat aku sedang makan dengan rakusnya, Baekhyun oppa menceletuk, “kau kenal dengan Jongin kan? Apa kau sekelas dengannya? Kau harus baik padanya ya, karna dia itu anak bos tempat aku bekerja,” cetus Baekhyun oppa yang hampir membuatku memuncratkan makanan yang ku kunyah. “mwo? Baik padanya? Bertegur sapa saja tidak pernah. Buat apa aku baik padanya?” batinku.

“oh iya, Jikyungie, mianhae besok aku tidak bisa menjemputmu di sekolah, oppa harus lembur sampai malam hari. Padahal aku juga sedang tidak enak badan nih,” gumam Baekhyun oppa dengan wajah memelasnya.

“Oppa anemia lagi? Ambil saja kotak obat yang ada dikamarku. Disitu ada obat penambah darah. Oh masalah itu? nan gwaenchana, tak perlu memasang wajah bersalah seperti itu oppa, lagipula besok Chae in mengajakku jalan-jalan ke mall. Boleh kan oppa?” tanyaku sambil menggoyang-goyangkan tangannya.

“ne ne ne tentu saja boleh, bersenang-senanglah kau dengan Chae in,” jawab Baekhyun oppa sambil nyengir.

Keesokan Harinya..

“nah sudah sampai. Jikyungie, belajar yang rajin ya,” ucap Baekhyun oppa. Dan seperti biasa, dia selalu mengacak-acak rambutku yang berantakan ini.

“ne bacon oppa!” ejekku. Baekhyun oppa tidak suka bila kupanggil dengan sebutan bacon.

“ya! Sekali lagi kau mengucapkan itu, kau tidak kuberi uang jajan selamanya!” jawab Baekhyun oppa dengan kesal. Aku hanya bisa mendengus pelan karna kalo aku tidak diberi uang jajan lagi waduh mau makan apa aku disekolah-_-

*di ruang kesenian*

Han Seonsaengnim menyuruh kami untuk satu persatu maju ke depan untuk menyanyikan sebuah lagu. Hatiku gusar karna aku sangat tidak percaya diri, “aigoo mau nyanyi apa aku didepan nanti? Suaraku pun tidak sebagus kentut badak! Bisa-bisa aku hanya menjadi bahan tawaan mereka,” batinku.

Hingga saatnya namaku dipanggil untuk maju ke depan. Aku masih bengong. Berpikir keras, “Byun Ji Kyung! Fighting!”batinku menyemangati diri sendiri.

Dan sekarang aku sudah maju ke depan. Aku diam sejenak untuk berpikir lagu apa yang ingin kunyanyikan. Kuputuskan untuk menyanyikan sebuah lagu

changgae bureooneun gaeulbarameun teong bin maeumeul seuchyeo ganeunde
chagawojin byeoge gidaeeomeolli balkaoneun saebyeokhaneul baraboayo

bogo sipjiman gakkai gal su eopseo ijen geudae gyeoteul tteonagaya hae
oerowosseodeon naui memareun geu du nune keugo ttatteushan sarangeul jueodeon

geudae gyeoteul ije tteonaneun geoseul huhoehaljido moreujiman geudael saranghagi ttaemuniya
geudaemaneul saranghaneun geol ijeul suneun eopsjiman seulpeum soge geudael jiwoyaman hae

Akhirnya aku selesai bernyanyi, “huffff Ji Kyung bersiap-siaplah kau akan ditertawakan oleh murid satu kelas ini!” batinku sambil bernafas sedikit lega. Namun ternyata dugaanku salah. Bukannya menertawaiku, teman-teman satu kelasku justru bengong. Entah karena suaraku yang benar-benar absurd sampai mereka tidak bisa tertawa-_-

“waaaahhh Byun Ji Kyung ternyata kau punya bakat terpendam! Suaramu bagus sekaliiii!!!” ucap Han Seonsaengnim. Semua teman-temanku bertepuk tangan. Kecuali Jung Seyin and the genk! Sesegera mungkin aku langsung kembali ke tempat dudukku untuk kembali mengumpulkan nyawa setelah bernyanyi di depan tadi.

“aigoo Jikyung-a suaramu bagus loh, kenapa tidak ikut audisi SM Entertainment? Mereka sedang mencari trainee baru loh,” puji Chae In. aku hanya tersipu malu mendengar ajakannya untuk mengikuti audisi.

“Chae In-a, bagaimana bisa aku mengikuti audisi seperti itu? Suaraku jelek tahu!” jawabku.

“ya! Kau ini terlalu rendah diri. Ah lupakan saja! Ji Kyung-a jangan lupa hari ini temani aku jalan-jalan, oke?” gumam Chae In. aku hanya mengangguk pertanda mengiyakan ajakan Chae In.

Sepulang sekolah, aku dan Chae In pergi ke mall. Chae In ingin membeli perlengkapan make up. Karena Chae In ini sangat suka berdandan. Sebenarnya Jika tidak berdandan pun ia tetap terlihat cantik.

“Ji Kyung-a!!! aku sudah selesai membeli perlengkapan make up! Kau mau ke toko buku? Biasanya kan kalau ke mall pasti kamu mampirnya ke toko buku kan?” ajak Chae In.

“ehhh tidak perlu. Aku lebih suka membeli buku di toko buku dekat rumah,” jawabku.

“karena harganya jauh lebih murah kan haha,” goda Chae In.

“huh Chae In kau ini tau aja hahaha, nah setelah ini kita mau kemana?” tanyaku.

“hmm aku ingin ke salon! Aku mau mengganti gaya rambutku,” jawab Chae In.

“oke let’s go!” ajakku.

Sesampainya di salon, Chae In langsung memilih model rambut yang ia inginkan. Hair stylist pun dengan sigap langsung menuruti perintah Chae In. sedangkan aku hanya duduk diam menunggu Chae In. aku tidak suka merubah penampilan culunku ini hehe.

Chae In POV

Aku sedang mencari model rambut apa yang cocok dengan Jikyung. Hehe sebenarnya aku tidak ingin merubah gaya rambutku lagi. Tapi sekarang ini aku ingin memake over Byun Jikyung. Aku sengaja berbohong padanya. Kalau ia tahu kalau aku ingin mendandaninya ia pasti akan menolak mentah-mentah dan langsung pergi pulang begitu saja.

“ahjumma! Tolong dandani Jikyung secantik mungkin,oke?” perintahku sambil berbisik pada hair stylist itu. Aku pelanggan setia salon ini, jadi ahjumma itu sudah sangat mengenalku dengan Jikyung

Kulihat Jikyung yang tiba-tiba bingung karena ahjumma langsung menyeret Jikyung ke tempat duduk untuk didandani. Kulihat wajahnya sangat bingung hahaha rasakan! Sekarang sudah saatnya Byun Jikyung buruk rupa menjadi Byun Jikyung yang cantik dan disukai banyak pria.

Byun Ji Kyung POV

Aku sedang menatap Chae In. ia berbisik kepada hair stylist langganannya itu, “feelingku tidak enak. Sepertinya Chae In merencanakan sesuatu,” batinku menerka-nerka. Dan ternyata dugaanku benar. Ahjumma itu memaksaku untuk duduk di depan cermin. Chae in hanya tertawa-tawa melihat kejadian itu. Sekarang aku pasrah mau diapakan oleh ahjumma ini. karena setiap aku memberontak ahjumma itu memukul pundakku! “Aww sakit tau!” batinku.

Pertama-tama, kacamataku dilepas. Dan aku benci ini! aku tidak bisa hidup tanpa kacamata kesayanganku ini. lalu kepangan rambutku dilepas. Selanjutnya aku tidak tahu lagi karena begitu banyak macam bedak yang dioleskan ke wajahku-_- dan terakhir ahjumma itu memasukkan sesuatu ke mataku yang membuat mataku agak perih.

“itu contact lens, untuk pengganti kacamatamu. Jadi sekarang kamu gak perlu pake kacamata lagi Jikyung-a,” ucap Chae In yang seolah-olah bisa membaca pikiranku.

Dan akhirnya aku selesai di make over. Aku tidak berani membuka mataku karna takut penampilanku makin kacau.

“Jikyung-a bukalah matamu! Waaa neomu yeppeo!!!” gumam Chae in. akupun pelan-pelan membuka mataku dan melihat penampilanku di pantulan cermin yang ada didepanku.

“aigoo! Apa ini benar-benar aku? Kenapa aku berubah seperti ini? aku tidak menyangka kalau aku bisa secantik ini kekekekkk,” batinku tidak menyangka. Kalau aku pulang nanti, apa Baekhyun oppa bisa mengenaliku? Hihi.

Byun Baekhyun POV

Akhirnya kerjaanku sudah selesai. Akupun bergegas pulang ke rumah. Tapi sebelum pulang ke rumah, aku ingin membeli brownies coklat kesukaan adikku.

“ahjumma, aku beli brownies ini satu kotak ya,” pintaku pada penjual brownies itu. Sesudah membeli brownies akupun bergegas pulang ke rumah.

Di perjalanan, entah kenapa kepalaku sangat pusing. Sepertinya aku terkena anemia. Saat aku mengendarai motor pandanganku mulai buram. Tanpa sadar kulihat ada mobil truk melaju ke arah yang berlawanan. Dan akhirnya pandanganku mengabur dan aku sudah tidak bisa mengendalikan motorku lagi dan tiba-tiba…

BRUUUUKKKK!!!

Author POV

“huh Baekhyun oppa kenapa jam segini belum pulang? Dia harus melihat penampilan adiknya yang berubah ini,” Jikyung mulai merasa khawatir karena oppanya yang tak kunjung datang. Ponselnya tidak aktif, teman kantornya bilang dia sudah pulang dari tadi. Feeling Jikyung memang sudah tidak enak sejak tadi pagi. Ia merasa akan terjadi sesuatu pada Baekhyun.

Tiba-tiba ponselnya berdering, sesegera mungkin ia mengangkat ponselnya. Jikyung berharap yang menelponnya itu adalah Baekhyun. Namun ternyata bukan,

“ne yoboseyo?” Ucap Jikyung lirih.

“ne, benar aku keluarganya. Ada apa dengan Baekhyun oppa?” ucap Jikyung yang semakin khawatir.

BRUKKKK!

Jikyung sudah tidak bisa berdiri tegak. Ia terduduk lemas. Air matanya mulai menetes membanjiri pipi manisnya. Ya, barusan Jikyung dihubungi oleh seseorang yang mengatakan kalau Baekhyun kecelakaan dan sekarang keadaannya sedang kritis di ruang ICU. Dengan segala kekuatannya Jikyung bergegas ke rumah sakit tempat Baekhyun dirawat.

“oppa! Bertahanlah! Jangan tinggalkan aku sendirian!” batin Jikyung lirih.

Sesampainya di rumah sakit, Jikyung bergegas ke ruang ICU. Dokter bilang Jikyung belum boleh masuk ke dalam karena Baekhyun sedang dalam perawatan intensif. Tangan Jikyung bergetar. Air matanya terus mengalir. Dari jendela ia melihat tubuh Oppanya yang terkulai lemas tak berdaya. Jikyung pun segera menghubungi sahabatnya, Chae In. Jikyung memintanya untuk segera ke rumah sakit.

Dokter pun sudah keluar dari ruang ICU. Jikyung langsung berlari menuju dokter itu, “dokter! Apa yang terjadi dengan kakak saya? Dia akan baik-baik saja kan?” Tanya Jikyung dengan tangan yang masih bergetar dan suara yang parau.

“kondisinya saat ini masih kritis. Ia banyak kehabisan darah. Kepalanya bahkan nyaris pecah karna ditabrak truk tadi. Untuk saat ini berdoa saja agar pasien mendapat keajaiban dan bisa bangun dari komanya,” jawab dokter yang sangat iba dengan Jikyung. Jikyung pun langsung bergegas masuk ke ruang ICU untuk melihat kondisi oppanya.

“Oppa… bertahanlah, aku tahu kau namja yang kuat. Kau pasti bisa pulih kembali. Jangan tinggalkan aku sendirian. Yeodongsaengmu ini tidak bisa hidup tanpa dirimu. Aku mencintaimu oppa,” ucap Jikyung lirih. Ia sangat iba dengan kondisi Oppanya yang dipasangi banyak selang dan kepalanya yang dibalut perban dan infuse disana-sini. Jikyung memegang tangan Baekhyun dan mengelusnya dengan lembut sambil berkata, “cepat sembuh oppa, saranghae,” gumam Jikyung sambil menahan isak tangisnya. Ia harus tegar menghadapi semua ini. Jikyung berharap Tuhan masih memberi kesempatan pada Baekhyun untuk bangun dari komanya.

TBC ~

 

WAJIB tinggalkan RCL. Sampai jumpa di Next Chapter ^^

 

 

 

 

 

 

 

11 pemikiran pada “Because I Love You (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s