Stuck (Chapter 1)

Stuck

2014-04-12-07-26-42_deco

Title       : Stuck (Chapter 1)

Author  : Hye Kim

Genre   : Romance, Comedy

Length  : Multichapter

Rate       : PG-15

Main cast:

  • Kim Hyemin
  • Oh Sehun (EXO)

Other cast:

  • EXO member
  • Cho Kyuhyun (SJ)
  • Other cast.

Disclaimer: Other cast and the plot of story are mine. Pure from my mind. NO plagiarism.

Summary: You are mine. And I’m yours, from the first time we meet each other. Note it. Don’t you dare to leave me.

****

Seorang lelaki tampak bosan dengan apa yang dilakukannya kini. Ia sibuk mengganti channel  TV yang entah berapa kali ia ganti. Ia menoleh ke arah teman-teman seperjuangannya, dan menghela nafas.  Lelaki itu, berdiri dan menghampiri mereka sembari berkacak pinggang, kesal.

Hyung, kalian tidak mengajakku untuk ikut bermain?” rengek lelaki itu. Ia juga memajukan bibirnya, menandakan ia sedang kesal.

“Oh Sehun, kalau kau ingin ikut bermain, tinggal bilang saja, tak usah merengek tak jelas seperti itu!”sahut Chanyeol, pada Sehun—lelaki itu. “Ya, tapi kan—“

TING TONG

“Sehun-a, tolong bukakan pintunya!” seru Kyungsoo, dari dapur. Sehun hanya mendengus, berlalu menuju pintu dorm EXO. Ya, EXO. Sebuah boyband rookie yang baru setahun ini debut.

Perlahan, Sehun membuka pintu dorm dan melihat siapa yang datang. Sehun terdiam menatapi sosok yang berada di depan pintu. Begitu pula dengan gadis—sosok itu. Gadis itu…

Sehun mengerjapkan matanya. “N-nuguseo?” tanya Sehun, tergagap. Gadis itu pun mengerjapkan matanya, lalu tersenyum. “Annyeonghaseyo! Apakah ini kediamannya Kim Joonsoo? Ini pes—“

“Kim Joonsoo? Jeoseonghamnida, tidak ada yang bernama Kim Joonsoo di sini,” ujar Sehun sopan. Gadis itu, Hyemin, melihat kertas yang ada digenggamannya. Tiba-tiba seseorang muncul dari dalam dorm. “Ah, memang tidak ada yang bernama Kim Joonsoo, tapi akulah yang memesan itu,” ujar Suho, dengan cengiran yang terpajang di wajahnya. Sehun mendengus. Leadernya itu berlebihan.

“Benarkah?” Suho mengangguk. “Maaf, karena kami tidak mau ada yang memberitahu alamat dorm kami. Makanya aku menggunakan nama samaran, hehe.”

“Ah, tenang saja, kami tidak akan menyebarkan alamat EXO,” ujar Hyemin, tersenyum. “Ah ya, masuk saja dulu, aku akan mengambil uangnya sebentar.”

****

Eommaaa, apakah aku sedang bermimpi??? Jerit Hyemin dalam hati. Ia benar-benar tak menyangka bahwa ia baru saja masuk ke dalam dorm EXO! Ia berjalan dengan riang. Ia bahagia karena ia bertemu salah satu idolanya itu dan uang pesanan tadi untuknya. Nyonya Cho memang baik sekali.

“Kim Hyemin, kau pasti sedang bermimpi!! Kyaaa terlalu indah untuk menjadi nyata!” Gadis itu berjalan dengan melompat-lompat sesekali. Hingga….

Eomma!!! Sakit sekali!” teriak Hyemin. Hyemin berteriak pun, tidak ada yang menolong dia. Kebetulan daerah itu memang sedang sepi atau memang selalu sepi. “Bagaimana ini….”

Sebuah tangan terulur ke arah Hyemin. Hyemin mendongak ke atas, melihat pemilik tangan itu. Gadis itu membelalakkan matanya saat ia tahu siapa pemilik tangan itu. “Oh…Sehun?”

Sehun mendesah. “Kau mau berdiri atau tidak?” Hyemin mengangguk, lantas meraih tangan Sehun. Hangat. Itulah yang dirasakan keduanya. Hyemin merona merah. “Gamsahamnida, Oh Sehun-ssi,” ujar Hyemin, membungkuk. Sehun mengerling malas. “Tak usah terlalu formal padaku. Panggil saja banmal atau oppa, mungkin? Kuyakin kau pasti salah satu fansku.”

Ne?” Hyemin ternganga. Lelaki di hadapannya ini sangat percaya diri. Sehun mendelik. “Memang seperti itu, bukan?” Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Hyemin. Sontak Hyemin kembali merona.“Yaa! Awww…kakiku!”

Hyemin jatuh terduduk disaat ia ingin mendorong Sehun. Sehun berjongkok di depan gadis itu. “Kau tidak apa-apa?” Sehun merutuki dirinya. Tentu saja tidak, Bodoh. Secara tiba-tiba, Sehun mengangkat Hyemin dengan bridalstyle menuju mobilnya yang ia parkir di dekat sana. Ia tak sengaja melihat gadis itu saat akan pulang ke rumahnya. Dan entah pikiran dari mana, ia malah turun dari mobilnya dan mengikuti gadis yang sedang melompat riang itu tadi.

Yaa!! Oh Sehun! Turunkan aku!” Sehun mendudukkan Hyemin di jok depan mobil. “Sudah kau diam saja, aku akan mengantarmu ke rumah sakit.” Sehun mengacak rambut gadis itu. Hyemin terdiam.

Entah kenapa, jantungnya terus berdetak saat bersentuhan dengan Sehun sejak tadi. Dengan, yah, biasnya.

****

Sehun POV

Aku hanya mendengus kesal. Gadis ini cerewet sekali. Aku menoleh ke arahnya. Seketika aku terdiam. Aku baru menyadari mantel yang ia pakai. Mantel ini.. Aku menatap wajah gadis ini sekali lagi. Semakin dilihat, gadis ini benar-benar mirip dengan  seorang gadis yang kutemui di musim dingin tahun lalu. Pantas saja aku merasa pernah melihatnya tadi. Aku tersenyum sendiri.

“Oh Sehun, kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu? Ya! Kau ingin berbuat jahat, ya?” tanya gadis ini, sembari menyilangkan kedua tangannya di dada. Aku berdecak. “Ya! Aku tak mung— Ah ya, siapa namamu?” Sehun bodoh. Bahkan kau lupa menanyai namanya. “Cih, mengalihkan pembicaraan! Namaku Hyemin. Kim Hyemin.”

Kim Hyemin. Gadis ini bernama Hyemin.Aku menoleh ke arahnya. “Hyemin? Nama yang buruk,” ejekku.”Apa katamu? Namamulah yang buruk, Tuan Oh!” Hyemin menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Ia memajukan bibirnya. Gemas. Gadis ini menggemaskan sekali.

“Kalau namaku buruk, aku pasti sudah mengganti namaku sama seperti si Hitam,” ujarku. Hyemin mengangguk setuju, lalu menoleh kearah lagi. “Apa aku harus mengganti namaku juga?” tanyanya dengan wajah polos. Aku menggeleng. “Biarkan saja kau menggunakan namamu yang buruk itu.”

“Dasar lelaki jahat!” seru Hyemin.  Aku terkekeh geli. “Ja, ayo cepat turun! Kita sudah sampai!” Aku turun dan berdiri di depan mobilku. Aku melambaikan tangan pada gadis itu, namun gadis itu tak kunjung keluar juga. Aku menghampirinya dengan kesal. “Ya! Kim Hyemin! Cepat keluar! Kakimu mau diobati, tidak?”

Hyemin tetap merajuk. Ia bahkan tak mau melihatku! “Kim Hye—“

“Baiklah, ayo!”

****

Author POV

“Oh Sehun, kau benar-benar  lapar?” Hyemin menganga parah melihat Sehun sekarang ini. Lelaki itu tampak seperti tak diberi makan selama seminggu! Astaga idolaku seperti ini ya, batin Hyemin.

Sehun mengangkat kepalanya dan menatap Hyemin dengan wajah polosnya. “Ya, aku belum makan sejak siang tadi. Pizza ini enak sekali!” seru Sehun sedikit—atau memang norak. Hyemin menggelengkan kepalanya tak percaya. Bahkan Kyuhyun tak senorak ini. Mengingat anggota Super Junior itu, Hyemin tersenyum.

Wae? Kau tersenyum seperti orang idiot, kau tahu?” Senyum Hyemin luntur. Ia memanyunkan bibirnya kini. “Sehun-ssi, bisa tid—“

“Tidak, sebelum kau berhenti memanggilku dengan embel-embel –ssi.” Sehun menatap mata Hyemin dengan tatapannya yang tajam. Dan itu membuat Hyemin tersedak. “Gwaenchana?” Hyemin mengangguk. ”Eo.”

“Minumlah. Makanya kalau makan hati-hati, Hyemin-a,” ujar Sehun sembari meyodorkan coke pada Hyemin. ”Kau baru saja berbicara dengan banmal?” Sehun mengangguk. “Kenapa? Apa aku harus memanggilmu ‘noona’?”

Hyemin membulatkan matanya. “Aku tak setua itu, asal kau tahu saja.  Aku hanya berbeda dua tahun lebih muda denganmu.” Sehun mendelik. “Dari mana kau tahu bahwa kita berbeda dua tahundenganmu? Kau fansku, ‘kan?” Hyemin menggeleng. “A-aku, hah, baiklah. Terserah pada apa yang ada di otakmu itu.”

Sehun tersenyum. Gadis ini benar-benar lucu. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Kau baru lulus high school?” Hyemin mengangguk. “Kau kuliah di mana? Kau kerja paruh waktu? Untuk apa?” Sehun bertanya lagi. “Untuk memenuhi kebutuhan fangirlku. Aku kuliah di Seouldae.  Kenapa?”

What? Kebutuhan fangirl?” Hyemin mengangguk semangat. “Kau tahu, ayahku selalu tak suka jika aku mengidolakan orang. Jadi, dia melarangku untuk membeli hal-hal berbau k-pop­. Sejak aku pindah ke Korea tahun kemarin, aku merasa bahagia,” jelas Hyemin.

“Pindah ke Korea? Memangnya kau bukan orang Korea?” Hyemin menggeleng. “Tentu saja aku orang Korea. Sejak orangtuaku berlibur ke Indonesia, orangtuaku memilih tinggal di sana. Aku sudah tinggal di Indonesia selama 5 tahun.” Sehun mengangguk-angguk, mengerti. “Saat aku pindah ke Korea tahun lalu, kau tahu aku bahkan melupak—“ Hyemin terdiam. Ingantannya akan tahun melintas di pikirannya. Apa Sehun masih mengingatku? Tentu saja tidak, Kim Hyemin.

“Melupakan apa?” Hyemin menggeleng. “Tidak jadi.” Sehun menatap Hyemin. Apakah ia..

“Kim Hyemin, kau mau tambahan untuk kebutuhan fangirlmu, tidak?” Hyemin mengangguk. “Jadilah asisten managerku. Aku akan memberimu 1.200 Won per bulan. Kau mau?”

Hyemin mengangguk. “Tapi tidak akan mengganggu jadwal kuliahku, ‘kan?” Sehun mengangguk. “Tapi…apa saja yang harus kulakukan?”

“Kau hanya perlu menemaniku ke manapun aku pergi, membantu dalam segala hal. Bukankah itu mudah?” Sehun menghela nafas. “Ap—ani, tidak jadi. Thank you, Oh Sehun!”

Sehun berdiri dan menuju meja kasir, diikuti Hyemin di belakangnya. “Rumahmu dimana?”

Hyemin melambaikan tangannya. “Dekat kok, dari sini. Aku ingin berjalan saja. Sekali lagi terima kasih, Oh Sehun!” ujar Hyemin dengan senyum yang lebar. Senyum yang dapat membuat jantung Sehun berhenti berdetak.

“Oh Sehun?”

“Ya? Oh, baiklah. Hati-hati.” Hyemin berjalan meninggalkan Sehun dengan tertatih-tatih. Sedangkan lelaki itu hanya menatap punggung gadis itu.

Sehun menghela nafas berat. “Ada apa denganku?”

****

Hyemin POV

Aku melangkahkan kakiku menuju apartmentku di dekat sini. Aku menghela nafas. Apa dia masih mengingatku? Sepertinya tidak. Astaga, kakiku sakit sekali.

Pandanganku tertuju pada dua orang lelaki yang tampak mabuk. Aku membeku. Bagaimana ini? Aku takut sekali.Di saat aku berpapasan dengan mereka…..

Hey agasshi, kau cantik sekali,” ujar seorang dari mereka. “Mwoyaa?”

“Kasar sekali, sih,” seorang lagi menggenggam tanganku erat. “Lepaskan aku!!”

“Tidak akan, gadis manis!”

Tuhan, tolonglah aku….

Nae yeoja sondaejima!”  Aku menoleh ke sumber suara itu. Jantungku berhenti berdetak seketika. Oh Sehun… Apa yang dia katakan? Jangan sentuh gadisku? Ah, pasti aku salah dengar.

Sehun menarik tanganku kasar, menjauhi mereka. “Jangan pernah berani menyentuh gadisku! Atau……kubunuh kalian!” Entah mereka takut atau apa, pemabuk itu meninggalkan kami. Aku hanya menatap Sehun dari samping. Aku melihat ada sirat emosi dari dalam matanya. Aku mengalihkan pandanganku menuju tanganku yang digenggam oleh Sehun. Hangat. Itulah yang kurasakan.

“Hyemin-a, kau tidak apa-apa?” Sehun menelusuri tubuhku. Melihat ada luka atau tidak padaku. Aku menggeleng. “Oh Sehun, kau belum pulang? Dan kau tadi bilang apa?”

Sehun menatapku dalam diam. Ia tak kunjung menjawab pertanyaanku. “Oh Sehun.”

“Tidak, aku belum pulang.” Aku mengerutkan keningku. “Kenapa?” Wajah Sehun mendekat padaku. “Aku mengkhawatirkanmu, Hyemin-a.”

M-mwo?”

“Lupakan saja. Kajja, aku antarkan ke rumahmu dengan selamat!”  Ia menarikku ke dalam mobilnya yang terletak tak jauh dari kejadian tadi. Cih, bahkan dia tidak menjawab pertanyaanku yang satunya. Apa ia benar-benar mengatakannya atau aku hanya bermimpi?

Sesampainya di lobi apartment….

“Oh Sehun, terima kasih untuk harii ini!” seruku riang. Sehun mengangguk lalu berdesis. “Anggap saja fanservice.”

Geureom, jaljayo!” aku membuka pintu mobil dan melangkahkan kakiku. Baru aku melangkah sekali, kakiku mulai terasa sakit hingga akhirnya aku terjatuh. Sehun yang melihat aku terjatuh, langsung bergegas menghampiriku dan berjongkok di depanku. “Naiklah, akan kuantar ke dalam.”

Aku menurut dan mengalungkan tanganku di leher. Oh Sehun..

Saat kami akan memasuki lobi apartment, seseorang memanggilku.

“Kim Hyemin, kau dari mana saja? Ponselmu bahkan mati. Kau bersam—Sehun?” ujar seorang lelaki dengan wajah kesal dan herannya.

“Kyuhyun hyung?”

****

Author POV

“Kyuhyun hyung?”

Oppa! Kenapa kau ada di sini? Ponselku? Ah, baterainya tadi habis,” ujar Hyemin sembari menunjukkan V-sign ke arah Kyuhyun. Kyuhyun hanya mendengus. “Dan Sehun, apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau menggendong Hyemin?” Kyuhyun mendelik. Terlihat jika ia tak suka dengan apa yang dilihat sekarang. Entah apa alasannya.

“Hyemin tadi terkilir karena tingkah anehnya. Dia—Ya!” Sehun berteriak saat Hyemin mencubit kedua pipinya. “Bimiriya,” bisik Hyemin di telinga Sehun. Kyuhyun mendengus. “Apa yang rahasia?” Hyemin hanya menyengir. “Kau tahu betapa khawatirnya aku? Eomma bilang padaku bahwa kau langsung pulang. Tapi kau tak kunjung pulang dan malah bersama Oh Sehun,” ujar Kyuhyun dengan nada tak suka.

“Bagaimana kau bisa mengenal Sehun?” tanya Kyuhyun mengintimidasi, menaikkan salah satu alisnya. “Begini opp—“

“Dia asisten managerku, hyung, mulai sekarang.” Sehun mengatakannya dengan nada sesinis yang ia mampu. Cih, siapa dia sampai menanyakan hal itu. Kekasihnya saja, bukan. Heol, batin Sehun, kesal.

Mworago?”

“Sudahlah, oppa, aku lelah sekali. Sampai jumpa besok, Kyuhyun oppa! Oh Sehun, cepat antar aku!” Hyemin menggerak-gerakkan tubuh Sehun. Sehun mendesah pelan. ”Baiklah. Geureom, hyung.”

Hyemin melambaikan tangannya ke Kyuhyun. “Oppa, jaljayo!” Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya. Kyuhyun berbalik dan kembali ke dalam mobilnya. Ia memegangi dadanya yang terasa—sedikit sakit.

“Kim Hyemin, Oh Sehun..”

****

Hyemin terbangun di atas kasur pink miliknya. Ia merentangkan tangannya, lantas melihat ke arah jam Hello Kitty miliknya. Jarum jam menunjukkan pukul 08.35. Hyemin mengucek matanya perlahan, lalu terdiam. “APA? JAM SETENGAH SEMBILAN? Astaga…aku terlambat!!”

Gadis itu melompat dari atas kasurnya. Namun, ia malah terjatuh dan bokongnya menyentuh lantai. “EOMMAAA!!!”

Sepuluh menit berlalu. Hyemin berjalan dengan tergesa-gesa menuju lobi gedung apartment. Langkahnya terhenti ketika melihat seorang lelaki berperawakan tinggi. Lelaki itu sangat familiar baginya, walaupun menggunakan masker dan kacamata hitam, Hyemin mengenali lelaki itu. Seketika tubuhnya merasa beku disaat namja itu menoleh ke arahnya. Astaga.

Hyemin membuang muka, berjalan seolah-olah tak melihat keberadaan seorang Sehun. Belum ia melangkah jauh, seseorang tengah menariknya.“Yaa! Neo—“

“Kau ingin menghindariku, huh? Nappeun yeoja,” ujar Sehun, sembari menjentikkan jarinya di dahi Hyemin yang tertutup dengan sebagian rambutnya. Hyemin berdesis. “Kajja! Cih, bahkan aku lupa meminta nomor ponselmu. Kau tahu? Aku sudah menunggumu sejak setengah jam yang lalu!” seru Sehun—sedikit histeris. Hyemin menganga parah. Lelaki ini terlalu berlebihan. “Astaga, Oh Sehun. Kau baru saja menungguku setengah jam dan kau sudah mengeluh? Sadarlah, Oh Sehun!” Sehun mendengus. “Setengah jam itu waktu yang lama! Kau yang berlebihan!”

Hyemin memajukan bibirnya. Sehun tersenyum. “Berhentilah bertingkah imut!” seru Sehun sembari menyubit kedua pipi Hyemin yang sedikit tembam. “Theeehyuun!” Sehun tergelak melihat wajah Hyemin yang terlihat—weird.

Sehun melihat sekelilingnya. Lelaki itu terdiam. Saat ini, mereka menjadi pusat perhatian orang-orang. Sehun melepaskan tangannya yang masih berada di pipi Hyemin. “Kajja!” Sehun menarik tangan Hyemin dan membawanya ke dalam mobil sport milik Sehun.

“Kita mau ke mana?” tanya Hyemin saat Sehun mulai menjalankan mobilnya. Sehun menoleh. “Menemaniku latihan sebentar. Kau tidak ada jadwal kuliah, ‘kan?”

“OH SEHUN! Kau tahu? Hari ini aku ada jadwal kuliah dan sudah terlambat! Astaga!! Aku bisa gila!!” Sehun hanya terdiam dengan polosnya. “Apa katamu?”

Hyemin menghela nafas kasar. “AKU SUDAH TELAT, OH SEHUN!”

Secara mendadak, Sehun menancapkan pedal gasnya dalam-dalam. “OH SEHUN! KITA BISA MATI! AKU TAK INGIN MATI MUDA!”

“Sudah diam saja, atau kau akan terlambat, Nona Kim,” ujar Sehun santai, tak menghiraukan teriakan histeris seorang Kim Hyemin.Tuhan, lindungilah aku.

“Kau, Seouldae, ‘kan?” Hyemin mengangguk. Sehun menatap jalanan, sambil memikirkan sesuatu. Bukankah ia berarti satu universitas dengan gadis ini?

Sesampainya di Seoul National University….

“Kau pulang jam berapa?” Hyemin kembali duduk. “Jam setengah dua belas. Kau akan menjemputku? Okay, thanks, Oh Sehun. Bye.” Sehun menghela nafas. Baru kali ini ia membawa mobil dengan-sangat-ekstrem. Ia harus mendapatkan klakson dari mobil lain akibat tindakan ekstremnya. Ia mengacak rambutnya. Gadis itu…membuatku gila.

****

Sehun POV

Astaga. Gadis itu benar-benar membuatku hilang akal. Aku mengacak rambutku frustasi, lalu menghela nafas. Aku menatapi gedung kampus Hyemin—yang juga gedung kampusku. Well, aku juga kuliah di sini. Tetapi aku harus cuti sementara akibat comeback EXO yang belum lama ini.

Aku menginjak pedal gasku. Hari ini aku harus latihan—lagi. Minggu depan aku harus terbang ke Beijing dan Jepang setelahnya. Hah. Kehidupanku ini benar-benar melelahkan, sekaligus menyenangkan.

Tiba-tiba, suara ponsel berdering. Itu bukan nada dering ponselku. Aku menoleh ke tempat di mana seorang Kim Hyemin duduk tadi. Astaga. Saking terburu-burunya, bahkan gadis itu meninggalkan ponselnya. Aku mengambil ponselnya yang sama denganku.

Me? Ini siapa?” Aku lantas mengangkat telepon itu.

Yeo­—“

Oh Sehun! Ponselku yang Samsung ada padamu,’kan?”

“Memangnya kau mempunyai berapa ponsel, hah?” Terdengar ia tertawa kecil di seberang sana.

Dua. Jangan melakukan macam dengan ponselku, ya?

Aku mendengus. “Baiklah. Ponselmu pakai kode tidak? Kalau iya, aku ingin tahu.”

Untuk apa? Kau ingin menjualnya?

“Tentu saja tidak, Bodoh! Untuk mengetahui nomor ponselmu. Agar aku bisa menghubungimu nanti saat aku menjemputmu.”

Oh begitu. Kodenya adalah tanggal ulang tahun Kris oppa. Okay? Sudahlah, aku harus belajar. Kututup, ya.

Ulang tahun Kris? Jadi, dia bukan fansku? Jadi, ia menerima tawaranku agar dapat dekat dengan Kris? Huh, awas saja nanti! Takkan kubiarkan dia berada di dekat Kris sedetikpun.

Seketika aku terdiam. Apa urusannya jika ia ada di dekat Kris? Sehun bodoh. Aku memperhatikan layar ponsel gadis itu. Layar gadis itu menampakkan foto gadis itu tengah berselca dengan lelaki yang mengkhawatirkannya tadi malam. Ya, Cho Kyuhyun. Seniorku di tempat aku bernaung. Entah kenapa, aku tidak suka.

Aku tersenyum setan. Ide jail muncul di pikiranku. Kumasukkan kode ponsel Hyemin, dan benar saja kodenya adalah ulang tahun Kris, yaitu 901106. Aku membuka camera, dan berselca ria dengan ponselnya. Setelah itu, kujadikan foto-fotoku itu menjadi wallpaper lock screen dan home screen. Aku tersenyum puas. Setelah itu, aku pergi menuju gedung SM.

****

Hyemin POV

Akhirnya selesai juga mata kuliah hari ini! Benar-benar hari yang menyebalkan! Gara-gara terlambat datang tadi, dosen kepala botak itu memberi tugas yang menumpuk. Bayangkan saja! Aku sangat membenci biologi! Lebih baik menghafal rumus matematika, daripada menghafal nama latin yang aneh itu. Sabar, Kim Hyemin. Jika kau lulus semester ini, kau bisa langsung mengambil jurusan matematika sampai lulus nanti! Kim Hyemin, hwaiting!

Aku berjalan keluar dari kelas. Dan dapat kulihat seorang lelaki tengah menghampiriku. Aku tersenyum. “Jaewook seonbae!” Kang Jaewook adalah seniorku di sini. Dia sudah kuanggap seperti kakakku sendiri. Di Korea, orang-orang yang dekat denganku hanya Shin Eunji, Kyuhyun oppa, dan Jaewook seonbae. Sebenarnya aku memiliki banyak teman. Namun, merekalah yang dekat denganku. Dan… Oh tidak, aku melupakan seseorang. Dan seseorang itu belum meneleponku sejak tadi.

“Hyemin-a, mau pulang bersamaku?” ajak Jaewook seonbae sembari tersenyum. Baru saja aku akan menjawab, ponselku bordering. Aku mengangkat alisku. Ini siapa? Tapi langsung kujawab, mungkin Sehun.

Yeoboseyo? Ini siapa, ya?” tanyaku ramah.

“Naya. Cepat keluar atau kutinggal.” Tut..Tut..

Aku benar-benar tak percaya. Sebenarnya siapa sih yang mau pulang dengannya? Bukankah dia yang mengatakan bahwa ia akan menjemputku? Kenapa ia berkata seakan-akan aku yang memintanya untuk menjemputku? Dasar lelaki aneh!

“Hyemin-a? Siapa tadi? Kau mau pulang denganku atau tidak?” tanya Jaewook, ingin tahu. Aku tersenyum menyesal. “Maafkan aku, Seonbaenim. Aku harus pergi dengan…dengan temanku! Kalau begitu, aku pergi dulu, ya! Nanti kita katalk ya¸Seonbaenim!” Aku berlari meninggalkan Jaewook sembari melambaikan tangan ke arahnya. Kulihat ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku berlari ke tempat parker kampusku. Kulihat mobil Oh Sehun sudah berada di sana. Segera saja aku berlari dan masuk ke dalam mobilnya. “Annyeong!” Aku tersenyum kepadanya.

“Cih, lama sekali!” ia berdesis, dan mulai menjalankan mobilnya. “Oh Sehun! Bukankah kau tadi yang bilang bahwa kau akan menjemputku? Aku bahkan tak memintamu untuk menjemputku, huh! Menyebalkan! Sama saja dengan si dosen botak itu!” kataku, sedikit merajuk. Sehun menoleh, ia mengacak rambutku. “Benarkah? Mian.”

Aku memajukan bibirku. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. “Oh Sehun, mana ponselku?” Ia lantas mengambil ponselku di saku celananya dan memberikannya padaku. Saat aku akan membuka kunci ponselku, aku terkejut dengan apa yang kulihat. “OH SEHUN! KENAPA KAU MENGGUNAKAN FOTOMU BUAT WALLPAPERKU??”

Sehun menjitakku. “Bisa tidak teriak? Hilangkan kebiasaan teriakmu itu. Oke?” aku mengangguk. “Baiklah. Berikan penjelasanmu tentang ini!” Sehun menghela nafas. Wajahnya berubah dingin, lalu menatapku. “Jangan pernah berani untuk mengganti wallpapermu, atau gajimu kukurangi. Dan jika kau ingin meneleponku, tekan saja angka 1. Ingat!” ancam Sehun.

Aku mengangguk. “Terserah padamu! Tapi aku akan mengganti kode ponselku!” Sehun hanya mendengus. Matanya seakan berkata aku-tidak-peduli.

Kutatap layar ponselku. Oh Sehun. Membayangkannya saja membuat jantungku berhenti berdetak. Sadarlah, Kim Hyemin!Aku mencari kontak Sehun di ponselku. Apa? Oh Sehun yang tampan? Astaga namja ini benar-benar!

“Kenapa? Dan kau juga tak boleh mengganti nama kontakku,” ujarnya datar. Aku menatapnya tak percaya. Apa dia seorang cenayang? Kenapa dia bisa mengetahui apa yang kupikirkan?

“Kim Hyemin, berhenti berpikiran yang aneh-aneh. Aku bukan peramal atau apapun itu. Wajahmu menjelaskan semuanya padaku, dasar gadis bodoh!” ujar Sehun sembari mendorong pelan kepalaku. “Aku tidak bodoh!” ujarku tak terima.

Hening. Tak ada satupun dari kami yang berbicara. Oh ya, ini mau ke mana? Kuputuskan untuk bertanya pada lelaki menyebalkan ini. “Oh Sehun, kita akan pergi ke mana?” tanyaku sembari menatapnya. “Gedung SM.”

Aku membelalakkan mataku. “Apa katamu?” tanyaku lagi. Sehun kembali mendorong kepalaku. “Sudah jangan cerewet!” aku menatapnya kesal. Nappeun.

Aku menyilangkan tanganku di dada. Sampai akhirnya, aku tertidur.

****

Author POV

Sehun menatap gadis di sampingnya gemas. Gadis ini benar-benar seperti bayi saat tertidur. Perlahan ia menyentuh puncak kepala gadis itu, dan mengusapnya. Kim Hyemin, masih ingatkah kau denganku? Mungkinkah kau masih mengingat kejadian itu? Mustahil jika tidak. Tak mungkin,’kan, hanya aku yang mengingatnya? Walaupun tak ada yang special dari itu.

Seseorang mengetuk kaca mobil Sehun. Sehun membuka kacanya dengan malas. “Wae, hyung?” Sehun menatap Hyemin kembali, mengabaikan Suho yang tengah menatapnya kesal. “Dasar magnae nakal! Cepat naik! Kita har—siapa gadis itu? Oh! Bukankah itu gadis yang tadi malam mengantar pesananku?” Sehun menoleh. “Eum. Dia asisten managerku sekarang,” gumam Sehun pelan, tersenyum.

“Cih, bilang saja kau menyukainya,’kan? Sampai menjadikannya asistenmu,” sahut Suho sembari menjitak kepala Sehun. “Siapa yang bilang aku menyukainya? Hyung jangan berpikir yang aneh-aneh, deh.” Suho hanya tertawa. “Terserah kau sajalah. Gendong saja dia ke atas, atau kau mau aku yang menggendongnya?” goda Suho, sembari menaik-turunkan alisnya. Sehun mendengus. “Biar aku saja!”

Suho kembali tertawa. “Tuhkan, bahkan kau tak mau jika aku yang menggendongnya! Dasar! Aku duluan!”

Sehun mematikan mesinnya lalu turun. Ia membuka pintu Hyemin, dan menggendong Hyemin—lagi. Sesampainya di tempat latihan, ia segera menidurkan Hyemin di atas sofa di ruang latihan. Setelah ia menidurkan Hyemin, Sehun diserbu beribu pertanyaan dari member lain, kecuali Suho.

Ya! Oh Sehun, siapa gadis itu?”

“Kau habis melakukan apa, hah?”

Ya! Bagaimana bisa kau bersama seorang gadis sejak tadi kau pergi?”

Sehun mendelik. Teman-temannya sangat berlebihan. Ia menghela nafas. “Memangnya aku tak boleh membawa gadis?” Semua member menggeleng. “Kenapa?”

“Kau tak boleh punya pacar dulu sebelum kami!” teriak mereka bersamaan.

“Siapa yang pac—“

“Oh Sehun, aku ada di man—KIYAAAA!” Hyemin tersentak saat melihat semua anggota EXO berada di depan matanya, dan sedang menatapnya dengan bermacam-macam ekspresi. Kaget, kagum, terpesona, kesal, dan sebagainya. Dan tentunya dengan wajah datar Oh Sehun.

“Oh Se-Sehun!” Hyemin berlari ke arah Sehun dan berbisik. “Oh Sehun, aku tidak sedang bermimpi,’kan?” Sehun mendelik, lantas menjentikkan jarinya di dahi Hyemin. “Aww! Ternyata tidak!”

Sehun hanya menatap Hyemin datar.

“Sehun-a! Cepat jelaskan pada kami siapa gadis ini!” teriak Kyungsoo. Sehun memutar bola matanya. “Dia—“

Annyeong haseyo, Kim Hyemin imnida! Aku—“

“Dia asistenku.” Sehun mengatakannya dengan wajah yang datar. Dan wajahnya berubah di saat semua member menghampiri Hyemin. Wajah gadis itu tampak berbinar. Dan sangat berbinar di saat ia berhadapan dengan Kris.

“Kris oppa! Boleh aku berfoto denganmu?” Kris mengangguk. “One, two, three. Kimchi!” seru mereka berdua—Kris dan Hyemin.

Bahkan ia memanggil Kris ‘Oppa’ ! Dasar!

“Lihat, kau cemburu,’kan?” Suho menggoda Sehun—lagi. Sehun menatap Suho tajam. Yang ditatap hanya tertawa-tawa saja.

“Hyemin-a, umurmu berapa?” Baekhyun bertanya dengan wajahnya yang imut. Hyemin memainkan jari telunjuknya di dagu. “Umurku 18 tahun! Tapi, sepertinya imutan Baekhyun oppa daripada aku!” Baekhyun memajukan bibirnya. “Aku tidak imut! Aku ini tampan!”

Sehun hanya tersenyum melihat mereka. Hyemin terlihat begitu mudah bergaul. Gadis ini seperti happy virus Chanyeol versi perempuan. Gadis ini memang mudah menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar. Lihat saja, baru kemarin mereka berkenalan, sekarang mereka sudah—sedikit—akrab.

Yaedaeur-a, kapan kita latihannya? Ayo, cepat!” seru Suho pada anggota lainnya.

Arasseo, Hyung!” sahut Baekhyun sembari menarik Kyungsoo. Kyungsoo hanya merengut.

Okay! One, two, three!”

****

“Kim Hyemin, bisa kau belikan bubble tea di kedai depan gedung?” Hyemin hanya memajukan bibirnya. Sehun menatapnya tajam. “Wae? Kau tidak mau?” Hyemin mengangguk.

Sehun mengeluarkan senyum setannya dan menghampiri Hyemin. Hyemin membeku. “B-baiklah! Mana uangnya?” Sehun tersenyum puas, lalu berbalik. “Ada yang mau bubble tea juga? Aku traktir.”

Semua anggota EXO menganga. Sejak kapan Sehun menjadi baik begini? Sehun mengangkat satu alisnya. “Kenapa? Kalian tidak mau? Ya sud—“

“KAMI MAU!” Dasar, batin Sehun dalam hati, lantas memberikan kartu kreditnya pada Hyemin. “Ini. Jika kau mau membeli sesuatu, belilah sesukamu.” Hyemin tersenyum bahagia. “Thank you, Oh Sehun!” Gadis itu melompat dari sofa, lalu mencubit kedua pipi Sehun. “Ya!”

Hyemin menyengir tak bersalah. “Aku pergi dulu!”

Langkah Hyemin terhenti di saat ia teringat sesuatu. “Oppadeul, mau rasa apa saja?”

Setelah itu, Hyemin menulis pesanan mereka di selembar kertas. “Baiklah! Aku pergi dulu!”

“Hyemin-a, aku ikut denganmu!” ujar Kris dengan suara datarnya, lalu menggunakan maskernya. Hyemin tersenyum. “Ayo, Oppa!”

Sehun mendengus tak suka melihat kepergian Kris dan Hyemin.  Benarkan Hyemin memang menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Dasar gadis aneh.

“Sehun-a, kenapa?” Sehun menoleh, mendapati Luhan yang tengah tersenyum imut. Sehun membuang muka. “Tidak, hyung.”

Aku bosan!! Jerit Sehun dalam hati. Sehun menghampiri Kai yang sedang berkutat dengan ponselnya. “Kai-ya,” gumam Sehun, duduk di samping Kai. Kai menoleh, dan segera memasukkan ponselnya ke dalam kantung celananya. “Dasar yadong.” Kai hanya menyengir. “Namanya juga lelaki.”

Sehun mendelik. “Aku juga lelaki, Bodoh. Tapi, aku tak sepertimu.”

“Kau saja yang tidak normal!” sahut Kai lalu berlari sebelum Sehun menghajarnya. “Neo! Suho hyung! Kai mengejekku!” rengek Sehun pada Suho. Suho terkikik pelan. “Kai-ya, Sehun itu normal. Buktinya dia… Ah, rahasia!” Sehun menatap Suho tajam.

“Rahasia apaan? Aku tak punya rahasia!”

“Tentu saja kau punya! Aku tahu rahasiamu,” bisik Chanyeol, entah sejak kapania sudah berada di samping Sehun. Sehun menatap Chanyeol ingin tahu. “Rahasiamu itu adalah….kau kalau mandi telanjang,’kan?” Chanyeol berlari meninggalkan Sehun yang terdiam layaknya orang idiot.

Yaa! Park Chanyeol!”

Dengan kesal, Sehun meninggalkan tempat latihan dan berinisiatif untuk menyusul Hyemin dan Kris. Sehun memasuki elevator sembari mendengarkan laguBlack Pearl milik EXO. Saat pintu elevator terbuka, ia melihat Kris dan Hyemin sedang berjalan kea rah elevator. Tiba-tiba saja, seseorang menghampiri mereka, dan berhasil membuat mood Sehun bertambah hancur.

Sehun menghampiri mereka yang tengah diinterograsi oleh seorang Cho Kyuhyun.

“Hyemin­-a, sedang apa kau di sini bersama Kris? Kemarin bukannya bersama Sehun?” tanya Kyuhyun dengan nada tak suka. Hyemin hanya menunduk. “Kau—“

“Oh Sehun,” gumam Hyemin lirih saat tangannya ditarik oleh Sehun. “Kyuhyun hyung, bukankah hyung ingat, bahwa dia asistenku sekarang?Kalau begitu, aku pergi dulu. Kris hyung, Hyemin-akajja!” Sehun menarik tangan Hyemin sedikit kasar. Entah kenapa, ia mulai membenci seniornya itu. Atau mungkin, ia mempunyai alasannya tersendiri.

TBC

HAII Salam kenal ~ hehehe Maaf jika typo bertebaran layaknya bintang/? jangan lupa RCL yah.  Thank youuu ❤

59 pemikiran pada “Stuck (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s