My Boyfriend is A Wolf (Chapter 4)

13

Tittle                : My Boyfriend is a Wolf (Part 4)

Autor               : Asih_TA

Main Cast        :

Lee Je-ah (OC)

Xi Luhan (EXO)

Oh Sehun (EXO)

Other cast       : Dasom (Sistar) &  Park Chanyeol (EXO)

Genre              : Romance, School life

Rated               : PG 17

Leght               : Part

Disclaimer       : Ini adalah part 4 nya, maaf menunggu lama, soalnya banyak banget tugas sekolah jadi sempat di tunda sebentar hehe. . . ok langsung saja 😀

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!

MAAF JIKA ADA KESAMAAN TOKOH DAN ALUR CERITA ITU ADALAH HAL YANG SAYA TIDAK KETAHUI, SAYA MOHON MAAF.

MY BOYFRIEND IS A WOLF (PART 4)

Lee Je-ah POV

 

Pagi yang cerah kicauan-kicauan burung bernyanyi dengan indahnya, Cahaya matahari pagi memasuki fentilasi kamarku memaksaku untuk bangun dari tidur ku yang lelap. Dapat kurasakan seseorang mengusap ubun-ubun rambutku dengan lembut.

 

“ ya, putri salju mau sampai kau tidur “ sebuah suara membisikan telingaku, membuat mataku yang benar-benar berat ini terbuka lebar mencari tau sosok siapa suara itu.

“ sehun, aku masih mengantuk “ ucapku dan kembali bergulat pada bantal dan selimutku.

 

“ kau lupa hari ini hari pernikahan kita “ Aku langsung bangun dari tidurku dan memandanginya yang masih sibuk menata pot bunga yang terletak di meja belajarku.

 

“ Mwo!! Kau bilang acara pernikahannya akan dilaksanakan satu minggu lagi “ ucapku datar.

 

“ Ayah mempercepatnya “ Katanya tanpa melihatku. Aku masih terdiam dalam pikiranku sendiri Ajusshi apa yang sebenarnya kau pikirkan gumamku kecil sesekali menghela nafasku dengan berat.

 

“ tenang saja semuanya sudah dipersiapkan. Kita tinggal menjalankannya saja”

 

“ Mwo!!! Secepat itukah?” Kataku ketus

 

“ sudah ikuti saja! sekarang bersiaplah, aku akan mengajakmu ke suatu tempat, acaranya akan dimulai nanti siang “

 

“ Inikan hari minggu, aku lelah dan aku ingin tidur “ ucapku kembali bergulat pada selimut dan bantalku. Sehun yang tampaknya kesal dengan perkataanku langsung mendekatiku.

 

“ ya!! Nyonya oh jangan sampai aku membangunkan mu, jika kau tidak ingin aku seharian bermain di atas kasur bersamamu “ godanya sambil memberikan senyum evilnya.

 

“ Arraseo. . . arraseo. . .” ucapku kesal sambil berjalan mendekati kamar mandiku, dan sehun hanya terkekeh geli melihat tingkahku dan wajahku yang memerah seperti tomat mengingat kejadian tadi malam yang sangat memalukan.

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

Sehun membawaku ke suatu tempat yang cukup jauh dari perkotaan, dalam perjalanan hanya terlihat hutan-hutan dan beberapa toko makanan kecil hingga akhirnya kami memasuki area jalan yang cukup kecil. Sampai di suatu titik mataku menerawang sebuah makam yang berdiri sendiri, makam itu cukup besar dan terlihat mewah. Apakah sehun ingin ke makam itu? Gumamku dalam hati. Dan ternyata benar sehun memakirkan mobilnya di depan makam itu.

 

“ Sehun makam siapa itu?” tanyaku sedikit ragu.

 

“ Itu adalah makam ibuku, ayo keluarlah aku akan memperkenalkan calon istri ku padanya” Jawabnya seraya melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil yang disusul oleh ku. Dapat ku lihat raut wajahnya yang terlihat sedih. Sehun berjalan mendahuluiku menghampiri dan duduk di samping makam tersebut.

 

“ Ibu saya telah membawa calon istriku kesini, dia adalah Lee Je-ah, dia adalah wanita yang sangat berharaga untukku ibu? Bukankah dia sangat mirip dengan mu?” Tuturnya pada batu nisan yang berada di hadapanya. Aku hanya membungkukan badanku memberi hormat pada kediaman makam ibu mertuaku.

 

Aku memberanikan diriku untuk menanyakan sesuatu padanya yang sudah dari dulu aku ragukan.

 

“ Sehun apakah ibumu juga ibunya Luhan?” tanya ku sedikit hati-hati, takut jika dia akan marah seperti yang terjadi di dalam mobil kemarin ketika aku menyebut namanya dengan sebutan LUHAN-OPPA

 

“ Hmm iya” Jawabnya ketus tanpa melihatku.

 

“Benarkah? Tapi kau dan Luhan jelas-jelas mempunyai keturunan yang berbeda?” tanya ku lagi yang semakin bingung dengan apa yang terjadi di dalam keluarganya.

 

“ Entalah Je-ah aku terkadang sedikit membencinya tapi di samping itu semua aku juga sangat menyayanginya. Ibuku bukanlah tipe orang yang akan membagikan kasih sayangnya kepada seluruh anaknya secara merata. Lebih tepanya dia lebih memberikan kasih sayangnya kepada hyungku dan bukan aku! ” Ucapnya kosong menatap makam yang berada di depannya.

 

“ kenapa bisa seperti itu? Ayo ceritakan padaku sehun?” Aku menatap matanya dalam untuk meminta penjelasan mendalam darinya.

 

“ Sejak kecil aku dan kakakku hidup seperti serigala biasa blue eyes dan keturunan itu didapatkan dari ayahku sendiri, tidak ada satu pun dari kami yang mendapatkan keturunan dari ibuku yang merupakan serigala murni red eyes sampai pada akhirnya ketika sebuah kelompok serigala meneror keluarga kami. Dan ternyata ibuku berusaha melindungi kami kemudian saat itu juga sebelum ibuku meregangkan nyawanya dia memberikan seluruh kekuatan dan keturunannya pada kakakku dengan cara menyuruh kakak ku untuk mengambil jantung nya dan mengganti jantungnya dengan jantung ibuku dan semenjak itu lah kakakku menjadi seorang pemimpin yang memimpin serigala biasa seperti kami akhirnya saat itu jugalah aku di pisahkan dari kakakku untuk menyembunyikan identitas keluargaku.” Jelasnya sambil melihatku sendu.

 

Aku hanya bisa tersenyum miris mendengarnya. Aku tidak bisa berkata apa-apa lidah ku terasa keluh. Sehun yang kulihat sekarang bukanlah sehun yang sebelumnya tapi sehun yang benar-benar tegar.

 

“ Je-ah ada ingin ku tanya kan padamu?” Tanya sehun yang sempat membuyarkan lamunanku.

 

“ Hmm katakanlah” Jawabku dan menatap matanya dalam.

 

“ Apa kau mencintaiku?”

 

DEG . . . .

 

Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku hanya diam tidak merespon perkataanya karna aku benar-benar bingung pada diriku sendiri. Haruskah aku mengatakan iya atau tidak. Sudah cukup lama sehun menunggu jawabanku dalam hening.

 

Sepertinya sehun tak lagi menunggu jawaban dariku kemudian merarik tubuhku dan mendekatkannya pada tubuhnya. Menarik dagu ku dan sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya padaku dapat kurasakan deruan nafasnya yang semakin lama semakin terasa. Aku merasakan bibir sehun sekarang melumbat lembut bibirku yang benar-benar keluh atas perbuatanya, ini benar-benar gila kami tengah berciuman di depan makam ibu mertua ku.

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

Hari menjelang siang sehun melajukan mobil nya membelah jalan dengan kencangnya, aku masih terdiam dalam pikiranku sendiri, mendengar perkataannya membuat penilaian ku terhadapanya semakin berubah. Sehun tenyata kau benar-benar laki-laki yang kuat

 

Sesampai di kediaman rumah Oh kami disabut oleh banyaknya pelayan-pelayan yang menghampiri kami dan menyuruh kami untuk bersiap-siap karena acara pernikahan yang akan segera dimulai. Seorang pelayan menuntunku untuk berjalan memasuki sebuah ruangan hias.

 

“ Nyonya ini adalah gaun pengantin anda” Seorang pelayan memberikan sebuah gaun putih yang terlihat mewah, di tambah lagi sedikit corak-corak bunga yang menambah kesan elegan pada gaun tersebut.

 

“ Wah cantik sekali” Ucapku dan pelayan tersebut membalasku dengan sebuah senyuman.

 

Aku segera menganti baju dan memasang gaun yang diberikan oleh pelayan tersebut. Beberapa pelayan membantuku untuk memasang gaun ku. Setelah cukup lama memasang gaun ku seorang pelayang menuntunku kembali untuk duduk dan memulai menata rambutku yang terjurai panjang.

 

Seorang pelayan masuk ke ruangan ku dan menghampiriku “ Permisi nyonya ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda?”. Aku mengganggu mengerti dan berjalan ke luar ruangan dan  ku dapati seseorang yang sangat aku rindukan.

 

“ Ayah “ teriak ku kegirangan berlari dan memeluk ayah ku dengan erat.

 

“ wah kau cantik sekali anak ku “  Ucapnya sambil mengelus kepalaku dengan lembut.

 

“ Ayah kau memohongiku” Rengek ku dalam pelukkannya.

 

“ Arra. . . Arra. . .  Ayah tau Je-ah, tapi inilah rasa terimakasih kita terhadap keluarga Oh karena bagaimana pun juga dia lah yang menyelamatkanmu dari sekelompok serigala-serigala yang ingin membunuh kita walaupun kita kehilangan orang yang kita sayangi, ibu ”Jelas ayah seraya melepaskan pelukkan ku dan menatap mataku dalam.

 

“ Ne,  Aku mengerti ayah” Ucapku dan ayah pun tersenyum lebar.

 

“Oh iya ayah dimana kakak?” sambung ku yang sedari tadi mencari sosok kakak ku yang tak muncul.

 

“ Dia tidak bisa datang katanya ada urusan penting”

 

“ Mwo!!! Segitu pentingkah urusannya dari pada menemuiku.”

 

“ Je-ah kau seperti itu kepada kakakmu, hari ini adalah kebahagian mu bukan? Semangatlah,  Lihat nanti make upmu luntur “ ledek ayah dan alhasil membuat ku sedikit memayun kan bibirku kesal.

 

Author POV

 

Acara penikahan yang dijalankan oleh Sehun dan Je-ah berlangsung dengan lancar. Hanya terlihat orang-orang tertentu saja yang datang di hari pernikahan itu dikarenakan acara pernikahan itu diadakan secara tertutup. Setelah dua insan yang mengucapkan janji dan ikrar mereka, semuanya tampak begitu bahagia dan bertepuk tangan kepada pengantin baru yang akan memulai rumah tangganya.

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

Setelah acara penikahan tersebut selesai Je-ah lebih memilih menyendiri dari keramaian yang telah menyelimuti dirinya, beberapa orang terlihat asik berbincang-bincang tentang masa lalunya termasuk sehun yang kini terlihat asik berkumpul bersama teman-temannya. Je-ah tau mereka bukanlah manusia melainkan Serigala sama seperti sehun. Je-ah yang tak jauh dari mereka tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.

 

“ ya! Sehun istrimu sangat cantik, kau sangat beruntung “ Ucap salah satu dari mereka. Je-ah dapat melihat rawut wajah sehun yang begitu tampak bahagia.

 

Je-ah lebih memilih menjauhi mereka dan memutuskan untuk menenangkan pikirannya dalam hening. Sebuah bangku taman yang terletak sangat jauh di belakang kediaman rumah Oh tersebut menjadi daya tariknya untuk duduk disana. ia merasakan ada seseorang yang berjalan mendekatinya dan ketika Je-ah menolehkan kepalanya ke belakang dia begitu terkejut akan kehadiran orang tersebut.

 

Lee Je-ah POV

 

“ Chanyeol sunbae “ Ucapku tertahan.

 

“ Wae? Kenapa kau begitu terkejut” Sapanya dan berjalan mendekati ku.

 

“ Anni. . . tapi bagaimana bisa aku tidak mengundang anak sekolahku. Tunggu. . . . sunbae  dari mana kau tau aku akan menikah?” tanya ku selidik.

 

“ Heii Je-ah tenanglah, aku tidak akan memberitau siapapun, aku datang kesini ingin mengucapkan selamat atas penikahanmu”

 

“ Sunbae! Kau belum menjawab pertanyaanku tadi! “ Ucapku tegas.

“ Itu aku diberitau oleh suamimu, katanya kau dan dia akan segera menikah maka dari itu aku datang kesini, ini ambillah “ Chanyeol sunbae memberikan seikat bunga pada ku sebagai tanda selamat atas pernikahan ku dengan sehun.

 

“ ne arraseo. . . . Gomawo . . . “ kataku dan memberikan sebuah senyuman untuknya.

 

“ kau tak ingin mencium wangi bunga itu, bunga itu aku ambil dari toko bunga yang sangat mahal di tempatku ” Tawarnya padakku

 

“ Benarkah” Ucap ku ragu

 

Entah mengapa otak ku berkerja sendiri mengikuti perintahnya. Aku memejamkan mataku mencoba mencium aroma bunga yang di berikan olehnya dan kepalaku sedikit pusing jika aku semakin mencium aroma bunga yang benar-benar terasa menyengat itu. Aku tidak tau apa yang terjadi pada tubuhku sekarang. Yang aku tau hanyalah mataku yang semakin lama semakin terasa berat dan akhirnya pandanganku mulai mengabur kemudian aku mulai kehilangan kesadaranku. Dapat kurasakan chanyeol-sunbae menangkap tubuhku dalam keadaan tak sadarkan diri lagi.

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Author POV

 

Je-ah yang belum sadarkan diri akhirnya membuka matanya yang terasa berat, ia mencoba bangun dan melihat sekelilingnya. Tubuhnya terasa sakit semua terutama di bagian bawah tubuhnya. Pandangannya yang masih mengabur mencoba menormalkan pengelihatannya dan melihat sosok seseorang yang sangat familiar berdiri tempat di depannya.

“ Je-ah kau sudah sadar “

 

DEG. . .

 

Seketika je-ah merasakan tubuhnya terasa begetar hebat menyadari suara yang selama ini sangat ia rindukan. Suara yang ia rindukan itu sekarang tengah memeluk tubuhnya.

 

“ Luhan op. .pa” Ucap Je-ah terbata-bata menyadari kehadiran orang yang sangat ia rindukan itu secara tiba-tiba.

 

“ Maafkan aku. .  aku tidak bisa datang ke acara pernikahanmu Je-ah”

 

“ Oppa tapi bagaimana bisa?” tanya Je-ah dan melepas dekapan Luhan dari tubuhnya.

 

“ Chanyeol membawamu kesini, katanya kau tadi pingsan dia terlihat bingung harus membawamu kemana karena kau berada sangat jauh dari rumahmu “ jelas luhan dan mencubit hidung je-ah dengan gemas.

 

“ Oppa kenapa selama ini kau meninggalkanku dan tidak ada kabar sama sekali “ rengek Je-ah sambil menepuk-nepuk kecil dada bidangnya Luhan.

 

“ Mianhae Je-ah, aku tidak meninggalkanmu sama sekali hanya saja aku perlu mengembalikan seluruh kekuatanku setelah insiden tersebut terjadi “

 

“ Oppa kau tau aku sekarang sudah menjadi istri orang lain “ kata Je-ah menatap mata lawannya dalam

 

“ Ne aku tau “ Ucapnya singkat

 

“ Kau tidak marah?” Tanyaku spontan

 

“ Kurasa tidak, karena itulah perjanjian keluargaku dan keluargamu Je-ah “ Luhan kembali memeluk tubuh  kecilku seakan dia tidak ingin melepaskannya.

 

Oh Sehun POV

 

Sudah setengah hari aku mencari sosok yeoja yang sedari tadi tidak menampakkan kehadirannya, setelah pernikahan tadi aku tidak menemukannya lagi.

 

“ Akkhhh sial, seharusnya aku  menjaganya tadi “ gumamku geram sesekali memukul setir mobil yang berada di depanku.

 

Hingga pada akhirnya aku merasakan handpone ku bergetar dan kulihat layar di handponeku bertuliskan ‘satu pesan dari Xi Luhan’. Dengan cepat aku membuka pesan tersebut dan membacanya.

 

From : Xi Luhan

Istrimu sekarang berada di rumahku, jadi datanglah . Aku akan menunggumu adikku tersayang.

 

Setelah membacanya aku segera melajukkan mobilku dan mencarinya di rumahnya, sesampai di kediaman rumah dimana tempat kakakku tinggal aku segera masuk dengan lancangnya tanpa memperdulikan pelayan-pelayan yang mencoba menahanku. Kemudian aku melihat sebuah ruangan dengan pintu yang terbuka lebar dapat kurasakan bau aroma tubuh Je-ah berada di dalam ruangan tersebut. Tanpa berpikir panjang aku segera masuk dan mendapati istriku tengah berpelukkan bersama seorang namja yang tak lain adalah kakakku. Aku sungguh tidak tahan lagi, tubuhku benar-benar panas sekarang melihat adegan yang ada di depan ku dan . . . .

 

BUKKKKK. . . .

 

Dengan sekali tinjuan kakak ku kini jatuh terhempas ke lantai, tidak cukup puas aku sekarang menarik kera bajunya dengan kasar menyuruhnya untuk kembali berdiri, anehnya dia tidak membalas perbuatanku.

 

“ Wae hyung? Kenapa kau tidak membalasku, apa kau masih belum pulih dari penyakitmu itu hah? “ tanyaku geram menatapnya dengan mata serigalaku dan dia hanya tersenyum remeh itu benar-benar membuat ku muak ketika aku hendak melayangkan sebuah tinjuan lagi padanya, sebuah  tangan menghentikanku.

 

“ Sehun cukup hentikan “

 

Lee Je-ah POV

 

Aku terkejut melihat kedatangan sehun dan tiba-tiba memukul Luhan dengan sangat keras dan ketika sehun hendak memberikan subuah tinjuannya lagi, aku segera menghentikan tangannya.

 

“ Sehun cukup hentikan “ Ucapku memohon padanya, memohon pada sehun yang sekarang tengah diselimuti rasa emosi.

 

“ Wae kau masih mencintainya?” kini sehun tidak lagi menatap luhan yang berada di depannya tapi sekarang menatapku dengan tajam.

 

“ Jawab aku Je-ah kenapa kau diam!“ Suara sehun semakin menekankan nada bicaranya. Aku tidak bisa berkata apa-apa sekarang apalagi melihat sehun yang masih diselimuti rasa cemburu.

 

Tanpa sadar sehun menarik tangan ku dengan kasar dan meninggalkan Luhan yang masih terdiam melihat kepergian kami. Sehun memasukan ku paksa kedalam mobilnya dan membawaku pergi meninggalkan rumah kediaman milik Xi Luhan.

 

@Keesokan harinya

 

Setelah kejadian yang terjadi didalam rumah Luhan tersebut, aku dan sehun tidak berbicara sedikitpun. kami tidak lah seperti sepasang pengantin baru yang akan sangat bahagia setelah pernikahannya. Dalam perjalanan ke sekolah pun kami tidak berbicara untuk hanya sekedar menyapa. Sesampai di sekolah sehun keluar dari mobilnya dan segera mengambil semua barang yang dia bawa dan pergi meninggalkanku tanpa melihatku.

 

“ ya Je-ah kau berangkat ke sekolah lagi bersama Sehun ya?” Ucap dasom yang melihatku masih menatap kepergian sehun dengan sunyi.

 

“ ne “ kataku singkat.

 

“  hmm Je-ah kenapa kau terlihat murung? Akhir-akhir ini kau tidak pernah menghubungiku dan bercerita tentang masalahmu?” Terang dasom berjalan beriringan bersamaku menuju kelas.

 

“ Anni akhir-akhir ini aku sibuk pergi keluar kota sekedar menenangkan pikiranku setelah banyak sekali menjalani ulangan di sekolah “ Ucapku asal.

 

Ketika kami memasuki ruangan kelas, semua murid tampak sangat menunggu hari ini, hari perkemahan seluruh sekolah. Hari dimana kita dapat berkumpul dengan sekolah-sekolah lainnya, dan kali ini kamilah yang menjadi tuan rumahnya. Kulihat sehun masih sibuk berbicara dengan teman sebangkunya aku ingin sekali menyapanya tapi itu tidak mungkin ia tidak akan membalasnya karena aku tau sehun masih marah setelah kejadian pertengkaran dia dan luhan kemarin.

 

‘ini benar-benar berat, menghadapi laki-laki pencemburu sepeti sehun’ celotehku sendiri sambil menghela nafasku dengan berat. Setelah sekian lama menunggu akhirnya Songsaenim Kim menyuruh kami berkumpul di aula lapangan dan bergabung bersama sekolah lainnya yang telah bersiap menunggu kami. Kami segera keluar dari kelas dan berjalan menuju aula sekolah kami yang benar-benar luas. Ketika kami berkumpul ketua penyelengara menyuruh kami untuk menyiapkan sebuah tenda untuk kami tiduri nanti malam, setiap tenda masing-masing hanya untuk dua orang dan wilayah tenda telah di bagi menjadi 2 yaitu sebelah kiri wilayah khusus untuk kaum hawa dan sebelah kanan khusus untuk kaum adam. Dan jika ada yang melanggar akan di kenakan sangsi.

 

Aku dan dasom segera mendirikan tenda sebelum hari semakin gelap, aku sudah cukup berpengalaman dalam hal bongkar pasang tenda, ini membuatku mudah untuk memasangnya. Sudah sekitar 30 menit aku dan dasom berkeja di bawah panasnya terik matahari yang begitu menyengat akhirnya selesai juga. Dasom menyuruhku untuk beristirahat kemudian aku berjalan mengambil segelas minuman botol kecil yang telah di siapkan oleh panitia dan langsung meneguknya hingga tak besisa lagi. Aku sedikit terkejut ketika seseorang meletakkan sebuah handuk kecil di kepalaku. Aku sedikit mendongakan kepalaku keatas mencari tau sosok siapa orang tersebut.

 

“ Sehun “ Ucapku yang menyadari bahwa orang tersebut adalah sehun, aku tidak percaya dia akan menyapaku walaupun tidak dengan sebuah kalimat.

 

“ Malam ini tidurlah denganku”

 

Aku langsung membulatkan mataku tak percaya dengan perkataanya.

 

“ Mwo!!! Kau gila “ Teriakku dan Sehun langsung membengkap mulut dengan tangannya menyuruhku untuk diam.

 

“ Aku sudah menyuruh ketua untuk memindahkan Dasom ke tenda lain “ Jelas sehun dan melepaskan tangannya.

 

“ Tapi Sehun Kau lupa. . . kita akan kena sangsi jika kita melanggarnya “

 

“ Kau lupa siapa ketuanya Je-ah”

 

Aku langsung memukul kepalaku pelan, aku lupa bahwa PARK CHANYEOL lah ketua penyelengaranya, wajar saja jika Chanyeol sunbae menuruti perintahnya.

 

“ Baiklah nyonya Oh jangan berfikir kau bisa lari dariku “ Seketika tubuhku merinding mendengar perkataannya dan ia berlalu pergi menginggalkanku.

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Xi Luhan POV

 

Aku masih menatap kosong minuman Cappuccino yang berada di depanku. Tak ku hiraukan lagi handponeku yang sedari tadi berdering tidak ku angkat.

 

“ Wae? Kenapa tidak dijawab “ Tanya Chanyeol yang sejak siang tadi setia menemaniku di caffe tempat biasa aku menenangkan diriku.

 

“ Aku rasa aku tidak perlu mengangkatnya “ Jawabku asal

 

“ Hmm jadi kenapa kau tidak ikut perkemahan yang di laksanakan oleh sekolah Luhan?” Tanyanya lagi.

 

“ Dari dulu aku tidak suka keramaian, jadi kuputuskan untuk tidak ikut “ Jawabku malas.

 

Aku kembali meneguk Cappuccino ku yang sempat mencair karena tak kusentuh sejak siang tadi.

 

“ Terimakasih telah banyak membantuku Chanyeol-ssi “ Ucapku dan dia langsung menepuk pundak ku pelan.

 

“ Hm aku mengerti, tapi aku berharap padamu Luhan jika memang kau benar ingin menyelesaikan permainan ini jangan pernah menyesal pada dirimu sendiri Luhan-ssi “ Tuturnya dan aku hanya menganggukan kepala mengerti.

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Lee Je-ah POV

 

Hari menjelang Malam Seluruh sekolah berkumpul bersama menunggu acara inti tersebut. Mereka berdiri mengitari sebuah api unggun yang siap di bakar. Semua orang menyanyikan lagu mereka besama-sama di akhir tahun yang meriah ini dan semua orang bertepuk tangan ketika api unggun yang berada di depan mereka telah dihidupkan. Aku melihat sosok familiar yang sangat aku kenal. Sehun kini duduk diantara banyaknya perempuan yang tak lain adalah anak-anak dari sekolah lain yang terlihat kagum akan pesonanya.

 

‘Huh dasar playboy’ gumamku kecil sambil memayunkan bibirku kesal.

 

Aku tidak lagi memperhatikan mereka, aku lebih memilih untuk kembali ke tendaku dan merebahkan tubuhku pada tikar yang berada di depan tendaku. Ini lebih baik dari pada harus melihat pemandangan yang menjengkelkan itu.

 

# 5 Jam kemudian. . . . .

 

Aku merasakan ada seseorang yang mengendongku dan membawaku masuk ke dalam tendaku, aku mencoba membuka mataku yang sempat terlelap ini.

 

“ Ya!! Sehun apa yang kau lakukan! “ Teriakku padanya.

 

“ ya Je-ah berhentilah berteriak, Aku hanya membawamu masuk melihat mu sudah tertidur terpakar di luar. Dan ini sudah waktunya seluruh murid untuk kembali masuk ke tenda mereka” Jelasnya masih dengan gaya dinginnya.

 

“ Jadi? Apa yang kita lakukan? “ Ucapan sehun membuat moodku sedikit berubah.

 

“ Terserah kau aku ingin tidur “ kataku malas dan tiba-tiba sehun menarik selimut yang tengah menyelimuti tubuhku.

 

“ Ya! Sehun apa lagi “ Ucapku dan langsung duduk menatapnnya.

 

“ Je-ah ayo kita melakukannya “

 

“ Melakukan apa?” Tanyaku polos.

 

“Malam pertama kita yang sempat tertunda” Jawabnya dan menampakkan wajah memelasnya.

 

“ Kau gila, ini tempat perkemahan Sehun, aku tidak mau aku ingin tidur “

 

Tampaknya dia kesal dengan penolakanku. ia langsung membuka kaos bajunya dan menampakan tubuhnya yang benar-benar besar.

 

“ Ya!! Sehun Jangan macam-macam padaku, aku tidak akan segan-segan memukulmu” Ucapku tegas.

 

“ Kau pikir aku memaafkanmu setelah kejadian kemarin huh? Sekarang aku akan menghukummu nyonya Oh “ Ancamnya sambil memberikan senyum evilnya padaku.

 

Author POV

 

Sedetik itu juga Sehun sudah mendaratkan bibirnya pada Bibir merah milik Je-ah, meluapkan rasa kekesalannya yang menyelimutinya selama ini, ia langsung mendorong tubuh mungil Je-ah tampaknya Je-ah sedikit memberontak dan memukul-mukul kecil tubuh Sehun yang kini bagaikan Setan yang haus akan tubuhnya. Sehun tau pukulan yang diberikan oleh Je-ah tidaklah terasa sama sakit sama sekali. Sudah sekitar 3 menit bermain di bibir merah milik Je-ah, Sehun kini beralih pada leher jenjang milik Je-ah mengigit-gigit kecil dan mengecupnya memberikan kissmark di leher jenjang Je-ah. Dengan rasa nafsu yang tengah menyelimuti Sehun membuat Je-ah hanya bisa pasrah dengan perlakuan sehun terhadapnya. Bagi Sehun tubuh Je-ah bagaikan sebuah narkoba yang akan membuat ia merasa kecanduan.

 

@Morning

Je-ah yang merasakan sinar matahari yang mulai menampakan sinarnya mulai membuka matanya yang terasa sangat berat. Ia merasakan tubuhnya terasa sangat sakit mengingat apa yang terjadi tadi malam. Dia dan sehun sudah melakukan hal yang sering dilakukan oleh sepasang pengantin baru. Mata Je-ah kini beralih pada namja yang kini berada di sampingnya. Ia melihat sehun sedikit mengigau membuat Je-ah semakin gemas dengan namja yang berada didekatnya sekarang.

 

“ Ya!! Sehun kau harus segera bangun dan kembali ke wilayah mu sekarang sebelum ada yang tau bahwa kau berada di dalam tendaku “ Ucap Je-ah dan Sehun perlahan-lahan membuka matanya kemudian bangun dan ia menatap wajah istrinya yang sibuk membangunkannya.

 

“ Je-ah kau mengatakan apa tadi?” Tanya Sehun setengah sadar.

 

“ Aku menyuruh mu untuk bangun Sehun “ Ulang Je-ah

 

“ Wae? Kenapa kau memanggilku dengan Sebutan Sehun! “ Kata sehun kesal.

 

“ Wae? Memangnya salah jika aku memanggilmu sehun “  Je-ah mengerutkan dahinya tidak mengerti.

 

“Ckckck. . . Ternyata kau naif juga Je-ah, jelas-jelas kau tadi malam mendesahkan namaku dengan sebutan Sehun-Oppa “ Ucapan Sehun membuat pipi Je-ah benar-benar merah mengingat kejadian tadi malam.

 

“ Maka dari itulah mulai sekarang kau harus mempetahankan apa yang kau ucapkan tadi malam Je-ah, Aku tidak ingin kau masih memanggilku dengan sebutan formal “  sambungnya

 

Je-ah menganggukan kepalanya pelan, ia tau tak seharusnya ia memanggil suaminya dengan sebutan formal. Je-ah mendengar sebuah suara dari luar yang menyuruh semua murid untuk berkumpul di lapangan untuk memberikan sebuah intruksi karena ini adalah hari terakhir perkemahan seluruh sekolah dan Ketika Je-ah hendak melangkahkan kakinya menuju luar tangan sehun lebih dulu menarik tangan Je-ah.

 

“ Kau mau kemana?” Tanya Sehun to the point.

 

“ Ada apa lagi Oppa? “ Ucap Je-ah malas.

 

“ Kau ingin keluar dengan keadaan lehermu seperti itu “

 

Je-ah langsung terbelalak kaget mendengar perkataan Sehun. Dia lupa bahwa kissmark yang di berikan oleh Sehun tadi malam belum hilang. Sehun hanya tertawa melihat keadaan Je-ah yang tidak bisa keluar dari sarangnya. Dia tau dia lah yang membuat Je-ah seperti ini. Dan saat itulah mereka merasakan perasaan yang belum pernah tumbuh dari mereka. Yaitu adalah rasa menjaga dan melindungi satu sama lain.

 

 

Lee Je-ah POV

@2 Minggu Kemudian di kediaman rumah Oh

 

“ Huek. . . Huek. . . “ Aku terbangun dari tidurku merasakan perutku terasa mual. Sudah  sejak kemari aku merasakan tubuhku terasa aneh.

 

“ Gwencana? “ Sehun yang mendengarku dari dalam kamar mandi menghampiriku dan mengambil segelas air putih kemudian memberikannya padaku.

 

“ Lihat wajahmu pucat sekali Je-ah lebih baik kita ke dokter “ Sehun membantu ku berdiri dan menuntun ku masuk kedalam mobilnya.

 

Sesampai dirumah sakit. Seorang dokter memeriksaku yang masih terbaring lemah. Sehun yang berada di dekatku mengampiri dokter yang telah selesai memeriksaku.

 

“ Gimana keadaan istri saya Dok?” Tanya Sehun dengan nada khawatir.

 

“ Selamat ya Tuan Oh, istri anda sedang mengandung seorang bayi yang sangat sehat “ Ucapan Dokter membuat Sehun di selimuti rasa bahagia. Dan menghampiri istri yang masih terbaring lemah.

 

“ Oppa aku hamil?” tanyaku sambil menatap wajahnya yang tampaknya begitu bahagia akan kehadiran sebuah bayi tersebut.

 

“ Ne Je-ah kau sedang mengandung anak kita” Jawabnya bahagia.

 

Kami pun memutuskan untuk kembali kerumah, setelah mengetahui aku sedang mengandung sehun langsung memberitau ayah mertuaku akan kabar tersebut dan menyuruh untuk tidak sekolah hari ini. Karena keadaanku yang tidak memungkin untuk datang kesekolah. Aku hanya bisa duduk dikamarku melihat sehun yang masih bersiap-siap untuk berangkat kesekolah.

 

“ Oppa seharusnya aku juga bersekolah hari ini? “ Ucapku lemas dan sehun langsung menatapku lembut.

 

“ Annia. . . kau harus tetap dirumah untuk beberapa hari Je-ah, aku akan mengijinkanmu pada  songsaenim Kim “ Sehun mengusap kepalaku kecil dan mencium keningku dengan lembut.

 

“ Aku akan berangkat sekarang, jaga dia baik-baik Je-ah “ sambungnya dan aku hanya menganggukan kepalaku pelan.

 

Sehun meninggalkanku yang masih berada di dalam kamarku. Dapat ku dengar suara mobilnya yang awalnya terdengar jelas semakin lama semakin tak terdengar lagi. Tak berapa lama kemudian aku mendengar bel rumahku berbunyi. Aku segera berjalan dan membuka pintu rumahku mencari tau siapakah yang datang di hari pagi seperti ini.

 

“ Luhan?” Ucapku tekejut menyadari kehadirannya.

 

“ Boleh aku masuk? “

 

“ Ne tentu saja “  Aku mempersilahkannya masuk, aku masih tidak percaya dia masih ingin bertemu dengan ku setelah kejadian beberapa minggu yang lalu.

 

Kami sempat tidak berbicara dalam waktu yang cukup lama, aku lihat dia memutar bola matanya  melihat isi rumah ini, sampai pada akhirnya kudengar dia memulai membuka pembicaraannya yang sedari tadi terasa hening.

 

“ Aku dengar kau sedang hamil Je-ah?” tanya Luhan dan mengejutkanku bagaimana dia mengetahui informasi ini secapat ini.

 

“ Ne “ Jawabku singkat.

 

“ Apa kau yakin itu anakmu bersama Sehun Je-ah?”

 

Aku mengerutkan dahiku menatapnya tajam.

 

“ Apa maksudmu Oppa?” Tanya ku bingung

 

“ Anak yang ada dirahimmu itu bukanlah anakmu bersama Sehun Je-ah melainkan anak kita berdua “ Tutur Luhan memandangi perutku.

 

“ Oppa kau bicara apa? Jelas-jelas ini anakku bersama Sehun “ Ucapku yang semakin tidak mengerti dengan pekataan Luhan padaku.

 

“ Mungkin kau tidak menyadarinya Je-ah, kau merasa bahwa Sehunlah yang melakukannya tapi sebenarnya aku lah yang terlebih dulu melakukannya padamu Je-ah “ Jelas Luhan yang membuatku semakin pusing.

 

“ Oppa kau gila? Kita tidak melakukan apapun “ Ucapku untuk meyakinkannya. Meyakinkan bahwa ini salah.

 

“ Kau salah! Aku sudah melakukannya ketika kau berada dirumahku ketika kau dalam keadaan pingsan, Kau dan Sehun sudah masuk dalam permainanku Je-ah “ Jelas luhan menatap mataku dalam

 

“ MWO!!! KAU JAHAT OPPA, KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU, APA SALAHKU “ tanpa sadar aku mulai terisak dalam tangisku, Aku benar-benar shock mendengar kenyataan yang menyakitkan ini, kenyataan bahwa anak ini bukanlah hasil hubungan ku bersama Sehun Melainkan anak haram yang Luhan perbuat padaku. Oh tuhan cobaan apa lagi yang kau berikan padaku. Jika sehun tau tentang ini dia tidak akan pernah memaafkanku.

 

~ TO BE COUNTINOUS ~

Hahah akhirnya selesai juga part 4, udah cepek dari tangan sibuk aja ngetik, mian kalau ceritanya gaje. . . hehe XD

 

Sekali lagi Tolong komentarnya ya ^^ . . . Untuk memperbaiki FF ini jadi semakin menarik

Kritik dan sarannya sangat membantu. ^^ Mian jika kalian menunggu lama,

Semoga para pembaca masih menunggu part 5 hehe XD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

81 pemikiran pada “My Boyfriend is A Wolf (Chapter 4)

  1. Gak kerasa udah jam 2 malam,,,
    aq baca terus dari tadi,,,,
    ceritanya keren thor lebih woww dari sinetron jadi tambah penasaran apa yg dikatakan luhan itu benar apa bohong,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s