Unconditionally (Chapter 2)

UNCONDITIONALLY [Chapter 2]

(My Love Grow Together With Time)

 Unconditionally

 

Title             :  Unconditionally [chapter 2]

Author          : NuAmaliah

Cast             : -Lee Gakyung        a.k.a Gakyung

-Kim Jong In          a.k.a Jong In (Kai EXO-K)

-Choi Minhwa         a.k.a Minhwa

-Byun Baekhyun      a.k.a Baekhyun (Baekhyun EXO-K)

-Kim Taeha           a.k.a Taeha

-Park Chanyeol       a.k.a Chanyeol (Chanyeol EXO-K)

-Byun Young Ah      a.k.a Young Ah

-Xi Luhan              a.k.a Luhan (Luhan EXO-M)

-Kim HyunKi          a.k.a Hyung Ki

-Kim Joonmyun      a.k.a Suho (Suho EXO K)

Pairing         : -InKyung,BaekHwa,YeolHa,HanAh,JoonKi

Genre           :  Romance,School life,

Length          : Chapter

Rating          : PG-17

Warning        : Typo dimana-dimana.

Summary       : Fanfic ini mengisahkan tentang gaya pacaran ala anak remaja yang berbeda beda tapi tetep romantis kokk

Chapter 2

Dari tempat yang berbeda dapat disaksikan tiga orang yeoja baru saja terbangun dari tidurnya. Ketiga  yeoja ini sangat akrab semenjak  empat hari yang lalu mereka bertemu. Sebenarnya mereka berempat hanya saja salah serorang dari yeoja ini tak sedikitpun menunjukkan tanda-tanda terbangun dari tidurnya. Minhwa saat ini masih lelap menutup matanya rapat dan tak ada sedikitpun pergerakan pada yeoja bermarga Choi ini.

Namun beberapa saat kemudian ia terbangun saat suara seorang yeoja yang sangat ia kenali memaksanya membuka matanya.

“Minhwa yahhh… ireona palli !!!”

“Ne omma.. lima menit lagi,” kata Minhwa malas

“Minhwa kau tiidak bisa begitu, kau inikan yeoja”

“Ne,,aku tahu”

“Baekhyun sudah menunggumu di bawah” Mendengar kata-kata ommanya Minhwa segera bangkit dari posisinya.

“Mwo.. mau apa dia kesini omma??” Katanya dengan senyum yang berusaha ia sembunyikan.

“Omma tahu kalau kau tidak suka. Baiklah kali ini omma tidak akan memaksamu lagi. Omma akan menyuruhnya pergi” kata omma Minhwa lemah.

Minhwa segera menahan ommanya ketika ia beranjak turun dari lantai atas menuju ruang tamu tempat Baekhyun sekarang berada. Minhwa segera turun dan menemui Baekhyun.

“Byun ah..kau mau apa..?”

“Aku ingin mengajakmu berbelanja hari ini” katanya dengan senyum yang memperlihatkan bibir kotaknya.

“Aigoo.. aku tidak punya uang.”

“Kwenchana aku yang akan membelikannya untukmu sebagai permihonan maafku selama ini” kata Baekhyun sambil menggaruk tengkuknya

“arasseo.. khaja!!!”

“kau tidak mandi dulu?” kata Baekhyun heran

“Hahahaha Babo.. baiklah aku akan mandi dulu” Baekhyun tersenyum melihat Minhwa yang melangkahkan kakinya pada setiap anak tangga yang akan membawanya menuju kamar mandi.

Sementara di tempat lain seorang yeoja yang sudah siap dengan alat melukisnya. Cat,kuas,kanfas dan sebagainya. Young Ah tampak sangat sibuk kali ini ia menyelesaikan hampir 18 lukisan berbeda dalam waktu satu malam. Masih ada dua lukisan yang harus ia selesaikan. Young Ah sengaja membuat 20 lukisan sebagai simbol kelahiran Luhan. Kesibukannya tiba – tiba terhenti saat seorang namja melingkarkan tangannya di bahu yeoja ini. Young Ah seketika terhentak dan menjatuhkan kuasnya. Yeoja ini berbalik menghadap namjanya.

“ Wee..”

“Aku ingin mengajakmu berbelanja.”

“Untuk apa..?” kata Young Ah bingung

“Kau harus jadi yang terbaik besok” kata Luhan.

“Bukankah kita masih punya baju yang kemarin.”

“kita sudah memakainya beberapa kali. Aku ingin kau tampil berbeda kali ini Young Ah ya”

“Arasseo..”

Merekapun segera pergi ke salah satu mall terbesar di korea. Memang memang berasal dari keluarga yang berada. Luhan tinggal di Korea sejak 5 tahun yang lalu dan belajar berbahasa korea melalui Young Ah. Karena itu Luhan sanggup melakukan apapun demi Young Ah begitupun sebaliknya.

Luhan membelikan dress panjang untuk Young Ah. Meskipun terkesan sangat mewah namun dress itu masih memperlihatkan sisi manis dari seorang Young Ah. Luhan memang sengaja memesankan baju itu untuk Young Ah. Young Ah selalu bertanya pada Luhan mengenai harga baju itu. Tapi Luhan selalu mengatakan kalau Young Ah jauh lebih berharga daripada seribu baju seperti itu.

“Kau cantik Young Ah ya..” kata Luhan memeluk yeojanya dari belakang

“Gomawo yeo.. “Young Ah menggenggam tangan Luhan yang kekar dan memperhatikan pantulan mereka pada cermin di depannya.

Mereka tidak langsung pulang. Luhan mengajak Young Ah makan di sebuah restran mewah semua makanan telah dipesan jauh sebelum Young Ah tiba di sana. Young Ah tampak heran dengan tingkah laku Namjanya itu. Luhan sangat bahagia saat itu terbukti dari senyumnya yang mereka. Namun berbeda dengan Young Ah. Sebenarnya saat itu Young Ah tidak ingin makan makanan berat ,tapi karena tak ingin mengecewakan Luhan Young Ah pun terpaksa memakannya.

Tentu saja Luhan memperhatikan Young Ah. Luhan akhirnya memutuskan bertanya pada Young Ah

“Young Ah ya.. sebenarnya apa yang ingin kau makan Eohh??”

“Honey,, apakah di sini tidak menjual Ice Cream”

“Hahahaha tentu saja ada Young Ah. Kenapa kau tidak mengatakanya” Luhanpun memanggil pelayan dan memesan Ice cream kesukaan yeojanya.

+++++

Seorang yeoja berkaki panjang tampak baru keluar dari pintu bandara. Ia berjalan sambil memegangi sebuah kertas dan minuman dingin di dangannya. Yeoja ini tampak sibuk mencari seseorang. Tapi orang itu tak kunjung tiba.

Yeoja ini adalah Kim Hyung KI,dia baru saja pulang dari Jepang melanjutkan pendidikan bela dirinya. Namun setelah sekian lama ia memutuskan untuk kembali ke Korea. Kabarnya Yeoja ini akan memasuki kelas Vocal keesokan harinya di sekolah yang sama dengan,Kim Taeha

Jauh dari sana seorang namja masih sibuk berkutak dengan bukunya. Ia tampak sangat menikmati buku berjudul The Little Prince yang bahkan sudah ia baca beberapa kali sejak ia berusia 7 tahun. Namun tampaknya perasaan jenuh tak kunjung datang menghampiri namja bernama Suho ini.

Tiba-tiba Suho melemparkan bukunya ke meja dan tampak sangat panik.

“Na Cugosseo..!!!” teriak namja ini

Tentu saja dia akan mati. Bagaimana tidak seorang yeoja dengan tempramen yang sangat tinggi tengah menunggunya sekarang. Semestinya ia telah stand by di sana sejak 1 jam yang lalu. Namun tampaknya hampir satu setengah jam ia membuat Hyung KI menunggu. Suho segera melajukan mobil sedan putihnya menuju ke tempat di mana ia seharusnya berada

+++++At Air port

“Hyung KI ah mianhae” Katanya lemas

Hyung KI tidak menjawab,ia hanya menatap tajam Suho yang sekarang nyalinya sedang menciut.

“Maaf aku terlambat.” Suho seketika kaget dengan suara Hyung KI yang melengking

“Yakkk.. kau. Kenapa kau terlambat? Kau membaca buku itu lagi “

“Ia,, tapi aku langsung ke sini saat aku mengingatnya kan?”

“Tidak ada bedanya yang jelas kau terlambat.”

Hyung KI lalu menyeret kopernya menjauh dari Suho. Suho berlari dan membuka pintu mobilnya untuk Yeojanya itu. Suho segera mengemudikan mobilnya menuju rumahnya. Hyung KI tak sedikitpun berbicara sampai Suho yang memulainya duluan.

“Hyung KI ssi mian,”

“Kwenchana Suho ssi.. aku hanya sedikit kesal menunggumu di sana. Itu semua karena aku tidak tahu jalan menuju rumahmu.”

“Ne..” Suho meraih tangan Hyung KI ke dalam genggamannya.

+++++

“Yeboseyeo..” kata Chanyeol

“Wae yoo??” Jawab Taeha dengan nada yang datar.

“Taehaya aku sudah tiba di depan rumahmu kau bilang mau berbelanja hari ini kan”

“Ne.. Tunggu aku akan segera turun”

Taehapun turun dari kamarnya menuju tempat dimana Chanyeol sekarang atau tepatnya di depan pintu gerbang rumah Taeha.

“Chanyeol ah.. kaja” kata Taeha sambil berlalu melewati namjanya menuju Mobil sport hitam yang terparkir tak jauh dari tempat mereka sekarang. Chanyel bergeleng memperhatikan tingkah yeojanya yang boleh dibilang berbeda dengan biasanya. Taeha memang sangat ramah dan sangat manja hari itu. Tentu saja bukan karena tanpa alasan,Taeha sangat ingin berbelanja di mall Seoul bersama Chanyeol.

“Taehaya… memangnya apa yang ingin kau beli eo?” katanya tanpa melihat ke arah Taeha

“Aku ingin membeli sebuah gaun yang sangat indah Chanyeol ah..” katanya dengan mata yang berbinar

“Mwoo.. Gaun??”

“ Kenapa…” Chanyeol tiba-tiba menghentikan moblnya membuat Taeha terjungkal kedepan

“Yakkk kenapa kau hentikan mobilnya??” kata Taeha ketus

“kau ingin Gaun kan?”

“Tentu saja..”

“Kalau kau mau Gaun kau itu tidak perlu ke mall. Kau hanya cukup meminta Gakyung mendisainkan sebuah gaun untukmu. Dan kau tahu hasil design nya itu sangat bagus,lagipula jika  kau membelinya dari Gakyung bukankah kau akan mendapatkan diskon” kata Chanyeol menjelaskan panjang lebar

Taeha seketika berteriak tidak terima dengan perkataan Chanyeol.

“Ya.. michosseo.. aku tidak mau. Aku harus mendapatkan gaun yang ku inginkan. Kalau kau tidak mau menemaniku aku turun di sini.” Taeha segera membuka pintu mobil dan berlari menjauhi Park Chanyeol. Menyadari kalau perkataanya salah Chanyeol segera turun mengikuti langkah Taeha. Tak butuh waktu lama untuk mengejar Taeha. Chanyeol segera menarik Taeha berbalik padanya,dilihatnya mata Taeha yang berkaca-kaca. Mungkin yeoja in tersinggung akibat perkataan namjanya sendiri.

“Apa aku salah mendapatkan apa yang ku inginkan?” katanya dengan suara yang bergetar

“Aniya Taeha yah… Mianhe.” Chanyeol meraih Taeha ke dalam pelukannya dan menuntun yeoja ini kembali ke mobilnya.

Mereka akhirnya sampai di tempat yang sangat Taeha inginkan. Taeha membeli sebuah gaun yang di design oleh Gakyung hanya saja di jual di lokasi yang berbeda. Taeha berbalik memandangi Chanyeol dengan senyum yang merekah di wajahnya sementara chanyeol mengacak rambutnya gusar melihat tingkah yeojanya

“Bukankah itu sama saja”

“Gommawo Chanyeol ah..”

+++++

“Minhwa yah,,bagaimana kalau yang ini?” kata Baekhyun

“Mwo.. kau ingin membuatku terlihat seperti ajumma??”

“Tidak,, ini kan dress yang sangat bagus.”

“Aku tegaskan sekali lagi padamu,aku tidak mau pakai dress yang kau pilih. Lagipula ini kan hanya acara musim panas.”

“tapi bukankah semua orang akan memakainya.”

Minhwa berjalan dan terus berjalan ditemani oleh Baekhyun yang terus berada di belakangnya. Sesekali Baekhyun tampak menarik lengan Minhwa saat sekelompok namja berjalan tepat di depan Minhwa berusaha menghlangi langkahnya. Pada saat seperti itu Baekhyun akan mengatakan” kau ada masalah dengan yeojaku” dan Minhwa yang mendengarnyapun tersenyum kaku.

Minhwa memutuskan untuk membeli sebuah Hotpants berwarna biru dengan baju kaos yang senada, Baekhyun yang semula menginginkan Minhwa memakai gaunpun mencari berbagai ide. Baekhyun berfikir keras di mana dia bisa mendapatkan gaun yang cocok untuk Minhwa. Tiba-tiba Baekhyun teringat akan Gakyung sahabat Minhwa,

“Dia pasti bisa menolongku,diakan tahu bagaimana Minhwa. Dan tentu saja dia akan mau membantuku” kata namja ini.

Setela mengantarkan Minhwa pulang kerumahnya di malam hari Baekhyun menuju rumah Gakyung. Meminta bantuan pada sang Designer

“Silahkan masuk … “kata Gakyung ramah

“Gomawo”

“Kenapa kau datang malam – malam Baekhyun ssi?”

“Anii.. sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu Gakyung ah”

“aku akan membantumu semampuku,apakah itu hal yang sulit..?”

“Nee… aku ingin kau membuatkan sebuah gaun untuk Minhwa”

“hahaha.. itu bukanlah hal yang sulit Baekhyun ssi” Gakyung segera beranjak dari sofa menuju meja kerjanya memperlihatkan beberapa hasil rancangannya pada Baekhyun.

“Ini adalah hasil rancangan ku dan memang ku khususkan untuk Minhwa. Bagaimana menurutmu??”

“Aku tidak tahu Gakyung ssi semuanya tampak bagus,tapi aku tidak yakin kalau Minhwa mau mengenakannya” kata Baekhyun kecewa

“Kwenchana aku akan membuatkan design yang baru”

Gakyung menuju meja kerjanya saat itu juga. Beberapa menit kemudian Gakyung datang dengan sebuah design di tangannya. Di sana tergambar jelas sebuah gaun yang sangat sederhana. Gaun itu berwarna peach dengan sedikit renda di pinggang dan ujung lengannya yang panjang. Gakyung berencana untuk memasangkan gaun itu dengan sebuah wages ringan yang sengaja ia buat special untuk Minhwa

“Gakyung ssi kenapa sepatunya seperti itu ?”

“Hahaha,, ini wages Baekhyun ssi. Ini cocok untuk Minhwa yang jarang bahkan tidak pernah memakai Heels.”

“Ohh benarkah”

“Nee.. aku masih akan menambahkan sedikit pola di sekitar dada dan bagian belakangnya”

“kalau begitu terima kasih. Aku pulang dulu Gakyung ssi”

“Nee..”

Gakyung segera menuju meja kerjanya setelah Baekhyun benar-benar pergi. Beberapa detik kemudian seorang namja memasuki ruang kerja Gakyung. Namja ini segera menghampiri yeojanya. Gakyung langsung tersenyum saat melihat bayangan namjanya itu. Gakyung segera berdiri dan menghambur memeluk Jong In. Jong In memeluk Gakyung sambil sesekali mengecup puncak kepala yeojanya itu.

“Kau sedang apa Gakyung ah??” kata Jong In dengan posisi yang sama

“Aku sedang membuat design dress untuk Minhwa” katanya

“untuk malam puncak ??”

“Ne oppa…”

“kau sendiri sudah punya gaun?”

“Ne..”

“padahal aku berniat untuk membelikan sebuah gaun untukmu.”

“Haha Oppa tidak perlu melakukannya. Aku bisa membuat milikku sendiri.”

“Arasseo chagia”kepala jong in tertunhuk mensejajarkannya dengan bibir Gakyung

Gakyung langsung melepaskan pelukan dari Jong In menuju meja kerjanya. Di sana Gakyung tampak membuka sebuah laci dan mengambil buku yang berisi designnya.

“Oppa.. lihat ini. Ini baju yang ku design untuk oppa. Otthe??” katanya sambil menyerahkan buku itu pada Jong In

“Sangat sempurna Kyung ahh”kata jong in saat memperhatikan hasil design yeojanya yang bahkan tak memiliki kekurangan.

“oppa ingin yang mana??”

“terserah kau saja kyung,,”

“Arasseo..Oppa ireona..”sambil menarik tubuh Jong Un dengan susah paya

“Untuk apa..” katanya bingung

“aku harus mengukur tubuh oppa agar baju yang ku buat pantas untuk oppa”

“hahahaa arasseo chagia”

Gakyung mengambil meteran di meja kerjanya dan segera membentangkannya mengukur setiap inchi tubuh Jong In. Gakyung terkekeh saat ia mengukur bahu Jong In.

“Ternyata bahu oppa lebar juga..”

“itu milikmu Gakyung ah” Gakyung hanya membalasnya dengan senyuman malu.

Gakyung kembali pada aktifitasnya semula mengukur tubuh Jong In. Saat Gakyung mengukur lengan Jong In,Namja ini tiba-tiba meletakkan tangannya di pinggang Gakyung dan menariknya lebih dekat. Gakyung menahan wajahnya agar tak menyentuh langsung Dada Jong In yang bidang. Jong In terus memandangi Gakyung yang tampak mengerjapkan matanya dan berusaha membebaskan diri darinya. Namun Jong In tak sedikitpun melepas Gakyung

“Saranghae..” kata Jong In dengan nada yang berbisik di telinga Gakyung

“Oppa.. Mo..oyaa??” kata Gakyung tebata bata

Jong In tak membalas perkataan Gakyung. Jong In hanya melingkarkan kedua lengannya dan membuat jarak mereka semakin rapat. Jong In menatap tajam Gakyung dan perlahan menunduk. Gakyung dapat merasakan nafas Jong In yang menerpa hangat wajahnya.

“Kau kedinginan kyungi ah??” katanya pelan

“aniya..”elak Gakyung

“kau coba membohongiku. Kalau kau tidak kedinginan lalu kenapa wajahmu memerah”

“Molla… Oppa”

Jarak diantara mereka semakin sempit. Gakyung memejamkan matanya saat Jong In menyentuhkan Bibirnya ke bibir yeoja ini. Malam itu memang sangat dingin,sehingga hal itu membuat Jong In menginginkan kehangatan dari yeojanya. Jong In terus melanjutkan kegiatannya malam itu tanpa ada yang mengetahui kapan mereka akan menghentikannya.

 

TBC

9 pemikiran pada “Unconditionally (Chapter 2)

  1. aigooooo punya cowok ndiri ndiri 😀
    suhoo kalem kayak gitu dipasangin sama cewek tomboy kekekekek 😀
    aigooo kai emang dikit dikit peluk,cium napeun kekekekke 😀 next thorrr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s