BSCC In The Morning (Chapter 1)

BSCC

BSCC

 

Chapter 1, BSCC IN THE MORNING

Main Cast        :  Byun Baek Hyun (EXO)

Choi Bo Ryung (OC)

Jeon Rinjani (OC-IndoKorsel)

Cast                 : Kim Him Chan (B.A.P)

Jeon Jeong Guk (BTS)

Mark Tuan (GOT7)

Song Ji Eun (SECRET)

Other               : OCs, Jeon Hyo Sung (SECRET) and Kim Seok Jin (BTS)

Rating              : T/G

Genre              : Slice of Live, Romance, Family, Friendship, Comedy (?)

Length             : Chapter

Author             : Evilyoung (@yorinjase)

Warming : Ini hanya sebuah cerita, tidak menyangkut sifat dan tempat kejadian. Typos? Maklumi, namanya juga manusia. Author juga manusia, punya typos punya khilaf.

-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-

Author’s POV

Dengan sangat perlahan, sinar yang tidak terkalahkan di dunia ini menyelusup masuk dengan memaksakan diri melewati celah-celah gorden yang menghalanginya. Seorang yeoja yang menyadarinya langsung menoleh padanya. Dia pun bangkit dari duduknya dan melipat kain berbahan parasut itu serta kain yang baru saja dia duduki. Ditaruhnya kain-kain tersebut di atas ranjangnya yang rapi. Dibukanya gorden berwarna hijau dengan garis kuning dan ungu bergelombang, dan dengan egoisnya cahaya itu menembus kaca dan menerangi ruangan bercat krem itu.

“Hari ini cerah..” ujarnya sambil menyipitkan matanya

CKLEK ! Yeoja itu pun langsung menoleh pada pintu ruangannya.

“Riiinn!! Sudah bangunkah ka… Oh! Sudah, ya. Ayo sarapan.” Ajak seorang namja berambut hitam yang memiliki panggilan bunny teeth itu.

“Samchon masak apa pagi ini?” tanya yeoja yang dipanggil Rin tersebut sambil melangkah mendekati daun pintu yang terbuka lebar.

“Yang gampang dibuat.” Jawab namja itu sambil melangkah menuruni anak tangga yang tersusun seperti spiral.

“Ramy.. Apa yang Himchan-samchon lakukan!” kaget  Rin sambil memegang pergelangan tangan kanan samchonnya itu dan sedikit memundurkan kepalanya.

“Hanya sebuah kebiasaan.. hehe..” kekehan Himchan menyaring di telinga yeoja yang segera melepaskan tangannya. Lalu, dia pun melanjutkan menuruni anak tangga.

“Memencet hidung itu kebiasaan anehmu, samchon..” gumam Rin

Other place…

“Baekhyun, sedang apa kamu di sini?” bingung seorang yeoja yang baru saja keluar dari kamarnya.

“Oh, annyeonghaseo Choi Bo Ryung. Aku ke sini ma…” ucapan Baekhyun terhenti ketika sebuah korang mendarat di kepalanya dengan mulus, “Appo.., nappeun yeoja!”

“Kamu ini mau apa sih? Pagi-pagi begini sudah bertengger di kursi orang sambil memakan makanan orang tanpa izin.” Kata Boryung dengan nada datar

“Boryung-ah, Baekhyun di sini karena eomma menyuruhnya mampir.” Terdengarlah suara yeoja paruh baya dari dalam dapur.

“Hah?” bingung Boryung

“Nah, nah, eommamu sendiri yang menyuruhku ke sini.” Kata Baekhyun sambil memasang wajah ‘kemenangan’-nya.

“Diam kau!” ketus Boryung sambil memilih tempat duduk yang berjauhan dengan namja berambut cokelat itu. Membuat sang namja tertawa geli dengan tingkah yeoja bermarga Choi itu.

Baekhyun memandangi Boryung sedang memberi selai pada roti yang ada di tangannya.

“Choi Bo Ryung.” Panggil Baekhyun. Yeoja pemilik nama tersebut tidak menanggapinya.

“Choi Bo Ryung.” Baekhyun melempar sebuah kertas kecil yang sudah tidak berbentuk lagi (?) dan tepat mengenai kepala yeoja itu. Namun tidak membuahkan hasil.

“Choi Bo Ryung!” lalu, Baekhyun melempar sebuah anggur yang juga mengenai kepala Boryung. Boryung hanya melirik anggur ungu yang jatuh ke lantai. Dia pun membiarkannya dan melahap rotinya.

“Hoi! Choi Bo Ryung!” kali ini Baekhyun melempar sendok ke kepala Boryung

“Byun Baek Hyun! Bisakah kau tidak menggangguku! Kau pikir dilempari sendok itu tidak sakit, huh?!” gerutu Boryung sambil memegang pisau selai dan mengarahkannya ke kepala Baekhyun.

“Mi.. Mian.. mian…! Habis kamu sama sekali tidak menggubrisku.” Ujar Baekhyun sambil menganggat kedua tangannya sejajar dengan bahu.

Boryung menaruh pisau selainya di atas selembar roti yang masih telentang di atas piring. Yeoja itu melanjutkan sarapan paginya yang dihadiri tamu tak diharapkan. Baekhyun kembali memandangi yeoja itu. Entah sejak kapan dia suka mengganggu yeoja berwajah menyejukkan itu. Bagi Baekhyun, hal itu sudah hal umum dia melakukannya. Tapi bagi si yeoja, dia benar-benar mengganggu ketenangannya.

“Hem.. jadi, kau mau berangkat kapan, Boryung?” tanya Baekhyun sambil mencuri selembar roti yang masih belum dimakan oleh Boryung.

“Aish, pencuri kecil ini!” kesal Boryung sambil memukul pelan tangan Baekhyun yang sedang memegang rotinya.

“Huh..” dengus Baekhyun.

Back to BSCC…

Setelah sarapan, Rin dan Himchan segera membuka gorden BSCC yang mengganggu sinar matahari untuk menyinari ruangan ini. SREEGGHH!! SREEGGHH!! Begitulah kira-kira suara gorden yang ditarik secara paksa tanpa ampun(?) oleh paman serta keponakannya itu.

“Kenapa anak itu? Lihat wajahnya! Menakutkan!” bisik seorang yeoja yang sedang melewati BSCC yang tidak sengaja melihat Rin sedang membuka gorden sambil memasang wajah kesalnya.

“Aih! Sudah, ayo kita pergi! Nanti kita dikejar-kejar karena melihat dia.” Ucap yeoja yang satu lagi dan kedua yeoja itu pun pergi dengan langkah yang cepat.

Rin menatap mereka dengan malas dan dia membalikkan tubuhnya. Yeoja itu melihat Samchonnya sedang membuka kunci depan pintu BSCC.

“Samchon, apa pintu belakang juga mau dibuka kuncinya?” tanyanya

“Eoh? Ne. Ini kuncinya!” jawab Himchan yang segera melempar sebuah kunci dari dalam saku kemejanya. Kunci itupun mendarat di kedua telapak tangan Rin. Lalu Rin berjalan menuju pintu belakang BSCC yang biasanya pintu itu digunakan untuk para karyawan – kecuali Himchan dan Jieun – memasuki BSCC.

KREK!

“HAPPY SUNDAY MORNING!” teriak keceriaan(?) Baekhyun ketika pintu belakang dibuka.

“Byun Baek Hyun!” gerutu Boryung, “Apa kamu tidak bisa mengecilkan suaramu?”

“Ya… Boryung. Di hari libur seperti ini seharusnya kita lebih mengeluarkan ekspresi ceria kita dan memberikan kebahagiaan pada sesama. Tidak seperti kau dan young miss di hadapanku ini, memasang ekspresi datar dan mengeluarkan aura hitam kelam tak jelas.”  Ujar Baekhyun

“Eonni, masuklah. Aku rasa aku tadi mendengar ada yang berbicara tapi tidak ada orangnya. Aku takut ada penjahat yang mau masuk ke BSCC.” Rin menarik tangan Boryung tanpa menghiraukan namja yang sedang berdiri di hadapannya. Boryung pun mengiyakan perkataan Rin.

BRAK!

“Aish, kenapa kedua yeoja itu? Aku hanya bicara sesuai apa yang aku lihat.” Gumam Baekhyun. Dia pun menurunkan gagang pintu dan sedikit mendorongnya. Tapi pergerakannya terhenti. Dia mengedipkan matanya beberapa kali, lalu kembali mencoba membuak pintu. Dan hasilnya? Pintunya terkunci…

“Yak! Kenapa pintunya tidak bisa terbuka?” bingung Bakehyun, “Hoy! Boryung! Rin! Buka pintunya! Apa kalian mau membiarkan namja tampan ini diculik ahjumma-ahjumma genit? Hey!”

Krik… Krik… Krik…

“Mereka benar-benar…. Sudahlah, aku lewat pintu depan saja.”

KLINING~

“Annyeonghaseo~ Byun Baek Hyun datang membawa segudang kebahagiaan~”

ZINGGG….

“Baekhyun! Kenapa kamu lewat pintu depan?” tanya Himchan yang memberikan death-glare ketika Baekhyun membuka pintu depan BSCC

“Aa.. Itu… Pintu belakang terkunci. Jadi.. aku lewat pintu depan, bos! He.. He..” jawab Baekhyun gugup yang diakhiri dengan mendaratnya sebuah jitakan dari Himchan. “Appo….”

“Jangan dibuka pintunya!” perintah Himchan

“Hah?” Baekhyun memiringkan kepalanya yang mengartikan bahwa dia tidak mengerti.

“Kau lupa? Pintu belakang kalau sudah tidak terkunci lagi kita harus memasukkan password di samping pintu!” lanjut Himchan. Tiba-tiba saja, mata Baekhyun langsung bersinar dan dia pun tersenyum lebar.

“Aku baru ingat hal itu, bos! Baiklah, karena aku sudah terlanjur masuk lewat pintu depan, jadi aku langsung saja ganti sera..”

“Lewat pintu belakang!” seru Himchan sambil menyeret Baekhyun keluar dari BSCC.

“Jeongmal.. pagi yang malang..” desis Baekhyun ketika dia sudah terusir dari BSCC dengan tidak elitnya – diseret lalu di tendang (?) –

.

.

.

Behind the scene @ Author’s Room

KREK!

“Oh! Baekhyunnie! Kenapa pagi-pagi begini sudah datang kemari?”

“Aku ingin protes!” jawab Baekhyun sambil mengeluarkan sebuah keliping dari dalam tas rampelnya. Dengan berapi-api, namja itu menunjukkan kelipingnya pada Author…

“Wae?”

“Wae irae? Kenapa di chapter 1 aku tidak ada di awal cerita? Lalu, ige mwoya?” Baekhyun menunjuk pada bagian akhir dari kalimat dalam kliping tersebut, “Kenapa aku harus diseret lalu ditendang? Seharusnya Himchan-hyung memperbolehkanku masuk lalu memberi sapaan yang sangat ramah pada namja baik hati dan tidak sombong ini!”

“Tapi kalau seperti itu, tidak ada humornya – dari awal memang tidak mengandung unsur humor – “

“Kenapa bagian humornya begini saja, ada salah satu dari kami yang terpeleset kulit pisang lalu jatuh dengan kepala masuk ke ember?”

“ya, salah satu yang kau maksud adalah dirimu sendiri!”

“Anio!”

“Sudahlah, lagi pula itu sudah mainstream.”

“Intinya, kau harus mengganti semua bagianku yang jelek!”

“Shireo!”

“Waeyo?”

“Otteokhae, doryeonim?”

“Mengganti semua ceritanya!”

“Shireo!”

“Waeee?”

“Karena kau bahan percobaan – ya, sekali ini saja – “

“Omona! Bagaimana aku bisa terikat pada author ini??!!!”

Baekhyun terduduk lemas di lantai. Author menjentikkan kedua jari tangan kanannya yang mendapat reaksi dari namja lesu itu.

“Ne, ne, kau mau teh, Baekhyunnie? Ada teh keluaran terbaru yang harus kau coba.”

“Teh apa?”

“Teh yang dibuat dari daun teh khusus yang di dapat dari tempat tinggal para shinigami – dewa kematian – dan mereka membuatnya dengan sepenuh hati, lho! Ayo dicoba~”

Sesosok makhluk yang menggunakan pakaian serba hitam dengan wajah yang tidak terlihat karena terhalang oleh kupluk panjang datang mendekati Baekhyun yang masih kebingungan dengan ucapan Author. Sosok itu membawa sabit besar yang digenggam oleh tangan kirinya dan segelas air berwarna merah kehitaman di tangan kanannya. Baekhyun mulai merasakan hawa panas-dingin dari tubuhnya. Ditolehnya lah kepalanya dan mendapati sosok itu telah berada di dekatnya. Keringat dingin mulai membanjiri tubuh namja yang berparas tampan serta cantik ini.

“Ini tehnya…” kata sosok tersebut

BRUGH! Baekhyun pun pingsan seketika.

“Omo! Kenapa dia pingsan? Padahal aku hanya bercanda… Aih, Baekhyunnie!”

.

Chapter 1, BSCC IN THE MORNING (END)

.

.

.

“Boryung, apa benar dulu kamu pernah mengalami kecelakaan?”

“Kepalaku sakit..”

“Ayah, kapan aku bisa pulang?”

“Kenapa aku tidak bisa mengingat kejadian sebelum kecelakaan itu?!”

Chapter 2, Rainy

4 pemikiran pada “BSCC In The Morning (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s