Childish, Oh Yeah It’s You

Childish, oh yeah it’s you

 childish

 

Title: Childish.. oh yeah it’s you

Genre : romance.

Author: Ukaci

Cast : Byun Baekhyun (Baekhyun EXO)

Oliv as You

Length : Oneshoot

***

“Ya! perhatikan gurunya! Atau Guru Lee akan menunjukmu untuk mengerjakan soal yang ada di papan!” Bentak Baekhyun dengan nada yang lebih mengarah ke bisikan. Ah ya, Guru Lee memang guru paling menakutkan sepanjang hidupku menjadi seorang murid. Tapi..

“Aishh.. ia tak akan menghalangiku untuk mendapatkan tiket kencan dengan Jonghyun Oppa. haha” Aku tetap menatap layar handphone-ku yang tersembunyi di bawah meja dan terus mengetik ‘#DateWithJonghyun’ pada akun twitter official SM town dan tak akan berhenti sebelum jariku lelah.

“Baiklah, aku sudah memperingatkanmu.”

“Oliv-ssi! Sedang apa kau huh?!!”

Sedetik kemudian wajahku sudah mendongak ke arah Guru Lee dan menyimpan handphoneku di kolong meja dengan segera. Wajah Guru Lee yang merah padam membuat jantungku mulai berpacu, sungguh ini pertama kalinya aku mendapat peringatan darinya. Prediksi Baekhyun sangatlah tepat!

“Rasakan itu!” Bisik Baek sekali lagi.

‘Oh Tuhan.. selamatkan aku’

***

Ohh.. 1 meter bagiku sudah seperti 1 km. Ahhh kumohon, aku sudah sangat lelah! tidak bisakah aku naik bus saja untuk pulang ke rumah siang ini?. Aishh.. hari  ini sungguh sial! tidak hanya aku harus pulang jalan kaki dengan namja cerewet yang berada di sampingku kini tapi juga karena prediksi Baek sewaktu pelajaran Guru Lee ternyata salah, Guru Lee tidak menyuruhku untuk mengerjakan soal dipapan tapi menyapu lapangan yang luasnya tidak main-main!. Ini sungguh gila, aku hampir saja menangis.

“Hahaha, itulah akibatnya tidak mendengarkan perkataan namjachingu-nya sendiri!” Ah ya, aku yakin kata-kata ini akan keluar dari bibirnya. Dan aku sudah memikirkan jawabannya.

“Baiklah, apa ada kata-kata lagi untuk menambah kelelahanku siang ini, Byun Baekhyun?”

“Ahh.. malangnya yeojachinguku ini. Hanya karena artis tak jelas itu, di hukum oleh guru Lee” Ia mengusap puncak kepalaku dengan wajahnya yang.. oh kumohon, itu sangat menjijikan.

“Apa katamu? Katakan lagi! aku akan memutuskanmu sekarang juga!!” Nadaku mulai meningkat tak karuan, tak peduli seramai apa sekitarku, ini masalah Jonghyun Oppa! “Katakan lagi! Artis tak jelas katamu eoh??!!”

“ya, ya, ya!! Sstt.. Jangan terlalu keras.” Ia menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya, menandakan kalau aku harus diam sekarang juga.

“Wae? Wae? kau malu eoh?! dasar! kau menyebalkan sekali! Pulang saja sendiri! jangan mengikutiku!”

“Tapi arah jalan pulang kita searah” Jawabnya dengan muka polosnya, dia selalu begitu.

“Diam disini hingga sepuluh menit, jangan bergerak!” Kataku dan langsung meninggalkannya yang diam mematung disitu, oh baiklah.. sekarang ia seperti anjing piaraanku.

“Ya! Ya! Ya! apa yang kau lakukan?!! turunkan aku Baekhyun-ah!! ini benar-benar memalukan!”

Tingkahnya kali ini sangat sangat sangat konyol. Ia menggendongku tanpa aba-aba apapun!. Omoo~ untung saja daerah ini cukup sepi.

“Kau pasti lelah, jadi aku menggendongmu”

“Yak! Micheosseo! Turunkan aku sekarang juga!”

“Andwae. Sebelum kau berkata ‘aku mencintaimu dan tidak akan marah lagi padamu’ Palli katakan” Ia mengomel dan masih berjalan dengan menggendongku. Aku tersenyum licik, ide cemerlang akhirnya keluar juga dari otakku.

“Begitukah?”

“Ne. Katakan..”

“Andwae. Gendong saja aku terus jika kau kuat. Wee..”

Seketika itu ia berhenti. Haha, rasakan! itulah akibatnya jika kau terlalu kekanak-kanakan!.

“Gurae, jika seperti itu! aku pasti kuat dan kau akan malu sepanjang jalan!” Ia bersikeras dengan perkataannya di awal tadi. eoh? ne, itu pasti sangat memalukan!.

“Arraseo! arraseo! turunkan aku! aku akan mengatakannya! Baekhyun-ah!! hentikan langkahmu!”

“Katakan itu dulu!”

“Aku mencintaimu dan aku tak akan marah lagi padamu! turunkan aku!” AKu mengatakannya dengan sangat cepat, mungkin lebih capat dari 2 detik.

“Lebih keras aku tidak mendengarnya!” Ia pandai sekali mengerjaiku, ini sangat sangat menyebalkan. Tunggu saja setelah kau menurunkanku!

“Aku mencintaimu dan tak akan marah lagi padamu!!!”

Ia berhenti dan menurunkanku. Aku merapikan seragamku lagi. Aku menatapnya dingin, ia malah terkikik melihat wajah merah padamku ini. Aku segera meluncurkan seranganku, aku menjitaki kepalanya, yaaa!! menggemaskan sekali!!”

“Rasakan ini! rasakan!” Aku terus menjitakinya tanpa perasaan, ia sudah sangat keterlaluan.

“Ya! ya! ya! hentikan! sakit Oliv-ah!”

“Yaa!! hahaha, kumohon jangan ini! jangan menggelitikiku! Baekhyun-ah! aku lelah.. Yaa!! Jebal!!”

“hahaha.. rasakan itu! jangan macam-macam lagi dengan namjachingu-mu ini.”

Ia menepukkan, membersihkan kedua telapak tangannya, seolah-olah ia pemenangnya kali ini. Aku berjongkok menahan rasa geli yang masih tersisa di perutku, entah kata-kata apalagi yang pantas untuk menggambarkan namja menyebalkan itu, yang ironisnya ia adalah namjachinguku, aisshh.

***

5 hari berlalu dan besok adalah pengumuman yeoja yang akan makan malam dengan Jonghyun Oppa akan keluar. Aahhh!! aku tidak sabar untuk itu!!.

“Masih hastag?” tanya Baekhyun sambil meletakkan piring di meja yang berisi makanan yang baru saja ia pesan di Ibu kantin.

“yes of course”

“Kau tidak makan?”

“Makanlah dulu”

“Aishh.. sampai kapan kau melakukan itu huh?”

“Jika sudah yang ke dua puluh kalinya”

“Sejak tadi pagi, apakah ini masih belum yang kedua puluhnya?”

“Anniyo, hanya saja setiap jam aku harus mengetik hingga dua puluh kali.”

“Mwoya?? walaupun itu jam ulangan tadi?”

“Ne”

“Kau gila!”

“Oh Baekhyun-ah.. kau tahu ia idolaku sejak dua tahun lalu! dan bagaimana perasaanmu kalau ada kesempatan bagimu untuk makan malam dengannya? ahh.. ini sangat..”

“Semoga beruntung” selanya, sepertinya ia sudah malas dengan ocehanku tentang Jonghyun Oppa.

“Kau tidak suka?”

“Tidak sama sekali”

“Maksudku, kau tidak suka aku mengikuti undian ini?”

“Itu juga maksudku, aku tidak suka”

“Ya.. wae? kau cemburu? oh ayolah, ia hanya idolaku, bukan..”

“Apa kau tidak ingat besok lusa hari apa?”

“Hari aku akan makan malam dengan Jonghyun Oppa jika aku yeoja beruntung. Ahh.. hahaha”

“Itu hari ulang tahunku pabo!”

“eoh? ah ne, aku lupa. Mianhae”

“Oh arraseo, dahulukan saja idolamu itu” Ia mengangkat piringnya dan meninggalkan meja kantin yang tua ini.

“Ya! Baekhyun-ah!” panggilku, tapi ia sama sekali tak menggubrisku.

Ok! jadi siapakah yang menjadi yeoja disini? Ahh.. kumohon, maklumilah Baekhyun, ia memang sangat kekanak-kanakan sejak dulu. Entah apa yang membuatku menerima cintanya saat itu, padahal tipe namja yang kuinginkan adalah ‘dewasa’ seperti Jonghyun Oppa. Ia memiliki aura tersendiri hingga bisa memikatku, entah apa itu aku tak bisa menjelaskannya.

“eotthokkae??” hela nafasku mengiri perkataanku kali ini. Ya, besok lusa adalah hari ulang tahunnya dan aku lupa itu.

***

Kejutan itu, saat aku melihat dilayar handphone kesayanganku. Ini sudah kuduga, aku pasti menang. Tapi aku tidak bisa membohongi diriku. Ini membuatku semakin bimbang, Baekhyun atau Jonghyun Oppa?? ohh.. kenapa harus di hari yang sama?

Gaun merah selutut dengan hiasan pita kecil di bagian sisi kiri pinggang membalut tubuhku indah. Aku tak pernah mengenakan gaun seperti ini sebelumnya. Aku berputar dan ohh.. aku sangat menyukainya. make up natural juga menghias wajahku malam ini. 2 jam lagi, pukul 8. Aku akan bertemu idolaku. Namun hingga saat ini aku masihlah bimbang. Ah tidak, aku sudah menemukan keputusannya.

“yeoboseo?” aku menelepon salah satu staff yang mengkoordinirku untuk hadiah spesial bagi fans Jonghyun malam ini.

“Ne? apa kau sudah siap?”

          “Aku tidak bisa datang malam ini. Mianhaeyo..”

          “Mwoya? kenapa bisa begitu?”

          ….

          ya, perdebatan yang berlangsung hampir 15 menit itu berakhir sudah. Aku lolos, ya, aku tidak akan mengikuti acara itu, Omoo~ ini menyedihkan. Mereka akan menggantikanku dengan pemenang yang kedua, untunglah, ini bukan masalah besar.

Aku segera menuju toko kue. Aku membeli sebuah kue tart untuk Baekhyun. Ah ya, aku akan membuat kejutan untuknya malam ini. Sejak tadi siang ia tak membalas sms, bbm, maupun line yang kukirimkan padanya. Bahkan foto cantikku yang sedang mengenakan gaun ini yang kukirimkan padanya di instagram, ia tak menggubrisnya.

“Yang ini eonnie” aku menunjuk kue tart yang terlihat sangat enak dengan balutan coklat yang tersebar di berbagai bagian kue itu, itu sangat menggoda.

Setelah membeli kue, aku menuju restaurant untuk membeli makan malam yang akan kujadikan makan malam spesial di apartement Baekhyun nantinya. Ah ne, ia pasti kesepian dan juga belum makan malam.

***

#BaekhyunPOV

“Yeoja gila! apa ia tidak peka dengan perasaanku. Oh baekhyun-ah.. kau sangat menyedihkan!” Aku membanting handphoneku di kasur. Hanphone itu penuh dengan notif Oliv yang sungguh menyebalkan, siapa lagi yang ia bahas kalau tidak Jonghyun, ah siapa dia? aku tidak mengenalnya!.

Tak ada yang bisa kulakukan lagi kecuali mematikan handphone lalu menikmati malam di hari ulang tahunku ini dengan tidur yang amat pulas. Kuharap mimpi indahku akan mengobati perasaanku, aishh.

“Tok.. tok.. tok..”

Ah siapa lagi ini? tidak bisakah tidak menggangguku? dan.. apa ia tak tahu kalau disampingnya ada bel?. Dengan malas aku menggeret kaki menuju pintu. Aku membukanya perlahan dan melihat sosok yeoja bergaun merah dan .. oh, apakah ini mimpi indahku?

“saengil chukkae hamnida.. saengil chukkae hamnida..”

Ia menyanyi dengan indahnya, ah ya, ini mimpi indahku. Jangan bangunkan aku, kumohon jangan bangunkan aku. Aku tersenyum kikuk dan menggaruk tengkukku yang sebenarnya tak gatal sama sekali.

“Tiuplah..” katanya setelah selesai bernyanyi.

“Oh masuklah dulu”

Aku menggiringnya ke ruang tengah. aku memejamkan mata dan make a wish sebelum meniup lilin yang berdiri tegak dia atas kue tart yang dibawa oleh bidadari yang sangat menghiburku di mimpi indahku ini.

“Yey.. sekarang potonglah kue-nya” Katanya, ohh.. ia sangat manis dengan tawanya. Ia seperti refleksi dari Oliv, sangat cantik.

“Ohh.. ini seperti nyata!” aku mengambil pisau yang berada di tangannya dan akan memotong kue pertamaku.

“ya! apa kau tidak salah bicara? seperti mimpi lebih tepatnya”

“Anni, bukankah ini mimpi? aku tidur pukul 6 sore tadi”

“Ah yaaa!!! sakit!” teriakku saat ia mencubit pipiku begitu kuat, ia menyadarkanku, ini bukan mimpi!

“Oliv-ah??!! ini kau?! bukan bidadari yang …”

“Ya! paboya! ini aku Oliv!! apa aku begitu cantik hingga kau menyebutku bidadari eoh..?? hahaha.. gomawo.”

“Anniyo, bukan begitu. jadi ini benar bukan mimpi? dan.. bukankah seharusnya kau berada di sebuah restaurant dengan lilin yang menyala terang dia antara kau dan Jonghyun hyung?”

“Haha, aku membatalkannya”

“Kau membatalkannya?! jeongmalyo?”

“Ne, demi namjachinguku yang manis ini, Byun Baekhyun. Hahaha”

“Oh guraeyo? Aku tak percaya”

“Terserah kau saja. Jadi, untuk siapa kue pertamamu? hehe” Oliv melirik sepotong kue yang berada tanganku saat ini. Ah ya, aku hampir saja lupa.

“Untuk.. eommaku”

Aku meletakkan kue itu disamping pigora kecil yang berdiri di atas bufet. Ya, ini bukan kesengajaanku untuk menggoda Oliv, tapi kue pertama ulang tahunku selalu kuberikan untuk eommaku tercinta. Oh baiklah, kini fotonya membuatku sangat merindukannya.

“dan yang kedua pasti untuk Appa”

“Gurae”

Kue kedua kuletakkan disamping kue pertama, disamping kue eomma. Haha, entah mereka akan memakannya atau tidak ‘Eomma.. Appa.. kue ini dari calon istriku’. Begitu konyolnya aku, tapi aku percaya dengan kalimatku yang satu itu.

“Yang ketiga?” tanyanya. Aku berfikir sejenak, apa kali ini lebih baik aku harus menggodanya juga? ahh.. ne, itu harus karena ia sudah membuatku badmood setengah hari ini.

“Biasanya kue ketiga untuk noona, tapi dia tidak ada disini sekarang dan aku bahkan tidak punya fotonya. Jadi.. kue ketiga ini untukku, aku sangat lapar” Aku bersiap untuk melahap potongan kue ketiga. Kulihat bibirnya mulai mengerucut, haha aku berhasil! Wajahnya begitu jelek dengan ekspresi seperti itu, tapi tetap saja ia sangat imut.

“Makan saja jika kau lapar. Gwenchana, tak usah menatapku seperti itu”

“Hahahaha, mianhae. Aku hanya ingin menggodamu, ini! kue yang ketiga untukmu, makanlah.” Kataku sambil

“Dasar kau!” Gerutunya dengan mulut penuh dengan kue.

***

#author POV

“Hahaha..”

Tawa mereka belum berhenti sejak mulut Oliv penuh sesak dengan kue yang di jejalkan Baekhyun padanya. Entah apa yang mereka tertawakan. Sedetik kemudian, suasana hening. Oliv membereskan bungkus kue tart, pisau, dan kue itu sendiri. Membawanya menuju dapur dan meletakkannya di kulkas.

“Kenapa di taruh kulkas? aku masih memakan satu potong”

“Perutmu tidak boleh penuh dulu, aku yakin kau belum makan malam”

“Kau akan memasak untukku malam ini?” tanya Baekhyun dengan mata yang berbinar. Ia sangat suka masakan yeojachingunya itu, masakannya hampir mirip dengan masakan eommanya.

“Anniyo, aku membelinya di restaurant favorite-mu tadi” Jawab Oliv sambil mengeluarkan bungkusan makan malam kali ini dari tas kardus kecil yang ia beli tadi. Baekhyun sedikit kecewa, tapi oh tercium aroma makanan favoritenya! “Tunggu..” Oliv menghentikan aktivitasnya, menatap Baekhyun entah seperti apa, Baekhyun juga tak tahu maksud Oliv.

“Mwoya?”

“Apa makan malam kali ini kau hanya akan mengenakan boxer dan kaos seperti itu eoh?”

“Eumm..”

“Cepat ganti pakaianmu selagi aku menyiapkan makan malamnya”

“Aku harus memakai pakaian apa? jeans? jas? kemeja?”

“Terserah kau saja, yang penting rapi dan enak di pandang. Jangan lupa tata rambutmu juga”

“Oh baiklah, aku akan menyesuaikannya denganmu”

15 menit, meja makan sudah sangat elegan. Meskipun makanan tidak samapi menutupi seluruh permukaan meja makan tapi setidaknya ada lilin dan vas bunga yang menambah kecantikan meja makan ini. Oliv tersenyum, ia rasa ini lebih indah dari pada meja yang mungkin sekarang berada di depan Jonghyun Oppa.

“bagaimana menurutmu?” tanya Baek dari belakang Oliv. Oliv segera menoleh kebelakang dan melihat begitu rapinya namjachingu-nya malam ini. Jas dan kemeja putih serta dasi merah hati yang menggantung tepat di depan dadanya. Gaya rambut yang tak seperti biasanya, ohh… ia sangat tampan! ‘tunggu, sepertinya ada yang salah?’

“mppfftt..” Oliv berusaha menahan tawanya, tapi gagal setelah melihat wajah cengo Baekhyun muncul bersamaan dengan pertanyaannya “Wae… waeyo?”

“Ada apa dengan matamu eoh?” tanya Oliv masih dengan tawanya.

“Mataku? ehh.. ini eyeliner, kurasa mata sipitku mengganggu”

“Aishh.. itu terlalu tebal Baekhyun-ah. Kajja kita bersihkan” Oliv menggeret Baekhyun kembali kekamarnya. Manatap bufet yang di atasnya ada beberapa produk kecantikan, eumm.. miliknya dan milik Baekhyun. Ia mengambil selembar tissu dan membasahinya dengan cairan pembersih wajah.

“Saat tissu ini ada dimatamu, segera pejamkan matamu. Arrasseo?” Kata Oliv seolah ia benar-benar seorang panata rias.

“Ne”

Baekhyun melakukannya, namun sayang ada sedikit kesalahan “Ya! aww.. ini pedih sekali”

“Eumm.. mian, mungkin aku terlalu keras menariknya. Mianhae.. gwenchana?”

“Ne, biar aku saja yang melakukan.”

“Yakin kau bisa?”

“Aissshh.. hanya mengapitnya lalu menariknya kan?”

“Ah ya, terserah kau saja. Setelah selesai segera keluar. Arra?”

***

#OlivPOV

“Nahh… begitu lebih natural. Aku suka”

“Ne, gomawo. Apa aku cocok dengan model rambutku yang seperti ini?” tanya baekhyun sambil membenarkan rambutnya yang tak berponi itu.

“Sangat cocok, aku suka”

“Ah gomawo. Duduklah putri..”

Baekhyun menarik kursi untukku dan mempersilahkanku duduk. Ya, seperti seorang pangeran dan seorang putri. Aku tersenyum. Baiklah, jika dramamu akan kau mulai, bersikaplah dewasa malam ini, walau hanya malam ini.

Baekhyun makan dengan lahap. Aku menatapnya tak percaya, ya baiklah ini memang benar, itu memang makanan favoritenya. Aku tersenyum melihatnya.

“Apa malam ini juga ada sesi berdansa?” tanyanya setelah ia berhasil sadar kalau aku sedang memperhatikannya.

“tidak, tidak ada di script-ku”

“Lalu? lagu klasik ini?”

“Hanya pengiring makan malam”

“Aishh.. kau tidak romantis sama sekali”

“Oh Tuhan.. apa salahku mempunyai namjachingu seperti Byun Baekhyun”

“hahaha.. Arrasseo. Makanlah”

10 menit, berakhir sudah makan malam ini. Baekhyun lebih cepat mungkin 5 menit dariku. Aku mengusap bibirku dengan selembar tissu. Oh baiklah, sekarang sedang apa namja gila itu?

“Wae? kenapa kau menatapku seperti itu eoh?” tanyaku.

“Aku sangat senang malam ini”

“Benarkah?”

“Ne, kau memberiku kejutan yang luar biasa. Aku tak akan melupakan sejarah hidupku ini.”

“Aku juga”

“Gomawoso, jeongmal gomawo. kau mengorbankan kesempatan emasmu”

“Itu tak masalah”

Baekhyun berdiri di sampingku dan kemudian berlutut bak seorang pangeran. Ia mengulurkan tangannya dan menunduk.

“Berdansalah denganku”

Ahh.. lagi-lagi, ia kembali konyol. AKu hampir tertawa mendengarnya, namun sirna setelah melihat keseriusannya. Aku meraihnya dan berdiri bersamanya di area yang lebih longgar. sungguh, aku tak pernah berdansa.

“Aku tidak bisa berdansa” gumamku saat ia mulai melepaskan genggaman tangannya.

“Aku juga tidak bisa”

“Ahh.. paboya! lalu?”

“Tapi aku pernah meihat. Biar ku coba.”

Ia meraih tanganku kembali dan mengalungkannya di pundaknya. Lalu ia meletakkan kedua tangannya di pinggulku. Ahh ya.. ini sangat geli. Aku menahannya sekuat tenaga, aku ingin menghargai Baek yang ingin bersikap dewasa kali ini.

“Tidak geli?” tanyanya, ia memang sangat peka.

“eumm.. anni. Asal jangan perut”

“haha.. Arraseo. Euumm.. hanya bergerak kekanan dan kekiri”

“Eum Baiklah”

Kami bergerak ke kanan ke kiri lembut. Menikmati alunan lagu klasik yang aku tak tahu lagu apa itu. Aku hanya ingin memanfaatkan lagu-lagu klasik favorite Baekhyun ini. Sepuluh menit, suasana menjadi sangaaaatt canggung. Aku sungguh tak berani menatapnya yang sejak tadi memperhatikanku.

“Kau sangat cantik malam ini” Akhirnya, ia menghilangkan kecanggungan kami. Aku mendongak dan menatapnya, ohh.. kumohon, tatapanmu Baekhyun-ah.

“Benarkah? kau juga tampan malam ini”

“Panggil aku Oppa”

“Wae? line kita sama Baekhyun-ah.”

“Aku hanya ingin berusaha menjadi lebih dewasa darimu”

“Baiklah, hanya untuk malam ini. Baekhyun Oppa”

Aku tidak menolak maupun menawarnya. Aku menghargainya, aku suka keputusannya malam ini untuk menjadi lebih dewasa dariku. Kami terus berdansa dan berusaha menikmati malam yang semakin larut ini.

“Aku sangat beruntung memilikimu”

“Aku juga”

“Kau yakin?”

“Ne, aku beruntung menjadi yeojachingu calon bintang besar di masa depan”

“Kurasa itu masih lama”

“SM akan segera mendebutkanmu”

“Aku juga berharap begitu”

Ohh.. inikah yang dinamakan ‘berusaha menjadi lebih dewasa dariku?’ Kau gagal Baekhyun-ah. Tak ku sangka ia membelai rambutku lembut, menyibakkan poni panjang yang menggelantung disisi kiri pipiku, dan berujung membelai pipiku. Aku menatap sejenak tangannya yang mulai tak karuan itu. Lalu kembali menatap matanya yang seakan terhipnotis. Apa ia terhipnotis dengan kecantikanku malam ini? ahh.. tak bisa ku ingkari aku juga terhipnotis dengan ketampanannya malam ini.

“Jangan macam-macam” ultimatum pertamaku keluar. Yang benar saja, jangan sampai ia salah mengartikan arti kata ‘dewasa’

“Aku tak tahu harus berkata apalagi”

“Bukankah kau selalu ada bahan pembicaraan?”

“Aku speechless melihatmu”

“Bicaralah, agar suasana tidak canggung malam ini Oppa”

Matanya berbinar kembali, hanya karena kata ‘Oppa’. ah ya, sepertinya ia sangat senang aku memanggilnya Oppa sekali lagi. Ia tersenyum, oh sungguh.. jangan membuatku pingsan malam ini.

“Bagaimana perasaanmu membatalkan pertemuanmu dengan Jonghyun hyung?”

“Biasa saja.”

“Kau berbohong”

“Tidak, aku bersungguh-sungguh”

“Jeongmal Gomawo”

“Bagaimana kabar eomma, appa dan noona-mu?”

Ide bagus keluar saat melihat foto mereka di bufet. Foto eomma dan appa baekhyun sangat romantis.

“Mereka merindukanku”

“Kau tidak ingin pulang?”

“Libur semester masih lama”

“Jangan menatapku seperti itu, jebal”

Aku menunduk, ia membuat jantungku berdegup tak karuan. Hentikan cukup hentikan.

“Aku tidak bisa”

“Aku lelah Baekhyun-ah.”

“Jangan lepaskan, jebal” Pintanya segera sebelum aku melepaskan tanganku dari pundaknya.

“Sampai kapan?”

“Sampai pagi”

“Micheosseo”

“5 menit lagi”

“Arrasseo”

Pembicaraan kami semakin lama semakin singkat. Tidak seperti biasanya. 5 menit lagi? apa tidak bisa 10 menit saja? ohh.. Oliv-ah!

“Aku mencintaimu” ucapnya lirih.

“Nado”

“Apa yang membuatmu mencintaiku? aku tahu aku bukanlah tipemu”

“Sisi lain aura-mu”

“kau tahu tentang aura?”

“Tidak, aku hanya merasakan aura berbeda jika ada di sampingmu. Kau? apa yang membuatmu mencintaiku?”

“matamu” Ia mentapku semakin dalam “rambut panjangmu” ia membelai rambutku lembut dan perlahan merasakan hampir tiap helainya “pipi mu yang begitu sempurna” ia mengalihkan belaian rambutnya dan beralih ke pipiku. Oh.. kumohon, ini menggelikan. “bibirmu” Ya! cukup, apa yang kau lakukan setelah ini?

Benar saja! perlahan ia mendekatkan wajahnya dan mulai memejamkan matanya. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya, tapi aku? aku menahan nafasku dan memejamkan mataku erat2. Hanya kecupan, kecupan dari seorang Baekhyun yang polos dan kekanak-kanakan yang berusaha menjadi dewasa malam ini.

“Dan.. jantungku yang selalu berdegup kencang disaat-saat aku bersamamu. Dan Aku menikmati setiap degupannya” Lanjut Baekhyun sambil meraih telapak tanganku dan menempelkannya di dada kirinya. Aigoo~ aku merasakannya.

Ia memelukku hangat tanpa berkata sepatah katapun selama lima menit. Dan kemudian aku merasakan buliran hangat jatuh di pundakku. Apa ia menangis? wae? waeyo? Aku yang ingin melepaskan pelukannya, ia tahan dengan kuat, ia semakin mempererat pelukannya, hingga sulit bagiku untuk bernafas.

“Oppa, longgarkan sedikit pelukanmu. AKu tidak bisa bernafas”

Ia menuruti perkataanku tanpa satu kata pun keluar dari bibirnya. Apa yang harus kulakukan?

“Oliv-ah?”

“Ne?”

“Jangan katakan apapun saat aku berbicara kali ini, dengarkan saja”

“Arraseo”

“Eumm… Aku mencintaimu, entah demi apa aku sangat ingin menikahimu detik ini juga. Sungguh, bukan karena fisik yang kusebutkan tadi, ini masalah hati. Mian, aku benar2 tidak bisa menjelaskannya. Aku mencintaimu. Sungguh, ini kado terindah bagiku, seumur hidupku. Meskipun dulu aku mengatakan ‘berlibur ke disneyland hongkong adalah kado terindah’ tapi kurasa itu tidak berlaku sekarang. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu dan berjanjilah untuk tidak meninggalkanku juga. Entah bagaimana hidupku jika kau harus hilang dari sisiku. Aku tak bisa membayangkannya sekarang. Tapi aku yakin kau tak akan pernah melakukannya.”

Ia mengatakannya, ia.. oh sungguh ia benar2 dewasa di usianya yang memasuki kepala dua ini. Kau melakukannya baek, kau tidak gagal. Aku sangat terharu. Aku yakin kau tulus mengatakannya. Air matamu yang kini membasahi pundakku menjelaskan semua ketulusan dan hal2 yang tak bisa kau ungkapkan saat ini. Aku juga merasakannya, semua yang kau katakan tadi. Dan kini aku juga terhanyut oleh tangisanmu malam ini.

“Aku tak akan pernah melakukannya. Aku juga mencintaimu”

-END-

Aishh.. mianhae jeongmal mianhae. FF absurd yang dibuat kilat hanya beberapa jam. Terinspirasi dari muka Baekhyun yang semakin hari semakin ga keruan gantengnya XD . Mian kalo ada typo atau kata-kata yang lebih absurd dari pada FF ini 😀 . Tengkyu uda baca ^^ Kkaebsong~

 

 

 

 

 

 

14 pemikiran pada “Childish, Oh Yeah It’s You

  1. Sweet banget!!!!! Ya ampun Baek, coba di real life kayak gitu terus sama aku kkkkk~
    Suka banget sama bagian akhir, itu bagian paling sweet menurutku ^^
    Alurnya ngga terlalu cepet, terus bahasa penulisannya juga bagus, ceritanya sangat menarik ditambah Baekhyun yang lebih menarik 😀
    Ditunggu ff dgn cast Baek selanjutnya, Keep writing! ^^9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s