Why You Choose Me? (Chapter 1)

Why You Choose Me?

 

Title: Why You Choose Me? [Part 1]

 

Author: Kayla Vierazia.

 

Cast: Kim Jongin [EXO K], Park Chan Mi [OC/You], etc.

 

Genre: Romance

 

Rating: PG-15

 

Disclaimer: Annyeong guys! Ini fanfiction pertama aku. Jadi, kalau jelek tolong dimaklumi aja yah^^ Mr.Typo bertebaran!

 

~~

 

KimJongin. Itulah nama yang selalu berputar-putar didalam pikiran Chanmi. Chanmi adalah seorang anak perempuan yang berwajah kebarat-baratan. Dia berdarah campuran. Ibunya orang Korea dan Ayahnya orang Inggris. Karna itu dia memiliki wajah yang tidak seperti orang Korea lainnya. Dia mempunyai Keluarga kecil yang bahagia, dia memiliki seorang Kakak yang baik terhadapnya walaupun kakaknya sedikit jahil. Dia bersekolah di Seoul Performing Art High School. Sekolah seni yang bergengsi di Seoul.

 

12 Year Ago. [Flashback]

 

Chanmi kecil sedang berlari ditaman sambil memegang boneka beruangnya. Tanpa sengaja dimenabrak seorang namja, dan mereka terjatuh bersama-sama. “Akh.. Appo” Chanmi sambil memagang pantatnya yang sakit. “Ah! Mianhe Chanmi tidak sengaja menabrak oppa” Kata Chanmi kecil sambil mencoba berdiri tetapi tidak berhasil karna lututnya terluka. Chanmi melihat kearah namja itu. Dan seketika dia tertegun. “Omo, Dia tampan sekali” Pikir Chanmi. Seketika Chanmi sadar kembali karna suara teriakan namja yang sangat memekakan telinga itu “Chanmiiii!” Teriak Chanyeol, Kakak Chanmi.

“Chanmi, dimana kamu?” Chanyeol berlari panik. Dan, dia menemukan adiknya yang sedang duduk ditanah sambil memegangi lututnya yang berdarah. “Omo, Chanmi apa yang terjadi padamu? Apakan namja yang didepanmu ini yang sudah melukaimu? Jawab Chanmi, Jawab!” Kata Chanyeol yang terlalu dramatis. Lantas namja kecil itu langsung bersuara, dia tidak terima apa yang barusan Chanyeol katakan. “Ya! Aku tidak melukainya. Dia saja yang berlari sampai menabrakku. Dan akhirnya kita terjatuh” Kata namja itu membela dirinya.

 

“Ya, be-” belum selesai Chanyeol berbicara. Langsung dipotong oleh Chanmi “Chanppa, sudahlah. Chanmi tidak apa-apa. Dan juga ini bukan salah Oppa itu. Yang salah Chanmi karena Chanmi berlari-lari” Jelas Chanmi. “Tapi Chanmi, lututmu itu terluka. Dan kau bilang kamu itu tidak apa-apa?”

 

tersenyum sangat manis. “Kim Jongin tapi kamu boleh memanggilku Kai” Kata namja itu sambil tersenyum singkat. Walaupun sangat singkat tapi itu sudah membuat Chanmi tertegun kembali. “Dan kau?” Chanmi langsung tersadar kembali. “Ah,P-Park Chanmi imnida” Ucap Chanmi gugup. “Oh, yasudah kalau begitu aku pergi dulu. Bye!” Kata Kai. Chanmi menatap punggung Kai sampai namja itu tidak terlihat lagi. Chanyeol yang melihat keganjilan pada adiknya itu langsung berbicara “Chanmi” Hening. “Chanmi” Kata Chanyeol agak keras” Chanmi masih belum menjawab karena dia sedang memikirkan Kai yang baru saja pergi.

 

Chanyeol mulai gemas melihat adiknya yang sedari tadi masih belum mendengarkannya. Dia mulai menarik nafas dalam-dalam daaaan…

 

“CHANMII” Teriaknya sangat keras tepat didepan telinga adiknya. Chanmi lantas tersadar sekaligus terkejut. Pupilnya membesar saking terkejutnya. “Oppa! Mengapa Chanppa berteriak ditelinga Chanmi? Chanmi kan kaget” Katanya wajahnya berpura-pura agar seperti ingin menangis. Chanyeol yang melihat itu lantas kaget. “Ch-chanmi, Mianhe Oppa tidak sengaja. Habisnya tadi Oppa memanggilmu kamunya malah tidak menjawab panggilan Oppa. Maafkan Oppa Chanmi” Chanyeol merasa sangat bersalah.

 

Lain halnya dengan Chanmi, chanmi menahan tawanya “Hmpffft.. Buahahaha” Chanyeol terkejut sebelumnya dia melihat Chanmi ingin menangis. Sekarang dia tertawa lepas. “Ada apa dengan adikku ini? Apakah saat dia terjatuh kepalanya juga ikut terhantup?” Pikir Chanyeol. “Ya! Mengapa kau malah tertawa? Apa yang lucu hah? Kau kira Oppa sedang bercanda?” Chanyeol mulai kesal karena dari tadi Chanmi tidak berhenti tertawa.

 

“Ahaha, Mianhe oppa. Chanmi tadi itu hanya bercanda saja. Chanmi tertawa karena baru kali ini Chanppa meminta maaf setulus itu ke Chanmi” Chanmi mengelap air matanya karena terlalu tertawa berlebihan. “Ah sudahlah lebih baik kita pulang saja, ini sudah sore. Nanti Eomma dan Appa akan marah pada kita” Chanyeol mulai berdiri “Oppa” Panggil Chanmi manja “Mwo?” Chanyeol berpura-pura marah pada Chanmi. “Oppa marah pada Chanmi?”

 

“Ani,Oppa tidak marah” Chanyeol melipat tangannya didada. Chanmi mulai merasa bersalah “Oppa, Mianhe. Hiks..hiks” Chanmi mulai menangis. Chanyeol panik. “I-iya Chan, Oppa maafkan tapi jangan menangis” Kata chanyeol sambil melap air mata Chanmi. “Yakso?-janji-” kata chanmi sambil mengulurkan jari kelingkingnya. Chanyeol pun melakukan hal yang sama “Yakso” Kata Chanyeol mantap.

 

“Kalau begitu, Chanppa gendong Chanmi” Pinta Chanmi sambil memasang wajah memelas. “Ya! Kau pikir kau ringan?”

 

“Ayolah, Oppa. Kaki Chan sakit” Pinta Chanmi sekali lagi. “Akh, baiklah” Ucap Chanyeol mengalah. Mereka berjalan kaki untuk sampai dirumah. Tanpa Chanyeol dan Chanmi sadari ada yang mengawasi mereka dari kejauhan, yaitu Kai.

 

[Flashback End]

 

-At School-

 

Chanmi yang saat itu sedang melamun tidak menyadari panggilan dari sahabat namjanya, Oh Sehun. Mungkin bisa dibilang satu-satunya sahabat yang dimiliki Chanmi. “Channie kau tahu? Aku baru saja bertemu bidadari dia itu sangat can- Ya! Kau tidak mendengarkan ku huh?” Sehun kesal karena sedari tadi Chanmi hanya memandangi jendela. “Chanmi!” Sehun mencoba memanggilnya kembali, Chanmi masih belum menyadarinya. Terpaksa Sehun mencoba cara yang lain yaitu, berteriak dihadapannya. Hana, Dul, Set. Hitung Sehun dalam hati. “PARK CHANMI!” Teriak Sehun dihadapan Chanmi. Sontak Chanmi terkejut, dan dia melihat kedepan ada Sehun yang berwajah menahan kesal. Dia melihat sekelilingnya, dan mereka menjadi tatapan siswa-siswi yang lain.

 

“Ya! Sehun-na mengapa kau berteriak huh? Kau tidak sadar bahwa kita sedang ditatap oleh siswa-siswi disini?” Bisik Chanmi, sebenarnya dia ingin sekali menjitak kepala Sehun karena Sehun sudah membuatnya malu. Dan lihat wajahnya bahkan memerah seperti tomat karena menahan malu. “Ya! Ini semua karnamu. Kau tau? Aku dari tadi memanggilmu berkali-kali tetapi kau tidak menjawab panggilanku.” Ucap Sehun sambil melipat tangan didadanya.

 

“Aish, Arraseo! Aku minta maaf. Tadi aku melamun jadi tidak menyadari kalau kau memanggilku.” Sehun mulai berpikiran evil, dia ingin mengerjai Chanmi. “Baik, aku akan memaafkanmu. Asal kau harus meminta maaf sambil mencium tanganku” Ucapnya sambil tersenyum evil. Jujur saja, umur Sehun dan Chanmi memang berbeda Chanmi lebih tua satu tahun diatas Sehun. “M-mwo?! Mencium tanganmu? Ya! Aku ini lebih tua darimu, seharusnya kau yang mencium tanganku dan seharusnya lagi kau harus memanggilku noona!” Ucap Chanmi kesal.

 

“Baiklah, kalau begitu kita bukan sahabat lagi huh!” Sehun masih tetap menggoda Chanmi. “Akh, Arraseo! Sini tanganmu!” Sehun menyodorkan tangan kanannya “Sehun-sshi. Mianhe karna tidak menghiraukan panggilanmu, Jeongmal Mianhe.” Ucap Chanmi. Sehun tertawa puas. Melihat itu Chanmi jadi geram, tangannya sudah sangat gatal untuk menjitak kepala namja pabo ini. Dan,

 

PLETAK

 

“Auw, Appo!” Ucap Sehun sambil memagangi kepalanya yang sakit karena dijitak oleh Chanmi. “Ya,Siapa suruh kau mengerjaiku seperti tadi hah? Sudahlah, aku ingin kekantin” Chanmi lantas meninggalkan Sehun yang masih meringis kesakitan. “Ya! Park Chanmi tunggu aku.” Sehun berlari mengejar Chanmi.

 

Setelah sampai dikantin Chanmi mulai memesan, dan datanglah si Evil tadi. “Channie, sebagai permohonan minta maaf dariku. Hari ini kau ku traktir. Oke!” Kata Sehun memberikan Wink kepada Chanmi. Sehun ini adalah anak dari seorang Chaebol. Bahkan tidak sedikit yeoja-yeoja yang mengangguminya tetapi entah mengapa dia malah memilihi Chanmi diantara banyaknya yeoja yang menginginkan Sehun. “Terserahmu sajalah” Kata Chanmi. Sebenarnya ini bukan yang pertama kali Sehun mentraktirnya makan seperti ini, mungkin sudah ratusan kali. Setiap kali Chanmi menolak, Sehun pasti akan langsung marah. Chanmi akui sikap Sehun sangat Childish. Chanmi dan Sehun mulai mencari tempat duduk mereka.

 

Tidak lama para yeoja-yeoja mulai menjerit entah kenapa. Chanmi yang melihat itu mulai menengok kearah yeoja-yeoja itu berteriak. Dan yang masuk kekantin adalah lima namja yang tampan, ah ani. Sangat tampan. Chanmi yang melihat itu langsung membeku ditempatnya. Bahkan sekarang pipinya terlihat merona. Bagaimana tidak? Diantara namja-namja itu terselip namja yang selalu berputar-putar dipikirannya. Yaitu, Kai.

 

Sehun yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala. Lima namja itu melewati tempat makan Chanmi dan Sehun. Sejak itulah tatapan Chanmi dan Kai bertemu, Chanmi yang melihat itu langsung menundukkan kepalanya. Kai masih sama, berwajah datar. Kai termasuk namja yang cuek pada sekitarnya. Sebenarnya sewaktu dulu Kai adalah namja yang sangat periang, dia sangat care pada sekitarnya. Tetapi setelah appanya mengusir eommanya dari rumah dia merasa seperti tidak hidup. Appanya itu hanya mementingkan pekerjaannya daripada keluarganya, menurut Kai begitulah sifat ayahnya.

 

  1. Ah! Mengapa selalu seperti ini. Dia hanya menatapku datar tetapi jantungku sudah serasa ingin keluar. Ucap Chanmi dalam hati. “Em, Sehun-na apakah kau percaya falling In Love?” Tanya Chanmi polos. Seketika Sehun tersedak, Chanmi memberikannya tissue. Sehun mulai berbicara “Tentu saja aku pernah” Pupil mata Chanmi melebar “Jinjayo? Bagaimana perasaanmu?” Sehun tertawa sekilas “Aku seperti merasa banyak kupu-kupu berterbangan diperutku, Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Aku seperti merasa duniaku hanya milikku dengan DIRINYA” Ucap Sehun sembari menekan kalimat terakhirnya, dia menatap lurus Chanmi. “Jadi, apakah perasaanku ke Kai oppa ini berarti aku sudah jatuh cinta padanya?” Tanya Chanmi, Seketika raut wajah Sehun berubah. “Apakah kau sudah pernah merasakan apa yang baru saja kubicarakan tadi?” Chanmi menatap Sehun.

 

“Sepertinya iya” Sehun menghela nafasnya “Jika belum pernah bilang saja, tidak usah memakai embel-embel sepertinya” Senyum jahil Sehun mulai keluar. “Ya! Aish, jinjja. Mengapa aku punya sahabat sepertimu” Chanmi melongos malas. “Jadi kau tidak suka karena aku adalah sahabatmu?”

 

“A-ani bukan se-” Tralilalilla seketika omongan Chanmi berhenti karena hapenya berbunyi. “Nde, chanppa. Wae? Mengapa chanppa menelponku? Mwo?Jinjayo. Arraseo setelah pulang dari sekolah aku akan langsung pulang kerumah.” Tut. “Sehun-na Eomma dan Appaku..” Chanmi sengaja menggantungkan perkataannya. “Ada apa? Ada apa?” Tanya Sehun mulai panik. “Mereka..” Sehun mulai geram “Aish, ppali!”

 

“Mereka baru pulang dari Jepang!” Chanmi berbicara dengan senyum yang mengembang diwajahnya. “Jinjja? Aku juga ingin bertemu dengan mereka. Channie setelah pulang sekolah aku pergi kerumahmu yah?” Pinta Sehun. Chanmi mengangguk membolehkan. Bel selesai istirahat pun berbunyi para murid mulai memasuki kelasnya masing-masing. “Channie, aku ke toilet dulu sebentar ne? Kau duluan saja kekelas.” Chanmi mengangguk. Chanmi menuju kekelasnya sambil bersenandung.

 

Let it go, Let it go

Can’t hold back anymore

Let it go, Let it go

Turn away and slam the door

 

I don’t care what they’re going to say.

Let the storm rage on

The cold never bothered me anyway.

 

(Let it go – Idina Menzel)
“Jika kau tidak bisa bernyanyi tidak usah menyanyi, tetapi bahasa inggrismu lumayan juga.”

DEG. Jantung Chanmi mulai berdebar tidak karuan. “Suara ini..” Ucap Chanmi dalam hati. Dia sangat mengenali suara ini, suara ngebass yang terdengar sangat seksi. Chanmi memutar badannya. Chanmi menahan napasnya seketika, karena dihadapannya sekarang seorang namja yang selalu memenuhi pikirannya dan tatapan tajam yang menatap Chanmi dalam. “Su-sunbae? A-apa yang ka-kau lakukan disini?” Chanmi berbicara dengan terbata-bata, dia sangat gugup sekali,

 

“Aku hanya berjalan-jalan, ah ani. Aku sedang bolos pelajaran” Ucap Kai santai. “M-mwo?! Ohmygod. Seorang namja yang katanya sering mendapat penghargaan karena kepintarannya saat ini sedang bolos?!” Ucah Chanmi dalam hati. “Ya! Jika kau bingung kenapa seorang namja kebanggaan sekolah ini sedang bolos. Kau tidak perlu mengetahuinya” Ucap Kai narsis. “Sunbae membaca pikiranku?!” Chanmi kaget. “Maybe? Dan, kau tidak perlu memanggilku dengan embel-embel Sunbae lagi, panggil aku Kai Oppa, Arrachi!” Chanmi membelakkan matanya. Op-oppa? Ohmygod! Apakah aku sekarang sedang bermimpi. Jangan bangunkan aku jika ini memang mimpi, Mimpi yang sangat indah.

 

“Arraseo, kembalilah kekelas mu Kai op-oppa. Kau tidak ingin kan kalau ada songsaenim yang melihat kira disini sedang bolos pelajaran?” Chanmi masih belum terbiasa memanggil Kai dengan embel-embel Oppa. “Ooh, jadi kau bolos juga yah?” Chanmi tergelak, dia pasti salah bicara. “A-ani, bukan seperti itu. Aku hanya salah bic–” Perkataan Chanmi terhenti. Karena Songsaenim meneriaki nama mereka. “Ya! Kalian berdua mengapa tidak masuk kelas kalian? Kalian sedang bolos yah?” Songsaenim galak itu mulai mendekati mereka. “Ayo kita lari, Chanmi” Bisik Kai. Chanmi yang belum sempat menjawab. Tiba-tiba tangan Chanmi langsung digenggam oleh Kai, dan mereka berlari entah kemana.

 

Apakah barusan Kai Oppa memanggil namaku? Ta-tapi dia tau darimana namaku? Pikir Chanmi heran. Mereka masih berlari hingga berhenti ditempat Dance yang berada dibelakang sekolah. “Hah.. Hah.. ” Mereka berdua masih mengatur nafas, lalu Kai mengajak Chanmi masuk. “Em, Kaippa. Mengapa kau mengajak ku kemari?” Kai melihat kearah Chanmi “Entahlah, kaki sendiri yang menentukan arah jalan kesini” Chanmi menatap heran Kai. “Em, dan Kaippa. Bi-bisakah Op-oppa melepaskan genggaman Oppa? Aku merasa tidak nyaman” Ucap Chanmi tegagap sebenarnya dia sangat senang, tetapi karena merasa tidak enak dia meminta melepaskannya. “Oh, ne” Ucap kai singkat.

 

Sesingkat itukah? Apakah dia tidak merasa malu atau apa? Pikir Chanmi. Sebenarnya wajah Kai sebelumnya sedikit merona. Tetapi dia langsung menormalkan perasaannya agar tidak gugup lagi.

“Kau ingin melihatku menari?” Tawar Kai. Chanmi mengangguk senang. “Baiklah, kau duduk manis disini saja.” Musik mulai mengalun. Kai perlahan mulai menari, dan makin lama makin energik. Chanmi yang melihat itu menganga karna terkagum-kagum atas dance indah Kai. Kaipun berhenti menari. Chanmi masih menganga, dia masih belum tersadar kalau Kai sudah menyelesaikan dancenya.

“Tutup mulutmu jika kau tidak ingin ada lalat yang masuk kemulutmu.” Ucap Kai menutup mulut Chanmi. Chanmi langsung tersadar, wajahnya langsung berubah merah seperti tomat karena menahan malu. Kai yang melihat itu hanya menyeringai.

 

“Em, jika Oppa ingin melihat. Aku juga bisa menari seperti dirimu” Tawar Chanmi. “Kau bisa menari? Kukira kau tidak ada bakat sama sekali” Ejek Kai. Chanmi merasa tersinggung “Ya! Kau kira aku ini yeoja yang tidak mempunyai bakat sama sekali huh? Asal kau tau, sewaktu smp aku memenangkan Lomba Dance dan aku mendapatkan juara satu.” Pamer Chanmi. “Tidak usah pamer, aku yang sering mendapatkannya saja tidak kupamerkan, sudahlah sekarang aku ingin melihatmu menari” Chanmi begitu kesal dia berjalan sambil menghentakkan kakinya. Kai yang melihat itu sangat ingin tertawa tetapi ditahannya.

 

Musik pun mulai mengalun, Chanmi mulai menunjukkan keahliannya dalam menari. Dia ingin menggoda Kai dengan cara dia akan menari, Sexy Dance.

 

Kai yang melihat itu hanya menelan air liurnya saja. Apa yang dilakukan yeoja ini? Dia ingin aku menerkamnya sekarang juga pikir Kai. Kai yang tidak sanggup melihat itu menutup matanya erat-erat karna dia tidak ingin hal yang ‘tidak’ diingkan Kai terjadi. Chanm mulai melihat kearah Kai dia ingin tertawa karena melihat Kai menutup matanya. Dia tersenyum evil. Dia mendekatkan wajahnya ketelinga Kai. Dia meniup leher Kai yang merasakan itu langsung membuka matanya menghadap kesamping dia begitu terkejut karena wajahnya dan wajah Chanmi begitu dekat hidung mereka bahkan hampir tersentuh.

 

Kai menatap dalam mata hazel milik Chanmi. Mata itu sangat indah dia jadi ingin terus menatapnya. Sebenarnya daritadi Chanmi merasa risih karena dia harus menatap mata tajam berwarna hitam pekat itu. “Ehem” seseorang berdehem mereka lantas terkejut dan langsung menjauhkan diri masing-masing. Dan lihat siapa yang baru saja merusak acara romantis Kai tadi dia adalah, Sehun.

 

“Se-sehun? Apa yang kau lakukan disini?” Ucap Chanmi gugup dia seperti tertangkap basah telah mencuri. “Ya! Kau lupa kalau aku ikut eksul dance disekolah kita? Dan aku baru tau kau tadi bolos pelajaran karena apa. Dan ternyata karena ini, kau hampiiiir  berciuman dengan namja hitam itu” Ucap Sehun tajam. Dia tidak tau kenapa dia berbicara seperti itu, itu seperti keluar sendiri dimulutnya. Kai yang mendengar itu tentu merasa tersinggung. “Ya! Siapa yang kau maksud dengan namja hitam itu hah? Dasar albino.” Mereka mulai beradu mulut, salah satu dari mereka tidak ada yang mengalah. “Bisakah kalian diam?! Aku pergi, Jangan ada yang mengikutiku!” Ucap Chanmi kesal.

 

Kedua namja itu heran. “Mengikutinya? Siapa juga yang ingin mengikutinya” Ucap mereka berdua, seketika tatapan mereka mulai menajam lagi. Dan perdebatan itu tidak bisa dihentikan. Chanmi pulang kerumah karena waktu mulai menunjukkan sore hari. Setelah sampai dirumah dia segera menghempaskan badannya ketempat tidur kesayangannya itu. Dia mulai mengulang kejadian apa saja yang barusan dia alami, dia tersenyum-senyum sendiri mengingat itu. Ah, dia baru ingat kan appa dan eommanya baru saja pulang dari Jepang. Dia segera membersihkan dirinya.

 

Tok tok tok. Seseorang mengetok pintu kamar Chanmi, chanmi yang saat itu sedang mengerjakan tugasnya langsung membuka pintu. “Ah,Chanppa ada apa?” Tanya Chanmi. “Cepatlah turun kita akan makan malam bersama, dan juga Appa dan Eomma ingin berbicara denganmu” Chanmi mengangguk.

 

Ketika Chanmi turun mereka semua sudah siap akan makan malam, Chanmi langsung menoleh kearah orangtuanya yang sangat dia rindukan itu “Eomma, appa” Ucap Chanmi girang sambil memeluk orangtuanya. Chanmi pun duduk disamping Oppanya. “Chanmi, ada yang ingin Appa bicarakan” Chanmi menoleh kearah Appanya “Ne, appa ingin berbicara apa?” Appa pun langsung berbica to the point “Appa dan Eomma menjodohkanmu dengan anak salah satu rekan appa” Ucap Appa cepat. Eomma hanya menatap Chanmi penuh harap.

 

Chanmi masih mencerna kalimat itu baik-baik, seketika matanya membesar. “MWO?”

 

To Be Continue~

 

FF Abal, gaje ini udh selesai eh ralat tbc. Jadi sorry yah kalau jelek:D don’t be silent readers yawn.

Iklan

24 pemikiran pada “Why You Choose Me? (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s