Phobia (Chapter 5)

Title: Phobia (Chapter 5)

Author: Kim Ria

Genre: Romance(?),School life,Friendship

Length: Multi Chapter

Ratting: 13+
Main Cast: Jung Ga In | Woon Jin Ah | EXO (K&M) | Oh Yoo Hyun

 

new-picture-19
(Rumah Gain)

Suara nyanyian burung terdengar amat nyaring, cahaya mataharipun juga bersinar sangat cerah. Namun Gain masih tertidur pulas bak putri tidur yang butuh ciuman dari pangeran agar terbangun.

Perlahan cahaya matahari itu merayap dan kini cahayanya mengenai wajah Gain, karena merasa sangat tidak nyaman Gain memuka matanya dengan menyipitkan matanya.

“Uhh..Jam berapa ini eoh..?”Tanya Gain pada dirinya sendiri, ia mengusap matanya dengan tangan kirinya lalu mencoba memfokuskan matanya ke jam dinding yang ada di kamarnya.

“Pukul 7 pagi..Hoaahhh…” Kata Gain sambil menguap. Saat kesadarannya mulai terisi penuh ia membulatkan matanya dan menegakkan punggungnya.Ia kembali menatap ja dinding.“Pukul 7?!!! Huwaa!!!!!”Pekik Gain sambil bangkit dan membuka selimutnya. Ia langsung berlari ke kamar mandi sampai lupa harus merapikan tempat tidurnya. Jika ada ibunya mungkin Gain akan di ceramahi selama 20 menit hanya membahas ‘selimut’.

Hanya butuh waktu 5 menit untuk mandi, setelah mandi Gain bergegas memakai seragam sekolahnya dan menyambar tas sekolah dan tak lupa jaket milik Baekhyun yang ia pinjam tadi malam. Setelah semuanya sudah di rasa siap oleh Gain, ia berlari menuruni tangga dan sempat bertemu bibi Choi. Bibi Choi memperingatkan Gain untuk sarapan namun Gain hanya mengangguk lalu pergi begitu saja mmebiarkan sarapan yang di sediakan bibi Choi menjadi pajangan di meja makan.

“Ckckck…Kenapa tumben sekali penampilannya begitu berantakan…” Gumam bibi Choi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

–***–

(Hwangdooong High School)

JinA mmebuka pintu lokernya berniat untuk mengganti sepatunya.

Kreek…

Tepat saat JinA membuka pintu lokernya sebuah surat jatuh di atas kakinya. JinA menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan jika yang memberi suratnya tidak jauh dari keberadaannya. JinA mengangkat bahunya lalu membuka suratnya,

“Aku ingin bertemu denganmu, jika bisa kau datang ke lapangan basket. Sebaiknya kau datang tepat waktu.Seusai festival gugur.Aku menunggumu.Sebaiknya kau datang sendiri.”JinA mengernyitkan dahinya saat membacanya. Ia merasa sedikit ragu dengan surat ini.Tanpa ada nama dan tulisannya adalah ketikan membuatnya sulit untuk mengetahui siapa pengirimnya. JinA melipat kembali suratnya dan memasukkan surat itu ke dalam kantung sakunya.

–***–

Tap..Tap..Tap..Tap.Tap..Tap..

Langkahan kaki Gain begitu keras saat berlari, membuat pengunjung yang di sana melihat ke arah Gain dnegan heran.Gain terus saja berlari seperti di kejar oleh paparazzi atau fans yang menggila.

Sesampainya di depan kelas, Gain menyandarkan tubuhnya di dinding dan mengatur nafas sebelum ia masuk.

“Haahah..Haahh…Hhhh..Babo sekali..Haahh..Kenapa bisa telat seperti ini..Haaahh..Omo..Lelahnya…Haaahh..”Gumam Gain.Baekhyun yang juga baru datang menyadari keberadaan Gain di luar kelas dan tidak melukis.

“Wae? Kau terlambat? Sepertinya kau lelah sekali..” Ucap Baekhyun smabil melihat ke arah Gain dengan heran. Gain mengangkat kepalanya lalu mengangguk. Gain mengambil jaket milik Baekhyun dari dalam tasnya lalu memberikannya kepada Baekhyun.

“Hhhhaaahh..Gomawo…”Ucap Gain lalu memasuki kelas.Baekhyun hanya diam mematung melihat Gain seperti itu.Gain terlihat berantakan dan matanya sedikit berair seperti orang baru bangun tidur.Sepertinya tadi malam kami tidak sampai selarut itu..Kenapa ia terlihat begitu mengantuk dan nafasnya tak teratur seperti itu??

Saat masuk, Gain sedikit terkejut saat tempat ia melukis di duduki oleh Suho. Suho yang menyadari kedatangan Gain, segera meletakkan palet dan kuasnya lalu mendekati Gain.Saat Suho dekat dengan Gain merasa aneh dengan penampilan Gain yang agak berantakan.Suho tersenyum kecil dan mulai membaca apa yang di alami Gain sekarang.

“Kau sepertinya sangat lelah..Jika tak keberatan aku saja yang melukis.Bagaimana”Kata Suho.Gain tidak mengambil pusing masalah kecil ini, ia hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum semanis mungkin lalu pergi ke luar kelas.Sepertinya aku butuh makanan untuk perutku dan…Mencuci mukaku …Batin Gain sambil menepuk-nepuk kedua pipinya.Tiba-tiba saja bahunya menyenggol bahu orang lain tanpa Gain sadar.Gain segera menoleh dan ia mendapati JinA tengah tersenyum ke arahnya lalu berubah seketika saat melihat wajah Gain yang berantakan. Tatapannya seolah berkata pada Gain ‘ada apa denganmu?’

–***—

(Kantin)

JinA membawa pesanannya dan milik Gain.Gain menerimanya lalu tersenyum.

“Ada apa dengan wajahmu eoh?Menyeramkan sekali…”Ucap JinA lalu melahap burger yang ia pesan.

“Hhhh…Aku menonton televisi sampai pukul 2..Aku menonton drama..Rasanya mengantuk sekali..”Jawab Gain dengan wajah tanpa dosa.JinA hanya menghela nafas memaklumi sifat Gain ini.

“Aigoo….Kau ini sudah dewasa, bisakah kau berpikir lebih baik? Tentu saja jika kau tidur selarut itu kau tidak bisa bangun pagi.”Ucap JinA sambil menggelng-gelngekan kepalanya. Sedankan Gain hanya meringis seperti tidak punya dosa.

JinA dan Gain sibuk dengan makanannya masing-masing. Suasananya sangat hening saat itu.Suasana tenang dan damai itu terpecah saat Baekhyun dan Chanyeol datang menghampiri mereka. Gain menoleh ke arah 2 namja berisik ini dengan tatapan tidak suka.Hatinya butuh ketenangan karena ia masih megantuk dan daya sadarnyapun masih belum sempurna.JinA hanya menanggapinya dengan helaan nafas panjang.

“Emmhh.. Aku ke pergi dulu, ada barang yang tertinggal.”Kata Gain bohong,ia bangkit lalu pergi meninggalkan JinA dan juga Baekhyun dan Chanyeol. JinA juga tidak cukup nyaman saat Baekhyun dan Chanyeol datang juga menyusul Gain tanpa mengatakan sepatah katapun. Baekhyun melihat mereka dengan terkejut ia baru saja duduk Gain dan JinA langsung pergi.

“Mmffpphh.. Hahahahaha..Malang sekali nasibmu Hyun!”Tawa Chanyeol meledak saat mendapati temannya ini nasib buruk. Baekhyun hanya menatap Chanyeol sekilas sambil berdecak kesal.

–***–

(Perpustakaan)

Gain mencoba mencari buku yang menarik untuk di bacanya diantara ribuan buku yang ada di rak buku yang sudah ia pilih.Saat mendapat buku yang sudah ia pilih, Gain berjalan ke dekat jendela dan membaca di sana.

Dengan hati-hati, Gain membuka buku itu.Saat Gain mulai membaca setiap kata di halaman pertama, ia merasakan ada seseorang di belakangnya. Tepatnya punggung, Gain menoleh untuk melihat siapa itu.JinA?Batin Gain. JinA duduk membelakangi Gain dan tertunduk seperti membaca sesuatu yang sangat serius.Gain mencoba mendekatkan kepalanya ke samping kepla JinA untuk melihat apa yang JinA baca.

Dengan cepat JinA menutup suratnyaitu dan memasukkan kebali ke dalam kantung sakunya. Takut jika Gain membacanya.

“Ya, apa itu? Aku belum melihatnya…” Kata Gain dengan nada manja.JinA hanya melihat ke arah Gain sambil menggelengkan kepalanya dan senyuman tipis yang menghias wajahnya.Gain memjukan bibirnya melambangkan sikap kekecewaannya terhadap JinA. Gain kembali membalikkan badannya dan mmebaca buku itu dengan malas.

Mood membacanya seakan hilang saat JinA punya sesuatu yang di sembuyikan.Pada sebelumnya JinA belum pernah menyembunyikan sesuatu. Pasi selalu ia bagi dengan Gain begitupun Gain.

JinA menyandarkan kepalanya ke dinding, Apa aku harus datang? Apa dia itu namja?Yeoja? Apa dia akan memukulku? Aku salah apa memangnya?Menyatakan cinta? Itu sangat bodoh… Membalas dendam?Membunuhku???? Ahhh..Aku terlalu takut sekarang…

–***–

Baekhyun berjalan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari Gain.Saat ia melihat Sehun dan anak kecil yang tak lain adalah adik Sehun itu, ia menghampirinya.

“Sehun apa kau melihat Ga…” Belum selesai Baekhyun berbicara. Cepat-cepat Sehun menutup mulut Baekhyun takut jika Yoohyun mendengar nama Gain langsung berlari tidak jelas seperti kemarin.

“Ya..Jangan sebut nama Gain di depan Yoohyun…Ini berbahaya….” Bisik Sehun di telinga Baekhyun.Baekhyun mengangguk, lalu Sehun membuka tangannya.

“Jadi apa kau melihatnya?” Tanya Baekhyun mengulangi pertanyaannya yang tadi.Sehun menggeleng.Baekhyun menatap Sehun datar lalu pergi meninggalkan Sehun dan Yoohyun.Hhh..Dasar Sehun…

–***–

Waktu festival hari ini berakhir.Gain dan JinA keluar dari perpustakaan, yang menjadi sarangnya selama berjam-jam. Gain an JinA melangkah pergi dengan arah yang berlawanan.

“Gain…Aku pergi kesana dulu, sebaiknya kau istirahat untuk menutupi tidurmu itu.” Nasehat JinA. Gain mengangguk mengerti.

Gain menhentikan langkahnya dan mencoba melihat ke arah JinA. Namun hanya terlihat lorong kosong tanpa penghuni.Pergi kemana?Cepat sekali… Batin Gain.Ia kembali mmebalikkan badannya dan melangkahkan kakinya kembali. Dan entah kenapa kakinya berjalan ke arah atap sekolah tanpa Gain minta.

–***–

(Atap sekolah)

Angin sore yang hangat dan sinar matahari yang terasa hangat, membuat Gain seolah telah di selimuti oleh selimut tebal. Gain melihat pemandangan dari atap sekolah dengan senyuman lebar.

“Wuahh..Aku tidak pernah tahu jika pemandangan dari atap sekolah bisa seindah ini…” Ucap Gain sambil terus melhat ke depan.

“Ne, kau juga tak sadar jika kau tak sendirian..”Gain menoleh ke arah suara itu. Suara namja dan Gain pernah mendengarnya. Yaampun, itu Sehun…..Batin Gain. Hati Gain yang berbunga-bungan dalam sekejap bunganya menjadi layu menjadi ketakutan saat melihat Sehun.

Sehun berjalan mendekati Gain dan tetap menjaga jarak antara dirinya dan Gain.gain hanya diam dna menunduk.

“Kemarin sore..Yoohyun menangis hebat saat tidak bertemu denganmu di penitipan..”Ucap Sehun tanpa menoleh ke arah Gain. Gain sedikit mengangkat kepalanya dan ingin mendengar Sehun berbicara lagi.

“Dan hari ini, dia putus asa karena tidak menemukanmu. Dia meminta untuk di antar pulang siang tadi.Dan aku kembali lagi ke sekolah.” Lanjut Sehun.Gain mulai berani mengangkat kepalanya dengan sempurna dan memandang Sehun tidak percaya.

“Aku bingung denganmu, kenapa Yoohyun bisa sampai seperti itu denganmu.”Sehun melanjutkan kalimat terakhirnya dan menoleh ke arah Gain.

DEG!

Secara tidak sengaja, mata mereka saling bertemu.Gain yang tak mampu menahan malunya, mengalihkan pandangannya ke arah lain.Begitu juga dengan Sehun.

“Yoohyun.. Seperti itu? “Tanya Gain tak percaya. Sehun mengangguk.Gain menjadi membayangkan wajah Yoohyun saat bersamanya dan tersenyum kecil.

“Dia,..Entahlah..Saat aku kesana begitu tertarik melihat adikmu..” Kata Gain sambil tersenyum tipis. Sehun menoleh ke arah Gain.

“Tertarik?”Ulang Sehun.Gain menganggukkan kepalanya dan tertawa kecil, dan ia sama sekali tidak menoleh ke arah Sehun. Jika ia berbicara dengan cara berhadapan dia pasti akan takut dan malu.

Angin kembali berhembus, angin itu membuat Gain memejamkan matanya untuk merasakan angin yang hangat melewati tubuhnya.Saat angin itu berhenti berhembus, Gain membuka matanya kembali dan mencoba menoleh ke arah Sehun.Dia masih disini..Bain Gain.

Sebenarnya ia ingin sekali mengajaknya mengobrol dan ingin tahu tentanh Yoohyun dari kakaknya sendiri. Namun apa daya? Gain terlalu malu untuk menanyakan semua hal itu.Ia hanya bisa menahannya.

“Hhhhh… Gain bodoh….” Ucap gain dengan suara yang amat pelan sambil menepuk-nepuk kedua pipinya itu. Kini Gain benar-benar merasa bodoh jika berhadapan dengan namja.

–***–

(Lapangan basket)

JinA melihat ke arah jam tangannya.ia menghela nafas panjang. Sudah lebih dari 5 menit ia menunggu seseorang yang akan menemuinya ini. Rasa penasarannya masih belum tertutup karena orang yang memberinya tak kunjung datang. JinA hanya menatap lesuh lapangan basket yang kosong dan hanya di huni olehnya.Ia duduk dan bertopang dagu dengan malas.

“Lama menunggu Jung Jin Ah?” Terdengar suara namja dan lengkahan kaki yang mendekat ke arah JinA. JinA mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang.

JinA membulatkan matanya saat melihat siapa yang ada di depannya saat ini. Luhan. Luhan tersenyum ke arah JinA. JinA seketika meremas suratnya dan berdiri.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya JinA.

“Aku?Aku ingin bertanya dan memastikan..Jika yang membuka loker klub seniku adalah kau.Apa itu benar?”Kini Luhan yang bertaya kepada Luhan.JinA diam terpaku.

“Bbb..Baa..Bagaimana kau lihat itu?”Tanya JinA dengan gelagapan, kini nadanya menandakan jika ia menjadi sedikit takut.

“Aku melihatnya..Sebagai dendamu untuk membayar semua ini, kau harus membantuku untuk mendapatkan yeoja itu..Gain.Kau harus mau.”Kata Luhan dengan tatapan tajamnya.

“Gain? Bukankah kau sudah kenal dengannya?Dan kau juga tahu jika Gain itu tidak bisa semudah itu dekat dengan namja jika dibantu orang lain! Kau harus berusaha Luhan…”Kata JinA.Luhan tersenyum simpul mendengarkannya.

“Aku tahu..Tapi bukan itu yang kumaksud..Yang kumaksud..Aku ingin kau tidak mendekati Gain, dan putus kontak dengannya. Berikan kesempatanmu kepadaku.Itu dendamu..Kau sepakat?”JinA mengatup mulutnya tak percaya,Putus kontak dengan putri kecilku???

“Aaa..Appaa..Apa-apaan itu Hah?!! Memang jika aku menolak apa yang akan kau lakukan?!!” Tanya JinA.Sambil memberanikan dirinya berhadapan dengan Luhan. Ia tidak terima dengan permintaan Luhan.

“Jika kau menolak? Aku akan memberitahu kepada semuanya jika Gain mempunyai phobia aneh yang akan memeluk siapapun yang akan di dekatnya.Puas?”

“Dan jika saja aku menuruti permintaanmu tapi kau gagal?!!”

“Aku akan tetap melakukannya..”

DEG!

JinA memundurkan 1 langkah demi selangkah, Luhan benar-benar menakutkan.Ia bisa mengawasi siapapun tanpa orang itu ketahui.Dan sedikit saja menyenggol milik Luhan, pasti orang itu akan mati.Ia tak mengerti bagaimana ia tahu jika dia yang membongkar lokerya, dan mengorek informasi tentang Gain.

“Kkk..Kau, dari mana tahu hal itu?!”Tanya JinA dengan sedikit membentak ke arah Luhan.

“Lupakan, itu maslaah tak penting..Jadi apa kau setuju?” Tanya Luhan.JinA menatap Luhan dengan sayu, ia tak tahu harus apa. Jika ‘iya’, pasti Gain akan menduga JinA jika membencinya dan jika sampai Luhan benar akan dengan Gain itu adalah hal yang bururk jika Gain dengan orang seperti Luhan ini.Dan jika ‘tidak’, pasti Gain akan hancur jika semuanya tahu Gain punya phobia yang di luar logika itu.Dan yang membuatnya mengeluarkan keringat jika Luhan gagal…Ia akan tetap memberi tahu maalah Gain itu.

“Mmm.. Itu, Luhan. Apa kau tak terlalu jahat eoh?”Tanya JinA dengan memohon.

“Jahat?Itu salahmu sendiri karena berbuat seenaknya.Jadi jika aku seperti ini aku tidak salah, kau dulu yang mulai JinA!Aku benci jika ada seseorang yang berbuat diam-diam seperti itu!!Apa kau tak berpikir jika itu hak orang lain?!!!!”Jawab Luhan.JinA menunduk, Benar..Itu salahku..

Luhan menatap tajam JinA lalu pergi begitu saja.

“Jika kau tak menjawab, artinya kau mengatakan iya!” Seru Luhan sambil melambaikan tangannya dan tanpa berbalik melihat JinA. JinA melihat Luhan dengan rasa tak menentu.Ia merasa marah dnegan Luhan, namun juga ada rasa kekecewaan karena Luhan berbuat seperti itu karena ulahnya sendiri.Perlahan ia terjatuh dengan keadaan terduduk ke bawah dan menutup wajahnya menahan tangisnya.

Bagaimana ia akan melakukan semua itu, jika di ucapkan memang terlalu mudah. Bagaimana ia bisa melepaskan begitu saja, dengan mudahnya melepas Gain yang sudah di anggap dengan adiknya.Sudah bertahun-tahun ia merajut persahabatan dengan Gain, namun dengan mudahnya Luhan merobek rajutan beharga itu.

Awal bertemu Gain saat duduk di bangku kelas 1 SMP semester 2, sangat sulit.Apalagi JinA waktu itu berstatus siswa baru. Dan Gainlah yang menjadi teman sebangkunya.Membuatnya menjawab atau mengajaknya mengobrol sangatlah sulit.Dan dapat disimpulkan oleh JinA jika Gain bukanlah orang yang mudah di ajak berbicara kecuali jika Gain tertarik dengan bahan obrolan atau dengan orangnya.Dan JinA termasuk dalam orang yang membuat Gain tertarik.

Saat sudah akrab dengan Gain, JinA sering bermain dengannya. Dan ia mulai sangat dekat dengan Gain saat kelas 1 SMP menjelang kenaikan.Bukankah sudah terlihat sangat jelas jika merajut persahabatan yang benar-benar dekat dan dapat melampui ikatan seperti saudara sendiri sangatlah sulit.Dan sekarang rusak dengan mudahnya, karena ulahnya sendiri.Terlalu egois untuk mengetahui semuahal yang ia ingin ketahui. Tepatnya ia terlalu ingin tahu sampai lupa memikirkan perasaan orang lain yang ingin ia ketahui rahasianya.

–***–

(Atap sekolah)

Kini angin yang berhembus sudah menjadi angin dingin yang menusuk tulang.Gain memeluk tubuhnya sendiri dan berniat untuk pulang.Dan ia menghentikan niatnya saat melihat Sehun ternyata tidur.Gain juga baru menyadari saat melihat ke bawah.

Gain mencoba memperhatikan Sehun yang tengah tertidur, ia berjongkok menyamakan tingginya dengan Sehun yang tengah tertidur.Gain memperhatikan wajahnya dengan baik.

“Hhh, dia terlihat seperti Yoohyun..Hihihi..” Ucap Gain.Ia berniat untuk membangunkan Sehun dengan menepuk-nepuk bahunya, mana bisa iabiarkan terus tertidiur disini? Sehun tertidur juga karena bisa saja bosan karena Gain tidak mengajaknya berbicara namun Sehun tak bisa menolak suasana seperti ini untuk istirahat.

“Sehun, ireona..Se..”

Tiba-tiba saja Sehun mengigau dengan menyebut nama ‘Yoohyun’ dan Sehun berkata jika akan menangkap Yoohyun.Gain yang mulai mengerti jika Sehun sedang bermimpi tengah mengejar Yoohyun dengan cepat menjaga jaraknya dengan Sehun.

Namun tindakannya terlambat,  Sehun telah berhasil menangkap Yoohyun.Yang lebih tepatnya Gain.Sehun memeluk Gain dengan erat, kepala Sehun seperti tengah bermain di bahu Gain.Perlahan pipi Gain berubah menjadi merah padam saat merasakan tingkah Sehun itu.Ia tidak bisa memberontak, ia takut Sehun bangun.Di sisi lain, Gain merasa sangat risih dengan keadaannya sekarang.

“Aisshh..Bagaimana ini……”Kata Gain dengan lirih.Ia mencoba menoleh ke arah Sehun yang kepalanya bersandar di bahu Gain.Terlihat jika Sehun terlihat sangat nyaman dan damai dalam tidurnya.Gain menatap lekat wajah Sehun yang hanya beberapa cm, atau mungkin hanya beberapa mm saja.Kuakui jika dia tampan..Gain tersenyum melihatnya dan saat kesadarannya sudah kembali lagi, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ani, aku harus cepat pergi dan membagunkannya….”

 

 

***Next(?)

[[Buat para readers, Minta bantuannya buat ngasih kritik sama saran,. Hehehe^^ maaf kalo banyak typo di sini.. Dan ceritanya makin gak jelas.. Hehehe, #peace! (‘-‘v 😀 ]]

 

 

Iklan

9 pemikiran pada “Phobia (Chapter 5)

  1. Daebak ! Luhan kok jadi devil yaa ? di awal, karakternya lembut, tapi skarang udah kayak phsyco *plak* – *mian Luhannie*
    Nice (y) 🙂 ❤ aku tunggu klanjutannya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s