Holding the Sky [Prolog]

Holding the Sky[prolog]

Judul   : Holding the Sky[prolog]

Author:arlotiefe53(@dhindha53)

Cast     :

–          Byun Baek Hyun (EXO) as Byun Baek Hyun

–          Kim Tae Yeon (SNSD) as Kim Tae Yeon SNSD

Support Cast :

–          Lee Soon-kyu/Sunny (SNSD) as Sunny SNSD

–          Shim Bo-young (OC) as Produser Audisi SM Entertainment

–          Lee Soo Man (SM Entertainment’s chairman) as Lee Soo Man

–          Choi Jino (SM The Ballad) as Choi Jino / keponakan Shim Bo-young

–          Kim Joon Myun/Suho (EXO) as Suho EXO

Genre  : Life , Dreams , Romance.

Length : Chapter/Series

Rating:PG-15

Summary:

Kecelakaan itu membuat dirinya terpuruk. Sampai suatu saat ia menemukan semangatnya dan bangkit. Headset dan buku favorit, serta bangku di taman itu, adalah saksi bisunya. Kemudian orang lain menyadari bahwa, mimpinya sempurna, tapi sayang keberuntungan tidak berpihak padanya. Hingga di akhir dari semua mimpinya, satu kata yang paling dinantikan tidak bisa terucapkan, “cinta”.

apabila ada kesamaan kata, tempat, tokoh, maupun jalan cerita saya selaku author meminta maaf, tapi FF ini murni apa adanya, apa yang ada di otak saya maksudnya.

.Happy Reading and Don’t be a plagiator.

.PLAGIAT HARAM HUKUMNYA.

Dia menggapai uluran tangan individu lain. Ya, dia memang tahu bagaimana menyayat doa dan harapan yang gugur bersama dedaunan kering…” (Adhisma Alzahra)

_Baekhyun’s POV_

Sore yang cerah.Walau beberapa saat yang lalu, hujan telah sukses membasahi tempatku berdiri, tapitidak kupedulikan lagi. Anak-anak juga masih tetap setia bermain di taman ini, tentu dengan pengawasan kedua orang tua mereka. Ya, taman ini begitu ramai bila sore hari. Arena permainan, bangku , air mancur , bahkan sampai pedagang pun enak dipandang mata.

Aku berdiri tepat di depan bangku panjang yang biasa aku duduki setiap hari. Untuk sekedar membaca buku atau mendengarkan musik aku lebih menyukai tempat ini.

Aku menghela napas. “Ternyata ini juga basah,” tangankumengelap bangku yang basah itu. Lalu, seorang anak kecil menghampiriku.Menarik-narik tanganku sepertiberbicara padaku.

“apa yang kau inginkan adik kecil?” tanyaku sembari senyum masih mengembang di pipiku. Anak kecil tadi memainkan jarinya berusaha memberitahuku dengan bahasa tubuhnya. Aku baru sadar, kalau ia tunarungu. Aku mulai mengerti apa yang diinginkannya.

“Baiklah, kau ingin oppa bernyanyi untukmu?” tanyaku lagi dengan bahasa tubuh.Ya, aku memang sedikit mengetahui tentang bahasa tubuh untuk orang tunarungu.

Ia mengangguk. Apa ia bisa mendengar, batinku. Ternyata anak itu memberi tahu alat bantu pendengaran di telinga kirinya padaku. Aku mengangguk lagi dan menyanyikan lagu yang sering kudengarkan di bangku itu.

Yeppeun mokgeorreul sajugo shipjjiman.Meotjjin chareul taewo jugo shipjjiman. Yeppeun oseul ipyeo jugo shipjjiman o nan. Joeun gose deh ryeogago shipjjiman.”(2AM – This Song) aku memulai intro lagu. Anak itu terlihat menikmati kata tiap kata yang kuucapkan dari lagu itu. Tanpa kusadari semua orang yang berada di taman itu bergerak ke arahku. Mereka mendengarkan nyanyianku dengan seksama.

Hingga akhirnya aku menyelesaikan bait demi bait dari lagu tersebut. Semua orang bertepuk tangan ketika aku selesai menyanyikan lagu itu.Aku tersenyum bangga, karena itu pertama kalinya aku bernyanyi dihadapan banyak orang.Walaupun hanya beberapa anak kecil dan orang tua mereka, tapi rasanya, senang bisa membuat mereka terhibur dengan nyanyianku.

Matahari hampir tumbang di ufuk Barat.Taman mulai sepi. Kulangkahkan kaki meninggalkan taman itu dibarengi dengan beberapa orang tua dan anak-anak mereka yang tadi berada di taman. Ketika mereka berada di persimpangan jalan, kulihat ada van yang menuju ke arah kami.Aku langsung meneriaki semuanya untuk minggir dan menjauh dari persimpangan jalan.

Sayang, aku terlambat.Seorang anak kecil yang sedang berlari menuju ibunya hampir tertabrak oleh van.Refleks, kudekap anak itu dari belakang dan berusaha melindunginya dengan sekuat tenagaku.

Brakk!

Bunyi benturan keras terasa di punggung belakangku.Aku melihat anak yang kulindungi, syukurlah ia tak apa. Jantungku berdegup kencang tak karuan dan otakku mulai mencerna keadaan.Sayup-sayup kudengar seseorang meminta tolong menyuruh orang untuk memanggil ambulans.Terlambat (lagi), tubuhku mulai lemas dan pandanganku mulai gelap.Aku pingsan.

Lama kurasakan tubuhku menjadi ringan dan seakan-akan melayang di udara, sampai sebuah tangan dingin menyentuh pelipisku. Aku bisa merasakan bahwa itu adalah tangan eomma.Ini aneh.Aku sudah membuka mataku, tetapi pandanganku hanya seperti layar hitam.

Eomma, apa lampunya padam?Kenapa gelap sekali?” tanyaku.

Terdengar suara kepanikan dari ibuku yang memanggil-manggil dokter bersahutan dengan suster di dalam panggilannya.Kemudian seorang dokter datang memeriksa keadaanku.Aku yakin, dokter itu sedang mengarahkan senter kecil ke arah mataku.Tapi aku diam saja, aku tidak merasakan apapun mengarah ke mataku.

“Maaf, anak anda sepertinya mengalami kebutaan.Benturan itu terlalu keras sehingga menyebabkan saraf penglihatannya tidak berfungsi lagi secara normal.Kita berdoa saja, semoga ia bisa melihat secara normal kembali.”

Tangis ibuku langsung pecah.Seketika itu, kurasakan ribuan palu membenturku keras, sekeras mungkin hingga semua persendianku terasa lumpuh.Aku merasa terpukul.Kupikir, lebih baik mati saja daripada harus hidup di dalam kegelapan.Tapi rasanya, aku tidak tega mendengar tangisan eomma.Beliau begitu rapuh setelah mendengar anak semata wayangnya mengalami kebutaan. Beliau memelukku erat dan lisannya tak henti-hentinya memanjatkan doaanaknya diberi kesembuhan. Aku berusaha menenangkan diriku dan mencoba membangun kembali puing-puing semangatku yang baru saja runtuh ketika aku mendengar bahwa aku… harus menjadi seorang tunanetra.

~Baekhyun’s POV end~

~author’s POV~

1 tahun kemudian …

Sudah satu tahun berjalan, taman itu semakin ramai dikunjungi orang ketika sore hari. Matahari yang enggan berlama-lama di atas kepala mulai ke arah Barat, menunggu ditumbangkan cakrawala. Masih sama seperti satu tahun yang lalu, bangku itu masih setia diduduki oleh orang yang sama. Ia selalu membawa headset dan buku favoritnya. Walaupun sekarang keadaan sudah berbeda.Di sebelah kiri tempat ia duduk tampak sebuah tongkat penunjuk jalan.Ia menatap lurus ke depan seakan-akan ia tahu apa yang ada di depannya.

Byun Baek Hyun, ia mengalami kecelakaan satu tahun yang lalu hingga membuat ia buta. Taman inilah yang setiap hari ia kunjungi hanya untuk sekedar melepas penat dan bangku itulah yang menjadi saksi bisunya.

Tak lama kemudian, seorang anak kecil mendekat ke arah Baekhyun dan duduk di sampingnya. Baekhyun memang sudah sadar jika memang ada seseorang yang berada di sampingnya, tapi ia cuek saja dan masih melanjutkan aktivitasnya.

“Nak, ayo kita pulang!” seruseorang diantara pengunjung tamanke anak kecil yang berada di dekat Baekhyun.

Anak kecil itu menggeleng.Ia menggerakkan tangannya dan memberi isyarat bahwa ia tidak mau beranjak dari tempat itu.

Baekhyun mengingat-ingat anak kecil yang sering duduk di sebelahnya sewaktu ia mendengarkan musik di taman itu.

“Selamat sore, namaku Byun Baekhyun.Maaf, apa ia gadis kecil yang selalu duduk di sampingku untuk mendengarku bernyanyi?” tanya Baekhyun.

Ibu itu menoleh pada Baekhyun.“Iya, nak.Maaf jika putriku mengganggumu.Ayo pulang nak,” ajak ibu itu lagi.Anak itu tetap menggeleng dan membisikkan sesuatu di telinga ibunya. Ibunya mendengarkan dengan seksama apa yang diminta putrinya. Ibu itu mengangguk dan meminta sesuatu pada Baekhyun.

“Baekhyun~sshi, apa kau bisa menyanyikan satu buah lagu untuk anakku. Ia tidak akan pulang sebelum mendengarmu bernyanyi.”

“Oh, baiklah ahjumma. Tapi aku bingung harus menyanyikan apa. Begini saja, apaahjumma tahu lagu yang sering ia dengarkan? Aku akan coba menyanyikannya.”Baekhyun memberikan sebuah ide.

“Kalau tidak salah… seoul,” Ibu itu mengingatnya.

“Seoul?” Baekhyun mengingat-ingat lagu itu. “Ah! S.E.O.U.L, Super Junior dan SNSD benarkan?” ucap Baekhyun memastikan.

Anak kecil itu mengangguk disusul dengan ucapan ya dari ibunya. Baekhyun menghela napas panjang sebentar karena ia tahu itu lagu duet dan tidak mudah menyanyikannya dengan baik.

Dari kejauhan,Kim Tae Yeon-seorang idola yang sedang merintis karir dengan girlband-nya yang notabene dididik oleh manajemen artis yang bisa dibilang kelas atas di Korea Selatan- melihat Baekhyun sedang berbicara dengan orang lain. Sebenarnya ia penasaran dengan laki-laki yang selalu diceritakan orang-orang di taman itu.

Taeyeon mulai mendekat.Langkahnya resmi terhenti ketika mendengar suara Baekhyun.

Eoneusae haruka ddo jinago.Jibeuro hyanghan nayeh balgeoreum.Bupun gaseumeh. Cheoeum shijakhaettdeon keu man keudaero,” (Super Junior ft. SNSD – S.E.O.U.L)

Begitu Baekhyun hendak menginjak bait berikutnya ada suara lain yang mengisi bait itu.

Gakkeumeun pi gonhan ilsangsokeh. Jichyeobeorin nae momeul ikkeulgo.Gireul ddaraseo sumswigo ittneun nayeh jayu,” tanpa sadar Taeyeon menyambung di bait ini.

Baekhyun yang mendengar itupun kaget dan melanjutkan bait berikutnya tanpa peduli siapa yang mengisi bait lagu yang memang dinyanyikan oleh suara perempuan.

Yes~!Neukkyeobwa huimang gadeukhan sesang.”

Taeyeon menambahi, “Yes~! Jeogi nopeun mirae hyanghaeseo

Mereka saling bersahutan tanpa mengenal satu sama lain. Lagu itu terdengar menyenangkan di telinga.Hampir seluruh pengunjung yang mendengar langsung mendekat dan ikut larut dalam lagu mereka.

Guratan bahagia terlihat di wajah masing-masing.Mereka berdua begitu menikmati menyanyikan lagu itu.Bahkan bagian yang bernada tinggi sukses mereka nyanyikan.

Haengbok moduga hanadwoeneun sesang mandeuleoyo” Lagu itu diakhiri dengan perpaduan suara mereka berdua. Semua orang bertepuk tangan mengapresiasi apa yang ada di depan mereka. Memang tidak diragukan lagi, suara Baekhyun memang terkenal bagus.Begitu juga Taeyeon.Bagaimana tidak, Taeyeon adalah penyanyi utama di grupnya.

Suasana sepi kembali.Hampir semua pengunjung mulai kembali ke rumah masing-masing, dan juga anak kecil tadi.Taeyeon yang sedari tadi berdiri di depanBaekhyun masih tetap berdiri di sana menatap Baekhyun dengan seksama.

“Nona, kau masih disitu kan? Kau tidak ingin pulang?” tanya Baekhyun yang menyadari bahwa Taeyeon masih berada disana.

Taeyeon terkejut mendengar ucapan Baekhyun.“Bagaimana kau tahu aku masih disini?”

“Tentu saja aku tahu. Parfum seorang perempuan tentu bisa kukenali, dan maaf,yang kucium sedari tadi sama,” jawab Baekhyun sembari bersiap-siap pulang.

“Begitu ya.Hmm..Bolehkah aku mengantarmu pulang?Mungkin saja rumah kita satu arah.” ajak Taeyeon.Ia memang ingin mengenal laki-laki ini lebih jauh lagi.

“Ah, tidak usah.Aku sudah terbiasa pulang sendiri.Meskipun aku buta, tetapi aku hafal betul jalan ke rumah.” jawab Baekhyun mantap.“Tapi jika kau memaksa, baiklah dengan senang hati.Rumahku lewat sini.Ayo, mungkin saja memang searah.” sambung Baekhyun lagi menerima tawaran Taeyeon dengan baik.

Taeyeon senang mendengar itu dan mulai menyejajarkan langkahnya dengan Baekhyun. Dengan rasa penasaran ia mulai berkenalan dengannya.

“Namaku Kim Tae Yeon. Kau?”

“Byun Baek Hyun. Namamu mirip sekali dengan idolaku, suaramu juga hampir sama dengannya dan aku yakin kau pasti lebih tua dariku.” jawab Baekhyun panjang.

“Oh ya?Maksudmu Kim Taeyeon SNSD?” tebak Taeyeon.

“Nah, itu tahu.”Baekhyun menghentikan langkahnya sejenak.“Jangan-jangan kau memang Taeyeon SNSD?”

Degg! Taeyeon terdiam sejenak.“Bu…bukan.Aku bukan dia. Memang hampir semua orang mengatakan bahwa aku mirip dengannya.Tapi sungguh, aku bukan dia.” dengan terpaksa Taeyeon membohongi Baekhyun.

Baekhyun melanjutkan langkahnya.“Kukira kau dia. Ayo, kurasa hari sudah mulai gelap.Sebaiknya kita bergegas.”

“Baiklah, ayo!” Taeyeon mengangguk dan mulai berjalan kembali mengekor di belakang Baekhyun.

10 menit kemudian mereka sampai di depan rumah Baekhyun.

“Rumahmu masih jauhkah Taeyeon~sshi?” tanya Baekhyun.

“Tidak, hanya beberapa meter dari sini.” jawab Taeyeon singkat.

“Oh, mau mampir sebentar?” tawar Baekhyun.

Dengan perasaan senang Taeyeon mengiyakan ajakan Baekhyun.

“Eomma, aku pulang!” teriak Baekhyun dari depan rumah.

Seorang wanita paruh baya membukakan pintu. “Aigoo. Kenapa hampir malam? Ayo masuk. Ini siapa? Dia..” ujarnya terkejut melihat Taeyeon.

*tobecontinue*

Annyeoooongggg!!!Authorkembalilagidenganceritayanglain.Ehempenasarandenganceritaselanjutanya?mestinyainijadichapter1kaliya,tpgaapalah,authormasihpunya3chapterataubahkanlebihuntukmenyelesaikanygini,*sekaligusygBaby,don’tCry*.Oke,makasihbuatygbaca,buatAdminygngepost,Loveyoudah,,buatparapembaca,dll.OKEBAYYYYY….\^.^/

Iklan

2 pemikiran pada “Holding the Sky [Prolog]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s