My DEAR LITTLE WIFE

My DEAR LITTLE WIFE

(I marry you cause I LOVE You) NC-17

Title                 : My DEAR LITTLE WIFE

Author             : Nuamaliah

Length             : Oneshot (4.352w)

Rating              : PG – 17

Genre              : Romance, Marriage life (Litle bit YADONG)

Main Cast         : Lee Gakyung (OC)

Kim Jong In (Kai of EXO)

Other Cast       : Choi Minhwa,Byun Young Ah,Kim  Taeha

Pairing             : InKyung (Jong In Gakyung)

MINHWA POV

“Kim Jong In” siapa yang tak kenal namja ini. Namja yang sekarang ini hampir setiap hari menjadi trending topik bagi kalangan remaja. Pribadinya yang maskulin,keren dan prevert inilah yang menjadikan banyak fans noona yang jatuh hati padanya bahkan kabarnya dia pernah menjalani hubungan dengan salah satu member sexy ‘SISTAR’ Hyorin. Mmm dari pernyataan ini mereka mampu membayangkan betapa sexynya seorang kim Jong In

Di sisi lain “LEE Gakyung” siapa yang tak kenal yeoja ini. Ohh,, tentu banyak yang tak mengenalinya. Murid SMA yang bisa dibilang pintar,cantik dan berasal dari kalangan kaya namun gadis ini tak

terlalu dikenal di wilayah sekolanya khususnya di kalangan siswa. Hanya beberapa orang yang mengenalinya. Gakyung punya beberapa teman perempuan dan sama sekali tidak ada teman laki-laki.Young Ah yang dikenalnya dari SMA, Taeha yang dikenalnya sejak ia masih kecil, Minhwa aku sendiri yang dikenalnya sejak masuk SMP.

Kalian pasti berfikir kalau kehidupannya tak akan pernah berkembang. Namun jika kalian berfikir seperti itu maka kalian salah besar. Kehidupannya berubah semenjak ia dikenalkan dengan sosok KIM JONG IN namja yang ku ceritakan tadi. Semuanya berubah kini Gakyung tampak lebih dewasa dan juga SEXY meskipun perilakunya masih sama seperti dulu. Aku dan Young Ah sering berkomentar tentang kedekatan mereka berdua tapi gadis itu selalu di bela oleh sepupunya Jong In Kim Tae Ha.

Author pov

“Minggu depan aku akan menikah” kata seorang yeoja yang berhasil membuat semua temannya melongo bersamaan.

“Mworaguyeo… ya Gakyung ah kau gila. Kita ini baru kelas 2 SMA.”sahut yeoja bernama Young Ah ini.

“Tentu saja tidak,aku tak ingin sepertimu. Membiarkan pacarmu menunggu lama sampai usiamu cukup dan dia menjadi benar-benar tua.” Balas Gakyung tak kalah tegasnya

“tapi Gakyung ah.. kau belum matang untuk menikahi namja seperti Jong In. Bagaimana nanti jika namja itu memakanmu ??” Young Ah memberikan intonasi yang menyeramkan di setiap kata – katanya

“Tidak Jong In oppa tidak akan memakanku tenang saja. Dia lebih suka ayam goreng dari pada aku. Hahahhaa..”

“Cincha…”kata Young Ah kesal.

“tapi Gakyung ah,, berapa perbedaan usiamu dengan Jong In ?” sahut Minhwa kemudian

“6 tahun. Kenapa ???” katanya PD

“Kau tidak takut. Maksudku kau masih terlalu muda dan akan melayani namja pervert seperti Jong In tiap malam apa kau tidak takut ?” kata Minhwa

“Tidak.. oppa sudah janji padaku kalau dia tidak akan melakukannya tiap malam dan aku percaya itu.”

“lihat bodymu Gakyung ah. Tak mungkin Jong In tidak tergoda melihatmu seperti ini dia pasti akan memakanmu”

Tiba tiba seorang yeoja berkaki panjang datang.

“Siapa yang dimakan ??” katanya datar

“Ahh,, be begini..—“kata Minhwa gugup

“Jong In maksudmu ?”

“maaf Taeha aku tidak bermaksud menghina seupumu” dengan nada yang pelan

“hahaha… tidak perlu seperti itu. Malahan aku ke sini untuk membuat Gakyung berubah fikiran. Hyaa.. apa kau gila menikahi sepupuku di usiamu yang sekarang??”

“Anyia..”

“kau bisa mati Gakyung ah” dengan suara yang meninggi

“mwwoo?? Apa maksudmu..”

Kringg Kringgg kringg….

Tiba – tiba bel pulang berbunyi,saatnya bagi seluru siswa bergegas pulang ke rumah mereka masing – masing. Tapi tidak dengan Gakyung dia masih harus menunggu Jong In menjemputnya. Biasanya Gakyung akan pulang bersama Minhwa karena rumah mereka yang searah tapi kali ini tidak karena Gakyung harus ikut bersama Jong In dan noonanya untuk memilih gaun pernikahannya. Dari kejauhan terlihat namja yang berjalan cepat segera menghampiri Gakyung dia langsung memakaikan kardigan tipis pada yeojanya itu.

“kau dingin Gakyung ah??” katanya sambil tersenyum pada Gakyung

“Mmmm Neomu..”

“kau mau ku hangatkan dengan caraku tidak ?”

“Aku mau..”pipinya bersemu merah

baru saja Jong In akan mencium Gakyung,namun niatnya itu batal karena suara klakson dari mobilnya. Rupanya itu adalah Noonanya. Jong In berdecak kesal dan segera menuju mobil bersama noonanya.

Jong In dan Noonanya duduk di depan sedangkan Gakyung duduk di jok belakang. Gakyung tak berani meminta lebih dari Jong In karena tahu dia hanya menduduki tempat ke 4 di hati Jong In. Bagaimana tidak di hati namja ini ada 3 hal yang utama. Kalian pasti akan berfikir bahwa omma dan appanyalah yang pertama tapi kalian salah. Yang pertama di hati namja ini adalah Noona dan fansnya,kedua Orang tuanya,ketiga anjingnya Monggu,Janggu,Jangah,dan keempat barulah Lee Gakyung. Aneh memang tapi itulah kenyataannya.

+++++

Gakyung memutuskan memilih gaun Putih dengan sedikit Payet berupa batu safir di sekitar dadanya. Tidak terlalu mewah memang tapi ini sangat disukai oleh Jong In. Karena menonjolkan bagian dada Gakyung. Dan bagiaan inilah yang mampu membuat Jong In gila saat bersama Gakyung.

Pernikahan mereka akan diadakan satu minggu lagi. Awalnya pihak sekolah tidak setuju dengan hal ini tapi melihat kesungguhan Jong In akhirnya pihak sekolah setuju. Jong In memang sangat menyayangi Gakyung bagaikan Noonanya,fansnya,orang tuanya dan ke 3 anjingnya. Bahkan Jong In tak takut jika akan kehilangan beberapa orang dari fansnya setelah ia menikah dengan Gakyung.

Undangan telah di sebar,gedungpun sudah di sewa semuanya siap termasuk Gakyung kecil yang siap menjadi ibu rumah tangga.

1 minggu kemudian

23 Juli 2019

Tampak sosok namja jangkung berdiri menghadap para tamu undangan menantikan pasangannya yang akan segera tiba di hadapannya. Beberapa menit kemudian Lee Gakyung sudah berdiri di depannya mengenakan gaun yang dia pilikan. Jong In menatap wajah Gakyung penuh kehangatan pandangannya terus turun sampai ke dua gundukan milik Gakyung. Jong In seketika terdiam senyumnya hilang dan nampaknya namja ini sudah membayangkan hal yang tidak-tidak di fikirannya. Namja ini tak sedikitpun melepaskan pandangannya dari Gakyung atau lebih tepatnya dada Gakyung sampai pendeta menyuruh mereka mengucapkan janji suci

Setelah sang pendeta mengucapkan kata-kata yang ia sampaikan sebelum janji pernikahan, pendeta lalu mengambil tempat di depan mimbar, memberi isyarat kepada pengantin untuk datang kehadapannya, memberi isyarat kepada pendamping pria dan wanita untuk mengambil tempat mereka di sisi yang lain, lalu upacara pernikahan dimulai.

“saudara Kim Jongin bersediakah anda, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh seluruh manusia yang berada disini, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, wanita di sebelah kanan anda yang sekarang sedang anda genggam tangannya. Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?” ucap sang pendeta.

“saya bersedia” ucap Jong In.

“apakah anda bersedia untuk mengambil dia sebagai istri yang sah, selama masa hidup anda berdua? Bersediakah anda?”

“saya bersedia”

Kini giliran pendeta itu yang menatap Gakyung.

“saudari Lee Gakyung bersediakah anda, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh seluruh manusia yang berada disini, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, wanita di sebelah kanan anda yang sekarang sedang anda genggam tangannya. Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?” ucap sang pendeta.

“saya bersedia”

“apakah anda bersedia untuk menerima dia sebagai suami yang sah, selama masa hidup anda berdua? Bersediakah anda?”

“saya bersedia” ucap Gakyung.

Jong In tersenyum bahagia. Begitupula Gakyung

Pendeta sudah selesai mengucapkan doanya. Kini tinggal berlanjut keacara yang selanjutnya. Penyematan cincin. Pembawa cincin yang tak lain adalah Taeha  mendatangi Jong In dan Gakyung.

Entah mendapat aba –aba dari mana semua undangan berteriak meminta agar mereka berciuman. Jong In pun membalikkan tubuh Gakyung memegang dagunya kemudian menciumnya. Gakyung terus mendorong ciumannya lebih dalam sementara Jong In sekeras mungkin menahan hasratnya sebagai laki-laki. Jong In berfikir kalau dia tak akan tahan satu kamar dengan gadis ini jika dia terus begitu.

+++++

Malamnya mereka menuju apartemen yang disiapkan oleh orang tua Jong In untuk mereka berdua. Jong In dan Gakyung kini berada dalam satu mobil. Gakyung bersandar di dada bidang Jong In karena lelah. Sementara Jong In sesekali mengecup puncak kepala yeoja kecilnya itu.

Sesampainya di apartemen Jong In lalu meminta Gakyung mengganti bajunya. Tentu saja dalam benak Jong In Gakyung akan memakai hot pants dan baju ketat lainnya tapi ternyata Gakyung keluar memakai baju piyama panjang dan menggendong boneka beruang putih. Seketika Jong In sadar bahwa ia menikahi yeoja yang masih kekanak kanakan. Tapi syukurlah kalau seperti ini dia tak akan susah menahan ke-pervertannya.

Gakyung tidur di sisi lain dari tempat tidur mereka. Sesekali Jong In mencoba untuk menggoda Gakyung tapi nampaknya Gakyung sangat lelah hari itu Gakyung hanya menguap malas menerima setiap perlakuan dari Jong In yang mungkin sanggup membuat yeoja lain melayang.Jong In mengecup sekilas bibir Gakyung lalu berbalik membelakanginya yang sekarang sudah tertidur pulas.

++++

Di Sekolah.

Gakyung langsung di sambut oleh ke tiga temannya itu. Mereka sibuk menanyakan apa yang dilakukan Gakyung semalaman tapi jawaban Gakyung tidak memuaskan bagi mereka ”TIDUR” hanya itulah kata yang diucapkan Gakyung setiap kali dia menerima pertanyaan dari temannya. Bagaimana bisa Gakyung menjawab hal lain jika yang mereka lakukan hanya itu.

Tapi tentu saja tak akan sama setiap harinya. 3 hari kemudian Gakyung kembali tidur dalam posisi dan baju yang sama begitupula dengan Jong In tak sedikitpun keinginannya hadir pada malam –malam sebelumnya. Sampai malam ini Gakyung mengalami mimpi buruk dalam mimpinya yeoja ini bergerak gelisah sampai kakinya tak sengaja menyentuh bagian bawah kim Jong In. Kim Jong In meringis dan segera membuka matanya mendapati Gakyung yang kini bergerak gelisah dengan mata yang terpejam,bajunya terangkat sampai ke dadanya memperlihatkan perut ramping dan bagian dadanya juga ikut terlihat. Celananya,oh tidak di mana celananya saat ini Gakyung hanya memakai dalamannya saja entah sejak kapan celananya itu hilang. Bahkan sesekali Gakyung mengeluarkan desahan desahan halus dari bibirnya. Jong In memejamkan mata dan sesekali menggelengkan kepalanya dia tak menyangka kalau desahan Gakyung akan seindah ini.

Jong In mengguncangkan tubuh Gakyung dan akhirnya Gakyung terbangun. Karena ketakutan akhirnya Gakyung memeluk Jong In dengan nafas yang terengah engah. Jong In membalas pelukan Gakyung. Betapa kagetnya dia saat merasakan gundukan di dada Gakyung bergerak naik turun di atas dadanya yang tak terbungkus kain apapun. Tangan Gakyung yang ada di tengkuknya pun bagaikan sedang menggodanya.

‘Tidak’ keinginan Jong In meningkat,ia ingin melakukan lebih dari ini. Jong In lalu menarik Gakyung menatapnya tajam. Gakyung yang diberikan tatapan seperti itu hanya bingung. Sedetik kemudian Jong In mencium bibir Gakyung,meraba punggungnya dan sesekali meremas punggung Gakyung. Gakyung yang tak biasa mendapat perlakuan ini merasa kaget dan segera memundurkan badannya menjauhi Jong In. Gakyung tampak ketakutan tapi berkat bujukan Jong In akhirnya Gakyung percaya dan mau melakukannya.

“Chagia,, tolong aku. Kau mau kan menolongku ??”katanya memelas

“Oppa,kwenchana.?”

“kyungie ah,, aku ingin bermain main denganmu”

“oppa ingin..??”

“sangat , , , ayolah Gakyung. Aku tidak akan lama”

“arasseo.. oppa aku harus bagaimana??”

Jong In lalu membaringkan tubuh yeojanya itu. Ia menindihnya dan mencium bibir Gakyung dengan ciuman yang panas. Tangan Gakyung mengepal,matanya menutup tiap kali Jong In menyentuh bagian tubuhnya termasuk Dadanya. Gakyung menggeliat ketika Jong In meremas kuat dadanya.

Desahan demi desahan berhasil lolos dari bibir mungil yeoja itu. Jong In juga semakin terangsang keringatnya bercucuran badannya terasa panas. Tidak cukup sampai di sini saja. Jong In menginginkan lebih Jong In melepas sendiri pakaiannya dia Nacked sekarang sementara Gakyung ia masih memakai piamanya,namun dengan sekali hentakan semua kancing pyamanya lepas. Tubuh atas Gakyung tak tertutup sehelai kain pun. Gakyung menutup dadanya dengan tangannya namun Jong In menarik tangan Gakyung dengan lembut.

Jong In memandangi kedua benda itu sekarang memegang,meremasnya kuat dan sesekali menciumnya. Nafas Gakyung benar – benar tak beraturan sekaraang. Bahkan setiap kali Jong In menyentuh bagian tubuh bawahnya dia akan memejamkan mata mengatur nafasnya yang semakin minim. Mulutnya terbuka saat itu, mungkin inilah yang dikatakan temannya kalau Jong In akan membunuhnya. Gakyung mencapai klimaksnya yang pertama Jong In tersenyum puas mengecup kening Gakyung. Yeoja ini tersenyum

Tak lama kemudian Jong In berniat memasukkan miliknya yang sudah tegap sempurna ke dalam tubuh Gakyung,namun semua niatnya itu terhentikan oleh Gakyung yang tiba-tiba membuyarkan keinginannya.

“Opp..oppahh.”katanya susah payah

“weyo??”

“aku tak sanggup lagi oppa… kepalaku sakit.”katanya sambil berusaha mengatur nafasnya

“tapi kyung ah kita belum sepenuhnya melakukan itu”Jong In terlihat sedikit kecewa

Jong In tak bisa memaksakan keinginannya jika yeojanya memang belum siap. Dia berbalik dan memasang pakaiannya. Tapi beberapa detik kemudian

“opphah “

Tiba tiba saja Gakyung menggenggam kuat lengan Jong In yang besar. Jong In yang baru saja memakai celananya kaget dengan perlakuan Gakyung dan suaranya yang terdengar kesulitan memanggilnya. Jong In secara spontan berbalik dan membangunkan Gakyung dari tidurnya.

“oppahh aa..ku tidak bisa “ Gakyung tampak kaget

“ya sudah tidak apa apa. Malam ini kita sudahi saja kyungie ku sayang”sambil mengecup puncak kepala yeojanya

“aniya.. oppahh sak..sakiitt.”Gakyung semakin panik.

Jong In mengerti maksudnya karena Gakyung yang terus memegangi dadanya dan bibirnya yang terus terbuka,matanya yang sesekali memejam kuat. Jong In mengrti

“kau tidak bisa bernafas” dalam hati Jong In berkata seperti itu. Tentu saja dia tak akan bisa bernafas bayangkan saja umurnya saat ini baru 16 tahun dan aku dengan berani mencumbunya. Aku menyesal Gakyung ah”

Gakyung semakin memperkuat genggamannya pada Jong In. Jong In balik membaringkan Gakyung menjepit pinggulnya dan memberinya nafas bantuan melalui bibirnya,sesekali Jong In mengangkat dada Gakyung dengan menyelipkan tangannya di punggung Gakyung. Saat ini Gakyung tampak lebih tenang setelah itu. Jong In lega,dalam hati dia tak akan mengulangi perlakuan seperti itu lagi. Gakyung tertidur dalam pelukan Jong In hingga ia bangun keesokan harinya.

Gakyung ke sekolah diantar oleh Jong In ia nampak sangat lesu hari ini taman – teman Gakyung terlihat bingung terutama Minhwa

“Gakyung ah… kau terlihat pucat hari ini.”

“mmm benarkah,,aku lelah Minhwa ya”

“jangan bilang kau melakukannya.”selidik Minhwa

Gakyung mengangguk

“bagaimana rasanya”

“aku tak bisa bernafas semalaman Minhwa,aku kira aku akan mati tapi Jong In oppa menolongku.”

“Syukurlah karena masih sadar untuk menghentikannya”

“mmm”

+++++

”Gakyung ah…bagaimana kalau hari ini kita jalan – jalan”

“mmm aku mau oppa. Memangnya oppa mau ke mana?”

“kita ke taman saja.”

“oppa tidak takut ? di sana ada fans oppa “

“sudah cepat ganti bajumu Gakyung”

Gakyung berlari menuju kamarnya dan segera berganti baju. Beberapa menit kemudian Gakyung keluar dengan gaun selutut dan heelsnya yang cukup tinggi sehingga dia mampu menyesuaikan diri dengan tinggi badan suaminya itu.

Dalam perjalanan Gakyung cukup kelelahan mengikuti langkah Jong In yang bisa dibilang sangat luas dibandingkan kaki Gakyung Gakyung butuh dua kali melangkah untuk menyamai satu langkah dari seorang kim jonng in .

“oppa ahhh…. aku lelah oppa”kata yeoja ini sambil memegangi lututnya

“wee,,, ayolah Gakyung kau tahu,aku sedang melatih pernafasanmu”tiba-tiba saja Jong In berjalan mendekat ke arah Gakyung. Dia meraih pinggang ramping yeojanya itu membuat semburat merah terlihat jelas di pipinya. Jong In menggigit bibir bawahnya menyaksikan Gakyung seperti itu. Ada niatan dalam benaknya untuk kembali mengulangi malam itu tapi niatnya seketika buyar mengingat kedaan Gakyung malam itu.

++++

sampainya di apartemen Gakyung langsung menhidangkan makan malam untuk Jong In. Namun malam ini tampak sangat aneh. Sifat pervertnya kembali muncul. Saat Gakyung bergelayut di dapur Jong In tiba-tiba menghampirinya dan menarik Gakyung secara kasar,ia menatap dalam Gakyung kemudian menciumnya kasar. Gakyung yang diberikan perlakuan seperti itu merasa kaget dan takut.Jong In yang merasakan Gakyung seperti itu merasa heran.

Namja ini menarik yeojanya dan segera menindih tubuhnya menjepit pinggul yeoja itu dengan kedua lututnya. Baru saja Gakyung melakukan perlawanan tapi Jong In terlanjur merobek bajunya. Badan Gakyung seketikaa bergetar. “opp—pphaa” pangggilan Gakyung terdengar begitu pelan membuktikan bahwa saat ini ia sedang takut.

Jong In nampaknya tidak memperhatikan Gakyung saat ini ia benar benar dikuasai oleh nafsunya.”Rileks saja, rileks saja Gakyung ah.”katanya sambil membelai lembut rambut yeojanya.

Jong In melakukan foreplay. Ia memulai dengan mencium yeojanya dari bibir,leher dan dada gadis itu “Mpphh”desah Gakyung tertahan oleh ciuman dari bibr tebal Jong In. Jong In semakin terangsang dengan desahan kecil yeojanya itu. Gakyung merasakan tubuhnya tersentak saat Jong In tiba-tiba memasukkan dua jarinya ke dalam daerah sensitifnya. Nafasnya kembali tak beraturan Jong In kembali dalam aktifitasnya. Ia menggerakkan jarinya dalam tubuh Gakyung membuat pemiliknya bergerak gelisah di bawahnya. Gakyung tak sadar mendesahkan nama Jong In dan Jong In tersenyum akan hal itu

“opp—oppaa.. Jong In  opphaa” desahan yeoja ini

“akkhhh,,pphh “Gakyung mencengkram kuat tengkuk Jong In

“akhhh,,opphaa nan—“

“kwenchaanaa Gakyung ahh.. terus saja seperti itu.” Kata Jong In mencium kedua mata yeojanya

“opphhaa.. kumohon”oh tidak yeoja ini memohon inilah yang dinantikan Jong In. Permohonan yeoja ini agar Jong In memasukkan miliknya dalam tubuh Gakyung

“arasseo chagia.. tanpa kau mintapun aku akan melakukannya.” Bisiknya seduktif

Gakyung mencengkaram kuat lengan Jong In saat dia mendorong milikya ke dalam tubuh yeoja ini. Jong In yang merasakan hal itu menghentikan aktifitasnya dan menatap yeoja di bawahnya “apa kau yakin bisa menahan ku Gakyung ah??” Jong In tampak khawatir. Gakyung berfikir dalam hati tapi dia juga sangat menginginkan miliknya dijamah oleh Jong In

“kenapa.. oppa tidak ingin..?”

“tidak Gakyung ah – aku hanya tidak yakin kau bisa menahanku di usiamu yang sekarang.” Ia mengelus puncak kepala yeojanya

“kenapa begtu.”

“itu karena kalau aku sudah memulainya aku tak akan berhenti sebelum aku benar – benar mencapai puncakku Gakyung ah.

“Arasseo”

Setelah menerima persetujuan Gakyung,Jong In akhirnya meneruskan kegiatan mereka. Desahan demi desahan memenuhi ruangan mereka. Jong In menginginkan lebih di setiap gerakannya. Gakyung dapat memuaskan Jong In dengan usianya semuda itu. Jong In merasa senang. Ia kembali menjamahi tubuh yeojanya itu.

“akhhh,,opp—phhaa..”

“akhhh hmmmpphh” Gakyung mencengkaram Jong In

tapi tampaknya Jong In tidak menghiraukan hal itu. Dia terus saja mencumbui Gakyung. “ahh,, opphhaa aku tak tahan lagi” Gakyung tak tahan lagi cairannya sudah keluar membasahi milik Jong In. Ini semakin membuat Jong In bebas dan leluasa menggerakkan miliknya itu dalam tubuh Gakyung.

Gakyung medorong tubuh Jong In berusaha menghentikannya dari aktifitasnya Gakyung susah payah melakukannya. Tapi ia lupa kalau suaminya itu pervert. Kalau ia melakukannya ia tak akan pernah berhenti sebelum mencapai puncaknya. Gakyung hanya terdiam berusaha menahan rasa sakit yang menjalari tubuhnya,sesak di dadanya kembali datang namun nampaknya Jong In belum mencapai puncaknya.

“opp—phhaa akkkhhh aku tak bisa bernafas” Gakyung memeluk Jong In saat itu juga

“tahan sebentar lagi chagia “ Gakyung mengangguk menuruti Jong In. Jong In tahu kalau keesokannya Gakyung tak akan sanggup berjalan tapi dia tetap menginginkannya.

“Gakyung ahhh saa—ranghaee..”desahan Jong In berhasil lolos itu tandanya ia mencapai puncaknya. Jong In segera mengeluarkan tubuhnya dari Gakyung setelah cairannya benar benar habis menumpahi milik Gakyung.

Jong In masih berusaha menstabilkan nafasnya begitu pula dengan Gakyung. Nafasnya memburu dan tampaknya begitu sulit merebut oksigen dari Jong In. Sementara nafas Jong In benar-benar teratur Gakyung di sampingnya tampak masih sulit bernafas. Gakyung memukul mukul dadanya sendiri sambil meminta bantuan pada Jong In. Jong In yang menyaksikan pandangan Gakyung yang tampak tak fokus segera berbalik memangkui gadisnya (seperti di MV Gain FxxK U) bertanya padanya dan mengelus puncak kepala yeojanya,menggenggam tangannya.

“Wegeureyo Gakyung ah..” Jong In tampak panik

“opph-pha “ Gakyung meraih tengkuk Jong In dan mengangkat badannya sendiri berusaha mencari posisi yang nyaman

“kau tak bisa bernafas lagi Gakyung ahh?” Jong In membaringkan Gakyung di hadapannya

“Nee,, rasanya sakit di sini oppaa” Gakyung menepuk – nepuk dadanya sendiri. Jong In kembali melakukan caranya sewaktu Gakyung sesak. Ia memasukkan tangannya di sela punggung Gakyung mengangkatnya beberapa kali bahkan mengguncangnya. Tapi tampaknya ini tak lagi bisa membantu Gakyung. Jong In terlihat panik dan merutuki dirinya sendiri “Nan Nappeun namja”

“opphhaa…” Gakyung menangis

“opphhaaa.. tolong aku. Sakit opphha” Gakyung memelas suaranya begitu pelan.

“aku tahu chagia. Sabar sebentar aku akan menolong mu eohh” Jong In tampak berlari mengambil segelas air meminumkannya pada Gakyung. Gakyung tersedak saat air itu memasuki tenggorokannya semakin mempersempit wilayah pernafasannya. “opphhaa” tangisan Gakyung akhirnya pecah.

“tenang kyungie ahh. Passti ada cara” keringat Jong In bercucuran.

Tiba tiba Jong In mendapatkan satu cara. Ia kembali menindih tubuh yeojanya memberikan kehangatan dan menyelipkan tangan besarnya di punggung yeojanya itu. Jong In berusaha mengarahkan Gakyung untuk mengatur nafasnya. Menenangkannya

“Gakyung ahh nan chaldereobwa”  Gakyung mengangguk pada Jong In

“kau harus mengatur nafasmu baik – baik “

Jong In meminta Gakyung agar mengikutinya tapi nampaknya Gakyung tak bisa melakukannya ia “opphaa mianhe” “tidak Gakyung kau pasti bisa melakukannya”. Gakyung memejamkan matanya kuat mencoba merilekskan tubuhnya memandang mata Jong In lekat mengikuti setiap hembusan nafas Jong In meskipun nafasnya masih tercekat.

Jong In dengan telaten mengatur nafas yeoja kecilnya itu. Dada Gakyung terlihat jelas sedang mengusahakan oksigen masuk dalam paru parunya “bagus chagia terus begitu” air mata Jong In menetes menyaksikan Gakyung yang tersiksa seperti itu. Nafas yeoja ini memang sudah lebih baik dari sebelumnya meskipun ia masih sering menangis  saat nafasnya tercekat.

Nafasnya sudah benar – benar teratur setelah hampir dua jam berlalu. Gakyung saat ini terlihat sangat lelah. Jong In memeluk tubuh Gakyung “ maafkan aku Gakyung “ Gakyung hanya membalas dengan senyuman.

+++++

7 bulan kemudian

Yeoja ini masih memejamkan matanya,sampai Namjanya membangunkannya.

“chagia ireona ,,, bukankah kau harus masuk sekolah. Kau masih harus mengikuti ujian kan” katanya sambil mengecup ringan bibir yeoja itu

“Nee.. sebentar lagi.”

“chagia kalau kau tidak bangun aku akan mengulangi yang semalam” ucap Jong In mengintimidasi

Gakyung langsung bangun menuju kamar mandi.”Ueekk hueek”  Jong In yakin kalau suara itu berasal dari yeojanya yang sedang berada di  kamar mandi. Jong In segera mengetuk pintu kamar mandi.

Setelah pintu kamar mandi terbuka tampaklah sosok yeoja dengan wajah yang sangat pucat. Bagaimana tidak umurnya baru 17 tahun dan dia mengandung sekarang. Sejak 2 bulan yang lalu Gakyung positif mengandung. Gakyung tampak begitu senang saat mendengar pernyataan dokter itu. Tapi Jong In tidak,ia malah kaget meneerima kenyataan. Namun karena Gakyung berhasil meyakinkannya akhirnya Jong In seperti apa yang ada saat ini. Ia menjadi sangat protektif terhadap Gakyung.

“Chagia kalau kau tak bisa,kau tak perlu ke sekolah hari ini” kata Jong In sambil meraih Gakyung dalam pelukannya

“aniya,aku harus pergi ini ujian yang terakhir. Setelah itu aku akan lulus”

“baiklah. Kalau begitu biarkan aku mengantarmu hari ini mmm…”

“memangnya oppa tidak ada jadwal hari ini. ??”

“ada.. tapi malam hari”

“jadi aku akan tidur sendiri lagi..?”

Padahal dalam hati Gakyung menyimpan rahasia,kalau dia juga akan di undang ke acara itu

++++at school++++

“wahhh,, Gakyung kau lucu sekali” komentar Minhwa saat melihat bdan Gakyung yang semakin berisi.

“bukankah aku tampak lebih dewasa sekarang ??”

“tidak,,kau justru semakin terlihat seperti anak – anak”

“opphaa..”Gakyung bersandar lemah di tubuh namjanya itu

“ada apa Gakyung sayang..?”kata Jong In manja

“aku lapar..?”

“sebenarnya siapa yang lapar,,bayi kita atau ibunya”

“ke duanya..”

“aigooo,,kau ini manja sekali kyung ah”kata Minhwa kemudian. Gakyung hanya membalasnya dengan senyuman sambil memandang ke arah perutnya yang sekarang terlihat membuncit

Namja ini tampak bosan menunggu yeojanya yang sekarang ini mengikuti ujian kelulusan. Sesekali ia tersenyum jika mengingat kalau istrinya ternyata masih sangat muda tapi namja bermarga kim ini sangat mencintai yeoja kecilnya itu.

“oppaa…”tiba tiba lamunanya buyar oleh teriakan kencang seorang yeoja sekarang.

“kau sudah selesai” katanya sambil menghambur memeluk Gakyungnya

“Nee… sekarang kita ke mana oppa”

“aku akan mengantarmu ke apartemen. Karena malam ini aku akan mengisi acara bersama member”

“ne arasseo”

Setibanya di apartemen Jong In langsung menuju ke gedung SM menemui hyungnya. Mereka berangkat menuju lokasi show mereka. Tampaknya Jong In tak sedikitpun kehilangan fansnya ketika ia berstatus Nampyon sekarang. Tebukti dari fans yang masih meneriakkan namanya. Tidak hanya itu,para fans Jong In nampaknya sangat mendukung pernikahan Jong In dan Gakyung. Terlihat dari spanduk yang bertuliskan “SEXY JONG IN SARANGHAE SHY GAKYUNG”

Pertanyaan demi pertanyaan di jawab semua member. Sampai pertanyaan itu mengarah untuk Jong In

“Kai ssi(nama panggung Jong In di EXO”

“Nee..”

“apa kau tak merasa rindu pada istrimu sekarang ??”

“tentu saja aku rindu. Siapa yang tak akan merindukan yeoja seceria dirinya”

“benarkah..?? kudengar sekarang dia sedang mengandung “

“Benar. Sekarang kandungannya sudah beranjak 2 bulan.”

“tentunya anda sangat senang bukan??”

“Tentu saja”

Acara nampak tegang saat seorang kru memasuki ruangan dan membisikkan sesuatu pada salah satu member yaitu Baekhyun. Jong In tampak bingung dengan apa yang terjadi. Baekhyun lalu memberitahu Jong In

“Jong In –ah.. Gakyung sekarang sedang kritis. Dia ada di rumah sakit sekarang”

“apa maksudmu Hyung??”

“Gakyung terjatuh dari tangga saat kau mengantarnya pulang tadi” Jong In nampak begitu panik. Ia berusaha meninggalkan lokasi saat ini. Namun Host melarangnya. Betapa kesalnya Jong In saat ini.

“maaf Kai ssi anda tidak bisa pergi begitu saja”

“maaf istriku sedang di RS sekarang aku harus melihatnya “ kata Jong In dengan suara yang meninggi

“anda di bayar untuk ini Kai ssi,anda tidak bisa pergi begitu saja”

“kalau begitu ambil saja uangmu aku tak membutuhkannya lagi. Maaf hyung aku harus pergi” Jong In tampak menetesan air matanya saat ia berjalan menuju pintu keluar. Tiba – tiba saat ia menuju pintu keluar terdengar suara seorang yeoja yang ia kenal. Yaa.. itu Gakyung membawakan sebuah kue ulang tahun untuk Jong In. Jong In tampak kaget dan segera memeluk Gakyung.

“HAPPY BIRTHDAY TO YOU… HAPPY BIRTHDAY TO YOU… … HAPPY BIRTHDAY… HAPPY BIRTHDAY… HAPPY BIRTHDAY URI OPPA..”

Semua orang bersorak melihat Gakyung. Jong In tak henti hentinya mencium kening hingga pipi yeojanya itu. Sesekali ia nampak menyentuh perut Gakyung yang terlihat jelas dalam balutan gaun yang sangat Cantik.

“Gakyung ssi. Neon neomu kyeo woo” kata host

“ne.. Khamsahamnida agashhi”

“sudah ku bilangkan dia begitu cantik untuk ukuran namja sepertiku” kata Jong In merangkul pinggang istrinya”

“aniya oppa do neomu Chalsinggesseo” keduanya saling melemparkan pujian membuat para hadirin heboh bahkan merasa iri.

“Gakyung ssi,, silahkan berikan ucapan selamat padaa Kai.” Kata sang host

“ne” Gakyung berdiri dari posisinya yang semula duduk. Menggenggam kedua tangan Jong In dan menatap matanya dalam.

“oppa,, aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih padamu. Tapi oppa telah membuatku menjadi yeoja paling beruntung meskipun pada awalnya aku sulit menjalaninya tapi oppa selalu meyakinkan aku kalau aku bisa melakukannya. Bahkan sekarang cinta kita akan terwujud dengan sosok yang bernyawa dalam diriku ini. Gommawo karena memberikanku kesempatan memiliki harta paling berhargamu oppa Neomu sengill chukkahago uri Oppaa.” Gakyung menangis saat mengucapkan kata demi kata yang keluar dari bibir mungilnya.

“Na do sarangheyeo Kyungie ahh. Tolong jaga harta kita dengan sepenuh hatimu.”Jong In menyentuh perut Gakyung dengan berlutut di hadapannya. Sedetik kemudian Jong In bangun dari posisinya dan mengecup singkat bibir Gakyung

Suara tepukan penonton mengakhiri acara itu. Semuanya tampak tersenyum tak terkecuali Jong In dan Gakyung

THE END

Gimana nihh readers,, emang sihh gak terlalu hot. Tapi untuk ukuran 17 ini udah kan?? Jangan lupa comentnya yah…

35 pemikiran pada “My DEAR LITTLE WIFE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s