Chanyeol Appa! (Chapter 4)

Part 4

Tittle    : Chanyeol Appa!

Part  4 : “Trouble Maker!” 

 

Lenght : Chaptered

Rating    : PG 13+

Genre : Comedy, Romance and Family

Author : deeFA (Dedek Faradilla)

Twitter : @JiRa_deeFA

Main Cast : ChanYeol EXO-K (Park Chan Yeol)

                     Hwayoung (Ryu Hwayoung)

                     Baek Hyun EXO-K (Byun Baek Hyun)

                     Ara Hello Venus (Yoo Ara)

                     Suho EXO (Kim Joon Myun)

                   Krystal f(x) (Kim Soo Jung)

                     Aleyna Yilmaz Ulzzang Baby (Park Shin Hye)

Cuap-cuap Author : Maaf Part ini lama banget keluarnya *bow 90 derajat*. ^^ Ini FF kedua setelah FF ‘100 Ducks’ rampung di selesaikan. Author amatiran ini ingin berterima kasih bagi yang sudah baca di part sebelumnya. Maaf juga bagi Krystal f(x) yang di ganti marganya. Tinggalin jejak setelah baca ya ^^, baik itu berupa kritik maupun saran, atau yang lainnya. Don’t be Silent Reader. Thank you.

Read and Comment.                                                                                               

====================================================================

@Kyunghee Univ.

Saat kuliah usai semua mahasiswa buru-buru keluar dari ruangan. Namun, tidak untuk Ara dan ketiga temannya. Mereka dihebohkan dengan gadis bernama Sejin yang menangis saat disinggung masalah kekasihnya. Ternyata Sejin yang memiliki nama belakang Hwang di bohongi oleh kekasihnya.

“Tampangnya saja baik. Aku tidak menyangka” komentar Da Eun saat tahu bahwa pacar Sejin memacari tiga gadis sekaligus.

“Aku tidak bisa berbuat apapun saat melihatnya menyium gadis itu. Rasanya sakit sekali. Dia begitu baik, tidak hanya padaku, juga pada orangtuaku” curhat Sejin.

“Siapa sih pacarmu?. Kenapa hanya aku yang tidak mengenalnya?” protes Ara.

“Baek Hyun” bisik Ra Im yang tidak ingin menyakiti hati Sejin untuk mendengar nama itu lagi.

Jantung Ara seakan berhenti berdetak, ia tidak menyangka bahwa Sejin, sahabatnya dari SD berpacaran dengan Baek Hyun. Sontak Ara langsung bangun dari duduknya sangking geramnya.

“Kenapa kalian tidak bilang kalau Sejin berpacaran dengan Baek Hyun?. Dia itu memang Playboy. Tenang saja Sejin aku akan menghajarnya untukmu!. Habis kau!”

Ara meninggalkan ruang kuliah untuk mencari Baek Hyun dengan semangat yang berapi-api. Ketiga temannya tercengang dan saling memandang satu sama lain. Mereka bingung, bagaimana bisa Ara mengenal Baek Hyun, sedangkan Sejin belum pernah mengenalkan Baek Hyun padanya.

“Hatiku jadi tidak enak…” Ungkap Da Eun memangdang Sejin.

***

Tidak henti-hentinya Ara berkomat-kamit, ia kesal lantaran Sejin di perlakukan kurang ajar. Setelah mendapatkan informasi dari teman SMA-nya yang merupakan teman Baek Hyun bahwa ia hari ini mengajar di Universitas Seoul menggantikan dosen mata kuliah kalkulus yang sedang tugas keluar negeri. Tanpa ragu, ia memantapkan langkahnya menuju Universitas Seoul.

Sesampainya di Universitas Seoul, ia langsung menuju gedung Fakultas Teknik Arsitektur. Ara menanyai beberapa orang yang lewat tentang keberadaan Baek Hyun.

Berita tentang Baek Hyun yang dicari oleh seorang gadis telah terdengar langsung ketelinganya, saat salah seorang mahasiswanya yang merupakan temannya  memberitahukan. Dari lantai atas temannya menunjukkan gadis yang memakai rok berwarna pink dan memakai tas putih mencarinya.

“Aku turun dulu ya…”

“Kau mau menghampirinya Baek?”

“Sopan sedikit!. Bagaimanapun juga aku ini dosenmu”

“Aish, kau ketinggalan kata ‘asisten’. Buat apa dia mencarimu?”

“Apalagi?. Pasti mau minta tanda tangan atau sekedar foto bareng”

Baek Hyun telah turun dan mengikuti Ara dari belakang. Ara bertanya tentang keberdaan Baek Hyun pada siapa yang ditemuinya, namun Baek Hyun di belakangnya memberikan isyarat pada mereka untuk tidak memberitahukannya.

Karena merasa lelah, Ara menuju sebuah box minuman dan memasukkan beberapa koin, lalu memilih soft drink.

“Ada apa mencariku?” tanya Baek Hyun dari belakang yang mengejutkan Ara. Setali tiga uang, Ara menemukan targetnya. Tatapan sinis ia berikan sambil membuka soft drink di tangannya dan menyiramnya tepat pada wajah Baek Hyun. Orang-orang yang melihatnya terkejut. Bagaimana bisa seorang Baek Hyun disiram dengan minuman kaleng.

Plak…suara tamparan dari tangan kanan Ara yang mendara mulus di pipi kiri Baek Hyun. Yang melihat kejadian tersebut terus bergumam dan kasihan melihat Baek Hyun.

Baek Hyun memegang pipinya yang sakit. Ia sama sekali tidak mengenal perempuan di depannya. Mengapa tiba-tiba ia malah menyiram dan menamparnya.

“Untuk temanku Sejin!” Ucap Ara yang puas.

“Sejin?. Siapa dia?” tanya Baek Hyun bingung.

“Siapa katamu?” Ara naik darah dan menamparnya lagi, lalu memegang kerah baju Baek Hyun.

“Kau menyiumi gadis lain di hadapannya!. Laki-laki tidak punya hati. Sekarang ikut aku minta maaf pada Sejin”

Ara menyeret Baek Hyun dengan memegang kerah bajunya. Sementara yang diseret tak bisa berbuat apa-apa. Untung ada beberapa adik kelas Baek Hyun yang mencegat jalannya.

“Minggir!” perintah Ara.

“Lepaskan senior kami!”

Berkali-kali Baek Hyun menggelengkan kepalanya sebagai tanda agar mereka jangan berbuat apapun pada Ara. Dia tidak suka melihat laki-laki menyakiti perempuan.

Greeet…greeet…handphone milik Ara bergetar. Ia melepaskan tangannya dari kerah baju Baek Hyun dan mengambil handphone. Ternyata sebuah pesan dari Da Eun.

From : Da Eun

Kau tidak sedang mencari Byun Baek Byun si ulzzang itu kan?. Aku takut kau salah orang. Nama laki-laki Breng*** itu Ryu Baek Hyun. Kuliah di Seoul Art Univ.  Jangan lupa kau hajar dia!

Situasi yang tak terduga terjadi, Ara terdiam seperti batu dengan handphone di tangannya. Dia ingin sekali berlari meninggalkan fakultas itu, namun kakinya seperti telah tertancap kedalam balok es raksasa, bahkan ia tidak berani berbalik untuk menatap targetnya yang salah.

“Ottokhe…ottokhe…” batinnya.

Baek Hyun yang tidak bermaksud mengintip layar handphone Ara, tidak sengaja melihat isi smsnya dari belakang.

“Mu…mung..mungkin…ka..kau salah sangka” Baek Hyun ingin tertawa saat melihat Ara terdiam seperti patung.

Batin Ara terus berkutat, bagaimana cara agar ia dapat kabur dari sini. Seakan dapat membaca pikiran Ara yang sedang ketakutan. Baek Hyun dengan tatapan serius memanggil adik kelasnya tadi.

“Kau kenapa diam saja?” tanyanya pada Ara yang tak dapat berbalik menatapnya.

“Bawa dia kedalam mobilku!”

Ara sama sekali tak melawan. Tubuhnya terbujur kaku. Bagaimana kalau nantinya ia menuntutnya, lalu memasukkan ke dalam penjara. Tidak tahu kemana tujuan mobil ini, membuatnya semakin takut.

“Ayo turun!”

Mengapa berhenti dipinggir jalan?. Ara jadi semakin takut. Apa jangan-jangan ia menyuruhnya untuk melompat dari jalan gantung ini?. Baek Hyun membukan kemejanya yang basah dan bersandar di sisi samping mobilnya. Ara berdiri tepat di depannya.

“Jadi temanmu Sejin itu dikhianati oleh pacarnya ya?. Kasihan sekali. Dan kau benar-benar teman yang baik. Memang apa yang dilakukan oleh pacaranya Sejin?”

Ara semakin membatin, kenapa dia sama sekali tidak marah?.

“Emm..mmmm. Pacar Sejin, memacari tiga gadis sekaligus. Dan dia berciuman dengan perempuan lain di hadapannya”

Baek Hyun mengangguk, “Lalu kau bermaksud untuk membalaskan dendam temanmu kan?”, Ara mengangguk.

“Apa reputasiku seburuk itu?. Sehingga kau mengira laki-laki itu aku?. Aku heran mengapa semua orang menganggapku playboy. Padahal aku hanya bermaksud baik dan tidak ingin menyakiti wanita. Untuk itu aku memcari semua gadis yang menyatakan cintanya padaku.   Semua masalah ini gara-gara wajah tampanku. Tuhan terlalu sempurna menciptakanku”

Ara jadi semakin ngeri melihat tingkah Baek Hyun yang seperti itu. Baru kali ini ia melihat laki-laki yang memuji dirinya sendiri. Yang membuat Ara semaki ilfeel adalah Baek Hyun yang terus-terusan menatap layar handphone, ternyata ia sedang selca. Katanya suasanya bagus untuk di jadikan foto profil di twitternya.

“Aku mau minta maaf. Kau mau memaafkan aku?” tanya Ara to the point di tengah Baek Hyun yang sedang ber-selca ria..

“Pasti aku maafkan”

“Kalau begitu aku pulang dulu”

“Chakkaman…” panggil Baek Hyun yang menghentikan jalan Ara.

“Bagaiamana kalau kita mengerjai Ryu Baek Hyun bersama-sama?. Aku akan membantumu memabalaskan dendam temanmu. Mana handphonemu?”

“Untuk apa?”

Lalu Baek Hyun mengambilnya secara paksa.

Let’s call Sejin!!” serunya.

***

@Chanyeol Apartement

Setiap melihat Shin Hye hal terbersit di hatinya adalah ‘bagaimana cara mengembalikannya pada Hwayoung?’. Setiap hari ia harus mendengar keluhan yang menyebalkan dari putrinya itu.

Shin Hye sedang menikmati sarapan paginya. Sementara Chanyeol sibuk menelpon ibunya yang dari tadi sibuk.

“Aish, kenapa di saat genting seperti ini sibuk sih?. Ah….hehehe” Chanyeol terkekeh sendiri sambil melihat sebuah nama di kontak hpnya.

“Ya!. Kau dimana?. Hah?, sedang apa kau disana?. Tunggu aku disitu!. Sekitar 5 menit lagi aku akan sampai”

“Shin Hye-ya…cepat!. Nanti saja makannya”

Tangan kanan Chanyeol menggendong Shin Hye dan yang kiri membawa sebuah tas berbentuk hello kitty.

***

Ara menggurutu di dalam hatinya, ‘mengapa aku tidak boleh pulang?’. Ia tidak mengerti mengapa Baek Hyun menyuruhnya menunggu, setelah ia mendapat telpon dari seseorang. Ia ingin pergi dari tempat itu, namun karena kesalahannya, terpaksa ia harus menunggu.

“Hmmm…kau jadi menelpon Sejin?” tanyanya.

“Sebentar lagi” jawabnya.

Saat ingin bertanya lagi dua orang sosok yang keluar dari taxi sampai di hadapan mereka. Ara sangat mengenal wajah itu, ia adalah suami dari Hwa Young.

“Park Chanyeol?. Shin Hye?” Gumam Ara.

Shin Hye yang melihat Ara, langsung turun dari gendongan ayahnya dan memeluk bibinya itu.

“Annyeonghaseyo…” Chanyeol membungkuk hormat pada Ara.

“Tolong jaga Shin Hye, Baek. Annyeong…”

Chanyeol yang terlihat terburu-buru, masuk ke dalam taxi dan pergi begitu saja. Baek Hyun bukan malah terkejut melihat Shin Hye yang tiba-tiba di titipkan  padanya. Tetapi ia terkejut, mengapa dirinya baru sadar bahwa Ara adalah sepupu Hwa Young. Dari tadi dirinya merasa pernah melihat Ara. Ternyata ia adalah gadis yang berdiri disampingnya saat pernikahan Hwa Young dan Chanyeol.

Imo (bibi), bagaimana imo bisa mengenal Baek Hyun samchon?” tanya Shin Hye.

“Kau mengenalnya?” tanya Ara sambil menunjuk Baek Hyun di sampingnya.

Shin Hye menganggung dan menjawab bahwa Baek Hyun adalah teman ayahnya.

Imo ayo kita makan…” ajak Shin Hye.

Ara mengangguk antusias, lalu mengenggam tangan Shin Hye.

“Kalau begitu kita pergi bersama-sama saja. Naik mobil samchon Shin Hye. Call (setuju)?”

“Shireo!. Ayo kita pergi!”

“Naik mobilmu?. Ok!” jawab Ara yang menatap Shin Hye sambil tersenyum. Padahal untuk menghemat uang jajannya, makanya ia mau menerima tawaran Baek Hyun. Dan sekalian menikmati mobil mewah miliknya.

Baek Hyun tersenyum pada Shin Hye.

“Silahkan masuk tuan putri!”

***

Chanyeol duduk di bawah sebuah pohon rindang. Ia mengeluarkan sebuah roti yang baru saja dibelinya. Tiba-tiba pandangannya melihat seorang laki-laki yang sedang menggendong putrinya dengan wajah tersenyum membelai rambutnya. Ia menghela napas panjang. Sejak kejadian itu, ia merasa tak ada kebahagiaan untuknya.

‘Andai dia datang tepat pada waktunya. Aku pasti bisa menjadi ayah yang layak baginya’, batinnya.

Setelah menghabiskan roti, Chanyeol kembali berjalan. Tak sengaja ia lewat di depan sebuah Coffee Shop. Tertempel sebuah pengumuman lowongan kerja di depan pintunya. Chanyeol bergegas memasuki Coffee Shop tersebut.

“Annyeonghaseyo. Tadi di depan saya melihat lowongan kerja. Apa masih berlaku?” tanyanya pada salah seorang pelayan disana.

“Masih!. Silahkan ke lantai dua. Ada ruangan bertuliskan manager. Nah, anda silahkan masuk kesana”

“Terima Kasih!”

Ia menuju lantai dua dan mencari ruangan bertuliskan ‘manager’. Tak jauh setelah berbelok ke sebelah kanan dari tangga, ia mendapat ruangan tersebut. Dengan sopan ia masuki ruangan tersebut.

“Silahkan duduk!” seorang perempuan mempersilahkan ia untuk duduk. Di depan mejanya bertuliskan ‘Kim Soo Jung-Manager’.

“Apa kamu siap untuk bekerja disini sampai jam 10 malam?” tanya Kim Soo Jung.

“Jam 10 malam?. Apa tidak bisa saya bekerja sampai jam 8 malam saja?” pinta Chanyeol.

“Bisa, tapi gajimu akan dipotong sebanyak 2 jam. Namun kau harus memberikan alasan yang konkrit dan jelas”

“Saya masih mahasiswa dan harus menyelesaikan skripsi saya di tahun ini. Kalau tidak saya akan di ‘drop-out’ oleh pihak kampus.” Jelas Chanyeol yang padahal batinnya ingin berkata kalau alasannya adalah karena dia punya seorang anak.

“Ok!. Mulai besok kamu sudah bisa bekerja disini. Jangan telat!”

“Terima Kasih!”

***

Dilain tempat, Joon Myun sedang menikmati kopi di sebuah coffee shop terkenal di Ilsan, sambil membaca berita melalui ipadnya. Ketika sedang fokus membaca, tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk mencari identitas Hwa Young dengan menggunakan aplikasi di ipadnya. Setelah mengetik nama lengkapnya, keluarlah beberapa hasil mengenai dirinya. Pada pencarian berikutnya terdapat sebuah blog milik Hwa Young. Wajahnya tersenyum saat melihat tampilan yang keluar. Foto Hwayoung memakai baju seragam SMAnya terpampang disana.

Kyeowo!. Siapa dia?” gumamnya saat melihat foto seorang bayi yang digendong oleh Hwayoung.

“My Princess, My Everything, My Life is just for you my lovely daughter. Hadiah terbesar dalam hidupku. Park Shin Hye Saranghae…” Joon Myun membaca tulisan di bawah foto tersebut.

Ternyata foto tersebut adalah foto anaknya. Joon Myun semakin penasaran dengan Hwa Young. Apalagi saat membaca tulisan Hwa Young yang berharap agar Chanyeol menjaga Shin Hye dengan baik. Kembali terbayang saat hari pertama Hwa Young bekerja.

            “Terima kasih, tapi dia sedang di Seoul bersama ayahnya”

“Apa dia sudah bercerai?”

***

Baek Hyun terbelalak melihat tempat yang ada di hadapannya. Sebuah kedai kecil di pinggir jalan. Dia tidak percaya bahwa Shin Hye sangat menyukai tempat ini.

“Makan disini?” Tanya pada Ara.

Ara mengangguk. Ia lalu memesan beberapa makanan. Sementara Baek Hyun menatap seluruh penjuru tempat itu. Ia merasa tidak nyaman harus makan di tempat seperti ini. Ia menelan ludahnya saat melihat makanan yang di bawa oleh ahjumma berambut keriting itu.

“Selamat makan…” Seru Ara.

“Selamat makan…” jawab Shin Hye.

Dengan wajah aneh, ia menatap Ara dan Shin Hye yang menyantap makanan tersebut dengan lahap.

“Kau tidak pernah makan di tempat seperti ini ya?” tanya Ara. Baek Hyun mengangguk. Ara sudah dapat merasakan dari raut wajah Baek Hyun. Orang seperti dia, mana mungkin mau makan di tempat seperti ini. Lalu ia mengambil sumpit yang ada di hadapan Baek Hyun, dan mengambil makanannya dan menyuapinya pada Baek Hyun. Namun, ia tidak membuka mulutnya.

“Wae?. Palli…buka mulutnya.”, Baek Hyun menggelengkan kepalanya, Shin Hye yang kesal melihatnya menginjak kakinya hingga ia berteriak dan membuka mulutnya, saat itu juga Ara berhasil menyuapi Baek Hyun. Ia mulai merasakan makan tersebut, semakin mengunyah semakin matanya terbuka lebar. Ia lalu mengambil sumpit di hadapannya dan memakannya dengan lahap. Ara dan Shin Hye saling bertatapan, dan tertawa melihat Baek Hyun.

“Aigoo, aigo…senang sekali kalian. Cantik sekali anaknya.” Kata seorang ahjumma yang duduk di sebelah mereka.

“Sekarang memang banyak sekali yang menikah muda. Jadi, menyesal mengapa aku menikah baru sekarang.”

Meraka baru sadar, orang-orang di sekitar melihat mereka. Wajah Ara jadi memerah, karena malu. Sementara Baek Hyun, wajahnya memerah karena kegirangan di katai suami istri.

“Cepat makannya…” Pinta Ara buru-buru ingin keluar.

“Annyeonghaseyo…” sapa seorang laki-laki yang merangkul seorang perempuan di sebelah kanannya pada ahjumma pemiliki kedai ini. Lalu mereka duduk di sebelah Ara, Baek Hyun dan Shin Hye.

Mereka berdua asik bermesraan, sehingga Ara menutup mata Shin Hye agar tidak melihatnya.

“Kau duduk di sini saja.” Kata Ara yang berturakan bangku dengan Shin Hye.

“Kau sangat seksi malam itu…” Kata laki-laki itu, buru-buru Baek Hyun menutup kuping Shin Hye. Pembicaraan mereka begitu fulgar, tidak pantas di dengar Shin Hye.

“Baek Hyun, kau bisa saja. Lalu, dengan yang namanya Sejin itu. Kau pernah apa saja?.”

“Sejin?. Ah gadis itu masih kecil. Baru melihat aku ciuman dengan gadis lain sudah marah. Lagian dia buka tipe ku.”

Ara mendengar dengan jelas semua pembicaraan mereka. Dan itu merujuk kepada Sejin temannya. Ara berbalik.

“Ryu Baek Hyun?” Tanya dengan amarah.

“Kau mengenalnya?” tanya gadis itu. Ryu Baek Hyun mengangkat bahunya.

“Kau tidak mengenalku?. Sejin!. Kau mengenalnya!”

“Lalu?. Apa hubungannya denganku?.”

Ara mulai naik darah, ddeokbokki yang ada di hadapan laki-laki itu di tumpahkannya ke bajunya. Ia mulai kepanasan.

“Wae?. Kenapa kau menatapku seperti itu?” tantang Ara.

Plak…Ara menampar laki-laki kurang ajar itu.

“Ya!!.” Teriak laki-laki itu. Ia malah membalas tamparan Ara. Baek Hyun jadi ikutan kesal, karena laki-laki menampar Ara.

“Kau hanya berani dengan perempuan?. Sini lawan aku!”

Tiba-tiba gadis itu menyiram sebotol cola ke wajahnya. Ara yang marah lalu menolak gadis itu hingga jatuh. Ryu Baek Hyun murka dan membalas mendorong Ara, namun Ara tidak tinggal diam, ia menendang wajahnya. Hingga wajahnya mengeluarkan darah.

“Perempuan jalang. Kau berani memukul pacarku!.” Gadis itu marah dan menjambak rambut Ara.

Laki-laki bernama Ryu Baek Hyun itu, berusaha membantu pacarnya untuk memukul Ara. Ia menarik kerah baju Ara. Namun, Baek Hyun tidak tinggal diam, ia menghajar laki-laki itu. Dan terjadilah pertengkaran besar di kedai itu. Semua orang keluar dari tempat itu. Ahjumma pemiliki restoran, berteriak meminta tolong. Sementara Shin Hye takut melihat pertengkaran yang sengit itu.

Tak lama kemudian terdengar sirine polisi.

***

@Police Office

Wajah Ara, Baek Hyun, Ryu Baek Hyun dan gadis itu telah babak belur. Ahjumma itu terus marah-marah di hadapan polisi itu. Dia terus meributkan masalah kerugian yang di alaminya.

“Mereka berkeliahi dengan laki-laki dan gadis itu. Sampai lupa dengan anaknya sendiri.” Kata ahjumma itu.

“Saya tidak bersalah pak. Dia yang bersalah.” Protes Ara.

“Saya?. Kau duluan yang menyiramiku dengan ddeokbokki panas itu.”

“Tapi kau kan yang ciuman dengan gadis lain di hadapan Sejin. Lalu kau menjelek-jelekkan Sejin di belakangnya. Dan pergi dengan perempuan murah seperti dia.”

“Kau bilang aku murahan?”

Dan pertengkaran itu mulai terjadi lagi.

“Kalian berdua orang tua macam apa?. Berkelahi seperti ini di hadapan anak sendiri. Aish…saya tidak mau tahu. Semua kerugian saya, harus di tanggung oleh mereka.” Kata Ahjumma itu.

“Ternyata kalian sudah punya anak?. Heh, jangan-janagn anak di luar nikah.” Sindir gadis itu, yang membuat Ara kembali murka.

“Bawa mereka semua!” Perintah seorang kepala polisi.

Mereka berempat mendekam di balik jeruji besi.

“Pak…lepaskan saya.”

“Pak tolong lepaskan. Saya tidak bersalah”

“Malam ini kalian mendekam disini. Besok pagi, buat perjanjian dan kalian boleh pulang.” Jelasnya.

Shin Hye menatap Baek Hyun dan Ara yang ada di dalam penjara dengan kesal. Ia menggelengkan kepalanya.

“Seperti anak-anak” batinnya. Ia lalu tidur di sebuah sofa. Polisi wanita itu sangat baik padannya.

“Eonni, aku boleh pinjam handphone tidak?” pinta Shin Hye.

“Boleh..”

Shin Hye lalu menelpon Chanyeol dan Hwayoung.

“Eomma, appa, aku ada di kantor polisi di Yeodeungmo.”

***

Hwayoung yang sedang turun dari tangga, buru-buru turun saat menerima telpon dari putrinya. Suho yang melihatnya langsung mengejarnya.

“Kenapa?” Suho menarik tangan Hwayoung.

“Aku harus pergi…” Hwayoung terlihat kacau dan takut.

“Kenapa?. Aku akan membantumu”

“Putriku, di…dia ada di kantor polisi di seoul sekarang”

“Aku akan mengantarmu ke seoul”

***

Sementara di tempat lain, Chanyeol begitu bingung. Bagaimana bisa Shin Hye berada di kantor polisi. Dia sedang berada di rumah temannya yang jaraknya 1 jam dari Seoul. Chanyeol semakin panik menunggu kedatangan bus yang begitu lama datangnya.

“Jebal…jebal… Shin Hye ottokhe..”

“ah itu dia…” gumam Chanyeol saat melihat bus menuju Seoul.

***

“Shin Hye-ya…” dua orang dengan waktu yang bersamaan membuka pintu kantor polisi dan memanggil nama Shin Hye.

“Eomma, appa…” Panggil Shin Hye.

Hwayoung langsung memeluk putrinya itu.

“Kau tidak apa-apa?. Kau buat jantung eomma hampir copot.”

“Syukurlah dia baik-baik saja” Kata Suho yang memegang bahu Hwayoung.

Chanyeol lalu melihatnya aneh.

“Siapa laki-laki kurang ajar ini. Berani memegang Hwayoung?”

 

To Be Continued…

70 pemikiran pada “Chanyeol Appa! (Chapter 4)

  1. Shin hye…. Masa bilangin baek-ara kekanakan. *Emang sihh* #plak
    Chanyeol kyknya cemburu dehh…
    Jealous gitu klo hwayoung deket ama laki2 lain.
    Chap ini daebak thor!
    Next!

  2. wuahh..mereka d pertemukan kembali (chanyeol-hwayoung)..seru bgt yg part ini..
    maaf yaa thor,aku bru bisa komen d sini ,tapi untuk part selanjut’a aku bakalan komen deh,
    semangat author-nim!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s