Sprite Boyfriend (Chapter 3)

Title : Sprite Boyfriend [Chapter 3]

Genre : Fantasy, Romance, Hurt, Little bit comedy

Ratting : PG 15

Length : Chaptered

Author : kamila / @kamilabyy

 

Main Cast :

  •  Byun Baekhyun
  •  Kim Hyena

 

Other Cast :

  • Kim JongIn
  • Oh Sehun

 

 

Summary : Hyena dapat menangkap dari gelagat Kai bahwa ia benar-benar seorang Cassanova. Berawal dari candaan Hyena yang memang bukan seperti candaan menurut Kai. dan sialnya lagi, ia terjebak akan candaan tersebut. Kai pun marah dan berusaha mengelak bahwa ia bukanlah seorang Cassanova. Tapi, kenyataan memang tidak bisa dibohongi. Hyena memiliki feeling yang kuat akan topeng kepalsuan Kai.

PicsArt_1396007526088

 

 

Pengakuan Baekhyun tentang ia adalah seorang bidadari memang sangatlah konyol. Tentu itu tidak masuk diakal dan tidak dapat dipercaya, di karenakan Baekhyun berwujudkan laki-laki.

 

Namun Hyena beruntung sekali karna luka dan kesusahannya dapat teratasi dengan adanya Baekhyun. Ia juga mendapat teman sekamar karna Baekhyun pada nyatanya tinggal dirumahnya dan tidur dikamarnya untuk sementara waktu, Walau itu hal yang melanggar peraturan karna mereka tidak diikat tali pernikahan. Tapi mereka berbudaya barat sehingga mereka tidak terlalu mempersalahkan itu.

 

Dan akibat adanya Baekhyun, Hyena menjadi berani melawan pada seorang mahasiswi yang menindasnya. Mungkin ini waktunya Hyena untuk melawan karna sering diperlakukan seperti sampah oleh mahasiswi-mahasiswi yang membencinya. Andai Hyena hanya sendirian, pasti Hyena tidak akan berani melawan mahasiswi tersebut. Tapi sekarang ada Baekhyun dibelakangnya yang membuat ia merasa ada temeng untuk berlindung dan ada teman untuk melawan. Walaupun Baekhyun tidak bisa dilihat dengan mata umum karna ia berwujudkan seorang makhluk gaib.

 

Lalu, bagaimanakah kisah sehari-hari Hyena yang selalu ditemani oleh Baekhyun? Dan bagaimana dengan Kai yang sudah mengatakan bahwa Hyena tidak penting lagi di kehidupannya padahal mereka baru satu kali bertemu? always reading the next Chapter!

 

 

· · ·

 

 

Hilangnya tulisan spidol permanen berwarna merah di meja Hyena secara tiba-tiba tentu membuat para mahasiswa maupun mahasiswi yang ada dikelasnya berdecak bingung. Bagaimana bisa tulisan-tulisan tersebut hilang sampai bersih seperti sebelumnya? Jika Hyena yang menghilangkan tulisan-tulisan tersebut, pasti akan terlihat bekas spidol sebelum sepenuhnya menghilang. Ini hal yang membingungkan dan ganjal. Mereka pun ikut berpendapat bahwa Hyena memanglah anak seorang dukun.

 

 

Hyena merasa risih karna ia merasa ditatap tajam oleh sekitar. Ia bingung, tidak biasanya ia merasa merinding seperti ini. Apa ini karena ada Baekhyun disampingnya? Tapi, seharusnya dari dulu ia sudah merinding karna kehadiran Baekhyun. Ia rasa ini bukan berasal dari Baekhyun.

 

“Ada beberapa orang yang menatapmu tajam.” Ucap Baekhyun di samping Hyena mengetahui apa yang sedang Hyena risaukan di dalam hatinya.

 

 

Hyena menoleh, “Nugu?” Tanyanya

 

 

“Mereka perempuan.” Baekhyun menjawab

 

 

Hyena mengangguk mengerti. Ia berusaha untuk membuang rasa merindingnya karna ia ingin fokus belajar.

 

“Hyena, aku bisa membuat mereka memekik ketakutan.” Tawar Baekhyun, Hyena langsung menggeleng cepat begitu mendengarnya.

 

 

“Jangan lakukan itu. Mereka akan semakin mencurigaiku.” Ucap Hyena pelan.

 

 

Baekhyun pun hanya bisa berdiam diri, ingin sekali rasanya menimpuk kepala para perempuan yang menatap Hyena tajam dengan buku berat yang mereka bawa. Tapi, karena tidak ingin membuat keributan, Baekhyun harus terpaksa berdiam diri.

 

“Hyena, apa mereka tidak capek menatapmu seperti itu?”

 

 

“Ssst. Sudahlah, jangan ajak aku bicara.”

 

 

“Tapi…”

 

 

“Diam Baekhyun-ah.”

 

Hyena tidak ingin dinilai semakin buruk oleh orang-orang dikelasnya karna ia berbicara sendiri. Untung saja tidak ada orang yang mengetahauinya. kecuali mahasiswi yang menatap Hyena tajam tadi dan rela membuang waktu belajar mereka untuk fokus menatap Hyena. Tentu mereka menyadari saat Hyena berbincang seorang diri dengan menyebut nama ‘Baekhyun’. merekapun menjadi yakin bahwa Hyena memanglah anak seorang dukun.

 

 

Mahasiswi-mahasiswi itu pun saling menyodorkan kertas dengan tulisan didalamnya yang merupakan hasil pengamatan mereka saat menatap Hyena. Mereka berusaha berhati-hati agar Dosen yang ada di depan tidak mempergoki mereka.

 

 

“Dia berbicara sendirian.”

 

 

“Aku juga melihatnya gitu.”

 

 

“Apa dia memiliki teman berbincang?”

 

 

“Entahlah. Sepertinya begitu.”

 

 

 

“Ini aneh. Apa di kelas kita ada makhluk gaib?”

 

 

“Ini semua karna Hyena. Dia membawa makhluk tak berwujud di kelas kita!”

 

 

“Whoah, aku merinding.”

 

 

Begitulah tulisan-tulisan di dalam kertas tersebut. Baekhyun menyadari para mahasiswi itu sedang membicarakan dirinya dan Hyena. Ia semakin kesal. dan dengan langkah besar, ia menghampiri para mahasiswi itu dan menarik rambut mereka secara bergantian.

 

Spontan para mahasiswi itu berteriak karna kesakitan, dan mereka pun ricuh karna saling menyalahkan satu sama lain.

 

“Hyerim! Kenapa kau menarik rambut ku?”

 

 

“Tidak! Aku tidak menariknya!”

 

 

“Jangan berbohong! Siapa lagi selain kau yang ada disampingku?!”

 

 

“Aku bilang tidak! Untuk apa aku menarik rambutmu? Rambutku juga ditarik tau!”

 

 

“Lalu siapa yang menariknya..? Ya! Ji Eun! Kau pasti yang menarik rambut kami kan?”

 

 

“A-apa? Kenapa aku?”

 

 

“Karna hanya kau yang ada di dekat kami!”

 

 

“Mworago?! Tidak! Aku juga bernasip sama seperti kalian!”

 

 

 

“Lalu siapa yang menariknya…?”

 

 

“Apa jangan-jangan….”

 

 

“Jangan-jangan……”

 

 

 

“HUWAAAAAAAAAA!!!!!”

 

Baekhyun tertawa senang. Akhirnya ia dapat membuat mahasiswi ini kalang kabut. Mereka menjadi pusat perhatian oleh seluruh orang di ruangan termasuk Hyena dan Dosen.

 

Saat Hyena berbalik kebelakang dan ia mendapati Baekhyun berada disana, ia langsung berbalik ketempat semula dengan memasang wajah masam. Baekhyun-lah yang jadi biang kerok dari kericuhan ini.

 

 

· · ·

 

Seusai masuk kuliah pagi, Hyena berjalan cepat menuju tempat kerjanya tanpa menghiraukan Baekhyun yang berusaha membujuknya agar tidak marah. Hyena tidak bergeming, ia cukup kesal dengan Baekhyun.

 

“Ayolah Hyena… jangan acuhkan aku seperti ini..”

 

Baekhyun menggapai tangan Hyena tapi Hyena langsung menghempaskannya dengan cepat. Baekhyun menghela napas

 

“Aku melakukan itu karna aku kesal pada mereka! Dia membicarakan kita. Apa kau tidak kesal?” Ujar Baekhyun dengan sedikit berteriak. Hyena menatap Baekhyun dengan tatapan marahnya.

 

“Aku tidak akan kesal jika kau hanya berdiam diri!”

 

 

Baekhyun mengelak, “Tidak bisa! Ini adalah pelajaran untuk mereka!”

 

 

“Aku tau. Tapi mereka semakin menilaiku buruk! Kau tau siapa yang pertama kali mereka curigai? Pasti aku! Karna kau yang melakukannya pasti aku yang harus bertanggung jawab!” Hyena mulai menitikan air mata. Napasnya tersengal-sengal menahan emosi.

 

 

 

“Tenang saja. Aku yang akan bertanggung jawab.”

 

 

 

“Bagaimana caranya kau bisa bertanggung jawab?! Kau makhluk gaib yang tidak bisa dilihat dengan mata umum! Kau hantu! Dan kau iblis!”

 

Hyena tidak bisa mengontrol perkataannya sendiri karna ia sangat emosi sekarang. Dan Baekhyun cukup terluka akan perkataan Hyena. ia menggigit bibir bawahnya agar emosinya tidak terluapkan seperti Hyena

 

“Kalau begitu, aku minta maaf..”

 

Hanya kata maaf yang bisa Baekhyun ucapkan sekarang. Karna ia bingung ingin berbuat apa

 

“Ini tidak akan selesai jika kau hanya minta maaf!”

 

 

“Lalu aku harus berbuat apa?”

 

 

“Seandainya kau tidak melakukan hal itu, masalah ini tidak akan terjadi!”

 

 

“Lalu aku harus bagaimana?!”

 

 

 

“Jangan campuri urusanku dan pergi dari kamarku mulai sekarang!”

 

 

Baekhyun terdiam sejenak. Karna habis kesabaran, Baekhyun berteriak di depan Hyena. “OKE! AKU AKAN PERGI!”

 

 

Baekhyun langsung berlari secepat mungkin tak tentu arah, ia tidak menggunakan kekuatannya untuk terbang karna ia ingin membuang emosinya sekarang.

 

Hyena terdiam ditempatnya. Sedikit menyesali apa yang telah ia katakan. Tapi, ia berusaha untuk tidak memikirkan itu dan kemudian ia juga berlari menuju tempat kerjanya.

 

 

· · ·

 

Hampir 20 menit Baekhyun berlari. Ia tidak merasa capek dan bahkan semakin mempercepat larinya. Ia ngos-ngosan, tapi ia enggan untuk berhenti.

 

Ia berlari menuju rumahnya. Rumah besarnya yang kosong dan hampa. Karna tidak ditinggali oleh satu orangpun karna keluarga besarnya meninggal akibat kecelakaan.

 

Ia berhenti tepat di gerbang rumahnya. Ia menitikan air mata mengingat masa lalunya bersama keluarga yang sering berkumpul di teras rumah. Terlalu perih untuk diingat, dan terlalu sakit untuk dikenang. Keluarganya meninggal dalam waktu yang sama. Ini alasan kenapa Baekhyun memilih untuk bunuh diri.

 

Baekhyun menaiki gerbang tersebut karna gerbangnya telah terkunci. Ia naik dengan hati-hati kemudian ia turun dengan melompat. Kenapa ia tidak memakai kekuatannya? Ia bisa saja terbang untuk melalui gerbang ini. Tapi ternyata Baekhyun masih tidak ingin menggunakan kekuatannya.

 

 

Baekhyun pun masuk kedalam rumah yang memang tidak terkunci karna dulu ia yang menjaga rumah ini sebelum ia meninggal. Tapi, sekarang ia kembali lagi dengan wujud yang berbeda.

 

Isi dalam rumah tersebut sama seperti saat ia meninggalkan rumah ini terakhir kali. Tetapi ada banyak debu karna berbulan-bulan tidak dibersihkan.

 

Rumah ini sangat hampa dan kosong.

 

Baekhyun berusaha untuk tidak menangis karna ia tidak ingin terpuruk terlalu lama. Kejadian beberapa bulan yang lalu memang sangat memilukan, semuanya terjadi begitu saja tanpa Baekhyun pikirkan sebelumnya. Skenario yang dibuat oleh tuhan untuk Baekhyun memang sangat menyakitkan. Tapi, Baekhyun memilih pasrah sehingga ia berpikiran buntu dan memutuskan untuk bunuh diri demi bertemu dengan keluarganya di alam yang berbeda. Namun, tuhan berkehendak lain. Ia membangkitkan Baekhyun kembali sebagai makhluk transparant. Itu bermaksud agar Baekhyun berbuat lebih baik lagi semasa hidupnya.

 

Baekhyun menyentuh bingkai poto yang dilapisi banyak debu. Ia membersihkan debu tersebut tanpa bersin maupun batuk. Ia menatap poto tersebut dan kenangan masa lalu dengan keluarganya kembali terbayang, teringat dimana ia berebut mainan dengan Hyung-nya saat kecil. Memasak membantu Ibunya saat ada waktu luang dan bernyanyi bersama Ayahnya disaat sedang bersantai. Semuanya berputar seperti kaset yang telah lama dan berwarna hitam putih. Baekhyun menitikan air mata. Ini terlalu menyakitkan.

 

Walau ia sudah berjanji agar tidak menangis pada keluarganya, biar bagaimanapun, saat teringat akan semuanya, itu menbuatnya susah untuk menahan tangis. Tidak peduli bahwa ia seorang lelaki yang terlihat lemah. Memang itu adanya Baekhyun, ia terlihat lemah saat orang yang dia sayang pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

 

Baekhyun beranjak menuju kamarnya dan kaka laki-lakinya dilantai atas. Untuk melangkah menaiki tangga terasa sangat berat untuk Baekhyun, ia merasa dipikul beban kesedihan yang sangat berat. Tapi pada akhirnya, Baekhyun sampai dilantai atas dan kemudian ia berjalan menuju kamar Hyung-nya terlebih dahulu.

 

Tangannya bergetar ketika hendak membuka knop kamar Hyung-nya. Ia tidak sanggup, begitu perih, begitu menyakitkan, ia sangat dekat dengan Hyung-nya karna Hyung-nya lah yang menjadi pedoman hidup Baekhyun. Hyung-nya lah yang selalu memberi nasihat saat Baekhyun berbuat nakal di sekolahnya. Hyung-nya lah yang memberi solusi saat Baekhyun mempunyai masalah. Hyung-nya lah yang selalu memberinya semangat ketika mengikuti sebuah lomba. Dan Hyung-nya lah orang pertama yang memberi kata selamat saat ia wisuda dan lulus sekolah.

 

Baekhyun menangis terisak. Ia terduduk didepan pintu Baek Bom (Hyung Baekhyun) ia benar-benar tidak sanggup. Ia begitu sayang kepada Hyung-nya. Ia rindu, ia ingin bertemu dan ia ingin mendengar nasehat Hyung-nya lagi. Ia memiliki masalah, ia butuh solusi Hyung-nya. Walau ia sudah besar sekarang, tapi Baekhyun masih berpikir bahwa ia masih kecil dan butuh penjagaan Hyung-nya.

 

Baekhyun merenung. Andai saja pada waktu itu, ia tidak memintai keluarganya untuk menjemput, pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Kejadian dimana keluarganya tabrakan dengan sebuah truk dan mobil yang ditumpangi keluarganya terpental dan meledak. Baekhyun memang tidak ada ditempat kejadian tetapi ia sempat melihat kondisi keluarganya setelah tabrakan, ketiga anggota keluarganya hangus terbakar karna tidak sempat menyelamatkan diri. Baekhyun merasa perih disekujur tubuhnya karna ikatan batin dengan keluarganya. Baekhyun seperti merasakan apa yang keluarganya rasakan. Tapi itu tidak berangsur lama ketika dinyatakan keluarganya telah meninggal dunia.

 

Baekhyun kembali merasa perih. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan turun tangga dengan cepat setelah itu keluar dari rumahnya. Ia tidak bisa tinggal disini, tinggal disini akan selalu menbuatnya bersedih.

 

Sekarang Baekhyun memilih untuk terbang. Ia menuju makamnya dan makam keluarganya yang sengaja dibuat berdekatan. Begitu telah sampai, Baekhyun menghampiri makam Ibunya yang dipenuhi rerumputan hijau yang rapi. Itu dikarenakan setiap hari petugas pembersih makam selalu menjaga makam-makam yang berada ditempat ini.

 

Baekhyun menatap makam Ibunya sendu.

 

“Ibu….” ucapnya lirih

 

 

“Kenapa aku kembali dihidupkan? Kenapa aku tidak dibiarkan mati saja? Aku tidak ingin hidup kembali. Aku ingin bersama kalian.” Ucap Baekhyun sembari terisak pelan

 

 

“Hidup seperti ini membuatku tersiksa. Aku selalu terbayang-bayang akan kehadiran kalian. Aku selalu teringat disaat-saat aku bersama kalian. Aku selalu merasa sedih.”

 

 

“Aku berusaha untuk tegar. Aku tau aku sudah dewasa sekarang, tapi, aku masih seperti anak kecil yang selalu menangisi keluarganya. Aku tidak ingin seperti ini..”

 

 

“Ibu, beri aku kekuatan agar aku hidup lebih baik lagi sebagai makhluk yang berbeda. Aku mohon..”

 

 

Baekhyun memeluk makam Ibunya dengan penuh kasih sayang. Setelah itu ia beralih ke makam Ayahnya.

 

“Ayah.. bagaimana kabarmu? Apa ayah sudah bahagia didalam sana? Aku harap begitu.”

 

 

“Ayah.. aku rindu akan permainan gitarmu, aku rindu saat kita bernyanyi bersama, aku rindu saat kita bermain catur dan yang kalah harus memijit pundak yang menang. Ayah.. aku menyesal, seharusnya aku tidak memaksa kalian untuk menjemputku. Seharusnya saat itu aku pulang sendiri saja dan memberi kalian kejutan begitu aku telah sampai. Andai aku bisa mengulang waktu. Aku ingin mencegah tabrakan itu.”

 

 

“Ayah, jadikan aku pria yang bijaksana seperti Ayah, yang bisa memimpin keluarga dan menjaga ibu. Jadikan aku pria yang bertanggung jawab. Aku mohon…”

 

Baekhyun melakukan hal yang sama pada makam Ayahnya. Memeluk seperti ia memeluk wujud Ayahnya langsung

 

 

Dan setelah itu. Ia menghampiri makam Hyung-nya. Ia tersenyum simpul

 

“Baek Bom hyung… aku disini.” ucap Baekhyun pelan

 

 

“Aku selalu mengatakan ‘aku disini’ saat Hyung mencariku. Tidak pernah aku mengatakan dimana aku berada. Karna, aku sengaja membuat Hyung mencariku lebih lama lagi.”

 

 

“Saat kita bermain, aku selalu menyerah. Karna mengalahkanmu sangat susah bagiku. Dan Saat kita bermain monopoli, aku ingin membeli kartu Negara mu dan hotelmu. Tapi pada nyatanya, kau yang lebih dulu membuatku bangkrut dengan selalu membayar saat aku menginjakan kaki di negaramu. Aku selalu kalah jika bermain denganmu. Kau tau? Itu sangat menjengkelkan.”

 

 

“Tapi… kau selalu mengatasi masalahku dengan memberi solusi. Sekarang, aku ingin meminta solusi padamu. Aku bertengkar dengan Hyena. Ah, lebih tepatnya, Hyena memahariku. Aku hanya memberi pelajaran pada mereka. Apa itu salah? Kenapa Hyena marah? Apa ia lebih suka ditindas? Aku hanya memberinya perlawanan. Seharusnya dia berterimakasih padaku. Kenapa dia marah seperti tadi. Aku bingung padanya. Lagi pula, aku sudah minta maaf. Tapi dia tidak menerima permintaan maafku dan bahkan mengusirku dari kamarnya. Aaah, aku tidak habis pikir. Padahal masalah ini sangat sepele menurutku..”

 

 

“Lalu, dimana aku harus tinggal? Aku tidak bisa tinggal di rumah kita lagi. Terlalu sulit untukku. Walau aku berwujud seperti ini sekarang. Aku tetaplah seorang manusia.. aah hyung-ah.. beri aku solusi dan tempat tinggal…” Baekhyun menelungkupkan wajahnya di makam Baek Bom. Ia sudah tidak menangis lagi sekarang.

 

 

“Aah.. aku pasti sudah gila..” gumamnya meledek dirinya sendiri.

 

Kemudian ia menoleh kearah makamnya yang tepat berada disamping makam Baek Bom. Baekhyun memandang makamnya tanpa ekspresi.

 

“Eum. sepertinya aku harus pergi. Aku akan mengunjungi kalian lagi nanti. Selamat tinggal, Ayah, Ibu, Hyung..”

 

Baekhyun berdiri kemudian ia terbang dengan tinggi. Terbang dengan arah yang tak menentu

 

 

 

· · ·

 

 

Di tempat kerjanya, Hyena selalu melamun, dan pemilik toko bunga sudah menegur Hyena sebanyak 3 kali karna Hyena mengacuhkan pelanggan yang hendak membeli bunga. Hyena pun berusaha untuk tetap terjaga dan tidak melamun lagi.

 

“Apa kau sakit?” Tanya pemilik toko, merasa heran akan keadaan Hyena hari ini.

 

Hyena dengan cepat menggeleng. “Aniyo ahjusshi, aku hanya sedang berpikir..”

 

 

“Jangan berpikir ditempat kerja, ne? Kau sudah 3x mengacuhkan pelanggan.”

 

 

Hyena membungkukkan badannya. “Maafkan aku, ahjusshi..”

 

 

Pemilik toko mengangguk mengerti kemudian ia menyuruh Hyena untuk kembali melaksanakan tugas. Hyena pun dengan cepat kembali ketugasnya. Menyambut pelanggan datang dan juga menjadi kasir berjalan.

 

 

Tak berapa menit setelah itu. Seorang pelanggan datang. Hyena sudah siap ditempatnya dan ia pun menyambut pelanggan tersebut dengan ramah tapi terdiam saat mengetahui siapa pelanggan tersebut.

 

 

“Oh Sehun?”

 

 

“Kim Hyena?”

 

 

Pelanggan tersebut ternyata adalah Oh Sehun. Pria yang aneh menurut Hyena.

 

 

“Kau berkerja disini?” Sehun bertanya sembari tertawa mengejek. Hyena memasang wajah jengkel.

 

 

“Memangnya kenapa? Apa ini masalah untuk mu?” Ujar Hyena ketus.

 

 

Sehun semakin tertawa. “Tentu saja tidak. Hahaha..!”

 

Hyena marah. “Kenapa kau tertawa?! Kau ingin beli tidak?!” Bentak Hyena. Sehun berhenti tertawa. Ia mengubah wajahnya menjadi tanpa ekspresi.

 

 

“Berani sekali kau membentak ku…” cicit Sehun. Lalu ia menunjuk sebuah bunga mawar putih yang sering dibeli orang untuk mengunjungi makam.

 

Hyena termenung. Untuk apa Sehun membeli bunga ini? Batinnya heran

 

Tapi setelah itu Hyena mengambil bunga yang ditunjuk Sehun dan menyerahkannya. “60 ribu won.” ucapnya

 

Sehun menyerahkan Hyena selembar uang 100 ribu won dan mengambil bunga tersebut dengan cepat. Lalu ia segera pergi tanpa menerima kembalian.

 

Hyena gelagapan saat melihat Sehun pergi begitu saja. Ia ingin berlari mengejar Sehun tapi Sehun sudah lumayan jauh. Hyena menghela napas.

 

 

“Apa-apaan ini? Dia meninggalkan kembaliannya. Ck.” Hyena mendengus. Dan setelah itu ia meletakan uang Sehun ke tempat kasir.

 

 

Ternyata Sehun mengunjungi adik perempuannya yang sudah meninggal akibat komplikasi jantung. Ia meletakan sekumpulan bunga mawar tersebut ke nisan adiknya yang bertuliskan Oh Sera.

 

Sudah 2 tahun lamanya ia tidak lagi melihat sifat ceria Sera. Walau Sera memiliki penyakit komplikasi jantung sedari lahir, ia selalu bersikap ceria didepan Sehun agar Sera tidak terlihat menyedihkan.

 

Selama ini, Sehun lah menjadi Ayah sekaligus Ibu bagi Sera. Sera yang masih berumur 8 tahun sudah ditinggal kerja oleh orangtuanya padahal Sera sedang sakit-sakitan.

 

Sehun selalu memberikan perawatan yang terbaik untuk Sera. Bahkan, orang tuanya mengajak Sera operasi jantung di Singapore. Tapi Sera menolak karna tidak ingin jauh dari Sehun.

 

Sehun memang tidak ikut karna waktu itu ia masih SMA kelas 3. dan hari dimana seharusnya Sera operasi, yang ternyata bertepatan dengan tanggal ujian kelulusannya, tentu ia tidak bisa ikut karna ia harus mengikuti ujian kelulusan. Dengan begitu, Sera tidak ingin operasi dan memilih dirawat seadanya oleh Sehun.

 

Dan pada akhirnya, disaat Sehun lulus sekolah, pada saat itu juga Sera menghembuskan napas terakhirnya. Itu merupakan hari yang paling bahagia dan paling menyedihkan di hidup Sehun.

 

Sehun tersenyum simpul melihat poto Sera yang terpampang jelas di makamnya. Ia membersihkan poto tersebut karna terlihat sedikit kotor.

 

 

“Seandainya kau masih hidup, umurmu semakin tua Sera-ya..”

 

 

Ya, seandainya Sera masih hidup. Sera sudah berumur 10 tahun.

 

 

“Maafkan oppa jarang mengunjungimu akhir-akhir ini, Oppa sedikit sibuk.”

 

 

Sehun pun bangkit berdiri. Ia mengirim doa untuk adiknya dengan bersujud 3 kali di depan makam adiknya.

 

“Selamat ulang tahun Sera-ya..” ucapnya lirih. Setalah itu ia berdiri tegak dan berjalan meninggalkan makam adiknya.

 

 

 

· · ·

 

Sore tiba, Hyena selesai akan pekerjaannya hari ini. Ia berjalan pulang kerumahnya dengan berjalan kaki. Sudah hampir 10 kali ia menengok kebelakang berharap Baekhyun masih mengikutinya. Tapi tetap tidak ada, Baekhyun benar-benar pergi.

 

Hyena menghela napas. “Apa aku kelewatan padanya? kenapa aku selalu memikirkan kejadian tadi? Ah jinjja! Ini menyebalkan!!”

 

Hyena mengacak rambutnya sampai terlihat kusut. Ia terlihat stress

 

“Aniyo Hyena-yah.. kau tidak boleh memikirkan itu. Kau masih banyak pekerjaan! Dia hanya makhluk asing. Jangan terlalu dipikirkan. Jangan…. kumohon… haah.” Hyena bicara pada dirinya sendiri. Ia berusaha mengatur otaknya yang selalu memikirkan hal yang tidak penting. Hyena merapikan rambutnya yang berantakan kemudian ia kembali berjalan seperti biasanya menuju rumahnya. Dengan perasaan yang tidak menentu

 

 

Sesampainya di Rumah, Hyena membuka pintu rumahnya kemudian ia masuk tanpa beralas kaki. Ia mendapati nenek-nya yang tengah meminum kopi di Ruang Tamu.

 

 

“Nenek! Aku pulang!” Sapa Hyena sembari membungkukkan badannya.

 

 

Nenek tersenyum. “Bagaimana harimu?”

 

 

Hyena menggaruk rambutnya. Ia terkekeh “Ahah molla…”

 

 

Nenek mengerutkan alisnya bingung. “Hm? Molla?”

 

 

 

“Ah tidak Nek! Hariku baik seperti matahari yang ingin tenggelam di barat sana. Hehehe aku mau mandi dulu! Dan kalau tidak keberatan, buatkan aku kopi ya!”

 

 

Hyena dengan cepat pergi masuk kedalam kamarnya. Ia tidak ingin ditanya lebih banyak lagi tentang hari ini. Ia menghembuskan napas kemudian mengambil handuknya yang tergantung di pintu kamar.

 

 

“Aahh.. aku lelah sekali…” keluhnya sembari meregangkan tubuh. Setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi dan mulai membersihkan badannya.

 

15 menit berlalu. Hyena keluar dari kamar mandi, ia menggulung rambutnya ke atas karna ia tidak mengeramasi rambutnya hari ini. Ia memilih baju tidur di lemari untuk ia pakai malam ini. Ia memakai baju hangat karna cuaca terasa dingin. Mungkin musim salju akan datang. Hyena menghembuskan napas pelan

 

 

“Jadwal berkerja di tempat Ski akan segera dimulai. Haaah aku tidak ingin berkerja disana.. Tapi bagaimana? Disana gajihnya besar..” Hyena merengut. Konsekuensi bekerja di tempat Ski memang sedikit menyeramkan. Hyena bisa saja terjatuh dan tergelincir diatas salju dan butiran Es yang licin. Tapi, ketika bekerja disana, Hyena bisa mendapatkan uang  50 ribu won per-jam. Kalau ia bekerja 4 jam, ia akan mendapatkan 200 ribu won. Lumayan bukan?

 

Tidak seperti di toko Bunga. Ia mendapatkan gajih 300 ribu won perminggu. Itu lumayan lama dan terbilang sedikit. Hanya mampu membayar biaya listrik dan air.

 

 

Hyena kembali menghembuskan napas. Banyak hal yang ia pikirkan sekarang. Namun setelah itu ia keluar dari kamar kecilnya menuju ruang tamu yang dimana Neneknya masih duduk dengan secangkir kopi ditangannya dan juga secangkir kopi diatas meja.

 

 

Hyena menghampiri neneknya. “Nenek. Apa kopi ini untukku?” Tanya Hyena sembari menunjuk secangkir kopi yang terpampang jelas di meja.

 

 

“Bukan. Untuk paman mu. Tentu saja untuk mu. Kau yang memintanya kan?” Nenek menjawab

 

 

Hyena tesenyum kecil. “Nenek baik sekali. Gomawo Nek.”

 

 

 

“Hmm.” Respon Nenek

 

 

Hyena tersenyum. Kemudian ia meminum kopinya dengan pelan. Itu karena kopinya masih sangat panas. Tetapi kopi tersebut dapat membuat tubuhnya merasa hangat

 

 

“Nek. Aku ingin curhat.” ucap Hyena setelah menghirup kopinya.

 

 

Nenek menaikkan alis tinggi mendengar ucapan Hyena. “Curhat?”

 

 

Hyena mengangguk. “Kemarin malam aku bertemu dengan seseorang lelaki.”

 

 

“Lelaki?”

 

 

 

“Eum. Ia datang dari jendela kamarku. Ia mengaku bahwa ia adalah seorang bidadari. Tapi aku tidak mempercayainya, karna ia berwujud seorang lelaki. Lalu setelahnya, ia kembali mengaku sebagai hantu. Aku terkejut. Nenek tahu kan kalau aku takut dengan hal-hal yang berbau mistis? Aku takut dengannya. Tapi, saat menatap lekat wajahnya aku tidak jadi ketakutan, karna wajahnya lumayan tampan. Lalu ia bilang kalau ia tidak bisa dilihat dengan mata umum. Kecuali orang-orang yang memiliki indera. Aku bingung, sejak kapan aku memiliki indera? Itu terdengar sangat tiba-tiba. Dan apa nenek ingat? Kemarin malam aku memanggil nenek karna aku tidak percaya bahwa dia adalah makhluk gaib. Dan perkataan nenek membuat aku takut. Nenek bilang kalau nenek tidak melihatnya. Dan bahkan ia berbicara disamping nenek. Nenek bilang tidak mendengarnya. Ini memang sulit dipercaya. Bagaimana ini semua terjadi padaku?”

 

 

Nenek membelalakan matanya. “Apa ini serius?”

 

 

Hyena mengangguk cepat. “Nde. Dan ini paling mengejutkan didalam hidupku. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa. Ia dapat menyembuhkan orang dengan waktu singkat. Kemarin saat pinggang dan pipiku terluka, ia yang mengobatiku hingga aku terlihat seperti biasanya. Ia menyentuh pipi dan pinggang ku dalam beberapa detik dan kemudian aku tidak merasakan sakit lagi. Ini memang mustahil. Tapi ini kenyataan.”

 

 

Nenek semakin melototkan matanya. “Apa kau bilang? Menyentuh pinggang dan pipi?? YA! DIA ITU SESEORANG LELAKI! TIDAK SEPANTASNYA DIA MELAKUKAN ITU!!!”

 

 

Hyena terperanjat kaget. ” Ah.. Mwoyaaa? Ia melakukan itu untuk menyembuhkan ku Nek!”

 

 

 

“TAPI TETAP SAJA! KAU TIDAK BOLEH MEMPERBOLEH KAN ITU! BAGAIMANA KALAU DIA INGIN LEBIH? KEPERAWANAN MU AKAN HILANG HYENA-YAA!!”

 

 

 

“Nenek bicara apa?? Dia hanya menyentuh pinggang dan pipiku! Tidak lebih!”

 

 

 

“TAPI…! AISH JINJJA! DIA ADALAH SEORANG LELAKI!”

 

 

 

“Apa nenek tidak lihat bahwa aku baik-baik saja? Dia tidak mungkin melakukan hal yang tidak bermoral seperti itu.”

 

 

 

“Bisa saja kau menyembunyikannya!”

 

 

“Ck. NENEK! BERHENTI BERPIKIRAN NEGATIF TENTANG KU!” Hyena bangkit dari duduknya sembari menggebrak meja sehingga kopi miliknya terjatuh kebawah. Hyena tidak memperdulikan hal itu, Ia langsung berjalan cepat menuju kamarnya. meninggalkan neneknya yang termakan emosi.

 

“YA! KOPIMU TUMPAH! BERSIHKAN INI SEBELUM KAU PERGI!”

 

 

 

“NENEK SAJA YANG MEMBERSIHKANNYA! AKU CAPEK!”

 

 

“MWORAGO?! AISH ANAK INI….!!”

 

 

Hyena menelungkupkan wajahnya di bantal. Ia mengatur napasnya yang turun naik akibat berteriak. ia  mengomel tidak jelas.

 

“Nenek tidak bisa diajak kompromi. Ck. dia protes lebih dulu. AAAH EOTEOKKHAE EOTEOKKHAE ETEOKKHAEE!! Aku butuh solusi sekarang! aish.. menyebalkan!” Hyena memukul bantalnya berulang kali. ia ingin melampiaskan kekesalannya, tidak peduli sarung bantal yang sudah terlepas dan hampir tidak berbentuk.

 

“Andai Baekhyun ada disini, aku akan menarik rambutnya untuk melampiaskan kekesalan ku! Eh, tapi… dia ikut terlibat.. AAH MOLLAA!! Lebih baik aku tidur sekarang!”

 

Hyena jadi stress sendiri. Ia berbicara dan bahkan berteriak dengan lumayan keras. Nenek yang sedang membersihkan tumpahan kopi hanya bisa mencibir. “Aiish anak itu! Ada apa dengannya sampai ia berteriak seperti itu? Aish aku tidak mengerti jalan pikiran anak remaja.”

 

 

· · ·

 

 

Esok paginya, Hyena pergi kuliah dengan mata sayu. Bukan berarti ia kurang tidur, hanya saja ia sedang memiliki banyak pikiran.

 

Ia berjalan menuju gerbang kampusnya dengan tidak bersemangat. Langkahnya gontai dan pelan. Mungkin saja seekor siput dapat lebih cepat berjalan dibandingkan dengan dirinya.

 

 

Kai dan Sehun berjalan beriringan. mereka bersiul-siul menyambut udara pagi yang sangat sejuk menurut mereka. hingga pada saat Kai tanpa sengaja menatap Hyena yang berjalan gontai, Ia langsung berjalan cepat untuk menyusul Hyena. Sehun yang menyadari itu tentu merasa heran. ia mengkerutkan dahinya bingung. “Ada apa? kenapa kau tiba-tiba berjalan  cepat begini?” Tanya Sehun

 

 

“Kim Hyena.”

 

 

Kai tidak memberi jawaban tapi sebuah nama mampu membuat Sehun mengerti. Ia mengikuti pandangan Kai yang menatap fokus kearah Hyena. Sehun tertawa

 

 

“Ya. Apa-apaan ini? Bukankah kau bilang kalau dia sudah tidak berarti lagi di hidupmu?”

 

 

Kai menghela napas. “Aku berubah pikiran..”

 

 

Sehun menatap Kai dengan tatapan tidak percaya. “Heol.”

 

 

Kai semakin mempercepat langkahnya dan saat lumayan dekat dengan Hyena, Kai langsung merangkul pundak Hyena tanpa Hyena sadari. Hyena memang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri sehingga membuatnya tidak menyadari kehadiran Kai di sampingnya.

 

Kai tersenyum cerah. “Pagi yang indah. Apa tadi malam tidurmu nyenyak?”

 

 

Hyena masih belum tersadar. Orang-orang yang berada disekitar mereka mulai berbisik dengan teman masing-masing. Kai menyadari itu tapi ia tidak memperdulikannya.

 

 

 

“Bersikaplah dengan dewasa Kai!” Teriak Sehun dengan keras. Kai mendengarnya tapi lagi-lagi ia bersikap tidak perduli. Ia terus berjalan dengan Hyena disampingnya, Entah sampai kapan Hyena akan berhenti melamun.

 

 

“Kim Hyena. Ada apa denganmu? Kau sudah makan?”

 

 

Hingga pada saat naik kelantai atas, Hyena dapat mendengar suara seseorang yang memasuki telinganya beberapa hari yang lalu. Hyena berhenti ditempat. Kemudian ia menoleh kesamping dan refleks mendorong Kai untuk menjauh dari dirinya.

 

 

“Ige Mwoya?!” Pekiknya nyaring. Orang-orang yang beraktivitas seperti biasanya langsung menatap ke arah Hyena yang tengah menatap Kai tajam.

 

 

“Berani-beraninya kau memegang pundak ku tanpa izin! Kau tidak pantas melakukan ini!”

 

 

Mahasiswa dan mahasiswi dengan sengaja menonton kejadian tersebut. Termasuk Sehun dan kumpulan siswi Glamour yang suka menyiksa Hyena.

 

 

Sehun tertawa melihat kejadian itu. Harga diri Kai telah jatuh akibat perkataan Kim Hyena. “Kau terlalu keras kepala Kai, Hyena adalah perempuan yang berbahaya.” Gumam Sehun sembari terkikik geli.

 

 

“Jangan pernah mengganguku lagi! Aku tidak butuh pria cassanova seperti kau!”

 

 

Semua orang yang melihat kejadian itu langsung ternganga. “Cassanova?” Gumam mereka satu sama lain.

 

 

Sehun yang awalnya tertawa langsung terdiam. Cukup terkejut akan perkataan Hyena.

 

 

“Hahahaha kau bergurau?” Kai terlihat gugup. Tapi ia berusaha untuk menutupinya.

 

 

“Ani. Untuk apa aku bergurau?” Hyena dengan tenang membalas perkataan Kai. Kai terlihat marah, ia mengepalkan jari-jari tangannya. Sebagian orang dapat melihat itu.

 

 

“Tutup mulutmu.” Kai berucap pelan tapi masih dapat terdengar ditelinga Hyena. Hyena menggeleng dengan masih menatap Kai tajam.

 

 

“Wae? Kau takut ketahuan?”

 

 

Kai semakin mencengkram tangannya. “Ketahuan apa?”

 

 

“KETAHUAN KALAU KAU ITU SEORANG CASSANOVA!”

 

 

Kai tidak tahan lagi dan langsung mencium bibir Hyena kasar ditempat itu juga. Semua orang terkejut. Ada yang memekik dan ada juga yang menangis.

 

 

“Oh My… Kai…”

 

 

 

“Aku tidak percaya ini!”

 

 

 

“Kai.. Kenapa Kau melakukan itu??”

 

 

 

 

“Aaah maldo andwae! Ini tidak boleh terjadi….!”

 

 

 

“Hyena. Dorong Kai! Dorong!”

 

 

Hyena terperanjat kaget saat Kai menciumnya paksa. Hyena berusaha mendorong Kai tetapi tidak bisa karna kedua tangannya digenggam oleh Kai.

 

Kai semakin menggila mencium bibir Hyena dengan penuh nafsu. Karna tidak ada cara lain, Hyena langsung menendang Kai sehingga membuat Kai jatuh kebelakang.

 

 

BRAKKK

 

 

“OOOH OMONA!”

 

 

 

“YA! KAU TIDAK BOLEH MELAKUKAN ITU PADA OPPA-KU!”

 

 

 

“Oppa.. Gwaenchana?”

 

 

 

“Oppa! Apa pinggangmu sakit?”

 

 

 

“Oppa.. bertahanlah!”

 

 

Hyena meninggalkan tempat kejadian tersebut tanpa menghiraukan kicauan penggemar Kai tentang dirinya. Ia pergi ke kamar mandi dan langsung meludah melepas bekas bibir Kai di bibirnya.

 

 

Hyena menangis.

 

 

“Nappeun-saekki.” Gumamnya dengan penuh amarah. Ia menangis karna ini adalah ciuman pertamanya. Padahal sebelumnya ia telah berjanji akan menjaga kesucian bibirnya sampai ia menikah. Tapi Kai telah melakukannya dengan sesuka hati. Ini menambah beban masalah Hyena.

 

 

Hyena terduduk lemas disamping closet. Mengacak rambutnya sampai kusut dan menangis sejadi-jadinya. Ia terlihat sangat terpuruk.

 

 

Sedangkan Sehun juga ikut meninggalkan kejadian tersebut. Ia berjalan dan menaiki tangga menuju lantai atas. Ia butuh menjernihkan pikirannnya sekarang.

 

Sesampainya disana, udara lumayan dingin. Tapi untung saja Sehun memakai baju hangat sekarang. Ia menghampiri pagar pembatas dan membiarkan rambutnya diterpa angin pagi.

 

Ia memejamkan kedua matanya. Merasakan angin pagi yang dingin menyapu wajahnya. Ia menghela napas lalu menghembuskanya dengan perlahan.

 

 

Tanpa Sehun sadari, Hyena datang dilantai atas dengan rambut yang berantakan. Wajahnya kusut dan langkahnya semakin gontai, ia berjalan terhuyung-huyung seperti orang mabuk.

 

Saat sampai di pagar pembatas. Hyena kembali menangis. Tidak peduli akan kehadiran Sehun disampingnya. Hyena bergumam

 

“Nappun namja.”

 

 

Sehun menoleh begitu mendengar suara seorang perempuan di sampingnya. dan ketika melihat perempuan tersebut adalah Hyena, Sehun terperanjat kaget.

 

 

“NAPPEUN NAMJA KIM JONGIN!!!!!”

 

 

Hyena tiba-tiba berteriak. Itu membuat Sehun semakin terkaget-kaget. Ia terperangah melihat Hyena seperti itu.

 

 

“Good job.” Ucapnya saat Hyena berhenti berteriak. Hyena terdiam, tidak ingin menoleh kesamping karna ia mengenal suara tersebut.

 

 

“Aku telah melihatmu menangis sebanyak dua kali. Sekarang melihatmu berteriak baru satu kali. Apa nanti kau akan berteriak lagi? Aku akan menunggunya.”

 

 

Hyena menggigit bibir bawahnya. Merasa malu dan kesal. Kenapa ia tidak sadar adanya keberadaan Sehun diatap ini? Ia menepuk kepalanya berkali-kali untuk membuang rasa malu.

 

 

“Hei berhenti. Kau ingin lupa ingatan? Kenapa kau memukul kepalamu? Ck. Perempuan aneh.”

 

 

Hyena berhenti menepuk kepalanya. Ia mendengus begitu Sehun mengatakan ia adalah perempuan aneh.

 

 

“Aku tidak memukul. Aku hanya menepuknya.”

 

 

Hyena berbalik menatap Sehun yang tidak terlalu jauh dari dirinya. Dapat ia lihat dari kedua matanya, Sehun sedang tertawa kecil. Hyena yakin Sehun sedang mentertawakannya.

 

 

“Lihatlah rambutmu itu. Seperti tarzan saja.” Rupanya Sehun mentertawakan rambut Hyena yang berantakan. Ternyata dibagian muka lebih berantakan di banding bagian samping. Langsung saja Hyena merapikan rambutnya dengan tangan, walau sedikit kusut, Hyena berusaha untuk merapikannya.

 

 

“Igeo.”

 

 

Sehun menyerahkan Hyena sebuah sisir kecil. Hyena memandang sisir tersebut dengan bingung.

 

 

“Kau…. membawa sisir?” Tanya Hyena dengan alis berjengit.

 

 

Sehun mengangguk mengiyakan. “Ne. Kenapa? Mau protes? Aku membawa sisir untuk merapikan rambutku.”

 

 

Hyena mengangguk mengerti. Lalu dengan perlahan ia mengambil sisir tersebut dan mulai menyisirkannya ke rambut.

 

 

“Aku cukup kaget atas perlakuan sahabatku pada dirimu.”

 

 

Hyena berhenti sejenak menyisir rambutnya ketika mendengar ucapan tersebut. Dan setelah itu, ia hanya bisa menghembuskan napas pelan.

 

 

“Kai memang keterlaluan. Tapi.. apakah benar kalau ia memang seorang cassanova? Darimana kau tau akan hal itu?”

 

 

Hyena mengedipkan matanya beberapa kali. “Hanya feeling. Aku sudah dua kali membuatnya tertangkap basah.”

 

 

Sehun mengernyit, “Tertangkap basah?

 

 

“Ne. Walau aku tidak mengetahuinya secara langsung, aku yakin kalau perkataan ku itu benar.”

 

 

Sehun menerawang keatas begitu mendengar ucapan Hyena. Kalau itu memang benar, berarti selama ini Kai menyembunyikan sebuah rahasia padanya.

 

 

“Kenapa kau begitu yakin?”

 

 

 

“Karna feeling ku selalu benar.”

 

 

 

“Bagaimana kalau feeling-mu salah?”

 

 

 

“Aku yakin akan benar.”

 

 

Sehun terdiam. Ia memandang Hyena sendu kemudian ia berjalan pergi meninggalkan Hyena yang sedang menyisir rambutnya. Hyena menatap Sehun dari kejauhan lalu ia beralih menatap sisir kecil yang diberikan Sehun.

 

“Gomawo.” Gumamnya pelan

 

 

 

· · ·

 

 

Malam ini sangat dingin dan juga menyeramkan bagi Hyena. Di luar hujan lebat dan petir dimana-mana. Dihidupnya, ada dua hal yang Hyena takuti.

 

1. Hantu

2. Petir

 

 

Kedua hal tersebut mampu membuat Hyena menangis ketakutan. Seperti hal nya sekarang, Hyena meringkuk dibawah meja belajarnya sembari menutup kedua telinganya dengan tangan. Suara petir dan gemuruh mampu membuat rumahnya bergetar dan membuat Hyena semakin ketakutan. Dengan perlahan, ia berjalan menuju tempat tidurnya untuk berusaha segera tidur. Biasanya, saat petir begini neneknya sering menghampirinya karna neneknya tau kalau Hyena sangat takut kepada petir. Tapi sayangnya, nenek tidak datang dan membiarkan Hyena menangis ketakutan. Hyena berpikir bahwa neneknya telah tertidur.

 

Hyena sama sekali tidak merasa mengantuk, tetapi ia ingin segera tidur. Hyena berusaha untuk segera tidur tapi sayangnya ia tidak bisa.

 

 

Hyena kembali menangis.

 

 

Hingga sebuah ketukan di jendelanya membuat tangisan Hyena terhenti. Ia melirik jendelanya dengan takut. Akan tetapi, ada sebersit harapan bahwa orang yang mengetuk jendela itu adalah Baekhyun, tapi ada feeling bahwa orang yang mengetuk jendela itu adalah hantu. Hyena menggelengkan kepalanya cepat. Meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak membuka jendela itu.

 

 

“Hyena! Hyena!”

 

 

Suara Baekhyun terbayang-bayang di kepala Hyena. Namun, sebenarnya suara tersebut berasal dari jendela. Hyena bingung, apa itu benar-benar suara Baekhyun?

 

 

“Hyena! Buka jendelanya!”

 

 

Hyena termenung. Itu terdengar seperti suara Baekhyun sungguhan. Dengan pelan tapi pasti, Hyena beranjak dari tempat tidurnya dan membuka jendela dengan perlahan.

 

 

Dan ketika jendela terbuka sempurna, terpampang jelaslah seorang Baekhyun yang tengah berdiri dengan badan basah kuyup.

 

 

Hyena tertegun. Ini benar-benar Baekhyun.

 

 

“Annyeong!”

 

 

 

Tbc

 

 

 

AN: halo readers. Makasih yang udah komen ff gaje ku ini. Maaf saat di part 2 gabisa bales atu-atu. Tapi aku udah baca semua komenannya kok.

 

Dan, bagaimana? Masih bingung? Aku udah berusaha buat ngejelasin cerita ini. Semoga saja udah jelas ya /?

 

 

Aku bakal ngelanjutin lebih cepat dari ini klo responnya banyak. Gamshamnida ^^

 

 

 

Iklan

27 pemikiran pada “Sprite Boyfriend (Chapter 3)

  1. waduh …. ini beneran si kai suka beneran ya? sehun kayaknya juga mulai merhatiin hyena !!!
    nasib nya baekhyun gimana ???
    ditunggu next chapternya thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s