Waiting… (Chapter 1)

Title           : Waiting…

Author        : Aul! (@NrlAuliaaDw)

MainCast     : Lee Gaeul (OC) | Byun Baekhyun

OtherCast    : Kang Heora (OC) | Min Jaehyun (OC)

Genre         : Sad | maybe little Romance.

Rating        : G

Length        : Lihatlah cuap-cuap Author dibawah nanti~ Kkaebsong~

Cr              : poster => Choiri@YooraArtDesign

Disclaimer    : 100% of the story is mine, Baekhyun belongs to god. Just  that, thanks!

waiting1

 

Waiting…

Aku ingin kau kembali melihatku,

Mengingatku…

Walaupun bukan rupaku yang dulu,

Hanya itu  alasan yang membuatku menunggumu..

Bahkan sampai akhir hayatku~

:깹송:

        Matahari telah terbit dari ufuk barat menggantikan bulan dan bintang yang semalaman menjaga bumi agar tetap terang. Sinarnya menembus celah kecil tirai apartemen yang membangunkan seorang perempuan penghuni kamar apatemen tersebut. Perempuan itu baru terbangun dari tidurnya dengan rambut yang menyebar kemana-mana sambil mengusap pelan matanya.

Kepalanya masih pening akibat kejadian kemarin malam, sebenarnya dia memang telah kebal dengan segala cemoohan tanpa harus meminum 8 botol besar wine, ini memang hal yang harus di tanggungnya apabila mengubah suatu ciptaan tuhan yang sempurna menjadi ciptaan pisau tajam dokter bedah.

Ponsel Gaeul bergetar, sebuah pesan masuk dari seseorang. Namanya.. Byun, ani ! BAEKHYUN SEONBAE MENGIRIMINYA PESAN! Apa yang harus Gaeul lakukan sekarang? Teriak? Itu pasti disambut omelan dari apartemen sebelah, Lompat? Tetangga yang ada di bawah kamar apartemen Gaeul sangatlah sensitive. Baiklah, yang jelas dia harus membaca pesan tersebut…

Lee Gaeul, hari ini akan ada pertemuan klub~~~

Kuharap kau datang tepat waktu seperti biasanya~~~

Baekhyun ><

Walau hanya 16 kata yang tercantum di pesan itu, tapi tetap saja ini rekor terbaik bagi seorang Lee Gaeul. Akhirnya, ia sama sekali tidak merasa rugi telah melakukan plasticsurgery dan penyedotan lemak berlebihan kalau balasannya adalah `Baekhyun Seonbae lebih peduli padaku!’

Lee Gaeul, dia memang memiliki wajah cantik dan tubuh yang langsing, tapi sayangnya semua itu hanyalah hasil sayatan pisau bedah dokter. Kecuali satu organ yaitu, matanya. Dia tidak ingin ujung terkecil pisau pun menyentuh area matanya, entah apa alasan Gaeul melakukan itu. Mungkin tanpa sebuah alasan yang masuk akal.

Jungwon High School

Suara alunan gitar yang merdu terdengar dari luar ruangan klub musik, hari ini mereka akan mengumumkan tentang perlombaan menyanyi duet maupun kwartet yang akan diadakan 3 hari lagi. Mengingat waktu yang sangat singkat mereka harus berlatih keras untuk mendapatkan gelar juara dan mengangkat kembali klub ini sebelum sekolah membubarkannya. Ya, selama 4 tahun klub ini dibangun belum sama sekali mendapatkan juara dalam lomba apapun, itu yang membuat klub ini semakin terpuruk di banding klub-klub lainnya.

Gaeul telah sampai kedepan pintu klub, sebelum membuka pintu –yang bisa saja dia sebut pintu neraka kalau saja tidak ada Baekhyun Seonbae disana­- perlahan dia menghembuskan napasnya, `Tenang Gaeul, kau disini untuk mengikuti kegiatan klub, bukan mencari keributan’ ucapnya sambil menghembuskan napas entah keberapakalinya.

Krekk..

Pintu terbuka sedikit membuat suara yang tidak enak di dengar, semua orang menoleh kearah Gaeul. Sungguh, Gaeul sangat ketakutan saat ini dan di perparah karena tidak ada tanda-tanda kehadiran Baekhyun Seonbae di dalam ruangan ini. Perlahan semua orang mengeluarkan smirk devilnya dan menatap Gaeul dengan tatapan berani-beraninya-dia-menginjakkan-kaki-plastiknya-disini.

Syukurlah, tuhan masih membiarkan Gaeul hidup dan melihat secara dekat wajah sempurna –tanpabantuandokterbedah- milik Baekhyun Seonbae, tiba-tiba saja seorang malaikat turun dari surga-Nya. BAEKHYUN SUNBAE DATANG MENYELAMATIKU!!!.

Annyeong, jeongmal mianhae atas keterlambatanku. Bukankah aku menyuruh kalian latihan lebih dulu?” tanya Baekhyun kerepotan dengan makanan yang ia bawa untuk para anggota Klub, dia memang malaikat. “Kami sudah mengadakan latihan, hanya saja manequin plastik tiba-tiba datang” kata seorang perempuan yang duduk di bangku piano. Gaeul tau, perempuan itu memang sangat membencinya.

“Apa yang kau bicarakan, eoh?, Ah! Neo! Kemari! Duduklah disitu dan kita mulai pembicaraannya” kata Baekhyun Seonbae pada Gaeul yang masih berdiri menatap Baekhyun dengan mata murninya. “Jangan menatapku seperti itu, aku tau seberapa tampannya diriku” ujarnya lagi. Dan disambut sorakan dari yang lainnya.

Baekhyun Seonbae menjelaskan tentang detail perlombaan untuk 3 hari lagi, raut wajah kecewa tampak di wajahnya manisnya, ah… wajahnya~ neomu kyeowo! Baekhyun Seonbae~ “Cah! Bagaimana kalau hari ini kita mulai bagi kelompoknya?” ujar Min Jaehyun dan menghancurkan lamunan Gaeul tentang Baekhyun Seonbae. “Assa!” ujar anggota lain. Tunggu! Apa yang mereka katakan tadi? Apa yang Gaeul lewatkan selama memandangi wajah Baekhyun Seonbae? Ayolah…

“Kau, kenapa kau masih duduk? Kau belum dapat pasangan, kan?” tanya Baekhyun Seonbae. No, Baekhyun Seonbae is very care of me! “I… itu, uhmm.. sebenarnya a..ku itu…” Gaeul bicara tidak karuan, jelas saja Baekhyun Seonbae menatap lekat mata Gaeul sekarang! “Wae geurae, hyeong?” tanya Min Jaehyun pada Baekhyun Seonbae. “Dia belum mempunyai pasangan” ujarnya singkat, padat dan –cukup- jelas

Jaehyun menatap sekilas objek yang Baekhyun maksud dan berbisik –lumayan lama- padanya, Baekhyun Seonbae hanya mengangguk dan tersenyum pada Gaeul –baik, Gaeul bisa mati suri sekarang-,

“Heoah, kau bergabung dengan Jaehyun menjadi kwartet saja ya! Aku akan menemani dia sebagai pasangan duet” ujar Baekhyun Seonbae pada Heora , orang yang paling membenci Gaeul, “Mwo?! Oppa! Kau mau berduet dengan manequin plastik itu dari pada aku? Micheosseoyo?” ucap Heora, yang diberi penekanan di kata `manequin plastik’. Sungguh lidah Heora memang terkenal tajam sejak Junior High School.

“Heora! Jaga ucapanmu!” bentak Baekhyun Seonbae. Gaeul hanya terdiam, mungkin hatinya sudah kebal dengan segala cemooh dan hinaan dari mulut Heora maupun anggota klub lainnya, tapi tidak dengan mata Gaeul. Air mata masih saja turun dari mata alami yang Gaeul miliki, Gaeul lari entah dia akan kembali lagi atau tidak. Toh , apabila dia tidak kembali tidak akan ada yang akan menanyakannya.

“Gaeulah chakkamman!!” Baekhyun Seonbae mengejar Gaeul, dia tidak tahu selama ini tentang konflik yang terjadi antara anggota klubnya dengan Gaeul. Bahkan dia baru tau kalau salah satu anggota klubnya melakukan operasi plastik, memang pemimpin yang tidak bertanggung jawab!

“Gaeulah chakkammanyo!! Lee Gaeul!” Baekhyun Seonbae berhenti setelah objek yang ia kejar masuk kedalam toilet wanita. Dia tidak mungkin masuk kedalam, kan? It’s too stupid! Baekhyun meremas rambutnya lalu mengacaknya, dia benar-benar frustasi karena perlakuan Heora pada Gaeul. Tidak seharusnya dia melakukan ini pada Gaeul. Memangnya seberapa hinanya seseorang dengan muka plastik hasil bedahan dokter.

Baekhyun mengingat apa yang Jaehyun bisikkan padanya tadi, ‘Semua orang di klub ini memang membencinya karena dia menjalani operasi plastik dan juga penyedotan lemak,’. Tapi itu memang benar, Gaeul seperti tidak menghargai ciptaan Tuhan yang lebih sempurna. Baekhyun berpikir keras dan pada akhirnya mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Dia mengetik pesan untuk Gaeul

Lee Gaeul, Calm your self and meet me in cafetaria after that!

Baekhyun ><

Baekhyun lalu pergi dari toilet itu menuju cafetaria yang ia maksud, dalam pikirannya dia masih mengingat sesuatu. Mata Gaeul, ia pernah melihat mata itu. Ia yakin betul tidak ada yang memiliki mata itu  selain… someone who maybe he forgetten~

:깹송:

Gaeul mengusap air matanya dan mencoba menetralkan suaranya kembali, ini akan menjadi rekor keduanya karena Baekhyun Seonbae mengajaknya pergi ke cafetaria yang mana biasanya sekitar jam ini cafetaria itu cendrung sepi dari khalayak umum. Gaeul berjalan perlahan menundukkan kepalanya hingga ia melihat sepasang kaki ada dihadapan matanya, dia tau pasti pemilik kaki jenjang ini. Kang Heora.

“Heo ah, Mwo haneun geoya?” tanya Gaeul, entah seberapa besar nyalinya saat ini, yang jelas dia sangat takjub

Mwo? Ah uri Gaeul sudah berani menantangku rupanya” ujarnya sinis.

“A..aku harus pergi” Gaeul bisa saja pergi kalau saja ponselnya tidak di rebut oleh Heora

Lee Gaeul, Calm your self and meet me in cafetaria after that! Wahh.. Daebak!!“ ucapan Heora terdengar er… sangat menakutkan. Heora mulai mengotak-atik ponsel Gaeul dan kemudian memberikannya pada Gaeul kembali.

Gaeul resmi membulatkan matanya yang masih setengah sembab melihat ponselnya yang bersih dari pesan Baekhyun Seonbae. Kini dia harus berubah! Dia tidak harus selalu diam apabila dirinya ditindas oleh Heora, ini pelanggaran Hak Asasi Manusia! Semua kesabaran Gaeul telah mencapai ambang batas, dia sudah lelah dengan Heora. “Baekhyun seems very care about you, tapi kau tak pantas menerimanya Lee Gaeul!” ucap Heora lagi.

“Oh i see, but i think you’re jealous of me!” Daebak! Ini pertama kalinya Gaeul dapat menjawab semua yang dikatakan Heora, wahai arwah yang sedang mendekam di tubuh Gaeul kali ini, dia benar-benar berterimakasih. Heora tampak sangat takjub dengan perubahan Gaeul, `awas kau Lee Gaeul!’

:깹송:

“Maaf membuatmu menunggu lama, Seonbae” kata Gaeul lalu menarik bangku yang akan dijadikan landasan duduknya, Baekhyun menatap Gaeul terheran. “Apakah menangis mengeluarkan banyak energi?” tanya Baekhyun polos, “Ah, of course not” jawab Gaeul, “Lalu, keringat di keningmu?” tanya Baekhyun lalu perlahan mengusap keringat di kening Gaeul. Dan pastinya, Gaeul terdiam dan membiarkan jantungnya yang bergerak.

“Seo..seonbae, sepertinya aku tidak bisa mengikuti lomba itu. Aku memang tidak pantas berduet denganmu ataupun yang lainnya, aku..” pidato mendadak yang di buat Gaeul diputus oleh Baekhyun, “Kau tidak perlu memanggilku Seonbae~ Kita seangkatan kan? Lagipula lomba itu tidak memandang pantas tidak pantasnya peserta lomba. Tapi bakat mereka” Baekhyun mulai menceramahi Gaeul. Sambil terus memandangi matanya, sama seperti Gaeul yang masih memandangi Baekhyun. Oops! Mata mereka bertemu sekarang, waktu seakan berhenti dan tidak membiarkan angin untuk mengganggu mereka.

“Ehmm. Sebenarnya aku mengajakmu kesini untuk meminta maaf atas perilaku yang di lakukan sepupuku, Heora memang sedikit sensitive” ujar Baekhyun Seonbae sambil tertawa, Ahh… neomu kyeopta><!! dia menghancurkan keheningan selama 15 menit 27 detik itu. “Aku sudah biasa dengan ucapannya, ini semua memang salahku Seonbae” Gaeul berbicara sambil tersenyum malu.

“Maaf menganggu privasimu, tapi apakah aku boleh tahu alasan mengapa kau menjalani operasi plastik?” Deg… Gaeul membulatkan matanya sempurna, Of course, the reason why i have plastic surgery because of you, Seonbae! “Karena masa laluku..” kata Gaeul, dan itu benar! Dia tidak berbohong! Tidak sama sekali. Karena masa lalunya dengan… Baekhyun Seonbae.

:깹송:

Author’s cuap-cuap :

Niatnya pengen bikin FF yang Oneshoot biar langsung selesai. But, karena FF ini –menurut author- kepanjangan, jadi niat itu pupus seketika dan memutuskan membuat Twoshoot deh Yehet~, mohon bantuannya buat kelanjutan FF ini dengan meninggalkan Komentar di Comment box!! Please,, Dan terakhir atas nama EXOFans Author ucapkan Happy 2nd Anniversary EXO!!! #2ndYearsWithEXO

Makasih banyak banget buat yang udah baca dan meninggalkan komentar, semoga di kebaikannya di balas dengan kebaikan lain… –aminn-. One more! Go Follow my Twitter @NrlAuliaaDw. Gomawo banyak banyak banget lagi…~~

Aul!><

 

Iklan

32 pemikiran pada “Waiting… (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s