Melody in Our Love (Chapter 8)

ediiitttlagii

[ TITLE ]

Melody In Our Love (Chapter 8)

[ Author ]

didoots

[ Length ]

Chapter

[ Genre ]

Romace, family, friendship

[ Rating ]

PG

[ Main cast ]

Park Yoori (OC)

Byun Baekhyun as baekhyun (EXO-K)

Kai as Kim Jong In (EXO-K)

Park Chanyeol as Chanyeol (EXO –K)

[ Support Cast ]

Find by yourself

[ Chapter ]

| 1| 2 |3| 4 | 5 | 6 | 7 |

 

Sorry for the typo! Namanya juga manusia tidak ada yang tidak mempunyai salah mohon dimaafkan, dan kesamaan tokoh atau alur cerita itu adalah hal yang tidak saya ketahui yang mengetahui hanya readers dan Tuhan.

FF ini sudah pernah dipublish, jika melihat FF ini ditempat lain itu bukan plagiator.

 

This Fanfiction Pour mine!

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!!!

 

 

 

– Happy Reading Guys! –

 

**

 

Yoori masih terlelap dalam alam mimpinya, tapi ponselnya telah berbunyi berkali-kali. Terdapat nama Baekhyun disana, dia tidak mengubrisnya, dia kembali terlelap lagi. Baru beberapa menit dia terlelap, ponselnya telah berbunyi kembali. Karena kesal akhirnya Yoori mengangkat ponselnya juga.

“yeoboseo..” sapa Yoori dengan masih terkantuk-kantuk.

“selamat pagi changiya, bangunlah sudah jam berapa ini? pagi ini kau berangkat bersamaku ne? Akan aku jemput jam 6 arrachi?” 

“ne,ne arrachi Oppa” jawab Yoori singkat. Baekhyun pun langsung mematikan panggilannya setelah mendapat jawaban dari Yoori.

Yoori membuka matanya perlahan, setelah itu dia tersenyum, baru pagi ini dia merasakan semangat dari orang lain, apalagi semangat itu diberikan oleh orang tersayang. Benar-benar seperti tegangan listik yang sangat dahsyat.

**

Yoori telah rapih dia menggunakan jepitan warna merah di rambutnya, hal itu menambah kemanisan wajahnya, sepatu cats nya yang berwarna merah telah terpasang rapih dikaki mungilnya. Dia baru ingat bahwa dia harus membuat sarapan untuk Baekhyun. Buru-buru dia kedapur, disana sudah berdiri Eommanya yang sedang sibuk memasak makanan pagi.

“pagi eomma..” sapanya riang.

“pagi sayang, tumben sekali kau sudah bangun, lalu apa yang membawa gadis kecil eomma ini kedapur?” tanya Eommanya binggung.

“aku hanya ingin memasak untuk aku bawa kesekolah eomma..”

“jeongmalyo? Tumben sekali…” Eomma Yoori hanya dapat menatap dengan aneh anak perempuannya yang tiba-tiba membuat makanan dipagi hari seperti ini.

“yasudah tidak penting eomma..” Yoori mulai mengeluarkan bahan makanan yang akan dia masak untuk Baekhyun. Eommanya hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak perempuannya itu.

Karena binggung, Yoori memutuskan membuatkan nasi goreng kimchi, Yoori bersenandung riang sambil memasak, Eommanya kini semakin menatap dengan aneh dan menganalisir apa yang sedang terjadi dengan putrinya ini. Masakan pun selesai, Yoori mengambil tempat makannya berwarna merah lalu menghias nasi goreng kimchi itu dengan hiasanan yang manis. Dia tersenyum puas melihat hasilnya ‘semoga Oppa menyukainya’.

**

Yoori sudah selesai makan, kini dia tinggal menunggu pesan dari Baekhyun untuk menyuruhnya kedepan. Dia telah beralasan pada Oppanya ingin berangkat bersama Mian. Jadi dia tidak perlu memikirkan Oppanya itu. Tapi sepertinya Chanyeol tahu Yoori berbohong, hanya saja Chanyeol lebih suka untuk diam karena dia tahu adiknya ini tengah bahagia. Jadi Chanyeol sudah berangkat terlebih dahulu sekitar 10 menit yang lalu.

From:Baekhyun

“aku sudah sampai”

Yoori tidak menjawab pesan Baekhyun tapi dia langsung berpamitan dengan kedua orang tuanya. Yoori keluar rumah dengan senyum yang sangat merekah, perasaaan nya sangatlah gembira. Baekhyun telah menunggunya di depan mobil dengan senyum menyambut.

“annyeong Oppa..” Sapa Yoori riang.

“annyeong Changi..” Baekhyun mendekat dan mengecup kening Yoori lembut. Sekarang Yoori sudah mulai terbiasa dengan sikap Baekhyun yang seperti ini. Baekhyun membukan pintu mobilnya selayaknya ajudan yang membukakan pintu mobilnya untuk sang tuan putri.

“kau bawa makanan untukku kan?” Ujar Baekhyun tiba-tiba tapi tetap fokus pada kegiatannya.

“ne, memangnya Oppa mau makan kapan?”

“hmm, sekarang jam berapa?”

“masih jam 6 kurang”

“baiklah kita makan sarapan dulu ne? Aku lapar..” Baekhyun tersenyum diakhir kalimat. Dan Yoori menganguk mengerti.

Baekhyun mengarahkann mobilnya di tepi taman dekat sekolah. Yoori langsung mengeluarkan makanannya dan memberikan makanannya ke Baekhyun tapi Baekhyun hanya melihatnya saja. Hal itu membuat Yoori menatap Baekhyun binggung.

“kenapa hanya dilihat saja.. makan Oppa ini sudah jam berapa” Yoori memberikan makananya ke arah Baekhyun.

“suapi aku..” Ucap Baekhyun manja.

“mwo? shirreo!” Jawab Yoori tegas.

“yasudah aku tidak akan makan, dan kita tidak akan kesekolah” ancam Baekhyun.

“aish Oppa, yasudah..” Yoori menyiapkan segala hal yang akan dia lakukan yaitu menyuapi bayi raksasa. Baekhyun pun sudah tidak sabar menerima suapan dari sendok dan makanan yang Yoori buat. Baekhyun sengaja bersikap seperti itu karna entah kenapa dia ingin sekali dimanja hari itu.

“buka mulut Oppa..” Baekhyun menurut lalu membuka mulutnya sambil tersenyum. Makanan pun habis Baekhyun langsung melajukan mobilnya dengan cepat. Untunglah jarak sekolah dan taman tidak begitu jauh.

Mereka telah turun dari mobil, Yoori berjalan mengekor di belakang Baekhyun. Yoori belum siap untuk berjalan berdampingan dengan Baekhyun atau lebih tepatnya belum siap mendapat gosip bersama Baekhyun. Langkah Baekhyun terhenti saat seorang mengelayut manja di lengan Baekhyun. Seperti sebuah daun kering yang di injak lalu hancur seperti sampah, Begitu lah kira-kira perasaan Yoori sekarang. Dengan cepat Yoori bejalan mendahului Baekhyun.

Kesal, marah , kecewa itu lah perasaan Yoori sekarang campur aduk seperti adonan kue. Kenapa Baekhyun tidak mengejarnya atau sekedar menjelaskan kejadian tadi. Yoori memasuki kelas dengan wajah yang sulit diartikan. Mian memperhatikan sikap Yoori yang aneh ini dengan menggelengkan kepalanya. Dia tidak berani untuk bertanya bisa-bisa dia akan dimakan hidup-hidup oleh Yoori.

**

Sudah 10 menit bel sekolah berbunyi dan sudah 10 menit juga Yoori berdiri didepan kelas Baekhyun. Tadi Baekhyun mengirim pesan kepada Yoori untuk menunggunya pulang karna ada pelajaran tambahan untuk kelas 3. Betapa bodohnya Yoori, jelas-jelas dia sedang marah dengan Baekhyun tetapi, kenapa dia masih saja menunggu Baekhyun. Yoori yang mulai bosan mulai melangkahkan kakinya menuju lapangan. Dia menaruh tasnya lalu mengambil bola basket yang tergeletak dibawah. Dia hanya mendrible bola atau mengshoot kedalam ring dengan asal karna Yoori bukanlah anggota basket atau orang yang jago dalam olahraga.

“hai” sapaan manis dari seorang Yeoja. Yoori langsung melemparkan senyum palsunya kepada Yeoja itu.

“sedang apa disini?” Tanya Mingi lagi.

“sedang menunggu Baekhyun Oppa” Yoori sengaja jujur agar Mingi merasa cemburu. Benar saja wajah Mingi yang tadi sedang tersenyum seketika berubah menjadi datar setelah mendegar pernyataan Yoori.

“oh, dulu waktu aku masih di jhs aku sering bermain basket bersama Bacon Oppa” Mingi mengambil bola yang dipegang oleh Yoori. Yoori menarik nafasnya lalu membuangnya pelan.

“lalu?” Tanya Yoori malas.

“aku sering bertaruhan jika aku menang Bacon Oppa akan mengendongku sampai rumah tapi jika aku yang kalah aku harus mencium pipinya sebanyak 2 kali” kini hati Yoori seperti di robek oleh pisau yang sudah berkarat. Sakit sekali, ‘apa penting kau menceritakan masalalumu bersama Baekhyun ku?’ Batinnya.

Yoori langsung memberikan senyumannya, terlihat sekali perbedaan senyumnnya. Kini dia memberikan Mingi senyum kemirisan hatinya. Yoori terdiam lama dia bergulat dengan pikirannya yang ingin sekali menampar pipi Mingi.

“hai gadis cantik..” suara Namja itu menghancurkan keheningan itu.

“hai Oppa” sapa Yoori dengan senyum yang merkah-rekah.

“hai juga Bacon Oppa” Yoori menatap Mingi sinis.

“kalian sedanga apa?” Tanya Baekhyun sambil menatap bergantian Yoori dan Mingi.

“aku sedang menceritakan kisah romantis kita dulu Oppa waktu masih dijhs. Apakah Oppa ingat dulu kita sering bertaruh jika kalah Oppa mengendongku tapi kalau aku yang kalah aku harus mencium Oppa?” Kata Mingi sambil tertawa kecil.

“ne, dan kau pasti selalu kalah..” jawab Baekhyun sambil tertawa lepas.

“ah, ani Oppa yang kalah buktinya selama seminggu aku selalu digendong saat pulang” Mingi mengerucutkan bibirnya karna merasa sepertinya Yoori adalah bayangan yang tidak terlihat dan dipedulikan.

“itu hanya berjalan satu minggu kan? Setelah itu aku yang menang” Baekhyun berkata dengan bangga.

Yoori kini tengah mengepalkan kedua tangannya. Kepalanya kini tengan mengeluarkan asap layaknya kereta api. Tingkat kemarahannya kini sudah dipuncaknya. Yoori kini bagaikan obat nyamuk, Baekhyun pun sepertinya lupa bahwa ada Yoori disampingnya. ‘bagaimana bisa mereka menceritakan hubungan romantis masa lalu mereka didepanku?’batinya berkecamuk.

“kalian sangat romantis ya.” Ujar Yoori dengan nada sinis. Mingi semakin mengembangkan senyumnya ‘dasar yeoja bodoh, gampang sekali kau ini dibuat cemburu’ Batin Mingi.

“Oppa, aku harus pulang aku akan pulang berasama Chanyeol Oppa. Lebih baik kau pulang bersama Mingi dan kembali mengenang masa lalu kalian” Yoori menekankan kalimat dibelakangnya lalu tersenyum miris.

Yoori berjalan mengambil tasnya  lalu meninggalkan pasangan masa lalu itu. Baekhyun hanya terdiam mematung dia berpikir sejenak. Saat Baekhyun sadar dengan kelakuannya Baekhyun langsung berlari tapi tangannya ditahan oleh Mingi. Dengan cepat Baekhyun menghempaskan tangan Mingi. Dengan sigap Mingi meraih pinggul Baekhyun lalu memeluknya erat.

“jangan pergi Oppa” pinta Mingi sambil menangis buaya.

“lepas!” teriak Baekhyun sambil mencoba melepas tangan Mingi yang seperti lem, susah untuk dilepas. Tapi Mingi malah menggengam tangan Baekhyun erat.

Yoori menjatuhkan tasnya saat melihat kejadian romatis dihadapannya. Yoori memang kembali untuk mengambil tas kecilnya yang tertinggal. Begitu terkejutnya dia melihat Mingi memeluk Baekhyun dan Baekhyun mengengam tangan Mingi erat.

Bunyi tas Yoori membuat Baekhyun sadar lalu melepas kasar tangan Mingi. Lalu dia menatap Mingi dengan tajam setajam silet. Yoori langsung megambil tasnya dan berlari secepat kilat,bagaikan air terjun yangmengalir air mata Yoori mengarir dengan derasnya. Dengan cepat dia mengapus air matanya itu.

“KAU PUAS?! APA MAKSUD DAN TUJUANMU?” Teriak Baekhyun dimuka Mingi. Tanganya dikepal untuk menahan emosinya.

“aku puas Bacon Oppa ku sayang ” Mingi menberikan smirk jahatnya kepada Baekhyun.

“dasar nappeun yeoja!” Baekhyun meninggalkan Mingi. Tanpa Baekhyun sadari Mingi tersenyum puas ‘Oppa, kau harus menjadi milikku lagi, bagaimanapun caranya’ Batin Mingi.

**

Yoori tengah berjalan dengan emosi yang tingkatnya sangat tinggi, dia sudah tidak kuat dengan semua ini, dia berjalan dengan air mata yang terus mengalir dan di tahan dari tadi saat bersama Mingi itu.

Baekhyun terngah berlari mencoba mengejar Yoori dengan hati yang bersalah. Saat matanya menemukan yeoja itu dengan lari seribu dia mencoba mengejarnya. Tanganya langsung menarik tangan Yoori.

“Yoori..” teriaknya sambil menarik tangan Yoori.

“wae?” Yoori berbicara tanpa menatap Baekhyun.

“dengarkan penjelasannku!” tegas Baekhyun.

Yoori membalikan tubuhnya lalu menatap Baekhyun dengan sendu. Kini hati Baekhyun seperti dicakar oleh seribu serigala. Tercabik-cabik sakit melihat yeojanya ini meneteskan air mata.

“aku lelah Oppa! Lebih baik kita jaga jarak untuk sementara ne? Kita jernihkan pikiran kita masing-masing” Yoori menghempaskan tangan Baekhyun layaknya sebuah kertas.

Baekhyun langsung terdiam mematung. Tubuhnya seperti ditahan oleh tali yang begitu banyak, akhirnya Baekhyun terjatuh dia berlutut dilantai lalu menunduk. Hatinya kini benar-benar hancur. Lalu sebuah air bening yang Baekhyun tahan dari tadi akhirnya menetes dengan lembut. Segera dia menghapusnya.

**

Sudah seharian Yoori dikamar, Yoori telah meninggalkan makan siangnya, dan makan malamnya. Entah perutnya terasa tidak lapar sama sekali. Yoori mengambil selembar tissue lalu menghapus air matanya. Dia kembali menugutuk dirinya sendiri karna menagisi Baekhyun.

“toktotktok” suara ketukan membuat Yoori memberhentikan kegiatannya lalu berpikir siapa orang yang sedang mengetuk pintunya.

“Yoori, makanlah!” Teriakan namja yang aku kenal.

“shireo!” Yoori segera mengambil tissue lalu menghapus lagi rintikan air matanya. Dan tidak menggubris perkataan Chanyeol. Diluar sana Chanyeol tengah berpikir kenapa adik kesayangannya ini, ‘aku harus bertanya pada Baekhyun’ batinnya.

**

Yoori POV

Sudah 2 minggu aku tidak bertegus sapa dengan Mr.Byun itu, sedikit rindu hm bukan sedikit lebih tepatnya aku sangat merindukannya. Setiap melihatnya dari kejauhan,atau bepapasan dengannya aku mencoba menghindarinya untunglah itu berhasil dan sahabatku Mian selalu membantuku untuk menghindari Baekhyun.

Hal yang membuatku binggung adalah selama 2 minggu ini Baekhyun tidak mengabariku, biasanya jika bertengkar dia masih memberikabar untukku, apakah dia lelah denganku? Atau mungkin dia kembali bersama Mingi, Yoori tersenyum miris.

Aku berjalan melewati koridor, aku ingin melihat papan pengumuman, saat aku berjalan dengan santainya mataku kini seperti ditarik dari luar terasa perih, ini pertama kalinya aku bertatap muka dengannya setelah kejadian itu. kini dia dihadapanku dengan keadaan sama deganku ‘diam’.

Hatiku sangat sesak sekarang, saat seseorang datang dan langsung bergelayut manja dengan Baekhyun, Mingi, ya yeoja itu Mingi, aku memberikan suggest pada otakku agar tidak menangis. Untunglah sahabatku ini sangatlah peka,dia seperti tau isi hatiku, lalu dia menariku keluar dari perkarangan yang menyedihkan itu.

Author POV

Setelah pergi dari hadapan Baekhyun, Yoori dengan cepat langsung mengeluarkan rintikan hujannya, lalu dia menghapusnya dengan kasar. Mian segera memeluknya erat sambil mengusap rambut Yoori lembut.

“jadi selama 2 minggu ini Baekhyun semakin dekat dengan Mingi.” Yoori berceloteh sesuka hatinya. Dan Mian hanya bisa menganggukan kepalanya.

“nappeun! Nappeun! Nappeun!” Yoori semakin menjadi-jadi air matanya kini sudah mengeluarkan begitu banyak liter air mata.

Mian segera mengajak Yoori kekelas agar Yoori merasa lebih tenang. Dikelas sudah ada Jongin dan Sehun yang sedang bersenda guraibersama, tawa mereka berhenti ketika melihat Yoori yang terisak sedih seperti itu. Jongin segera menghampiri karna khawatir melihat Yoori.

“neo gwenchanayo?” tanya Jongin khawatir.

“ne, kepalaku hanya pusing” jawab Yoori berbohong.

“mwo? kita pulang ne? Aku akan mengantarkanmu pulang” Yoori mengangguk, ya lebih baik Yoori pulang dari pada terus menangis disekolah, atau malah dia semakin sesak jika harus menahan air matanya itu.

Jongin langsung merangkul bahu Yoori, dan dan membawakan tas Yoori, kepala Yoori didalam dada Jongin, dan Jongin mengelusnya sesekali. Tapi kini ada sepasang mata yang memerah melihat keromantisan ini. Ya, Baekhyun baru saja keluar dari LAB IPA, dia dikejutkan oleh Jongin dan Yoori yang berpelukan itu. dia mencoba mengintip Yoori dari belakang, dia hanya memastikan apa yang mereka lakukan. saat sampai diparkiran dan motor Jongin melaju dengan kecepatan sedang, Baekhyun kembali kekelasnya dengan raut wajah yang tidak dapat diartikan lagi.

Selama pelajar berlangsung Baekyun hanya menatap sang guru dan papan tulis kosong, pikirannya dipenuh yeoja yang selama 2 minggu ini menduduki peringkat pertama di otaknya. Chanyeol hanya bisa menggelengkan kepalanya karna kelakuan 2 remaja ini.

Kali ini niatnya sudah bulat , dia akan kerumah Yoori untuk menjelaskan dan memberitahukan apa yang terjadi dengannya. Baru beberapa langkah menuju pintu mobil tangannya ditahan oleh Mingi. Yeoja ini seperti bisa membaca masa depan dia mencoba menghalangi Baekhyun yang ingin bertemu dengan Yoori.

“Oppa! Mau kemana?” Tanyanya.

“aku ingin kerumah D.O” jawabnya singkat.

“jeongmalyo? Aku ikut ne?”

“shireo!” Baekhyun langsung mengempaskan tangan kecil Mingi dan langsung memasuki mobilnya.

“Oppa kalau kau berani kerumah Yoori, kau akan tau akibatnya” ancamnya. Hal itu membuat Baekhyun berdiri kembali dan mengunci pintunya. Intinya Baekhyun langsung mengurungkan niatnya untuk keruma Yoori. Mingi tersenyum puas kepada robotnya itu.

**

Yoori sudah sampai rumah sekitar 2 jam yang lalu, dan dia masih menagis karna Baekhyun. Ingin rasanya dia memukul namja itu. ‘apakah karna aku telah berjanji seperti itu membuat dia bisa sesuka hati dengan yeoja lain, apakah aku sebegitu bodohnya?’ batinya. Yoori mengacak rambutnya frustasi.

Pulang sekolah Chanyeol langsung kekemar adiknya, iya ingin tahu ada masalah apa lagi dia dengan Baekhyun. Niatnya dia ingin bertanya kepada Baekhyun tapi melihat mukanya yang sedih seperti itu membuatnya tidak tega.

Dengan sigap Chanyeol membuka pintu kamar adiknya itu, hatinya sedikit miris melihat kelakuan adinya itu. kamarnya seperti tempat pembuangan sampah terakhir tissue bertebaran dimana-mana. Dia hanya menggelengkan kepalanya.

“ada apa?” Tanya Chanyeol yang kini sudah di sisi tempat tidur Yoori.

“Baekhyun jahat Oppa!” Yoori menatap Chanyeol dalam. Chanyeol semakin merasa miris melihat adiknya ini, matanya kini membengkak karna telalu lama menagis.

“jahat? Memangnya apa yang dia lakukan?” Tanya Chanyeol antusias.

“dia sepertinya kembali lagi bersama Mingi, si yeoja masalalunya Oppa” Yoori menghapus rintikan air matanya.

“mungkin mereka hanya teman Yoori, jangan berpikiran negatif seperti itu” Chanyeol mengelus lembut kepala adik kesayangannya itu.

“bagaimana aku tidak berpikiran negatif, sudah 2 minggu aku dan Baekhyun tidak tegur sapa, dan Mingi semakin lengket saja dengan Baekhyun dia bergelayut manja ditangan Baekhyun dan Oppa tau? Baekhyun hanya diam Oppa!” Yoori berbicara sambil terisak. Chanyeol semakin tidak tega, jadi dia berniat untuk tidak bertanya lagi.

“sudah-sudah, nanti Oppacoba cari tahu ne?” Chanyeol mengangkat tubuh adiknya untuk menatapnya lalu menariknya dalam pelukannya.

“lebih baik kau mandi, lalu makan Oppa tidak mau adik Oppa yang satu ini karena patah hati menjadi seperti orang bodoh yang hidupnya hancur karena cinta” sambungnya lagi.

“ne Oppa” Yoori mengangukan kepalanya di dalam dekapan Oppanya itu.

Chanyeol keluar kamar, dia masih menatap adiknya itu dengan kasian. ‘awas kau Baekhyun, sudah aku peringatkan jangan sakiti adikku tapi kau malah melakukannya!’ Batin Chanyeol.

Setelah selesai makan Chanyeol segera kekamarnya lalu berganti pakaian, dia segera mengambil kunci mobilnya lalu pergi ke taman dekat sekolah. Dengan kecepatan yang kencang Chanyeol pergi ke taman itu. setelah sampai Chanyeol langsung duduk di bangku taman itu.

Sudah beribu hentakan kaki Chanyeol lakukan tapi orang yang dia tunggu belum juga tiba. Tiba-tiba pundaknya dipegang oleh seseorang, dengan sigap Chanyeol menoleh kearahnya lalu menghepaskan sebuah pukulan yang keras tepat dipelipis pipinya.

“buk” begitulah bunyi hantaman tangan Chanyeol dengan pipi seseorang. Orang yang dipukul hanya diam dia tidak berkutik sama sekali.

“sudah aku peringatkan kau masih saja melakukan dasar BODOH!” Chanyeol menekankan kalimatnya yang terakhir.

“yak! Aku tidak bermaksud menyakiti Yoori” Jelas Baekhyun.

“kau tau miris melihatnya menangis tau! Kau ini namja berengsek!” Chanyeol kembali memberikan bogeman mentahnya di pipi Baekhyun.

“jangan dekati adikku lagi! dan jangan anggap aku sahabatmu lagi!” Chanyeol langsung pergi meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun POV

Setelah pulang sekolah tiba-tiba saja ponselku berdering disana terdapat nama sahabat terbaikku yaitu Park Chanyeol dengan cepat aku langsung mengangkatnya.

“yeoboseyo..”

“nanti jam 8 malam aku tunggu di taman dekat sekolah ada yang ingin aku bicarakan” Baekhyun sedikit binggung, nada bicara Chanyeol sangatlah menakutkan apakah dia sedang marah?

Saat jam sudah menunjukan ke angka delapan aku segera berisiap, aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang. Setelah sampai akumencoba mencari sosok sahabatku, dari kejauhan aku melihat dia sepertinya sedang emosi, apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Aku menyentuh bahu Chanyeol tidak lupa dengan senyumku, tapi saat dia menoleh kearahku sesuatu menghantam pipiku, sakit, ya itu sangat sakit. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya.

Pukulan demi pukulan aku terima aku tidak berniat untuk membalas atau menghentikannya, sepertinya aku mulai tau kemana arah pukulan ini, pasti karna Yoori.

“sudah aku peringatkan kau masih saja melakukan dasar BODOH!” katanya dan terlihat sangat berapi- api.

Aku mencoba menjelaskan kepadanya tapi rasanya mustahil jika dia akan percaya atau malah mendegarkanku.

“kau tau miris melihatnya menangis tau! Kau ini namja berengsek!” perkataanitu sukses membuatku teriris. Sudah keberapa kalinya aku membuatnya seperti itu, pukulan itu kembali datang, aku menahan rasa sakit itu,mungkin ini balas untukku yang telah membuat mu menangis Mianhae Yoori, pukulan ini sama sekali tidak terasa sakit,aku rela di pukul sampai mati, sampai mukaku ini hancur aku rela, karena ini memang balasan yang setimpal untuku.

“jangan dekati adikku lagi! dan jangan anggap aku sahabatmu lagi!” perkataan itu membuat mataku terbelalak hebat. Chanyeol sahabatku berbicara seperti itu, hal itu semakin membuatku sakit oh Tuhan, sudah cukup aku kehilangan Yoori apakah aku akan kehilangan sahabatku? Aku bangkit lalu duduk di bangku, aku mulai menatap langit tiba-tiba saja mataku meneteskan rintikan air mata. Bukan karna sakit akibat pukulan Chanyeol tapi hatiku sakit karna sahabatku berbicara seperti itu.

TBC………

Terimakasih untuk para readers yang telah membaca fanfiction ini, maaf jika masih banyak kekurangan jika masih banyak kekuarangan aku akan mencoba memperbaikinya. Sebagai readers yang baik, mohon tinggalkan jejak dengan memberikan komentar tentang fanfiction ini. jika kalian komentar disetiap fanfiction aku, berarti kalian sudah menyumbangkan 1 semangat untuk aku, dan berarti kalian menghargai jerihpayah aku yang membuatnya:3. Oh iya setiap komentar harus baik ya no bashing dan kalo bisa yang membangun^^. Terimakasih sudah mau mendengar celotehan aneh saya. Saranghaeyo chingudeul<3 kecup basah dari all member EXO:*

 

Iklan

22 pemikiran pada “Melody in Our Love (Chapter 8)

  1. Amven gilaa kere:(( eke juga miris baca nih ff huhu sedih sekali:(( thorr itu bekhyun kasian ya.. harusan canyol dengerin dlu gtu ya hadeuh:(( penasaran bnget deh next chapternyaaa!! hwaiting thorr(/^o^)/♡

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s