GEURAE WOLF!!! NAEGAWOLF!!(chapter 3)

 GEURAE WOLF!!! NAEGAWOLF!!(chapter 3)

 New Picture (27)

Author : @aauliawaw / hyemi jung

Title : geurae wolf! naega wolf!!

Main cast :

Kim hyun ji(as you)

EXO-M Kris

EXO-K Kai

EXO-K Sehun

EXO-M Luhan

Support cast :

Park ji neun (sahabat Hyun ji)

All members EXO

Genre         : Supranatural, fantasy,romance, School life,family

Length       : multichapter (tergantung readers sih sebenernya J)

Rating        : PG-16/17 (?)

Disclamire : Annyeong yeorobunnn.!! Semoga kalian suka dengan FF saya ini tepuk tangan pake kaki .. jujur ini ff pertama aku, dan aku terinspirasi banget sama EXO-WOLF,this is a favorite song.. hehehe. oke langsung aja deh daripada kelamaan. Maaf ya updatenya kelamaan dikarenakan beberapa alas an, aku memutuskan untuk menjadikan ff ini menjadi freelance.

Aku memang author baru yang masih amatiran, tapi ku harap kalian semua menyukai FF.ku ini , sekali lagi gomawo buat admin EXO FANFICTION yang sudah membantuku untuk mempublish FF.ku ini, dan pastinya untuk para readers tercinta ❤

Maaf ya sebelumnya bahasa yang kugunakan masih belum baik dan benar, ku harap dichapter ini sudah lebih baik dari sebelumnya, makasih buat para readers yang senantiasa memberiku saran yang membangun sekali..jjang!!

Hehehe mianhaeyo ya poster nya aku pake yang overdose, abisnya muncul ide untuk ngelanjutin ff ini gegara liat teaser pic. Overdose

Sebelumnya aku mau bilang aku pernah nge-publish FF ini di salah satu Blog fanfiction exo, tapi hanya chapter 1 saja dan tidak dilanjutkan. untuk chapter selanjutnya aku lanjutkan di sini dan juga blog peribadiku kaiaulia17.wordpress.com

Duh maaf kebanyakan bicara nih aku,, okay langsung aja ne…

WARNING : kissing scene and harsh talk-.-

                        I told you before read this fanfic

                             -enjoy-

Oke… cekidot.. don’t silent to read 🙂

Previously Chapter

dan akhirnya dia berhasil mengingat semuanya, mulai dari dia pulang berbelanja dari Myeongdong sampai seorang lelaki yang menggigit lehernya. Dia dapat melihat sebuah seringai terbentuk sempura pada bibir Luhan tapi terlambat semua terlanjur menjadi gelap seketika…

chapter 3 begin

————————————

Hyunji pov

“Ughhh.. apa yang terjadi padaku? Dimana ini?”

Ketika ku buka mataku, yang terlihat adalah sebuah ruangan serba putih lengkap dengan bau khasnya yang membuatku muak. Aku benci bau obat-obatan ini.

“Apakah ini ruang kesehatan disekolahku? Ughh.. sebenarnya ada apa dengan diriku akhir-akhir ini, kenapa aku sering sakit kepala lalu pingsan” kataku sambil mendengus kesal

Kusibakkan selimut yang menutupi tubuhku dan berusaha bangkit untuk meninggalkan tempat terkutuk ini (?) menurutku.

“Ugghh..” tiba-tiba pusing menyerang kepalaku lagi. Mau tak mau, dan suka tak suka kuurungkan niatku untuk meninggalkan tempat ini.

Kucoba bersandar sebentar diranjang yang bahkan lebih empuk dari ranjang dipanti asuhanku dulu,

“Ahh… Mengapa tiba-tiba aku jadi rindu tempat itu…hiks..”

tes..tess..

Tak terasa kristal bening itu meluncur bebas dari mataku, mengalir melewati lembah hidungku, menggantung seperti embun diujung rahangku, dan pada akhirnya jatuh bebas kepunggung tanganku.

“Seharusnya saat itu aku tak bersembunyi dan menyerahkan diriku pada mereka, dengan begitu semuanya tak akan seperti ini“ lirihku pelan.

Entah mengapa kejadian itu masih saja terus menghantuiku, kejadian yang setengah mati kulupakan, sampai sekarang hidupku bagaikan dikejar-kejar seseorang yang aku sendiri tak tahu bagaimana rupa wajahnya. Bagaikan hidup di dalam penjara yang kau sendiri tak tahu apa yang menahanmu disana, tak tahu apa sebenarnya tujuan mereka ingin menangkap dan memilikiku.

Kupenjamkan mataku mencoba untuk melupakan kejadian tentang masa laluku

“Ahh.. Seharusnya aku mengigat kembali kejadian sebelum aku akhirnya bisa terbaring lemas diruangan ini, bukannya memikirkan hal lain.” Gumamku

cklekk..

“Ohh.. kau sudah bangun? Tadi kau pingsan dan aku yang membawamu kesini”

Tiba-tiba terdengar suara pintu yang diikuti dengan suara khas namja mengintrupsiku. Namja itu tersenyum miring padaku, memang sekilas senyumannya itu terlihat manis tapi bila diperhatikan kembali, itu bukanlah senyuman, melainkan sebuah seringai khas yang terbentuk dibibir namja itu.

Aku bergidik ngeri ketika namja itu mendekat kearahku, seringai namja itu senantiasa masih bertengger dibibirnya. Namja itu terus memandangku intens.

Kau baik-baik saja?” Tanya namja itu padaku

‘Ahh rasanya aku pernah bertemu namja ini, tapi dimana ya?’

Aku hanya memasang  ekspresi seakan meminta penjelasan pada namja ini.

            “Kau mengenalku bukan? Baru beberapa menit lalu kita berjumpa kembali”

Seakan mengerti apa maksudku namja ini kembali mengeluarkan suara datarnya padaku. Aku mencoba mencerna kembali perkataannya.

“Berjumpa lagi?? Memangnya Kapan?” cicitku dengan suara kecil, takut-takut namja ini mendengarnya.

‘Tapi… oh tidak apa  yang dia lakukan?’

Bukannya menjawab pertanyaanku namja ini malah semakin mencondongkan tubuhnya ketubuhku, refleks ku mundurkan tubuhku hingga kepalaku terbentur empuknya bantal kapas dibawahku, terlebih lagi sekarang tangan kanan namja ini mengunci kedua lenganku.

‘Ohh tidak..!’

Keringat dingin pun bercucuran karena ulahnya sekarang ini.

‘Ah! Aku kenal dengan situasi seperti ini, sama seperti malam itu, saat seorang namja naik keranjangku dan —– tidakk.. jangan pikirkan itu lagi Hyunji.’

‘Ughh kenapa dia kuat sekali? Aku sama sekali tak bisa melepasnya.’

“Ahh.. Panas..!” Dan mengapa  tiba-tiba terasa panas, ketika tangannya menyentuh kulitku” batinku mencoba mencerna kejadian dihadapanku ini.

“Hyunji-ah.. Kenapa kau diam saja? Jawab aku, eumm? Jangan takut ne??” katanya lagi sambil memegangi daguku dengan tangan kirinya.

‘Cihh.. dia terlihat seperti pedhopile sekarang yang mencoba mengoda gadis seperti ku.. -.-‘

Selang empat detik berlalu.

‘Aku ingat siapa dia? Bukankah dia anak baru dari Beijing itu? Tapi siapa namanya ya?’

Persetan dengan namanya dia makin merapatkan tubuhnya padaku.

‘Apa yang harus aku lakukan? Seseorang tolong aku jebal…’

 

 

“Kk—kau m-mau ap-apa—?? Lu..luhan??“ jawabku terbata-bata.

Pada akhirnya sebuah nama itulah yang seakan terucap asal dari mulutku. Aku tak tahu kenapa tiba-tiba otakku memerintahkan ku untuk berucap seperti itu. Sambil menahan nafas karena wajah namja ini semakin dekat denganku. jantungku pun ikut bergemuruh kencang karena situasi ini.

‘Oh tidak..tidak..tidak mungkin jika orang lain melihat posisi ini… mereka akan mengira bahwa kami adalah pasangan yang sedang berciuman.. tidakkk!!!.. andwae..!!!’

“Senang akhirnya kau mengenaliku, honey..” suara namja ini seakan memecah pemikiranku terhadapnya. Seraya menampilkan senyuman maut (?) khas miliknya.

DEG..

‘Damn!! Honey?? Cih..’

Mengapa namja ini malah menampilkan senyuman angelic lagi. Oh ku akui ia memang mempesona apalagi pada jarak sedekat ini. Tapi, tunggu dulu….

Selang dua detik kemudian kesadaranku kembali , mataku melotot sempurna karena sekarang wajah luhan tepat berjarak lima centi didepan wajahku, ingat- TEPAT DIWAJAHKU!! Mana ada yang tahan jika dia seperti itu.. itu membuatku…arghh aku harus berteriak, dasar namja mesum!!

Satu detik…. Dua detik…tiga detik bersiap mengambil ancang-ancang untuk teriak dan—

AAAaaaa—mmmppphhhhh

Hyunji pov end

 

Tbc..

 

Hehehhehe.. bohong deng..

Lanjuttt…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kai Pov

“Ahh…leganya” huft..segera ku berjalan menuju wastafel yang hanya berjarak satu meter dari bilik toilet tempat aku berdiri sekarang.

Aku heran dengan diriku tadi, tak biasanya aku begitu benci dan marah bila ada yang mendekati Hyunji tapi kali ini berbeda. Luhan yang notabenenya murid baru bahkan langsung membuatku..eumm cemburu mungkin..? Ya, memang aku akui, aku memang menyukai Hyunji sejak awal, tapi kuurungkan niatku karena kita tidak mungkin bersatu.

 ada yang tidak beres dengan diri Luhan. Entah mengapa aku serasa mendidih dan tak bisa mengendalikan kekuatan juga nafsuku untuk membunuh setiap kali didekat Luhan, bahkan tadi mataku dan Sehun pun ikut berubah  menjadi semerah darah. Biasanya kami berubah dan tak terkendali seperti itu hanya jika klan kami merasa terancam dengan adanya musuh didekat kami  … tapi ini? Arghhh.. membuatku semakin bingung dan frustasi memikirkannya. Tapi apakah sehun juga mengalami hal yang sama sepertiku,? Ahh…Nanti harus kutanyakan padanya.

“Selain itu aura serigalaku juga mengatakan bahwa ada musuh yang sangat dekat denganku, tapi kenapa baunya bisa samar? Haruskah aku mencurigai Luhan itu sebagai musuh yang sekarang berada didekatku? Karena semenjak dia muncul aku mulai tak bisa mengendalikan diriku ini.“

Tapi sebenarnya apa yang salah padaku? Kemarin aku baru saja mengisi penuh energiku bersama yang lain. Tapi kali ini tak biasanya padahal yang kutahu indera penciumanku sangat tajam, jadi jika memang dia adalah musuh (re:bangsa serigala) lain seperti kami, aku bahkan bisa menciumnya dari jarak 1 km. Ini terlalu rumit untukku selesaikan sendiri, aku harus bercerita pada yang lain.

Kulangkahkan kakiku keluar toilet dan bermaksud untuk kembali ke kelas. Sesampainya di koridor perasaanku tiba-tiba tidak enak, seperti ada sesuatu yang mencurigakan diruang kesehatan. ya diruang kesehatan.

Deggg…. (jantungku serasa berhenti seketika)

‘Astaga…bukankah Hyunji berada diruang kesehatan karena tiba-tiba pingsan tadi?’

Secepat mungkin aku berlari berbalik arah menuju ke ruang kesehatan tempat Hyunji berada.

AAAaaaa—mmmppphhhhh” argghh..! Sialan itu suara teriakan Hyunji, kekhawatiranku makin memuncak seraya mendengar teriakan Hyunji yang berasal dari ruang kesehatan itu.

“Cihh ,.. arghh kenapa Kris sialan itu membuat peraturan agar tidak menggunakan kekuatan disekolah dan tempat umum sih.. persetan dengan aturan itu, Hyunji tunggu aku.” segeraku berteleportasi ke depan ruang kesehatan.

*ting (anggep aja itu suara kai yang berteleport-.-)

Jlebb…

“HYUN—-ji“ seketika mataku merah memanas dan tubuhku merasa lemas, seperti tak bertulang, kucoba mengerjapkan mataku berkali-kali seakan tak percaya dengan yang ku lihat sekarang ini.

Dimana posisi seorang namja yang berada seolah-olah diatas seorang yeoja yang ku ketahui itu Hyunji. Arghh… aku tak bisa menjelaskan ini dengan kata-kata.. intinya posisi mereka terlihat seperti.. err orang berciuman.

“Hyunji.. kenapa kau diam saja? Hhh.. kenapa tak coba melawan diperlakukan seperti itu? Apa kau menyukainya..eoh?” kataku membatin.

Sungguh kenapa terasa sesak dihati.. segera kutinggalkan tempat nista nan terkutuk yang merusak indera penglihatanku ini.  Ku tundukkan kepalaku dan berjalan dengan lesunya. Hatiku rasanya bagaikan ditusuk oleh tombak dari bagian depan sekaligus dari arah belakang. Hancur.. ketika melihat orang yang kau cintai telah direbut namja lain. #poorKai-.-v

Kai pov end

Hyunji pov

AAAaaaa—mmmppphhhhh” sialan si luhan ini, apa -apan dia membekap mulutku seenaknya… arghhh… lihat saja nanti kan ku balas kau dasar namja mesum!!

Jangan berteriak bodoh!! Diam atau benar-benar akan ku cium kau”

Deggg..

            Mataku melotot sempurna

APAAA? Ancaman macam apa itu, tak masuk akal sama sekali, kau pikir kau bisa menciumku? tak akan kubiarkan bibirmu itu mendarat dibibirku walau barang sekejap saja, lupakan saja hahaha, minggir kau aku tak sudi mendapat ciuman pertama darimu!”

ucapku dengan nada ketus dan penuh penekanan dibagian akhir ucapanku, biar saja, toh sikap namja ini memang sudah keterlaluan, kudorong sekuat tenaga tubuh namja ini.

“ughh.. minggir sana, atau kulaporkan kepihak sekolah karena sudah melakukan pelecahan”

 tatapanku dengan mata yang sama tajam dengan miliknya, akhirnya aku berhasil mendorongnya dia sedikit terhuyung kebelakang, tak menyia-yiakan waktu aku pun bergegas keluar dari ruangan ini. sekilas kulihat mata luhan berkilat yang menandakan dia marah padaku. Baguslah bila dia marah pasti dia akan melepaskanku.

Grepp—

Hyunji Pov end

——————

 

Luhan Pov

“sialan sekali gadis ini, berani sekali dia mengataiku, akan ku buat dia menyesal mengatakan itu.. ohh sungguh aku tak tahan lagi harus berlama-lama didepan manusia seperti ini, hasratku untuk membunuh gadis ini pun semakin tak terbendung lagi, tapi entah mengapa ada sebagian dari diriku yang melarangku untuk membunuhnya, lebih tepatnya ingin melindunginya dari genggaman werewolf lainnya”

“tenang luhan, kau harus menahannya, jangan gegabah dengan langsung membunuhnya. Kita buat mereka bersenang-senang dengan kita dahulu, baru laksanakan misi kita sebenarnya. Nak… kau harus balaskan dendamku ini pada mereka. Ingat itu nak.. ”

Tiba-tiba suara itu menyeruak dipikiranku, perkataan ayahku enambelas tahun lalu yang masih kuingat sampai sekarang.

“arghh apa yang harus aku lakukan sekarang!!! Membunuhnya?? Oh itu tidaklah mungkin, bagaimana kalau menciumnya?? “ pikirku asal saja

“bodoh kau luhan, bila kau menciumnya kau sama saja menyiksa dirimu dan gadis itu, kau sama saja melakukan pelanggaran fatal kaum werewolf yang tidak memperbolehkan satupun terikat dengan manusia . itu akan membuat kekuatanmu melemah walau hanya sekali melakukannya” runtukku sendiri

“sialannn.. brengsek memang peraturan itu… arghhhh aku tak peduli, entah kenapa aku sangat ingin merasakan bibir mungil Hyunji itu. Aku benar-benar tak peduli dengan resiko yang nanti akan terjadi.”

Aku kalap dengan semua pemikiran sampah itu, tanpa diproses oleh saraf sadar, aku menarik kembali tangan gadis itu dan—

Luhan Pov end

———

Hyunji Pov

“arghh.. mau apa kau lu—-it’s hurt stupid “

belum sempat kubalikan badanku, luhan yang sedari tadi diam tak bergeming ditempat, sudah terlebih dahulu menarik tanganku kuat dan dihempaskannya tubuhku kasar keranjang ruang kesehatan tempat aku terbaring tadi. Dia kembali memerangkapku dengan kedua tanganya. Tanpa babibu lagi dia langsung meraih daguku, lalu mencium dan melumat bibirku secara kasar.

Mataku sekarang benar-benar melotot sempurna, kedua bola mataku hampir saja terlepas dari tempatnya saking kagetnya

“Sumpahhh demi apapun…apakah ini nyata?? aku belum dapat mencerna hal ini..”

“but, ciuman ini tak seperti yang orang lain katakan, mereka berkata bila berciuman itu serasa ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik diperutmu dan membuatmu melayang, tapi ciuman luhan kali ini lebih terkesan kasar dan menuntut menurutku”

-zzzttttttzeeeellllttttttt…..(bunyi apa ini-.- aku sendiri bingung)

“Tunggu dulu, arghhh..panas.. entah menapa tubuhku tiba-tiba terasa terbakar dan sangat sakit secara bersamaan saat ini.. serasa ada api yang masuk ketubuhku melalui bibir luhan…”

sambil menahan panas ini tak terasa Kristal bening jatuh dari mataku

tes..tes.. lu… kumohon hentikannn..aku tak bisa bernafas bodoh ” batinku menjerit

Luhan tetap saja tak berhenti dan melanjutkan kegiatannya. Sekuat apapun aku berusaha memukul dadanya agar minta dilepaskan, ia tetap tak berhenti melumat kasar bibirku.

Lima detik berselang seakan mendengar jeritan hatiku, ia mulai menjauhkan wajahnya dariku, melepaskan bibirnya yang beberapa detik lalu masih menempel dibibirku. Memperpanjang jarak diantara kami ,pandangannya pun melembut dan tak seperti tadi. ia bernafas terengah-engah sama halnya sepertiku, berusaha mencoba meraup rakus oksigen yang ada, dan berkata—

mian Hyunji-ah.. “  katanya sambil mengusap lembut sudut bibirku yang membengkak dan berdarah akibat ulahnya tadi. Aku pun hanya meringis kecil menahan rasa perihnya.

kenapa Bibirku berdarah? Bagaimana bisa??? Apa aku terlalu shock tadi hingga tak menyadari kalau bibirku berdarah’

“tapi aku tidak akan pernah main-main dengan apa yang aku katakan. Ingat itu honey” ia kembali mencengkram daguku agak keras, aku meringis bergidik ngeri dengan perkataan serta perbuatan luhan barusan.

dua detik berlalu mataku secara tak sengaja bertemu dengan mata indah nan tajamnya..tubuhku kembali menegang dan mataku meremang saat melihatnya.

Hening untuk sepersekian detik , entah kenapa aku bisa melihat dan merasakannya, mata tajam yang mampu menghipnotis semua orang ini.

            semua orang yang melihat matanya saat ini mungkin akan berkeringat dingin, sama seperti halnya denganku, matanya tersirat begitu banyak dendam dan benci yang ia pendam, masa lalu yang kelam dan hancur, dan pernah dikhianati. aku bisa merasakan kepedihan yang sangat mendalam pada namja ini, dia sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian, juga tentunya cinta yang tulus dari seseorang.

Tatapan luhan melembut seketika, entah apa, tapi aku merasakan seringai yang tadi namja ini tampilkan perlahan berubah menjadi senyuman tulus nan mempesona, deg..

“kenapa..kenapa dia tersenyum seperti itu, aneh sekali. disatu sisi dia seperti orang yang benar-benar meyesali perbuatannya, tapi disisi lain dia lebih mirip seorang psikopat yang hendak menyiksa korbannya hanya dengan tatapan dan senyumnya.. Apa dia berkepribadian ganda?? ughh aku takkan tertipu lagi olehnya’ hal itulah yang berkecamuk terus dikepalaku ini “

Tapi kenapa begitu sesak rasanya dijantungku bagaikan diremas kuat melihatnya tersenyum seperti itu, seharusnya aku—-

“arghh…kepalaku” sial.. kenapa sakit sekali. “

sakit dikepalaku menyerang kembali, kupegangi rambutku sambil meremasnya frustasi berusaha meredakan rasa sakit yang mendera. Berbagai kejadian yang entah  kapan, dan dimana itu terjadi, mencoba menerobos masuk kedalam pikiranku, berlomba-lomba seakan ingin menjadi kejadian pertama yang kuingat.

Hyunji pov end

Author pov

Semua kejadian kejadian aneh itu terus berputar dikepala Hyunji, ia merasa semua kejadian itu tak asing lagi untuknya. Tapi entah mengapa ia tak ingat sedikitpun tentang kejadian itu.

 Disebuah ruangan yang tak terlalu besar tapi begitu hangat terlihat seorang bayi perempuan yang tengah digendong dilengan seorang perempuan paruh baya dengan sayangnya, ditimang-timang dengan penuh kasih sayang,seakan bayi mungil didekapannya adalah harta yang paling berharga dalam hidup perempuan paruh baya itu, Hyunji merasakan bahwa wanita paruh baya ini adalah ibu yang sangat sayang pada anaknya, yang rela menukarkan nyawanya untuk melindungi bayinya.

“Braakkk….” tiba-tiba suara pintu didobrak secara paksa dari luar .

Terlihat sosok manusia yang memiliki ekor seperti serigala masuk dan langsung berusaha merebut bayi mungil didekapan wanita paruh baya itu. Dikoyak dan dicakar tubuh wanita itu dengan kuku-kuku tajamnya, merasa terancam sang bayi hanya bisa menangis keras didekapan ibunya yang mungkin sudah tak bernyawa lagi. Sosok manusia serigala itu segera mengambil dan membawa serta sang bayi pergi jauh meninggalkan rumah itu..

———–

Seakan kembali disadarkan Hyunji terpelanjat membuka matanya, dadanya sesak, tubuhnya terkeringat dingin.

“huft.. ternyata hanya mimpi—huh”

 Hyunji mengela nafas seketika.Ia pun langsung lemas, sebelumnya dia tidak pernah mengalami mimpi seburuk itu sebelumnya. Tapi kali ini… sungguh aneh sekali.

Sekitar sepuluh detik kemudian Hyunji tersadar sepenuhnya dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Mengapa ia bisa berada dikamarnya, sementara bukanlah dia bersama luhan tadi diruang kesehatan dan—

blush .

seketika pipinya memerah sempurna mengingat kejadian yang tadi.

“apakah kejadian itu termasuk dalam mimpi atau nyata ya?? Mengapa rasanya begitu nyata saat aku merasakan bibir luhan” gumamnya dalam hati

“arghhh bisa bisanya aku berpikir begitu, tapi kalau itu nyata.?? oh tidak..!!!  my first kiss.ku direbut oleh orang yang bahkan tidak kukenal sama sekali.. arghhh” kata Hyunji sambil menjambak rambutnya frustasi.

Ting nong.. ting nong ..

Sebuah bel yang dipencet seketika membuyarkan pemikiran gadis itu, ia mengumpat kesal pada orang yang menggangu kegiatannya sekarang ini. Hyunji segera menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dan berjalan menuju pintu kamarnya,

Ting nong.. ting nong ..

“astaga.. ternyata ini sudah malam, siapa sih yang bertamu, tak mungkinlah itu kris oppa . Kalau itu kris oppa, pasti ia akan langsung masuk tanpa harus memencet bel… aishh.. nee.. jankkaman….tunggulah sebentar”

Hyunji berjalan dengan muka kesalnya dan menyumpahi serapah pada orang yang benar-benar mengganggunya ini. Hyunji berhenti sebentar didepan cermin besar yang berada disamping pintu masuk, bermaksud untuk merapihkan penampilan dirinya.

“ehh.. aneh, kenapa aku masih pakai seragam sekolah?? Padahal aku kan tidak pernah lupa untuk mengganti pakaian sebelum naik ketempat tidur”

Tak peduli lagi dengan apa yang ia pakai sekarang, ia lebih memikirkan seseorang yang terus saja memencet bel apartemennya seperti orang kesetanan sejak tadi. telinga gadis ini bisa tuli bila orang ini tak segera dihentikan (?)

Tanpa melihat intercom, Hyunji langsung membuka pintu apartemennya dan kaget ketika mengetahui siapa orang yang bertamu keapartemennya malam-malam begini…sama halnya seperti Hyunji, mulut tamu ini terbuka sempurna seakan tak percaya bila Hyunji yang membukakan pintu untuk mereka.

“ Kai.. Sehun.?? Untuk apa kalian malam-malam kesini? Bukannya aku mengusir tapi bukankah kalian tahu batasan waktu orang bertamu ?? dan bukankah ini sudah lewat jam bertamu”

Hyunji menyerbu kai dan sehun yang sedari tadi masih bengong didepan pintu dengan pertanyaan beruntun itu. Merasa pertanyaannya tak direspon oleh kedua tamu yang tak diundangnya ini Hyunji. Tapi sebelum Hyunji berniat untuk menutup kembali pintu apartemennya dan menyuruh mereka datang lain kali. Suara khas namja terdengar memecah keheningan diantara mereka.

“ Hyunjii.. kris ada? Kami ada perlu dengannya” Tanya Kai pada Hyunji

“eoh??? Kyaa.. kalian mengenal kris oppa?? Bagaimana bisa?? Sementara dia sendiri seperti tak punya kenalan dan—“ bukannya menjawab, Hyunji malah bertanya balik pada kai dan sehhun

“ dia.. diaa..umm.. teman kami sejak kecil, bukankah begitu kai?” kali ini sehun memotong perbicaraan Hyunji sambil menyengol lengan kai pelan.

“ahh iya.. dia teman kami. Kami hanya berbeda 5tahun, jadi tak sulit menyesuaikan diri untuk bermain dengannya..hehehe” jawab kai dengan tergagap

“kalian terlihat mencurigakan..” hyunji memicingkan matanya

“ cih.. aku saja tak tahu kris oppa sudah pulang atau belum. Aku saja baru mengalami sesuatu yang aneh saat luhan—upss mian” Hyunji jadi salah tingkah dan hampir saja Hyunji keceplosan dengan perkataannya tadi.

“luhan?? Anak baru itu kan? Ah benar tadi pagi saat kau pingsan dia yang mengantarmu ke ruang kesehatan” jawab sehun dengan entengnya/?/

Kai membuang mukanya kesamping dan menghela nafas berat. Sebenarnya dia sudah melupakan dan meyakinkan pada dirinya sendiri bahwa itu hanyalah khayalannya saja, kejadian tadi siang yang membuatnya hancur..

“kenapa sehun malah membicarakannya sih… cih.. bikin moodku hilang begitu saja, sebenarnya aku belum menceritakan kejadian nista tadi siang tyang ak sengaja terlihat olehku pada sehun. dan itu langsung merusak saraf di indera penglihatanku” jawab kai membatin

Sehun yang seakan mengerti perubahan sikap kai setelah mendengar nama luhan secara tak sengaja tersebut dalam perbincangan mereka tiba-tiba saja mengganti topic pembicaraan

“Hyunji kau tak menyuruh kami masuk, udara disini jadi lumayan panas” jawab sehun yang langsung melenggang masuk seenaknya tanpa dipersilahkan masuk terlebih dahulu oleh sang pemiliknya, lalu disusul kai dibelakangnya.

“kyaaaa!!!!! Oh sehun.. Kim Jongin apa yang kau lakukan.. kenapa masuk begitu saja, inikan rumahku, dasar tak tahu sopan santun” omel Hyunji yang seakan dibiarkan sebagai angin lalu saja oleh dua mahkluk yang sekarang sudah duduk diatas empuknya sofa.

“kyaaa… kalian, apa kata tetangga nanti bila aku membawa pria kedalam apartemenku, cepat kalian pulang sana… duhhh kenapa berat sekali sih kalian.. eughh.. cepat keluar. Aku tak mau para tetangga perpikiran buruk terhadapku nantinya!!” seru Hyunji sambil menarik lengan kai dan sehun, percuma saja,tarikan Hyunji dianggap mereka berdua sebagai tarikan seekor semut yang sekarat.

Merasa tak ada gunanya Hyunji seperti itu, ia berinisiatif untuk menelepon kris yang sekarang hyunji pun tak tahu dia sudah pulang kerja apa belum

“yeobeoseyo… ada apa hyunji, tak biasanya kau meneleponku?” terdengar suara kris disebrang sana.

“ oppa, ada dua orang yang tak kukenal datang kemari mencarimu, mereka sih teman sekelasku, tapi apakah kau mengenal mereka? Namanya kai dan sehun?” jawab hyunji dengan malasnya menyebut dua bedebah itu.

“APAAA—mereka datang kerumah.. cihh.. untuk apa mereka kerumah hyunji? Yasudah buatkan minum dulu untuk mereka, bilang pada mereka aku akan tiba disana 15menit lagi” kris pun memutus sambungannya secara sepihak.

Hyunji hanya menghela nafas berat dan kembali ke ruang tengah tempat dua bedebah itu berada.

“ kalian mau minum apa? Kris oppa akan tiba 15 menit lagi katanya”

“bagaimana kalau sekaleng bir? “ jawab sehun asal

“ kyaaa!!! Neo micheoseo??? Kau kira ini bar apa!! Dasar gila” umpat hyunji seraya melemparkan bantal sofa ke wajah sehun.

“ hahahaha.. dia hanya bercanda hyunji, bagaimana kalau juice saja?? Itu kelihatannya lebih segar” sergah kai sebelum emosi hyunji meningkat akibat ulah sahabatnya sehun.

“baiklah, dan khusus untukmu oh sehun, akan kuberi obat pencernaan biar kau tahu rasa.. hahahahha” kata hyunji sambil tertawa ,seraya berlari menuju dapur.

“KYAAA!! Jika kau berani memberiku obat itu, jangan harap kau bisa berjalan hingga besok hyunji!!!-,- ” teriak sehun kesal, yang hanya dihadiahi gelengan kepala oleh kai yang berada disampingnya.

“sudahlah hun.. dia tidak benar-benar akan menaruh obat itu kok, ia hanya bercanda, jangan dianggap seriuslah, sudahlah aku ingin ketoilet dulu” balas kai mencoba meredakan aura perang dirumah ini akibat sehunvshyunji

“cihh.. dasar kau kai.. kebiasaan bolak-balik ketoilet –mu masih saja tak bisa hilang” umpat sehun dengan muka kesalnya. Kai kai hanya tersenyum kecil menanggapi ejekan sahabatnya itu.

Kai yang tak sengaja melewati dapur ketika ingin ketoilet, ia melihat hyunji yang sedang kesusahan mengambil gelas diatas lemari. Senyum dibibirnya pun melebar. Kai menghampiri hyunji bermaksud untuk membantunya, tapi ketika selangkah lagi mencapai hyunji kai dikagetkan dengan suara ledakan tepat di sudut ruangan yang membuatnya kaget setengah mati, sama halnya dengan hyunji. Ia pun reflex berjongkok dan tanpa hyunji sadari gelas- gelas diatas lemari berjatuhan ingin menimpa dirinya.

Kai dengan sigap berlari menghampiri hyunji, membawa hyunji kedalam pelukan tererat yang tak pernah ia berikan pada siapapun.

*tingg..

Sepersekian detik tubuh mereka berdua menghilang begitu saja entah kemana. Kai sendiri tak yakin ia membawa tubuhnya dan hyunji,  yang penting hyunji selamat. Ya ..dan untuk kedua kalinya dia berteleport demi hyunji-nya.

TBC…

Finally had done…..yehett!!! kkaebsong—ohorat!!

3.4k buat this chap . Duh #elapkeringet. Mian banget ya updatenya lama, ada sedikit alasan klasik yang mengganggu sedikit kelanjutan ff ini, ya benar yaitu tugas sekolah. Karena kemarin banyak libur, jadinya tugas juga numpuk huft-.- *kok jadi curhat.. hehehehe mian ne

Sekali lagi makasih banyak banget buat readers yang udah komen.. aku terharu loh sampe segitu komennya.. untuk author baru sepertiku itu sebuah kehormatan dapat komen segitu hehehehe*lebay-.-

Satu lagi nih.. makasih ya buat Dini dan Putri temen sekelasku yang udah mau bantuin ngedit segala macem tanda baca+ bahasa yang masih kurang.. makasih ya saranghaeyo chingu ❤ saranghaeyo readers ❤

bila Kalau kalian mau Tanya tentang kelanjutannya bisa mention ke @aauliawaw gomawo udah mau baca ff abal-abalku ini 🙂 . satu lagi kalau misalnya kalian masih bingung tentang id comment.ku yaitu kaiaulia17, makasih 🙂

Sampai ketemu di chapter selanjutnya—salam xoxo author :*

43 pemikiran pada “GEURAE WOLF!!! NAEGAWOLF!!(chapter 3)

  1. Author maaf ne baru comment di chaptert ini 😦 Ff ini bener2 keren lo thor jadi next chap nya jangan lama2 ne ??

  2. Kya! Luhan punya dendam ama siapa? Ama hyunji? And ko hyunji bisa ada di kamarnya bknnya tdi masih di uks yah…?
    Kai suka ama hyunji? Ckckck… Cinta segitiga…
    ko bisa ada ledakan sihh?
    And kai bawa hyunji kemana tuhh?
    Next! Keep writing!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s