Locker Boy – Chapter 1

image

Judul                            : Locker Boy – Chapter 1

Author                         :  Rezita Alfira

Genre                          : Fluff, Romance, Cute, Marriage Life(nanti), Comedy.

Length                         : Chaptered

Casts                            : Sehun (EXO-K) – Chorong (Apink)

Other Cast                   : EXO-K members, Kim Serin(OC//Kai’s Yeodongsaeng)

Rating                          : PG-13

Credit Poster: by Haruru98 – http://cafeposterart.wordpress.com

Langsung aja ya readers, hehe, aku sudah mempersiapkan pidato ku di akhir hehehe, jangan lupa RCL! Kamsahamnida*bow*

:Locker Boy:

Siang hari yang lumayan sejuk di Hanseok University. Begitu juga dengan 6 orang pria yang tengah menyantap makanan mereka di salah satu meja di kantin kampus mereka tersebut. Terjadi beberapa topik pembicaraan di antara mereka, ada juga yang sedang berebut makanan, menyelesaikan tugas dari dosen, dan lain lain. 6 orang pria itu adalah, Suho, Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, Kai dan Sehun.

“Suho! Ayolah, kau harus men-traktir ku makan jajangmyeon lagi. Ayolah pinjamkan kami black card milikmu itu. atau uang kertas juga boleh, kekeke” ujar seorang namja berkulit agak gelap dari yang lainnya, dia adalah, Kai.

“Di otakmu selalu saja masalah makanan, atau uang, wanita dan yang lain lain, eishh, lebih baik kau menyelesaikan tugas dari Yoon Songsaenim” ceramah Kyungsoo yang disertai oleh anggukan dari Suho, dan juga tawaan dari yang lainnya.

“Tapi beralih tentang kkamjong, Sehun-aah, kau masih juga mendapat coklat dari secret admirer-mu?” pertanyaan dari Suho yang dijawab oleh anggukan santai dari Sehun.

“Hmm, aku masih mendapatkannya, bahkan setiap hari. Aku penasaran siapa pengirimnya.”

“Aku juga ingin mempunyai secret admirer dan mendapat coklat setiap hari” ujar Baekhyun sambil menyantap tteobokki nya dengan sedikit kasar.

“Bagaimana mau mempunyai secret admirer, kau itu masih bocah, badanmu saja mungil, hahahahaha” gelak tawa pun terdengar setelah ujaran dari Chanyeol terlontar, beda dengan Baekhyun yang malah memukul kepala Chanyeol dengan sendok.

“Yak!”

“Kajja kembali ke kelas, 15 menit lagi kelas Yoon Songsaenim dimulai” ajakan dari Kyungsoo mendapat anggukan mantap dari yang lainnya.

“Eh, aku lupa mengambil binder-ku di loker, kalian duluan saja, aku menyusul” Sehun pun lebih dulu meninggalkan kantin daripada yang lain.

Berjalan sedikit tergesa menuju lokernya, bagaimana bisa ia lupa memasukkan binder nya ke dalam tas. Sehun berjalan di koridor yang kini penuh dengan mahasiswa yang entah sibuk mengerjakan aktifitas mereka.

“Gotcha! Kajja kita ke kelas” Sehun menutup lokernya, tapi…

Grek.. Sehun membuka lokernya lagi setelah beberapa detik yang lalu ia menutupnya, seperti ada yang janggal. Ah bukan janggal..

Sehun menarik sudut bibirnya, tersenyum, ia lagi lagi menemukan sebatang coklat di dalam lokernya, sebatang coklat yang ditempel oleh sticknotes bertuliskan Semoga hari mu menyenangkan, tuan Oh.

“Ayolah, ini sudah coklat yang ke 25. Bisakah dia menunjukkan dirinya? Eish aku bisa frustasi kalau begini terus, gomawo uri secret admirer.” Gumam Sehun sendiri setelah mengambil coklat yang ada di lokernya. Kembali menutup lokernya dan berjalan santai menuju kelas.

Tanpa Sehun sadari, ada dua bola mata yang sedari tadi memperhatikannya. Tidak jauh dari loker Sehun berada, dua pasang mata itu terus memperhatikannya, ikut tersenyum juga. Pemilik dua pasang mata yang indah itu adalah, Park Chorong. Ya, Chorong adalah orang yang selalu menaruh sebatang coklat secara diam diam di loker Sehun, tepatnya sebatang coklat yang bertempelkan sticknotes.

“Astaga! Kim Serin, kau mengejutkanku!”

“Ayolah Chorong, mau sampai kapan kau menghabiskan uang jajanmu untuk membeli sebatang coklat dan secara diam diam menaruhnya di loker Sehun sunbae? Haaaah aku sendiri yang frustasi.” Chorong tertawa mendengar omelan dari sahabatnya itu. Kim Serin, yeodongsaeng dari Kai.

“Uangku yang habis kan? Bukan uangmu? Wleee hahahaha. Hei, jangan pernah bilang ini ke Oppa-mu eoh?”

“Tapi ada syaratnya agar aku tidak membocorkan rahasiamu ke Kai Oppa, kekeke” devil smile milik Serin pun kini terpampang jelas di wajahnya.

“Aniya, kau ini selalu saja minta disogok”

“Kai Oppa dan Sehun sunbae kan sangat dekat….jadi kalau aku berita…”

“Andwae andwae!!!! Yasudah, kau ingin aku sogok apa?” Serin tertawa mendengar persetujuan dari Chorong, lebih tepatnya tertawa puas, sementara Chorong hanya memasang wajah datar.

“Buatkan aku cover makalah untuk tugas dari Lee Songsaenim, eoh? Jebal…”

“Bocah ini, yasudah aku akan membuatkannya untukmu. Hanya itu eoh?” Chorong menggeleng gelengkan kepalanya mendengar permintaan sahabatnya itu.

“Yeay!!!!! Chorongie Jjang! Kajja kita kembali ke kelas.” Chorong dan Serin pun berjalan kembali menuju kelas mereka, sesekali tertawa terhadap apa yang mereka perbincangkan. Serin dan Chorong memang sahabat yang sampai kapanpun tidak akan terpisahkan, sampai kapanpun.

:—:

Seorang wanita paruh baya sedang duduk di salah satu coffe shop di pusat kota, tepatnya di daerah Gangnam. Duduk sendiri, dan sekarang, wanita itu baru saja mematikan panggilan di ponselnya. Menyeruput sedikit Caramel Machiatto yang ia pesan beberapa menit yang lalu.

“MinEun! Astagaa, aku rindu sekali padamu.”

“Kalau begitu kita sama hahaha, aku juga rindu sekali padamu, pertemuan terakhir kita sekitar 3 bulan yang lalu ya? apakabar Gyumin-aah?”

Jung MinEun dan Hwang Gyumin, dua wanita paruh baya yang sekarang tengah mengobrol, pertemuan mereka ini memang sudah di rencanakan. Jung MinEun adalah eomma dari Park Chorong, ya, gadis yang menaruh sepenuh hatinya kepada namja bernama Sehun, tapi tanpa ada yang mengetahui, Hwang Gyumin adalah eomma dari Sehun.

Artinya, eomma dari Chorong dan eomma dari Sehun, sudah lama berteman dekat. Eomma Sehun dan Eomma Chorong adalah teman seperjuangan dari masa masa mereka muda dulu, dari masa duduk di bangku SMA sampai ke jenjang terakhir kelulusan di Universitas.

“Sehun dan Aira bagaimana kabarnya? Mereka baik baik saja eoh?”

“Kabar mereka baik, tapi belakangan ini, yeodongsaeng Sehun, Aira, sedang sibuk untuk ujian masuk ke SMA. Bagaimana dengan Chorong? Ngomong-ngomong, usia Chorong dan Sehun sama kan?” nyonya Jung menggelengkan kepalanya pelan dan tertawa kecil.

“Chorong itu lebih muda 1 tahun dibanding Sehun, dan aku juga baru sadar kalau mereka berada di satu kampus yang sama,hahaha, Chorong juga berkabar baik.”

Nyonya Jung dan nyonya Hwang terlarut dalam obrolan mereka masing masing, sesekali membahas bagaimana masa masa SMA dan Kuliah mereka sewaktu dulu, sampai pada akhirnya, mereka benar benar membicarakan satu topik yang sangat penting.

Yang memang sudah di rencanakan oleh nyonya Jung dan nyonya Hwang di pertemuan mereka kali ini.

“Tapi kau yakin ini akan berhasil?” pertanyaan dari eomma Chorong berhasil membuat nyonya Hwang tertawa.

“Ayolah, aku yakin mereka akan saling menyukai satu sama lain, lagipula, hatiku memang benar benar sudah diambil oleh sikap baik dan ramah Chorong.”

“Sama seperti eomma nya eoh?”

“Sepertinya kau terlalu berharap aku mengatakan seperti itu, hahaha”

“Yasudah, bukankah lebih cepat dipertemukan lebih baik? Menurutku, makan malam bersama esok hari sudah menjadi waktu yang pas untuk Chorong dan Sehun bertemu.” Nyonya hwang mengangguk setuju mendengar ujaran dari nyonya Jung.

“Baiklah aku akan sampaikan ke Sehun nanti, kau juga jangan lupa menyampaikannya pada Chorong eoh?”

“Keurrae, aku akan sampaikan, aku harap,misi kita menjodohkan Sehun dan Chorong untuk menikah berhasil”

:—:

Bel berdering, membuat seluruh penghuni di kampus itu, lebih tepatnya di gedung jurusan Art&Design ,mendengar nya. Bel yang menandakan semua mata kuliah sudahlah usai, sekarang hanya saatnya untuk semua mahasiswa dan mahasiswi kembali ke rumah mereka masing masing.

“Chorong! Antarkan aku ke tempat Kai oppa dan teman temannya berkumpul eoh? Aku hari ini harus pulang bersama dengannya, menyebalkan.” Ujar Serin sambil terus membereskan bukunya yang masih berserak di atas meja.

“Sehun sunbae…”

“Tenang, ia pasti bersama dengan oppa ku dan teman oppa ku yang lain.” Chorong tersenyum lebar mendengar ucapan dari sahabatnya itu.

“Kekeke….yasudah, kalau begitu kita kesana sekarang!! Kajja!” chorong antusias menarik pergelangan tangan Serin, yang ditarik hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja melihat tingkah Chorong.

Serin dan Chorong pun melangkahkan kaki mereka menuju tempat biasa para sunbae berkumpul, tempat itu berada di lantai 3, sementara kelas mereka berada di lantai 2. Lumayan jauh untuk kesana, tapi Serin harus  tetap kesana, karena mau tidak mau, ia harus pulang dengan oppa-nya, Kai.

Lantai 3 adalah kelas para sunbae dan di lantai itu juga mereka sering berkumpul, mungkin sedikit aneh jika melihat ada adik kelas mereka yang datang ke lantai 3. Menjadi sorot pandang mata itu tidak enak. Sama sekali, tidak enak.

“Di lantai ini banyak sekali para sunbae berkeliaran, aku jadi agak canggung.” Serin setuju dengan perkataan yang baru saja Chorong lontarkan. Serin dan Chorong sesekali menundukkan sedikit kepala mereka kepada para sunbae yang sedang melewati lorong lantai 3 itu.

Sampai pada saatnya, Chorong dan Serin sampai di depan tempat biasa Kai dan yang lain berkumpul. Disana sepertinya sedang ada sesuatu, sangat ramai. Benar benar sangat ramai, rasa canggung yang melanda Chorong dan Serin pun semakin menjadi jadi.

“Haruskah kita kesana? Lihatlah, segerombolan para sunbae tepat di depan mata kita, Oppa-mu juga tidak terlihat.”

“Tapi aku yakin dia ada didalam gerombolan itu, dasar kkamjong. Tapi Chrongie, aku harus kesana, aku tidak bisa pulang naik bis sore ini” Chorong tersenyum tipis mendengar ujaran Serin.

“Baiklah, ayo kita kesana.” Chorong dengan yakin menarik tangan Serin. Mereka berhasil sedikit demi sedikit menerobos gerombolan ramai para sunbae mereka itu. tapi kaki Chorong dan Serin terhenti saat ada kata kata yang janggal terdengar di telinga mereka.

“Terima! Ayolah Sehun! terima pernyataan cinta dari HanGyul dan berkencan lah! Hahahaha”

“Ayolah Sehun!”

“HanGyul, sabarlah menunggu jawaban dari Sehun, ayo Sehun!! cepatlah jawab perasaannya!”

Terdengar jelas kata kata itu di telinga Serin dan Chorong. Serin memalingkah wajahnya ke arah wajah Chorong yang kini diam membeku di tengah tengah kerumunan para sunbae mereka itu.

Tiba tiba seseorang tersadar akan adanya adik kelas mereka di tengah kerumunan itu, serempak, semua pandang mata tertuju pada Serin dan Chorong. Semua orang, semuanya melihat ke arah Serin dan Chorong. Tapi berbeda dengan Serin dan Chorong yang melihat pemandangan yang berbeda.

Ternyata, penyebab kerumunan ramai itu adalah 2 orang yang kini tepat berada di depan mata Serin dan Chorong, yaitu,Oh Sehun dan Yoon HanGyul. Disekeliling Sehun dan HanGyul, berdiri 5 orang namja yang sangat Serin kenal, Suho, Baekhyun, Chanyeol, Kai –oppa Serin-, dan Kyungsoo.

HanGyul, yang notabene nya adalah sunbae dari Serin dan Chorong, kini posisinya telah menggenggam pergelangan tangan Sehun. yang di genggam hanya memasang wajah tidak mengerti dan tidak tahu.

“Ah, jeosonghamnida…aku kesini untuk mencari oppa-ku, hehe…dan temanku hanya menemaniku saja.” Serin menyikut lengan Chorong yang masih diam membeku dihadapan banyak orang itu.

“Iya, dia yeodongsaeng-ku, aku akan pulang bersamanya, Serin kemarilah” Kai melambaikan tangannya kepada Serin, menyuruh Serin untuk menghampirinya, tapi Serin masih terpaku pada tatapan Chorong. Chorong masih membeku menatap lengan Sehun yang sekarang sedang di genggam oleh HanGyul, sunbae nya itu.

Sementara tatapan Sehun juga tertuju pada gadis yang berada di samping Serin, yaitu Chorong. Sehun tampak bingung dengan arti tatapan Chorong padanya sedari tadi.

“Chorong, kau..” tiba tiba Chorong tersadar dari lamunannya yang mengejutkan Serin.

“Serin-aah, aku kembali duluan eoh? Sunbae, aku permisi, sekali lagi maaf, permisi…” Serin membungkukkan badannya dan berlari cepat meninggalkan Serin bersama para sunbae nya yang lain. Sementara Serin, Serin menghampiri Kai yang sedang duduk di samping Sehun dan HanGyul.

“Sehun, terima aku eoh? Ya? jebal..” Serin menautkan kedua alisnya melihat tingkah menjijikan dari HanGyul, sunbae nya itu, malah sekarang, HanGyul jadi merajalela memeluk utuh lengan Sehun.

Tatapan Serin sama dengan tatapan Baekhyun, Kai, Suho, Kyungsoo, dan Chanyeol. Sepertinya 5 orang namja itu juga merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan dan dilihat Serin, menjijikan.

“Ah…” Sehun melepaskan pelukan HanGyul di depan semua orang

Mian HanGyul-ssi, aku..err…harus segera pul..”

Kajja Sehun-aah, katanya kau ingin bertanding fifa denganku di apartment Suho, kajja.” Ajak Chanyeol. Ujaran yang Chanyeol lontarkan membuat semua orang yang ada di depan Sehun menautkan alisnya.

Chanyeol hanya ingin membantu Sehun pergi dari gadis gila itu, sebenarnya, tidak ada rencana bermain ps bersama di apartment Suho. Sehun menyunggingkan senyum kecilnya.

“Ah ne, kajja .” Sehun sekarang sudah tidak lagi dirangkul lengannya oleh HanGyul. Chanyeol dan Sehun pun berjalan meninggalkan kerumunan orang orang itu, termasuk meninggalkan HanGyul disitu, yang tengah menghentak hentakkan kakinya karena kesal ditinggal Sehun.

Baekhyun, Suho, Kai, dan Kyungsoo pun tidak lama setelah itu mengikuti jejak jalan Chanyeol dan Sehun, menuju tempat parkir mobil mereka masing masing.

Gomawo, uri happy virus” Sehun menepuk nepuk pundak Chanyeol setelah mengatakan kalimatnya itu. Chanyeol hanya mengangguk sambil menyegir.

“Woah, Chanyeol sunbae! Kau benar benar bisa mencari alasan.” Perkataan Serin yang polos membuat ke 5 orang  namja itu tertawa, termasuk Kai juga ikut tertawa mendengar ujaran dari yeodongsaeng-nya itu.

Sementara Baekhyun yang tidak tertawa hanya memilih untuk memasang wajah datar.

“Yak! Hahahaha, Byun Baekhyun, kau iri denganku eoh? Aku baru saja di puji oleh Serin.” Perkataan Chanyeol mampu membuat Baekhyun membulatkan matanya, sementara yang lainnya hanya menahan tawa.

“M..mwo? eishh Chanyeol sunbae, kau ini terlalu serius untuk bercanda.” Serin menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal, beberapa detik kemudian, pipinya yang mulai merona pun dapat terlihat.

“Selesaikan dulu mata kuliah mu oleh Jung Songsaenim, baru kau boleh dekati adikku” selesai Kai berbicara seperti itu, Kai langsung mendapat jitakan keras dari Baekhyun.

“Ya Kim Jongin, kau kira tugas mu sudah selesai?” dan sekarang giliran Kyungsoo yang meledek namja berkulit gelap itu.

Sementara yang lainnya beradu percakapan, Baekhyun dan Serin hanya diam, memandang satu sama lain, tapi secara diam diam. Sesekali mata mereka bertemu, dan itu membuat keduanya benar benar canggung, bahkan sangat canggung.

Yang selama ini diketahui, hati Baekhyun memang sudah diambil oleh adik sahabatnya itu, Kim Serin. Entahlah, Baekhyun malu untuk menyampaikannya.

:—:

“Chorong-aah, bisa turun ke bawah sebentar? Eomma ingin meminta bantuanmu..”

Chorong yang mendengar teriakkan eomma-nya itu dari lantai bawah langsung membuka pintu kamarnya dan berjalan gontai ke lantai bawah. Malas. Itu yang Chorong rasakan saat ini karena tadi. Ya, Tadi, Saat Chorong melihat adegan ‘Sehun dan HanGyul’

“Kenapa eomma?”

“Tolong pergi ke supermarket di pertigaan jalan Gangnam, eomma butuh 1kg telur dan 2 bungkus tepung terigu untuk membuat kue.” Chorong menautkan kedua alisnya mendengar perkataan eomma-nya itu.

“Kue? Ayolah eomma, appa, eomma dan aku kan sama sekali tidak suka yang namanya makanan berbau manis dan lengket.” Chorong menggeleng gelengkan kepalanya.

“Siapa bilang ini untukmu, besok malam eomma akan membawa kue ini ke acara makan malam bersama. Ah iya, kau besok harus ikut ke acara makan malam bersama dengan teman eomma eoh?”

“Nugu?”

“Ah kau banyak tanya sekali, cepatlah belikan pesanan eomma.” Chorong mengangguk mendengar perintah dari eomma-nya itu.

Chorong menenteng kantung belanjaannya dari supermarket beberapa menit yang lalu, seperti pesanan eomma-nya, 1kg telur dan 2 bungkus tepung terigu kini sudah ada di kantung yang di tenteng Chorong.

Chorong menikmati udara sejuk di sore hari ini, Chorong melewati taman kota yang tidak jauh dari supermarket tempat ia belanja tadi. Sesekali Chorong teringat oleh kejadian tadi siang yang ia lihat, seketika saat itu juga, hati Chorong terasa berdenyut sakit.

Lamunan Chorong tersadar karena sesuatu hal..

“Gukk….guk…gukk..”

“Woaah, neomu kyeopta. Hei anjing mungil, dimana pemilikmu? Kau hilang dari tangannya eoh?” Chorong berjongkok sambil mengelus-elus bulu anjing berwarna krem itu.

“Hei, namamu seperti nama pria yang aku sukai…OSH. kau sangat lucu, Osh. Hehehe.” Kini Chorong memangku anjing mungil itu di pangkuannya, sambil duduk di bangku taman. Nama anjing itu adalah OSH, sama seperti nama Sehun, pikir Chorong.

“OSH!” teriakan seseorang dari seberang sana mampu mengangkat wajah Chorong dan berniat untuk mengetahui siapa pemilik suara itu. tiba tiba, Chorong membulatkan matanya. Ia kenal pria itu, pria yang tengah berlari ke arahnya.

“Ah, annyeonghaseyo…” Chorong berdiri dari duduknya dan sedikit membungkuk kepada…ya, Sehun.

“Eh? Iyaiya. Annyeonghaseyo. Sebelumnya terimakasih telah menangkap anjing peliharaanku, kau…temannya Serin kan?” kini Sehun mengambil anjing peliharaannya dari tangan Chorong.

“Ne..aku teman dari Serin.” Sehun duduk di samping Chorong di bangku taman itu. Chorong kaget dengan perlakuan Sehun sekarang. Bagaimana bisa dia duduk bersampingan dengan seorang namja yang sangat ia sukai?

“Kau mau ini? Terimalah, tanda terimakasih ku karena kau menemukan anjing nakal ini.” Chorong lagi lagi membulatkan matanya, Sehun memberinya coklat. Lebih tepatnya, coklat yang selama ini Chorong berikan pada Sehun secara diam diam.

“Kau membelinya?” Sehun menggelengkan kepalanya.

“Aku selalu dapat coklat ini di dalam lokerku.”

“Apa kau tidak pernah memakannya?” Sehun menautkan kedua alisnya mendengar pertanyaan dari Chorong yang membuatnya kebingungan.

“Maksudmu..?”

“Aniya, maaf sunbae, aku harus pulang terlebih dahulu, permisi…” Sehun lebih bingung lagi sekarang melihat tingkah Chorong. Sehun hanya ingin berterimakasih kepada Chorong tapi sikapnya malah begitu.

Chorong menendang nendang batu kerikil di sepanjang perjalanannya kembali ke rumah. Jadi, Sehun sunbae tidak pernah memakan coklat pemberianku? Kau bodoh Chorong, seharusnya kau jujur saja padanya terhadap perasaanmu. Batin Chorong berkata seperti itu.

:—:

Pagi ini Chorong terlihat tidak semangat untuk belajar di kampusnya, benar benar tidak semangat. Tapi Chorong tetap akan memberikan coklat pada Sehun secara diam diam. Hanya itulah satu satunya cara yang membuat Chorong bisa melihat senyuman Sehun.

Sekarang tepat pukul hjam 6 pagi. Di gedung kampus Art&Design masih sangat sepi, mungkin baru ada 6 sampai 10 orang murid. Tapi tetap saja, sepi. Apalagi di lorong tempat penyimpanan loker.

Chorong berjalan ke arah loker Sehun dengan mata sendu dan langkah yang sedikit di seret, ia benar benar malas.

Grek…Chorong membuka loker Sehun yang tidak pernah dikunci sama sekali, dengan catatan, semua loker milik mahasiswa dan mahasiswi di kampus ini memang tidak pernah dikunci.

Chorong menaruh satu batang coklat dengan sticknotes berwarna hijau muda bertuliskan isi pesan Chorong seperti biasanya. Setelah itu, Chorong tutup kembali loker milik…

“Kenapa tidak memberikannya langsung kepadaku, Chorong-ssi?” Chorong membulatkan matanya dan sekejap langsung berbalik ke arah belakang. Dan itu suara…Oh Sehun.

….TBC…

Halo semuanya! Bagaimana dengan chapter 1-nya? Aduh mudah mudahan suka ya, lanjut atau enggaknya tergantung kalian kok, seriusan deh. Oh iya, aku udah banyak post ff disini, kalian ada yang pernah baca ff judulnya ‘True Story’ ? atau ‘Untill Now’ ? hahaha itu karyaku juga, dan yang lain masih ada tapi yang lain jelek seriusan hahaha.

Perkenalkan, aku Rezita, aku author 99 liner. Siapa yang seumuran sama aku? Aku itu sebenernya lebih bagus bikin ff oneshoot daripada chapter, soalnya aku udah pernah bikin ff chapter tapi gagal semua. Kali ini dengan dukungan poster yang menurutku imut(hahaha) dan perbaikan kata yang menurutku sudah sesuai, aku harap kalian bisa menikmati fiksi ini.

Yaudah deh, sepertinya itu dulu, maaf ya kalau ini tidak sesuai dengan teaser nya hehehe, bagaimana chap selanjutnya? Lanjut atau enggak? Makanya kasih komentar ya! hehehe, jeongmal kamsahamnida, readers-nim^^

Iklan

106 pemikiran pada “Locker Boy – Chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s