Phobia (Chapter 7)

Title: Phobia (Chapter 7)

Author: Kim Ria

Genre: Romance(?),School life,Friendship

Length: Multi Chapter

Ratting: 13+
Main Cast: Jung Ga In | Woon Jin Ah | EXO (K&M) | Oh Yoo Hyun

 

Akhirnya 10 menit Gain dan Sehun telah duduk manis di bus, akhirnya sampai juga ke tujuannya. Mereka turun, Sehun membuka payungnya saat di luar.

“ Apa rumahmu jauh dari sini?” Tanya Sehun sambil membantu Gain turun dari bus. Gain menggeleng.

“Di sana… Ada pertigaan lalu belok saja ke kiri..” Jawab Gain.Sehun mengangguk mengerti.

Mereka mulai melangkahkan kakinya, diantara mereka tak ada yang mengajak berbicara.Hanya helaan nafas atau Gain yang mengeletuk gigi-giginya karena masih kedinginan.

–***–

(Rumah Gain)

Gain menunjuk rumahnya. Yang terlihat mencolok dari rumah yang lain karena rumahnya yang besar. Gain dan Sehun melangkah masuk karena memang gerbangnya sedang terbuka.

“Sehun, ayo kita masuk. “ Ajak Gain. Sehun menggeleng. “Gwaechana, bibi Choi pasti mengijinkan namja masuk. Jika itu memang temanku… “ Lanjut Gain. Sehun tak menjawab lalu membalikkan badannya untuk segera pulang. Gain dengan cepat meraih tangan kiri Sehun lalu menariknya ke dalam.

“Kau sudah berjanji untuk menjadi tiangku untuk bersandar.. Turuti aku!”Ucap Gain sambil menarik Sehun ke dalam rumahnya.Ia menarik lengan Sehun dengan susah payah karena Sehun tak kunjung bergerak mengikutinya.

“Akkhh.. Ya! Apa tiang yang kau maksud pelayanmu eoh?!”Tanya Sehun karena tidak terima dengan pernyataan Gain. Gain menoleh sedikit ke arah Sehun dan menjulurkan lidahnya. Sehun agak terkejut karena sikap Gain seperti lebih santai dan hangat dengannya di bandingkan tadi.Dan tingkahnya benar-benar mirip anak kecil. Dia benar-benar aneh, sebelumnya ia terlihat malu-malu.. Sekarang? Apa dia memang hanya bisa dekat dengan orang tertentu saja? Pikir Sehun.

Gain menyuruh Sehun untuk duduk sementara Gain mengganti pakaiannya yang basah. Sehun hanya diam dan menuruti Gain. Saat Gain sudah melangkah pergi, Sehun membuka ponselnya.Ia menulis pesan ke JinA untuk menanyakan bagaimana sifat Gain, karena sepertinya ia perlu untuk mengetahuinya.

Trriingg…

Suara dering ponsel Sehun yang artinya pesan masuk.

‘Sebelumnya selamat untukmu \(^o^)/, kau bisa di terima Gain dengan sekejap.. Gain orang yang memang susah di dekati jika ia tak tertarik dengan orang itu, Gain orang yang baik, dia hangat dan jika kau bisa sedekat denganku kau akan tahu jika dia punya jiwa kekanak-kanakan dan perlu bimbingan,..Kau harus dewasa jika menghadapi Gain… ya, aku harap kau benar-benar mau menjadi penggantiku untuk Gain…Jaga dia, J

Sehun menggaruk kepalanya yang tak gatal itu, sepertinya ia benar-benar harus belajar banyak tentang Gain. Dan juga harus benar-benar menjaganya terlebih jika hari itu hujan.

“Ternyata dia menyusahkan…” Gumam Sehun sambil menatap ponselnya itu.

“Mianhae, lama menunggu ini.. Ada coklat panas, silahkan tuan menikmati…”Seorang pelayan datang dan membawa secangkir coklat panas, ia menunduk dengan sopan dengan Sehun lalu berlalu. Sehun hanya tersenyum melihatnya, apalagi ada secangkir coklat panas yang akan menghangatkan tubuhnya. Sehun mengambil cengkir itu dan perlahan meneguk coklat panas itu.Lalu meletakkannya kembali.

Gain berjalan ber jingkat-jingkat saat hampir dekat dengan Sehun. Gain sedikit melompat kecil saat duduk di samping Sehun dan membuatnya terlonjak dengan kelakuan Gain itu.

“Kau, mau berkeliling? Akan kutunjukkan ruangan-ruangan kesukaanku. Kau mau?”Tawar Gain. Sehun menoleh lalu menghela nafas sebentar.

“Hhhhhh….. Apa aku tak boleh pulang?” Jawab Sehun kemudian. Gain memutar bola matanya lalu bangkit sama sekali tak menjawab pertanyaan Sehun. Gain menarik lengan Sehun dan Sehun hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Gain.

–***–

Gain mengajak Sehun berkeliling rumahnya, dan menjelaskan satu per satu. Dari ruangan perpustakaan sampai kebun rumah kacanya. Gain terlihat semangat dan Sehun hanya diam mendengarkannya.

Selama 1 jam Gain mengajak Sehun berkeliling di dalam rumah, ia mengajak untuk kek kebun rumah kacanya yang terletak di halaman belakang rumahnya.

–***–

(Rumah kaca)

Sehun memandang semua tanaman yang ada di sana dengan takjub. Gain punya semuanya dan begitu terlihat sempurna. Dan rumah kaca ini, penuh dengan tanaman dan berawarna-warni. Aroma bunga yang menyerbak menghapus aroma hujan yang ada di luar.Rumah kaca ini begitu indah.

“Wuaa.. Kau hebat, hidupmu sempurna.. Pasti menyenangkan kan?” Takjub Sehun tanpa menoleh ke arah Gain dan terus memperhatikan bunga-bunga dan pohon-pohon kecil yang ada di sana.

“Begitukah? Sempurna katamu, bagiku sama sekali tidak.. Apa gunanya aku punya semua tapi tak pernah ku bagi.. Aku itu seorang yang penakut dan pemalu,.. Kau pasti tahu itu.”Timpal Gain sambil memetik salah satu bunga dan menciumnya.Sehun menoleh ke arah Gain saat mendengar Gain tadi. Benar, aku lupa itu. Ucap Sehun dalam hati.

Gain dengan cepat memetik bunga-bunga dan beberapa daun lalu membuatnya menjadi mahkota. Gain membuat 2 buah, yang 1 lebih banyak bunga dari daunnya dan 1 lagi sebaliknya. Setelah selesai, Gain mengenakan dengan bunga yang lebih mendominasi di bandingkan daun. Gain berlari ke arah Sehun dan sedikit melompat untuk meletakkan mahkota buatannya ke atas ke kepalanya.

“Aaa.. Apa ini?” Tanya Sehun sambil berbalik badan dan mengambil mahkotanya, karena ia sangat risih ada bunga di kepalanya. Cepat-cepat Gain menarik tangan Sehun ke bawah mengisyaratkan untuk tidak di ambilnya.

“Pakai saja dulu, dulu aku juga melakukannya ke JinA eonni… Saat aku mulai akrab dengannya…” Kata Gain. Sehun mengerutkan keningnya dan menatap Gain dengan heran.

“Maksudmu?” tanya Sehun tak mengerti.

“Maksudku? Itu penobatanmu karena kau sebagai oppa ku sselain JinA eonni…” jawab Gain sambil menunduk hormat. Lalu mengangkat tubuhnya kembali dan tersenyum. Sehun membelakkan matanya saat melihat tingkah Gain, Apa oppa??? Batin Sehun.

“Tingkahmu benar-benar kenak-kanakan, dan kau akan memanggilku oppa. ….. Oppa? Kau akan memanggilku seperti itu?” tanya Sehun dengan nada sedikit ngeri. Gain hanya mengangguk sambil terkekeh.Sehun menghapus tatapan anehnya dan menyunginggkan senyum kecilnya saat mlihat Gain.. Tiba-tiba saja Sehun teringat kalimat pesan JinA tadi, dia punya jiwa kekanak-kanakan dan perlu bimbingan,..Kau harus dewasa jika menghadapi Gain, membimbing? Artinya menjadi kakakkan? Hhhh… Benar-benar,… Batin Sehun. Sehun menarik nafas panjang, lalu mengangguk dengan pasrah. Gain tersenyum senang, ia benar-benar mendapat pengganti sementara JinA. Pengganti..Sementara? Apa sementara? Tak bisa lebih lama? Pikir Sehun sambil menundukkan kepalanya dan menatap tanaman-tanaman hijau itu.Ia lalu mengalihkan pandangannya lagi, kini ia tengah memperhatikan Gain.

Sehun terpaku saat Gain tersenyum senang, ia begitu terlihat manis, cantik dan imut. Aaa.. Apa?? Ani,ani,ani.. Sehun menggeleng-gelengan kepalanya sebelum ia terhanyut lebih jauh lagi. Dia benar-benar ragu dengan penglihatannya sekarang, saat Gain tersenyum seperti itu rasanya matanya tak ingin berpaling dan hatinya terasa meleleh begitu saja seperti tadi saat ia sedang di bus.

Gain mengalihkan pandangannya dan mendekat ke arah bunga lily ungu kesukaannya. Mata Sehun mengikuti gerakan Gian pergi. Sehun tersenyum kecil saat melihat Gain yang tegah mencium satu per satu bunga lilynya. Mungkin aku bisa menerimanya sebagai adikku.Batin Sehun.Sehun melangkahkan kakinya untuk menikmati kebun Gain ini.

Gluduk..Gluduk…Gluduk….

Kini suara gemuruh petir mulai terdengar di telinga Gain dan Sehun. Sehun terlihat biasa saja, ia masih menikmati tanamannya.Berbeda jauh dengan Gain, ia menghentikan langkahnya dan teridam membatu. Jebal..Jebal.. Jebal.. Jangan sekarang…Jebal..Jebal.. Gain terus berharap agar petirnya tidak menyambar sekarang.. Suhu tubuhnya mulai naik,setes demi setetes keringat mulai membasahi dirinya. Ia sangat takut dan khawatir sekarang. Sehun melangkahkan kakinya lagi dan melihat ke luar dari balik kaca. Hujan masih turun dan selimut awan hitam masih beratahan di langit sana. Gemuruh petir juga mulai terdengar.

Gluduk..Gluduk..Gluduk…

Gemuruh petir kembali terdengar, Sehun terdiam sejenak.Petir…. Ah! Gain!!Sehun teringat dengan Gain yang phobia dengan petir. Sehun menoleh ke arah Gain, terlihat Gain tengah berlari kecil ke arahnya.

Glegar!!!

Petirpun menyambar dengan sangat keras, Gain langsung memeluk erat tubuh besar Sehun sambil menenggelamkan kepalanya karena sangat takut.Gain sama sekali tak berani mengangkat kepalanya.

“Oppa…Aku takut.” Kata Gain lirih.

“Gwaechana.. Aku di sini..”ucap Sehun menenangkan Gain.Aroma bunga dari mahkota milik Gain, menyerbak ke hidung Sehun.Sehun mencoba melihat kepala Gain. Gain masih menunduk belum menampakkan wajahnya. Dia setakut itukah? Pikir Sehun. Sehun melonggarkan tangannya dan mengangkat paksa kepala Gain. “Aku sudah bilang untuk tidak takut… Buka matamu.” ucap Sehun lagi. Gain membuka satu matanya lalu membuka yang satunya lagi. Terlihat di wajahnya jika pipinya telah matang karena Sehun berada sangat dekat dengannya sama seperti saat di atap sekolah waktu itu, dan membuatnya gugup. “Kau masih takut?” tanya Sehun sedikit cemas dengan keadaan Gain.

Gain hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis lalu melepas pelukannya. Gain berbalik badan entah kenapa ia menjadi salah tingkah, saat ia kembali memeluk Sehun pada yang kedua kalinya setelah ia memeluk di depan toko buku dan sekarang Sehun menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut. Gain duduk di ayunan kayu yang ada di sudut belakang rumah kaca. Gain duduk dan kakinya mulai mendorong ke belakang dan membuatnya terayun.

Sehun tersenyum kecil melihat Gain yang kini terlihat seperti anak kecil. Memainkan ayunan dan terlihat begitu semangat. Sehun mengambil ponselnya dan dan mengarahkan kamera ponselnya ke arah Gain. Dia tertawa kecil saat melihat Gain yang begitu lucu. Sepertinya aku mulai seperti Yoohyun.. Mungkin akan menangis jika tak melihatnya 1 hari saja.Batin Sehun. Sehun memasukkan ponselnya ke saku celananya kembali dan ada sesuatu di sakunya itu, ia mengambilnya. Permen coklat.Sehun melirik ke arah Gain dan mendekatinya.

“Kau mau ini?” tawar Sehun sambil menyodorkan satu permen coklat ke arah Gain. Gain mengerem ayunannnya dengan kedua kakinya.Lalu mengangkat kepalanya dan menatap permen coklat yang di sodorkan Sehun. Gain menggelengkan kepalanya seperti anak kecil yang asyik bermain dan di minta pulang ke rumah. “Ayolah, kau pasti suka.. Ini permen coklat yang enak.” kata Sehun sambil membuka bungkus coklatnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Gain mengernyitkan dahinya.

“Memang aku anak kecil eoh? Kau menawariku seperti menawari permen dengan anak 5 tahun.” kata Gain. Sehun terkekeh, ia membukakan 1 permen coklat lagi dan memasukkan ke dalam mulut Gain dengan memaksa, lalu memasukkan beberapa jarinya yang terkena coklat ke dalam mulutnya sendiri. Gain mengemut permen itu lalu tersenyum. “Tak buruk, ini enak..” kata Gain . Ia kembali mendorongkan kakinya agar ayunannya kembali bergerak. Hmm… Ternyata Sehun sama kan dengan JinA? Aku tak salah memilihkan? Batin Gain.

“Issh.. Dia benar-benar seperti anak kecil,.. “ gumam Sehun sambil menoleh ke arah Gain. Sehun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Awan masih hitam tak menunjukkan sedikitpun cahaya matahari. Ia melihat ke arah jam tangannya, pukul 4 sore. Ia harus pulang.” Gain.. Apa aku boleh pulang? Ini sudah pukul 4 sore.” Ucap Sehun sambil berjalan ke luar.

Gain mengehentikan ayunannya dan berlari menyusul Sehun.

“Ne.. Mianhae, jika membuat oppa repot..” kata Gain sambil berjalan mengikuti Sehun.Sehun menganggukan kepala yang artinya ‘iya’.

–***–

Mata Gian tak bergerak sedikitpun, ia terus menonton acara di televisi sambil memakan camilannya. Dan matanya mengerjap saat bibi Choi datang mendekatinya sambil membawa 2 cangkir coklat panas.

“Ahhh… Minumlah ini, pasti tubuhmu lebih hangat..” celutuk bibi Choi sambil menoleh ke arah Gain llau meneguk coklat panasnya. Gain melihat ke arah bibi Choi sesaat lalu mengambil cagkir coklat pansnya lalu meminumnya perlahan. “Namja tadi itu.. Siapa? Namjachingu nona?” tanya bibi Choi. Gain yang mendengar menjadi tersedak dan ia terbatuk selama beberapa detik.

“Uhuk..Uhuk..Uhuk.. Ani! Dia temanku biasa eomma.. Namanya Sehun, dia kemari mengantarku dari rumah Jin..Ah, ani,ani,ani..” Gain langsung menutup mulunya saat menjawab pertanyaan bibi Choi. Ia takut jika bibi Choi akan marah karena tak menurutinya, bibi Choi sudah mengatakan jika Gain harus segera pulang jika sekolah tutup. Tapi Gian tak melakukannya.

“Nona mengatakan apa?” tanya bibi Choi sambil menoleh. Gian melambaikan tangan kanannya yang artinya ‘tidak’.Bibi Choi terawa kecil melihat tingkah Gain. “Jika Sehun memang namjachingu, tak apa.. Aku tak akan bilang nyona..” Gain menggeleng-geleng cepat.

“Aku sudah bilang dia bukan namjachinguku!! Ingat itu eomma!” seru Gain lalu kembali menonton televisi dengan melipat tangannya.

–***–

(Rumah Sehun)

Sehun melihat foto Gain yang tadi sempat ia ambil ia tertawa kecil saat melihatnya dan saat kesadarannya kembali. Secara tidak sadar Sehun melamparkan ponselnya itu.

“Aish.. Aku mulai gila.” ucap Sehun sambil menepuk-nepuk kepalanya. Ia kembali memungut ponselnya dan melihat foto Gian kembali. “Ahh.. Aku baru tahu jika dia cantik..” Sehun kembali hanyut lagi. Dan saat pikirannya telah sehat, ia kembali melempar ponselnya dan mengusap-usap dan menjambak-jambak rambutnya. “Aisshh.. Aku kenapa eoh?!! Aku tidak gila, ani,ani,ani.” ucap Sehun sambil menampar pipinya sendiri sampai merah. Ia melihat ke cermin dan mengusap-ungar sap halus pipinya. “Ei..Aku benar-benar gila..”Sehun menatap dirinya dengan tatapan mejijikkan. Walaupun yang dilihat itu dirinya sendiri.

“Wuaaa.. Gain noona… Hyung dapat dari mana fotonya?” celetuk Yoohyun yang masuk kamar Sehun tanpa sepengatahuan si pemilik. Mendengar seruan Yoohyun Sehun langsung mengambil ponselnya dengan kasar dari tangan Yoohyun dan memantikannya. “Ya… Kenapa dia mbil hyung?! Aku mau lihat Gain noona…… “ rengek Yoohyun.Sehun menggeleng cepat.

Yoohyun terdiam memikirkan sesuatu, saat ada sebuah ide yang melintasi kepalanya iya menatap Sehun dan menatapnya dengan sunggingan senyum ‘evil’nya.

“Oooo..Sehun hyung, sudah pacaran dengan Gain noona eoh?! Eomma, App..” belum selesai Yoohyun bicara, Sehun sudah membekap mulut Yoohyun agar tidak bicara lagi.

“Pacaran,pacaran, kau masih umur 4 tahun. Mana boleh bicara seperti itu! Gain juga bukan yeojachinguku!” seru Sehun tidak terima dengan pernyataan Yoohyun. Yoohyun yang masih kurang percaya mencoba menggoda Sehun lagi.

“Kalau begitu, aku saja yang menjadi namjachingunya Gain noona…” kata Yoohyun sambil menahan tawanya. Sehun memebelakkan matanya tak percaya dan dia juga tidak terima jika Yoohyun yang menjadi namjachingu Gain.

“Aaaa.. Apa?!!!” Yoohyun tertawa lepas saat Sehun terlihat sedikit marah.

“Hahahaahaha.. Sehun hyung suka dengan Gain noona…Hahahahah…”

Sehun yang tersadar jika ia di kerjai oleh adiknya sendiri pun terlihat kesal dan telah siap untuk menggelitik adiknya sebagai pembalasnya.

“Hahahaha..Uhhhahaha..Uhuk,uhuk..Hyung.. Hahahhahaha.. Suuddhahahahaha..” pinta Yoohyun sambil terus tertawa. Yoohyun memukul-mukul Sehun agar segera melepasnya. Sehunpun melepasnya dan membiarkan adiknya tenang dulu.

“Uhuk,uhuk..Hyung, dapat darimana fotonya Gain noona? Aku jga mau lihat….” rengek Yoohyun. Sehun menatap adiknya itu.

“Andwe, kau pasti akan bilang ke eomma dan appa jika Gain yeojachinguku. Padahal bukan. Shireo!” jawab Sehun tegas. Yoohyun terdiam sebentar lalu menganggukkan kepalanya.

“Geurae.. Jika Sehun hyung tunjukkan..Aku akan tutup mulut….Aku..Berjanji” kata Yoohyun sambil mneunjukkan jari kelingkingnya ke atas. Sehun pun menghela nafas dan memberikan ponselnya dan menunjukkan foto Gain. Yoohyun pun tersenyum senang saat Sehun memberikan ponselnya.

“Jika suka, kenapa harus sembunyi-sembunyi hyung? Gain noonakan cantik…”ujar Yoohyun sambil melihat foto-foto Sehun yang lain. Sehun terdiam ia heran dengan adiknya yang bisa berbicara seperti itu.

“Ya. Kenapa kau bisa berpikir jika aku suka eoh?” tanya Sehun.

“Mudah saja, hyung mengambil fotonya, berarti hyung suka melihatnya kan? Babo.”jawab Yoohyun sambil memanggil Sehun dengan ‘babo’. Sehun yang mendengar jawaban adiknya, mendaratkan jitakan ke kepala Yoohyun.

“Aku tahu kau pintar, tapi itu tak sopan!” ucap Sehun. Yoohyun hanya meringis. “Kau itu kenapa bisa menebak seperti itu?” tanya Sehun yang masih penasaran. Yoohyun menoleh ke arah Sehun.

“Aishh.. Hyung, jarang lihat drama di televisi…” jawab Yoohyun polos. Sehun tertawa lepas saat mendengar jawaban adiknya itu.

“Drama? Ahahahahahaha.. Aku lupa jika kau selalu lihat drama bersama eomma…Hahahaha..” tawa Sehun. Yoohyun hanya memandang kakanya sinis lalu mencibir.

–***–

(Hwangdoong High School)

Selama 1 hari penuh hujan turun, kini telah berhenti dan menampakkan sinar matahari yang cukup hangat. Sebuah langkahan kaki besar, memecah keheningan di salah satu lorong di sekolah.

“Haaahh…Haahh…Haaahh… Aigoo…Pinggangku..Haahhh..Haahh…”JinA memegangi pinggangnya. Dengan sedikit tenaga JinA melangkah memasuki kelas. Ya, kelasnya terlihat sama saja dengan lukisan-lukisan yang menghiasi kelasnya kini.

“Aku tahu..Tapi bukan itu yang kumaksud..Yang kumaksud..Aku ingin kau tidak mendekati Gain, dan putus kontak dengannya. Berikan kesempatanmu kepadaku.Itu dendamu..Kau sepakat?”, “Jika kau menolak? Aku akan memberitahu kepada semuanya jika Gain mempunyai phobia aneh yang akan memeluk siapapun yang akan di dekatnya.Puas?”, “Aku akan tetap melakukannya..” kalimat-kalimat itu masih terekam jelas di kepala JinA. Kalimat-kalimat yang sangat menyakitkan jika di ingat, dan yang lebih buruk ia tak bisa melupakan kalimat-kalimat itu.

“Gagal.. Akan melakukannya….Gagal..Gagal mendekati Gain,….” gumam JinA sambil menatap kosong lukisan yang ada di depannya. “Mendekati Gain..? Ah! Aigoo….. Sehun! Jika Luhan melihat… Aaaahh… Aku harus bilang padanya.” JinA teringat jika Luhan gagal akan membocorkan pada dunia jika Gain punya phobia aneh.

“Mwo, kau sudah berangkat??” JinA menolehkan kepalanya ke arah suara itu. Baekhyun. Ia berjalan mendekati JinA, dan berdiri di sampingnya sambil melihat lukisan itu. “Kau..Tidak bersama Gian? Bukankah kalian sering berangkat bersama?” tanya Baekhyun sambil menoleh ke arah JinA.

“Mmm? Sekaranng tidak.” Jawab JinA datar. Baekhyun mengernyitkan dahinya dan firasatnya menangkap jika di antara mereka ada sesuatu masalah.

“Kau ada masalah apa dengan Gain?” tanya Baekhyun. JinA terdaim dan tersenyum tipis.

“Ani, tak ada apa-apa..” jawab JinA mencoba menutupi masalahnya, karena Gain sendiri juga tak tahu masalahnya.

“Benarkah? Aku tak percaya itu. Jika emmang ada, ceritakan saja padaku. Aku akan menjaganya.” Kata Baekhyun sambil tersenyum. JinA memandangnya sesaat lalu mengeha nafasnya.

“Masalahnya.. Masalah ini Gain juga tidak tahu. “ kata JinA.

“Ceritakan saja padaku, mungkin aku bisa membantu.Aku bersumpah akan menjaga rahasiamu ini. Apalagi jika ini bersangkutan dengangadis yang sedang kuincar…. Jung Ga In.” Kata Baekhyun sambil tersenyum lebar ke arah JinA. JinA yang terkejut dengan pernyataan Baekhyun barusan hanya bisa memandangnya tak percaya dan sedikit membuka mulutnya. Baekhyun? Suka dengan Gain?Aigoo…Bagaimana ini?

***Next(?)

[[Buat para readers, Minta bantuannya buat ngasih kritik sama saran,. Hehehe^^ maaf kalo banyak typo di sini.. Dan ceritanya makin gak jelas.. Hehehe, #peace! (‘-‘v 😀 ]]

Nb: Waah.. Mian buat masalah POV, ternyata banyak juga ya yg tergantung sm POV? Hehehe…Buat yg nanya POVnya siapa,.. Ini author.. Cuman nyeritaiin kadang di beda tokoh, misalnya kalo Gain, ya yg banyak di ceritaiin Gain.. Gimana ya, jadi bingung..X_x HEHE.. Makasih buat saran2 😀 😀

Buat yang nanya kenapa phobia jarang muncul…Kan serem kalo ujan tiap hari ada guntur.. -_- lama2 korea tsunami :v hehe.. Makanya phobianya munculnya jarang-jarang.

+++ Buat yang komen. Makasih banget TT^TT soalnya dah ngebantu koreksi.. Gomawo.. (Mianhae kalo jalan cerita gk sama seperti readers mau)+++

 

 

 

Iklan

8 pemikiran pada “Phobia (Chapter 7)

  1. ya ampuuunnn >.< ngirii aku sama Gain, disukai 3 cowok sekaligus ckckck.. -_-
    aaa~ ! Gain nya sama Sehun ajaa~ aku suka GaHun couple .
    next ya chingguuu, jangan lama", aku tunggu .
    Keep Writing !

  2. ng..ng..ng.. Gain km beruntung banget -o- Aku jadi penasaran, apa Jina ada yg nyukain?? :/
    Sehun! km cepet banget suka sama Gain._.
    sip thor yg ini so sweet! :3 Next yaaa

  3. Wawwwww…
    gain disukai sm 3 cwo sekaligus yg tampan n kaya pula…..
    Mmmmm aq jdi iriiii…..
    Biar gain sm sehun ajj yaa author,,jgn ma yg lain…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s