Hate or Love? (Chapter 3)

Hate or Love? (Chapter 3)

Author: @ghinanj

Cast: Park Mingi

Kim Jongin

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

And Other Cast

Genre: Angst, Sad, Romance

 

“Appa seharusnya tau, bahwa Mingi yang sudah menyebabkan Hyeri meninggal. Aku muak dengan semuanya”

“Mingi adalah jodohmu, kau tau kan kau dan Mingi akan dijodohkan? Kenapa kau masih memikirkan Hyeri yang sudah tidak ada hah?”

Kai masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan keras. Dia memegang erat foto hyeri. “Hyeri-ah, aku harap kau kembali”

*flashback

Kai dan Mingi sama sama melamun di kursi taman “Kai oppa, aku yg akan bicara pada Hyeri sekarang, tentang perjodohan kita”

“tidak, itu pasti merusak persahabatmu dengan Hyeri”

“tapi oppa………”

“tidak, ada saatnya nanti. Kita harus memperjuangkan cinta kita masing-masing. Kau dan Baekhyun, aku dan Hyeri. Mengerti?” Mingi mengangguk dan tersenyum.

Saat diperjalanan Mingi menelfon Hyeri, dia harus mengatakan semua nya kepada Hyeri sebelum Hyeri tau dari orang lain, mungkin sekarang memberi tau tentang hal ini akan lebih baik.

“hyeri-ah”

“kenapa mingi? Ada yg hrs dibicarakan?”

“em kau sedang apa?”

“tumben sekali kau bertanya. aku sedang berjalan, kenapa?”

“aku ingin berbicara sesuatu padamu”

“sepertinya sangat penting ya? Kau mau kita bertemu mingi?”

“tidak perlu hyeri, aku akan berbicara lewat telfon saja”

“baiklah, ayo katakan”

“aku………….aku………”

“ya?”

“aku……..aku………..aku dijodohkan dengan kai oppa, hyeri-ah”

“benarkah? Oh ayolah park mingi, ini bukan waktunya untuk bercanda”

“aku serius hyeri-ah” hyeri mendangar suara mingi yang bergetar, itu tandanya mingi, sahabatnya, benar benar dijodohkan dengan kekasihnya yang sangat ia cintai. Hyeri menggenggam poselnya dengan kuat, dia tidak percaya dengan semuanya, pikirannya seakan akan berputar putar dan matanya terlihat kosong pada saat berjalan. Dia menyebrang tanpa melihat kiri-kanan dan di sebelah kirinya terlihat truk yg melaju cukup cepat. Tubuh hyeri terhempas tertabrak truk, darah bercucuran dari dahi dan kepalanya.

Pemakaman hyeri dipenuhi isak tangis keluarga dan sahabat hyeri, dan salah satunya yang menangis yaitu mingi, mungkin bisa dibilang kalau yg menyebabkan hyeri seperti ini adalah mingi, tapi semua itu tak akan terjadi kalau hyeri tidak lepas kontrol dan berhati hati.

“Kim jongin” kai menolehkan kepalanya melihat mingi

“maafkan aku”

“maaf untuk apa?”

“aku menelfon hyeri pada saat waktu yg sama dengan kejadian hyeri tertabrak. Aku….aku mengatakan bahwa kita dijodohkan” tangan kai mengepal menahan amarah “kau gila? aku bilang jangan melakukan itu park mingi!” Kai mencekram kuat bahu mingi

“aku hanya ingin dia tau, itu saja”

“kau penyebab dia meninggal! aku membenci kau park mingi” kai mendorong mingi sampai terjatuh dan mingi menangis tiada henti.

*flashback end

@@@@@@@

Mingi duduk di balkon kamarnya, sambil memejamkan matanya. Seketika ia ingat masa lalunya yang pahit, kehilangan orang yang dicintainya dan sahabatnya. “kenapa ini semua terjadi padaku? Kapan aku merasakan kebahagiaan?”

“maafkan aku…..oppa” mingi keluar dari kamar kai, bukan ini yang ia harapkan, hyeri pacar kai sekaligus sahabatnya pergi untuk selamanya.

@@@@@@@

Kai terbangun dari tidurnya, ia baru sadar kalo tertidur sambil memegang foto Hyeri. Kai melihat jam yang sudah menunjukan pukul 7 pagi, artinya dia harus kuliah. itulah sesuatu yang sulit dilakukan kai untuk saat ini, seperti biasa penyakit malas itu seakan akan sudah menempel dengan tubuh kai.

@@@@@@

“Mingi-ah bangun!”

“ya oppa! Kau ini kenapa berisik sekali? Ini masih pagi” Mingi membuka matanya dengan malas

“apa jam 7 itu pagi? Kau harus kuliah pagi, ayo cepat!”

“tunggu……apa aku di jepang? Atau di korea? Dan kau menyebut apa tadi oppa? Kuliah?”

“iya, appa bilang kau sudah sepakat akan pindah ke korea kan? Surat pindahmu sudah diurus semua, dan kau sangat beruntung karna tidak usah mengulang dari semester awal”

“aku tidak mengerti. Kenapa hidupku menyedihkan seperti ini?”

“kau bicara apa? Menyedihkan? Kau berkecukupan, jodoh sudah ada, apa yang menyedihkan? Bodoh!”

“oppa, aku tidak bodoh!!!!” Mingi melemparkan bantal nya ke arah Chanyeol dan Chanyeol dengan cepat melarikan diri.

Mingi tertegun di atas kasurnya, apakah dia harus tinggal di Korea? Itu seperti mimpi buruk bagi Mingi.

@@@@@@@@@

Kai sedang duduk di kantin bersama teman temannya.

“Kai, bagaimana pertemuan keluargamu itu?”

“sangat kacau”

“aku kan sudah bilang, kau seharusnya datang ke pestaku”

“yayaya terserah kau Oh Sehun”

Tiba tiba gadis mungil berambut panjang lewat ke depan meja yang di duduki Kai.

“Kai lihat dia, gadis itu sangat cantik, tapi aku belum pernah melihatnya” Chen menyenggol nyenggol tangan kai agar kai melihat gadis cantik itu

“aku juga belum pernah melihatnya”

Kai melihat ke meja di samping nya, “Park Mingi”

“kau mengenalnya kai?”

“tentu, aku sangat mengenalnya Oh Sehun” kai membawa minumannya dan pindah ke meja yang ditempati Mingi

“boleh aku duduk disini?” tanya kai. Mingi menutup buku yang sedang dia baca dan melihat pria di depannya itu,

“ten……….Kai?” Mingi melebarkan matanya, ini tidak mungkin, mana mungkin dia satu kampus bersama kai.

“apa kau pindah kesini? Dulu aku pernah berkata pergi jauh jauh dari Korea, kau ingat Mrs.Park?” Kai menatap mata Mingi dengan tajam

“ya aku ingat, aku pindah ke korea bukan keinginanku, tapi ini keinginan ayahku. Kalau kau mau protes atau ingin aku pindah, bicarakan saja dengan ayahku” Mingi membawa tas nya dan pergi dari hadapan kai saat itu juga. Tapi tiba tiba kai memegang tangannya “jangan pernah muncul dihadapanku lagi. Aku tidak ingin melihat wajah yang seolah olah tak mempunyai dosa itu” Mingi melepaskan tangan kai dan berlalu dengan cepat.

@@@@@@@@@

Hujan turun cukup deras, gadis bertubuh mungil itu melihat rintikan hujan di balik kaca kafe favorit nya, suasana hening dan nyaman itu yang dia butuhkan sekarang.

“sepertinya kafe ini menjadi kafe favoritmu Park Mingi” Mingi menolehkan kepala nya dan melihat Baekhyun disana

“Baekhyun oppa?”

“boleh aku duduk disini”

“tentu” Mingi tersenyum, sangat melegakan bisa bertemu Baekhyun kembali.

“sangat nyaman kan di kafe ini?”

“hem, suasana nya tidak berbeda pada saat dulu aku kesini”

“semua itu bagaikan kenangan pahit untukku, mingi-ah”

*flashback

Mingi dan baekhyun berada di kafe “oppa, kalau aku pergi jauh dari korea, apa kau akan merindukanku?”

“Sangat! Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau akan pergi?” Mingi menggeleng dan tersenyum

“tidak aku hanya bertanya, mana mungkin aku meninggalkanmu” suara tepuk tangan tiba tiba muncul

“kai oppa?”

“bagus, setelah kau menghancurkan hidupku, kau lalu bermesraan dengan pria ini?”

“Aku tidak menghancurkan hidupmu, bukan hanya kau yang terpukul karna kepergian hyeri, aku juga sangat kehilangan”

“berpisahlah dari pria ini, bukankah kau semalam sudah tidur bersamaku?”

“Oh? kau bicara apa kai oppa” baekhyun membelalakan matanya dengan kaget dia tidak mengerti dengan semuanya dan siapa yang harus ia percaya.

“kau miliku park mingi” kai mencium pipi mingi di depan baekhyun.

Sesaat setelah itu baekhyun mengepalkan tangan nya dan memukul kai “oppa hentikan!”

“Byun Baekhyun!” baekhyun tidak mendngarkan suara mingi, yang dia inginkan hanyalah memukul kai karna sudah memancing amarahnya

“byun baekhyun hentikan! aku dijodohkan dengan kai!” perlakuan baekhyun berhenti, otaknya seakan akan berhenti pada saat itu juga.

Baekhyun pergi meninggalkan kafe tanpa sepatah katapun, bibirnya terlalu sulit untuk berbicara otaknya pun seakan sulit untuk mencerna. Dia tidak percaya dengan kejadian tadi.

“Ini yang kau inginkan kai? Membuat diriku menderita?” “Ini belum cukup, sebelum kau pergi dari korea dan ingat jangan pernah kembali ke korea” kai meninggalkan mingi di kafe sendirian.

Otak mingi seakan akan terus teringat dengan kata kata kai “kau pergi dari korea dan jangan pernah kembali” mingi menangis, dia harus bertemu baekhyun dia harus menceritakan semuanya, dia tidak ingin pergi dari korea tapi kalau dia tidak pergi mungkin hidupnya akan lebih menderita.

*flashback end

 

“Oppa apa kau tidak membenciku?” tanya Mingi sambil memainkan cangkir kopinya

“Knp aku hrs membencimu?” Baekhyun mengerutkan keningnya “aku sudah menyakitimu dulu, aku sudah meninggalkanmu tanpa pamit, aku belum sempat meminta maaf, kau benar tidak membenciku kan?”

“Tidak ada gunanya membencimu, jika aku membencimu, itu tidak akan mengubah apapun”

“hem, kau benar oppa” mingi tiba tiba teringat kai, jika saja kai mengerti bahwa kai membencinya tidak akan mengembalikan hyeri hidup kembali atau membuat semuanya kembali seperti dulu.

“Mingi-ah, kau pindah ke korea lagi? Atau hanya berkunjung?”

“Aku pindah oppa”

“benarkah? Kau kuliah dimana sekarang?”

“Di Seoul University jurusan kedokteran, kau oppa?”

“Wow, akupun sama tapi aku mengambil jurusan bisnis”

“benarkah? Kalau begitu sama dengan chanyeol oppa, benarkan?”

“benar sekali” baekhyun tersenyum

“oppa, boleh aku bertanya sesuatu oppa?”

“Boleh, bertanyalah”

“apa kau tau kai kuliah disitu juga?”

“Bagaimana aku tidak tau, dia adik kelasku, kita sama2 di jurusan bisnis”

“benarkah?”

“Hem” baekhyun menganggukan kepala nya sambil meminum kopinya. Kenapa semuanya seperti disengaja, aku, baekhyun, kai di satu universitas  yang sama, ini semua takdir, kebetulan, atau disengaja? Ini semua seperti mimpi.
@@@@@@@@
Jam 7pagi kai sudah sarapan bersana keluarganya, aneh memang, biasanya dia masih mengumpulkan nyawanya di kasur.

“Jongin-ah”

“ya eomma?”

“Hari ini kau bersama mingi ke kampus, kau harus menjemputnya. Karna eomma dengar, dia satu universitas dengan kau”

“tidak eomma, aku tidak mau”

“eomma mohon Kim Jongin”

“tapi dia berbeda jurusan denganku”

“lalu? Apa masalahnya?”

” “eomma! aku tidak suka mingi, park mingi!”

“Sekali ini saja jongin-ah,setidaknya kau harus membahagiakan Mingi, karna dia……..”

“arraseo eomma” kai meninggalkan rotinya karna tidak berselera makan, lagi itu karena eommanya membicarakan Mingi.

@@@@@@@@@@@

Mobil sport berwarna merah sudah terparkir rapih di halaman rumah kediaman Mr.Park. Mingi keluar dari rumah dan membelalakan matanya karna kaget. Seorang Kim Jongin menjemputnya? Oh ayolah sadar Park Mingi.

“ayo pergi bersama”

“kau berbicara pada siapa?” Mingi menolehkan kepala nya ke kiri dan kanan

“hantu”

“oh?”

“aku berbicara dengan kau Park Mingi. Ayo cepat masuk mobil nanti kita bisa telat” Kai langsung masuk ke mobilnya

“aku tidak di bukakan pintu? Oh baiklah, itulah gunanya tangan. Untuk membuka pintu” Mingi berbicara pada dirinya sendiri dan segera menyusul kai

@@@@@@@@@@@

Pukul jam 9 tepat, seorang lelaki menggunakan kemeja berdiri di halaman kediaman keluarga Park

“Byun Baekhyun? Kau sedang apa?”

“aku sedang menunggu Mingi, dia ada didalam Chanyeol?”

“setauku tadi dia pergi bersama Kai”

“oh baiklah, aku pergi dulu kalau begitu”

Lagi lagi Kai, Baekhyun harus merebut kembali Mingi dari Kai, harus. Bagaimanapun caranya Mingi harus kembali ke Baekhyun.

@@@@@@@@@@@

Didalam mobil Kai suasana sangat hening, tidak ada yang mau membuka percakapan terlebih dahulu.

“ehem” Mingi berdehem kecil. “apa kau punya tissue Kai?”

Kai menunjuk tempat tissue tapi tidak berkata apapun.

“apa kau juga punya minum? Atau mungkin roti? Tadi aku ingin sarapan, tapi aku terlambat. Jadi aku sedikit ehem lapar”

“kau menyusahkan sekali”

“tapi aku benar benar lapar kai”

“berhenti mengoceh atau aku akan turunkan kau disini”

“baiklah, tapi jika aku mati kelaparan, kau yang tanggung jawab” Mingi menolehkan kepala nya ke kaca. Menyebalkan sekali seorang Kim Jongin, membenci Mingi bertahun tahun, dan Kai adalah orang yang paling kejam yang pernah Mingi kenal.

@@@@@@@@@@@

Mingi keluar dari kelasnya, akhirnya mata kuliah pertama selesai, dan sekarang masih jam 11, Mingi bingung dia harus kemana sekarang.

“Park Mingi!”

Mingi menolehkan kepalanya “kau siapa?”

“aku Oh Sehun” Sehun mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri

“aku Park Mingi” Mingi tersenyum sangat manis

“aku tau. Kai menitipkan ini padamu” Sehun menyodorkan satu buah roti dan satu kotak susu.

“Kai?” Mingi mengerutkan dahinya

“iya, kalau begitu aku pamit dulu” Sehun membungkukan badannya dan langsung pergi. Mingi masih terlihat kaget, bagaimana bisa seorang Kai yang membencinya memberikan makanan kepadanya. Apakah ini mimpi?

 

TBC

Gimana chapter 3 nya? Hehe makasih yang udah mau baca FF ini, comment nya sangat di tunggu loh ya buat penyemangat  nulis chapter selanjutnya juga. Tunggu chapter selanjutnya ya J

19 pemikiran pada “Hate or Love? (Chapter 3)

  1. aihhhh thorr kependekan 😦
    kurang panjang 🙂 authorr sengaja bikin penasaran reader ya 😀
    nextt thorrrr 🙂

  2. Ahh suka banget thor. Baekhyunnya mau rebut mingi dari kai? Pdahal kai tdk cinta sama mingi hah! Masalah. Good job thor jangan lama* yah updatenya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s