Waiting… (Chapter 2 / END)

 

Waiting2

Title   : Waiting… Chapter (2/ END)

Author : Aul! (@NrlAuliaaDw)

MainCast : Lee Gaeul (OC) | Byun Baekhyun

OtherCast : Kang Heora (OC) | Min Jaehyun (OC)

Genre : Sad | maybe little Romance.

Rating : G

Length : Twoshoots

Cr : poster => Blossom Girl@YooraArtDesign

Disclaimer : 100% of the story is mine, Baekhyun belongs to god, and maybe some typos, Just that, thanks!

 

Waiting… (Chapter 2/END)

 

Aku ingin kau kembali melihatku,

Mengingatku…

Walaupun bukan rupaku yang dulu,

Hanya itu  alasan yang membuatku menunggumu..

Bahkan sampai akhir hayatku~

“Karena masa laluku..” kata Gaeul, suasana mendadak hening, antara Gaeul dan Baekhyun tidak ada yang mau melanjutkan pembicaraan lagi. Baekhyun mengangguk paham, dia mungkin akan mendadak sedih apabila mendengar seseorang yang mengatakan masa lalu. Dia juga punya masa lalu! Dan itu begitu menyedihkan.

“Ehm… Gaeula, sepertinya langit akan segera menangis. Bagaimana kalau kita pulang? Aku akan mengantarmu” tawaran Baekhyun sebenarnya bisa saja menjadi rekor ketiga Gaeul hari ini. Dia pun mengambil jaketnya dan juga ponselnya yang tergeletak di meja cafetaria. “Tidak perlu seonbae. Aku berani pulang sendiri” tolak Gaeul sambil mengibaskan tangannya. “Bagaimana kalau nanti kau bertemu Heora lagi. Dia memang sedikit liar”.

Setelah perdebatan singkat -dan terkesan malumalu- antara Baekhyun dan Gaeul yang akhirnya dimenangkan Baekhyun, langit benar-benar hujan dan sangatlah deras. Suara bising ditimbulkan oleh hujan yang mengenai kap mobil Baekhyun sangatlah berbeda dengan keadaan dalam mobil. Keadaan didalam mobil terlewat canggung. Mereka seperti bukan seangkatan, melainkan murid yang baru di ospek L!

Keheningan seakan makin menjadi ketika Gaeul malah memilih untuk memasang earphone di telinganya sambil menatap keluar jendela dan kemudian tertidur. Bersenandung, itu yang Baekhyun pilih untuk menghancurkan keheningan. Sebenarnya Baekhyun –jelasjelas- merasa sangat bosan, mau apa lagi? Dia lah yang memaksa Gaeul untuk ikut dengannya.

Beberapa kali kepala Gaeul tidak bisa menahan keseimbangannya dan akhirnya menempel di kaca jendela mobil Baekhyun. Baekhyun tertawa kecil, hah! Kenapa orang-orang mem-bully-nya padahal tingkahnya seperti anak bocah. Andai saja mereka bisa mengerti keadaan Gaeul.

Baekhyun melirik singkat Gaeul lagi dan meliha sesuatu ditangan kanannya. Tunggu! Cincin itu, cincin yang Gaeul pakai itu. Baekhyun menyentuhnya, mencoba memastikan sesuatu….

“Oppa! Chakkamanyo!”

“Mwo? Kau memanggilku oppa?”

“Iya, bolehkan?”

“Geurae, oh ini cincin untukmu!”

“Whooaa~ yeoppeuda! Kamsa!”

Sekelebat bayangan muncul di memori otak Baekhyun yang membuatnya menghentikan mobil dan memegang keningnya, kepalanya pusing sekali. Dan, apa tadi itu, Stress Pasca Trauma? Memangnya dia trauma apa?

Titt….

Baekhyun terbelalak kaget begitupun Gaeul yang langsung bangun, dan mengusap matanya perlahan. Aishh, mobil dibelakang itu. Tidak tahukah dia kalau sebentar lagi mobil Baekhyun akan jalan lagi, Baekhyun hanya sedikit pusing!

Wae Geurae seonbae? Kenapa tiba-tiba berhenti? Seonbae sakit? Muka seonbae pucat sekali” Hftt.. baru saja Baekhyun merasa pusingnya itu mulai mereda tapi Gaeul malah menghujaninya dengan banyak pertanyaan, walau Baekhyun tau kalau dia itu khawatir tapi… ah~ biarkanlah.

“Ah, ani. Gwenchanha! Aku hanya mengalami stress pasca trauma, menurutku” Baekhyun menjawab pertanyaan Gaeul sambil menggaruk belakang lehernya, “Ah~ begitu. Bagaimana kalau seonbae istirahat di apartement ku saja? Daripada nanti di perjalanan seobae pingsan atau.. apalah itu, eotte?” tawar Gaeul, sebenarnya memang ini Baekhyun butuhkan. Baekhyun sangatlah butuh istirahat sekarang! Tapi menurutnya itu akan merepotkan Gaeul yang sudah tertangkap basah tidur di mobilnya. Dia pasti lelah, “Tidak akan merepotkan, aku janji!” Yeah~ Baekhyun tidak tahu apa-apa soal anggota klubnya ini adalah seorang mind reader. “Ah, ah.. baiklah. Sekaligus menghangatkan diriku, kamsa!”.

:깹송:

Heodong apartement

“Silahkan masuk” Gaeul mempersilahkan Baekhyun untuk masuk terlebih dahulu, kamar Gaeul memang selalu rapi setiap harinya. “Seonbae mau minum?” tanya Gaeul setelah menaruh tasnya di meja tamu. “Terserah” jawab Baekhyun sambil berkeliling kamar apartemen Gaeul, kamarnya sederhana tapi bau strawberry sangat kontras tercium dipenjuru ruangan…

“Kau wangi sekali, aroma apa ini”

“Strawberry, seluruh kamarku berbau strawberry. Asal oppa tau”

Ingatan itu kembali muncul lagi di otak Baekhyun, what the hell? Baekhyun tidak pernah merasakan itu selama ini, baru hari ini dia mendapatkan ingatan aneh seperti itu, apa ada hubungannya dengan amnesia yang ia alami ketika 10 tahun? Atau karena… Gaeul?

“Minuman siap~ mian seonbae hanya menyiapkan moccha-latte dan cupcake strawberry, aku tidak ada persiapan lagi” Gaeul muncul dari dapur apartemen, Baekhyun berusaha menetralkan keadaannya agar Gaeul tidak terlalu khawatir, “Tak apa…”

“Minuman siap~ oppa! Aku membuatkan moccha-latte dan cupcake strawberry, aku tidak ada persiapan lain. Mian”

“Tak apa, ini yang terbaik”

“Oppa, gwenchanhayo?”

“Oppa! Oppa!”

Seonbae! Seonbae!”, kibasan tangan Gaeul membuyarkan ingatan aneh Baekhyun lagi. Kini Baekhyun tidak tahu bagaimana keadaannya, yang jelas ia sangat shock dengan sekelebat ingatan tadi. Apa maksudnya semua ini? “Stress pasca trauma lagi?” tanya Gaeul menghidangkan makanan dan minuman yang tadi ia bawa di meja tamu. “Entahlah”.

“Seonbae, memangnya trauma karena apa?” tanya Gaeul lagi, tak ada jawaban dari Baekhyun. “Ah mian, aku mengganggu privasimu, seonbae” Gaeul merasa tak enak, sama seperti Baekhyun di cafetaria tadi, “Ani, mau ku ceritakan?” Baekhyun menawarkannya sendiri tanpa paksaan Gaeul, “Saat umur 14 tahun, aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan aku kehilangan ingatan atau yeah~ amnesia…

Yang ku ingat waktu itu hanyalah mengejar seseorang yang akan pergi ke Gyeonggi dengan sepeda lalu semuanya gelap. Aku sempat tidak mengenali siapapun kecuali ayah dan ibuku, tak terjadi apapun selama aku amnesia kecuali hari ini. aku tidak tau darimana semua ingatan itu,” Baekhyun menghentikan ceritanya melihat Gaeul ingin berbicara, “bicaralah” Baekhyun mengizinkan.

“ingatan tentang apa?” tanya Gaeul, “Entahlah, seperti sepasang dua anak bocah yang sepertinya seumuran, dan anak perempuan itu memanggil anak laki-laki itu dengan sebutan oppa, aku tidak mengerti lagi” Baekhyun terlihat sangat stress menceritakan hal yang tidak ia ketauhi tapi seharusnya Baekhyun hapal betul ingatan itu, Kau tak ingat apapun, oppa? Itu adalah kita!.

“Moccha-latte buatanmu enak, rasa persis seperti buatan eommaku, kapan-kapan akan kuajak kau bertemu eommaku” ujar Baekhyun senang, tentunya Gaeul pun turut senang. Baekhyun masihlah Baekhyun yang manja dan suka mengomeli dirinya sendiri kalau Gaeul terluka, apapun macam lukanya. `cepatlah sembuh, Oppa!’

:깹송:

Besok adalah hari lomba menyanyi akan dilaksanakan di Sungkyungkwan university, semua peserta lomba –pasti- telah bersiap dengan grup duet atau kwartet mereka, tidak seperti Baekhyun dan Gaeul sekarang. Mereka bahkan baru memilih lagu untuk lomba besok. Okelah dengan keahlian menyanyi Baekhyun, tapi Gaeul? Dia masuk ke klub hanya untuk bertemu Baekhyun.

“Kau mau lagu Korea atau barat?” Baekhyun sibuk dengan kertas berisi lirik lagu Korea maupun Barat, “menurutku lagu negara sendiri is better, i think” Gaeul menjawabnya pelan, “Lagu ballad? Bagaimana? Atau acapella?” tanya Baekhyun lagi, “terserah seonbae saja lah”, “Some? Breath? Lagu itu sedang booming”, “Breath, aku lebih hapal lagu itu”, “Assa! Kalau begitu tanpa latihan pun kita akan siap. Hwaigting!”

Oppa! Boleh ku pinjam manequin plastik ini sebentar?” ahh~ bisakah perempuan jalang ini tidak muncul pada saat seperti ini, Gaeul pun baru ingat kalau ia masih mempunyai musuh bernama Heora. Dia terlalu nyaman bersama Baekhyun, “Dont call her like that! Heoa!” Mwo? Baekhyun tadi, tadi itu Baekhyun membela Gaeul? Itu benar, atau Gaeul masih berimajinasi?

Okay i promise!” Heora kalah sekarang, hahaha….. kalau saja tidak ada Baekhyun disini jelas-jelas Gaeul akan tertawa terbahak-bahak melihat tampang Heora sekarang, seperti murid ospek yang ketakutan karena menjadi target kenakalan seonbae mereka>,<. Baekhyun menatap Gaeul dengan tatapan meminta persetujuan, Gaeul mengangguk perlahan dengan ragu-ragu, apa yang akan Heora lakukan kali ini. Mendorong Gaeul agar jatuh dari tangga? Menyayat muka plastik Gaeul? Atau malah… membunuh Gaeul? Oh Tuhan.

:깹송:

Heora berhenti ditengah panggung sambil menyalakan mic yang ia bawa dari ruang musik, dan melepaskan tangan Gaeul,

Naneun Kang Heora imnida! Dan atas nama pribadiku dan kesadaranku, aku akan meminta maaf pada Lee Gaeul ah ani~ manequin plastik ini…” semua orang mulai berkumpul dipanggung melihat kelakuan Heora kali ini, Gaeul tersenyum senang akhirnya dia sadar atas perlakuannya kali ini. Hidup sudah dipastikan aman dan tentram, “Dengan satu syarat…” senyum Gaeul tiba-tiba lenyap, “Dia harus membuat Baekhyun Oppa tidak menyesal memilihnya dalam perlombaan besok, atau dengan kata lain.. mereka harus menang”

“Ah, apa ini?”

“Syarat macam apa itu”

“Dia benar-benar sadar?”

Banyak siswa yang langsung berbisik, Heora bukanlah orang yang slebor dan suka berjanji dengan banyak orang. Apalagi dengan orang yang jelas-jelas dia benci. “eotte?” Heora meminta persetujuan sementara objek yang dimintai hanya diam memegang mic-nya, ini bukan perkara yang mudah! Ini menyangkut nama baiknya –yangtercemargaragaraHeora-.

“Ba-bagaimana kalau kita tidak menang?” tanya Gaeul, “Posisimu di klub, ah bukan hanya itu. Posisimu di dunia ini ini JELAS-JELAS TERANCAM” kata yang Heora ucapkan benar-benar kejam ditambah penekanan dia kata `jelas-jelas terancam’. Gaeul berada diambang kematian!

“As-assa!” Gaeul menyetujui semua permintaan Heora dengan keringat dingin mengucur dipelipisnya. Dasar bodoh, atau kelewat bodoh, Gaeul pun tidak yakin kalau dia bisa berdiri tegak dipanggung besok. “Semua disini tidak hanya menjadi saksinya Lee Gaeul, tapi semua orang disini akan menjadi algojo-nya, ARRA!” wanita sinis itu sudah turun dari panggung dengan senyum kemenangan yang terukir –teramat jelas di wajahnya. Tuhan bantulah hambaMu yang telah berdosa besar ini.

:깹송:

Gaeul telah sampai di apartemen nya dengan selamat tanpa luka fisik apapun, kecuali mentalnya. Baru saja luka yang Heora buat untuk Gaeul hampir sembuh dengan adanya Baekhyun, tapi Heora malah menambah luka itu dan hampir membuat hati Gaeul pecah saat itu juga. Hari ini dan besok mungkin hidupnya akan tentram karena Heora sedang hiatus untuk mencacinya, tapi lusa adalah hari kematiannya.

Kalau saja Gaeul lengah sedikit di lomba tersebut, mungkin lusa jasadnya akan ditemukan dengan bergelimang darah dan usus teruntai dimana-mana *Gaeul berhenti berimajinasi seperti itu!*. kematian akan menjemputnya, dan lucunya Heora lah yang akan menjadi malaikat kematiannya, betapa puasnya dia.

Calm down Gaeul, calm down. Baekhyun will be your guardian if you lose tomorrow! Jangan sampai apa yang tadi ku bayangkan akan terjadi. Amin” ponsel Gaeul berdering, inilah yang Gaeul perlukan sekarang. Pesan yang tidak terlalu panjang dari Baekhyun.

Besok aku akan menjemputmu, Gaeul

Tunggu aku, oke~

Baekhyun >.<

Benarkan? Gaeul langsung semangat membaca pesan yang seutuhnya lolos dari kata penyemangat, haha! Tapi tetap saja apapun yang Baekhyun katakan padanya tentang apapun itu, Gaeul akan menganggapnya sebagai suntikan vitamin baginya. Gaeula Hwaighting!

:깹송:

Skip => Sungkyungkwan University

“Semuanya segera ke aula, lomba akan dimulai 45 menit lagi. Aku akan menunggu Baekhyun dan Gaeul dulu.” Ujar Min Jaehyun mengambil alih dan berlalu ke gerbang masuk. Mobil yang ditunggu sudah memperlihatkan tanda-tanda, Baekhyun dan Gaeul –yang terlihat sangat sempurna keluar dari mobil. “Seonbae, anak-anak ini akan menjadi audience-nya?” tanya Gaeul melihat rombongan anak-anak yang tengah berjalan teratur. “sebenarnya lomba ini diadakan untuk mereka, penderita penyakit keras di Rs. Dongshin.”

Baekhyun berjalan dibelakang anak-anak itu dan dibuntuti Gaeul, Baekhyun bisa menyamar dengan mereka melalui wajahnya yang tak kalah cute dari anak-anak itu. “Chamkaman! Ahjumma! Robotku ku jatuh disana” seorang anak laki-laki menunjuk tempat parkiran dimana dapat terlihat robot iron man milik anak itu, “Ah, tak apa. Biar hyeong yang mengambilkan. Kau tunggu disini, okay?” Baekhyun berbalik kembali ke tempat parkiran yang sepi itu.

Baekhyun berlari kecil melihat suasana parkiran yang sepi, sampai semuanya berubah. Saat robot yang diambil itu sudah berhasil Baekhyun raih, Baekhyun terjatuh karena tali sepatunya. Disaat bersamaan dari arah berlawanan mobil melaju kencang dari arah parkiran menuju pintu keluar, “BAEKHYUN OPPA, AWAS!”

Tittt….

Baekhyun berhasil terdorong membuat kepalanya menghantam batu yang cukup besar, darah keluar dengan cepat mengenai daerah keningnya. Sedangkan Gaeul yang tertabrak mobil tergeletak bersimbah darah, dia sempat terseret mobil sejauh 1 meter. Keduanya dengan cepat dibawa ke rumah sakit terdekat.

Semua anggota klub termasuk anak kecil dengan robot iron man-nya telah berada di ruang tunggu, berharap tak terjadi apapun dengan mereka berdua. Semuanya berdo’a untuk keselamatan Baekhyun dan Gaeul –walaupun sedikit terpaksa-. Dokter keluar dengan wajah yang tidak bisa dibaca sedikitpun, ada kalanya dia ingin menyampaikan good news or bad news. “Baekhyun dia…”

“Oppa, mianhae, ini semua permintaan eommaku”

“Kau mau meninggalkan Baekhyun sendiri Gaeulah”

“Ani, aku menyayangimu. Aku janji kita akan bertemu lagi”

“Bagaimana kalau kau bertemu teman baru nanti”

“Mereka memang temanku, tapi Oppa berbeda. Oppa adalah sahabatku”

“Gaeulah! Gaeulah! Chakkaman! Lee Gaeul”

Semua gelap, Baekhyun seperti terperangkap di jurang gelap dan dalam. Semakin dia mendaki naik dia akan kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Sampai semua usahanya kali ini tidak sia-sia, dia bisa mencapai titik terang sekaligus jalan keluar dari jurang itu selama ini. Baekhyun mendapatkan kembali ingatannya!

Perlahan jari-jari Baekhyun bergerak membangunkan anak kecil dengan robot iron man-nya yang setia menunggui Baekhyun sedari pagi. Anak itu otomatis bangun merasakan jari-jari Baekhyun bergerak, “hyeong! Ahjeomma hyeong baik hati ini sudah tidak mengantuk. Ireona” anak itu membangunkan seorang ahjeomma yang tadi membawanya ke universitas Sungkyungkwan. Ahjeomma itu langsung terbangun dan berjalan keluar mencari dokter.

Hyeong, teman-teman hyeong sudah kembali kerumah dari sore tadi. Perlombaan dibatalkan” kata anak itu pada Baekhyun, Baekhyun hanya membalasnya dengan menatapnya menggunakan tatapan benarkah-syukurlah. “Hyeong, aku berterimakasih. Karena hyeong bukan aku yang tertidur di ranjang ini” kata anak itu lagi dengan muka polosnya, mirip dengan Baekhyun sewaktu kecil

Gwenchanha. Hyeong kan manly~” Baekhyun membanggakan dirinya walaupun dengan suara yang serak dan kecil. “Baekhyuna, kau sudah sadar. Syukurlah.” Dokter Han muncul dari pintu dibuntuti ahjeomma tadi, “Ne, aku sudah baikan dok. Bisakah dokter mencabut selang infus ini. sedikit tidak nyaman” protes Baekhyun, “Dan apakah dokter tau? Ingatanku sudah kembali!” Baekhyun berkata penuh semangat, “aku tau bocah perempuan itu, dia adalah Gaeul. Gaeul rekan duetku”

Wajah dokter yang tadinya senang berubah menjadi kelam, juga ahjeomma tadi, mereka mungkin harus memberi tahunya sekarang. “Oh, eonni cantik itu ya ahjeomma? Eonni cantik yang meninggal itu?”

Deg..

“hey anak kecil, apa maksud pertanyaanmu tadi, hah?” Baekhyun menunjuk anak kecil tadi dengan jari lemasnya, apa-apaan ini! ahjeomma tadi pun langsung menutup mulut anak kecil dengan muka polos tersebut. Comm’on, Baekhyun barulah sadar! Dia pun baru mendapatkan kembali ingatannya yang hilang saat umurnya 14 tahun itu! Jangan langsung hadapkan dia dengan pernyataan menyakitkan itu!

 “Baekhyun dia…” Dokter itu memutuskan kalimatnya,

“Baekhyun oppa! Bagaimana kondisinya, dok!” tanya Heora penuh haru

“Dia baik-baik saja, dan ada kemungkinan kalau 40% ingatannya akan kembali” terang Dokter ersebut lalu hendak pergi ke ruangannya,

“Chakkaman! Gaeul, bagaimana kondisinya saat ini?” Jaehyun memberhentikan dokter itu, dokter tersebut sempat mengehmbuskan nafasnya kasar, “Tidak ada yang dapat kami lakukan lagi, kondisinya sangatlah parah. Dia kehilangan 95% darahnya. Dia tidak selamat”.

:깹송:

One month later,

Baekhyun kini masih berada di kamar rawatnya, menatap kosong jendela walaupun wajahnya diterpa cahaya yang sangat menyilaukan. Dia terduduk lemah di kursi rodanya dengan kepala masih di perban –bekas luka kecelakaan, dirinya sungguh naas. Disaat dia terus berusaha mengingat kembali bocah berumur 14 tahun itu dengan rindu yang sangat membekas, sekarang bocah tersebut malah hilang. Berlari ke surga dan dia lah pengirimnya.

“Apa yang kau inginkan nantinya jika kita bertemu lagi, Gaeula”

“Na! Aku ingin kita bertemu di surga sana,”

“Itu berarti kau ingin mati! Ani! Itu bukan jawaban yang ku inginkan”

“Kau ingin jawaban yang seperti apa, bocah”

“Bocah? Kau biasanya memanggilku Oppa! Lebih baik kau mempercantik dirimu, kau sangat jelek, bwee~”

“Mwo? Oppa bilang aku jelek? Oke, ku harap lebih baik kita tak pernah bertemu lagi! Gaeul marah!”

Bayangan itu kembali muncul, dan sekarang Baekhyun tau apa alasan Gaeul menjalani plastic surgery, itu karena Baekhyun! Baekhyun yang membuat Gaeul terus di-bully dalam hidupnya. Baekhyun kembali merasakan sakit. Bedanya, kalau rasa sakit kemarin adalah rasa sakit di kepala, sekarang rasa sakit itu timbul di hatinya. Gadis yang berjanji -lebih tepatnya atas kemauan Baekhyun- akan pergi ke surga bersama malah meninggalkannya terlebih dahulu.

Angin berhembus membuat tirai kamar rawatnya bergelombang, dia merasakan sesatu yang aneh di depannya. Baekhyun pun mengusap matanya berkali-kali

“Baekhyun oppa?”

“Gaeula, ini dirimu? Sungguh?” Baekhyun mengerejapkan matanya

“Ani, aku tidak sungguhan. Aku senang kau sudah sembuh, oppa”

Kamsa!” jawab Baekhyun singkat

Mian, aku tidak bisa menepati janjiku”

Ani, aku yang seharusnya minta maaf. Kau meninggal karena aku”

“Gwenchanha, ini yang terbaik”

“Maksudmu?” perlahan angin berhembus kencang, tirai kamar rawat Baekhyun bergelombang tak karuan, perlahan arwah Gaeul mulai menghilang

“Aku tidak bisa menjelaskannya”

“Gaeula, Chakkaman!” Baekhyun berusaha meraih Gaeul, tapi itu sudah terlambat, arwahnya telah terbawa angin dengan damai, Gaeul telah tiada di dunia, tetapi akan terus kekal di memori dan lubuk hati Baekhyun.

Semilir angin muncul kembali, membawa sepatah pesan dari Gaeul, Baekhyun jeongmalyo saranghaeyo.

This is the end of the story,

Nobody can change of someone’s destiny,

Whatever their ability

CauseonlyGod isable tochange

I love her more than everything

:깹송:

Whaaaa~ akhirnya kelar juga FF ini. Mudah-mudahan pada dapet atau ngerti feelnya yaa, aku nulis FF ini saat hatiku tercabik cabik karena Baekhyun belum ngasih kabar semenjak insiden tenggelamnya ferri Sewol  aku disini~ kan juga baru junior. Aul! Masih membutuhkan review tentang FF ini, gumawo yang mau baca terlebih ngasih review *plus* tanggapan buat FF selanjutnya.

Makasih banyak banget semuaaaaa~ Love you more than everything~~~ chuuu~~d

 

 

13 pemikiran pada “Waiting… (Chapter 2 / END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s