I’m Not Childish! I’m Manly!!

I’m Not Childish! I’m Manly!!

Author             : winda-chan(@winda_chan_ )

Genre              : BrotherShip, little comedy

Rating             : G

Length             : Series

Note                : NoBash! No Plagiat! Plagiat? Jauh-jauh sebelum pingsan karna liat Keimutan dari Lu-ge aku.. FF ini sudah pernah di publish di wordpress pribadi,, So Happy Reading.. (^_^)b

I’m not childish, I’m manly!

-oOo-

Sempit dan sesak gambaranku saat ini, dengan mata tertutup aku merasakan seseorang tengah berada di sampingku. Ini terlalu gerah dan sempit, Hey, aku benci jika ada yang tidur satu ranjang denganku. Masih dengan mata tertutup aku menendang orang yang tidur di sebelahku.

Bruukkkkhh

“Aw,,”

Tanpa rasa bersalah, aku kembali pada kegiatan yang sempat terganggu yaitu tidur. Bisa ku dengar saat ini orang yang ku tendang tengah mengomel seperti seorang yeoja yang sedang datang bulan, Siapa lagi kalau bukan YiXing atau tepatnya Lay. Mungkin hanya hitungan detik aku mendengarnya mengomel karna aku sudah sampai ke alam bawah sadar sekarang ini.

“LuHan hyung Bangun, ini sudah siang”

“……”

“HYUUUNGG!! 20 menit lagi kita ada interview bersama Fans. Jika kau tak bangun, kita bisa-bisa terlambat”

“Jam berapa ini?”

“Jam 10:40 hyung, 20 menit lagi kita akan interview”

“MWOO!! Kenapa kau tak membangunkan aku?”

“Aku sudah membangunkanmu hyung, kau saja yang tak mau bangun”

“Aiisshh,, sudahlah, aku mau bersiap-siap dulu”

“Hyung”

“Apa lagi Chen?”

“Tak ada hyung, em,,, sebaiknya kau cepat jika tak mau kami tinggalkan”

Dengan langkah seribu aku masuk ke kamar mandi, merendamkan seluruh tubuh sembari membersihkan tubuhku. Tak berapa lama, aku langsung mengenakan Pakaian seragam dan menata rambut. Waktu terlalu cepat mengejarku, karna belum sempat aku merapikan rambut, Chen dan Lay sudah menarik dan membawaku menuju Bus. Baru beberapa langkah memasuki bus, member lain tertawa karna tatanan rambutku hari ini.

“LuHan hyung, kau terlihat sangat Cantik dengan tatanan Poni seperti itu”

“Hey Kai, aku tampan bukan Cantik”

“Kau itu Cantik Hyung”

“Aku tampan”

“CANTIKK.. Bweeeee”

“Aku itu Tampan Bweee”

Semua menatapku aneh karna membalas ejekkan Kai dengan juluran Lidah, seketika ku tatap semua yang ada di bus, apa aku melakukan hal yang aneh? Sepertinya tidak, tapi kenapa mereka menatapku seperti itu.

“Wae-yeo?”

“Kau seperti anak kecil hyung”

“Mwo? Hey, aku sudah dewasa”

“Kau Dewasa tapi tingkahmu seperti anak kecil”

“Huh, terserah Kalian saja”

Dengan memautkan bibir aku langsung bergegas mengambil tempat duduk di sebelah Sehun. Memangnya aku bertingkah seperti anak kecil? Itu tidak mungkin karna aku member tertua nomor 2 di sini. Selama perjalanan, aku merapikan rambut dan sesekali menata ulang poni agar terlihat lebih Manly.

“Hyung, mau kau atur seperti apapun kau itu tetap cantik”

“Berhentilah mengatakan aku cantik, aku itu Manly”

“Ne hyung, kau Manly. Tak perlu ngambek gitu hyung”

“YAK! Berhentilah menganggapku seperti anak kecil”

Sepertinya ini semakin menyebalkan, awas saja mereka nanti. Sesampainya di lokasi, aku langsung merangkul lengan Sehun. Bukan karna aku takut atau apa, merangkul lengan Sehun membuatku merasa nyaman dan Aman. Semua juga sudah tau kalau aku itu Couple dengan Sehun, setidaknya dengan seperti ini aku merasa lebih dewasa.

“Sehunnie, kau sedang bersama Adikmu ne?”

“Yak! Chanyeol, siapa yang kau bilang adiknya Sehun?”

“Aku tidak tahu, menurut hyung siapa?”

“mana aku tau, kau yang mengatakan itu”

“Kau ingin Tau hyung?”

“Tentu saja”

“Adiknya Sehun itu tengah berada di Sebelah Sehun dan tengah merangkul erat tangan Sehun.”

“Maksudmu aku?”

“Ntah”

Chanyeol langsung berlari begitu saja, dasar Happy Virus. Sehun yang di sebelahku hanya tersenyum menanggapi pernyataan dari Chanyeol. Tak berapa lama interview di mulai, tak ku sangka pertanyaan mereka banyak yang aneh, lihat saja, mereka bertanya mengenai kekuatan siapa di MV MAMA yang paling kuat, pertanyaan macam apa itu?

“Di antara kami semua, yang paling kuat itu aku”

“Tidak, yang terkuat itu Aku, Tao”

“Lu-Ge, di mana-mana pengendali waktu itu yang lebih Kuat”

“Hei, tapi aku bisa mengendalikan tubuhmu hanya dengan fikiranku”

“Tapi aku bisa membekukanmu Hyung”

“Kau memang membekukan tubuhku, tapi aku masih bisa menggerakkan semuanya dengan fikiranku”

“YAK! Kalian berdua kenapa malah bertengkar, ini interview bukan di Dorm”

“Mianhae Suho, Mianhae semua”

Kenapa aku bisa lupa kalau ini sedang interview, ah,, LuHan Pabo! Selesai interview kami kembali ke Dorm, ini sangat menyebalkan karna aku melakukan hal bodoh seperti tadi. Tapi mau bagaimanapun itu memang kenyataan bukan? Kekuatanku yang lebih kuat di banding Tao. Hingga malam, tak ada kegiatan yang kami lakukan. Hanya duduk, bermain game dan tidur, tak ada yang menarik. Segera ku pasang 4 Alarm agar aku bisa bangun lebih awal dan membuktikan bahwa aku bukan anak kecil.

-oOo-

“LUHAN HYUUUUUUUNNGGGG…”

Dengan mata yang masih menutup, terdengar semua member memanggil namaku. Kenapa mereka berisik? Seharusnya aku duluan bangun tapi kenapa mereka duluan yang bangun? Hey, Alarmku belum berbunyi kenapa kalian sudah bangun?

“Ada apa, kenapa kalian berteriak? Ini masih malam”

“Seharusnya kami yang berkata seperti itu hyung, kau lihat ini sudah jam 05:00. Kau membunyikan 4 Alarm sekaligus dan itu mengganggu tidur kami”

“Mwo? Kenapa aku tak dengar?”

“Hyung, 4 Alarm berbunyi kau bilang tidak dengar? Kau tidur atau tidur hyung?”

“Bunyinya kurang nyaring, jadi aku tidak dengar”

Segera aku bangkit dan meninggalkan mereka yang bingung dengan sikapku, ini telingaku yang tidak beres atau memang alarmnya yang memiliki bunyi kurang nyaring? Ah, tidak penting, sebaiknya aku membersihkan tubuhku.

“Em,, sepertinya gosok gigi ini tak ada yang punya”

Pluunggg

“1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, tunggu ini punya Sehun, sebaiknya jangan dan ini punyaku juga jangan”

Satu persatu aku masukkan gosok gigi ke dalam toilet, tak ada yang punya juga. Sesekali berbuat jahil tak apakan? Em,, bebek karet ini juga tak ada yang punya. Semua yang ku rasa bukan milikku dan Sehun langsung ku masukkan ke toilet. Setelah selesai aku langsung keluar dan dengan santai mendekati Sehun dan Suho yang tengah duduk sembari menonton TV. Ku ambil sebuah rubik di atas meja dan segera memainkannya.

“LuHan hyung”

“Ne, ada apa Suho?”

“Berapa menit kau bisa menyelesaikan rubik itu?”

“Ntah, aku tak tau pasti”

“Suho hyung, LuHan hyung bisa menyelesaikan itu dalam waktu 30 detik”

“Mwo? Sehunnie, itu terlalu cepat”

“Ayo kita buktikan Hyung”

“Ayo”

Aku mulai memutar benda berbentuk persegi dan memiliki berbagai warna. Sungguh di luar dugaan,aku berhasil menyelesaikan ini dalam waktu 50 detik. Aku tak sadar, ini terlalu cepat.

“Uwoohh,, kau hebat LuHan hyung”

“tunggu Suho, aku masih tak percaya jika waktuku secepat itu”

“Ini benar, kau memang secepat itu”

“Kau memang Hebat Hyung”

Aku sedikit tersenyum, setidaknya ini membuatku terlihat Manly. Baru saja aku merasakan ketenangan, suara 10 octaf Chen melengking dari arah kamar mandi.

“LUHAN HYUUUUUUUUUUUUUUUNNNGGGG,,, kenapa kau buang semua bebek karetku???”

Suho dan Sehun langsung menatapku setelah mendengar teriakkan dari Chen, dan aku hanya bisa tersenyum menampakkan aegyo dan keimutan wajahku walau harus menjatuhkan harga diriku yang sebenarnya.

“Ehhmm,, Sehunnie, ayo kita beli Buble Tea.”

“Tapi hyung”

“Sudah, Ayo kita pergi sebelum kau mendengar Suara 10 octaf itu lagi”

Dengan cepat aku berlari membawa Sehun pergi menuju tempat biasa kami membeli Buble tea meninggalkan Suho yang bingung dengan sikapku. Aku berlari sembari tertawa bersama Sehun, sepertinya tingkahku seperti anak kecil? Tidak, aku fikir itu hanya kejahilan kecil saja. Sesampainya di tempat yang kami tuju, kami langsung memesan buble tea dan istirahat sejenak.

“Sehunnie, menurutmu, Hyung bagaimana?”

“Bagiku, Hyung adalah Hyung yang terbaik yang pernah ku miliki, tak salah jika kita di sebut HunHan Couple”

“Maksudku apa aku bersikap dewasa atau malah sebaliknya?”

“Bagiku tak penting sikap hyung mau bagaimana, yang penting adalah kau selalu bersama kami hyung”

Sehun benar, sepertinya yang mereka butuhkan adalah sikapku yang seperti biasa di bandingkan dengan sikap yang penuh kepura-puraan. Mau bagaimanapun aku tetap Hyung mereka. Mungkin dengan membelikan beberapa buble tea untuk yang lain akan mengurangi amarah mereka gara-gara Gosok gigi dan bebek karet Chen aku buang.

“Ayo kita pulang Sehunnie”

“Ne hyung”

Kembali aku merangkul lengan Sehun sembari membawa 12 Buble tea di tanganku. Sesampainya di Dorm, semua member sudah berkumpul di dalam ruangan seperti siap memberikan aku 324.287.298 pertanyaan dan nasihat.

Annyeong, ini aku belikan buble tea untuk kalian” ucapku sembari tersenyum

“Yak! Hyung, jika buble tea itu untuk membuat amarah kami berkurang, itu tak akan berpengaruh hyung”

“Tidak, aku hanya ingin memberikan ini pada kalian”

“Baiklah”

“Sebelum kalian memarahiku, aku mau minta maaf karna kelakuanku tadi dan ini aku juga sudah membeli 12 gosok gigi baru. Nah sekarang, Maukah kalian memafkan Hyung kalian ini” ucapku seraya memberikan wajah imut.

“Yak! Hyung kenapa wajahmu seperti anak kecil seperti itu? Suho hyung bagaimana ini?”

“Terserah kalian saja, Chen, menurutmu bagaimana?”

“Baiklah, lagi pula LuHan hyung sudah membelikan kita buble tea, dan bebek karetku yang di buang bukan yang mahal. LuHan hyung juga sudah membelikan gosok gigi kita hyung.. Baiklah, aku maafkan”

Gomawo ne”

“Baiklah, karna semua sudah selesai, aku mau lanjutkan masakkan ku yang sempat ketunda”

“Kau tadi sedang masak Kyungsoo?”

“Ne hyung, belum lagi selesai, aku mendengar teriakkan Chen hyung”

“Oh, lanjutkan masakanmu ne”

“Ne hyung”

D.o langsung meninggalkan kami menuju dapur, semua kembali pada kegiatan semula. Sepertinya jika aku membuat kejahilan lagi pasti akan menarik, ntah dari mana muncul ide ini di otakku. Segera ku tarik Sehun menuju dapur, terlihat kosong dan hanya ada ada masakan di atas kompor.

“Sehunnie, kau tunggu di sini ne. Lihat-lihat kalau yang lain datang ne”

“Kau mau ngapain hyung?”

“Kau nanti pasti tau”

“Ne”

Kakiku melangkah menuju bumbu-bumbu yang ada di dapur, dengan cepat aku memasukkan beberapa sendok bubuk cabai kering pada masakan kyungsoo. Kita lihat apa yang akan terjadi, dengan langkah seribu aku langsung menghampiri Sehun.

“Sudah hyung?”

“Sudah”

“Sehun, LuHan Hyung? Kalian sedang apa?”

“Eh, kyungsoo, kami Cuma lewat saja. Ya kan Sehunnie”

“Ne hyung”

“Oh, ya udah aku duluan ne”

Sekarang aku dan Sehun tengah menghitung mundur dan bersiap untuk tertawa sekeras-kerasnya.

“Hana”

“Dul”

“Set”

“HUAAAAA,,,, SEHUUUNN,, LUHAAAN HYUUUUUUUUUUUUNNNGGG”

“Buhaaahahahahhahahahahahaha”

Aku dan sehun tertawa sekencang-kencangnya karna berhasil membuat kyungsoo mengeluarkan nada 12 octaf melebihi suara Chen. Aku yakin itu efek dari bubuk cabai yang ku masukkan pada masakkannya. Aku dan Sehun langsung bertos ria, namun ntah kenapa cahaya yang menyorot kami berubah menjadi gelap, dengan perlahan aku mulai melihat.

“Aigoo,,”

10 namja tengah memperhatikan aku dan SeHun, dan kali ini aku tak bisa menghindar lagi. Yah, mau bagaimana lagi, Aku tidak bisa jadi Manly tapi setidaknya aku tak berpura-pura menjadi orang lain, lagi pula wajahku juga terlihat muda.

“LUHAANNN!!! SEHUUUNNN!!!”

Lihat, mereka sudah menatapku seperti layaknya srigala yang mendapatkan mangsanya. Haruskah aku menghitung lagi? Aku fikir tidak, karna itu akan membuang waktu dan mereka akan langsung menyerbuku. Jadi sebaiknya,,

“Sehunnie, KABUUUURRRRRRR”

“YAK! Hyung tungguuuuu!!!”

 

END’

Note : Okkeeh,,, Lu-ge udah,, selanjutnya Kai “Dance! Dance! Dance!” haaaahh,, Di tunggu ne komentarnya.. (^_^)

13 pemikiran pada “I’m Not Childish! I’m Manly!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s