Love For You (Chapter 1)

LOVE FOR YOU (Chapter 1)

 sehun

 

Title : Love For You

Author: Haena Lee

Main cast : – Oh SeHun          – Im Yoomi

Cast : – Luhan (Sehun Brother)

Kai (Sehun Friends )

BaekHyun (Sehun Friends)

Chen (Sehun Friends)

Chanyeol (Sehun Friends)

Oh Family (Sehun Parents)

Support cast : Find your Self

Lenght : Chapter

Genre : Frendship, Family, School life, Romance, sad maybe

Rating : PG 16

Disclaimer : Cerita ini murni aku sendiri yang buat dan masih cerita umum jadi aku tidak tau kalo ada yang sama yang pasti aku ga PLAGIAT ini asli dari otak aku sendiri.

don’t be Plagiat and don’t Siders Please ^^

Summary: “ Pertama kali bertemu denganmu dalam keadaan menangis dan penuh luka, saat itu pula aku berjanji tidak akan membuat mu menangis dan terluka lagi dan tidak tau kenapa hatiku semakin ingin melindungimu dan ingin terus bersamamu.”

 

Annyeong yeoreobun aku punya FF tapi ini chapternya mungkin hanya sampai 4/5 saja kekeke maafkan aku membuat cover yang jelek L aku ga bisa buat cover yang bagus -__- ada yang bisa kah?? Hehe koment ne ^^

Kalian bayangkan Eomma dan Appa Sehun , Donghae Suju dan Yoona SNSD ya karena mereka semua cocok jadi keluarga 😀 atau kalian bayangkan saja sendiri kekeke di chapter ini masih nyeritain tentang keluarga dan Sehun Yoomi dan semoga cerita ini menarik buat kalian “comment please” ^^.

 

Happy Reading ^^

 

Author VOP

April 2005

Di sebuah jalan raya terdengar nyaring bunyi suara serine ambulance yang menggema, karena sebuah kecelakaan mobil yang akhirnya membuat jalanan tersebut macet parah kejadian tersebut membuat semua penghuni mobil berhambur keluar untuk melihat keadaan pengendara mobil. Tak hal dengan keluarga yang turut ikut terjebak dalam situasi macet ini, Seorang namja dewasa keluar untuk melihat keadaan apa yang terjadi, masih ada yeoja dewasa dan dua namja kecil yang disinyalir seperti anaknya, yang turut menunggu keadaan ini cepat pulih. Yeoja dewasa khawatir dengan kejadian ini pun ingin ikut keluar untuk melihat, namun dia juga tidak mau meninggalkan kedua anaknya tersebut.

“Eomma apa yang terjadi? Kenapa Appa tidak juga kembali?” Tanya seorang namja kecil, namja yang paling kecil itu sekitar umur 8 tahun bertanya bingung kepada wanita yang di panggil Eomma itu.

“Molla, Eomma ingin melihat tapi Eomma juga tidak mau meninggalkan Kalian” Jawab yeoja yang di panggil eomma itu.

“Luhan-ah jaga dongsaengmu sebentar ne?, Eomma ingin melihat sebentar dan memanggil Appa” Perintah yeoja itu lagi. Yeoja memerintahkan kepada anaknya yang paling besar sekitar umur 10 tahun untuk menjaga dongsaengnya itu.

“Ne Eomma” Jawab namja yang bernama Luhan itu. Lalu yeoja yang di panggil Eomma itu pun membuka pintu mobil dan menutupnya lagi dan berlalu melihat keadaan kecalakaan tersebut. Sedangkan didalam mobil ada dua orang namja kecil yang sedang menunggu orangtua nya kembali setelah melihat kejadian itu, dan namja yang paling besar sedang asyik memainkan handponenya, namja yang paling kecil membuka jendela mobil dan mengeluarkan sedikit kepalanya ingin melihat juga apa yang terjadi sepertinya namja kecil itu telah melihat seseorang saat dia melihat diluar kaca mobil.

“Hyung aku ingin keluar, aku ingin melihatnya juga” Tanya namja kecil itu dengan polosnya. Namja kecil itu terus saja melihat-lihat keluar kaca mobil seperti khawatir dengan seseorang yang dilihatnya tadi.

“Andwae Sehun-ah, kau tidak ingat tadi Eomma bilang apa?” Jawab Luhan, namja kecil itu yang ternyata bernama Sehun kesal setelah tau jawaban yang ia sebut Hyung itu. Luhan hanya terus memainkan handphone nya dan mengabaikan perkataan dongsaeng nya itu. Sehun mulai kesal dan nekat membuka pintu mobil dan berlari ketempat kejadian tersebut, Luhan kaget dan langsung menyimpan handphone nya tersebut dan berlari mengejar Sehun dongsaengnya itu.

Sehun dengan segera berlari dan menghampiri Eomma nya dan bersembunyi di belakang punggung Eommanya setelah melihat kejadian tersebut, yang di pikirkan Sehun adalah takut setelah melihatnya Sehun terus saja bersembunyi di belakang Eommanya, Sehun melihat seorang yeoja kecil yang menangis di depan orang yang tidak sadarkan diri sepertinya itu orang tua dari yeoja kecil itu.

“Eomma lihat itu” Kata Sehun. Sambil menarik baju Eommanya dan menunjuk arah yang dia maksud, Sehun memandang Eommanya seperti “Eomma tolong yeoja kecil itu” dengan muka sedih Eomma yang mengerti mengangguk dan membisikkan sesuatu ketelinga Nampyeonya, dan meminta luhan untuk menjaga dongsaengnya dengan baik, lalu Appa dan Eomma Sehun pun menghampiri orang yang dimaksud oleh sehun.

“ Tenanglah tidak usah takut hyung ada disini” Ucap Luhan. Sambil menenangkan dongsaeng yang terlihat sedih dan takut melihat kecelakaan ini.

Entah apa yang di diskusikan oleh kedua orang tua Sehun kepada polisi yang menangani kejadian ini, sepertinya sangat serius terlihat dari ekspresi mereka semua. Yeoja kecil itu terus saja menangis di depan mayat kedua orang tuanya, yeoja kecil itu semakin menangis setelah kedua orangtuanya di bawa oleh petugas rumah sakit.

“Eommaaaaa, Appaaaaa jangan tinggalkan aku.. hiks..hiks..” teriak yeoja kecil itu. Yeoja kecil itu bangun dan ingin berlari mengejar orang tuanya yang telah dibawa oleh ambulance, Eomma Sehun mencegah yeoja kecil itu untuk tidak mengejar ambulance lagi, setelah itu dia tak sadarkan diri dan langsung di bawa oleh Eomma Sehun.

“yeobo uruslah semuanya aku akan membawa anak ini ke RS” Kata Eomma Sehun. Appa Sehun mengangguk mengerti dan melanjutkan berdiskusi dengan polisi yang menangani kecelakaan ini.

Sehun terlihat panik melihat yeoja kecil itu dibawa oleh Eommanya. “Luhan-ah masuk ke mobil kita akan ke RS” Perintah Eommanya. Luhan lalu mengajak dongsaengnya mengikuti Eommanya dari belakang, Sehun sangat khawatir dengan yeoja kecil itu yang tak sadarkan diri dan terlihat banyak darah di tubuhnya terlihat dari mukanya yang polos dan seperti ingin menangis, kedua namja dan Eommanya memutar balik arah dan melajukan mobilnya menuju RS.

 

At Home

Sebuah keluarga bahagia telah sampai di rumah dengan membawa yeoja kecil imut dan cantik yang mereka bawa dengan kejadian kemarin, Eomma Sehun membuka pintu rumah dan merekapun masuk ke rumah dengan suara yang senang, Keluarga yang bermarga Oh ini memang tipikal keluarga yang ceria, harmonis dan suka menolong ini. Tidak heran kemarin setelah Sehun menunjuk yeoja kecil yang terkena kecelakaan langsung menolongnya dengan cepat, dan sekarang yeoja kecil itu telah berada ditengah keluarga harmonis ini mereka pun mulai mengajak yeoja kecil itu duduk di ruang tamu keluarga.

“Neo gwhenchanayo? Apa masih ada yang sakit” tanya Eomma Sehun lembut. Eomma Sehun terus saja mengelus punngung yeoja kecil lembut yang memang duduk di sebelahnya lalu yeoja kecil itu hanya menggeleng kecil dan terlihat seperti masih canggung dengan keluarga barunya ini.

“Tidak usah takut, sekarang kita adalah keluarga barumu ne” ucap Appa Sehun lembut. Melakukan hal yang sama seperti anaenya, ya yeoja kecil itu duduk diantara sepasang suami istri itu.

“Siapa namamu?” tanya Eomma Sehun. Yeoja kecil itu masih diam dan menundukkan kepala, Tn. dan Ny. Oh hanya saling berpandangan begitu juga dengan kedua namja tampan itu hanya saling berpandangan, terlihat wajah mereka yang kecewa karena yeoja kecil itu tidak menjawab juga.

“Cho-choneun Im Yoomi imnida” jawab yeoja yang bernama Yoomi itu. Keluarga Oh terlihat senang setelah mendengar suara lucu dan imut milik Yoomi.

“Naneun Oh SeHun imnida”ucap Sehun antusias. Diiringi jitakan Luhan hyungnya itu, keluarga Oh tertawa setelah melihat tingkah kedua jagoannya itu begitu juga dengan Yoomi yang mulai tersenyum.

“Yoomi-ah panggil saja Appa dan Eomma ne, Ini Luhan kau panggil saja Oppa, kau sudah taukan kalau ini Sehun panggil juga dia Oppa, sekarang kau adalah bagian dari keluarga kami tidak usah canggung kami akan memberimu kasih sayang seperti orangtuamu.” Ucap Tn. Oh sambil memperkenalkan diri. Ny. Oh langsung memberikan pelukan hangat kepada Yoomi seperti seorang ibu kepada anaknya, Yoomi yeoja kecil itu pun menyambut pelukan Eomma barunya itu.

“Eomma” ucap Yoomi. dengan nada polos dan lucunya sebagai anak kecil, keluarga Oh sangat senang mendengar Yoomi memanggil dengan sebutan “Eomma”.

“Appa, Lu-Oppa, Sehun Oppa” ucap Yoomi lagi. kali ini yeoja imut itu menyebut dan menunjuk mereka dengan nada yang imut dan membuat keluarga Oh senang dan tertawa begitu juga dengan Yoomi dia mulai bisa tertawa karena keluarga Oh yang hangat dan mencintainya seperti orangtua kandungnya dulu.

“Lu-oppa?, itu terdengar bagus Yoomi-ah” ucap Luhan, menghampiri Yoomi sambil mencubit pipi Yoomi yang chubby dan lucu itu. Sehun yang melihat itu langsung menghampiri Yoomi juga karena merasa kesal dan langsung menyingkirkan tangan hyung nya itu dari pipi Yoomi.

“kenapa buat ku tidak ada nama panggila khusus?” ucap sehun cemberut. Sambil mengerucutkan bibirnya itu dan membuatnya kelihatan lucu dan saat itu pula membuat keluarga Oh tertawa riang.

“Hunnie Oppa” ucap Yoomi tiba-tiba. “tidak buruk, baiklah” ucap sehun riang. Dan melakukan hal yang sama seperti hyung nya lakukan.

“Keluarga kita bertambah satu dan akan membuat keluarga ini selalu ceria karena ada 2 yeoja dan 3 namja, Yoomi-ah selamat datang di keluarga baru mu ”ucap Tn. Oh. sambil menggendong gadis kecil itu yang sangat terlihat senang.

Keluarga Oh pun melajutkan perbincangan dan mendekatkan diri dengan Yoomi gadis berusia 7 tahun yang sudah di tinggal keluarganya karena kecelakaan mobil, mereka bercanda dan mengajak bermain Yoomi begitu jg dengan 2 namja kecil yang sekarang menyayangi Yoomi seperti adik kandung nya sendiri.

 

Sehun POV

11 April 2014

Aku kembali mengingat kejadian 10 tahun yang lalu, saat pertama kali melihat Yoomi menangis dan terluka saat melihat orangtuanya meninggal dalam kecelakaan ada kalanya aku bersyukur dengan kecelakaan itu, karena kejadian itu membuatku bertemu dengan Yoomi. Yeoja yang aku lihat pertama kali di kejadian itu dengan penuh air mata dan terluka disaat itu pula aku merasa ada yang menarikku untuk keluar mobil dan meminta Eomma untuk menolongnya entah kenapa itu terjadi? Di saat itu hatiku juga ikut sakit melihat dia menangis seperti itu dengan penuh luka dan darah, aneh memang karena dulu aku masih berusia sangat kecil 8 tahun dan belum mengenal namanya cinta.

Setelah dia memasuki rumahku aku benar-benar senang apalagi saat dia tersenyum di saat itu pula aku berjanji akan membuatnya selalu tersenyum dan tidak akan mengalami kejadian 10 tahun lalu. Aku terus saja melihat foto-foto saat kita berkemah di jeju, bermain di pantai dan BBQ bersama, Appa mengabadikan moment-moment kami saat itu, dan tidak hanya itu masih banyak moment-moment terindah kita buat bersama.

Saat masih kecil aku menjaga dan membuat Yoomi selalu senyum tanpa airmata sebagai dongsaeng – oppa, tapi entah mengapa saat aku memasuki masa Senior High School aku mulai memandang Yoomi sebagai namja – yeoja. Apa aku boleh memiliki perasaan ini? aku dan Yoomi bukan saudara kandung? apalagi sekarang Yoomi tumbuh menjadi yeoja ceria, cantik dan manis. Meskipun aku tidak melihat Yoomi dari fisiknya tapi aku memang mencintai apa adanya Yoomi dan ingin selalu melindungi Yoomi.

Banyak namja-namja yang selalu mencoba mendekat pada Yoomi ingin rasanya aku melarang Yoomi dekat dengan namja-namja itu, tapi aku hanya Oppa untuknya ada batasan tertentu untuk menjaga dan melarangnya.

 

CKLEK

“Oppaaaa, kau ini tuli Eomma daritadi memanggilmu kenapa tidak menjawab.”tanyanya mengangetkan ku. Aku lihat dia mengerucutkan bibirnya, ya tuhan kalau aku tidak bisa mengontrol diriku bisa-bisa bibirnya aku sudah lumat habis, setiap dia mempoutkan bibirnya seperti itu jantungku seperti ingin meloncat keluar Sehun-ah sadarlah dia itu dongsaengmu.

“Hunnie Oppaaaaaaaa” teriaknya dihadapanku. “Oppa gwhencana? Kenapa oppa melamun iisshh, eoh kita sudah telat oppa, kajja berangkat ini hari pertamaku ke sekolah” cerewetnya. Ah iya dia itu cerewet sekali kadang suka mengganggu ku tapi itu lah yang membuatku senang dan sebaliknya aku juga akan mengganggu nya sehari tidak menggangunya sangat sepi.

“Oppa Ppalli Ppalli” ucapnya lagi. aku langsung mengambil tasku dan berjalan keluar mengikutinya. Yoomi akan bersekolah di sekolah ku, ya hari ini dia pertama kali masuk sekolah SHS setelah lulus dari JHS di sekolah dia adalah Hoobieku dan aku sunbaenya, dia kelas 1 dan aku kelas 2, dan Luhan hyung dia sudah masuk Universitas Seoul. Luhan hyung selalu memanjakan Yoomi, mungkin Yoomi yeodongsaeng satu-satunya dan Yoomi pun selalu senang bermanja dengannya itu membuat ku sedikit kesal dan mungkin cemburu, entahlah nan molla padahal aku tau hyung hanya menganggapnya dongsaeng.

“Eomma na kalke” ucap Yoomi. Sambil mencium Eomma “nado kalke Eomma, Annyeong” ucap kami berdua.

“ne annyeong” balas Eomma.

Kami pun berdua berangkat menggunakan mobilku, rasanya senang selalu berangkat dan pergi bersama Yoomi. aku pun menarik ujung bibirku menjadi senyuman aku mulai menyalakan mobil dan berangkat menuju sekolah seperti biasa Yoomi pasti akan cerewet saat di mobil, mananyakan gimana sekolahku, apa sunbae-sunbaenya galak atau jahat, apa sekolahnya bagus dan masih banyak lagi. aku selalu menjawab pertanyaan itu, aku senang jika dia senang dan selalu cerewet seperti ini daripada aku melihatnya murung aku akan sedih dan gagal dalam membuat dia senyum setiap hari.

Sekolah pun sudah di depan mata aku dan Yoomi keluar dari mobil dan berjalan menuju kelas, aku lihat para namja di sekolah ini memandang Yoomi dengan kagum. Ciih aku tidak suka dengan para namja itu terlalu berlebihan melihat Yoomi seperti itu, selama aku bersekolah disini dia akan ku jaga dengan baik.

“Sehun-ah” teriak seseorang. Aku dan Yoomi menoleh kebelakan, aku melihat chingu-chingu ku yang memanggil dan melambaikan tangan, aku hanya menunggu mereka mendekat,

“Sehun-ah Nugu?” tanya Baek. Ah ya, aku punya 4 chingu di sekolah ini Baekhyun, Chen Chanyeol dan Kai. Mereka itu chinguku saat pertama aku sekolah disini, jadi wajar saja kalau mereka tidak tau kalau Yoomi adikku.

“Neomu Yeppeo” ucap Kai tiba-tiba. Aku langsung melirik Kai dengan death glare ku.

“Mian Sehun-ah, tapi benar dia itu cantik” ucap Kai lagi. aku hanya diam saja aku lihat Yoomi membungkuk memperkenalkan diri.

“Annyeonghaseyo Choneun Im Yoomi imnida yeodongsaeng Hun- ah Sehun Oppa” ucapnya. Aku lihat mereka kaget membelalakan mata dan bingung dengan perkenalan Yoomi tadi, mereka itu terlalu berlebihan dan mungkin mereka bingung kenapa marga ku dan Yoomi berbeda aku Oh dan dia Im tapi kami saudara.

“Hah Yeodongsaeng? Jinjaa?” ucap mereka bersama. Ah lihatlah aku malas kalau mereka sudah begini, meskipun mereka itu namja mereka sangat berisik dan bawel untung saja aku mau berteman dengan mereka.

“ne” singkatku. Aku melihat mereka kaget dan melihat satu sama lain dengan wajah bingung mereka.

“Tapi..” belum sempat baekhyun menjawab aku memotongnya “nanti aku ceritakan, aku akan mengantar Yoomi dulu” potongku lalu meninggalkan mereka.

“Annyeong sunbae” pamit Yoomi. Aku berjalan berdampingan dengan Yoomi dan melihat banyak orang memandangi kami dengan kagum kenapa mereka seperti tidak pernah melihatku saja, ah mungkin karna aku berjalan dengan yeoja aku di sekolah ini di kenal dengan namja yang dingin dan cuek meskipun banyak yeoja yang terus datang mencari perhatianku.

Aku sudah berada di depan kelas Yoomi, kelasku dan Yoomi berbeda satu lantai saja ya karna lantai dasar khusus ruangan untuk para guru dan kepentingan sekolah lainnya seperti aula ruang Osis, ruang musik, ruang dance dan ada lapangan. lantai dua khusus untuk kelas 1, dan lantai 3 untuk kelas 2, dan lantai 4 untuk kelas 3, dan terakhir adalah atap sekolah.

“Yoomi-ah Oppa tinggal ne, nanti jam istirahat oppa akan kesini kita makan dikantin bersama arrachi? oppa ke kelas oppa dulu annyeong” pamitku. “Gomawo oppa annyeong” teriaknya. Aku menoleh sebentar dan memberi senyuman padanya lalu aku berjalan menuju kelas di lantai 3, huufftt saat tiba di kelas aku akan di gondol pertanyaan oleh mereka dan benar saja saat aku memasuki sekolah Chen dan baekhyun langsung menarikku dan mendudukanku di bangku tempat aku biasanya dan mereka duduk di depan lalu menghadap belakang untuk menuntu cerita tentang Yoomi, melihat mereka seperti ini ya sudah aku ceritakan saja yang sebenarnya.

 

Yoomi POV

Aku sudah berada di kelas setelah tadi bertemu dengan Chingu Hunnie Oppa dan mengantarku ke kelas ini, aku melihat sudah banyak siswa di sini, aku terus mencari bangku yang kosong, kulihat ada bangku kosong di sebelah yeoja aku mengampiri dan bertanya padanya.

“E-e-eh boleh aku duduk disini? Kurasa tempat duduknya sudah penuh” tanyaku hati-hati. Ya karena ini hari pertamaku jadi aku masih takut dan malu untuk bertanya.

“Boleh duduklah tidak usah sungkan” balanya dengan senyuman.

“Khamsahamnida”ucapku beterimakasih. Aku lihat yeoja ini cantik dan juga manis ah beruntung sekali aku duduk dengannya, semoga saja dia juga baik.

“Nuguseyo? Choneun Lee Hyumi imnida” ucapnya lagi. sambil perkenalan diri dan mengagkat tangannya untuk ku sambut bersalaman. Ah ternyata dia baik, tuhan gomawo kau selalu memberiku orang-orang yang baik hati.

“Choneun Im Yoomi imnida” ucapku. Sambil menyambut tangannya untuk bersalam, senang rasanya di hari pertama sudah mempunyai chingu.

“Yoomi-ah kita bicara seperti biasa saja ya seperti teman, tidak usah formal seperti tadi” kekehnya , “Ah ne Hyumi-ah” balasku. Setelah itu kami mengobrol tentang pengalaman kami masing-masing aku senang berteman dengannya seperti sudah kenal lama dengan Hyumi baru bertemu saja sudah akrab begini. Semoga aku tidak mendapat masalah di sekolah ini. acara mengobrol kami pun terhenti karena seongsaenim datang dan memperkenalkan dirinya kepada kami murid baru semua murid memperkenalkan diri dan mengenal satu sama lain.

 

Sehun POV

TRREENG TRREENG

Bunyi bel tanda istirahat sudah menggema para murid bersorak riang dan seongsaenim pun pamit dari kelas, begitu pula aku dan juga Chinguku kami berjalan keluar menuju kelas Yoomi untuk mengajak dia makan bersama. sepertinya Chinguku ini senang dengan Yoomi, dan aku juga lihat Kai menyukai Yoomi terlihat saat aku menceritakan awal pertama bertemu dengan Yoomi di memasang wajah sedih dan ku lihat dia sedang memikirkan sesuatu jangan sampai Kai benar-benar menyukai Yoomi.

“Sehun-ah kau dan Yoomi itu bukan seperti Oppa dan dongsaeng kalian seperti sepasang kekasih kalian sangat serasi” ucap Baek tiba-tiba.

DEG

Aku tiba-tiba berhenti, kenapa Baek tiba-tiba bilang begitu? Apa benar aku dan Yoomi serasi?, apa aku hanya salah dengar.

“YA Sehun-ah kau kenapa tiba-tiba berhenti” ucap Chen. Sambil menepuk pundakku, ah aku ini kenapa bagaimana kalau mereka tau perasaanku Sehun-ah paboo. Aku hanya menggeleng dan melanjutkan jalan turun tangga menuju lantai dua kelas Yoomi, saat sedang berjalan menuju kelas Yoomi aku melihat dia sedang berbincang dengan seorang yeoja dengan begitu akrab dan senang. dia dengan siapa apa dia sudah mendapat chingu baru? aku hanya senyum melihat Yoomi tertawa lepas seperti itu.

“Yoomi-ah” panggilku. Yoomi dan mungkin chingunya menoleh Yoomi melambaikan tangan ke arahku, aku mendekat kepada Yoomi.

“Nugu?” Tanyaku padanya. “Eoh ini chingu baruku” ucapnya sambil menunjuknya. Benar yang aku duga dia chingu barunya Yoomi. Cepat sekali dia akrab dengan seseorang mungkin karena dia itu gadis yang mudah akrab dan ceria.

“annyeonghaseyo Lee Hyumi imnida” ucapnya. memperkenalkan diri dan membungkuk padaku dan juga chinguku.

“Hyumi-ah mereka ini chingu oppaku ige Baek sunbae, Chen sunbae, Chanyeol sunbae dan Kai sunbae, ah ini Oppa ku Oh Sehun ” ucapnya lagi sambil memperkenalkan aku dan chinguku, dia hanya membungkuk pada kami lagi.

“Yoomi dan Hyumi jangan panggil kita sunbae panggil kita oppa ok?” ucap Chanyeol sambil memperlihatkan giginya seperti biasa. Setelah acara perkenalan diri kita akhirnya menuju kantin sekolah ini, para murid seperti biasa terheran ketika melihat kami berjalan dengan yeoja aku abaikan mereka dan terus berjalan.

Baekhyun, Chen, dan Chanyeol di depan sedang asyik bercanda, Yoomi dan Hyumi berjalan di tengah sedang mengobrol dan aku dan Kai di belakang. Aku melihat Kai daritadi memandangi Yoomi intens, ada apa dia? Benarkan dia menyukai Yoomi? Aku tidak akan membiarkannya, aku tidak mau membuat menyakiti Yoomi, aku tidak mau Yoomi terluka.

Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti Yoomi sekalipun itu aku sendiri aku tidak akan memaafkan diriku sendiri dan akan menjauh dari Yoomi jika aku menyakitinya, melihat Yoomi menangis dan terluka adalah kelemahanku.

 

Yoomi POV

Sekarang aku berada dikantin dan duduk dengan Hyumi dan Oppadeul rasanya senang sekali, para namja itu memesan makanan aku dan Hyumi hanya duduk dan menunggu makanan tiba, Hyumi seperti melihat sesuatu aku samakan pandangan Hyumi kearah yang ia lihat ternyata Hyumi memerhatikan Hunnie Oppa, apa dia menyukainya?.

“Hyumi-ah kau suka dengan oppaku?” tanyaku.

“Ne, Mi-ah dia itu cool sekali dan baik tidak seperti orang katakan.” Balas Hyumi. Aku melihat matanya berbinar saat membicarakan Hunnie Oppa.

“Tenang saja aku bantu.” Ucapku lagi. “Jinjayo? Jeongmal? Yakso?” ucapnya berulang-ulang. Hyumi senang sekali saat aku tawari seperti itu. “ne” singkatku. Kulihat Oppadeul datang membawa makanan dan mereka duduk dan memberikan makanan pada kami.

“Yoomi-ah ini untukmu” Kai oppa memberikan makanan padaku. Aku lihat tadi Hunnie oppa juga ingin memberikan padaku tapi keduluan Kai, aku punterima dengan senyuman dan makanan Sehun oppa di berikan pada Hyumi, dia kelihatan senang sekali di beri makanan oleh Hunnie oppa kami pun melanjutkan makan kami dengan sesekali mengobrol ria.

 

Sehun POV

Pulang sekolah aku di ajak oleh Kai kerumahnya ada hal yang perlu di ceritakan padaku entahlah, tapi aku bilang akan kerumahnya setelah mengantar Yoomi pulang dan kai menganggung mengerti, aku berda di mobil dengan Yoomi untuk pulang aku pun membuka suara.

“Hey tumben sekali kau diam” tegurku. Kenapa dia tidak seperti biasanya aku tidak suka melihatnya seperti ini hanya diam.

“Gwhenchana oppa” jawabnya. “Aku akan ke rumah Kai mungkin akan pulang malam” ucapku. Ku lihat dia langsung menoleh

“Oppa jangan malam-malam ne” pintanya sambil aegyo. Aku tidak tahan melihatnya seperti ini, Yoomi-ah jebal jangan buat aku ingin menciummu dan membuat jantungku berdetak tidak karuan kalau kau seperti ini.

“ne dongsaeng” balasku langsung mengalihkan pandangan pada jalan. Kami pun sampai aku hanya mengantar sampai gerbang dan putar balik ke rumah Jongin. Sebenarnya apa yang mau dia bicarakan, apa tentang Yoomi ah tidak-tidak aku tidak mau bepikiran buruk dulu, aku pun kembali melaju menuju rumah Jongin.

 

Yoomi POV

“Yeoabseo? Hunnie oppa Eodi? Aku takut pulanglah oppa? Aku sendirian di sini Eomma dan Appa pergi dan Lu-oppa belum pulang” ucapku dengan suara gemetar.

“YA Yoomi-ah kenapa tidak beritahu dari tadi?” ucapnya marah.

“Ppalli oppa pulang, aku takut” ucapku dengan nada ketakutan. Dan Hunnie oppa segera menutup teleponnya dan mungkin dia langsung pulang dengan mobilnya.

 

TBC

 

Hai- hai gimana nii FFnya huhu i know its bad.. Tapi aku gatau rasanya aku pengen aja bkin FF kaya gini.. aku bikin ff ini karena masih ada waktu luang sebelum TA datang dan harus fokus T_T kalau yang SMA sudah melewatkan UAN dan merasa lega aku malah bakal menghadapai hari-hari dengan tugas kuliah yang memusingkan #malahcurhat -__- please comment dan berikan kritik dan saranya gomawo sudah mau baca FF ini 😀 GOMAWO :*

11 pemikiran pada “Love For You (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan ke Hyun Ra Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s