Story of The First Love and The Endless Love (Chapter 3)

Title                       : Story of The First love and The Endless love

Author                  : Dhini Joo

Length                  : Part 3

Genre                   : Family, School Life, Sad (maybe)

Main Cast           : Bae Suzy, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Park Jiyeon

Other Cast          : Suzy oemma, Jiyeon appa, Etc.

Disclaimer          : This is my story, don’t plagia, warning typo bersebaran and happy reading.

nahh, ini dia chapter 3nya.. ada yang nunggu gak ya..? udah deh langsung aja.. Happy Reading..don’t be silent reader..

 

— Story of The First Love and The Endless Love—[part 3]

story

 

(Before part 2)

 

“ayo kita berpacaran…” kata Suzy yang membuat Chanyeol tersedak.

 

“ne..? uhuk…uhuk…” Suzy melihat Chanyeol dengan tatapannya yang malas.

 

“aku tidak suka mengulang perkataanku..”.    

 

“kau….mau…berpacaran..? denganku…? Wa…e..?” Chanyeol masih sangat terkejut dengan yang dikatakan Suzy tadi. Chanyeol seperti masih tak percaya bahwa Suzy yang selama ini bahkan tidak pernah menyapanya sekarang mengajaknya untuk berpacaran.

 

“ne. Nan, Bae Suzy ingin berpacaran dengan Park Chanyeol..” kata Suzy diperjelas seakan ia tak mau mengulanginya lagi.

 

Chanyeol diam sesaat untuk memikirkan apa maksud Suzy berkata itu. Chanyeol sangat bingung dengan situasi sekarang.

 

“cepat jawab..” tegas Suzy.

 

“tapi, wae..? kenapa kau mau berpacaran denganku? Apa kau ada maksud lain..?”

 

“neo, kau menyukaiku bukan?”

 

“oe..”

 

“aku akan mencoba menyukaimu, jadi bantu aku” kata Suzy tetap dengan nada yang datar.

 

“jinjjayo..?” Chanyeol masih tak percaya.

 

“pigone…. Mau atau tidak? Aku tak punya banyak waktu..”

 

“baiklah, sekarang kau kekasih ku..” Chanyeol tersenyum bahagia.

 

Disaat Chanyeol tersenyum karena ia sudah menjadi kekasih Suzy. Jiyeon yang duduk agak berjauhan dengan meja Chanyeol melihat Chanyeol dan Suzy sangat tidak menyukainya. Jiyeon sangat kesal, air matanya pun sudah berada dikelopak matanya. Tapi Jiyeon masih mencoba menahannya. Baekhyun yang bersamanya pun mengerti kenapa Jiyeon tadi sangat buru-buru mengejar motor Chanyeol.

 

“aish, apa yang mereka lakukan..?” kata Jiyeon dengan nada yang ditahan. Airmatanya pun keluar, ia tak sanggup untuk menahan air matanya lagi. Baekhyun yang melihat Jiyeon sebenarnya sakit hati karena ia sangat menyukai Chanyeol, tapi ia juga merasa kasihan karena yeoja yang ia sukai menangis.

 

 

“kwaenchana, mereka tidak akan ngapa-ngapain..” Baekhyun berusaha untuk menenangkan Jiyeon. Jiyeon pun melihat kearah Chanyeol, Jiyeon merasa lupa kalau ia kesini sebenarnya beesama Baekhyun. Jiyeon asik memerhatikan Suzy dan Chanyeol sampai ia tak sadar  kalau ia tidak sendirian.

 

“apa kau yakin…?” kata Jiyeon dengan tersedu-sedu karena menahan tangisnya.

 

“ne…?”

 

“mereka tidak akan ngapa-ngapain, apa kau yakin…?”

 

“oe, tentu saja. Maka dari itu kau jangan menangis…” Baekhyun menghapus air mata Jiyeon. Jiyeon hanya menatap Baekhyun. Setelah menghapus air mata Jiyeon, Baekhyun pun menatap Jiyeon.

 

“ah, aku lapar…” kata Jiyeon yang membuat Baekhyun jadi salting.

 

“oe..? kau lapar..? pesan makanannya..?” kata Baekhyun kelagapan.

 

“aku tidak mau makan disini. Aku tidak nafsu makan disini, ayo kita ketempat lain” Jiyeon pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung berjalan.

 

“ne..?” Baekhyun masih duduk dikursinya. Jiyeon lalu berbalik melihat Baekhyun.

 

“mwohae..? palli..” kata Jiyeon yang kemudian melanjutkan berjalannya. Baekhyun pun langsung berdiri mengikuti Jiyeon.

 

***

 

Jiyeo bersama appa-nya dan oemma Suzy sedang makan malam bersama tanpa Suzy.

 

“Suzy oedisso..?” Tanya appa Jiyeon.

 

“molla..” jawab Jiyeon tanpa melihat appa-nya dan tetap melahap makanannya.

 

“dia belum pulangkan? Kemana dia..?”

 

“sudahlah yeobo, ayo kita makan saja” bujuk oemma Suzy.

 

Ternyata Suzy pun sudah sampai dirumahnya diantar oleh Chanyeol. Suzy berniat ingin naik keatas tapi ia di panggil oleh appa Jiyeon.

 

“Suzy-ah..” Suzy pun menghampirinya yang sedang duduk di meja makan.

 

“ kau ini kemana saja..? kenapa kau sering sekali pulang malam..” Suzy hanya diam tak menjawab pertanyaan oemma-nya tadi.

 

“kau pulang bersama siapa? Appa mendengar suara motor, apa itu namjachingumu..?” Tanya appa Jiyeon.

 

Suzy diam sejenak menatap Jiyeon dengan sinis.

 

“ne, naui namjachingu..” jawab Suzy yang tetap menatap Jiyeon sinis dan penuh kemarahan.

 

‘mwo..? namjachingu..? nugu..?’ batin Jiyeon gelisah.

 

“geureyo..? ternyata kau beradaptasi dengan baik..” appa Jiyeon tersenyum.

 

“yeobo, apakah tidak apa-apa ia memiliki namjachingu..?” oemma Suzy sedikit khawatir.

 

“biarkan saja, mereka sedang menikmati masa muda mereka” appa Jiyeon tersenyum bahagia. Sedangkan Jiyeon masih gelisah.

 

“lagipula aku sudah mendapatkan nilai bulanan Suzy, nilainya bagus semua. Suzy-ah, apa kau mau mengambil kursus..?”

 

“aniyo..” jawab Suzy tanpa ragu tapi tetap datar.

 

“kalau begitu ayo duduklah kita makan..” ajak appa Jiyeon.

 

“kwaenchanayo, aku sudah makan…”

 

“makan bersama namjachingumu..? wah.. apa dia benar-benar tampan..? sampai putriku bisa jatuh cinta kepadanya..?” appa Jiyeon yang tak pernah lepas dari senyum bahagianya.

 

‘putri..? dia benar-benar sudah mengambilnya’ Jiyeon kesal.

 

“ne..” Suzy lalu memberi hormat dan kembali ke kamarnya.

 

“Jiyeon-ah, kenapa nilaimu menurun..?” Tanya appa-nya serius.

 

“ne..?” Jiyeon tampak bingung harus menjawab apa.

 

“kenapa nilaimu bisa turun seperti itu..? mulai sekarang cobalah belajar dengan Suzy. Nilaimu sungguh jauh berbeda dengan nilai Suzy..” kata appa Jiyeon.

 

Jiyeon langsung merubah ekspresinya menjadi sangat marah.

 

“Suzy..? ada apa dengan Suzy..? apa kehebatannya? Kenapa appa sangat menyayanginya? Appa putri appa sekarang Suzy? “jiyepon mulai meluapkan rasa kekesalannya.

 

“PARK JIYEON….” Teriak appa Jiyeon. Oemma Suzy mencoba menenangkan suaminya.

 

“mwo..? apa aku salah..?” Jiyeon yang kemarahan yang semakin memuncak.

 

“Park Jiyeon, apa yang kau bicarakan..?” Jiyeon lalu pergi meninggalkan appa-nya beserta oemma Suzy di meja makan.

 

“Jiyeon, apa belum selesai selesai bicara..” Jiyeon tetap terus berjalan dan menaiki tangga.

 

“JIYEON….” Teriak appa Jiyeon sambil mengebrak meja makan.

 

“yeobo, sudahlah…” oemma Suzy mencoba menenangkan appanya.

 

***

 

Jiyeon membuka pintu kamarnya dengan kasar hingga membuat Suzy kaget dan menatapnya. Jiyeon lalu melihat kearah Suzy yang sedang duduk di meja belajarnya dan menghampiri Suzy.

 

“hei, namjachigu..? mwoya neo..?” Jiyeon terlihat kesal.

 

“geurom wae..?” Suzy dengan nada meremehkan.

 

“nugu…? CHANYEOL…?”

 

“ne…” Suzy tersenyum licik.

 

“mwo..? neo…” perkataan Jiyeon dipotong oleh Suzy.

 

“mwo..? naega mwo..? nappeun..? selama ini kau selalu menuduhku merayu Chanyeol, tapi aku tidak pernah melakukannya. sekarang aku merayu Chanyeol, agar kau bisa menuduhku sepuasmu..” kata Suzy.

 

Jiyeon membelalakkan matanya karena menahan amarahnya.

 

“neo jinjja…” Jiyeon langsung naik ke kasurnya. Suzy melihat Jiyeon sinis sambil tersenyum licik.

 

***

 

Setelah Suzy dan Chanyeol berpacaran, satu sekolah menjadi heboh. Apalagi yeoja-yeoja yang menyukai Chanyeol, mereka sangat geram melihat Suzy.

 

Suzy sedang duduk di kantin untuk makan siang. Tiba-tiba Baekhyun menghampiri Suzy dan duduk di hadapan Suzy.

 

“hei, apa benar kau berpacaran dengan Chanyeol..?” Baekhyun bertanya seperti sangat penasaran.

 

Suzy hanya diam dan menatap Baekhyun.

 

“makkuna… apa kau benar-benar menyukai Chanyeol…? Oenje butoe..?” Baekhyun sangat ingin tahu.

 

“kenapa kau sangat banyak bertanya…?” Suzy yang mulai kesal karena Baekhyun terlalu banyak bertanya.

 

“bukan begitu maksudku, tapi….” Perkataan Baekhyun terpotong oleh seseorang yang memanggil Suzy.

 

“Suzy-ah…” Baekhyun dan Suzy pun langsung melihat kearah suara.

 

“sedang apa kau disini..? oe, Baekhyun-ah annyeong..”

 

“oe, Chanyeol-ah…” kata Baekhyun.

 

“Suzy-ah, aku boleh duduk disini..” Tanya Chanyeol dengan ramah.

 

Suzy hanya diam dan kembali melahap makanannya. Chanyeol pun langsung duduk di samping Suzy.

 

“kalo begitu aku pergi dulu, aku takut mengganggu kalian..” kata Baekhyun yang sudah memegang piring makanannya.

 

“oe, kwaenchana.. kau makan disini saja. Kami tidak terganggu kok…” Chanyeol tersenyum ramah.

 

“ah kwaenchana, lagipula aku juga ada keperluan..” kata Baekhyun yang sudah berdiri.

 

“ah begitu, baiklah..” Baekhyun pun pergi meninggalkan Suzy dan Chanyeol.

 

Baekhyun berjalan lalu ia melihat Jiyeon beserta teman-temannya yang sedang duduk mengobrol.

 

“ Jiyeon..” panggil Baekhyun.

 

“oe, Baekhyun..? ayo sini” Baekhyun lalu menghampiri Jiyeon.

 

“Jiyeon-ah, sepertinya ada yang ingin berbicara denganmu. Aku dan Eunjung pergi ke kelas dulu..” kata Hyomin yang langsung beranjak tempat duduknya. Jiyeon tersenyum.

 

“ada apa kau memanggilku..?” Tanya Jiyeon.

 

“ani, tadi aku hanya berniat menyapamu lalu kau memanggilku  kesini. Jadi, kenapa kau memanggilku..” kata Baekhyun.

 

“ah begitu rupanya… sepertinya makananmu belum habis, kenapa ingin pergi..?”

 

“ah, aku hanya ingin pindah tempat duduk..”

 

“memangnya ada apa dengan tempat dudukmu tadi..?” Jiyeon lalu melihat kearah belakangnya dan ia melihat Suzy bersama Chanyeol.

 

Baekhyun yang menyadari itu pun langsung memegang bahu Jiyeon dan membalikkan lagi tubuh Jiyeon.

 

“ara..” Jiyeon melepaskan pegangan Baekhyun. Baekhyun lalu merasa tidak enak hati.

 

‘aish, babo… mengapa kau mengatakan seperti itu, aish jinjja babo’ batin Baekhyun yang kesal terhadap dirinya.

 

Jiyeon lalu berbalik melihat kearah Suzy dan Chanyeol lagi. Wajah Jiyeon sangat tergambar kemarahan.

 

Sedangkan Suzy dan Chanyeol sibuk melahap makanannya masing-masing. Tiba-tiba Chanyeol mengambil sesendok makanannya lalu diarahkan kepada Suzy.

 

“mogo…” Chanyeol tersenyum. Suzy lalu menatap Chanyeol tajam.

 

“palli mogo, ini rasanya berbeda..”

 

“mwoga dalla..? menunya juga sama” kata Suzy yang kembali melahap makanannya.

 

“tentu saja ini berbeda, disini ada rasa cinta yang tulus, ayo makanlah…” bujuk Chanyeol.

 

Suzy hendak melahap makanannya lagi tapi Suzy melihat kearah depan dan ia melihat Jiyeon sedang

 

memandanginya. Lalu Suzy melihat kearah Chanyeol dan melahap makanan Chanyeol. Chanyeol tersenyum bahagia karena Suzy memakan makanannya.

 

Jiyeon yang melihat itu membelalakkan  matanya. Baekhyun yang melahap makanannya pun terhenti melihat Chanyeol menyuapi Suzy dan Suzy pun memakannya.

 

‘mwoya..? kenapa anak itu memakannya..? cankamman, kenapa aku marah..? ah, aku marah karena melihat Jiyeon sedih…’ batin Baekhyun.

 

“kau benar..” kata Suzy menatap Chanyeol.

 

“benar apa…?” Chanyeol sedikit bingung.

 

“makanan yang kau suap, ada cinta yang tulus..” kata Suzy yang membuat Chanyeol tersenyum bahagia. Lalu Suzy melihat kearah Jiyeon dengan tatapan sinis.

 

Jiyeon yang kesal pun membalikkan kembali tubuhnya agar ia tak melihat itu lagi. Jiyeon menggerutu kesal, Baekhyun lalu menatapnya dengan tatapan prihatin. Jiyeon yang tau bahwa Baekhyun sedang menatapnya pun menegur Baekhyun.

 

“mwo..? aish, sangat menjegkelkan..” Jiyeon pun pergi meninggalkan Baekhyun. Baekhyun menatap Jiyeon yang jalan membelakanginya.

 

Suzy yang melihat Jiyeon keluar dari kantin pun ikut keluar dari kantin.

 

“Suzy-ah, oediga…?” teriak Chanyeol. Suzy terus berjalan menuju keluar kantin. Chanyeol pun meninggalkan makanannya dan pergi menyusul Suzy.

 

***

 

Setelah makan siang adalah pelajaran olahraga. Seluruh siswa kelas Jiyeon dan beberapa kelas lainnya setelah berganti baju mereka langsung menuju gedung olahraga. Mereka akan berolahraga lempar bola. Setiap kelas dibagi menjadi dua tim. Jiyeon dan Suzy berada di tim yang berbeda. Mereka mulai bermain dengan sukacita. Tapi, pada saat bola berada ditangan Jiyeon. Jiyeon langsung menatap Suzy tajam lalu melemparkan bola tersebut kepada Suzy dengan keras dan cepat. Tapi, Chanyeol menghadang di depan Suzy. Alhasil, Chanyeol-lah yang terkena lemparan bola adalah Chanyeol. Chanyeol pingsan dengan hidung yang mengeluarkan darah karena ia mendapat lemparan tepat diwajahnya. Jiyeon langsung berlari  menghampiri Chanyeol.

 

“Chanyeol-ah..Chanyeol-ah.. kwaenchana..?” Jiyeon mencoba menyadarkan Chanyeol. Sedangkan Suzy masih berdiri dan hanya melihat Chanyeol dan sesekali melihat kearah Jiyeon yang terlihat khawatir.

 

Tiba-tiba Baekhyun yang berada di situ tapi berjauhan dengan jarak Chanyeol, Jiyeon dan Suzy pun berlari dan langsung berusaha untuk membawa Chanyeol dengan dibantu beberapa teman-temannya.

 

***

 

Jiyeon masih mengenggam tangan Chanyeol yang berbaring di ranjang UKS. Chanyeol lalu membuka matanya.

 

“Chanyeol-ah..” panggil Jiyeon.

 

“oe, Jiyeon-ah… neo waeyeogisseo..?” Tanya Chanyeol yang masih sedikit pusing.

 

“jinjja mianhe, aku melempar terlalu keras…” Jiyeon terlihat sangat menyesal.

 

“kwaenchana…” Chanyeol tersenyum.

 

“ah, jinjja mianhe… jongmal mianhe… aku merasa tidak enak..”

 

“kwaenchana Jiyeon-ah, kau tidak usah merasa bersalah. Oe, Suzy-neun oedisseo..?” Chanyeol tetap tersenyum. Jiyeon langsung merubah ekspresinya ketika mendengar kata Suzy.

 

“Suzy..? molla, tadi dia tidak ikut mengantarmu ke UKS” Jiyeon tetap membuat citra Suzy di mata Chanyeol jelek.

 

“mungkin dia masih shock, karena tadi bola-nyakan ke arahnya” Jiyeon sedikit kesal karena Chanyeol tetap membela Suzy.

 

“Suzy…” panggil Chanyeol yang melihat Suzy ternyata sedang berdiri di pintu UKS melihat Jiyeon dan Chanyeol.

 

“ayo masuk” kata Chanyeol. Tapi, Suzy mlah memilih pergi dari UKS. Chanyeol yang melihat Suzy pergi pun turun dari ranjangnya dan berusaha mengejar Suzy.

 

“Chanyeol-ah, kau jangan turun dulu..” kata Jiyeon yang berusaha membuat Chanyeol tetap tidur di ranjangnya. Tapi, Chanyeol tetap turun dan mengejar Suzy.

 

Chanyeol pun mengejar Suzy yang masih berjalan. Lalu Chanyeol memegang tangan Suzy agar ia berhenti berjalan.

 

“kau mau kemana..? apa kau tidak melihat aku masih terbaring di ranjang UKS..? kenapa hanya pergi begitu saja..” kata Chanyeol. Suzy hanya diam menatap Chanyeol dan melepaskan genggaman tangan Chanyeol lalu kembali berjalan.

 

“HEI, Bae Suzy… apa kau tidak khawatir denganku..? sebenarnya kau kekasihku atau bukan..” Chanyeol terlihat marah karena kelakuan Suzy yang sudah kelewat batas menurut Chanyeol.

 

Suzy lalu berbalik melihat kearah Chanyeol yang sedang marah. Suzy lalu melihat Jiyeon di belakang Chanyeol yang sedang berdiri di pintu UKS. Suzy lalu menghampiri Chanyeol dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Chanyeol.

 

“mianhe, tadi aku tidak berada disampingmu saat kau sadar” kata Suzy yang masih memeluk Chanyeol. Chanyeol terlihat sedikit bingung karena tiba-tiba Suzy merubah sikapnya.

 

“jinjja mianhe, aku tidak akan melakukannya lagi..” kata Suzy sambil mengeratkan pelukannya.

 

Jiyeon yang melihat itu menggepalkan tangannya tanda kemarahannya. Chanyeol lalu tersenyum mendengar kata itu dari Suzy.

 

“kwaenchana, kau tidak akan melakukannya lagikan..?” kata Chanyeol tersenyum melihat Suzy.

 

“ne..” Suzy menatap Chanyeol lalu memeluknya lagi.

 

“kajja..” Chanyeol mengenggam tangan Suzy lalu berjalan berdua. Jiyeon masih berdiri menatap kepergian Chanyeol dan Suzy.

 

“kajja..” kata seseorang di telinga Jiyeon.

 

“ah, kamchagiya.. Baekhyun..?” Jiyeon melihat Baekhyun.

 

“kajja..” Baekhyun memegang tangan Jiyeon.

 

“mwoga kajja..” Jiyeon melepaskan genggaman tangan Baekhyun lalu berjalan meninggalkan Baekhyun.

 

“mwoya..? aish memalukan… padahal aku sudah mengumpulkan keberanian untuk memegang tangannya, aish..” Baekhyun merasa malu.

 

***

 

Sore harinya Suzy kembali belajar bersama Baekhyun di perpustakaan. Baekhyun menjelaskan pelajarannya dan Suzy pun mendengarkan dengan seksama. Tapi, tiba-tiba entah kenapa Baekhyun memegang perutnya dengan kuat, ia seperti merasa kesakitan. Suzy yang melihat Baekhyun pun bingung.

 

“wae..?” Tanya Suzy dengan nada yang datar.

 

Baekhyun lalu ingin muntah, ia langsung berlari menuju toilet namja. Suzy yang bingung melihat Baekhyun berlari pun memutuskan untuk mengejar Baekhyun. Suzy membereskan bukunya dan Buku Baekhyun lalu ia membawa tasnya dan tas Baekhyun.

 

Suzy berlari menuju toilet namja. Suzy sudah berdiri di depan pintu toilet namja. Suzy mendengar suara orang yang sedang muntah dan Suzy pun tau bahwa itu adalah Baekhyun. Suzy terlihat bingung dan gelisah, ia ingin masuk dan melihat keadaan Baekhyun. Tapi ini adalah toilet namja mana mungkin yeoja boleh masuk kedalamnya.

 

‘eotteokhae..? apa aku masuk..? atau tidak..?’ batin Suzy.

 

Akhirnya Suzy pun memutuskan untuk masuk. Pada saat Suzy membuka pintu toilet, tiba-tiba pintu sudah ada yang menarik dari dalam. Ternyata itu Baekhyun yang menarik pintunya.

 

“mau apa kau..? masuk ke toilet namja..?” Tanya Baekhyun yang membuat Suzy sedikit bingung dan salting.

 

“kau mengkhawatirkanku bukan…?” goda Baekhyun.

 

Akibat Baekhyun mengeluarkan kata-kata itu, Suzy menatap tajam mata Baekhyun. Baekhyun pun sedikit ketakutan.

 

“hei, kau jangan menatapku seperti itu secara tiba-tiba. Itu membuatku takut..” kata Baekhyun. Suzy pun melempar tas Baekhyun kepada Baekhyun. Baekhyun menangkapnya, Suzy langsung meninggalkan Baekhyun.

 

“Suzy-ah…” panggil Baekhyun. Suzy tak mengubrisnya dan tetap terus berjalan.

 

Setelah panggilannya tak direspon oleh Suzy, Baekhyun pun memutuskan untuk pergi dan berjalan berlawanan arah dengan Suzy. Tapi pada saat ia ingin berjalan Baekhyun tampak mengingat sesuatu lalu kembali memutar badannya melihat kearah Suzy.

 

“Suzy-ah, aku mau bertanya tentang Chanyeol…” kata Baekhyun yang lebih seperti berteriak. Suzy pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik melihat kearah Baekhyun. Baekhyun pun berlari kecil kearah Suzy.

 

“ayo kita duduk di dalam saja, tidak enak kalau berbicara berdiri disini..” ajak Baekhyun

 

***

 

“apa kau benar-benar menyukai Chanyeol?” Tanya Baekhyun dengan sedikit hati-hati. Suzy sedikit bingung karena Baekhyun bertanya seperti itu.

 

‘kenapa dia bertanya seperti itu…?’ batin Suzy.

 

“wae..?” Tanya Suzy ketus.

 

“ani, maksudku…” Baekhyun terlihat bingung dan ragu-ragu untuk menyampaikannya.

 

“mwo…? Palli..” tegas Suzy.

 

“Chanyeol sangat menyukaimu, dulu ia memang playboy. Tapi setelah ia melihatmu entah kenapa ia benar-benar mencintaimu, dia sangat tulus kepadamu..” kata Baekhyun.

 

“geurom mwo..?” Tanya Suzy ketus.

 

“kenapa kau sangat tiba-tiba menyukainya..? setauku kau orangnya sangat dingin, apa kau….” Lagi-lagi Baekhyun terlihat ragu mengatakan kata-katanya.

 

“mwo…?” Suzy seperti tidak sabar dengan apa yang akan dikatakan Baekhyun.

 

“apa kau hanya mencoba membuat Jiyeon cemburu..?” kata Baekhyun.

 

Suzy mendengus kesal dan marah karena mendengar itu dari Baekhyun.

 

“ani, bukan begitu maksudku. Apa kau benar-benar mencintainya..? karena sangat kasihan Chanyeol apabila kau permainkan begitu. Lagipula bukan hanya Chahyeol yang tersakiti tapi juga Jiyeon..” kata Baekhyun yang sudah mulai tegas.

 

“memang apa perduliku..? kenapa kalau mereka sakit..? apa ada hubungannya denganku..” Suzy dengan nada menantang dan marah. Baekhyun sangat terkejut mendengar kata Suzy. Baekhyun sempat kehilangan kata-kata karena ia tak tahu harus berkata apa.

 

“jadi kau hanya mempermainkan Chanyeol…?” Tanya Baekhyun untuk meyakinkan dirinya.

 

“geure, aku mempermainkannya untuk membuat Jiyeon cemburu. Wae..?” Suzy mulai menunjukkan kemarahannya. Baekhyun sangat terkejut mendengar kata itu dali mulut Suzy. Suzy berkata dengan nada yang sangat yakin dengan nada kemarahan yang melekat disetiap kata-katanya.

 

“apa kau tidak mempunyai hati..? bagaimana bisa kau memainkan hati orang lain…” Baekhyun pun terlihat marah karena kelakuan Suzy yang sudah kelewat batas.

 

Suzy langsung membelalakkan matanya karena terkejut Baekhyun berkata bahwa ia tidak memiliki hati.

 

“geure, aku tidak memiliki hati. Hatiku….” Perkataan Suzy sedikit tersengal karena ia berkata dengan penuh emosi dan matanya pun sudah mulai berkaca-kaca.

 

 

“hatiku sudah hancur, hatiku sudah dinjak-injak oleh orang yang menghinaku, merendahkanku, dan menganggapku sampah yang bahkan tak layak untuk sekedar dilihat. Sekarang aku hanya gadis kotor yang tidak memiliki hati dan perasaan…” kata Suzy yang sudah mengeluarkan air matanya.

 

Baekhyun terlihat terkejut melihat Suzy menangis.

 

‘gadis kotor..? apa maksudnya…? Lalu kenapa dia menangis..? dia menangis seperti saat appa-nya datang. Sangat persis, ekspresi wajahnya, airmatanya pun sama. Kenapa dia menangis seperti ini..’ batin Baekhyun.

 

“Suzy-ah…” panggil Baekhyun pelan dengan niat menenangkan Suzy yang sepertinya sudah tak terkendali oleh emosinya.

 

“hatiku, hatiku yang hancur bahkan tidak menyisakan sekeping pun. Semuanya hilang, perasaan kasih sayang pun hilang..” kata Suzy.

 

Baekhyun yang masih menatap Suzy pun hanya menatapdengan kasihan tapi ia juga tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Suzy. Baekhyun tidak berani lagi untuk berkata apapun. Suzy pun menghapus airmatanya dan langsung pergi membawa tasnya. Sedangkan Baekhyun masih duduk di kursinya.

 

***

 

Malam harinya, Di kamar hanya ada Suzy, Jiyeon sedang pergi dengan temannya entah kemana. Suzy duduk termenung di meja belajarnya. Suzy masih memikirkan pembicaraannya dengan Baekhyun tadi. Tiba-tiba, oemma Suzy masuk ke kamar Suzy sambil membuka pintu kamar dengan hati-hati.

 

“hei, sedang apa kau..?” Tanya oemma Suzy. Suzy melihat kearah oemmanya lalu ia membuka buku yang berada di atas mejanya.

 

“wah, ternyata kamarnya besar juga…” kata oemma Suzy sambil melihat-lihat isi kamarnya. Lalu oemma Suzy duduk di kasur Jiyeon.

 

“apa ini kasur anak manja itu…? Kasurnya sangat empuk, bahkan desain bentuk kasurnya sangat cantik. Kenapa kasurmu hanya berbentuk seperti itu..? kau harus bilang kepada appa-mu, kau minta ganti saja kasur yang baru” kata oemma Suzy sambil merebahkan tubuhnya ke tempat tidur Jiyeon.

 

Suzy hanya diam tak mengubris perkataan oemmanya tadi.

 

“hei, bisakah kau menghargai orang bila sedang berbicara..? apalagi aku ini oemma-mu” kata oemma Suzy yang mulai menghampiri Suzy.

 

“untuk apa aku menghargai orang, apabila orang itu tidak pernah menghargaiku” kata Suzy yang tidak mengubah pandangannya kebuku yang ia baca.

 

“maksudmu siapa..? aku..?” Tanya oemma Suzy yang sudah berdiri disamping tempat duduk Suzy.

 

Suzy hanya diam tak menjawabnya.

 

“aigoo… berani sekali kau melawan kepada orang tuamu…” oemma Suzy memukul belakang kepala Suzy dengan kasar. Suzy menatap oemmanya dengan kesal, lalu ia bangun dari tempat duduknya dan langsung naik ke tempat tidurnya menyelimuti dirinya dengan selimut.

 

“HEI, aku belum selesai bicara..” marah oemma Suzy.

 

Suzy langsung menutup matanya dan menutupi kepalanya dengan selimut.

 

“ah… kenapa dia sangat arogan..?” oemma Suzy pun memutuskan keluar dari kamar Suzy.

 

Akhirnya Suzy tetidur.Suzy tertidur dengan pulas. Appa Jiyeon belum pulang begitu juga dengan Jiyeon. Tiba-tiba terdengar suara teriakan.

 

“AAAHHHH….” Suzy membuka matanya dengan pelan. Teriakan itu terdengar lagi, kali ini dibarengi dengan teriakan nama Suzy.

 

“AAAHHH, SUZY-AH…” Suzy pun bangkit dari tempat tidurnya, ia langsung keluar kamar.

 

Suzy melihat dari atas bahwa oemma-nya sedang diseret orang yang sudah sangat ia kenali dan ia benci yaitu, appa-nya. Suzy langsung berlari menuruni tangga, mungkin Suzy berlari terlalu cepat hingga ia tak memperhatikan langkahnya.

 

Di anak tangga ke tiga Suzy tersandung kakinya sendiri yang membuat ia terguling menuju kelantai bawah. Suzy merinis sambil memegangi kakinya yang sepertinya terkilir. Tapi itu tak lama ia kembali melihat oemmanya yang sudah menangis ketakutan karena di tarik paksa oleh lelaki yang menghancurkan hidup oemma-nya dan juga hidupnya. Suzy langsung memegangi tangan appa-nya itu berusaha melepaskan genggaman appa-nya kepada oemma-nya. Genggamannya pun terlepas yang membuat mereka bertiga terjatuh.

 

“AISH, anak sialan…” appa Suzy langsung menarik rambut Suzy yang tergerai panjang. Suzy meringis kesakitan. Oemma Suzy bangkit dan berusaha menolong anaknya. Tapi appa Suzy langsung memukul oemma Suzy hingga tercampak sedikit jauh dan akhirnya jatuh pingsan. Suzy yang melihat oemma-nya diperlakaukan tak sewajarnya pun naik pitam. Suzy melawan appa-nya itu, Suzy memberontak hingga membuat mereka jatuh.

 

“aish…” kata appa Suzy. Suzy menatapnya tajam. Appa Suzy lalu menamparnya dengan kasar hingga membuat rambut Suzy yang sudah berantakan menjadi tambah berantakan.

 

“MATILAH KAU…..” teriak Suzy yang bangkit lalu mendorong appa-nya jauh.

 

Di saat Suzy bersama appa-nya sedang bertengkar, ada seorang namja yang masuk kedalam rumahnya.

 

“Suzy-ah..” panggil namja itu dengan wajah yang ceria tapi itu langsung berubah ketika melihat Suzy sedang berusaha melawan seorang lelaki paruhbaya.

 

“Suzy-ah…” kata namja itu kaget dan reflex menghampiri Suzy. Namja itu langsung menambil kerah baju pria itu dan langsung memukulinya. Suzy sangat terkejut melihat namja itu.

 

“Baekhyun…?” Suzy dengan penampilannya yang acak-acakkan masih berdiri mematung melihat Baekhyun bertarung melawan appa-nya.

 

Suzy masih melihat Baekhyun melawan appa-nya. Baekhyun pun jatuh tersungkur karena pukulan appa Suzy, setelah jatuh tak berdaya appa Suzy pun menendangi perut Baekhyu berkali-kali. Suzy yang melihat itu pun langsung berlari dan menarik appa-nya menjauh dari Baekhyun. Suzy menariknya hingga ke luar pagar lalu melemparnya.

 

“neo, sudah berapa kali ku bilang jangan pernah datang lagi bukan…?” kata Suzy dengan penuh emosi.

 

“kau fikir aku ingin bertemu denganmu..?” balas appa-nya dengan kasar. Suzy lalu merogoh kantongnya dan melempar beberapa lembar uang yang appa Jiyeon berikan tadi pagi sebagai uang bulanan.

 

“ini, ambil ini. ini pasti cukup untukmu, sekarang pergi kau…” appa Suzy mengutip uang yang dilempar Suzy tadi. Memang uangnya terlihat banyak, bahkan sangat banyak.

 

“baiklah, aku akan pergi. Persiapkan uang seperti ini lagi, nanti aku akan datang lagi” appa Suzy tersenyum lalu masuk kedalam mobilnya lalu menancap gas mobilnya. Suzy masih menatap kepergian appa-nya dengan tatapan ingin membunuh.

 

Suzy lalu masuk kedalam rumahnya dengan berlari. Ia langsung menghampiri Baekhyun yang tak sadarkan diri.

 

“Baekhyun-ah…. Baekhyun-ah…” Suzy berusaha membuat Baekhun sadar. Suzy lalu berusaha menopang tubuh Baekhyun dengan tubuhnya. Suzy berjalan menuju keluar rumahnya dengan kaki yang masih pincang. Suzy berusaha membawa Baekhyun untuk kerumah sakit.

 

***

 

Suzy masih duduk di kursi tunggu, ia masih menunggu kabar dari dokter yang sedang memeriksa Baekhyun. Dokter yang memeriksa Baekhyun pun keluar, Suzy langsung berdiri melihat kearah dokter.

 

“apa kau keluarganya..? ada yang harus ku sampaikan..” kata dokter. Suzy sebenarnya ingin mengatakan bahwa ia bukan keluarganya. Tapi ia ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh dokter yang memeriksa Baekhyu tadi.

 

“ne, aku keluarganya..”

 

***

 

Di ruang dokter.

 

“begini, aku rasa dia harus segera di kemoterapi..” kata dokter yang membuat Suzy kaget dan bingung.

 

‘kemoterapi..? kenapa harus di kemoterapi..? kenapa dengannya..?’ batin Suzy yang penuh dengan pertanyaan.

 

“ke…kemoterapi..? wae..waeyo..?” Tanya Suzy yang bingung dengan apa yang dokter katakan.

 

“iya, kemoterapi. Kankernya sudah hampir menyebar keseluruh tubuh” kata dokter dengan nada yang berat.

 

“kanker..? kanker apa..?”  Suzy terlihat shock.

 

“kau tidak mengetahuinya..? bukankah kau keluarganya..?” Tanya dokter itu yang mulai bingung dengan Suzy.

 

“ani, aku belum tau tentang penyakitnya..” elak Suzy.

 

“dia menderita kanker otak, penyakitnya sudah mulai memburuk. Tolong keluarganya untuk membujuknya untuk segera kemoterapi..” kata dokter yang membuat Suzy semakin tertegun.

 

Suzy masih diam, ia keluar dari ruang dokter itu. Bejalan dengan lesu, memikirkan semua perkataan dokter itu tentang Baekhyun. Tak terasa air mata pun menetes. Suzy pun tak sadar mengapa air ,mata itu bisa keluar. Suzy memegang pipinya yang telah basah itu.

 

‘wae..? naega wae uro..? wae..?’ batin Suzy yang bingung kenapa ia mengeluarkan air matanya.

 

–TBC–

 

8 pemikiran pada “Story of The First Love and The Endless Love (Chapter 3)

  1. KYAAA…!!
    udah nunggu ni ff. Ini, akhirnya jangan sad ending yah!..
    Aku ngg’ sanggup bayangin bias” aku meninggal, apalagi ke-4 cast nya aku suka.
    Pokoknya like deh cerita, cast, sama author nya juga…:>
    *hehe..:D
    keep writing thor..;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s