Frozen EXO Ver. (Chapter 3)

Frozen EXO Ver Chapter 3

Cast :

Kim Minseok (Xiumin) as Elsa boy ver

Kim Min Sung as Anna (OC)

Park Chanyeol as Kristoff

Wu Yi Fan (Kris) as Prince Hans

Other Cast:

Shindong as shopkeeper

Yunho as Westles Duke

Luhan as Chanyeol’s deer

Kangta and Boa as Minseok’s parent

Jongdae (Chen) as Olaf

Rating : G

Genre :family, romance, fantasy

Author : Riana (@Riana19059129) | R.Kim

Disclaimer : Semua tokoh di cerita hanya milik Tuhan YME. Kkkk~ maaf jika ada kesamaan ide cerita dan tokoh. Tapi karya ini 100% dari otak author. Mohon dukungan atas ceritanya juga ya J

Thanks buat yang sudah mau meninggalkan jejak dan mau membaca ^^

Chapter 1
https://exofanfiction.wordpress.com/2014/04/14/frozen-exo-version-chapter-1/

Chapter 2
https://exofanfiction.wordpress.com/2014/04/20/frozen-exo-version-chapter-2/

Happy Reading guys! ^.^

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Sementara Chanyeol, Chen dan Minsung mencari Xiumin yang melarikan diri. Kerajaan EXOdelle dilanda musim dingin yang hebat. Kayu bakar kini dicari dan dibutuhkan. Syal, jaket, dan semua benda untuk penghangat tubuh dibutuhkan, padahal seharusnya saat itu masih musim panas. Sungguh berbanding terbalik dengan keadaan yang seharusnya.

“Tolong bagikan syal pada seluruh rakyat yang membutuhkan!” Pangeran Kris sibuk memerintah pelayannya ke sana-kemari. Ia benar-benar sibuk saat ini. 

“Tuan, kerajaan menyediakan sup panas untuk anda. Silahkan masuk, istana akan selalu terbuka.” Saran Kris pada seorang pria tua.

Sementara itu, tamu kerajaan yang masih tinggal ikut berkeliling di luar. Tak terkecuali Yunho yang selalu ditemani 2 pengawalnya yang setia. “Oouuhhh…. dingin sekali. Aku pikir raja akan menghancurkan tempat ini. Kenapa kau masih saja berdiam dan membagikan mantel pada rakyat sini?”

Kris dengan sabar menanggapi keluhan Yunho, “Putri Minsung telah memberikanku perintah.”

“Itu berbeda, kau tidak akan tahu jika putri bersekongkol dengan penyihir yang akan menghancurkan tempat ini….”

“Jangan berkata apapun yang buruk soal putri!” Kris langsung memotong ucapan Yunho dengan agak marah, “Aku akan melindungi kerajaan ini sesuai yang diperintahkan tuan putri dan tak akan segan-segan menghukum orang yang melakukan pengkhianatan.”

Yunho terkesiap. Niatnya memang ingin merampas sesuatu yang berharga dari kerajaan yang menyimpan banyak misteri itu.

Tiba-tiba, kuda kerajaan yang ditunggangi Minsung untuk mencari Xiumin ternyata melarikan diri kembali ke kerajaan dengan liar. Kris yang melihat itu langsung merasa panik dan berusaha menenangkan kuda itu. Ia memutuskan untuk menyusul Minsung ke arah pegunungan utara.

“Aku butuh orang untuk menjadi sukarelawan!” Kris berteriak meminta bantuan.

Yunho membalasnya dengan lantang, “Kuberikan 2 pengawalku.” Lalu sambil berbisik ia berkata pada dua pengawalnya, “Habisi raja bersama musim dingin ini.”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Chen bersikeras untuk masuk ke dalam istana, tetapi Minsung terus saja mencegah Chen. Ia butuh waktu untuk berbicara dengan Xiumin.

“Kalian jangan masuk. Terakhir aku memperkenalkan laki-laki padanya, ia membekukan seluruh istana.” Kata Minsung pada Chanyeol.

Minsung menarik Chen untuk menjauh dari istana dengan susah payah, “Dengar Chen, tolong berikan aku waktu. Aku harus berbicara dengan kakakku.”

Dibantu Chanyeol, Minsung harus mendudukkan Chen yang tidak sabar melihat ke dalam istana. “Chen…. tinggallah di luar denganku. Minsung memiliki urusan…”

“Baik-baik Chen, tinggallah di luar, berikan aku waktu semenit. OK?”

Akhirnya Chen mau menurut dan duduk di samping Chanyeol sambil berhitung, “1….2…3….”

Dengan gemetar, Minsung masuk ke aula istana es yang dibangun Xiumin. Ia terkagum-kagum dengan interior kristal yang alami tanpa sentuhan tangan manusia. Sejujurnya ia cukup bangga melihat kemampuan kakaknya.

Oppa… Oppaa….. Ini aku, Minsung. Keluarlah.” Minsung terus saja berteriak memanggil Xiumin.

Dari balik pilar, Xiumin yang mengenakan baju yang dilapisi es muncul dan sedikit kaget melihat Minsung yang berhasil menuju tempatnya berada. Begitu pula Minsung, ia tak kalah kagetnya melihat Xiumin.

Minsung benar-benar kagum melihat kakaknya, “Wow… kau terlihat berbeda. Berbeda yang bagus, dan tempat ini… sungguh luar biasa.”

Xiumin tersenyum bangga mendengarnya, “Terima kasih. Aku sungguh tak tahu bagaimana kemampuanku….  dan ternyata sekarang aku tahu.”

Tangga yang terbuat dari es di dalam istana membuat Minsung terkagum-kagum, ia terus saja memegang tangga itu dan naik ke atasnya perlahan. Rasanya seperti kristal yang mahal.

“Dengar, aku minta maaf. Aku tidak tahu….”

Xiumin menggelengkan kepalanya, “Tidak, kau tidak perlu minta maaf. Tapi kau harus pergi.”

Dengan kecewa Minsung menatap Xiumin, “Tapi aku baru saja sampai…”

“Kau seharusnya berada di kerajaan.”

“Begitu juga kau.” Minsung tak mau kalah.

Keras kepala, Xiumin menggelengkan kepalanya, “Tidak Minsung, di sini tempatku. Sendirian…. tapi aku bebas. Aku bisa melakukan apa saja dengan kekuatanku…. tanpa melukai orang lain.”

“58….. 59….. 60…..”

Xiumin tercengang, ia heran mendengar suara yang sangat asing bagi telinganya. Ditambah tak ada orang selain mereka berdua di ruangan itu. “Siapa itu?”

Pintu istana terbuka lebar, Chen masuk dengan girangnya sambil melompat-lompat, “Hey aku Chen, dan aku suka pelukan hangat!”

Mata indah Xiumin membulat, “Chen?”

Ketika Chen berlari menghampiri Minsung, putri muda itu segera jongkok dan mengelus-elus kepala Chen.

Lagi-lagi dengan wajah polosnya Chen bertanya pada Xiumin, “Kau yang membuatku. Apakah kau ingat itu?”

“Ini sama seperti yang kita buat seperti dulu.” Tambah Minsung.

Kedua tangan Xiumin terbuka lebar, ia menatap tangannya sendiri dengan tatapan tidak percaya. Ia tak menyangka jika kekuatannya semakin berkembang selama bertahun-tahun hidupnya.

“Dulu kita sangat akrab, aku berharap kita bisa seperti itu lagi.”

Bayang-bayang Xiumin yang tak sengaja melukai Minsung menghantui pikirannya lagi, walaupun kejadiannya sudah bertahun-tahun. Tapi ia masih ingat dengan jelas. Ia  harus meminta Minsung untuk pergi menjauh dari dirinya. Ia berlari menuju lantai dua ketika Minsung berusaha mengejarnya dan membujuknya kembali.

Agak marah Xiumin berteriak pada Minsung, “Pergilah Minsung, aku hanya ingin melindungimu.”

“Aku tidak mau dilindungi, aku bukanlah orang yang lemah. Tolong jangan menjaga jarak antar kita, jangan membuat dinding yang memisahkan hubungan kita. Kita bisa menghadapi masalah ini bersama-sama.” Teriak Minsung dari bawah.

Minseok tak ingin mendengarnya lagi, “Kembalilah! Tempatmu bukanlah di sini!”

“Kerajaan membutuhkanmu, tempatmu juga bukan di sini. Kau sendirian, kau butuh teman.” Balas Minsung sambil berusaha berlari menaiki tangga dan menuju balkon istana.

“Aku tahu maksudmu baik, aku memang sendirian. Tapi aku bebas, aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan. Menjauhlah dariku, maka kau aman.” Xiumin berjalan ke arah balkon. Melihat Minsung mendekat ke arahnya, ia pergi menjaga jarak dari Minsung.

“Sebenarnya tidak.”

“Apa maksudmu tidak?!” Xiumin berteriak marah.

Minsung menundukkan wajahnya, ia tak ingin melihat wajah kakaknya, “Kerajaan tertutup salju yang sangat sangat dalam….”

Xiumin membalakkan matanya kaget, “APA?”

Agak takut Minsung mencoba menjelaskan semua yang terjadi, “Kau menciptakan musim dingin abadi dimana-mana. Tapi tidak masalah, kau bisa mencairkannya.”

“Bagaimana bisa, aku bahkan tidak tahu caranya.” Xiumin benar-benar khawatir sekarang. Ia tak menyangka kekuatannya sendiri menjadi musuh terbesar bagi dirinya.

Minsung mencoba mendekat ke arah Xiumin, “Aku yakin kau bisa menghadapinya, karena kau….”

“Pergilah Minsung!” teriak Xiumin dengan penuh emosi. Kepalanya hampir pecah memikirkan masalah yang sudah dibuatnya.

“Kau bisa melakukannya. Kita berdua bisa melawannya….” sahut Minsung seolah tak mempedulikan amukan Xiumin sedikitpun. Ia tak gentar untuk mundur walaupun badai mulai terbentuk seiring kemarahan Xiumin.

“Kau tidak aman di sini!” Xiumin terus saja berteriak pada Minsung untuk menyingkir darinya, sementara ruang istana mulai dipenuhi dengan angin yang kuat.

“AKU TIDAK BISA!!!”

Tepat saat Xiumin berteriak, kekuatannya yang luar biasa memancar keluar tiba-tiba menyerang apapun yang di dekatnya. Tak terkecuali Minsung, Ia tak sempat menghindar sehingga harus menahan sakit dari serangan yang ia terima dari kakaknya sendiri. Ia memegang dadanya yang perih dan jatuh terduduk.

Xiumin berusaha mengatur napasnya dan berbalik melihat keadaan Minsung. Ia sangat kaget melihat Minsung jatuh kesakitan, dan melihat Chanyeol yang asing baginya, langsung menyeruak masuk tanpa permisi.

Dengan panik Chanyeol berusaha membantu Minsung berdiri, “Kau tidak apa-apa? Apa dia menyerangmu?”

Anggukan pelan Minsung menandakan semua perkataan Chanyeol benar.

“Tunggu siapa dia? Itu tidak penting, kalian harus keluar dari sini!” Xiumin benar-benar ketakutan melihat orang lain masuk ke dalam istananya.

“Ayo kembali.” Bisik Chanyeol.

Lengan Minsung terangkat, melepaskan diri dari rangkulan Chanyeol. Ia berdiri menatap Xiumin, “Kembalilah, kami semua membutuhkanmu.”

“PERGI!”

Lagi-lagi tanpa sengaja tangan Xiumin menembakkan kekuatan ke arah lantai dan memunculkan seorang monster es. Melihat keadaan yang tidak baik itu, Chanyeol dan Minsung lari kalang kabut hingga keluar istana. Bahkan sesudah sampai di luar istanapun mereka masih saja dikejar hingga ke pinggiran jurang, Chen yang memisahkan diri dari mereka berdua kehilangan bagian bawah tubuhnya karena berlari ketakutan.

Minsung menurut saja ketika Chanyeol berusaha mengikat kuat tali di pinggiran jurang, Chanyeol berencana turun dari tebing untuk menghindari monster es yang dibuat Xiumin. Mereka berdua tak mau hancur berkeping-keping.

“Kau yakin ini aman? Bagaimana kita melarikan diri? Hei! Cepatlah, kita akan hancur!”

Suara Minsung benar-benar menyulitkan Chanyeol, dengan kesal ia berteriak, “Kau bisa tenang sedikit tidak sih? Kau pegang talinya aku akan berhitung sampai 3 lalu kita melompat. Mengerti? Ini tidak akan sakit, karena di bawah ada tumpukan salju setebal 10 m, rasanya akan seperti jatuh di atas bantal.”

“Oke.. oke… aku mencoba memegangnya.”

“1…”

Minsung protes lagi, “Sebentar…. sebentar…. aku berusaha.”

“2….”

Tiba-tiba Chen lari kalang kabut dari balik pepohonan sambil berteriak panik, “Teman-teman, di belakang! Waaaa!!! Monsternya.”

Dengan nekat Chen langsung melompat ke bawah jurang tanpa pikir panjang.

“Chenchen!” teriak Chanyeol panik.

Sementara Minsung yang masih tidak mengerti langsung menghitung seenaknya, “3!” Lompatlah Minsung ke bawah jurang diikuti Chanyeol yang ikut lompat karena kaget, yah… meskipun Chanyeol belum siap melompat. Beruntung Chanyeol sudah mengikat tali itu di perutnya.

Baru saja setengah perjalanan untuk mendarat ke bawah, mereka merasa tali yang mereka gunakan tersangkut. Lebih tepatnya tidak tersangkut, karena mereka naik ke atas lagi secara perlahan.

“Chanyeol…. kenapa ini?” tanya Minsung, ia mulai bawel karena terlalu kesal pada Xiumin.

“Oh tidak. Aku rasa ini buruk….”

Begitu mereka sampai atas, mereka dikejutkan dengan monster es yang tadi mengejar mereka, yang ternyata monster itu menarik tali yang mereka gunakan.

“Pergi dari sini dan JANGAN KEMBALI!!!”

Minsung menjadi ketakutan, “Baiklah.” Tanpa pikir panjang, gadis itu menarik pisau dari sakunya dan memotong tali itu sehingga mereka berdua terjatuh ke bawah dengan mulusnya.

BRUK!

Minsung memejamkan matanya, ia merasa sama sekali tidak terasa sakit. “Yeol, kau benar. Ini seperti jatuh di atas bantal.”

“Kakiku… aku tidak bisa merasakan kakiku!”

Chen memegang sepatu boot yang besar, namun kemudian Chanyeol bangun dari jatuhnya, “Tenang Chen, itu kakiku. Ups, lihat! itu kakimu.”

Dengan sigap Chanyeol menangkap kaki Chen yang terpisah dari Chen dan menyambungnya seperti semula. Setelah itu, barulah ia menarik Minsung keluar dari tumpukan salju yang cukup dalam.

“Ow,terima kasih… huh… rasanya melelahkan.” Minsung mengibas-ngibas mantelnya yang ditempeli dengan salju.

Chanyeol yang baru saja menemukan Luhan, mengkonfirmasi hasil kerja keras Minsung, “Jadi… bagaimana, berhasil kau bicara dengan kakakmu? Kita kembali pulang?”

Gadis itu menganga kaget, “Kau benar! Bagaimana mungkin aku lari darinya! Kita sudah susah payah datang kemari, dan aku tidak berhasil membujuknya kembali. Kerajaan tidak bisa kembali seperti semula!”

Minsung menjadi panik, ia berjalan kesana-kemari memikirkan langkah selanjutnya untuk membujuk Xiumin.

“Err… Minsung, sebaiknya khawatirkan rambutmu dulu…” Chanyeol menarik tangan Minsung dan membelai rambutnya.

“Untuk apa, kita baru saja jatuh. Wajar jika rambutku berantakan….”

“Rambutmu memutih.”

“Oh, mungkin ini- Apa!”

Minsung menarik rambutnya sendiri yang dikepang, ia panik bergitu melihat beberapa helai rambutnya memutih seperti es. Pikirnya, itu adalah efek dari perbuatan Xiumin tadi. Padahal rasanya ia baik-baik saja.

Chanyeol menjadi khawatir, ia segera menarik Minsung menjauh dari tempat penuh salju itu secepatnya. Tentu saja kali ini mereka tidak meninggalkan Luhan dan Chenchen di belakang.

“Dengar, kau harus bertemu dengan temanku. Aku yakin ia bisa mengembalikan kondisimu hingga normal lagi, coba rasakan tanganmu yang mendingin.” Chanyeol memasangkan sarung tangannya di telapak tangan Minsung yang halus. Ia menjadi gugup saat Minsung balas menyentuh jari-jari tangannya.

Seolah berusaha menenangkan Chanyeol, Minsung berkali-kali menyatakan jika dirinya baik-baik saja, “Tenang Yeol, mungkin ini karena salju.”

Chen yang berjalan di sebelah mereka hanya bisa bertanya kebingungan, “Kita akan kemana?”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Sementara itu, Xiumin yang tinggallah sendiri di tempatnya sekarang, tak kalah khawatir dengan Chanyeol yang mengkhawatirkan Minsung. Pria muda itu berjalan kesana-kemari dengan gugup, berusaha mengontrol kekuatannya.

“Jangan rasakan!”

Ia berkata seolah-olah ia bisa memerintah kekuatannya.

“Jangan rasakan!”

“Jangan rasakan! Jangan panik!”

Sayang, ketakutannya tidak memberi dampak baik. Ia baru sadar ketakutannya memunculkan kekuatannya yang luar biasa, hingga membentuk susunan kristal es yang tajam di seluruh dinding istana esnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Minsung terbatuk-batuk kecil di belakang Chanyeol, dengan sigap Chanyeol menangkap tubuh Minsung yang mulai lunglai. “Kau kedinginan?”

“Sangat. Tapi aneh, di sini tidak membeku sama sekali. Lebih hangat.”

“Yah… di sini hidup teman-temanku, mereka cukup berisik, tidak suka diganggu, kadang mereka usil pada perempuan. Aku harap kau tidak takut bertemu mereka.”

Minsung mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, “Lalu, bagaimana kau bisa sampai di sini? Itu aneh karena kau berteman dengan orang yang tinggal di hutan. Kau juga berteman dengan seekor rusa.”

Chanyeol hanya memasang senyum cerianya seperti biasa, “Luhan dan aku memang teman sejak kecil, itu memang lucu karena aku berbicara dengan rusa. Beberapa saat setelah itu aku menemukan tempat ini dan mereka semua merawatku.”

“Mereka?” tanya Minsung kebingungan.

“Benar, itu!”

Chanyeol menunjuk ke arah batu-batu berlumut yang besar dan berbicara pada mereka seolah-olah batu itu mengerti sapaan Chanyeol. Chen dan Minsung hanya bisa melongo melihat tingkah Chanyeol yang bisa dibilang ‘tidak waras’. Setelah berbicara dengan rusa, kini Chanyeol berbicara dengan batu.

“Minsung, kau lari. Aku akan mengalihkan perhatian Chanyeol….” bisik Chen perlahan.

“Untuk apa??”

Chen mendekati Minsung dan berbisik padanya, “Aku hanya ingin menyelamatkanmu, aku pikir ia sudah gila. Aku juga tak mau kau ikut menjadi gila.”

“Baiklah, Oke Chanyeol, aku pergi. Ini menggelikan sekali untukku.”

Baru beberapa langkah Minsung berbalik arah. Batu-batu berlumut yang tersebar di tempat itu menggelinding secara hampir bersamaan dan berkumpul di antara Chanyeol. Secara mengejutkan batu-batu itu ‘terbangun’ dan berubah wujud menjadi makhluk-makhluk kerdil.

“Chanyeol kembali!”

 “Yeay Chanyeol kembali!”

Makhluk-makhluk itu bersorak dan tertawa bersama Chanyeol, Minsung sadar bahwa itu bukan batu, itu adalah Troll. Makhluk-makhluk menggemaskan itu membuat hati Minsung menjadi hangat.

“Chanyeol, kau membawa seorang gadis. Apa kau akan menikahinya?” tanya seorang troll kecil.

“Whoa, bukan begitu kawan? Mm… apa ada ketua di sini?” tanya Chanyeol sambil menarik Minsung di sebelahnya.

Minsung menjinjitkan kakinya dan berusaha berbisik pada Chanyeol, “mereka manis. Lucu sekali.”

Sayang nasib buruk harus menimpa Minsung lagi, ia hampir tidak bisa berdiri dan rambutnya yang memutih semakin banyak. Dengan cekatan Chanyeol harus memapah Minsung, “Tubuhnya sedingin es. Dimana ketua?”

Ketua dari para troll itu langsung menggelinding ke arah mereka berdua. Lalu membaca telapak tangan Minsung sambil menggelengkan kepalanya.

“Minsung, hidupmu dalam berbahaya. Ada es yang dimasukkan ke hatimu oleh kakakmu.”

Chanyeol menatap Minsung tak percaya, “Tapi kau bisa mengeluarkannya ‘kan?”

Ketua dari para troll itu menggelengkan kepalanya, “Jika di kepala aku masih bisa mengeluarkannya. Tapi di hati, itu adalah hal yang sulit.  Hanya cinta sejati yang dapat mencairkan es di dalam hatinya.”

Minsung terbalak, “Kris! Dia cinta sejatiku!”

Chanyeol mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Segera ia meninggalkan tempat itu dan menunggangi Luhan hingga kembali ke istana.”

-TBC-

13 pemikiran pada “Frozen EXO Ver. (Chapter 3)

  1. hi thor saya baru balik di chap ini
    maaf yak huehehehe XD

    wah ga ada nikah kilat ala gaun lumutan yak huehehehehehe

    XD

    keep writ thor
    ditunggu next chap

  2. akhirnya di post juga! aku udah nonton film-nya, tapi tetep aja pas baca crita ini, aku makin geregetan. btw, itu kalimat paling akhir kok ada tanda petiknya? (“) aku tahu itu typo. lain kali lebih teliti lagi ya. next chap nya ditunggu!

  3. hy thor sya kmbali lg nih.. huuwaaaa akhirx update jga. walaupun sya trlambat nemuiinx.:-( cepetan d update part 4 nya yah thor…!^_^

  4. okay, next chap thu chap terakhir ya? bagian itu bikin aku nyesek.. tapi kaya.a kalo yeol yg jd kristoff pasti lebih nyesek deh..
    okay, ada bbrp typo di chap ini..
    seperti ‘hidupmu dalam berbahaya’ seharus.a ga ush pake ‘ber’ juga kaya yg readers lain sebutkan, ada tanda kutip di kalimat akhir yg sebener.a kalimat itu bukan ‘percakapan’.. mm,, mungkin cuma itu yg aku inget..
    tapi tetep keren ko! sangat keren!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s